Ruangan Relaksasi dan Perawatan di dalam Pesawat


 

EFRA UMARA 224111089

NOVRI HANGORO 224111090

PUTRA ADIPRATAMA 224111268

BAB 1
Pendahuluan

Didalamduniapenerbangansangatlahdituntutakankeselamatandanjugakenyamananbagiparapelangganmaskapaipenerbangan, baiksaat pre­­-Flight maupun post flight. Bagiparapenumpang yang menggunakanjasapenerbanganbiasanyamembutuhkanwaktu yang cukup lama.

Untukmembuatpenumpangsemakinnyamandidalampesawat, banyakpenumpang yang membutuhkanrelaksasi, agar perjalanantidakmelelahkandanmenjenuhkan, dikarenakanjugamayoritaspenumpangjasaangkutanudaraadalahseorangpebisnis yang membutuhkankenyamanandanrelaksasi.

Khususnyauntukpenerbanganjarakjauhsepertipenerbanganinternasionaldanbagiparawanita yang tidaksempatdenganwaktuuntukpergiketempatperawatandanrelaksasi, makapihakair line menyediakanruangrelaksasidengan yang ahlidalamrelaksasidanperawatan.

Makadenganinikelompok kami mengangkagtjudultentang “RuanganRelaksasidanPerawatandidalamPesawat.

Bab II

LandasanTeori

 

Pembahasanpadababinitujuannyalebihkepadapenyajianfasilitasdan service lebihuntukparapenumpangpesawat yang inginmerelaksasikantubuhpadasaatperjalananmenujutempattujuankhususnyaparapenumpangdengantempuhjarakjauh. Disini kami menyajikanfasilitasberupareleksasidanperawatanuntukkenyamananlebihbagiparapenumpangpesawat.

Untukrelaksasinya kami menyediakan service berupa :

-          Pijat

-          Aroma terapi

-          Totok aura danlainnya

 

Untukperawatannya kami menyediakanberupa :

-          Spa

-          Pedicure danmedicure

-          Earcandle

-          Creambathdanlainnya

Demikianpelayanan yang kami sediakandari “refleksidanperawatan” di dalampesawat

Bab III

MetodologiPenelitian

            DalamMetodologiPenelitiansangatlahpentinguntukmelengkapiinformasidan data-data yang akurat, untukmemecahkanmasalahdaripembahasankaryailmiahini, darijudul “RuanganRelaksasidanPerawatandidalamPesawat”.

MetodologiPenelitian yang kami gunakandalamtulisaniniadalahmetodeobservasiyaitumelaluipengamatanlangsungdankuisionerkepadapelanggan-pelanggandanpemilik salon.Denganmelekukanpenelitianini kami mendapatkaninformasidangambaran yang harusdilakukandalammembuat “RuanganRelaksasidanPerawatandidalamPesawat”.

Target responden kami adalahpelanggan-pelanggandanpemilik salon khususnyawanita, kuisioner yang kami buatberisipertanyaan-pertanyaan yang menyangkutrelaksasidanperawatan, sehinggarespondenmengertidanmudahmengisikuisioner yang dibuat.

Penambahan Fasilitas Spa dan Sauna Didalam Pesawat Udara


 

Nama Anggota            :           

Irfan Handi Prabowo              ( 2241.10.041 

David Prihanto                        ( 2241.10.090 )

Mhamdhani                             ( 2241.10.043 )

 BAB I

1.1 Latar belakang masalah

 

Penambahan Fasilitas Spa dan Sauna Didalam Pesawat Udara

 

Saat ini transportasi merupakan salah satu aspek ekonomi yang sangat dinamis. Dalam perkembangannya ekonomi membutuhkan jasa transportasi yang cukup memadai terutama transportasi udara yang dikarenakan seiring pesatnya pembangunan dan pekembangan ekonomi yang di capai bangsa bangsa di dunia, peran transportasi udara semakin di butuhkan, karena beberapa keunggulan yang dimiliki, diantaranya kecepatan, kemampuannya untuk mencapai lokasi yang memiliki jangkauan strategis dan bernilai ekonomi tinggi dalam waktu yang relative singkat.

Dalam kasus ini  membahas tentang Penambahan fasilitas  In-Flight service. In-Flight Service merupakan kegiatan penting dalam kegiatan penerbangan. Kegiatan pelayanan In-Flight merupakan unit pelayanan yang langsung berhubungan dengan penumpang. Adapun peranan dari In-Flight itu sendiri adalah memberikan kenyamanan dan pengalaman penumpang selama berada didalam pesawat udara.

Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk membahas masalah penambahan Fasilitas Spa dan Sauna didalam pesawat udara.

 

1.2  Identifikasi masalah

 

Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi  permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :

                                                                                                                              

  • Kapasitas pengguna fasilitas spa dan sauna di dalam pesawat
  • Siapa saja yang berhak menggunakan fasilitas spa dan sauna didalam pesawat

 

1.3 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut yang menjadi perumusan masalah yang akan di teliti adalah penambahan fasilitas spa dan sauna di dalam pesawat udara.

 

1.4 Tujuan penelitian

Tujuan diadakan penelitian ini adalah:

  • Untuk mengetahui jumlah Kapasitas pengguna fasilitas spa dan sauna di dalam pesawat
  • Untuk mengetahui Siapa saja yang berhak menggunakan fasilitas spa dan sauna didalam pesawat

 

1.5 Manfaat penelitian

  1. a.       Bagi Penulis

Bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan tentang fasilitas spa dan sauna didalam pesawat

 

  1. b.      Bagi Lembaga STMT TRISAKTI

Bermanfaat sebagai bahan penambah referensi untuk dosen dan mahasiswa STMT TRISAKTI jurusan Manajemen Transportasi Udara.

 

 

 

 

 

 

BAB II

2.1 Landasan teori

2.2 Spa dan Sauna

            SPA adalah bahasa modern dari pijat. SPA pada dasarnya pijat dengan siat su ala jepang atau pijat tradisional yang dilakukan para terapis sangat profesional sehingga para pengunjung merasa dimanjakan dan juga dikerjakan sesuai dengan permintaan pengunjung.

http://cewe-spa.blogspot.com/2007/09/definisi-spa.html

 

Ritual spa seperti yang kita kenal sekarang sudah dikenal bangsa Romawi lebih dari 2000 tahun yang lalu. Tahun 25 SM, Raja Agrippa membangun Roman Thermae pertama yang merupakan sebuah spa skala besar pertama yang dikenal peradaban manusia. Thermae dilengkapi dengan pusat hiburan seperti pusat olahraga, restaurant dan berbagai

macam bentuk perawatan tubuh. Pengunjung thermae menjalani rutinitas seperti apa yang kita lakukan saat ini di spa-spa modern, berolahraga, sauna, berendam, pijat dengan minyak rempah, scrubing kemudian diakhiri dengan relaksasi di perpustakaan atau ruang duduk.

 

Sejarah dan Perkembangan Spa, spa adalah perawatan tradisional yang menggunakan air sebagai medianya. Spa berasal Bahasa Latin ‘salus per aquam’ yang artinya sehat melalui air. Ada juga yang menyebutkan bahwa Spa merupakan nama sebuah kota di Belgia yang memiliki pemandian air panas, tempat ini kerap digunakan bangsawan Romawi ketika ingin terapi relaksasi menggunakan air, biasanya dilakukan untuk memanjakan diri setelah perjalanan jauh. Nama spa kemudian berkembang ke seluruh Eropa, dan kini dipakai di seluruh dunia untuk tempat terapi air.

Gaya hidup orang yang tinggal di kota besar biasanya dipadati dengan aktivitas sehingga lebih rentan stres. Stress menjadi persoalan kesehatan yang sering menyerang masyarakat perkotaan. Untuk menghilangkannya dapat dilakukan dengan cara relaksasi. Disinilah spa menjadi salah satu alternatif untuk rileksasi agar pikiran kembali segar. Selain itu, spa juga bermaanfaat untuk mengencangkan, menghaluskan dan memberi nutrisi pada kulit serta melancarkan peredaran darah. Berbagai manfaat yang sesuai dengan gaya hidup metropolitan itu menyebabkan spa semakin tumbuh dan berkembang di kota-kota besar.

Spa seringkali dianggap sebagai tempat perawatan tubuh berupa pijat atau massage. Padahal pengertian spa sebenarnya adalah tempat dimana orang dapat memperoleh perawatan badan, dari ujung rambut sampai ujung kaki sekaligus mengembalikan kesegaran tubuh setelah berada di posisi yang menegangkan. Perawatan spa terdiri dari creambath, facial, manicure-pedicure, lulur, scrub, foot spa, dan body treatment.

Aromatherapy massage merupakan elemen penting dalam memberikan relaksasi. Dengan menggunakan campuran minyak khusus yang juga bermanfaat untuk refreshing, penghangatan, melegakan pernafasan dan penenangan diri. Kini spa merupakan paket lengkap dari aroma dan suasana yang menenangkan, pelayanan ramah serta pemandangan yang menyejukan jiwa.

Tawarkan Konsep Spa Sesungguhnya, Konsep spa telah berkembang menjadi tempat pelayanan perawatan seluruh tubuh yang menawarkan berbagai macam program antara lain perawatan sehabis melahirkan, penurunan berat badan, perawatan pra nikah dan lainnya.

Saunas telah ada selama ribuan tahun dan kini sedang menemukan kembali di seluruh dunia untuk kesehatan dan manfaat sosial. Sauna menggila telah dikalahkan Utara dan Amerika Selatan, Eropa, Asia, dan Afrika. Sauna, mandi uap, dan Turki mandi kadang-kadang digunakan secara bergantian untuk menggambarkan santai dan menguntungkan ini bentuk mandi. Apakah ada perbedaan? Artikel ini akan mendefinisikan dan menggambarkan masing-masing disebutkan di atas bak mandi dan panas.

Sauna adalahbagian integral dari budaya Finlandia dan Swedia. Mereka menghasilkan panas kering antara 70 dan 100 derajat Celcius. Dari waktu ke waktu air dipanaskan dilemparkan pada batu, menghasilkan uap awan tebal dan membuat ruangan terasa panas. Setelah di sauna antara sepuluh dan tiga puluh menit, sebagian besar orang berenang atau mandi air dingin. Pada musim dingin bulan, beberapa orang bahkan berguling di salju.

Kebanyakan rumah di Finlandia dan Swedia memiliki ruang sauna. Di negara-negara itu adalah peristiwa sosial dan dapat mencakupanggota keluarga, teman atau rekan bisnis. Mereka selalu diambil dalam telanjang. Apakah laki-laki dan perempuan mengambil satu bersama-sama tergantung pada usia dan hubungan mereka. Sauna publik biasanya satu-seks.

Swedia sauna telah menjadi populer di Amerika Utara dan sering merupakan bagian dari fasilitas kolam umum. Setiap renang kebijakan menetapkan sendiri pada ketelanjangan. Beberapa renang memiliki periode tertentu untuk single-seks digunakan saat berenang dan telanjang nude sauna diperbolehkan. Di lain waktu mungkin pakaian renangdiperlukan.

Mandi uap

Mandi uap memiliki tingkat kelembaban yang konstan sekitar 100%. Mereka ditahan di sekitar 40 derajat Celsius, suhu yang jauh lebih rendah daripada tradisi Swedia, dan banyak orang lebih suka mandi uap. Kelembaban yang tinggi membuat bernapas lebih mudah dan memiliki efek menguntungkan pada sistem pernapasan.

Turkish Bath

Turki mandi ini juga dikenal sebagai hamam. Hal ini sangat mirip dengan mandi uap. Turki tradisional mandi adalah bangunan besar dan berfungsi sebagai sosialtempat pertemuan serta tempat-tempat untuk mendapatkan bersih. Ada kamar terpisah untuk pria dan wanita, dan bangunan mandi dibagi menjadi panas, hangat, dan sejuk daerah.

Hot Tub

Panas bak merujuk pada bak besar air panas di mana orang mandi terendam. Hot tubs tidak seperti sauna, uap-dan Turki mandi, yang hanya uap. Ketiga jenis wadah yang digunakan untuk bak mandi panas adalah tong kayu, fiberglass pusaran air, atau bak mandi besar.

Tipe pertama dibuat daribilah kayu dan memiliki pompa air dan sistem penyaringan untuk mengedarkan dan air bersih. Biasanya dipasang di luar ruangan dengan bangku-bangku di sekitarnya sehingga orang dapat nyaman dengan hanya rendam kepala mereka di atas permukaan air.

Fiberglass pusaran tekanan tinggi ‘jet’ yang membuat efek pusaran air. Jet air berguna untuk pijat atau hidroterapi. Kolam renang umum atau klub kesehatan sering memiliki pusaran air fiberglass. Ini juga dikenal sebagai ‘Jacuzzi’ setelah perusahaan yangmempopulerkan mereka.

Jenis bak mandi air panas kadang-kadang disebut jacuzzi tub. Mereka sering dipasang di rumah-rumah sebagai pengganti bak mandi biasa. Mereka sedikit lebih besar daripada bak mandi tradisional dan memiliki fitur mirip dengan fiberglass pusaran air.

Saunas, uap-dan Turki mandi, dan bak air panas semua kadang-kadang disebut sebagai spa atau perawatan spa. Sebuah spa juga bisa menjadi resor yang menawarkan perawatan tubuh seperti pijat dan hidroterapi. Banyak yang mempunyai fasilitas spa dengan mandi uap dan panas bak mandi.

 

BAB III

3.1 Metodologi Penelitian

Jenis penelitian

            Penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu menurut Krisyatono (2006:69) penelitian yang berusaha menggambarkan atau melukiskan objek yang di teliti berdasarkan fakta yang ada dilapangan sedangkan data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

            Seperti yang dijelaskan sebelummnya, pengambilan data dalam penelitian ini di peroleh dengan cara melakukan pengumpulan secara tertulis yang di tuangkan dalm pertanyaan yang di tunjukan kepada responden yang dijadikan sampel dan( informan biasa) konsumen yang berjumlah 10 orang. Dalam menentukan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap 10 responden

NO Nama Responden Setuju / Tidak setuju Alasan Responden
1 Taufan Setuju Menikmati fasilitas di dalam pesawat
2 Prama Setuju Memiliki kesan yang berbeda
3 Hakiki Setuju Memanfaatkan waktu  untuk kesehatan di dalam pesawat
4 Bimantara Tidak Setuju Sangat aneh menurut saya keberadaan spa dan sauna di dalam pesawat
5 Bony Setuju Memberikan pengalaman yang berbeda
6 Agung Setuju Meningkatkan kualitas transportasi udara
7 Ichsan Setuju Pelayanan nomer satu yang diberikan
8 Ajis Setuju Baik untuk kesehatan di perjalanan
9 Fajar Setuju Kenyamanan berlebih selama di perjalanan
10 Risky Setuju Meningkatkan kenyamanan penumpang

Sumber : Hasil Penelitian

Membina Hubungan Yang Harmonis Dengan  Konsumen    

Dalam penelitian ini, penulis akan menjelaskan indikator strategi penerapan spa dan sauna didalam pesawat udara.

Berdasarkan tabel diatas, suatu kegiatan penerapan spa dan sauna yang diadakan didalam pesawat berguna untuk mencapai pemasaran yang menghasilkan kepuasan dan keharmonisan dalam peningkatan kualitas transportasi udara.

Flight in Culture


Nama :
Fitri Anggara Adi 2241.11.116
Nadia Angie Erika 2241.11.058

Flight in Culture

BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini, Seiring dengan berkembangnya zaman yang begitu pesat Globalisasi memberikan dampak negatif yang tidak bisa dianggap remeh. Salah satu dampak dari globalisasi sangat berpengaruh terhadap kelestarian kebudayaan Indonesia. Norma-norma asas-asas yang terkandung dalam kebudayaan Indonesia yang perlahan-lahan makin terlupakan dan tak diperhatikan oleh masyarakat.
Sebuah inovasi sangatlah penting dilakukan dengan barbagai cara apapun agar kita tidaklah melupakan budaya dan memberikan inovasi lebih pada maskapai penerbangan guna memberikan keuntungan serta memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada customer.
Sebagai main Brand perusahaan penerbangan Indonesia, Garuda Indonesia telah mempersiapkan sebuah maskapai yang berbau Cultural yaitu “Flight in Culture”. Tidak mau kalah dengan perusahaan tetangga yaitu Lion Air yang sebagaimana menjadi induk perusahaan dari Batik Air yang telah beroperasi sejak Maret 2013 dengan menggunakan pesawat Boeing 737-900ER.
Garuda Indonesia memberikan sebuah ide mengenai interior maskapai penerbangan yang sekaligus memperkenalkan kepada customers mengenai budaya dan kultur yang ada di Indonesia. Ketika customers berada didalam maskapai yang ia naiki, customer merasakan kenyamanan dan mengetahui serta dapat mengenal tempat yang akan dia tuju dengan memberikan segala bentuk informasi yang disediakan didalam maskapai tersebut. Hal ini dapat berupa, lukisan, Film ringan mengenai tempat tujuan, kebudayaan yang terdapat di tempat tujuan serta tempat-tempat wisata yang terdapat pada tempat tujuan tersebut.
Dan di dukung pula dengan Eksterior yang berhubungan dengan kultural Indonesia. Dengan cara ini tidak hanya dapat melestarikan budaya Indonesia senidiri namun dapat dijadikan sebagai identitas negara Indonesia di kancah dunia Airline karena bersifat unik dan cultural pastinya.
Selain itu menu makanan yang disajikan bukan makanan yang umum melainkan menyerupai resto khusus indonesia yang menyajikan makanan khas indonesia dari berbagai daerah. Dan di layaini oleh pramugara/i yang menggunakan pakaian adat yg simple, tetapi edgy dan memiliki unsur cultural pastinya.
Ditambah lagi dengan menyelipkan bahasa-bahasa daerah Indonesia. Pramugari/a tidak hanya dituntut untuk bisa dan menguasai bahasa inggris dan bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa daerah di Indonesia. Dengan begini image yang terkenal mengenai pramugara/i akan lebih baik karena tidak hanya di tuntut kecantikan luar melainkan kreativitas dan kecerdasan yangmenjadi nilai tambahnya.
Selain itu tidak hanya memberikan informasi kepada customer namun melainkan Garuda Indonesia memperikan experience baru dan dapat menarik minat customer untuk berlibur ke daerah-daerah yang diperkenalkan yang belum pernah disinggahi bahkan di ketahui oleh customer, karena pada dasarnya Indonesa kaya sekali akan kebudayaan.with
Garuda Indonesia Flight in Culture tidak hanya memberikan service berupa kenyaman namun memberikan real experience dengan slogan khususnya “Coloring your trip through Garuda Indonesia in Culture”.

1.2 Rumusan Masalah

A. Globalisasi yang memudarkan kebudayaan, norma dan asas bangsa Indonesia.
B. Kebudayaan yang diakui oleh negara lain
C. Melahirkan Inovasi dalam memberikan kenyamanan dan experience bagi penumpang

1.3 Tujuan.

A. Memperkenalkan kebudayaan Indonesia dalam memeberikan kenyamanan saat perjalanan menggunakan maskapai penerbangan.
B. Memberikan inovasi baru dan menjadikannya usaha untuk menarik minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi udara.
C. Dengan besarnya rasa keingintahuan customer maka diharapkan memberikan benefit baik secara financial maupun non financial.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Globalisasi
Secara umum, Globalisasi merupakan proses pesat atau progress dari perkembangan zaman dilihat dari perkembangan pergaulan, teknologi, gaya hidup dll. Yang dampaknya negatif atau positif tergantun individu, kelompok atau bahkan antar negara yang saling berinteraksi memperkenalkan dan saling mempengaruhi satu sama lain.

2.2 Kebudayaan Indonesia
Secara umum, Kebudayaan adalah nilai-nilai atau asas-asas yang dianut oleh masyarakatterhadap berbagai hal. Baik nilai persepsi mengenai psikologis, kejiwaan, kebiasaan dalam kegiatan sehari-hari.
Menurut Salah satu Ahli yaitu Edward B. Taylor, Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain yang di dapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

2.3 Globalisasi dan Kebudayaan Indonesia
Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek, khususnya aspek budaya. Perkembangan globalisasi kebudayaanterjadi sejak awal 20-an dimana terjadinya perkembangan teknologi dan komunikasi.
Dengan mudahnya manusia dapat berkomunikasi dengan orang lain dari lingkungan, daerah, bahkan negara lain. Dari kegiatan inilah tidak heran kebudayaan asing mudah masuk dan dapat saling mempengaruhi.
Dapat dilihat dari aspek yang paling kecil yaitu cara berbicara, cara berpakaian, gaya hidup dll. Sehingga kebudayaan asli Indonesia dapat di katakan terancam keaslianya. Contoh kecilnya pula, Masyarakat Indonesia lebih mencintai produk dalam negeri. Konsumen lebih memilih membeli produk dari luar negeri hal ini terjadi karena salah satu dampak dari berkembangnya globalisasi.

2.3 Moda Transportasi Udara
Moda Transportasi terbagi menjadi 4 golongan yaitu Transportasi Udara, Transportasi Laut, Transportasi Darat dan Transportasi Pipa. Disini kami akan memberikan perhatian penuh terhadap Moda Transportasi Udara.
Menurut UU No. 1 Tahun 2009 Pasal 1 ayat 3 mengenai Pesawat Udara adalah setiap mesin atau alat yang dapat terbang di atmosfer karena gaya angkat dari reaksi udara, tetapi bukan reaksi udara terhadap oermukaan bumi yang digunakan untuk penerbangan.
Dan ayat 4 mengenai Pesawat Terbang adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap tetap, dan dapat terbang dengan tenaga sendiri.

Kerangka Pemikiran

BAB III
Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian merupakan analisis teoritis mengenai suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.

Kami selaku penulis menggunakan metodologi penelitian untuk mendapatkan data yang konkrit dan valid yang dapat di jadikan sebagai panduan dan tolak ukur dalam pencapaian tujuan dan penyelesaian suatu masalah.

Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian kualitatif & SWOT. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dari inovasi yang akan di berikan yaitu pelayanan dalam dunia transportasi udara tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.
Pendahuluan bermanfaat sebagai Dasar untuk mengembangkan Kerangka pikiran dan dapat di ketahuinya seluk beluk untuk membangun, menyesuaikan dan mengembangkan inovasi dalam perealisasiaannya.
Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.
Selain Metode Kualitatif yang di gunakan, kami melakukan analisis SWOT untuk mematangkan konsep dan pengembangan inovasi ini. Di lihat dari Perkembangan zaman yaitu seberapa pesat perkembangan Globalisasi dalam bidang budaya dan teknologi serta dilihat dari faktor internal dan eksternal yang dapat saling mempengaruhi.

Dari metode dan analisis inilah yang dapat menghasilkan hasil atau jawaban untuk perealisasian. Dengan menentukan bagaimana dalam penanganan seperti apa yang paling tepat dalam bidang Manajemen, Promosi, dll. Hasil dari penelitian akan di pilih sesuai dengan kualitas dan kuantitas dengan adanya penyesuaiaan dengan kondisi globalisasi dan sosial budaya yang ada. Dengan di dukung dengan perencanaan interior dan eksterior yang sangat cultural dan khas indonesia.

Tugas 4 Ruangan Merokok Di dalam Pesawat


Tugas 4

Nama:

- Yudhi Kevin 2241.11.202
– Purwo Bagaskara 2241.11.186
– M. Patriot A. JMP 2241.11.177
– Nursasia Anda Marisa 2241.11.289

Ruangan Merokok Di dalam Pesawat

METODOLOGI PENELITIAN

Bab 3

Untuk menunjang tugas yang sedang kami kerjakan maka kami memerlukan data yang akurat serta dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya, dengan itu kami ingin mendapatkan data tersebut dengan mengadakan metodologi penelitian untuk dapat memecahkan masalah yang sesuai dengan judul yang telah kami pilih dan juga untuk menginformasikan kepada halayak banyak tentang fasilitas yang di butuhkan para perokok yang berada di dalam pesawat agar tidak menggangu para penumpang lain yang tidak merokok.
Metodologi penelitian yang ingin kami gunakan adalah metode kuisioner yaitu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut judul yang kami angkat. Dengan metode seperti ini kami bisa mendapatkan data yang kami butuhkan yaitu data orang-orang yg ingin dan membutuhkan ruangan merokok di dalam pesawat.
Target sasaran kuisioner kami adalah orang-orang yang merokok dan juga orang-orang yang tidak merokok namun orang-orang tersebut pernah menjadi penumpang pesawat terbang. Pertanyaan yang kami ajukan di dalam kuisioner adalah sesuai dengan fakta yang ada di pesawat, sesuai dengan kebutuhan, tidak berpihak pada satu sisi saja dan mudah di pahami oleh masayarakat luas. Sehingga orang / masyarakat dapat menjawab kuisioner yang kami ajukan.

FASILITAS PENUNJANG DAN AKSESBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS TUNANETRA DI BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA (PART 4)


Nama :

Amanda Nurul Alifah 224111097

Anisa Sholihah 224111281

Ferdy Tri Whardana 224111259 (Ketua kelompok)

Trianto Lintang 224111017

S1 MTU D 2011
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Dalam sebuah karya ilmiah,metodologi penelitian sangatlah penting untuk memenuhi salah satu cara untuk memperoleh data dan informasi yang akurat dari berbagai sumber guna memecahkan masalah dari apa yang di bahas dalam karya ilmiah ini.
Dari judul yang kami bahas dalam karya ilmiah ini,yaitu ”fasilitas penunjang dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas tunanetra di Bandar udara soekarna-hatta” penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dari masyarakat umum serta penyandang disabilitas tuna netra itu sendiri serta mengetahui sejauh mana kesadaran dari masyarakat umum untuk tahu dan peduli akan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas tunanetra yang menggunakan fasilitas umum di Bandar udara soekarno-hatta Jakarta.
Maka dari itu untuk menunjang penelitian ini kami akan menggunakan metode deskriptif yang menurut kami dapat lebih akurat untuk mendapat data dan informasi yang kami butuhkan seperti tujuan yang telah kami sampaikan di atas tadi,sedangkan untuk metode pengumpulan data akan kami lalukan dengan cara menyebarkan questioner yang terdiri dari beberapa pertanyaan yang menyangkut judul yang kami kemukakan tadi,dan akan kami sebarkan questioner tersebut secara langsung kepada masyarakat.
Target responden kami adalah orang dengan kebutuhan khusus atau masyarakat difabel tuna netra seperti tujuan dari judul kami di atas,serta masyarakat umum yang menurut kami dibutuhkan data serta informasinya untuk mengetahui sejauhmana kepedulian mereka terhadasp kaum difabel yang membutuhkan perlakuan khusus serta fasilitas yang khusus pula untuk menunjang kehidupan mereka dalam melakukan aktivitas sehari-harinya yang pastinya akan selalu menggunakan fasilitas umum,khususnya saat mereka akan menggunakan sarana transportasi udara,yang secara langsung akan menggunakan pula faslitas umum di dalam gedung Bandar udara itu sendiri.

DRIVE THRU AIRLINES CARGO


Nama Anggota :
Hernanda Hannanto 224111270
Randy Aditama 224112203
Kun Dwi Sundari 224111195
Fiska Karina H 224111213
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Berdasarkan pemilihan judul yang di tulis “DRIVE THRU AIRLINES CARGO” kami menginginkan inovasi yang dapat membantu dan mempermudah konsumen dalam mengirim barang ke suatu tujuan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, kami menggunakan metode survei ke masyarakat umum yang menurut kami efektif untuk merealisasikan kegiatan tersebut.
Adapun yang dimaksud metode penelitian survei yaitu suatu bentuk penelitian dimana informasi dikumpulkan dari sejumlah tanggapan beberapa masyarakat melalui pertanyaan-pertanyaan menarik menggunakan kuesioner agar dapat terlaksana kegiatan DRIVE THRU AIRLINES CARGO ini di bandara.
Metode penelitian ini menggunakan beberapa pertanyaan yang disebar ke surat kabar atau internet. Setelah itu di ambil beberapa tanggapan dari masyarakat sehingga dapat diambil keputusan secara akurat dan efektif.