Contoh Laporan PKL D3, IPB – Bogor (Part 6, End)


V.  ANALISIS USAHA

5.1 Pemasaran

Pemasaran merupakan rantai akhir dalam usaha pembenihan ikan khusunya pembenihan ikan maanvis. Sebelum melakukan usaha pembenihan ikan maanvis, terlebih dahulu diketahui informasi harga dan pasar yang sedang berjalan pada periode saat dilaksanakannya proses produksi. Taufan’s Fish Farm menjual benih ikannya ke daerah Cibinong seperti para eksportir dan para hobiis. Harga benih ikan maanvis ukuran S Rp.250,- per ekor.

5.2 Pengadaan Sarana dan Prasarana Produksi

5.2.1 Induk dan Benih

Induk yang digunakan di Taufan’s Fish Farm berasal dari petani-petani yang berasal didaerah Ciseeng, Bogor dengan harga Rp. 30.000,- / pasang. Sedangkan benih ikan maanvis juga ada yang berasal dari petani maupun berasal dari hasil pijahan sendiri.

 

5.2.2 Pakan dan Obat-Obatan

Pakan, diperoleh dari beberapa produsen yaitu :

  1. Bloodworm berasal dari pengusaha ikan hias yang berasal dari Bandung dengan harga Rp. 20.000,- / kg yang diantarkan langsung oleh Lanjut membaca

Contoh Laporan D3, IPB – Bogor (Part 5)


IV. KEGIATAN PEMBENIHAN

 

4.1 Pemeliharaan Induk

4.1.1 Persiapan Wadah Pemeliharaan

Persiapan wadah merupakan langkah awal yang turut menentukan keberhasilan suatu usaha pembenihan. Perusahaan Taufan’s Fish Farm akuarium pemijahan maupun pemeliharaan induk dibedakan wadahnya. Adapun proses pembersihan akuarium pemijahan ikan maanvis dilakukan dengan cara menggosok pada bagian dinding akuarium menggunakan amplas. Lakukan penggosokan hingga bersih, dan lakukan berulang-ulang. Disinfeksi wadah dilakukan dengan cara pengeringan akuarium langsung di bawah sinar matahari, dengan tujuan agar patogen-patogen yang berada didalam akuarium menjadi hilang dan tidak meninggalkan bekas. Proses pengisian air akuarium pemeliharaan induk dilakukan dengan cara pengisian air langsung ke dalam akuarium pemijahan maupun pemeliharaan induk. Kapasitas maksimal untuk akuarium pemijahan ukuran 50 x 20 x 40 cm dengan kapasitas 40 liter air.

                           A                                                    B

Gambar 7. Akuarium pemeliharaan (A) dan akuarium pemijahan (B)

4.1.2 Induk

Induk ikan maanvis Pterophyllum scalare yang dimiliki oleh Lanjut membaca

Contoh Laporan PKL D3, IPB – Bogor (Part 4)


III. FASILITAS PEMBENIHAN

 

3.1 Fasilitas Utama

Fasilitas utama merupakan fasilitas pokok seluruh kegiatan budidaya khususnya kegiatan pembenihan di Taufan’s Fish Farm. Fasilitas pembenihan utama yang terdapat di Taufan’s Fish Farm diantaranya adalah wadah, energi, sistem tata air dan sistem aerasi.

 

3.1.1 Wadah

Wadah merupakan faktor utama yang mendukung kegiatan pembenihan sehingga perlu diperhatikan bentuk dan posisinya. Taufan’s Fish Farm memiliki fasilitas wadah yang meliputi tandon air tawar, pemeliharaan, pemijahan induk, penetasan telur, pemeliharaan larva dan wadah kultur pakan alami. Akuarium yang digunakan untuk pemeliharaan induk, pemijahan dan inkubasi telur berukuran 50 x 40 x 30 cm (Gambar 2 A), sedangkan akuarium untuk Lanjut membaca

Contoh Laporan PKL D3, IPB – Bogor (Part 3)


II. KEADAN UMUM LOKASI

2.1 Lokasi dan Tata Letak

Perusahaan Taufan’s Fish Farm memiliki tiga lokasi unit kegiatan produksi budidaya ikan hias yaitu di Ciluer Kecamatan Kedung Halang, Komplek Baranangsiang Indah Blok G1 dan Maseng Kecamatan Caringin. Lokasi kegiatan PKL ini adalah Desa Tanah Baru, Ciluer, Kecamatan Kedung Halang, Kota Bogor. Lokasi ini merupakan kantor pusat perusahaan Taufan’s Fish Farm. Unit ini terbagi atas dua lokasi yang berada di tepi jalan Tanah Baru. Luas lokasi pertama sekitar 800 m2 dan lokasi kedua sekitar 400 m2. Kedua lokasi ini berdekatan dengan sungai. Jarak lokasi perusahaan peternakan ikan hias unit Ciluer kurang lebih 100 m dari jalan raya Bogor-Cibinong dan 52 km dari Jakarta. Di lingkungan sekitar bangunan perusahaan ini terdapat perumahan penduduk, pabrik aquarius fiberglass dan pabrik tapioka.

Unit produksi Maseng-Carigin terletak di desa Warung Menteng, Kecamatan Caringin, Kota Bogor, dengan luas sekitar 13.000 m2. Unit produksi Baranangsiang Indah terletak di Komplek Baranangsiang Indah Blok G1, Kota madya Bogor, dengan luas sekitar 400 m2.

Adanya lokasi kegiatan yang berbeda dari segi Lanjut membaca

Contoh Laporan PKL D3, IPB – Bogor (Part 2)


I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ikan hias air tawar merupakan komoditas yang banyak menghasilkan devisa. Nilai ekspornya sangat tinggi dan cendrung meningkat dari tahun ke tahun. Setiap bulannya ada puluhan juta ekor ikan hias air tawar diekspor ke mancanegara. Saat ini ada ratusan jenis ikan air tawar dari berbagai pelosok dunia, hampir 90% merupakan ikan tropis jenis ikan hias yang dapat dibudidaya (Daelami, 2006). Jumlah spesies atau jenis ikan hias air tawar yang beredar saat ini beredar di pasaran dunia memang sangat banyak, sekitar 240 jenisnya diproduksi di Indonesia, baik ikan hias tangkap alam maupun hasil budidaya. Di BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional) sampai tahun 1998 tidak kurang dari 30-40 juta ekor ikan hias per tahun yang berhasil diekspor (Lesmana dan Dermawan, 2006).

Ikan maanvis Pterophyllum scalare merupakan ikan hias air tawar yang memiliki bentuk tubuh yang indah seperti anak panah. Ikan maanvis Pterophyllum scalare memiliki sifat yang tenang dan sangat digemari sebagai ikan hias akuarium, sehingga sering dijuluki “The Queen of Aquarium”. Ikan maanvis dikenal juga sebagai ikan Lanjut membaca

Contoh Laporan PKL D3 IPB Bogor (Part 1)


PEMBENIHAN IKAN MAANVIS Pterophyllum scalare

DI
TAUFAN’S FISH FARM, CILUER, BOGOR

JAWA BARAT

 

 

 

 

BIMA VICKY PUJA PRIHASTONO

 

 

 

PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI PRODUKSI DAN MANAJEMEN PERIKANAN BUDIDAYA

DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010

PEMBENIHAN IKAN MAANVIS Pterophyllum scalare

DI TAUFAN’S FISH FARM, CILUER, BOGOR

JAWA BARAT

 

  

 

BIMA VICKY PUJA PRIHASTONO

 

 

 

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Lanjut membaca

GROUND HANDLING on RAMP HANDLING


KELOMPOK                         : 1

KELAS                                    : D3 MTU-GH 11

DOSEN                                  : EKO PROBO D WARPANI

NAMA                                  : HETRO HANDITRO                                         2431 11 003

RARA RESTI REGATA                                     2431 11 014

NELA RIZKY FEBRIYANTI                              2431 11 023

ZAHIR

Bandar Udara merupakan suatu unsur terpenting dalam penerbangan, bandar udara juga mempengaruhi terlaksana atau tidaknya suatu penerbangan. Bandar udara merupakan tempat terlaksananya berbagai aktivitas opersional penerbangan, seperti :check-in, boarding, penanganan pelayanan terhadap pesawat dan lain-lain. Dalam melaksanakan operasional penerbangan tersebut terdapat suatu unit yang fokus dalam pelayanan opersional penerbangan, yaitu Ground Handling.  Ground Handling adalah satu unit yang menangani pelayanan Lanjut membaca

The Importance of Balancing Facilities and Infrastructures of Soekarno-Hatta Airport


Group 7

Leader    :

Putra Randa Bentar Sitompul 224110266

Members :

Muhammad Arif 224110213

Marezha Herlin Stefanie 224110040

Class :ZU-10

Task : 1-5

 

CHAPTER I

INTRODUCTION

 

           It’s a very common thing in the eyes of the world that the airport is home to a country as a economic gateway of the country concerned and become a transport activities both domestic and foreign that makes the airport is also a symbol of the country, if transport activities done properly then all other activities related to the activity will run effectively and efficiently.

In support of these activities are many things that need to be taken to ensure that everything is done from the initial place of delivery or departure to the destination can be done well and requires perfection in an optimal and maximum implementation.

This should be considered, because in the future, surging of demand from passengers and companies who want to enlist the services rather than the airport itself will be increased in accordance with the current good economic certain times where passenger transportation activities through the day more.

In essence, the state of the current airport facilities and infrastructure it is still far from what it should be, it is said to be due to the passenger capacity for its own mode of transportation is still not sufficient, and if it is not fixed soon, it can be ascertained losses for airlines and airports themselves will occurred, whereas according to the Research Bureau of Statistics (BPS) Indonesia domestic passenger growth rate rose to 3.31% until July 2012.

Our aim chose the theme of this paper is to measure the readiness of the airport rather than in terms of improving the facilities and infrastructure of the airport in order to still be able to meet demand in the future.

CHAPTER II

THEORETICAL

 

Facilities and infrastructure is a key element in an aviation activity of the country. Facilities used are aircrafts while infrastructure means are the airports that where aircraft take off and landing. Facilities and infrastructure are inter-related and support each other according to their respective functions.

According to the Minister of Communications Decree Number KM 7 of 2008 on Organization and Administration of Airport Technical Unit consider that with the increasing growth of the national economy and the development of air transport policy led to improved services in airport operations that must be supported by facilities and airport infrastructure.

Improved facilities and infrastructure an airport must be balanced by growth in demand for air transport and aviation industrial development. Angkasa Pura as airport management entity responsible for fulfilling airport facilities pursuant to Law of the Republic of Indonesia Number 1 Year 2009 of Article 219 paragraph (1), each entities airports or airport operator unit shall provide airports facilities that meet aviation safety and security requirements, as well as airport services in accordance with established service standards.

Response and feedback from user services and the community in general is needed in order to know flaws and what needed improvement. To obtain accurate data, the method used is the method of Crawford (1928) which is classified into:

1. Experiment                                   7. Interview

2. Psychological                               8. Questionnaire

3. Case study                                    9. Observation

4. Survey                                           10. Measurement

5. Make curriculum                          11. Statistical

6. Job analysis                                 12. Tables and graphs

While the number of samples taken by the respondent refers to calculations by using the calculation formula of Slovin, namely:

n =              N          

(1+ne)

Where:

n = Sample size

N = Population size

ne = the percentage of allowances inaccuracy can be tolerated

CHAPTER III

RESEARCH METHODS

Based on the purpose of writing we chose the theme “The Importance of Balancing Facilities and Infrastructures of Soekarno-Hatta Airport” is to identify and quantify the level of readiness of the airport in terms of improving facilities and infrastructure in order to remain able to meet the growing demand from year to year.

Therefore, to obtain accurate data we used the descriptive research method to know the public image about the extent to which quality facilities and infrastructure of Soekarno Hatta airport, while for the data collection method we use Crawford (1928) is a questionnaire consisting of 25 questions. We make this questionnaire online, using foreign websites are: freesurveyonline.com.

Our questionnaire contains about image or perception of the respondents towards facilities and infrastructure of Soekarno-Hatta airport today and what development of should be done for the future. And because the scope of the discussion that is widespread, the variable rate for the required sampling should be is quite varied.

In distribution we use social networks like facebook, twitter, but some respondents informed through direct contact via private message. Respondents target that we should be a minimum of 40 people. Where are all those respondents who had used the services of Soekarno-Hatta airport, so the opinions and responses of the respondents can be processed into expected information.

Due research method used is descriptive method, to minimize the confusion level (bias) of people on the question presented, we use a simple question, so communication between us as interviewers with the respondents being communicative communication.

CHAPTER IV

DATA ANALYSIS

Based on the writing of “The Importance of Balancing Facilities and Infrastructures of Soekarno-Hatta Airport” we did a survey on the topic using the system closed the interview with a question that is descriptive, amounting to 25 questions, and get respondents as many as 78 people with questions dissemination system using electronic media and the Internet.

This question is more directed to the level of service, improvements to be made, and the effects of the facilities and infrastructure. This question is presented for the purpose of seeking optimization and maximization of the airport itself. And according to our estimates, more people will realize how important this is, and how necessary repairs are carried out to support the existing transportation. Data about the respondents that may include:

- Respondents of 78 people.

- 84.5% were male.

- 52.7% aged 20-30 years.

- 97.1% had felt the services and facilities of the Soekarno-Hatta airport.

While the survey results are obtained more leads about how expected communities to repair the airport to be done, it is useful to improve the welfare of society and the creation of a smooth operation of the State economy.

As many as 78% respondents stated that the government should intervene to deal with this, because the organization itself is less than optimal. In accordance with the statement that there are respondents, 87.2% said that the organization would have to undergo a change in the airport, it can be concluded that the importance the role and intervention of government and the cooperation between the government and the airport affairs that the creation of the airport environment and productive.

CHAPTER V

CONCLUSIONS AND RECOMMENDATIONS

Based on the analysis we have made regarding the facilities and infrastructure in Soekarno Hatta airport we conclude:

  1. Lack of attention to the improvement of facilities and infrastructure located at Soekarno-Hatta.
  2. Lack of cooperation between the parties of airport management with the government to achieve the optimal and maximal from the airport operational activities.
  3. Efforts to improve the capacity of the airport to be fixed to accommodate the number of passengers not quickly enough in the implementation.
  4. Based on the distribution of questionnaires, the service is quite satisfactory, but there should be special treatment of the parties concerned, the public response has been positive can be expressed.

Based on the data obtained, we as researchers suggest that:

  1. To reform the management of the airport so that more good again in the future.
  2. Doing development of Soekarno-Hatta airport so its capacity can be adjusted by increasing the number of passengers from year to year.
  3. Government and Soekarno Hatta airport management must work together for the betterment of Soekarno Hatta airport.

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (5)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin Stefanie 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 5

BAB V

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil analisa yang telah kami buat mengenai sarana dan prasarana di Soekarno Hatta maka kami menyimpulkan:

  1. Kurangnya perhatian akan perbaikan dari sarana dan prasarana yang terdapat di Bandara Soekarno-Hatta.
  2. Kurangnya kerja sama antara pihak pengelolah bandar udara dengan pemerintah untuk mencapai kemaksimalan dan keoptimalan dari kegiatan oprasional bandara.
  3. Usaha untuk memperbaiki daya tampung bandara agar dapat tetap menampung jumlah penumpang kurang cepat dalam pelaksanaannya.
  4. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, pelayanan dan layanan sudah cukup memuaskan, akan tetapi harus ada penanganan khusus dari pihak-pihak yang berkepentingan tersebut, respon masyarakat sudah dapat dinyatakan positif.

Berdasarkan data yang diperoleh, maka kami sebagai peneliti menyarankan agar :

  1. Melakukan pembenahan manajemen bandara agar semakin baik lagi kedepan.
  2. Melakukan pengembangan Bandar udara Soekarno-Hatta agar daya tampungnya dapat disesuaikan oleh peningkatan jumlah penumpang dari tahun ke tahun.
  3. Pemerintah dan pengelola bandara Soekarno hatta harus bekerjasama untuk kemajuan bandara Soekarno hatta.

 

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (1)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin Stefanie 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 1

BAB I

Pendahuluan

            Sudah menjadi hal yang sangat umum dimata dunia bahwa Bandar Udara merupakan tempat bagi suatu Negara sebagai pintu gerbang perekonomian dari Negara yang bersangkutan serta menjadi tempat kegiatan transportasi baik dalam dan luar negeri yang membuat bandara juga menjadi simbol dari Negara tersebut, apabila kegiatan transportasi dilakukan dengan baik maka segala kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan itu akan berjalan secara efektif dan efisien.

Dalam menunjang kegiatan tersebut banyak hal yang perlu diperhatikan agar segala hal yang dilakukan dari awal tempat pengiriman ataupun keberangkatan hingga ke tempat tujuan dapat terlaksana dengan baik dan membutuhkan kesempurnaan dalam pelaksanaannya secara optimal dan maksimal.

Hal ini harus dipertimbangkan, karena dalam waktu yang akan datang, lonjakan permintaan dari penumpang ataupun perusahaan yang ingin meminta jasa daripada bandara sendiri akan meningkat sesuai dengan arus perekonomian baik waktu-waktu tertentu dimana penumpang melakukan kegiatan melalui transportasi ini semakin hari semakin banyak.

Pada hakikatnya keadaan sarana dan prasarana bandara saat ini masihlah jauh dari yang semestinya, hal ini dikatakan karena daya tampung untuk penumpang baik untuk moda transportasinya sendiri masih belum mencukupi, dan apabila hal ini tidak segera diperbaiki maka dapat dipastikan kerugian untuk airlines dan Bandar udara sendiri akan terjadi, padahal menurut Badan Penelitian Statistik (BPS) tingkat pertumbuhan penumpang domestic Indonesia naik hingga 3,31 % sampai juli 2012.

Tujuan kami memilih tema penulisan ini adalah untuk mengukur kesiapan daripada bandara dalam hal meningkatkan sarana dan prasarana dari Bandar udara agar tetap dapat memenuhi permintaan di masa datang.

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (4)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin Stefanie 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 4

BAB IV

ANALISIS DATA

Berdasarkan penulisan “Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta” kami melakukan survey atas topik tersebut menggunakan sistem wawancara tertutup dengan pertanyaan yang bersifat deskriptif yang berjumlah 25 pertanyaan, serta mendapatkan responden sebanyak 78 orang dengan sistem penyebaran pertanyaan menggunakan media elektronik dan internet.

Pertanyaan ini lebih mengarah kepada tingkat pelayanan, perbaikan yang harus dilakukan, dan efek dari pada sarana maupun prasarana tersebut. Pertanyaan ini dipaparkan dengan tujuan untuk mengupayakan optimalisasi dan maksimalisasi dari bandara itu sendiri. Dan sesuai dengan perkiraan kami, banyak masyarakat sadar akan betapa pentingnya hal ini, maupun betapa perlunya perbaikan dilakukan untuk mendukung transportasi yang ada. Data mengenai para responden yang di dapat diantaranya adalah :

-       Responden sebanyak 78 orang.

-       84.5% merupakan laki-laki.

-       52.7% berumur 20-30 tahun.

-       97.1% pernah merasakan pelayanan dan fasilitas dari Bandar udara Soekarno-Hatta.

Sedangkan hasil survey yang didapat lebih mengarah tentang betapa berharapnya masyarakat terhadap perbaikan atas bandara untuk  segera dilakukan, hal ini berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun terciptanya kelancaran kegiatan ekonomi Negara.

Sebanyak 78% responden menyatakan, bahwa seharusnya pemerintah turut campur tangan untuk menangani hal ini, dikarenakan organisasi itu sendiri yang kurang optimal. Sesuai dengan pernyataan responden yang ada, 87.2% menyatakan bahwa organisasi dalam bandara haruslah mengalami perubahan, hal ini dapat disimpulkan bahwa pentingnya peran dan campur tangan pemerintah maupun adanya kerjasama antara pemerintah dengan pihak kebandarudaraan agar terciptanya lingkungan bandar udara yang baik dan produktif.

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (3)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin Stefanie 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 3

BAB III

METODE PENELITIAN

Berdasarkan tujuan kami memilih tema penulisan “Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta”  yaitu untuk mengetahui dan mengukur tingkat kesiapan bandara dalam hal meningkatkan sarana dan prasarananya agar tetap dapat memenuhi permintaan yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang akurat kami menggunakan metode penelitian deskriptif untuk mengetahui mengetahui gambaran masyarakat tentang sejauh mana kualitas sarana dan prasarana  bandara soekarno Hatta, sedangkan untuk metode pengumpulan datanya kami menggunakan Crawford (1928) yaitu dengan kuesioner yang terdiri dari 25 pertanyaan. Kami membuat kuesioner  ini secara online, menggunakan website asing yaitu: freesurveyonline.com.

Kuesioner kami berisikan tentang gambaran atau persepsi responden terhadap sarana dan prasarana Soekarno-Hatta saat ini dan pengembangan pengembangan apa yang sebaiknya dilakukan untuk masa yang akan datang. Dan dikarenakan ruang lingkup pembahasan yang cukup luas, maka tingkat variabel untuk pengambilan sampel yang dibutuhkan harus lah cukup bervariasi.

Dalam penyebarannya kami menggunakan jejaring sosial seperti facebook, twitter, akan tetapi beberapa responden diinformasikan melalui kontak langsung via private message. Target responden yang harus kami dapat minimal 40 orang. Dimana para responden ialah semua orang yang pernah menggunakan jasa Bandara Soekarno-Hatta, sehingga pendapat maupun tanggapan dari para responden dapat diolah menjadi informasi yang diharapkan.

Dikarenakan metode pernelitian yang dipakai merupakan metode deskriptif, maka untuk meminimalisir tingkat kebingungan (bias) masyarakat atas pertanyaan yang dipaparkan, kami menggunakan  pertanyaan yang sederhana, sehingga komunikasi antara kami selaku pewawancara dengan para responden menjadi komunikasi yang kamunikatif.

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (2)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin Stefanie 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 2

BAB II

LANDASAN TEORI

Sarana dan prasarana merupakan kunci utama dalam kegiatan penerbangan suatu negara.Sarana yang digunakan adalah pesawat udara sedangkan prasarana yang berarti bandar udara yaitu tempat pesawat terbang lepas landas dan mendarat.Sarana dan prasarana ini saling berkaitan dan mendukung satu sama lain sesuai fungsi masing-masing.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bandar Udara menimbang bahwa dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional dan adanya perkembangan kebijakan transportasi udara menyebabkan peningkatan pelayanan kegiatan operasional di bandar udara yang harus didukung oleh sarana dan prasarana bandar udara.

Peningkatan sarana dan prasarana suatu bandara harus seimbang dengan pertumbuhan permintaan akan angkutan udara dan perkembangan industri penerbangan.Angkasa Pura sebagai badan usaha pengelola bandar udara bertanggung jawab memenuhi fasilitas bandara berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Pasal 219 ayat (1),setiap badan usaha bandar udara atau unit penyelenggara bandar udara wajib menyediakan fasilitas bandar udara yang memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan,serta pelayanan jasa bandar udara sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan.

Respon dan tanggapan dari penggguna jasa maupun masyarakat pada umumnya sangat diperlukan agar dapat diketahui kekurangan dan perbaikan apa saja yang perlukan. Untuk mendapatkan data yang akurat maka metode yang digunakan adalah metode Crawford (1928) yang di bagi kedalam :

1. ekperimen                                    7. interview

2. psikologis                                     8. questionnair

3. case study                                    9. observasi

4. survey                                           10. pengukuran

5. membuat korikulum                11. statistik

6. analisis pekerjaan                     12. tabel dan grafik

Sedangkan banyaknya sampel responden yang diambil mengacu kepada perhitungan dengan rumus Slovin yaitu menggunakan perhitungan:

n =              N          

(1+ne)

Dimana :

n = ukuran sampel

N = ukuran populasi

ne = persentase kelonggaran ketidaktelitian yang masih dapat ditolerir

The Importance of Balancing Facilities and Infrastructures of Soekarno-Hatta Airport


Group 7

Leader :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Members:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Class : ZU-10

Task : 1-5

 

CHAPTER I

INTRODUCTION

 

           It’s a very common thing in the eyes of the world that the airport is home to a country as a economic gateway of the country concerned and become a transport activities both domestic and foreign that makes the airport is also a symbol of the country, if transport activities done properly then all other activities related to the activity will run effectively and efficiently.

In support of these activities are many things that need to be taken to ensure that everything is done from the initial place of delivery or departure to the destination can be done well and requires perfection in an optimal and maximum implementation.

This should be considered, because in the future, surging of demand from passengers and companies who want to enlist the services rather than the airport itself will be increased in accordance with the current good economic certain times where passenger transportation activities through the day more. Lanjut membaca

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (V)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 5

BAB V

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil analisa yang telah kami buat mengenai sarana dan prasarana di Soekarno Hatta maka kami menyimpulkan:

  1. Kurangnya perhatian akan perbaikan dari sarana dan prasarana yang terdapat di Bandara Soekarno-Hatta.
  2. Kurangnya kerja sama antara pihak pengelolah bandar udara dengan pemerintah untuk mencapai kemaksimalan dan keoptimalan dari kegiatan oprasional bandara.
  3. Usaha untuk memperbaiki daya tampung bandara agar dapat tetap menampung jumlah penumpang kurang cepat dalam pelaksanaannya.
  4. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, pelayanan dan layanan sudah cukup memuaskan, akan tetapi harus ada penanganan khusus dari pihak-pihak yang berkepentingan tersebut, respon masyarakat sudah dapat dinyatakan positif.

Berdasarkan data yang diperoleh, maka kami sebagai peneliti menyarankan agar :

  1. Melakukan pembenahan manajemen bandara agar semakin baik lagi kedepan.
  2. Melakukan pengembangan Bandar udara Soekarno-Hatta agar daya tampungnya dapat disesuaikan oleh peningkatan jumlah penumpang dari tahun ke tahun.
  3. Pemerintah dan pengelola bandara Soekarno hatta harus bekerjasama untuk kemajuan bandara Soekarno hatta.

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (IV)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 4

BAB IV

ANALISIS DATA

 

Berdasarkan penulisan “Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta” kami melakukan survey atas topik tersebut menggunakan sistem wawancara tertutup dengan pertanyaan yang bersifat deskriptif yang berjumlah 25 pertanyaan, serta mendapatkan responden sebanyak 78 orang dengan sistem penyebaran pertanyaan menggunakan media elektronik dan internet.

Pertanyaan ini lebih mengarah kepada tingkat pelayanan, perbaikan yang harus dilakukan, dan efek dari pada sarana maupun prasarana tersebut. Pertanyaan ini dipaparkan dengan tujuan untuk mengupayakan optimalisasi dan maksimalisasi dari bandara itu sendiri. Dan sesuai dengan perkiraan kami, banyak masyarakat sadar akan betapa pentingnya hal ini, maupun betapa perlunya perbaikan dilakukan untuk mendukung transportasi yang ada. Data mengenai para responden yang di dapat diantaranya adalah :

-       Responden sebanyak 78 orang.

-       84.5% merupakan laki-laki.

-       52.7% berumur 20-30 tahun.

-       97.1% pernah merasakan pelayanan dan fasilitas dari Bandar udara Soekarno-Hatta.

Sedangkan hasil survey yang didapat lebih mengarah tentang betapa berharapnya masyarakat terhadap perbaikan atas bandara untuk  segera dilakukan, hal ini berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun terciptanya kelancaran kegiatan ekonomi Negara.

Sebanyak 78% responden menyatakan, bahwa seharusnya pemerintah turut campur tangan untuk menangani hal ini, dikarenakan organisasi itu sendiri yang kurang optimal. Sesuai dengan pernyataan responden yang ada, 87.2% menyatakan bahwa organisasi dalam bandara haruslah mengalami perubahan, hal ini dapat disimpulkan bahwa pentingnya peran dan campur tangan pemerintah maupun adanya kerjasama antara pemerintah dengan pihak kebandarudaraan agar terciptanya lingkungan bandar udara yang baik dan produktif.

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (III)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 3

BAB III

METODE PENELITIAN

Berdasarkan tujuan kami memilih tema penulisan “Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta”  yaitu untuk mengetahui dan mengukur tingkat kesiapan bandara dalam hal meningkatkan sarana dan prasarananya agar tetap dapat memenuhi permintaan yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang akurat kami menggunakan metode penelitian deskriptif untuk mengetahui mengetahui gambaran masyarakat tentang sejauh mana kualitas sarana dan prasarana  bandara soekarno Hatta, sedangkan untuk metode pengumpulan datanya kami menggunakan Crawford (1928) yaitu dengan kuesioner yang terdiri dari 25 pertanyaan. Kami membuat kuesioner  ini secara online, menggunakan website asing yaitu: freesurveyonline.com.

Kuesioner kami berisikan tentang gambaran atau persepsi responden terhadap sarana dan prasarana Soekarno-Hatta saat ini dan pengembangan pengembangan apa yang sebaiknya dilakukan untuk masa yang akan datang. Dan dikarenakan ruang lingkup pembahasan yang cukup luas, maka tingkat variabel untuk pengambilan sampel yang dibutuhkan harus lah cukup bervariasi.

Dalam penyebarannya kami menggunakan jejaring sosial seperti facebook, twitter, akan tetapi beberapa responden diinformasikan melalui kontak langsung via private message. Target responden yang harus kami dapat minimal 40 orang. Dimana para responden ialah semua orang yang pernah menggunakan jasa Bandara Soekarno-Hatta, sehingga pendapat maupun tanggapan dari para responden dapat diolah menjadi informasi yang diharapkan.

Dikarenakan metode pernelitian yang dipakai merupakan metode deskriptif, maka untuk meminimalisir tingkat kebingungan (bias) masyarakat atas pertanyaan yang dipaparkan, kami menggunakan  pertanyaan yang sederhana, sehingga komunikasi antara kami selaku pewawancara dengan para responden menjadi komunikasi yang kamunikatif.

 

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (II)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 2

BAB II

LANDASAN TEORI

Sarana dan prasarana merupakan kunci utama dalam kegiatan penerbangan suatu negara.Sarana yang digunakan adalah pesawat udara sedangkan prasarana yang berarti bandar udara yaitu tempat pesawat terbang lepas landas dan mendarat.Sarana dan prasarana ini saling berkaitan dan mendukung satu sama lain sesuai fungsi masing-masing.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bandar Udara menimbang bahwa dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional dan adanya perkembangan kebijakan transportasi udara menyebabkan peningkatan pelayanan kegiatan operasional di bandar udara yang harus didukung oleh sarana dan prasarana bandar udara.

Peningkatan sarana dan prasarana suatu bandara harus seimbang dengan pertumbuhan permintaan akan angkutan udara dan perkembangan industri penerbangan.Angkasa Pura sebagai badan usaha pengelola bandar udara bertanggung jawab memenuhi fasilitas bandara berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Pasal 219 ayat (1),setiap badan usaha bandar udara atau unit penyelenggara bandar udara wajib menyediakan fasilitas bandar udara yang memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan,serta pelayanan jasa bandar udara sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan.

Respon dan tanggapan dari penggguna jasa maupun masyarakat pada umumnya sangat diperlukan agar dapat diketahui kekurangan dan perbaikan apa saja yang perlukan. Untuk mendapatkan data yang akurat maka metode yang digunakan adalah metode Crawford (1928) yang di bagi kedalam :

1. ekperimen                                    7. interview

2. psikologis                                     8. questionnair

3. case study                                    9. observasi

4. survey                                           10. pengukuran

5. membuat korikulum                11. statistik

6. analisis pekerjaan                     12. tabel dan grafik

Sedangkan banyaknya sampel responden yang diambil mengacu kepada perhitungan dengan rumus Slovin yaitu menggunakan perhitungan:

n =              N          

(1+ne)

Dimana :

n = ukuran sampel

N = ukuran populasi

ne = persentase kelonggaran ketidaktelitian yang masih dapat ditolerir

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (I)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 1

BAB I

Pendahuluan

            Sudah menjadi hal yang sangat umum dimata dunia bahwa Bandar Udara merupakan tempat bagi suatu Negara sebagai pintu gerbang perekonomian dari Negara yang bersangkutan serta menjadi tempat kegiatan transportasi baik dalam dan luar negeri yang membuat bandara juga menjadi simbol dari Negara tersebut, apabila kegiatan transportasi dilakukan dengan baik maka segala kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan itu akan berjalan secara efektif dan efisien.

Dalam menunjang kegiatan tersebut banyak hal yang perlu diperhatikan agar segala hal yang dilakukan dari awal tempat pengiriman ataupun keberangkatan hingga ke tempat tujuan dapat terlaksana dengan baik dan membutuhkan kesempurnaan dalam pelaksanaannya secara optimal dan maksimal.

Hal ini harus dipertimbangkan, karena dalam waktu yang akan datang, lonjakan permintaan dari penumpang ataupun perusahaan yang ingin meminta jasa daripada bandara sendiri akan meningkat sesuai dengan arus perekonomian baik waktu-waktu tertentu dimana penumpang melakukan kegiatan melalui transportasi ini semakin hari semakin banyak.

Pada hakikatnya keadaan sarana dan prasarana bandara saat ini masihlah jauh dari yang semestinya, hal ini dikatakan karena daya tampung untuk penumpang baik untuk moda transportasinya sendiri masih belum mencukupi, dan apabila hal ini tidak segera diperbaiki maka dapat dipastikan kerugian untuk airlines dan Bandar udara sendiri akan terjadi, padahal menurut Badan Penelitian Statistik (BPS) tingkat pertumbuhan penumpang domestic Indonesia naik hingga 3,31 % sampai juli 2012.

Tujuan kami memilih tema penulisan ini adalah untuk mengukur kesiapan daripada bandara dalam hal meningkatkan sarana dan prasarana dari Bandar udara agar tetap dapat memenuhi permintaan di masa datang.

Pengertian dan Kegiatan Ground Handling


Kelompok 6

D3 GH 2011

Ketua     :     Yurike Nalurita         (243111024)

Anggota  :     Briyan Albar            (243111008)

Chika Adyanti          (243111017)

Nurhammah            (243111029)

 

Pengertian dan Kegiatan Ground Handling

            Pada mata kuliah “Basic Cargo”, kami mendapatkan tugas tambahan yaitu membuat tulisan mengenai ground handling. Tugas ini sebagai pengganti kuliah lapangan ke bandara yang dihitung sebanyak sembilan sks (tiga kali pertemuan). Berikut adalah penjelasan mengenai ground handling dan kegiatannya.

Menurut buku “Ground Handling” karya Suharto Abdul Majid dan Eko Probo D. Warpani pada halaman 6, menjelaskan bahwa ground handling adalah suatu aktifitas perusahaan penerbangan yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para penumpang berikut bagasinya, kargo, pos, peralatan pergerakan pesawat di darat dan pesawat terbang itu sendiri selama berada di bandar udara, baik keberangkatan (departure) maupun untuk kedatangan (arrival). Lanjut membaca

Ground Handling – Passage and Baggage Handling


kelompok:

Riris Budi Asmiarti 243111021 (ketua)

Vega Welingutami 243111004

Rahmina Lestari 243111007

Hervika Okky Caroline 243111025

Passage and Baggage Handling

            Kali ini kelompok kami akan membahas mengenai Passage and Baggage Handling yang merupakan bagian dari Ground Handling. Ground Handling sendiri berasal dari kata Ground dan Handling. Ground artinya darat, (dalam hal ini di Bandara). Handling berarti penanganan atau pelayanan (service) sehingga sering kita jumpai istilah ground service.

Passage Handling adalah pelayanan penumpang di bandara baik pada saat sebelum penerbangan maupun setelah tiba ditempat tujuan. Adapun pengertian mengenai penumpang adalah seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan jasa penerbangan untuk ke tempat tujuannya pada waktu tertentu.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang termasuk dalam Passage Baggage Handling :

PROSES CHECK-IN

Penumpang melaporkan perihal keberangkatannya di check-in counter untuk penerbangan yang sudah ditentukan sesuai dengan reservasinya. Data reservasi berupa booking code, nama penumpang, data penerbangan, nomer tiket, dan data penumpang. Lanjut membaca

Ground Handling


Kelompok 7

Ketua             : Reyfilda Welman (2431.11.005)
Anggota         : Bayu Wahyudin (2431.11.009)
Hanna Oktaviani (2431.11.010)
Irmalia Fitriani (2431.11.018)

Kelas              : Ground Handling 2011

GROUND HANDLING

Dikarenakan beberapa maskapai penerbangan tidak mampu bekerja sendiri dalam menangani pelayanan terhadap penumpang seperti pada Lanjut membaca

Memaksimalkan Safety di Ramp Area Bandar Udara


Kelompok 5

Ketua              : Erick Firdianto                      (243111013)

Anggota          : Aditya Marga Setiawan        (243111012)

Erna Setiawati                       (243111022)

Novia Nur Fitriani                 (243111011)

Kelas               : DIII Ground Handling 2011

Dosen              : Eko Probo

Tema               : Ground Handling

Ground handling adalah suatu kegiatan airlines yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para passenger berikut bagasinya, cargo, pos, peralatan pembantu pergerakan pesawat didarat dan pesawat terbang itu sendiri selama berada di airport, baik untuk departure maupun arrival. Lanjut membaca

ANY ACTIVITY, ROLE AND PROBLEM IN ACCEPTANCE IMPORT (ENGLISH VERSION)


English Version

GROUP 5

LEADER        :  Erick Firdianto Soekarli (2431.11.013)

Member        :  Aditya Marga Setiawan (2431.11.012)

Erna Setiawati (2431.11.022)

Novia Nur Fitriani (2431.11.011)

Class              : D3 GH 2011

Lecturer           : Eko Probo D.Warpani

Chapter 1

 

Introduction

We, from group 5, choose theme about any activity, role, and problem in acceptance import, because acceptance import is one of essential things for importing cargoes activity. We are doing this research base from our field lecture experience held in PT Gapura Angkasa. Lanjut membaca

Ground Handling


Nama Kelompok              :

Abraham julius pangau                (243111020)

Intan Hayati                                (243111026)

Trounne Vionadea                      (243111027)

Dwika Kurniawan                         (243111028)

“Ground Handling”

Berdasarkan dari suku katanya “Ground” berarti “Darat” dan “Handling” yang berarti “Penanganan”, dapat diartikan bahwa ground handling adalah sebuah penanganan terhadap pesawat disaat melakukan pergerakan di darat atau pesawat tersebut sudah terdapat di area bandara, yang meliputi penanganan terhadap penumpang dan bagasinya, kargo,pos, serta alat-alat penunjang operasional pergerakan pesawat selama melakukan pergerakan di darat.

                Ruang lingkup dari Ground handling meliputi 2 aspek yaitu pre flight  (sebelum pesawat lepas landas dari bandara asal) dan pos flight (setelah pesawat mendarat dan melakukan taxi di bandara tujuan)

Kegiatan ground handling  yang meliputi kegiatan pre flight (sebelum lepas landas), meliputi banyak hal, dari mulai penumpang melakukan check in, penumpang masuk keboarding area, proses marshalling pesawat menuju parking stand, menyiapkan peralatan unutuk penumpang masuk ke pesawat seperti : Avio Bridge (Garbarata), atau PBS (Passenger Boarding Stairs),serta menyiapkan juga fasilitas penunjang atau alat-alat yang akan dipakai untuk proses loading cargo ke dalam pesawatseperti:

1 High lift loader (HLL) >> untuk pesawat wide body

2 Main Deck loader (MDL) >> untuk pesawat cargo wide body

3 Bagage Conveyor Loader (BCL) >> naik turun barang cargo dengan system bulk (curah)

4 Conveyor dollies dan Pallet dollies

5 Fork lift ,dst

Proses loading cargo juga di barengi dengan proses pengisian bahan bakar pesawat, loading catering oleh petugas catering, pengisian air bersih, pembersiahan limbah pesawat udara dsb.

Kegiatan ground handling terbagi dalam 3 bagian besar :

1 Pasasi               

                2 Apron

                3 Cargo

1 Pasasi

Segala bentuk kegiatan penanganan penumpang berupa pelayanan dari keberangkatan penumpang sampai dengan kedatangannya. Yang di fokuskan disini adalah penangan terhadap penumpang dan barang. Petugas pada bagian pasasi melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan seperti tiket, pasport, visa, dokumen kesehatan,dll.

Berikut merupakan proses perjalanan penumpang :

1 Pre journey >> booking dan reservatoin

2 Pre flight service >> proses Check-in

3 In Flight service >>pelayanan saat penerbangan di udara

4 Post flight service >>pengambilan bagasi dan pengecekan bagasi

5 Post journey

2 Apron = Ramp

Merupakan area dalam suatu bandar udara tempat pergerakan pesawat yang digunakan sebagai tempat dimana terjadi aktivitas ramp yang meliputi naik-turun penumpang, barang dan pos pengisian bahan bakar dan maintanance pesawat dsb.

Ramp merupakan sebuah unit yang mengatur seluruh aktivitas di wilayah ramp (ramp area) dan berkoordinasi dengan seluruh unit  terkait agar seluruh aktivitas berjalan sesuai procedur dan sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan supaya pesawat dapat on time dan lebih safety. Dalam aktivitasnya ramp handling dipimpin oleh seorang ramp coordinataor atau ramp dispatcher yang bertanggung jawab atas aktivitas handling suatu penerbanagan.

Standar Ramp procedur diatur dalam : Standard Ground Handling Agreement (SGHA) Annex A

Dan section yang mengatur tentang ramp >> section 6 yang berisi :

1 Marsahling >>Mengacu pada peraturan international (International Marshaling Procedure)

2 Parking >>Harus mengetahui dimana pesawat akan diparkir dan harus sesuai tipe pesawatnya

3 Ramp to Flight Deck Communication >>Pengambilan tindakan harus sesuai instruksi dari PIC

4 Loading /Embarking and unloading /Disembarking >>Mengontrol Proses naik trun barang

5 Starting >>Harus mengetahui engine starting procedur

6 Safety measure >>Harus selalu menjalankan prosedur  keselamatan dan keamanan setempat

7 Moving of aircraft >>Pergerakan pesawat saat pushback ataupun towing

3 Cargo

Cargo merupakan suatu area pada bandar udara tempat pengiriman dan penyimpanan barang cargo baik domestik maupun international (ekspor-impor).

Yang harus diperhatikan dalam pengiriman barang cargo ialah semua barang yang akan dikirim atau disimpan di dalam gudang harus memiliki dokumen yang lengkap (Surat Muatan Udara untuk domestik dan Airway Bill untuk International) dan diserahkan terlebih dahulu sebelum barang cargo melewati tahapan cargo. Berikut proses pada :

Inbound :Barang yang diturunkan dari pesawat dibawa menggunakan mobil kargo menuju ke gudang – sampai di gudang di adakan proses breakdown (barang di chek oleh cheker sesuai manifest yang telah diterima – barang diperiksa sesuai dokumen SMU (Surat Muatan Udara) – jika ada kerusakan barang difoto dan dibuatkan dokumennya untuk dikirimkan ke shiper untuk segera diketahui – setelah barang selesai di check dan semuanya lengkap barang di tempatkan di gudang inbond – lalu baru diambil oleh agent atau pihak yang terkait dengan barang tersebut.

Outbound : Barang yang akan dikirim dibawa oleh agent untuk proses di gudang – Lalu barang ditimbang dan diperiksa melaluiproses X-ray (Bukti Timbang Barang dan mendapat form X-ray) – barang dipindahkan ke gudang melalui area kade (bongkar muat barang) – lalu dilakukan pengecekan dokumen yang diolah oleh bagian acceptance – Dilakukan proses built up  dan proses built Up check list berpatokan pada Air Waybill – lau barang di bawa ke pesawat untuk dilakukan proses loading.

TRADISI DAN TRANSPORTASI (part 5)


TRADISI DAN TRANSPORTASI

Kelompok                  : 4

Ketua                         : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Anggota                     :

Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/ 224110184

Kelas                          : S1 ZU-2010

Tugas                         : 5 ( Lima )

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil survey yang telah kami lakukan baik secara online atau manual kami dapat menyimpulkan bahwa masyarakat yang melakukan tradisi mudik setiap tahunnya memerlukan transportasi yang memadai, dimana kebutuhan akan transportasi masih sangat tinggi khususnya pada saat musim mudik.

 

Beberapa pertanyaan yang kami buat dalam survey, antara lain :

- Moda Transportasi apa yang Anda gunakan pada saat mudik?

51,8 % atau 44 responden kami memilih menggunakan moda transportasi darat untuk melakukan mudik.

- Apa alasan Anda memilih moda transportasi tersebut?

42,4% atau 36 responden kami memilih cepat.

- Kemana tujuan mudik Anda?

62,7% atau 52 responden kami memilih Kota-kota di Pulau Jawa untuk melakukan perjalanan mudik.

Kami dapat menarik kesimpulan bahwa transportasi darat lebih banyak dipilih oleh pemudik karena tujuan pemudik dari Jakarta adalah kota-kota di Pulau Jawa yang masih dapat dijangkau dengan menggunakan transportasi darat. Transportasi darat dinilai lebih cepat mengantarkan para pemudik ke tempat tujuan sesuai dengan hasil dari survey yang kami lakukan.

Saran:

  1. Pemerintah bisa memperbaiki fasilitas transportasi darat yang ada. Misalnya memperbaiki jalan yang rusak, memperbaiki dan menjaga fasilitas rest area yang ada di jalan tol agar tetap nyaman bagi pemudik yang akan istirahat di rest area, memperbanyak armada bis dan menguji emisi armada yang ada. Memberikan pelatihan khusus bagi supir bis antar kota yang akan melakukan perjalanan jauh. Agar emosinya bisa dikontrol, tidak kebut-kebutan dan tetap bekendara dengan aman.
  2. Penyedia transportasi darat seperti perusahaan bus antar kota bisa memperbaiki pelayanan transportasinya dan mengatur strategi pemasaran untuk menarik konsumen serta bersaing dengan penyedia transportasi lainnya.

TRADISI DAN TRANSPORTASI (part 4)


TRADISI DAN TRANSPORTASI

Kelompok                  : 4

Ketua                          : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Anggota                     :

Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/ 224110184

Kelas                          : S1 ZU-2010

Tugas                         : 4 ( Empat )

 

ANALISIS SURVEY

Dari survey yang kami buat secara online dengan menggunakan surveymonkey.com yang kami sebar di media sosial seperti twitter,facebook, dan media komunikasi Blackberry Messenger dan survey manual yang kami sebar di lingkungan kampus STMT Trisakti.

Kami mendapatkan 98 responden dari survey yang kami lakukan secara online dan manual. 41 responden kami adalah pria dan 57 responden sisanya adalah wanita. Sebanyak 73,2% responden melakukan mudik. Dari 73,2% responden yang melakukan mudik, sebanyak 44 responden memilih transportasi darat. Sedangkan sebanyak 39 responden memilih untuk menggunakan transportasi udara. Transportasi darat nampaknya sedang menjadi primadona di kalangan pemudik sesuai dengan data yang kami peroleh dariBisnis.com.

Membaiknya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah merupakan alasan utama para pemudik menggunakan transportasi darat. Hal ini juga terlihat dari survey yang telah kami lakukan, sebanyak 37 responden mengatakan bahwa fasilitas penunjang trasportasi yang ada sudah baik.

Sebanyak 52 responden mengatakan bahwa tujuan mudik mereka adalah ke kota-kota di Pulau Jawa. Kami menganalisis, mungkin hal ini yang mendasari masyarakat memilih moda transportasi darat. Karena tujuan mudik mereka masih bisa dijangkau dengan transportasi darat. Kami mengambil responden dari sekitar Jakarta. Jadi kami menyimpulkan bahwa mereka melakukan mudik dari daerah Jakarta.

TRADISI DAN TRANSPORTASI


TRADISI DAN TRANSPORTASI

Kelompok                  : 4

Ketua                         : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Anggota                     :

Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/ 224110184

Kelas                          : S1 ZU-2010

Tugas                         : 2 ( Dua )

 

LANDASAN TEORI

Tradisi mudik yang dilakukan setiap tahun menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk memaksimumkan perbaikan dan ketersediaan sarana transportasi yang akan digunakan oleh pemudik.

Sebagai rutinitas tahunan, sudah sepantasnya penyedia dan pengelola moda transportasi memberikan perhatian lebih terhadap fasilitas pendukung moda transportasi tersebut. Tentunya hal ini harus dilakukan dengan tepat, sehingga pengguna jasa transportasi bisa secara langsung merasakan manfaatnya.  Untuk memaksimalkan pelayanan, tentu para penyedia dan pengelola moda transportasi perlu mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pengguna jasa transportasi tersebut khususnya saat musim mudik tiba.

Menurut Nasution (1996), transportasi adalah pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Dalam kegiatan tersebut terdapat tiga hal yaitu adanya muatan yang diangkut, tersedianya kendaraan sebagai alat angkut dan terdapatnya jalan yang dapat dilalui. Hal-hal tersebut harus dikelola dengan baik agar kegiatan transportasi dalam musim mudik dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan para pemudik.

Pentingnya peran sektor transportasi bagi kegiatan ekonomi mengharuskan adanya sebuah sistem transportasi yang handal, efisien, dan efektif. Transportasi yang efektif memiliki arti bahwa sistem transportasi yang memenuhi kapasitas angkut antar moda transportasi dengan tertib, lancar, teratur, cepat dan tepat, selamat, aman, nyaman dan terjangkau secara ekonomi. (Agus Imam Rifusua, 2010).

System transportasi yang terintegrasi akan tercapai jika adanya kerjasama dari pemerintah dengan pengelola transportasi serta pengguna moda transportasi. Dengan demikian tradisi mudik yang dilakukan setiap tahunnya akan berjalan lancar dengan tersedianya transportasi yang lancar, cepat, nyaman dan ekonomis.

TRADISI DAN TRANSPORTASI


TRADISI DAN TRANSPORTASI

Kelompok                  : 4

Ketua                         : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Anggota                     : Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/224110184

Kelas                          : S1 ZU2010

Tugas                         : 1 ( satu )

PENDAHULUAN

Mudik adalah sebuah tradisi unik yang dilakukan setiap tahun menjelang hari raya Idul Fitri oleh sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia. Mudik adalah kegiatan perantau atau pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya (Wikipedia, 2012). Tradisi ini seperti tidak bisa lepas dari perayaan Lebaran di Indonesia.

Setiap tahunnya, jumlah pemudik meningkat seiring dengan meningkatnya urbanisasi ke beberapa kota besar di Indonesia. Seperti yang dilansir oleh Bisnis.com, jumlah pengguna moda transportasi udara saat musim mudik, naik 19,46%. Kenaikan ini juga terjadi pada moda transportasi lainnya.

Karena fenomena kenaikan jumlah pengguna berbagai moda transportasi saat lebaran inilah, kami mengadakan penelitian untuk mengetahui alasan-alasan para pengguna jasa transportasi atas moda transportasi yang mereka pilih untuk  digunakan pada saat mudik lebaran. Sehingga para pengelola moda transportasi dapat semakin meningkatkan pelayanan dan memaksimalkan fasilitas yang dibutuhkan oleh pemudik untuk menunjang kelancaran kegiatan tahunan ini di tahun-tahun yang akan datang.

Sumber tulisan:

http://id.wikipedia.org/wiki/Mudik

http://www.bisnis.com/articles/angkutan-lebaran-pemudik

BANDARA PERINTIS KUNCI PEMBANGUAN DAERAH (rev.01)


Kelompok 2

Ketua              : Melinda Priskila                 (224110129)

Anggota         :

Dira Puspita                        (224110011)

Redita Andriyani               (224110028)

Novembriani Irenita.S      ( 224110132)

 

Kelas              : S1 MTU-ZU 2010

TUGAS 1 (REV.01)

BANDARA PERINTIS KUNCI PEMBANGUAN DAERAH

BAB 1

PENDAHULUAN

Pada masa awal penerbangan, bandar udara hanyalah sebuah tanah lapang berumput yang bisa didarati pesawat dari arah mana saja tergantung arah angin. Tetapi bandar udara menurut UURI No.1 tahun 2009 adalah kawasan didaratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan/atau lepas landas,naik dan/atau turun penumpang, bongkar dan/atau muat barang dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi yang dilengkapi fasilitas keselamatan, keamanan penerbangan serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya. Sedangkan pengertian Bandar udara perintis adalah bandara yang melayani jejaring dan rute penerbangan untuk menghubungkan daerah terpencil dan tertinggal atau daerah yang belum terlayani oleh moda transportasi lain dan yang secara komersial belum menguntungkan.

Bandara perintis dapat membangun perekonomian, dapat merangsang pertumbuhan pembangunan dan pariwisata didaerah yang terisolasi. Bandara perintis memang dilaksanakan untuk memberi pelayanan kepada publik tetapi pernahkah anda membayangkan jika runway (landas pacu) bandara perintis tersebut dilalui oleh hewan ternak, dijadikan area bermain sepakbola oleh warga sekitar, sebagai jalan pintas oleh warga sekitar serta dijadikan tempat anak-anak bermain layang-layang  dan hal ini dapat mengganggu keselamatan penerbangan di bandara perintis. Banyak masyarakat yang masih menganggap bandara perintis hanya bandara kecil biasa yang dilalui oleh pesawat kecil, mereka tidak mengetahui sepenuhnya tentang peran bandara perintis ini. Oleh karena itu, mereka dengan leluasa menggunakan area bandara untuk kegiatan mereka sehari-hari.

Walaupun bandara perintis tidak memenuhi prosedur keamanan bandara seperti Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Fasilitas bandara perintis juga tidak memenuhi standar,  misalnya: runway yang tidak beraspal dibeberapa bandara perintis, terminal, ruang tunggu, gudang, kantor, peralatan pemadam kebakaran, alat komunikasi dan juga tenaga ahli yang belum disiapkan. Namun, Pemerintah Daerah tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk publik.

Tujuan kami membahas bandara perintis ini karena kami ingin membuat survey tentang pendapat masyarakat mengenai fasilitas di bandara perintis dan seberapa besarkah masyarakat mengetahui tentang peran, keselamatan dan keamanan bandara perintis yang ada di Indonesia.

Bandara Perintis Kunci Pembangunan Daerah ( part 2 )


Bandara Perintis Kunci Pembangunan Daerah
Tugas 2

Kelompok 2

Ketua : Melinda Priskila  (224110129)
Anggota :
Dyra Puspita                         (224110011)
Redita Andriyani                (224110028)
Novembriani Irenita         (224110132)

KELAS                                      : S1   MTU   ZU 2010

BAB II
LANDASAN TEORI

Bandara perintis merupakan suatu upaya pemerintah untuk memperluas pembangunan suatu daerah. Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization). Bandar udara ialah area tertentu didaratan atau perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat (http://id.wikipedia.org/bandar-udara.htm).
Di Indonesia terdapat 17.504 Pulau yang sebagian pulau sulit dijangkau bahkan tidak dapat dijangkau oleh moda transportasi darat maupun moda transportasi laut dan daerah tersebut hanya dapat di lalui oleh moda transportasi udara. Oleh karena itu, dibutuhkan bandara sederhana atau bandara kecil untuk pesawat terbang lepas landas di daerah terpencil atau terisolasi yaitu bandara perintis yang memiliki landas pacu yang dapat dilandasi oleh pesawat kecil dengan fasilitas penerbangan yang seadanya. Walaupun hanya bandara yang sederhana tetapi bandara perintis ini dapat mendukung kegiatan masyarakat di daerah tersebut.
(1) Angkutan udara perintis wajib diselenggarakan oleh Pemerintah, dan pelaksanaannya dilakukan oleh badan usaha angkutan udara niaga nasional berdasarkan perjanjian dengan Pemerintah”. (2)Dalam penyelenggaraan angkutan udara perintis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya lahan, prasarana angkutan udara, keselamatan dan keamanan penerbangan, serta kompensasi lainnya. (Pasal 104, ayat 1 & 2, UU No.1 tahun 2009) dan kebijakan keperintisan menyebutkan,bahwa rute keperintisan menurut Departemen Perhubungan mempunyai kriteria sebagai berikut :
1. Menghubungkan daerah terpencil, dimana daerah tersebut tidak ada moda transportasi lain, dan/ atau kapasitas kurang memadai.
2. Mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah terpencil, dimana daerah tersebut berpotensi untuk dikembangkan, menunjang program pengembangan dan pembangunan daerah, serta mendorong perkembangan sektor lainnya.
3. Mewujudkan stabilitas pertahanan, dimana daerah tersebut berdekatan dengan wilayah perbatasan negara lain.
Mengacu pada pembahasan peraturan dan kebijakan diatas, dijelaskan bahwa pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya lahan, prasarana angkutan udara, keselamatan dan keamanan penerbangan, serta kompensasi lainnya untuk mendukung daerah yang terisolasi supaya daerah tersebut menjadi daerah yang memiliki potensi besar untuk pembangunan ekonomi dan kemajuan daerah
“Pengawasan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan pengawasan berkelanjutan untuk melihat pemenuhan peraturan keselamatan penerbangan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa penerbangan dan pemangku kepentingan lainnya yang meliputi:
a. audit;
b. inspeksi;
c. pengamatan (surveillance); dan
d. pemantauan (monitoring)”. (Pasal 312, ayat 2, UU No.1 tahun 2009)
UU No. 1 tahun 2009 pasal 312, ayat 2 mengatakan bahwa Pengawasan keselamatan di dalam penerbangan dan pengawasan itu perlu diperhatikan karena bandara perintis jarang di landasi oleh pesawat terbang memiliki kemungkinan fasilitas keamanan serta keselamatannya kurang memadai.
Kesimpulannya, Bandara perintis masih memerlukan banyak perhatian dari pemerintah daerah untuk mengembangkan keamanan serta keselamatan penerbangan dalam rangka membuka isolasi suatu daerah untuk meningkatkan pembangunan suatu daerah dan kemajuan ekonomi , pariwisata dan keamanan suatu daerah .

SOCIAL MEDIA AS AN AIRLINE’S TOOL FOR INTERACTION (ENGLISH VERSION)


Kelompok      : 10

Ketua             : Rahmadya Karisma Haris (224110327)

Anggota        :

Veronica (224110019)

Meyta Rezky S. (224110101)

Sherly Septirani (224110224)

Kelas              : S1-ZU-10

INTRODUCTION

Information Technology is growing rapidly and has become a part of daily life. Almost all informations can be easily accessed by public. Not only the public but the company also has used information technology to make approach with its customers, because there is no doubt that information technology creates new spaces that allow users to expand the network and operations can help companies in achieving wider market share .

The role of technology is much needed in every field of transport, such as transport by land, sea and air. Social media is also being the attention of the airline because they found it easier to get closer to customer by providing an easy access to all the information. For example, Indonesia Air Asia using the other social media beside their own website, such as facebook and twitter.

Is using the social media can really create loyalty from customers to the airlines? Then do they feel helped by the presence of companies who use social media such as a forum to get the information they want quickly and easily?

In essence, people would prefer something that allows him to perform daily activities and easily accessible than a complicated thing. This tendency will form a habit of costumers that in their  daily life was already struggling with a lot of social media. Then the airline’s presence in social media is increasingly making customer feel easier and more comfortable when they want to access schedules, routes, promotions, and other things around on the airline through social media. Moreover, customer more freely express their comments and suggestions to the airline. The objective is obvious, that the airline wants a two-way communication and good interaction between them and their costumers. Refers to the phenomenon, we do the research that is intended to determine how much influence of SCRM implementation to the consumer loyalty level.

 

THE THEORETICAL BASIS

The company surely wants their costumers have a high level of loyalty to the company, it can be represented by repeat purchases undertaken by the customer to the company’s products, for which CRM is required. According to Storbacka and Lehtinen (2001:3) CRM is to build relationship strategies that refine relationship and thus increase their value. Companies in developing customer-oriented business culture-centric intended to win the hearts of consumers. Implementation of CRM also includes the company’s operational activities such as marketing, sales, and services, as well as for analysis of the exploitation of customer data to improve the performance of the company such as customer financial data, marketing data, and other data services.

Three phases of CRM by Kalakota and Robinson (2004:121) to be performed by the company are as follows:

1)    Acquire: acquire new customers by providing easy access to information, new innovations and exciting services.

2)    Enhance: Improve relationships with existing customers by providing good services to the customers (Customer Service). Application of cross selling or up selling the second phase could increase the company’s revenue and reduce the cost to acquire customers (Reduce Cost).

3)    Retain: retaining customers is the company’s efforts to gain customer loyalty by listening to our customers and strive to meet customer needs.

As the development of technology grows and so does the ability of communities to interact on social media, the traditional CRM had evolved into SCRM (Social Costumer Relationship Management). Social CRM is the approach taken by the company and supported by technology to help companies solve business problems in dealing and interacting with customers. Social CRM can be regarded as a major change in business approach to solving customer problems involving social media such as: twitter, facebook, or other social platform.

Social CRM is a philosophy and a business strategy, supported by a technology platform, business rules, workflow, processes and social characteristics, designed to engage the customer in a collaborative conversation in order to provide mutually beneficial value in a trusted and transparent business environment. It’s the company’s response to the customer’s ownership of the conversation.-Greenberg (2010:34 ),

Hence, by using the concept of Social CRM, there is a correlation between people (the public), process (how automation and CRM application), and technology (software and social media) that can affect customer loyalty.

 

RESEARCH METHOD

We use research methods: spreading questionnaires and doing interviews. Questionnaires and structured interviews conducted in this study created and developed based on variables that have been defined as people, process and technology. This research questionnaire contains many questions that will also identify the significance of these variables on the dependent variable we are customer loyalty characterized by repeat purchases.

Our target/respondents are all the internet users and the people who are not Internet users but use the other people to use the Internet for their interests. This online questionnaire then spreaded through twitter and facebook to respondents and structured interviews will be conducted with experts.

Our research type is descriptive research. Descriptive research is a type of researh that is undertaken in order to describe the characteristics of the variables of interest in a situation (Sekaran, 2006:158). The variables people are the man behind the account or social media page which is representative of the airlines the airlines or we can say administrator. Variable process is a form of interaction in the form of discussion and provision of information between the administrator and users. Variable technology is a media technology that bridges the interaction, in this case: social media Social-CRM activities undertaken by the airlines. Meanwhile, the dependent variable is customer loyalty, the indicators are repeat searches for information until repeat purchases ​​by costumer.

 

ANALYSIS

Respondent Characteristics by Sex

Based on the results of the questionnaire, the data obtained characteristics of respondents by sex. As many as 38% of respondents are men, while 62% are women. Although  most of our respondents are women, but the percentage gap is not too far.

jenis kelamin
Characteristics of Respondents by Age

Based on the results of the questionnaire, the data obtained characteristics of respondents by age. As many as 80% of respondents aged between 18-25 years. This means, most respondents considered a young age. As many as 13% of respondents aged 26-35. A total of 4% of respondents are under age 18. 3% of respondents are aged over 35 years.

usia

Characteristics of Respondents by Jobs

Based on the results of the questionnaire, respondents characteristic data obtained by the job. Most of the respondents are students with percentage 71%. It means that the population we research are users who accessed the internet and social media are mostly the students. 25% of respondents have jobs as private sector employees. Respondents who have a job as a civil servant at 3% and the remaining 1% have other jobs.

pekerjaan

From the data we got that the intensity of Internet usage by 55% of our respondents stated they use it very often, followed by 35% of respondents stated frequently use the internet. Respondents who rarely use the internet are only 9%, and no respondents who have never used the internet. Other data we got from the questionnaire that we shared declared activities to access and find information about the airlines over the internet shows a relatively big difference that 88% of respondents claimed that they have accessed or found information about the airlines, while 12% have never accessed or searched for information about the airline. The data is consistent with our study that the use of the internet to search for information about the airlines are very often.

Analyzing variable ‘technology’ for the question items 1, 2 and 3, we obtained data that respondents frequently access the Internet and they ever used the internet to search for information about airlines, and social media accounts used by respondents to access information about the airlines: The airline website is the most selected media and used by respondents with a percentage of 80%. Twitter is used as a social media where respondents are using this to access information about the airlines showed as a percentage of 17%, whereas facebook is used by 3% of respondents.

media yang digunakan

Searching information through social media is easy to do, this is because social media has become part of people’s lifestyles, especially among the young who can easily access through the gadgets they own.

Analyzing variable ‘people’ for question number 4 about the latest information by admin of airline’s social media, question number 5 about admin responses, and question 8 about  admin’s language and words that are used in responsing to the customers, we found that respondents agree social media admins always provide the latest information and able to respond to costumer’s problems, suggestions, and complaints and also use polite language with each percentage exceeds 50%. This number of percentage is good. But from the question number 6 and 7 about variable people found that 58% of respondents said that the admin does not always respond and reply to questions from the customer, also by 68% of respondents stated that the admin is not quick in replying to a question from the customer. This means that the admin responds the customer although not all suggestions, questions, or complaints responded quickly.

Analyzing variable ‘process’ for the questions number 9, 10, and 11 are about the assessment of social media usage, the information that is searched about the airlines, and costumer’s opinions about information that is provided. Respondents showed that social media is an effective media for airlines to provide information. The information that is searched by respondents are : promo for 51%, followed by information about the flight fare with a percentage of 35%, schedules and routes by 14%. Respondents considered that the information provided through social media is helpful, it is indicated by the percentage of 90%.

informasi yang dicari

 

Correlation between the variables people, process and technology

From the results we have collected, it appears that there is a relationship between people, process and technology. It was seen from the good response from the admin via social media can influence customers to make a purchase decision and make airlines as a customer preferences. Usage of technology; internet and social media are easily accessible from their gadget makes it easier to customer to search information about the airlines. Although the data by 59% of respondents do not conduct periodic information retrieval, but by 61% of respondents make a purchase and 67% of respondents make it as a preference to make airlines.

The decision to purchase

keputusan pembelian

Decision making airline as a preference

menjadikan preferensi
So it can be seen that the three variables are related one another and give effects to consumers in making purchasing decisions that also affect customer loyalty.

 

CONCLUSION

From the survey results we got, we  conclude that people make it as a preference. It is because the routine provision of information through social media that make most of the customers who can easily access social media feel that the provision of this information is very helpful to them in knowing the latest information about the promo or flight schedules. Even though people do not always seek information regularly but the general public still make the purchase.

Although admin’s responds are not quick in responsing to their problems and do not always replying the input provided by the customer, the information from airlines through social media will influence customer decisions in making a purchase then make them buy the airline’s products, either normal flight fare or promotion of ticket. By making that airlines to be such a maket preference, indicating that the formation of customer loyalty.

 

ADVICE
Airlines: recommended for aviation enterprise to have an employee to serve as the permanent administrator in managing and responsible to social media that is owned by the airlines. The goal is if the customers need information about the airlines, admin can reply and respond quickly so that the customers can quickly get the informations that they need.

Society: recommended for the public who use air transport as a derived demand for the needs, using social media is helpful to obtain information about promotion or other informations from the airlines, because nowadays the airlines have been using social media to be able to close the gap and to approach the community and expect two-way conversation that can enhance CRM’s airlines. Moreover, this is done so that the public not being close-minded from the development of information technology to access all the information needed.

MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT INTERAKSI AIRLINES (part 5)


Kelompok      : 10

Ketua             : Rahmadya Karisma Haris (224110327)

Anggota        :

Veronica (224110019)

Meyta Rezky S. (224110101)

Sherly Septirani (224110224)

Kelas              : S1-ZU-10

KESIMPULAN

Dari hasil survey yang kami dapatkan, kami menarik kesimpulan bahwa masyarakat menjadikan airlines yang menggunakan media sosial sebagai preferensinya. Hal ini dikarenakan adanya pemberian informasi yang rutin melalui media sosial yang membuat mayoritas costumer dapat mengakses media sosial dengan mudah, merasa bahwa pemberian informasi ini sangat membantu mereka dalam mengetahui informasi terbaru, baik itu mengenai promo ataupun jadwal penerbangan meskipun masyarakat tidak selalu mencari informasi secara berkala namun masyarakat secara umum tetap melakukan pembelian.

Selain itu, walaupun respon admin tidak cepat dalam menganggapi permasalahan dan tidak selalu membalas input yang disampaikan oleh customer, pemberian informasi dari airlines melalui media sosial mempengaruhi keputusan customer dalam melakukan pembelian terhadap produk yang dijual oleh airlines, baik penerbangan dengan harga promo maupun penerbangan dengan normal fare. Sehingga dengan dijadikannya airlines tersebut sebagai preferensi, menunjukkan terbentuknya loyalitas dari konsumen.

SARAN

Airlines :  disarankan untuk perusaahaan penerbangan agar memiliki karyawan untuk bertugas sebagai admin tetap dalam mengelola media sosial yang dimiliki oleh airlines tersebut. Tujuannya adalah jika customer membutuhkan informasi tentang airlines,maka admin tersebut dapat membalas dan merespon dengan cepat sehingga customer dapat dengan cepat mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Masyarakat : disarankan untuk masyarakat secara umum yang menggunakan transportasi udara sebagai derived demand bagi keperluannya, penggunaan dari media sosial cukup membantu dari memperoleh informasi baik suatu promo atau informasi lainnya dari airlines, karena saat ini airlines telah menggunakan media social untuk dapat mendekatkan jarak dengan masyarakat dan diharapkan terjadi percakapan dua arah yang dapat memberikan input bagi airlines sehingga dapat meningkatkan CSR airlines itu. Selain itu, hal ini dilakukan agar masyarakat juga tidak tertutup dari kemajuan dan perkembangan teknologi informasi untuk mengakses segala informasi yang dibutuhkan.

MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT INTERAKSI AIRLINES (part 4)


Kelompok      : 10

Ketua             : Rahmadya Karisma Haris (224110327)

Anggota        :

Veronica (224110019)

Meyta Rezky S. (224110101)

Sherly Septirani (224110224)

Kelas              : S1-ZU-10

ANALISIS

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil kuesioner, didapat data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin. Sebanyak 38% responden adalah pria, sementara 62% adalah wanita. Meskipun wanita lebih banyak, tapi gap persentase bisa dibilang tidak terlalu jauh.

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Berdasarkan hasil kuesioner, didapat data karakteristik responden berdasarkan usia. Sebanyak 80% responden berusia antara 18-25 tahun. Ini berarti, kebanyakan responden tergolong usia muda. Sebanyak 13% responden berumur 26-35 tahun. Sebanyak 4% adalah responden dengan usia dibawah 18 tahun. Sebesar 3% adalah responden berumur diatas 35 tahun.

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Berdasarkan hasil kuesioner, didapat data karakteristik responden berdasarkan pekerjaan. Kebanyakan responden adalah mahasiswa dan atau pelajar dengan persentase 71%. Ini berarti dari populasi yang kami teliti sebagian besar pengguna internet dan pengakses media sosial adalah mahasiswa dan atau pelajar. Sebesar 25% responden memiliki pekerjaan sebagai karyawan swasta.  Responden yang memiliki pekerjaan sebagai pegawai negeri sebesar 3% dan sisanya sebesar 1% memiliki pekerjaan lainnya.

Dari data yang kami dapatkan bahwa intensitas penggunaan internet oleh responden kami sebesar 55% menyatakan sangat sering menggunakan internet, dilanjutkan dengan responden sebesar 35% menyatakan sering menggunakan internet. Responden yang jarang menggunakan internet hanya sebesar 9%, dan tidak ada responden yang tidak pernah menggunakan internet. Data lainnya yang kami dapatkan dari hasil kuesioner yang kami sebarkan menyatakan kegiatan mengakses dan mencari informasi tentang airlines melalui internet menunjukan perbedaan yang relatif besar yaitu 88%  responden menyatakan pernah mengakses atau mencari informasi tentang airlines sedangkan 12% menyatakan tidak pernah mengakses atau mencari informasi. Data ini sesuai dengan penelitian kami bahwa penggunaan internet untuk pencarian informasi tentang airlines sangat sering dilakukan.

Menganalisis variable technology dari hasil pengolahan data untuk item pertanyaan ke-1, 2 dan 3 didapatkan data bahwa para responden sering mengakses internet dan pernah mencari informasi tentang airlnes menggunakan internet, serta akun sosial media yang digunakan oleh responden untuk mengakses informasi tentang airlines: Website airline adalah media terbanyak yang dipilih dan digunakan responden dengan persentase sebesar 80%. Twitter digunakan sebagai media sosial dimana responden menggunakan media ini untuk mengakses informasi tentang airlines dinyatakan dalam persentase 17%, sedangkan facebook digunakan oleh 3% responden.

Pencarian informasi melalui media sosial dinilai mudah dilakukan, hal ini dikarenakan media sosial sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama kalangan usia muda yang dengan mudah dapat mengakses melalui gadget yang dimiliki.

Menganalisis variabel people dari hasil pengolahan data untuk item pertanyaan ke-4 tentang pemberian informasi terkini oleh admin media sosial, pertanyaan 5 tentang respon admin, dan pertanyaan 8 tentang bahasa yang digunakan admin dalam menanggapi costumer didapatkan bahwa responden setuju admin social media selalu memberikan informasi terkini dan mampu menanggapi permasalahan, saran, dan keluhan costumer dan juga menggunakan bahasa yang sopan dengan masing-masing persentase melebihi 50%. Angka ini masuk dalam kategori baik.  Tetapi dari pertanyaan ke-6 dan 7 variabel people didapatkan bahwa sebesar 58% responden menyatakan admin tidak selalu merespon dan membalas pertanyaan dari costumer, juga sebesar 68% responden menyatakan bahwa admin lambat dalam membalas pertanyaan dari costumer. Hal ini berarti bahwa admin merespon dan menanggapi costumer walaupun tidak semua saran, pertanyaan, ataupun keluhan ditanggapi dengan cepat.

Menganalisis variabel process dari hasil pengolahan data untuk item pertanyaan ke-9, 10, dan 11 tentang penilaian penggunanaan media sosial, informasi yang dicari tentang airlines dan opini customertentang informasi yang berikan. Didapatkan hasil bahwa responden menilai media sosial merupakan media yang cukup efektif bagi airlines untuk memberikan informasi. Informasi yang paling banyak dicari oleh responden adalah : promo sebesar 51%, dilanjutkan dengan informasi tentang harga tiket dengan presentase 35%, jadwal dan rute sebesar 14%.  Responden menilai bahwa informasi yang diberikan melalui media sosial sangat membantu, hal ini ditunjukkan dengan adanya prosentase sebesar 90%.

Kolerasi antara variabel people, process dan technology

Dari hasil yang kami kumpulkan, terlihat bahwa terdapat hubungan antara people, process dan technology. Hal itu terlihat dari respon yang baik dari admin melalui media sosial dapat mempengaruhi keputusan customer untuk melakukan pembelian dan menjadikan airlines tersebut sebagai preferensi customer. Penggunaan technology; internet dan media sosial yang mudah diakses melalui gadget membuat customer lebih mudah dalam melakukan pencarian informasi tentang airlines. Walaupun dengan data sebesar 59% responden tidak melakukan pencarian informasi secara berkala, namun sebesar 61% responden melakukan pembelian dan 67% menjadikan airlines tersebut sebagai preferensi.

Keputusan melakukan pembelian

Keputusan menjadikan airline sebagai preferensi

Sehingga dapat dilihat bahwa ketiga variable tersebut saling berhubungan antara satu dan lainnya dan memberikan pengaruh kepada keputusan konsumen dalam melakukan pembelian yang berdampak dengan timbulnya loyalitas pelanggan.

MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT INTERAKSI AIRLINES (part 3)


Kelompok      : 10

Ketua             : Rahmadya Karisma Haris (224110327)

Anggota        :

Veronica (224110019)

Meyta Rezky S. (224110101)

Sherly Septirani (224110224)

Kelas              : S1-ZU-10

Metodologi Penelitian

Kami menggunakan metode penelitian dengan menyebar kuesioner dan wawancara langsung. Kuesioner dan wawancara langsung terstruktur yang dilakukan dalam penelitian ini dibuat dan dikembangkan berdasarkan variabel-variabel yang telah ditentukan seperti people, process dan technology. Kuesioner penelitian ini berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang juga akan mengidentifikasi seberapa signifikan variabel-variabel tersebut terhadap variabel dependen kami yaitu loyalitas pelanggan yang ditandai dengan pembelian berulang.

Target responden kami adalah seluruh pengguna internet maupun masyarakat umum yang bukan pengguna internet tetapi memanfaatkan orang lain dalam penggunaan internet untuk kepentingannya. Kuesioner online kemudian disebarkan lewat twitter dan facebook kepada responden dan wawancara langsung terstruktur akan dilakukan dengan dosen ahli.

Jenis penelitian kami adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti dalam suatu situasi (Sekaran, 2006:158). Variabel people merupakan orang dibalik suatu akun atau page  media sosial dari airlines yang merupakan representasi dari pihak airlines. Variabel process merupakan bentuk interaksi dalam bentuk perbincangan maupun pemberian informasi antara admin dan pengguna internet. Variable technology merupakan media yang menjembatani interaksi tersebut, dalam hal ini adalah media sosial dalam kegiatan Social-CRM yang dilakukan oleh airlines. Sementara itu pada variabel dependen yaitu loyalitas pelanggan, indikatornya adalah kontinuitas pencarian informasi sampai pembelian berulang yang dilakukan oleh costumer.

MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT INTERAKSI AIRLINES (part 2)


Kelompok      : 10

Ketua             : Rahmadya Karisma Haris (224110327)

Anggota        :

Veronica (224110019)

Meyta Rezky S. (224110101)

Sherly Septirani (224110224)

Kelas              : S1-ZU-10

Landasan Teori

Perusahaan pastinya menginginkan jika para pelangannya memiliki tingkat loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan, hal tersebut dapat tercermin dengan cara pembelian berulang yang dilakukan para pelangan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan, untuk itulah CRM diperlukan. Menurut Storbacka dan Lehtinen (2001:3) CRM merupakan hubungan yang kooperatif antara provider dengan pelanggan sehingga kedua pihak sama-sama untung melalui pembentukan hubungan yang dapat meningkatkan nilai mereka.

Perusahaan dalam mengembangkan kultur usahanya berorientasi costumer-centric yang ditujukan untuk merebut hati konsumen. Penerapan CRM pun mencakup kegiatan operasional perusahaan seperti pemasaran, penjualan, dan pelayanan, juga untuk analisis eksploitasi data konsumen demi meningkatkan kinerja perusahaan seperti data finansial pelanggan, data pemasaran, dan data layanan lainnya.

Tiga tahapan CRM menurut Kalakota dan Robinson (2004:121) yang dapat  dilakukan oleh perusahaan adalah sebagai berikut:

1)  Acquire: mendapatkan pelanggan baru dengan memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan yang menarik.

2)  Enhance: Meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang telah ada melalui pemberian pelayanan yang baik terhadap pelanggannya (Customer Service). Penerapan cross selling atau up selling pada tahap kedua dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan (Reduce Cost).

3)  Retain: mempertahankan pelanggan merupakan usaha perusahaan untuk mendapatkan loyalitas pelanggan dengan mendengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan.

Seiring berkembangnya teknologi dan kemampuan masyarakat dalam berinteraksi di social media maka CRM tradisional pun berevolusi menjadi SCRM (Social Costumer Relationship Management). Social CRM merupakan pendekatan yang dilakukan oleh perusahaan dan didukung oleh teknologi untuk membantu perusahaan memecahkan masalah bisnisnya dalam menghadapi dan berinteraksi dengan pelanggan. Social CRM dapat dikatakan sebagai perubahan besar dalam pendekaran bisnis untuk memecahkan masalah pelanggan dengan melibatkan twitter, facebook, atau dengan platform social lainnya.

Social CRM adalah sebuah filosofi dan strategi bisnis yang didukung oleh platform teknologi, aturan bisnis, proses, dan karakteristik sosial, dirancang untuk melibatkan pelanggan dalam percakapan kolaboratif dalam rangka memberikan nilai yang saling menguntungkan dalam lingkungan bisnis yang terpercaya dan transparan -Greenberg (2010:34),

Maka dengan menggunakan konsep Social CRM, terdapat korelasi antara people (masyarakat umum), process (otomatisasi cara dan penerapan CRM), dan technology (perangkat lunak dan social media) yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan.

MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALAT INTERAKSI AIRLINES (part 1)


Kelompok      : 10

Ketua             : Rahmadya Karisma Haris (224110327)

Anggota        :

Veronica (224110019)

Meyta Rezky S. (224110101)

Sherly Septirani (224110224)

Kelas              : S1-ZU-10

Pendahuluan

Teknologi informasi berkembang dengan sangat cepat dan telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Hampir seluruh informasi dengan mudahnya dapat diakses oleh masyarakat pada umumnya. Bukan hanya dari kalangan masyarakat umum tetapi perusahaan pun telah menggunakan teknologi informasi untuk melakukan pedekatan dengan para customer, karena tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi informasi menciptakan ruang baru yang memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk memperluas jaringan dan dapat membantu kegiatan operasional perusahaan dalam meraih pangsa pasar yang lebih luas.

Peran teknologi juga sangat diperlukan dalam setiap bidang transportasi, seperti transportasi darat, laut dan udara. Media social pun tidak luput dari perhatian perusahaan penerbangan karena mereka berpendapat bahwa akan lebih mudah untuk mendekatakan diri kepada pelanggan dengan memberikan kemudahan dalam mengakses segala informasi. Salah satu contohnya adalah Air Asia Indonesia yang menggunakan media lain selain website perusahaan penerbangan itu sendiri, Air Asia Indonesia menggunakan media social  seperti facebook dan twitter.

Apakah dengan menggunakan media social tersebut benar-benar dapat menciptakan loyalitas dari pelanggan terhadap airlines? Lalu apakah masyarakat terbantu dengan hadirnya perusahan yang menggunakan media social tersebut sebagai wadah untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan secara cepat dan mudah?

Pada hakekatnya, manusia akan lebih memilih sesuatu yang memudahkan dirinya dalam melakukan kegiatan sehari-hari dan mudah dijangkau daripada hal yang mempersulitnya. Kecenderungan ini akan membentuk suatu kebiasaan dari costumer yang dalam kehidupan sehari-harinya pun sudah berkutat dengan banyak social media. Lalu kehadiran airline dalam social media semakin membuat costumer merasa mudah dan nyaman ketika ingin mengakses jadwal, rute, promosi, dan hal lainnya seputar airline melalui social media. Terlebih lagi, costumer lebih leluasa mengutarakan saran dan komentar mereka kepada airline tersebut. Tujuannya jelas bahwa perusahaan penerbangan ingin adanya hubungan timbal balik yang baik dan terjaganya interaksi dengan costumers.

 

PENTINGKAH KOMERSIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDAR UDARA? (KESIMPULAN DAN SARAN)


Kelompok     :                                               8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                            224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI             224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Kelas                         :                                               S1 ZU10

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian kami yang berjudul “Pentingkah Komersial Area Yang Mewah Bagi Suatu Bandar Udara” dapat disimpulkan bahwa commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya. Akan tetapi pengembangan area komersil yang mewah tidak terlalu dibutuhkan karena dalam pembangunannya mebutuhkan rencana yang matang serta modal yang sangat besar.

Salah satu metode yang kami gunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode penarikan sampel yang terdiri dari kuesioner yang menyatakan bahwa dari hasil data survei yang kami lakukan, sebagian besar responden menginginkan area tersebut memiliki fasilitas yang memadai serta memberikan kenyamanan bagi para penggunanya, bukan menginginkan area komersil yang mewah.

Hal tersebut disebabkan karena bagi sebagian penumpang yang pernah mengalami keterlambatan, commercial area sangat dibutuhkan sebagai salah satu tempat yang digunakan mereka untuk menunggu di dalam bandar udara saat mengalami keterlambatan penerbangan dan tempat tersebut juga merupakan salah satu tempat di dalam bandar udara yang dapat menghasilkan pendapatan di luar dari kegiatan penerbangan. Selain itu, banyaknya responden yang menyatakan fasilitas commercial area di bandar udara biasa saja dan kurangnya kenyamanan serta kepuasan di area tersebut juga menjadi salah satu penyebab suatu bandara perlu mengembangkan area komersilnya. Oleh karena itu, commercial area di bandar udara perlu dikembangkan sedemikian rupa, namun pengembangan commercial area yang dilakukan secara mewah tidak diperlukan, karena akan menambah biaya yang lebih besar bagi bandar udara.

SARAN

Sebagian besar konsumen menginginkan fasilitas area komersil di bandar udara terus dikembangkan namun konsumen mengaggap pengembangan tidak harus dibangun semewah mungkin. Berdasarkan kesimpulan tersebut, ditemukan beberapa saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi kelangsungan area komersil di setiap bandar udara, di antaranya;

  1. Dilihat dari hasil penilitian, disarankan agar pihak manajemen di setiap bandar udara meningkatkan inovasi dalam hal melakukan perbaikan-perbaikan dan memberikan fasilitas yang mementingkan kenyamanan konsumen.
  2. Dilihat dari hasil penilitian, disarankan agar pihak manajemen pengelola bandar udara dan pengusaha khususnya untuk area komersil harus memperbaiki manajemen dan teknologi pengelolaan usahanya agar dapat menumbuhkan daya saing tinggi dengan tingkat kenyamanan konsumen terhadap fasilitas area komersil tinggi. Tidak ada kaitan antara fasilitas yang mewah dengan masalah kenyamanan konsumen jika masing-masing pihak melaksanakan tugasnya dengan baik dan tetap memperhatikan optimalisasi kegunaan fasilitas area komersil itu sendiri. Dengan cara ini maka fasilitas area komersil akan dapat berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
  3. Dilihat dari hasil penilitian, disarankan agar pihak manajemen pengelola bandar udara khususnya untuk area komersil melakukan penghematan penggunaan biaya dalam penggunaan sumber dana yang besar saat melakukan pengembangan area komersil. Jika pembangunan serta pengembangan area komersil dilakukan dengan mewah tetapi mengesampingkan tujuan utama dari bandara tersebut dan area komersilnya maka akan memerlukan biaya yang sangat besar bahkan akan hanya membuang-buang biaya yang dikeluarkan pihak pengusaha sehingga akan menambah beban karena tingginya biaya perawatan dan perbaikan fasilitas yang disediakan area komersil.
  4. Dilihat dari hasil penilitian, disarankan agar pihak manajemen pengelola Bandar udara dan pengusaha khususnya untuk area komersil sebaiknya menghentikan persaingan terhadap fasilitas bandara lainnya dan lebih memfokuskan pada perawatan, perbaikan, dan penambahan fasilitas yang bertujuan untuk kenyamanan konsumen.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDAR UDARA? (ANALISIS DATA)


Kelompok     :                                               8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                            224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI             224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Kelas                         :                                               S1 ZU10

ANALISIS

Pada bab 4 ini, kami membahas hasil penilitian dari survei tentang “Pentingkah Commercial area yang Mewah Bagi Bandar Udara”. Hasil penilitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu melakukan survei kepada para responden yang sering menggunakan area komersial di bandar udara. Dan juga dengan menggunakan metode penarikan sampel yang terdiri dari kuesioner dan dokumentasi.

Dari data yang diperoleh, kami merumuskan dan menafsirkan data dengan menggunakan tabel dan grafik untuk menunjukkan hasil penilitian ini. Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, data yang dihasilkan adalah sebagai berikut :

Profil Responden

Usia

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui usia responden adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.1

Kriteria Usia Frekuensi Persentase
Remaja (13 – 17 Tahun) 8 8%
Dewasa> 17 Tahun 90 92%
TOTAL 98 97%

Gambar 4.1 Diagram Usia

Kewarganegaraan

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui kewarganegaraan responden adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.2

Kriteria Kewarganegaraan Frekuensi Persentase
Warga Negara Indonesia 96 98%
Warga Negara Asing 2 2%
TOTAL 96 100%

Gambar 4.2 Kewarganegaraan

JenisKelamin

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui jumlah responden berdasarkan jenis kelamin adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.3

Kriteria Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Pria 34 35%
Wanita 64 65%
TOTAL 98 100%

Gambar 4.3 Diagram Berdasarkan Jenis Kelamin

Frekuensi

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui frekuensi responden dalam mengunjungi bandara adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.4

Frekuensi Jumlah Persentase
Baru Sekali 7 7%
Jarang 68 69%
Sering 23 23%
TOTAL 98 100%

Gambar 4.4 Diagram Berdasarkan Frekuensi

Hasil Data Survei “Pentingkah Commercial area yang Mewah bagi suatu Bandara

Hasil jawaban kuesioner menunjukan persentase terhadap 17 buah kuisioner baik itu pertanyaan maupun pernyataan yang diajukan kepada responden, berikut adalah penjelasan hasil data dari masing-masing pertanyaan maupun pernyataan.

Kuesioner pertama adalah tentang pengalaman responden pernah mengunjungi bandara dengan persentase 98% responden menyatakan “Pernah” artinya sebagian besar responden sudah pernah mengunjungi bandara.

Kuesioner ke-2 adalah tentang pengalaman responden yang pernah mengalami keterlambatan penerbangan. 53% responden menyatakan “Tidak pernah” artinya sebagian besar responden belum pernah mengalami keterlambatan penerbangan.

Kuesioner ke-3 adalah tentang pengalaman responden saat menghabiskan waktu sambil menunggu karena keterlambatan pesawat, dengan persentase 70% responden menyatakan “Bermain dengan gadget pribadi” artinya sebagian besar responden melakukan kegiatan bermain gadget karena dianggap mudah dan tidak menghabiskan banyak uang.

Kuesioner ke-4 adalah tentang pendapat responden dalam menilai fasilitas di commercial area saat ini dengan persentase 56% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden merasa tidak begitu memperhatikan fasilitas commercial area saat ini karena tujuan utama mereka pergi ke bandara adalah untuk naik pesawat.


Kuesioner ke-5 adalah tentang pernyataan responden dalam menilai commercial area bisa menjadi ikon (pencitraan) bandara itu sendiri dengan persentase 76% responden menyatakan “Setuju” artinya sebagian besar responden menilai jika commercial area bisa menjadi ikon (pencitraan) bandara tersebut.

Kuesioner ke-6 adalah tentang kenyamanan responden ketika berada di commercial area dengan persentase 64% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden tidak terlalu peduli ketika berada di area tersebut.

Kuesioner ke-7 adalah tentang pendapat responden dalam menilai perlunya ditambah fasilitas/ tempat hiburan di commercial area dengan persentase 72% responden menyatakan “Perlu”, artinya sebagian besar responden merasa fasilitas/ tempat hiburan di commercial area harus dikembangkan.

Kuesioner ke-8 adalah tentang pendapat responden dalam menilai fasilitas apa yang perlu ditambah di commercial area saat ini dengan persentase 30% responden menyatakan “Tidak perlu” artinya sebagian besar responden menginginkan fasilitas di area komersial ditambah dengan beberapa fasilitas lain yang belum ada di dalam area tersebut.

Kuesioner ke-9 adalah pernyataan responden dalam menilai semakin banyak tempat hiburan di commercial area, bandar udara akan semakin baik dengan persentase 60% responden menyatakan “Setuju”. Artinya sebagian besar responden merasa tempat hiburan di dalam area komersial merupakan nilai tambah bagi suatu bandara karena dapat meningkatkan pendapatan bandara tersebut.

Kuesioner ke-10 adalah tentang pendapat responden dalam mengembangkan commercial area akan meningkatkan pergerakan penumpang di bandara dengan persentase 69% responden menyatakan “Ya” artinya sebagian besar responden menganggap bahwa pengembangan area komersial dapat menambah tingkat kenyamanan konsumen sehingga mereka terus menggunakan bandara tersebut dan meningkatkan pergerakan penumpang di bandara.

Kuesioner ke-11 adalah tentang pendapat responden dalam kepuasan fasilitas yang ada di commercial area saat ini dengan persentase 85% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden merasa kurang puas dengan fasilitas commercial area saat ini.

Hasil Analisa

Dalam penilitian ini, berdasarkan data secara keseluruhan yang didapat dari 98 responden, menyatakan bahwa commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya. Hal tersebut disebabkan karena sebagian penumpang pernah mengalami keterlambatan sehingga mereka membutuhkan commercial area sebagai salah satu tempat yang digunakan mereka pada saat menunggu waktu jika pesawat mengalami keterlambatan.

Selain itu, banyaknya responden yang menyatakan fasilitas commersial area di bandar udara biasa saja dan kurangnya kenyamanan serta kepuasan di area tersebut juga menjadi salah satu penyebab suatu bandara perlu mengembangkan area komersilnya. Bahkan, commercial area dapat menjadi icon suatu bandara.

Beberapa penyebab tersebut memberikan dampak terhadap suatu bandara untuk mengembangkan area komersilnya. Salah satunya adalah meningkatkan pergerakan penumpang. Dengan adanya commercial area yang menarik, maka akan meningkatkan konsumen yang datang. Contohnya adalah seperti kejadian di Bandar Udara Changi, Singapura, banyak konsumen yang datang ke bandara tersebut hanya untuk berbelanja di area komersilnya sehingga selain menambah pergerakan penumpang, namun juga menambah penghasilan bandara karena pendapatan yang diperoleh bandar udara terdiri dari pendapatan aeronautical dan non-aeronautical, seperti pendapatan yang diperoleh dari commercial area. Selain itu dampak lainnya adalah dapat memberikan nilai tambah bagi bandara.

Dan dengan mengembangkan area komersil di suatu bandara, juga dapat meningkatkan citra bandara di mata penumpang. Pengelolaan suatu fasilitas di bandar udara yang baik menggambarkan bandar udara tersebut terkelola secara baik pula, sehingga dapat memberikan dan meningkatkan citra serta nama baik bandar udara.

Dilihat dari sektor perekonomian, pengembangan commercial area juga dapat berpengaruh baik. Hal ini disebabkan karena semakin banyak usaha yang didirikan di suatu tempat seperti di bandar udara, akan menambah jumlah pengusaha. Banyaknya jumlah pengusaha tersebut mendorong Pemerintah untuk meningkatkan pajak sehingga secara tidak langsung akan menguntungkan Pemerintah pula.

Commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya, namun pengembangan commercial area yang dilakukan secara mewah tidak diperlukan, karena akan menambah biaya yang lebih besar bagi bandar udara.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDAR UDARA? (METODOLOGI PENELITIAN)


Kelompok     :                                               8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                            224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI             224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Kelas                         :                                               S1 ZU10

Metodologi Penelitian

Penelitian kami memiliki ruang lingkup penelitian yang berfokus pada penilaian seberapa penting area komersial yang dibangun mewah bagi bandar udara.

Dalam penelitian ini, kami memilih beberapa metodologi penelitian. Salah satunya adalah metode pengumpulan data. Metode tersebut menggunakan data primer yaitu dengan melakukan survei kepada para responden yang sering menggunakan area komersial di bandar udara. Data primer dalam hal ini adalah data yang diperoleh dari jawaban responden yang diteliti, yaitu berupa data mengenai pendapat atau fenomena dari obyek.

Selain itu, kami juga menggunakan metode penarikan sampel yang terdiri dari kuesioner dan dokumentasi. Kuesioner disebarkan secara online melalui docs.google.com atau tidak langsung, maupun offline  atau secara langsung. Sedangkan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melihat, membaca, mengamati dan mengolah data yang menunjang penelitian ini.

Metode lain yang kami gunakan adalah metode penelitian deskriptif. Metode ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh perkembangan commercial area  bagi suatu bandar udara yang dapat digunakan oleh bandar udara tersebut untuk memperoleh keuntungan. Cara tersebut dilakukan dengan cara merumuskan dan menafsirkan data sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai penelitian yang kami lakukan.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDAR UDARA? (LANDASAN TEORI)


Kelompok     :                                               8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                            224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI             224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Kelas                         :                                               S1 ZU10

LandasanTeori

Pengertian Jasa menurut Valarie A. Zeithamldan Mary Jo Bitner (2003:3) “Include all economic activities whose output is not a physical product or construction, is generally consumed at the time it is produced, and provides added value in from (such as convenience, amusement, timeliness, comfort, or health) that are essentially intangible concerns of its frist purchaser.”

Artinya jasa adalah suatu kegiatan ekonomi yang outputnya bukan produk yang dikonsumsi bersamaaan dengan waktu dan produksi serta memberikan nilai tambah (kenikamatan, hiburan, santai, sehat) bersifat tidak berwujud.

Salah satu tempat yang memberikan jasa pelayanan dalam transportasi udara adalah bandar udara. Bandar Udara (Airport) merupakan bagian dari satu sistem pelayanan transportasi udara baik nasional maupun internasional. Untuk menunjang sistem pelayanan tersebut, terdapat area komersial di dalam bandar udara yang menyediakan berbagai fasilitas yang dicantumkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : Skep/ 47/ III/ 2007 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Usaha Kegiatan Penunjang Bandar Udara Pasal 2 Ayat 1 dan 2 (b) yang menjelaskan kegiatan penunjang bandar udara, meliputi hal-hal sebagai berikut:

- Jasa penyediaan hotel dan hotel reservation services di bandara

- Jasa penyewaan space untuk pertokoan di bandara

- Jasa penyewaan space untuk restoran, bank, money changer di bandara

Menurut PP Nomor 70 Tahun 2001 pelayanan jasa penunjang kegiatan bandar udara dilakukan oleh suatu pihak yaitu Badan Hukum Indonesia atau perorangan untuk dapat melakukan kegiatan penunjang bandar udara harus mengadakan perjanjian/kesepakatan bersama dengan penyelenggara bandar udara berdasarkan prinsip saling menguntungkan dengan mempertimbangkan kelancaran operasional bandar udara dan kelancaran penerbangan. Dalam era globalisasi ini, banyak ditemukan area komersial di beberapa bandara baik itu bandara nasional maupun bandara internasional dibangun secara berlebihan. Selain bertujuan untuk memberikan nilai tambah terhadap bandara udara, memenuhi kepuasan para konsumen, pengembangan tersebut juga bertujuan untuk kepentingan bisnis.

Konsep para pebisnis yang mulai mengembangkan jasa agar memiliki keunikan pada produk dan pelayanannya menjadi patokan para pebisnis dan penyelenggara bandar udara untuk menjadikan area komersial seunik dan semewah mungkin untuk menarik konsumen. Apalagi area komersial dalam bandar udara merupakan area yang paling menarik untuk dikunjungi oleh para pengunjung bandar udara. Namun seberapa pentingkah area komersial dibangun semewah mungkin sedangkan kita mengetahui pembangunan atau pengembangan area komersial yang mewah membutuhkan dana yang sangat besar.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDAR UDARA? (LATAR BELAKANG)


Kelompok     :                                               8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                            224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI             224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Kelas                         :                                               S1 ZU10

Latar Belakang

Mobilitas manusia yang semakin berkembang dan membutuhkan segala sesuatu yang cepat, menjadikan pesawat sebagai salah satu alternatif transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat. Sehingga bandar udara menjadi bagian penting dalam penunjang kegiatan penumpang yang menggunakan pesawat sebagai sarana trasnportasi. Oleh karena itu, bandar udara menyediakan banyak fasilitas demi kenyamanan penumpang.

Namun terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan para penumpang tersebut terjebak di dalam bandar udara sehingga membuat mereka menjadi tidak nyaman berada di dalamnya. Salah satu penyebab tersebut adalah waktu transit atau delay keberangkatan pesawat yang memakan waktu lama sehingga dapat membuang waktu para penumpang dengan percuma. Oleh karena itu, bandar udara sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penumpang, menyediakan fasilitas-fasilitas penunjang di dalam bandar udara agar para penumpang tersebu dapat memperoleh kenyamanan selama menunggu di dalam bandar udara sekaligus dapat memberikan nilai tambah berupa tambahan pendapatan bagi bandar udara.

Salah satu fasilitas penunjang pelayanan penumpang di dalam bandar udara adalah commercial area. Commercial area merupakan salah satu daya tarik bagi suatu bandara. Area tersebut adalah salah satu bagian favorit bagi pengunjung bandara yang sebagian besar merupakan penumpang pesawat. Hal ini dikarenakan area tersebut memiliki banyak fasilitas menarik. Bahkan ada beberapa bandara yang memiliki game station, skyrink, bioskop, bahkan casino di dalam area tersebut.

Sekarang, tidak sedikit bandara yang mengembangkan wilayah komersilnya untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Namun tidak hanya menjadi suatu pelengkap fasilitas bandara dan meningkatkan jumlah pengunjung, area ini juga dapat meningkatkan pamor bandar udara tersebut apabila dibangun secara mewah dan megah. Hal itu tentu akan meningkatkan pula pendapatan bandara.

Pengembangan area komersil di dalam bandar udara tersebut tentunya membutuhkan rencana yang matang serta biaya yang cukup besar dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian antara luas area bandar udara, dana yang tersedia, serta rancangan yang tepat agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan penumpang.

Hal itulah yang menjadi alasan kami membuat penelitian ini dengan tema pentingnya pembangunan commercial area bagi suatu bandar udara, dengan tujuan untuk mencari tahu pengaruh apa yang akan dirasakan oleh pihak bandar udara maupun penumpang apabila area komersil tersebut dibangun seapik mungkin oleh pihak bandar udara.

Build up Export in Gapura Angkasa English Version


Build up Export in Gapura Angkasa English Version

                                                                                              

Kelompok 1

Ketua : Hetro Handitro (243111003)

Anggota : Rara Resti Regata (243111014)

Zahir (243111019)

Nela Rizky Febriyanti (243111023)

Kelas : DIII-Groundhandling’11

Dosen : Eko Probo D’Warpani (Basic Cargo)

English Version Part 1

Preface About Build up

 

Build up an advanced process of receipt of goods, namely on the Acceptance counter in the delivery of goods, and is one of the most important processes in the handling of goods. Handling or build-up of activity in the form of packing goods, arrangement of items, check booked, writing no ULD / cart, writing master item numbers and writing the number of items put into the cart as well as the overall number of items. Build up to do if the checker do or have build up plan, which aims to perform calculations and arrangement of goods. Then the data obtained from the Build-up will be received by the Document processes for processing and reported to the Load Control.

 

Build up a very important role in the handling of cargo directly in cargo / goods. If an error occurs in the process of build-up, it will affect the safety of aircraft and the balance will even hinder the flight departure, not only is it an error in the build up can also cause possible damage to the goods. Thus, in the build-up must be done carefully, and the build-up in accordance with the applicable procedures.

 

Our goal is to conduct research to examine whether the existing build up the field in accordance with IATA standards applicable or not, and to know what problems are an obstacle in the process, the problems often encountered, advantages and disadvantages of what is the build-up process.

 

With the build up of our study on this, we can find out what activities during the build up in the warehouse gate Aerospace export directly. We also learned about the build up, process and roles, problems occurred related to the build-up as well as anything related thereto.

 

We can make this research based on the source of our experience during college tennis at the build up in storage Angakasa export gate for 3 days.

 

 

English Version Part 2

The Theoretical Frame Work (Eng Sub Part 2)

Based on result of our experience at export warehouse of Gapura Angkasa, we got data from result of our interview with the supervisor in this warehouse, he is Mr. Sigit Budi Prabowo. Our result is :

Process of entering the goods to build up in export warehouse started from making a build up plan by airlines, build up plan sent using email to document processing. Then, it was given to the checker, because the steps interpendent, one with another. When the checker get a build up plan, the goods entered to storage area after scaling process and x-ray in acceptance. The checkers work appropriate with a build up plan.

In storage area, the goods was classified by a kind of goods, and by the airwaybill, and then scaling and packaging the goods.

The theory or basic of theory which used by the employee is GOM (Ground Operational Manual). The explanation is there in chapter 6.2 pages 13, it tell about cargo handling.

The explanation is :

-          ULD Procedure (ULD Tags, Loading Device and Accessories Provision of ULD, Countour of ULD, Circulation of Loading Material and Damage of ULD);

-          Pallet Loading (Loading Principles for Pallet Build Up, Contour of Pallet Load, Securing of Pallet Load and Pallet Stocks;

-          Container Loading (Loading Principles for Containers, Securing within Load Container;

-          Cabin Load (Cabin Load of Bulk Cargo.

 

The other theory telling about build up, we can get it in IATA (AHM) book. We still searching the data in this book.

 

 

 

English version part 3

Human Resource Condition at Gapura Angkasa Warehouse

Human resource is human labor or people who work in the environment of an organization. Here we discuss about the manpower or human resources related to the build-up process such as:

1. Number of employees

Part warehouse eksprot GA, hiring employees using consistent grouping, particularly section documents the process and build up. In a group of seven employees such as: 3 checker,  1 docpross, 1 GL (Group Leader) / assistant supervisior, one person on staff supervisior PDE (electronic data interchange).

2. Recruitment

Every employee who works, most still as outsourced employees except office supervisor. Inside of build up employs some checker. The checker is mostly once a porter. Porter selected to be a checker, because the porters are experienced in handling the work he does with checker, the checker indirectly and porters almost doing the same thing so when the porters appointed checker, they do not feel strange to work.

3. Development

Training is given to the checker and porter. Training aims to look at the abilities they have, especially the porters who have the ability to become a checker. In addition, the employees are also always get a briefing before doing their job briefing will make at night and early morning. At night, the briefing given to do the job in the morning, and in the morning till noon no brifieng due process were to continue the process that has been done in the morning.

4. Problems

Most of the employees still lack an understanding of the ability to use a computer. Most of them could use a computer because it used. It’s become one of problem in handling and delivery of goods, because the computer is one of the most important aspects of a supporting element of the gradual proficiency level. Another thing, the problem depends on the supervisior in react. Examples of such delay and its absence affecting the handling. But if it does not affect the supervisor considers it is not a problem.

Sources of data on human resources, we get when we study the second time in the export warehouse at PT Gapura Angkasa

English version Part 4

The Problems in The GA’s Export Warehouse

In this paper, we will discuss about the problems  in the Gapura’s export warehouse  in the process build up section. The problem will have a big impact on the flight.
Based on the research we do for our practice in the field, we think there are three element which make the source of problems that occur in the process build up, affecting the flight process, there is :

  1. system
    The system is one of the most important factors that can affect the smoothness of the build up process. But the system can also be a factor that could hinder the process of build-up. The problems that fall into the category of the system that is, system down, power failure, faulty PC and others.

It makes all the work that should be done by a system such as the manufacture of booking plan, manifest, etc., must be done manually. With the work manually it will take time to process. So it will have an impact on the handling of the aircraft / flight process.

  1. Human Error
    Human here means the employees involved in the process of build-up, from the checker, porters, clerks document processing until supervisor. So, human error is a problem that originated or made ​​by the employees concerned.

Examples of such problems is the lack of communication between employees, causing misunderstandings that affect the handling of goods, and other issues such as lack of knowledge possessed by employees. Knowledge of both the practice and procedure. It can make the employees made ​​mistakes in the process.

  1. Equipment
    Equipment is a contributing factor in the build-up process. Provider of equipment was sourced from Space Gate, airlines concerned and agencies working together. Each equipment has its own functions and related to the timeliness and safety.

In the airlines side which less attention to the equipment (container / pallet) will be difficult for the workers to work the process of build-up. So the condition of the equipment will affect the productivity of the work performed by the employee.

Delivery process will be smoother if enough equipment and support, this will be related to the timeliness and safety in flight. The  equipment such as: ULD, Scales, Net, Strap, etc.. The equipment associated with each other, so if one of them gets damaged it will interfere with the existing build up.

 

 

English version part 5

Conclusion and Tips for Build Up export in Gapura Angkasa

Conclusion 

            Build Up constitutes one of primal process in cargo’s handle. Handle that is done as: packing is goods, goods settlement, goods checking, ULD’S number writing, master’s number writing and goods amount, and goods weighing.

build up’s process on export’s barn Space Arch employs many its employees with outsourcing’s state, but supervisor’s responsible position. Employees that was made as many job groups, where in one group consisting of 7 clerk are next at subdivide to correspond to its work type, which is: 3 person checker, 1 document processing, 1 person supervisor, 1 person GL (Leader’s group), and 1 person staff PDE.

 

On build up’s process there are some about problem. About problem aught which is:

 

- System (system down, electric dead, etc.)

 

- Human Error (miss communication, inexperienced, etc.)

 

- Equipment (damaged equipment, care, etc.)

 

 

Tips

 

Of about problem about problem which happens deep build up’s process of course it shall mark sense repair. Severally remedial that as:

 

1. System

On system, since thing as system down and electricity off can’t be predicted, therefore to prevent its abandon talks shop, staff shall can work work manually. So as that thing happening, staff was wonted with workmanship manually. In other words, workmanship manually wields system shall be counterbalanced. To handle electricity death, firm necessarily make ready electric reserve tool as preparation as while electricity dies.

 

2. Humman Error

According to us, to fix it with more the number of times training performing to its staffs good ala procedure and also praktik. Better employee shall hold book as guidance in working. That work that is done corresponds to aught regulation. Besides, training utilizes computer also indispensable staff because work a lot of utilize system. And firm has more think up its staff welfare that staff can work peacefully and results the better work.

 

3. Equipment

Since it is engaged Airlines, barns side eating have to be cooperative with every consideration with Airlines’s party. And for party Airlines may more haven’tice their equipment that is at barn. Since that equipment are utilized to handle cargo cargo that its handle utilizes their Airlines. Then is made ready too tool that utilize reserve electricity or nonlistrik even to replace off equipment because lamp death so not constrain handle process.

 

The Cause of delay in The Flight



(224110051) Yusnita Desmawari Putri
(224110212) Natasya Octora
Grade: S1 MTU A- 2010

Analysis
In our fourth article, we will explain about our analysis of the cause of the delay of a flight consisting of several factors.
We analyze our research method based on an online survey that we did that the cause of flight delays come from internal factors, namely technical constraints, constraints oprasional and time slot. Also external factors weather.
Most of our respondents chose that which causes flight delays are caused by external factors (weather) and some of them chose to internal factors as the reason.
For more details,please open the following link: http://www.surveyonics.com/surveyflow/keterlambatan-pesawat/10969

The Cause of Delay In The Flight


 

(224110051) Yusnita Desmawari Putri
(224110212) Natasya Octora
Grade: S1 MTU A- 2010

Research Methods”
In our third article, we will conductre search method based on the title of our paper is “TheCause of Delay In The Flight“. To obtain data about the title, we use the descriptive research method.
In collecting the data, we use the internet is to do an online survey and literature review. Here’s the link we use to conduct online surveys and magazines

http://www.surveyonics.com/surveyflow/keterlambatan-pesawat/10969 and “TRANSPORT Magazine” as our literature in collecting data.
The survey we are doing by asking questions about the factors in a delay of the flight.
Target respondents of the online survey is approximately 35 people who we think enough for us to analyze our writing.
Similarly,the research method we can write.

The cause of delay in the Air


(224110051)Yusnita Desmawari Putri
(224110212)Natasya Octora
Grade: S1MTUA- 2010

BasisTheory
In our second article, we take the theoretical basis of the title of our paper is “The cause of the delay in the Airfrom several sources that weget from magazines and Law.
Here is the cause of the delayof a flight that weget from magazinesTRANSPORT Vol. No.28. 1,June 2010are:
1.Ramp Handling
That delayin performing load cargo and postal packaging, hygiene in accuracies aircraft handling time, charging or disposal offuel is enough to occupy a lot of time, and delays in handling catering for passengers.
2.Terminal Handling
That delay in check-in process, handling the grouping passengers, and baggage handling.
3.Operational Handling
That is the problem with the flight documents.
4.Technical Problem
That is the damage to the aircraft or replacement of aircraft for some technical reasons.
5.External
That weather issues or problems with the immigration and customs.

Next,here are the others ources we have obtained from the Law  Decree No. 1 of 2009 Chapter 1 Article1 of the Flight Delay. Containing “Delay in Flight is the time difference between the time of departure or arrival time of departure or arrival realization.

The Cause of Delay In The Flight


(224110051)YusnitaDesmawariPutri
(224110212)NatasyaOctora
Grade: S1MTUA- 2010

Preliminary
The main products of the company or the airlines is to provide passenger and goods transportation services are fast, secure, and comfortable. The performance of the airlines can be seen from the three main aspects of safety and security, timeliness, and service.Of these three aspects, in general airlines in Indonesia has not shown his best quality, most still in the unfavorable category. The low quality of aviation safety and security in Indonesia,marked by a high number of accidents.
So also with the things that should go togetherie flight punctuality and service level stobeless attention. Specifically flight punctuality problems. The purposeof this research is tofind out what are the factors that cause delays flights in Indonesia and the reasons for flight delays.
Flight punctuality is one of the main products of the airlines can be a benchmark of professionalism of the airlines, its users, the government and its rivals. Airlines is a business that is very sensitive to the image, when the airlines are experiencing delays departure, the negative image will be attached to the minds of its service users.
For example, the reason why many users choose the services of domestic flight services? because passengers usually only see in terms of affordable ticket prices, flight schedules that fit, and comfortin flight.Even in terms of timeliness was not amajor reason. Therefore, the performance of the airline in terms of  domestic flights punctuality still does not meet consumer expectations.

The Cause Of Delay In the Flight


(224110051) Yusnita Desmawari Putri
(224110212) Natasya Octora
Grade: S1 MTU A – 2010

Preliminary
The main products of the company or the airlines is to provide passenger and goods transportation services are fast, secure, and comfortable. The performance of  the airlines can be seen from the three main aspects of safety and security, timeliness, and service. Of these three aspects, in general airlines in Indonesia has not shown his best quality, most still in the unfavorable category. The low quality of aviation safety and security in Indonesia, marked by a high number of accidents.
So also with the things that should go together ie flight punctuality and service levels to be less attention. Specifically flight punctuality problems. The purpose of this research is to find out what are the factors that cause delays flights in Indonesia and the reasons for flight delays.
Flight punctuality is one of the main products of the airlines can be a benchmark of professionalism of the airlines, its users, the government and its rivals. Airlines is a business that is very sensitive to the image, when the airlines are experiencing delays departure, the negative image will be attached to the minds of its service users.
For example, the reason why many users choose the services of domestic flight services? because passengers usually only see in terms of affordable ticket prices, flight schedules that fit, and comfort in flight. Even in terms of timeliness was not a major reason. Therefore, the performance of the airline in terms of domestic flights punctuality still does not meet consumer expectations.

PILOT LOKAL VS PILOT IMPOR (PENDAHULUAN)


Kelompok    : 3

Ketua            :

Apsada Juhri (224110131)

Anggota      :

Rio Hafiz Al Caesar (224110079)

Indria Ulufi (224110199)

Feli Ervina (224110180)

Kelas :

ZU 10

Latar Belakang

Di dalam dunia penerbangan, pilot adalah unsur yang dianggap paling penting. Pilot adalah sebuah ujung tombak dalam suatu penerbangan. Seorang komandan yang Lanjut membaca