Analisis Masalah dan Dampak yang Timbul dari Implementasi Regulated Agent (Part 3)


Nama                  : Rusnah Indah Cahyati

Nim                     : 224109310

Kelas                  : ZU 09

Narasumber      : Siska Amonalisa. S , Dosen STMT Trisakti

BAB II

 

Implementasi regulated agent atau RA sampai saat ini masih menjadi suatu fenomena yang banyak menuai protes dari berbagai kalangan. Sebabnya adalah karena penerapan RA ini banyak menimbulkan kerugian, khususnya shipper yang paling merasakan kerugian ini. Awalnya, menurut narasumber Siska Amonalisa. S yang merupakan dosen STMT Trisakti mengatakan bahwa regulated agent ini diberlakukan karena adanya penyamaan atau penyesuaian standarisasi internasional yaitu ICAO Annex 17 yang mengharuskan memberlakukan RA ini untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan penerbangan.

Namun menurutnya lagi, penerapan RA ini banyak menimbulkan masalah. Pertama, pemerintah indonesia dinilai tidak siap dalam mengimplemantasikan regulasi mengenai RA ini. Terbukti dengan adanya aksi – aksi demo setelah uji coba dilakukan di bandara soekarno hatta untuk pengiriman domestik beberapa bulan yang lalu. Aksi – aksi demo itu dilakukan karena berbagai pihak memprotes proses pengecekan barang di operator RA menjadi lebih panjang dan memakan waktu yang lama, dan juga biaya yang ditawarkan saat itu sangat tinggi sekitar 1.250% dari tarif sebelumnya.

Kedua, sarana dan prasarana yang ada juga masih terbilang kurang menurut beliau, hal ini dibuktikan dengan adanya penumpukan kargo di operator RA. RA ini sebenarnya telah diberlakukan di banyak negara, sedangkan indonesia termasuk yang terlambat memberlakukan RA ini. Contohnya saja hongkong yang telah memberlakukan RA ini dari tahun 2002. Menurut narasumber lagi, diluar negeri, proses RA itu dilakukan dengan dibantu fasilitas Conveyor Belt. Jadi, kargo tinggal diletakkan di Conveyor Belt tersebut, kemudian kargo tersebut akan jalan dari proses pengecekan di RA sampai menuju Clean Area untuk Build Up ke pesawat. Sehingga, tidak ada Double Loading dan Unloading barang baik di operator RA sampai di Clean Area seperti yang terjadi di indonesia. Hal ini tentu saja dapat mengurangi cost dan juga lebih efektif.

Menurut narasumber masalah yang ketiga yaitu proses pengecekan barang yang dilakukan RA ini masih membingungkan. Misalnya saja, kargo yang telah dicek (X-ray dan weighing) di operator RA, akan tetapi dicek lagi di warehousenya ground handling, sehingga hal ini membuat dua kali pekerjaan yang akan memakan waktu yang lama hanya untuk proses pengecekan saja.

Sebenarnya regulasi RA ini bagus untuk diterapkan karena dapat memperketat masuknya kargo – kargo yang akan dikirim menggunakan pesawat udara sehingga dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan penerbangan khususnya awak pesawat serta penumpang yang diangkut bersamaan dengan kargo. Namun sayang, pemerintah indonesia terkesan tidak siap dan kurang mensosialisasikan regulasi ini.

Seharusnya pemerintah sebelum menerapkan RA ini di lapangan, pemerintah meneliti lebih dahulu apakah jika RA ini diterapkan akan menimbulkan banyak kerugian bagi semua pihak terkait atau tidak. Dan kemudian, pemerintah melakukan diskusi kepada semua pihak mengenai masalah – masalah yang akan timbul serta mencari solusinya agar ketika regulasi tersebut diterapkan tidak akan menimbulkan kerugian bagi semua pihak terkait. Sebelum diterapkan, sebaiknya pihak – pihak terkait di training atau juga bisa dengan mengadakan seminar atau diklat sebagai jalan untuk mensosialisasikan regulasi tersebut kepada masyarakat yang nantinya akan melaksanakan regulasi ini.

Jika semua terencana dan terorganisasi dengan baik, tentunya tidak akan menimbulkan banyak masalah dari penerapan suatu regulasi. Akan tetapi terkadang, dalam kenyataannya penerapan suatu regulasi terkesan hanya menguntungkan satu atau dua pihak saja. Sebagai contoh yang sampai saat ini masih menjadi pertanyaan adalah latar belakang ditunjuknya ketiga operator RA pada awal diterapkannya regulasi RA ini.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s