Pengunaan RFID dalam E-Baggage


Kelompok GH ZU11

Ketua : Muhammad Fausan (2241.11.120)

Anggota :
Silvia Yuniarti (2241.11.008)
Andriyani Puspita Dewi (2241.11.033)
Meinur Adha (2241.11.037)
Astria Herera Gultom (2241.11.061)
Dwiyantie RH (2241.11.110)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1.        Bagasi

Pengertian tentang bagasi penumpang yaitu barang yang dibawa pada saat mereka melakukan perjalanan dan menggunakan jasa penerbangan. Baca lebih lanjut

Penggunaan RFID dalam E-Baggage (Revisi 2)


Kelompok GH ZU11

Ketua : Muhammad Fausan (2241.11.120)

Anggota :
Silvia Yuniarti (2241.11.008)
Andriyani Puspita Dewi (2241.11.033)
Meinur Adha (2241.11.037)
Astria Herera Gultom (2241.11.061)
Dwiyantie RH (2241.11.110)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dari tahun ke tahun kepadatan suatu bandar udara akan terus bertambah. Hal ini kurang diimbangi dengan fasilitas dan sarana yang ada di dalam suatu bandara. Salah satu masalah yang ada di bandar udara dunia saat ini adalah pada saat proses pengambilan bagasi yang kurang teratur. Biasanya terjadi kesemerawutan di tempat pengambilan bagasi karena belum tersedianya fasilitas pendukung. Seperti teknologi yang memudahkan pengambilan bagasi tanpa harus menunggu lama.

Baca lebih lanjut

Penggunaan RFID dan E-Baggage


Kelompok GH ZU11

Ketua : Muhammad Fausan (2241.11.120)

Anggota :
Silvia Yuniarti (2241.11.008)
Andriyani Puspita Dewi (2241.11.033)
Meinur Adha (2241.11.037)
Astria Herera Gultom (2241.11.061)
Dwiyantie RH (2241.11.110)

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Seiring dengan berkembangnya transportasi udara maka kebutuhan akan  pelayanan jasa pada industri transportasi udara juga semakin meningkat dari tahun ke tahun.  Hal ini terlihat dari semakin padatnya jumlah penumpang di bandara setiap  hari. Transportasi udara memiliki keunggulan dibandingkan dengan transportasi lainnya dalam hal jangkauan jarak yang lebih luas maupun penghematan waktu dalam perjalanannya. Sehingga pada saat ini transportasi udara sudah menjadi pilihan utama. Baca lebih lanjut

Kelompok 6 : PENERAPAN DELIVERY BAGGAGE SERVICE DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA


PENERAPAN DELIVERY BAGGAGE SERVICE DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA

ANALISIS KUALITATIF HASIL SURVEY

KETUA          : NABILA RACHMADINA (224-109-332)

ANGGOTA    : FIFI SHOFIYAH (224-109-005)

                          DYANA NATALIA (224-109-103)

                          FITRIA CHANDRA (224-109-269)

Baca lebih lanjut

Kelompok 6 : PENERAPAN DELIVERY BAGGAGE SERVICE DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA (Part 4)


PENERAPAN DELIVERY BAGGAGE SERVICE DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA

ANALISIS KUALITATIF HASIL SURVEY

 

KETUA          : NABILA RACHMADINA (224-109-332)

ANGGOTA    : FIFI SHOFIYAH (224-109-005)

                        DYANA NATALIA (224-109-103)

                        FITRIA CHANDRA (224-109-269)

Baca lebih lanjut

GH II Kelompok 6 PENERAPAN DELIVERY BAGGAGE SERVICE DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA (Part 3)


Kelompok 6

Ketua             : Nabila Rachmadina (2241-09-332)

Anggota         : Fifi Shofiyah (2241-09-005)

                          Dyana Natalia (2241-09-103)

                          Fitria Chandra (2241-09-269)

PENERAPAN DELIVERY BAGGAGE SERVICE DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA

Baca lebih lanjut

Jadi Kemana Harus Mengadu jika bagasi hilang


Jadi kemana harus mengadu jika bagasi hilang ?

NAMA        : RACHEL

NIM            : 224108264

KELAS       :

TUGAS KE : 1

 

Pada dasarnya kerusakan/kehilangan bagasi dapat terjadi di semua titik sejak bagasi diserahkan oleh penumpang ke konter check in, baggage make up  sampai dengan baggage break down dan diambil penumpang dari conveyor belt Bandara tujuan. Kehilangan/kerusakan secara teknis dapat dilakukan oleh petugas ground handling/maskapai penerbangan/bandara bahkan juga fihak lain seperti cleaning services, petugas maskapai penerbangan lain (karena bekerja di area yang sama) dan sebagainya. Namun demikian pengawasan terhadap bagasi tersebut tetap menjadi tanggung jawab Maskapai Penerbangan. Dengan demikian judul berita misal ; Bandara Polonia rawan kehilangan bagasi kurang tepat, pertama karena belum tentu hilang/rusaknya terjadi di Bandara Polonia karena bisa saja terjadi di Bandara asal pemberangkatan penumpang tersebut. Kedua tanggung jawab hilang/rusaknya bagasi adalah pada Maskapai Penerbangan.

 

Berdasar uraian di atas maka jelaslah bahwa apabila penumpang kehilangan/kerusakan bagasi maka Bandara tidak dapat diminta pertanggungjawabannya secara langsung, karena bukan Bandara yang mengurus proses bagasi penumpang. Yang harus diminta pertanggungjawaban adalah Maskapai Penerbangan yang bersangkutan. Beberapa Maskapai Penerbangan telah mengasuransikan kehilangan/kerusakan bagasi ini. Di samping itu regulasi dari Kementrian Perhubungan/Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengatur secara jelas mengenai ganti rugi yang harus diberikan kepada penumpang yang bersangkutan. Selanjutnya penyelidikan lebih lanjut dari Maskapai Penerbangan dapat menjadikan tuntutan Maskapai Penerbangan kepada Perusahaan Ground Handling, Bandara, Perusahaan sekuriti dan sebagainya.

Pencurian dan Kehilangan barang yang dilakukan oleh petugas di Bandar Udara


Nama         : Afrianita

NIM            : 2241.09.317

KELAS       : C

Pencurian dan Kehilangan barang yang dilakukan oleh petugas di Bandar Udara

Maraknya kasus pencurian dan kehilangan barang berharga yang kerap terjadi di Bandar udara mengakibatkan pengiriman barang melalui Udara rupanya tidak bisa dikatakan aman lagi. Hal tersebut dikarenakan banyaknya kasus barang penumpang atau barang kargo hilang di Bandara. Lalu siapakah pelaku pencurian dan kehilangan barang yang sering terjadi di  Bandar Udara????

Permasalahan yang sering terjadi oleh pengguna jasa pesawat udara ataupun pengiriman barang melalui udara ialah hilangnya atau dicurinya barang berharga penumpang seperti handphone, kamera, laptop, perhiasan dan barang berharga lainnya. Aksi pencurian dan kehilangan barang yang sering terjadi di Bandara ternyata dilakukan oleh oknum nakal petugas kargo di Bandar Udara. Ulah nakal oknum petugas Bandar Udara ini tentu saja membuka mata kita, bahwa masih kurang terjaminnya keamanan di Bandar Udara. Dan membuat para pengguna jasa penerbangan akan merasa dirugikan oleh oknum nakal tersebut.

Sehingga penumpang pesawat atau pengguna jasa udara harus hati-hati dan teliti jika ingin berpergian atau mengirim barang melalui udara. Dan saya berharap kejadian seperti ini segera dilakukan penindakan agar tidak meresahkan para pengguna jasa penerbangan

Laporan GH II Kelompok 6 (Part 2)


PENERAPAN DELIVERY BAGGAGE SERVICE DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA

Ketua             :  Nabila Rachmadina (2241-09-332)

Anggota         : Fifi Shofiyah (2241-09-005)

                          Dyana Natalia (2241-09-103)

                          Fitria Chandra (2241-09-269)

  Baca lebih lanjut

BAGASI HILANG DIPENERBANGAN


NAMA               : HANIA PIDADA

NIM                  : 224109117

KELAS             : GH 2 C

 

TUGAS 1

BAGASI HILANG DIPENERBANGAN

Ketika seorang penumpang menyerahkan bagasinya di konter check in dan menerima baggage tag maka pada dasarnya bagasi tersebut telah menjadi tanggung jawab Maskapai Penerbangan yang digunakan penumpang tersebut.  Dengan kontrak antara Maskapai Penerbangan dengan perusahaan ground handling ini maka pada dasarnya maskapai penerbangan tinggal terbang saja karena semua urusan di darat bisa dilaksanakan oleh perusahaan ground handling. Dalam hal suatu Maskapai Penerbangan menyerahkan urusan handling bagasi ini ke Perusahaan Ground Handling maka Perusahaan tersebutlah yang menangani bagasi penumpang sejak diterima di konter  check in, memberi label, mencatat, membawa ke pesawat terbang dan meletakkan di ruang muat pesawat terbang. Karena  terjadi banyak kasus, salah satu kasus yang pernah terjadi adalah kasus pembobolan, kasus ini pernah ditangkap melewati kamera CCTV, beberapa pelaku “pembobolan” bagasi dilakukan oleh petugas ground handling maskapai penerbangan. Dengan memasang kamera CCTV, kasus “pembobolan” berkurang.

Penumpang punya hak ganti rugi jika terjadi kerusakan/kehilangan bagasi. Namun demikian sebaiknya juga penumpang berhati-hati dengan menggunakan tas dan gembok yang kuat atau di wrap up dengan mesin yang tersedia di Bandara dengan membayar. Hal ini patut dipertimbangkan jika dalam bagasi terdapat barang yang relatif berharga namun terpaksa harus dibagasikan. Akan tetapi yang terbaik tetap jika membawa  barang berharga sebaiknya dibawa ke kabin dan tidak dimasukkan dalam bagasi.  Garuda Indonesia dan Ground Handling nya PT Gapura Angkasa juga mewajibkan penumpang untuk “strapping” bagasi nya di petugas ground handling tanpa biaya untuk mengurangi kemungkinan “pembobolan” bagasi, sehingga sebaiknya penumpang melakukan strapping ini sebelum diserahkan ke konter check in. Perhatikan juga label bagage tag bagasi anda, apakah bandara tujuannya telah benar. Segera lakukan pengaduan ke lost and found jika ada kehilangan/kerusakan bagasi.

PENERAPAN DELIVERY BAGGAGE SERVICE DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA


Kelompok 6

Ketua             :  Nabila Rachmadina (224109332)

Anggota         : Fifi Shofiyah (224109005)

                          Dyana Natalia (224109103)

                          Fitria Chandra (224109269)

Kelas              : ZU09

  Baca lebih lanjut

Kemanakah bagasi yang kita bawa setelah dilaporkan kepada petugas check-in???


NAMA   : LINDA APRILLIA LATUHIHIN

NIM        : 2231 09 058

TUGAS  : GROUNDHANDLING 4

Saat kita melakukan proses check-in, bagasi yang kita bawa juga akan di-check,misalnya dari berat bagasinya,dimensinya dan lainnya.Setelah semua proses pemeriksaan tersebut dilakukan bagasi yang telah ditimbang akan diberikan baggage claim tag sebagai tanda bahwa bagasi tersebut ada pemiliknya dan tanda kepemiikan ini juga ditempelkan pada boarding pas dan jika sudah sampai di bandara tujuan penumpang bisa mengambil bagasinya di baggage claim area.

Sebelum diangkut ke dalam pesawat,bagasi yang telah dilaporkan ke petugas check-in  akan diarahkan menuju make-up area. Make-up area merupakan tempat dimana bagasi-bagasi yang ada dipisahkan menurut tujuan masing-masing dan kemudian di angkut ke dalam pesawat.Dalam hal ini petugas di make-up area harus teliti untuk memisahkan bagasi-bagasi yang ada.Karena jika terjadi kesalahan sedikit saja maka akan dapat merugikan airlines itu sendiri.

Make-up area itu sendiri sudah ada baggage towing tractor (BTT) yang dipakai untuk mengangkut bagasi tersebut ke dalam compartment pesawat maupun sebaliknya. Baggage Towing Tractor itu sendiri merupakan tractor yang digunakan untuk menarik pallet dolies,container dolis dan gerobak untuk mengangkut bagasi-bagasi yang ada.

Jika bagasi yang diangkut tidak sesuai dengan tujuan dalam baggage claim tag yang di tempelkan pada bagasi maka saat penumpang yang memiliki bagasi tersebut bisa dilaporkan ke bagiann lost and found di bandara tujuan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERAN PENTING SEBUAH “BAGGAGE CLAIM TAG”


Nama          :    DWI FITRIASARI

Nim             :    223109.009

Kelas           :    D.III-MTU/A

Tugas          :    Ground Handling  Ke-4

 

 

PERAN PENTING SEBUAH “BAGGAGE CLAIM TAG

 

          Bagi kita yang sering melakukan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi udara alias pesawat terbang pasti tahu dan sering melihat ada sebuah kertas label yang ditempelkan/ dipasang pada bagasi dan boarding pass. Label yang seperti itu disebut Baggage Claim Tag.

Apa sih Baggage Claim Tag itu???  Baggage Claim Tag merupakan Label /Tag bagasi bernomor atau yang lebih jelasnya label tanda bagasi terdaftar. Jadi bagasi penumpang yang sudah diberi label ini sudah terdaftar untuk ditempatkan di\cargo compartment.

Label/Tag ini diberikan petugas ketika penumpang melakukan check-in. Tidak semua bagasi diberi Baggage Claim Tag ini, hanya bagasi terdaftar (checked baggage) yang diberi label ini. Sedangkan untuk bagasi lainnya seperti unchecked baggage hanya ditempel label contact address.

Meskipun hanya sebuah label, tetapi memiliki peran penting. Baggage Claim Tag berfungsi sebagai identitas bagasi tersebut. Tidak hanya itu Baggage Claim Tag yang ditempelkan pada boarding pass dan bagasi berguna sebagai tanda kepemilikan bagasi. Jadi apabila terjadi kehilangan atau kerusakan bagasi penumpang bisa mengajukan claim ke bagian Lost and Found dengan melampirkan Baggage Claim Tag tersebut.

Dengan adanya Claim Tag tersebut membantu petugas Lost and Found memudahkan dalam pencarian ataupun dalam hal ganti rugi (atas dasar baggage claim tag yang ditempelkan  di boarding pass sama dengan yang ditempelkan pada bagasi yang hilang atau rusak tersebut). Untuk itu, selama dalam perjalanan (proses penerbangan) Claim Tag yang ada di boarding pass jangan dibuangatau dirusak.

Kenapa isi koper penumpang bisa hilang, sedangkan barang lainnya masih ada?


Nama : Jessica Nadia

Nim : 2241 09 034

Kelas : Ground Handling 1 ( S1 MTU E)

Kenapa isi koper penumpang bisa hilang, sedangkan barang lainnya masih ada?

Menurut ibu siska silalahi itu bisa terjadi karna bisa saja si pemilik koper tersebut lupa membawa barang (missal: baju/sepatu) tapi dia meminta ganti rugi karna barangnya hilang. Tetapi tidak semudah itu pemilik meminta ganti kerugian barang yang hilang tersebut pasti dari pihak airlines harus melakukan investigasi terhadap koper tersebut, jika tidak ada kerusakan pada koper tersebut tidak aka nada penggantian. Lalu dilihat lagi dari cctv yang memantau koper tersebut. Baca lebih lanjut

Regulated Agent, Aduh Apa Sih Itu?


Oleh : Ratu Aulia Rahimah

NIM : 224109011

Kelas : ZU-09

 

Ini nih yang jadi pertanyaan hampir satu kelas. Tugas dari Bu (atau Kak, mungkin) Siska Amonalisa Silalahi, SE ini bikin kita rada kebingungan, soalnya nggak ngerti harus nanya ke siapa. Malah deadline-nya cuma seminggu huhu. Walaupun status kita adalah mahasiswa kelas ZU, tetep aja stuck saat harus menjawab pertanyaan yang rada-rada misterius gini. Baca lebih lanjut

MENGAPA MASIH ADA BEBERAPA KASUS KEHILANGAN BARANG DALAM BAGASI PENUMPANG


MENGAPA MASIH ADA BEBERAPA KASUS KEHILANGAN BARANG DALAM BAGASI PENUMPANG

NAMA                        : DITA AYU WULANDARI

NIM                            : 224109235

KELAS                       : SI MTU – E

Tugas Mandiri Ke III

Dita :  menurut ibu, mengapa masih ada beberapa kasus kehilangan barang  dalam

bagasi penumpang? Dan siapa yang harus bertanggung jawab dalam

hal tersebut? Baca lebih lanjut

Apa Saja yang Menyebabkan Terjadinya Penyimpangan Bagasi Secara Umum dan Penyimpangan Bagasi yang Tertukar?


Apa Saja yang Menyebabkan Terjadinya Penyimpangan Bagasi Secara Umum dan Penyimpangan Bagasi yang Tertukar?

Nama : Siska Yulianti

Nim     : 224109335

Kelas  : E

Tugas Mandiri Ke III

Menurut ibu Mustika Sari penyebab terjadinya penyimpangan bagasi yaitu akibat dari bagasi over,contoh kasus bagasi over adalah penumpang membawa bagasi lebih dari 20 kg, akan tetapi penumpang tersebut tidak bersedia dikenakan biaya tambahan. Penyelundupan barang yang keluar dari Indonesia termasuk barang yang membahayakan penerbangan komersial seperti penumpang membawa senjata tajam antara lain pisau lipat,tembakan,dll. Sedangkan pada penyimpangan bagasi yang tertukar disebabkan karena kesalahan petugas, ketidak siapan petugas dalam melaksanakan tugas, tidak ada koordinasi antara petugas chek in counter dengan operator bagasi. Baca lebih lanjut

Bagasi Bermasalah


Muhammad Ichsanudin

223109008 / dIII MTU A

tugas 2

Pemberlakuan
pembatasan bagasi dan barang bawaan pada moda transportasi udara
merupakan hal yang lumrah dan memang harus dilakukan karena pesawat yang
kelebihan beban akan menimbulkan resiko bahaya, oleh karena itu
permasalahan sering terjadi dalama kategori penanganan dan barang bawaan
(bagasi) baik itu over sized atau over weight.

Proses penanganan
bagasi over weight diketahui selama proses check in, dalam proses itu
penumpang wajib membayar kelebihan bagasinya sesuai dengan tarif yang
telah ditentukan airlines yang bersangkutan, petugas check in harus
menulis perhitungan jumlah berat bagasi yang harus dibayar dan
menyerahkan ke penumpang, setelah penumpang membayar EBT (excess baggage transfer), proses check in dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku.

Sedangkan Cabin baggage
adalah barang bawaan penumpang yang dibawa ke dalam cabin pesawat,
biasanya berisi keperluan pribadi selama penerbangan dan diberi label
tersendiri.

Persyaratan yang dikenanakan biasanya sebagai berikut :

  • Berat maksimal 5 kilogram.
  • Ukuran maksimal dengan panjang 45cm, lebar 35cm dan tebal 17cm.
  • Jumlah yang diperkenankan untuk dibawa hanya 1 potong untuk setiap penumpang.
  • Penanganan oversize cabin baggage pada saat check in maka petugas harus meminta penumpang untuk memasukannya sebagai bagasi tercatat.

Setiap
penumpang mendapat jatah bagasi yang berbeda, untuk kelas ekonomi yaitu
20kg, 30kg untuk kelas bisnis,dan 40kg untuk first class, untuk
menghindari kelebihan bagasi diharapkan penumpang membatasi bawaannya
hanya untuk barang yang penting saja.

“TERBANG BERSAMA HEWAN PELIHARAAN”


NAMA             :  RATIH HITANINGTIYAS

NIM                 :  224109077

KELAS           :  ZU-09

Apakah anda memiliki hewan peliharaan ? Sebagian orang beranggapan akan lebih nyaman jika membawa hewan peliharaan kita berlibur daripada harus menitipkan mereka pada pet shop atau penitipan hewan lainnya, setujukah anda ? Namun, bagaimana cara membawa hewan peliharaan bepergian dengan pesawat ? Berikut cara-cara yang umumnya di lakukan : Baca lebih lanjut

Buruknya pelayanan lost and found lion di Balikpapan


Nama : Abdul rahman zulfikar f

Nim : 224109035

Klas : ZU-09

penumpang lion air tujuan balikpapan kehilangan salah satu barang bawaanya saat  transit di semarang dan penumpang tersebut mengadu ke tempat pengaduan barang hilang dan  maskapai memberikan pada penumpang tersebut dokumen formulir Property Irregularity Report (terlampir) dan pihak maskapai memberikan nomor yang dapat di hubungi jika barang tersebut ditemukan Baca lebih lanjut

PENCURIAN BAGASI di POLONIA


NAMA            : RUDOLF MULYA

KELAS           : S1 MTU-B

NIM                : 224108263

GH ke 9


 

Pada tugas ini saya akan membahas tentang “ Pencurian Bagasi Penumpang di Bandara Polonia”. Pencurian isi tas koper yang masuk bagasi pesawat udara di Bandara Polonia, diduga masih banyak terjadi.  Syahrial Mukmin, penumpang Air Asia yang menjadi korban pencurian isi bagasi mengaku memeriksa isi tasnya, karena sebelumnya sempat melihat dari balik kaca diterminal kedatangan internasional, ada dua tenaga kerja ground handling sedang membongkar tas koper miliknya. Korban juga mengatakan, walau telah melapor kepihak berwajib namun hingga kini proses hukum dari kejadian yang dialaminya belum jelas.

Sementara itu General Manager  PT Gapura Angkasa Cabang Medan, Zahiruddin, menuding pengamanan yang dilakukan petugas keamanan maskapai penerbangan pada run side atau tempat bongkar muat bagasi pesawat hingga menuju alat pemindahan barang (conveyor belt) masih lemah,  jika security maskapai bisa bekerja maksimal maka tindakan kriminal pada run side bisa diminimalisir.

Wah, masih ada saja pencurian bagasi di bandara internasional. Selain tingkat keamanan di seluruh area bandar udara yang perlu ditingkatkan, para calon penumpang dan penumpang harus tetap waspada terhadap petugas-petugas yang tidak bertanggung jawab agar barang/bagasi mereka tetap utuh dari tindakan yang sangat merugikan penumpang seperti ini. Selain itu di butuhkan profesionalitas kerja dan peningkatan gaji bagi karyawan agar etos kerja karyawan jauh lebih baik, karena mungkin saja karyawan yang mencuri bagasi penumpang ini merasa mendapat gaji yang sedikit.

Dan juga di harapkan polisi di bandara tidak segan-segan menindak para petugas bagasi di bandara yang tertangkap mencuri isi bagasi penumpang.

System Penanganan Bagasi Penumpang kurang Memuaskan


Nama : Fajar Lazuardi Ermanto
Nim : 2241.08.141
Kelas : S1 MTU C
Tugas GH 9

Banyak yang di sesalkan akibat yang timbulkan bagasi penumpang yang hilang, barang bagasi mereka yang ternyata tidak di ketemukan atau hilang, penanganan bagasi yang kurang atau sistemnya yang kurang berjalan. Itu dapat menyebabkan ketidak pusan bagi penumpang atau konsumen yang di rugikan karena bagasi yang mereka bawa tidak ada, lemahnya pegawasan dan system yang kurang berjalan dan factor factor lainnya yang dapat terjadi pada bagasi penumpang yang hilang.
Bagi penumpang pesawat bagasi hilang di maskapai penerbangan. Banyak dari mereka mengeluhkan lemahnya sistem pengawasan barang di bandara, terutama pada saat keberangkatan. Peristiwa kehilangan barang bagasi penumpang pesawat terbang semakin memperburuk citra maskapai penerbangan di Indonesia. Untuk itu pihak instansi terkait harus menindaklanjuti setiap laporan kehilangan bagasi penumpang dengan tuntas. Pihak maskapai penerbangan harus melalakukan langkah-langkah pencegahan dan antisipasi dengan pengamanan ketat terhadap petugas-petugas bagasi. Barang bagasi yang hilang biasanya jika tidak ditemukan pihak maskapai akan memberikan kompensasi kepada korban kehilangan koper. Tetapi kadang kala kompensasi yang diberikan tidak sebanding dengan barang-barang berharga korban. Manajemen maskapai penerbangan harus mengganti rugi dengan cara yang wajar. Meskipun sudah pergantian dengan ketentuan yang berlaku, nilai pergantian masih tidak sesuai dengan barang-barang yang ada di koper. itupun dengan asumsi tidak menaruh barang-barang berharga dikoper.

Excess Baggage


Nama : Anief Budiman
Nim : 224108081
Kelas : C

Hampir setiap penumpang yang hendak melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan moda transportasi udara memiliki barang bawaan yang disebut bagasi. Setiap penumpang memiliki beraneka ragam barang bawaan dengan berat yang beranekaragam pula. Setiap perusahaan penerbangan telah menentukan berat bagasi Cuma-Cuma untuk setiap penumpang sesuai dengan kelas dan harga tiket yang telah dibayakan dan apabila berat bagasi penumpang melebihi ketentuan yang telah ditetapkan maka penumpang akan dikenakan excess baggage yaitu kelebihan bagasi dari total bagasi dikurangi baggage allowance atau bagasi Cuma-Cuma dan setiap kilo yang melebihi bagasi Cuma-Cuma dikenakan biaya. Penumpang harus membayar kelebihan bagasi sesuai dengan tariff yang telah ditetapkan oleh setiap maskapai penerbangan.
Penumpang akan mengetahui berat bagasi yang dibawanya pada saat penumpang melakukan proses check-in dengan menimbang barang bawaanya, dan apabila berat bagasi melebihi berat bagasi Cuma-Cuma maka penumpang akan dikenakan biaya kelebihan bagasi. Petugas akan memberikan informasi sehubungan dengan kelebihan berat bagasi penumpang dan biaya yang harus dibayar perkilonya dari kelebihan bagasi tersebut. Petugas akan berusaha memberikan pengertian dan solusi yang terbaik untuk mengurangi beban kelebihan bagasi penumpang selama itu kondisinya memungkinkan misalnya dengan menyarankan penumpang untuk membawa sebagian bagasinya ke cabin sebagai hand baggage yang tentunya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Penumpang yang dikenakan kelebihan bagasi akan diberikan slip kelebihan bagasi yang telah diisi oleh petugas check-in counter sebagai bukti pembayaran kelebihan bagasi yang harus ditanggung penumpang. Petugas akan membantu setiap proses yang harus dilakukan penumpang dan memberikan segala informasi yang diperlukan demi kenyamanan dan kebaikan bersama.

BAGASI


NAMA : DELA MARETIA
NIM : 2241.08.292
KELAS : C

Bagasi adalah barang bawaan, artikel, harta benda, dan barang-barang milik pribadi penumpang, baik bagasi tercatat, bagasi cabin maupun bagasi tak tercatat yang diizinkan oleh perusahaan penerbangan untuk dapat diangkut di pesawat udara guna keperluan pribadi untuk dipakai atau digunakan oleh penumpang selama melakukan pejalanan atau di tempat tujuan penumpang beraktifitas.
Bagasi digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu :
1. Checked baggage
Bagasi terdaftar dan dimuat ditempat khusus barang di dalam pesawat yang disebut cargo compartment.
2. Unchecked baggage
Barang bawaan yang dibawa sendiri oleh penumpang kedalam kabin pesawat.
3. Unaccompanied baggage/luggage
Barang bawaan penumpang yang dikirim atau diangkut sebagai kargo

Tips dalam membawa bagasi dalam dalam pesawat, adalah :
1. Sesuai peraturan penerbangan jangan menyimpan barang berharga di dalam bagasi seperti uang, perhiasan, dokumen penting, alat-alat elektronik, dan juga tidak memasukkan makanan dan obat-obatan ke dalam bagasi.
2. Setiap bagasi sebaiknya diberi label nama sebagai penanda untuk memudahkan mengenalinya.
Setiap airlines mempunyai persyaratan masing-masing mengenai bagasi yang akan diangkut, tetapi secara garis besarnya persyaratan-persyaratan itu adalah :
1. Setiap Penumpang diizinkan untuk membawa ke dalam kabin pesawat satu buah tas standar dengan maksimum berat 7 kg dan ukuran 50x36x15cm. Tas yang melampaui berat dan/atau ukuran standar tersebut diperlakukan sebagai Bagasi yang Dititipkan dan harus dimasukkan ke dalam ruang bagasi pesawat.
2. Sebagai tambahan, penumpang dapat membawa Bagasi yang Tidak Dititipkan, seperti tas tangan, tas wanita, jaket, payung, laptop, dan kamera, ke dalam kabin pesawat. Semua Bagasi yang tidak memenuhi standar di atas akan dikenakan biaya tertentu.
3. Membebaskan biaya atas Bagasi yang Dititipkan sebanyak 20 kg per penumpang. Dikenakan biaya tambahan tertentu untuk penitipan Bagasi. Kepada Penumpang diberikan Tanda Identifikasi Bagasi. Berat maksimum Bagasi yang Dititipkan adalah 32 kg per Bagasi dan diperbolehkan menitipkan lebih dari satu Bagasi.
4. Dilarang keras membawa senjata api dan peluru ke dalam kabin pesawat. Ada beberapa airlines yang menyediakan kotak khusus untuk penyimpanannya. Penumpang harus menunjukkan dokumen kepemilikan senjata api yang sah menurut hukum. Tanpa dokumen yang sah, senjata api tidak dapat dibawa. Penumpang yang membawa senjata api harus mengisi formulir “Senjata Api dan Peluru” yang tersedia di meja lapor. Ada biaya tertentu yang harus dibayar. Biaya tidak berlaku untuk anggota angkatan bersenjata atau petugas kepolisian yang berhak membawa senjata api.
5. Senjata seperti senapan, pedang, pisau antik, dan benda-benda serupa lainnya atas kebijakan beberapa airlines masih dapat diterima sebagai Bagasi yang Dititipkan ke dalam ruang bagasi pesawat, akan tetapi tidak diizinkan dibawa ke dalam kabin pesawat. Barang-barang tersebut dikenakan biaya tertentu per barang.
6. Barang-barang berbahaya (dangerous good) dilarang untuk dibawa dalam bagasi
7. korek api dan pemantik harus dibawa dalam Bagasi kabin dan tidak diperkenankan untuk meletakkannya dalam Bagasi yang Dititipkan.

Apabila anda ragu-ragu tentang barang-barang apa saja yang dapat Anda bawa ke dalam kabin atau harus dimasukkan ke dalam ruang bagasi pesawat, hubungi petugas yang bersangkutan sebelum perjalanan atau tanyakan hal tersebut kepada petugas saat anda tiba di meja lapor diri.
Walaupun transportasi udara semakin berkembang dengan banyaknya perusahaan penerbangan, tetapi masih banyak masalah-masalah yang terjadi dalam bagasi pesawat, contohnya kehilangan atau kerusakan Bagasi yang Dititipkan.
Apabila Bagasi yang Anda titipkan rusak, hilang, atau mengalami penundaan penyerahan selama penerbangan penumpang tersebut harus segera memberitahu petugas yang bersangkutan di Bandara dan mengisi “Formulir Kehilangan dan Kerusakan Bagasi.” Batas kewajiban rata-rata airlines dalam hal kehilangan atau kerusakan bagasi yang dititipkan adalah Rp. 100.000 per kg. Penumpang disarankaan untuk membeli asuransi sendiri untuk melindungi nilai dari Bagasi mereka dan isinya, khususnya apabila penumpang membawa barang penting atau berharga. Klaim akan ditangani sampai dengan batas kewajiban maskapai penerbangan berdasarkan berat barang yang bersangkutan.

Pencurian Bagasi Polonia


Rizqi Putri Utami
NIM: 224108183
Kelas : C

Pada tugas ini saya akan membahas tentang “ Pencurian Bagasi Penumpang Bandara Polonia”. Pencurian isi tas koper yang masuk bagasi pesawat udara di Bandara Polonia,disuga masih banyak terjadi. Syahrial Mukmin,penumpang air asia yang menjadi korban pencurian isi bagasi mengaku memeriksa isi tasnya,karena sebelumnya sempat melihat dari balik kaca diterminal kedatangan internasional ada dua tenaga kerja ground handling sedang membongkar tas koper miliknya,korban juga mengatakan ,walau telah melapor kepihak berwajib namun hingga kini proses hukum dari kejadian yang dialaminya belum jelas.

Sementara itu General Manager PT Gapura Angkasa Cabang Medan, Zahiruddin, menunding pengamanan yang dilakukan petugas keamanan maskapai penerbangan pada run side atau tempat bongkar muat bagasi pesawat hingga menuju alat pemindahan barang (conveyor belt) masih lemah, jika security maskapai bisa bekerja maksimal maka tindakan kriminal pada run side bisa diminimalisir.

PROSEDUR KALAU KEHILANGAN BAGASI ATAU BAGASI RUSAK


NAMA : MAULINA OCTAVIA
NIM : 2241.08.124
KELAS : C
TUGAS KE : 11

Setelah melalui pemeriksaan paspor dibagian imigrasi, anda menuju ke bagian pengambilan bagasi anda di conveyor belt, seandainya bagasi/koper anda tidak ketemu atau hilang, dan juga apabla koper anda rusak sewaktu anda terima, anda harus melapor kebagian lost dan found atau bagian “kehilangan dan penemuan”.

Beberapa hal yang perlu anda perhatikan untuk mengurus masalah ini adalah sebagai berikut:
• Bila koper anda hilang, anda harus menunjukkan bukti baggage claim tag atau tanda penerima bagasi, dimana tertera nomor bagasi anda serta tujuannya. Anda akan dibuatkan property irregularities report (laporan kehilangan) yang biasanya disingkat dengan PIR. Didalam PIR anda akan menemukan data anda dan koper anda.
• Bila koper anda rusak, anda akan dibuatkan demage report (laporan kerusakan). Apabila koper masih bias diperbaiki, maka pihak perusahaan penerbangan akan memperbaikinya, atau anda yang akan memperbaiki sendiri, nanti biayanya akan ditanggung oleh pihak perusahaan penerbangan.
Setelah semua bagasi/koper yang anda bawa anda temukan, anda langsung membawanya ke bagian pabean. Di bandara soekarno-hatta, dibagian pabean ada jalur merah dan jalur hijau. Jalur merah bagi mereka yang mempunyai barang-barang bawaan yang sekitarnya perlu dilaporkan kepada pabean untuk pembayaran bea masuk. Jalur hijau dipergunakan bagi mereka yang tidak membawa barang-barang yang perlu dilaporkan kepada pihak pabean atau tidak ada barang yang perlu dibayar bea masuk. Namun sekalipun anda menggunakan jalur hijau, kalau pihak pabean ingin melihat isi koper anda, maka anda harus membukanya, bila semua ini beres, anda bias meninggalkan bandara.

Baggage Allowance


Nama : Anief Budiman
Nim : 224108081
Kelas : C

Yang dimaksud baggage allowance adalah bagasi Cuma-Cuma yang diberikan kepada setiap penumpang dalam setiap penerbangannya.
1. Weight Concept
Pada konsep ini bagasi Cuma-Cuma yang diperbolehkan adalah suatu berat yang sudah ditetapkan sehubungan dengan kelas dan harga yang tiket yang dibayarkan , yaitu :
 Bagasi Cuma-Cuma untuk Frist class 40 kg
 Bagasi Cuma-Cuma untuk Bussiness class 30 kg
 Bagasi Cuma-Cuma untuk Economy class 20 kg
Apabila jumlah berat bagasi bawaan yang melebihi dari baggage allowance yang diberikan, maka akan dikenakan surcharge untuk bagasi lebih atau dikenakan biaya bagasi.
2. Piece Concept
Pada konsep ini bagasi Cuma-Cuma yang diperbolehkan adalah suatu piece yang sudah ditetapkan sehubungan dengan kelas dan harga tiket yang sudah dibayarkan.
Contoh :
• Untuk kelas F, C, Y adalah 2 pieces dengan jumlah berat per 1 pcs-nya adalah 32 kg dan ukuran panjangnya adalah 158 cm / 62 inc.
• Untuk Infant adalah 1 pcs dengan jumlah berat 115 cm / 45 inc.
Peraturan Piece Concept ini diberlakukan jika seseorang atau penumpang melakukan perjalan atau penerbangan ke atau dari benua Amerika termasuk Canada dengan terus menerus atau langsung dan tidak melakukan stop over disuatu negara amerika termasuk Canada.

Penanganan Klaim ( claim handling )


NUR AINY
224108091
KLS E
TUGAS GH 9

Definisi klaim atau complain : terjadi bila pelanggan ( shipper atau consignee atau freight forwarder ) yang menggunakan jasa pengiriman tidak puas akan pelayanan atau kesalahan yang telah dilakukan baik dari pihak freight forwarder maupun pihak lain yang terkait didalamnya,bentuk complain bisa hanya keluhan secara tertulis yang mana membutuhkan penanganan professional agar tidak berkembang kea rah klaim atau tuntutan secara material.
Kebijakan dari sebuah perusahaan baik penerbangan maupun freight forwarder ber variasi tetapi pada intinya keluhan dan bahkan klaim harus ditangani secara baik, dengan cara yang professional dan berorientasikan pelayanan untuk mencapai kepuasan pelanggan dan meminimalisasi berkembangnya tanggung jawab dari perusahaan. Lebih lanjut mengenai tanggung jawab penerbangan atau perusahaan ground handling.
Mishandling ( kesalahan penanganan ) : secara serius mempengaruhi minat pelanggan. Seluruh staff harus memastikan bahwa semua kasus dari kesalah penanganan secara baik ditindak lanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Akibat kesalahan dalam penanganan sebuah barang kiriman (cargo), maka akan menimbulkan kejadian atau kelainan yang merupakan hal-hal yang tidak diharapkan terjadi.
Jenis-jenis kesalahan dalam penanganan kargo :
A. Kargo kurang atau tidak lengkap pada saat dating
B. Kargo terbawa atau kelebihan pada saat diterima/ dikirim
C. Kargo tertinggal
D. Kargo teroffload
E. Kargo tidak terbawa / tidak diambil oleh pemilik/ pengurus
F. Kago salah label
G. Kargo rusak
H. Kargo hilang
I. Dokumen hilang
Tindak lanjut bila terjadi Shortanded Cargo ialah :
1. Periksa ke station yang mengangkut bisa Stasion/Negara asal (Origin stasion) untuk impor ,transit station dan stasion akhir ( final destination )untuk Ekspor
2. Data yang harus didapatkan : Nomor pesawat,No AWB, berat ,jumlah barang yang kurang ,dan hal detail lain yang dapat membantu dalam proses identifikasi .
3. Bila tidak berhasil ,kirim berita untuk melacak (tracer message )ke station lain yang dianggap memiliki potensi barang tercecer
4. Bila seluruhnya (Proses 1s/d 3 ) masih tidak membuahkan hasil (negative result) maka tindakan selanjutnya memberitahukan status tersebut /update ke shipper atau consignee
Jika stasiun yang dituju tidak dapat menemukan kargo setelah pengiriman oleh stasiun asal seperti yang tercatat dalam manifest dan stasion tersebut telah menerima balasan pesan berita pencarian melalui email /telek/fax dari stasiun asal dan stasiun transit.

Tindakan Mencegah Terjadinya Penyimpangan Bagasi


Nama : catur kusworo

nim : 224108116

kelas : E

sering terjadinya kehilangan,kerusakan,salah kirim bagasi penumpang biasanya terjadi karena miss routing (salah alamat),yaitu bagasi tidak sampai pada pemiliknya /salah kirim , untuk menghindari hal tersebut perlu dilakukan hal pencegahan sebagai berikut :
pada saat penyerahan tiket

penumpang disarankan untuk memberikan tanda pengenal pada untuk setiap bagasinya misalkan nama dan alamat pemilik dari penumpang

pada saat check in
penumpang diingatkan untuk untuk tidak menempatkan barang-barang berharganya didalam bagasi penumpang tidak boleh membawa bagasi yang seharusnya tidak dikategorikan sebagai bagasi,hal ini ditentukan dari besarnya,packingnya jenis barang yang ada didalamnya dan juga beratnya…
semua stiker dan label yang tidak sesuai dengan tujuan bagasi harus dibuang

pada saat di make up area bagasi
area make up harus dijaga agar ruangan selalu dalam keadaan terang, sehingga mempermudah pencegahan terhadap kehilangan dan kerusakan bagasi

pada waktu pemindahan bagasi dari make up area ke pasawat
pemindahan bagasi dari make up area ke pasawat diusahakan untuk dilakukan dengan waktu yang sesingkat mungkin, hold dan penarikan bagasi dari area make up ke pesawat harus dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan

di area claim bagasi
hindari hal-hal yang mengarah pada timbulnya penyimpangan,baggage claim tag dan claim tag segera diambil dari penumpangpada saat penerimaan bagasi, bagasi yang tidak bertuan harus segera diamankan.