Aktifitas Build Up di Gudang Eksport Gapura Angkasa (Part 1)


Kelompok 1

Ketua             :           Hetro Handitro (243111003)

Anggota       :           Rara Resti Regata (243111014)

                                        Zahir (243111019)

                                        Nela Rizky Febriyanti (243111023)

Kelas              :           DIII-Groundhandling

Dosen            :           Eko Probo

Pendahuluan

Build up merupakan proses lanjutan dari penerimaan barang yaitu di  Acceptance counter dalam pengiriman barang, dan merupakan salah satu proses terpenting dalam penanganan barang. Penanganan atau aktifitas dari build up yaitu berupa packing barang, penataan barang, pengecekan booked, penulisan no ULD/gerobak, penulisan nomor master barang dan penulisan jumlah barang yang dimasukkan ke dalam gerobak serta jumlah barang secara keseluruhan. Build up dapat dilakukan apabila para checker melakukan atau memiliki build up plan, yang bertujuan untuk melakukan perhitungan dan penataan barang. Kemudian data yang diperoleh dari proses Build up akan diterima oleh bagian Dokumen proses untuk di proses dan dilaporkan ke bagian Load control.

Baca lebih lanjut

PROSES SERTA PERMASALAHAN KEGIATAN ACCEPTANCE DOMESTIK


Kelompok     : 2
Ketua            : Annisa Adetyasari ( 243111002 )
Anggota       : Nurlia Handriyani ( 243111001 )
                        Anirwana Ratih ( 243111015 )
                        Bima Mahendra ( 243111016 )
Kelas            : D3 Ground Handling 2011
                                            BAB I
Pendahuluan
Kami memilih pembahasan tentang acceptance domestic cargo di gudang Gapura Angkasa bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan pengalaman selama kami kuliah lapangan di kargo, khusus nya di bagian acceptance domestic. Kami mendefinisikan bahwa  acceptance merupakan salah satu unit yang Baca lebih lanjut

BERBAGAI KEGIATAN, PERANAN DAN PERMASALAHAN DI ACCEPTANCE IMPOR


Ketua             : Erick Firdianto                    ( 243111014 )

Anggota         : Aditya Marga Setiawan     ( 243111012 )

Erna Setiawati                    ( 243111022 )

Novia Nur Fitriani              ( 243111011 )

Kelas              : D III Ground Handling

Tugas             : 1

 

Kami dari kelompok  5 memilih tema berbagai kegiatan, peran dan permasalahan di acceptance impor,  karena acceptance impor merupakan salah satu hal yang penting dalam berjalannya kegiatan impor kargo. Kami melakukan penelitian ini berdasarkan pengalaman kuliah lapangan yang kami lakukan di PT Gapura Angkasa. Baca lebih lanjut

Aktivitas di Acceptance Cargo Export


Nama Kelompok      :           Intan Hayati                          2432.11.026 (KETUA)

Trounne Vionadea              2431.11.027

Dwika Kurniawan                2431.11.028

Abraham Julius Pangau    2431.11.020

Kelas                          :              D3 – Ground Handling 2011

BAB I

PENDAHULUAN

 

            Banyak hal menarik yang perlu dicermati dalam usaha pengiriman cargo udara, salah satunya adalah pengiriman barang keluar negeri (export barang).  Sebelum barang masuk di gudang cargo dalam hal ini cargo international export tentunya perlu diadakan seleksi atau pengecekan barang yang di lakukan pertama oleh bagian acceptance, di sinilah tanggung jawab perusahaan cargo dimulai. Baca lebih lanjut

laporan kuliah lapangan rey filda welman


LAPORAN KULIAH LAPANGAN REY FILDA WELMAN D-III GROUND HANDLING 2431.11.005 Dalam laporan kuliah lapangan kali ini saya Rey akan menceritakan bagaimana pengalaman saya dalam melakukan kuliah lapangan atau praktik lapangan yang akan dilaksanakan selama 2 hari lamanya, untuk mempersingkat waktu langsung saja saya akan memulai cerita saya ini. 1. Hari Pertama Pada hari pertama saya beserta teman saya yang berjumlah 5 orang yang terdiri dari Zahir,Rara,Vega,Tari,dan tentunya saya sendiri. Kamipun sudah berkumpul dan kami menuju keruangan Pa.Eko Probo, beliau adalah dosen kami di STMT dari mata kuliah warehousing dan beliaulah yang meminta kami untuk melakukan kuliah praktek ini. Sesampainya di ruangan Pa.Eko Probo, kamipun dipisahkan utuk melakukan tugas kami masing – masing, yaitu Zahir dicargo domestic bagian bill up, Vega dicargo domestic bagian accepton, Tari dibagian import, dan tinggal saya berdua dengan Rara, kamipun ditugaskan untuk bertemu dengan Pa Agus di bagian Eksport, sesampainya di bagian eksport kami dipisahkan Rara dibagian eksport accepton dan saya dibagian eksport docpros. Mula – mula saya disuruh Pa Agus menunggu pembimbing saya, tetapi selama 30 menit saya menunggu pembimbing saya tidak datang datang, dan sayapun merasa tidak enak hati karena tidak melakukan pekerjaan apapun, sampai pada akhirnya saya beranikan diri untuk bertanya dan menjelaskan bahwa disini saya akan melakukan kuliah lapangan, tetapikebetulan sekali bahwa ternyata beliau adalah Pa.Jali orang yang saya tunggu selama 30 menit tadi. Beliaupun mengajarkan saya bagaimana cara untuk membuat manifest, tetapi sebelum itu mula mula beliau meminta saya untuk foto-copy terlebih dahulu manifest yang saya akan buat, sesudah di foto-copy beliau menjelaskan bahwa kegunaan manifest adalah untuk memeriksa cargo dan mempersiapkan apa saja yang diperlukan untuk loading dan unloading suatu pesawat. Beliaupun memberitahukan kepada saya bahwa cargo memiliki 5 jenis yang berbeda, yaitu General cargo (cargo yang tidak perlu penanganan khusus / penanganan hanya dengan cara biasa), Special Cargo ( kargo yang perlu penaganan khusus), Dangerous Goods ( barang barang yang berbahaya), Human-Remain ( cargo yang berisi jasat manusia yang sudah meninggal), dan post mail ( Pos Indonesia), sayapun berfikir bahwa ini berbeda dengan yang diberitahukan Pa.Eko bahwa jenis cargo ada 3 yaitu General cargo, Special cargo, dan Dangerous Goods, sayapun bertanya kepada Pa.Jali, dan Pa.Jali mengatakan bahwa tidak bukan 3 tetapi 5, lalu sayapun berfikir “ ya sudahlah berapapun jenis cargonya yang terpenting bahwa penangananya adalah harus dengan cara yang tepat”. Sesudah selesai membuat manifest saya diajarkan bagaimana cara untuk melakukan fax, agar manifest tersebut sampai kepada pihak apron, sesudah pihak apron menerima dan mengconfirmnya, dan pesawat yang ditunggu sudah datang sayapun ditugaskan Pa.Jali untuk pergi ke apron dan mempelajari proses loading dan unloading. Sesampainya diapron saya mengetahui bagaimana sebuah pesawat melakukan proses loading dan unloading tersebut. Dan sesudah selsesai sayapun kembali ke Docpros, dan tidak terasa sudah jam 13.30 dan ini berarti saya sudah harus ke ruangan ke Pa.Eko untuk pulang, lalu sayapun akhirnya berterima kasih kepada Pa.Jali karena telah mau membimbing saya dalam kuliah praktik kali ini, semoga ilmu yang didapat di hari pertama ini dapat berguna bagi saya untuk masa depan nanti. 2. Hari Kedua Hari kedua adalah hari terakhir saya melakukan kuliah lapangan kali ini, dan hari keduapun tidak berbeda dengan hari pertama tetapi yang membuat berbeda adalah kelompok kami yang sekarang bertambah satu orang yang bernama Adit. Setelah itu mulailah pemisahan seperti hari pertama, kali ini saya berada di gudang domestic bagian bill up, yang mana kemarin tempat ini ditempati oleh zahir. Sesampainya di bill up saya diperkenalkan kepada Pa.Husen beliau adalah pembimbing saya di gudang domestic bagian bill up, dan oleh Pa.Husein saya ditugaskan sebagai seoarang Cheaker (orang yang bertugas memeriksa cargo yang akan dikirim kepesawat untuk dibawa terbang kebandara tujuan), dan sekaligus saya berperan sebagai Porter (orang yang bertugas mempersiapkan barang barang yang akan dikirim kepesawat). Lalu saya bertugas untuk mengangkut cargo kedalam gerobak, tetapi sebelum itu saya memeriksa cargo yang akan diangkut kegerobak, apakah cargo tersebut sudah sesuai ataukah ada kekurangan cargo atau bahkan kelebihan cargo ? Lalu setelah itu saya membuat laporan dari setiap cargo yang saya periksa tadi dengan cara mencatat Surat Muatan Udara tersebut dan menulisnya dalam selembar kertas laporan, kemudian setelah itu sayapun mengangkat setiap cargo untuk dimasukkan kedalam gerobak. Banyak cargo yang berbeda beda tempat tapi satu destination yang sama, maka dari itu untuk untuk mempermudah pengangkutan cargo diperlukan benda seperti dibawah ini, yang berguana untuk mempercepat waktu dan mempermudah pengangkutan karena benda ini memiliki kepraktisan yaitu dapat mengangkut cargo yang banyak dalam sekali dorong.Dihari itu banyak destination yang sudah saya kerjakan seperti Padang, Solo, Kediri, dan Medan. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 13.30 dan ini berarti saya harus berpamitan untuk pulang, tetapi sebelum itu saya harus merapikan gudang, dan menaruh pallet pallet yang tadi dipakai untuk tempat cargo dalam satu tumpukkan yang sama, untuk mempermudah hal tersebut maka saya menggunakan forklift. Setelah selesai merapikan gudang maka selesailah tugas kuliah lapangan kali ini. Walaupun Cuma 2hari kuliah lapangan, tetapi saya merasa kuliah lapangan ini sangat bermanfaat untuk memperdalam ilmu dan wawasan saya khususnya dibidang pergudangan. THE END

PERBEDAAN SURAT JALAN DAN DELIVERY ORDER PADA SAAT MEMASUKI AREA CARGO IMPOR DI BANDARA SOEKARNO HATTA


NAMA  : HAYU MURLANI

NIM       : 224109120

TUGAS KE  4

PERBEDAAN SURAT JALAN DAN DELIVERY ORDER PADA SAAT MEMASUKI AREA CARGO IMPOR DI BANDARA SOEKARNO HATTA

 

Saya disini hanya memiliki pengalaman pribadi saja mengenai perbedaan surat jalan dan delivery order saat trucking di bandara soekarno hatta. Saya bertanya pada seorang security di pintu masuk area cargo impor di bandara soekarno hatta saya menanyakan dokumen apa saja sih yg harus ada supaya mobil trucking tersebut bisa masuk ke area cargo import? Security tersebut menjawab dokumen yg harus di lampirkan yaitu berupa PAS masuk orang,PAS masuk kendaraan serta delivery order (DO). Disitu saya menanyakan mengapa harus delivery order? Sedangkan kendaraan pengangkut itu butuhnya hanya surat jalan yg berisikan jumlah barang berat barang plat nomor kendaraan. Yg saya ketahui itu delivery order di terbitkan saat seorang consignee atau freight forwarder memproses barang itu keluar dari gudang yg siap di angkut oleh mobil truk dan setelah barang keluar baru surat jalan di terbitkan.

Setelah itu saya tanya ke securitynya lagi mengapa harus DO bukan surat jalan dan security itu menjawab saya hanya di beritahu oleh atasan untuk meminta dokumen tersebut.

Jadi kesimpulannya adalah delivery order adalah surat untuk proses keluarnya suatu barang agar dapat dibuatkan surat jalan.

ANALISIS SWOT PENANGANAN CARGO LIVE ANIMALS (AVI)


PENERIMAAN DAN PENANGANAN  DAN PERLINDUNGAN BAGI BARANG KIRIMAN BERUPA HEWAN HIDUP – AVI (acceptance,handling and protection of live animals)

Hewan hidup yang di terima sebagai barang kiriman khusus dalam keadaan baik dan sehat. Pastikan bahwa seluruh ketentuan IATA tentang pengiriman hewan hidup sudah di penuhi oleh pengirim.

Hal hal yang di perhatikan secara khusus:

  1. Tunduk kepada ketetapan peraturan penerbangan sesuai regulasi IATA bagi pengiriman hewan hidup.
  2. Surat pernyataan pengiriman yang dibuat secara tertulis oleh pengirim dan di tandatangani
  3. Kemasan kontainer yang digunakan untuk membawa kiriman hewan hidup harus sesuai dengan prinsip design standard yang tertuang dalam IATA regulation
  4. Marking dan labelling harus dilakukan secara benar
  5. Pengiriman harus melalui reservation dulu
  6. Hewan yang dikirim adalah bukan hewan yang di lindungi oleh pemerintah

Penerimaan umum dan penanganan standard pengiriman hewan hidup

  1. Perhatikan khusus ketika menangani hewan kiriman tersebut. Kiriman hewan hidup yang menunggujadwal keberangkatan harus di tangani di area yang bebas dari tumpukan barang dan temperatur yang sesuai dengan kondisi hewan tersebut harus di jaga
  2. Hanya hewan yang dalam kondisii sehat yang layak di terima untuk pengiriman. Jika hewan dalam keadaan hamil maka pengirim harus membuat surat pernyataan bahwa hewan kiraman tersebut dalam keadaan hamil.
  3. Untuk melindungi kiriman hewan hidup dari angin atau temperatur udara yang ekstrim, kandang atau kemasan hewan harus selalu di tutup atau terlinduung sementara. Perhatian seperti ini agar melindungi hewan kiriman agar tidak mati atau lemas
  4. Penyusunan harus di buat sedemikian rupa untuk hewan hidup agar dapat di turunkan sesegera mungkinn jika tiba di bandaara tujuan.

Sertifikat utuk pengiriman  hewan hidup

SHIPPER’S RESPONSIPIBILITY

  1. The animals being tendered for transportation  are not prohibited by goverment
  2. All the required export, import, and/ or transit health certificates, licencesor permit
  3. The animal shipment are properly classified described, packed, marked and labeled
  4. The IATA shippers certificate for live animals has been properly completed induplicate
  5. Pregnant animal must not tendered for transportation without official veterynary certivicate certivying that animals are fit to travel and that there is not riskor birth occuring during the entire of journey
  6. No animals are to be tendered for transportastion having give birth in trhe last 48 hours before teha star of the journey
  7. The animals hans been properly prepared for transportation
  8. The consignee has beeb advised of the light details in order to arrange immediate collection on arrival

Memberi label dan tanda

Pengirim bertanggung jawab untk menempelka label /sticker yang jelas dan tahan lama, berisi nama pengirim, alamat, jalan nomer dan nama kota, seperti yang tertera di SMU/AWB, disetiap kemasan barang kiriman.

Lampirkan paling sedikit satu dari “IATA LIVE ANIMAL” label  atau tag di setiap kandang kiriman hewan hidup,kecuali disetiap kemasan / kandang tersebut sudah tertera seperti yang disyaratkan. Sebagai tambahan sticker THIS WAY UP harus ditempelkan jika mungkin diempat kemasan untuk mengindikasi posisi tidak tebalik

Schedule and routing of live animals

tidak disarankan untuk pengiriman hewan hidupmelalui penerbangan transit, sebaiknya melalui penerbangan denghan rute langsung untuk menghindari penanganan yang berkali-kali dan perubahan cuaca

reservations for live animals

diharuskan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu untuk pengiriman hewn hidup, agar dapat disediakan tempat yang memadai

feeding

biasanya tidak diharuskan membeli makanan kepada hewen hidup pada waktu dipesawat, akan tetapi jika diharuskan demikian maka hal ini menjadi tanggung jawab pihak pengirim. Air yang diberikan kepada hewan hidup haruslah air bersih yang tidak terkontaminasi dan bukan air es.

Stowage of live animals (cara pemuatan / pengemasan hewan hidup)

a)      Container yang digunakan harus aman secara terstruktur untuk dimuat dalam pesawat untuk mencegah bergesernya kemasan/ kandang hewan hidup inidapt merusak pesawat

b)      Hewan hewan ini harus dimuat atau dibongkar sedekat mungkin dengan pesawat

c)       Hewan jangan dimuat didekat kargo lain yang mungkin dapat menimbulkan cedera

d)      Kontainer hewan-hewan jangan pernah diletakkan terbalikharus dilengkapi sticker untuk peletakan posisi

e)      Pengiriman harus menyediakan oxygen , makanan dan ventilasi udara yang cukup sesuai peraturan standart dari IATA tentang pengiriman baranghidup

f)       Lantai contaner hewan harus dialasi serpihan kayu atau serbuk gergaji kayu

g)      Barang kirima hewan hidup harus diperlukan sebagai barang kiriman kategori kargo basah “(wet cargo)”

Stowage in aircraft of live animalsn (pemuatan hewan hidup di pesawat)

a)      Kontainer hewan ini selalu diikat untuk menghindari bergeser saat tinggal landas, mendarat ataupun selama penerbangan berlangsung

b)      Kontainer atau kadang-kadang hewan ini harus ditaruh ditempat yang cukp lapang agar terdapat sirkulasi udara yang cukup.

c)       Tegantung bagaimana kualitas kandang , penanganan harus tetap ekstra hati-hati

d)      Jika terjadi keterlambatan penerbabangan maka harus ditangani sesuai insrtuksi pengirim

e)      Hewan-hewan ditaruh sedemikian rupa jika ada penerbangan transit

f)       Kontainer/kandang tidak boleh ditaruh di bawah ventilasi udara pesawat atau di bawah cahaya lampu

g)      Hewan yang bermusuhan secara alam harus ditaruh berjauhan

h)      Jauhkan hewan yang berlainan jenis kelamin

i)        Hewan-hewan harus dijauhkan dari cairan kimia ayau bahan kimia

j)        Hewan-hewan loboratorium / percobaan harus  ditaruh sejauh mungkin kontaminasi

 


ANALISIS SWOT DAN MATRIX EVALUASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL

Factor internal

NO

KEKUATAN

KELEMAHAN

1

Pencitraan Garuda Indonesia yang baik Tarif mahal

2

Pelayanan Pengontrolan packaging kurang maksimal

3

Experience Kantor distribusi yang tidakmerata/sulit dijangkau

4

Fasilitas

5

Jaringanluas

6

Jumlah armada yang banyak

7

Teknologi yang modern

8

Memilikikerjasama / jaringan yang banyak

9

Iklan / promosi

Factor External

NO

PELUANG

ANCAMAN

1 KebutuhanMasyarakatakan airlines yang mempunyaijaringanluas -          Bermunculanpesaing
2 Hargaminyaktinggimakaberkurangpesaing -          Cuaca
3 Loyalitaskonsumen -          Dayasaingharga
-          Pajak yang tinggi

Matrix evaluasi factor internal

NO

KEKUATAN

BOBOT

PERINGKAT

SKOR BOBOT KEKUATAN

1 Pencitraan Garuda Indonesia yang baik

0,10

3

0,3

2 Pelayanan

0,07

2

0,14

3 Experience

0,15

3

0,45

4 Fasilitas

0,05

2

0,1

5 Jaringanluas

0,03

2

0,06

6 Jumlah armada yang banyak

0,02

2

0,04

7 Teknologi yang modern

0,03

2

0,06

8 Memilikikerjasama / jaringan yang banyak

0,02

1

0,02

9 Iklan / promosi

0,05

2

0,1

TOTAL

1,27

NO KELEMAHAN BOBOT PERINGKAT SKOR BOBOT KELEMAHAN
1 Tarifmahal

0,15

4

0,6

2 Pengontrolan packaging kurangmaksimal

0,08

2

0,16

3 Kantor distribusi yang tidakmerata/sulitdijangkau

0,10

3

0,3

TOTAL

1,06

NO PELUANG BOBOT PERINGKAT SKOR BOBOT PELUANG
1 KebutuhanMasyarakatakan airlines yang mempunyaijaringanluas

0,08

2

0,16

2 Hargaminyaktinggimakaberkurangpesaing

0,15

3

0,45

3 Loyalitaskonsumen

0,10

3

0,3

TOTAL

0,91

NO ANCAMAN BOBOT PERINGKAT SKOR BOBOT ANCAMAN
1 Bermunculanpesaing

0,12

3

0,36

2 Cuaca

0,08

3

0,24

3 Dayasaingharga

0,06

2

0,12

4 Pajak yang tinggi

0,15

3

0,4

TOTAL

1,17

S

             2,33

                                                                                                                                   T                                                                                                               O

                                            2,08

W

Pengiriman Merosot, Pengusaha Kargo Udara Resah? ?


Nama     : Fitri Atriningsih

NIM       : 224109288

Kelas     : MTU C

Tugas GH 3

Pengiriman Merosot, Pengusaha Kargo Udara Resah? ?

Di Jawa Timur pengiriman barang melalui angkutan udara mengalami penurunan dan beralih ke transportasi darat karena tarifnya yang lebih murah, menurut data pada bulan Februari 2012 yang lalu kargo udara turun 10% hingga 15% di banding bulan sebelumnya.

Menurut saya dalam hal ini pengusaha kargo udara tidak perlu terlalu cemas ataupun resah, karena persaingan itu adalah suatu hal yang wajar. Saya juga yakin pengiriman kargo udara masih banyak diminati oleh masyarakat selama perusahaan tersebut memberikan pelayanan yang baik terhadap para customernya, mungkin yang perlu diperhatikan tentang rencana kenaikan harga minyak dunia yang akan mempengaruhi tarif angkutan udara, namun menurut saya selama tarif itu masih di atas rata-rata dan pelayanannya bagus tidak akan menjadi masalah.

Dan yang harus dikaji dan ditindaklanjuti  adalah bagaimana menyesuaikan tentang rencana kenaikan minyak dunia yang akan mempengaruhi tarif angkutan udara dengan pelayanan yang diberikan pengusaha kargo udara tersebut sehingga customer dapat menerima dengan bijak kenaikan tersebut dan perusahaan kargo  udara tidak perlu khawatir dengan beralihnya angkutan kargo melalui transportasi darat.

Kenaikan biaya kargo


Nama                    : Yulita Nourul Fitri

NIM                       : 224109285

Kenaikan biaya kargo

Rencana kenaikan harga penerbangan dilihat akan semakin menekan kinerja ekspor usaha kecil menengah (UKM). Sebab, biaya logsitik yang naik ditambah turunnya permintaan dunia semakin memperkecil margin keuntungan UKM. Komponen biaya logistik dari total produksi biasanya berkisar 12-14%. Jika ada kenaikan harga akibat kenaikan harga minyak dunia, komponen ini bisa bengkak menjadi 15-16% dari total biaya produksi.

Untuk produk yang diekspor dengan kargo udara, harga jual sulit dinaikkan karena permintaan dunia sedang turun, pembeli jadi raja. Kalau harga jual itu lihat kondisi pasar. Pembeli mengurangi pembelian, barang ekspor harganya tidak bisa naik, terpaksa margin yang diturunkan.Penurunan margin paling terasa pada ekspor UKM, terutama pada usaha padat karya, misalnya garmen, padahal usaha tersebut sudah rendah.

KETIDAKTERATURAN PARKIR DI AREA CARGO IMPOR BANDARA SOETA


NAMA    : EKO PRIYANTO

NIM         : 224109182

KELAS    : S1 MTU C

Ketidakteraturan parkir di area cargo impor bandara soeta

di area kargo impor bandara soeta terhitung sangat padat sekali bahkan bisa menampung kurang lebih sampai 50 mobil truk 6 roda. dan juga bisa menampung 5 mobil trailler 22 roda. sangat besar sekali namun mengalami beberapa kendala dalam area perparkiran itu untuk berlomba lomba mencari angkutan. namun terkadang kendalanya mobil tersebut ngetem untuk menariik muatan walaupun ada peraturan mobil yg masuk ke area parkir tersebut harus memiliki DO ( Delivery Order ) dari orang yg handling dalam mengeluarkan barang impor tersebut.   namun kondisinya dengan memberi tip kepada petugas pemeriksa pas masuk area cargo dan delivery order tersebut. seperti dalam tulusan awal saya yg isinya adalah pemberian uang tip di area cargo di bandara soeta telah membudaya, kalian harus tau bahwa bukan instansi saja yg mendapat tip bahkan seseorang yg memeriksa pas masuk pun merasakan kebudayaan itu. oleh karena itu terjadi ketidak teraturan dalam parkir di area cargo tersebut bahkan terjadi antrian dalam memasuki area cargo tersebut. dan keterlambatan dalam pengiriman barang ke pabrik tempat pengolahan barang impor tersebut. karena banyak mobil angkutan yg memenuhi area tersebut yg mencari angkutan tampa memiliki Delivery order tersebut.

saran saya kepada pihak pengelola area kargo di bandar udara, mohon di tertibkan situasi ini karena akan menghambat dalam penyerahan barang ke consignee. karena antrian yg terjadi dalam pengangkutan di area kargo. terima kasih

Rina Sulistia : ANALISA PESAWAT KARGO DIDESAIN BERBENTUK UFO (SKYLIFTER)


ANALISA PESAWAT KARGO DIDESAIN BERBENTUK UFO (SKYLIFTER)

Nama : Rina Sulistia Dini

Nim     : 2241.09.164

Kelas  : S1 MTU E

PART 4

BAB IV

 Analisis

Pendapat saya setuju dengan pendapat narasumber Bapa Chaidir Tasran tentang pesawat kargo didesain berbentuk ufo (skylifter) sangat efektif dan efesien dalam penerapannya untuk di era sekarang ini yang semakin maju. Karena berdampak baik bagi perusahaan kargo dan dilihat dari sudut pandang ekonomi pun, pesawat kargo yang didesain berbentuk ufo (skylifter) dapat membantu masyarakat pelosok atau daerah-daerah terpencil dalam pengiriman dan penerimaan kargo ke suatu negara. Sehingga untuk kedepannya pengiriman kargo dapat cepat, tepat dan terarah.

Menurut landasan teori yang saya baca dari situs The Economist bahwa pesawat kargo berdesain ufo (skylifter) dibuat untuk mengatasi berbagai hambatan dalam pengangkutan dan jasa pengiriman kargo. Pesawat skylifter bisa mengangkut barang sebesar 150 ton dan akan memungkinkan kendaraan itu mengatasi angin kencang dan tetap bisa melaju dalam jarak sampai 2.000 kilometer dengan kecepatan 45 knot atau 83 kilometer per jam. Pesawat rancangan perusahaan aeronautical, ‘Skylifter’ ini tidak hanya mampu mengangkat komponen barang berat, bahkan satu gedung sekaligus – mulai bangunan rumah sakit di pedesaan, pusat bantuan bencana, sampai jadi pesawat pesiar mewah. Selain sayapnya yg mirip piring terbang, ‘Skylifter’ juga menggunakan perangkat baling-baling yg disebut Voith-Schneider – yg mirip dengan roda dayung. Sehingga dapat dikatakan pesawat kargo yang ramah lingkungan serta sebagai solusi pengangkutan kargo yang sempurna untuk mengembangkan suatu negaranya itu sendiri sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi yang serba super.

Faktor- Faktor Penghambat Pengiriman Dokumen dan Barang


Faktor- Faktor Penghambat Pengiriman Dokumen dan Barang

Nama : Siska Yulianti

Nim     : 224109335

Kelas  : E

BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Dewasa ini dalam membuat perencanaan distribusi yang baik, diperlukan banyak data akurat. Namun, beberapa data masukan dalam perencanaan distribusi, bukan merupakan data akurat, melainkan data perkiraan. Umumnya data tersebut tidak dapat dipastikan jumlahnya dengan jelas. Hal ini dapat dikarenakan panjangnya rantai informasi yang saling terkait satu sama lain sehingga menyebabkan beberapa informasi tidak lengkap atau tidak tersedia,yang dapat menghambat pengiriman. Baca lebih lanjut

Pembatasan Pembawaan Zat Cair, Gel dan Aerosol untuk Penerbangan Internasional


Nama : Cristo Beruat

Nim : 224108233

Tugas ke 5

Narasumber : Steven Barraclough, Kedutaan Besar Australia

Dengan semakin maraknya aksi terorisme yang terjadi di berbagai belahan bumi dalam beberapa tahun belakangan ini mengakibatkan beberapa negara menetapkan berbagai aturan penerbangan udara untuk melindungi keselamatan penerbangan dan wilayah mereka dari ancaman teror. Baca lebih lanjut

Termasuk Cargo Jenis Apakah Mobil Itu?


Nama             : Vina Yunitasari W.H.

NIM                 : 224109314

Kelas              : ZU09

Narasumber  : Ibu Siska Monalisa Silalahi, Dosen Basic Air Cargo – STMT Trisakti

Mobil itu termasuk special cargo tepatnya Dangerous Goods (DG). Kenapa mobil itu termasuk DG karena ada beberapa komponen-komponen berbahaya seperti, bensin dan oli, semua Baca lebih lanjut

Pelacakan Cargo Yang Hilang


Nama   : Linawati

Nim      : 224108093 ( S1 – MTU )

Pelacakan Cargo Yang Hilang

Pencarian cargo yang hilang memerlukan penanganan yang sangat perlu hati-hati, jika tidak bisa menyebabkan kesalahan dalam pencarian, maka dari pada itu perlunya tahapan-tahapan dalam pelacakan cargo.

Tahapan yang harus dilakukan sebagai berikut :

  • Periksa informasi apa yang telah diterima apakah cargo tersebut diturunkan atau tidak
  • Periksa dan hubungi semua kantor di airport dan kota-kota yang mungkin menerima cargo yang hilang tersebut

Jika hasil dari pemeriksaan seperti diatas tidak berhasil, segera lah kirim standar berita indentifikasi, lalu berikan keterangan pemberitahuan tentang isi cargo yang hilang.

Jika tahapan diatas tidak berhasil juga perlu adanya pemeriksaan dokumen sebagai berikut :

  • Kirim berita pencarian terakhir paling lambat 7 hari setelah berita pencarian pertama, termasuk infomasi sebagai berikut :
    • Tunjukan bahwa ini pencarian yang terakhir
    • Nomor file
    • Kode perbedaan
    • No. Penerbangan / tanggal
    • Kode cargo
    • Asal dan tujuan
    • Nama pengangkut dan alamat
    • Nama penerima dan alamat
    • Ciri-ciri pembungkus dan tanda-tandanya
    • Di airport tujuan penerima seharusnya tetap mencoba menghubungi kemungkinan cargo yang hilang dikirim dengan cara lain
    • Jika pada saat menerima berita pencarian terakhir, tidak mempunyai bukti bahwa barang pasti diangkut, harus memeriksa kemungkinan barang diangkut pada penerbangan lain
    • Jika cargo yang hilang ditemukan, kirim melalui penerbangan pertama yang ada dan kirim berita segera kepada stasion yang mencari cargo tersebut.

Lalu mereka harus segera kirim pemberitahuan kepada stasion asal sehingga dokumen mengenai pncarian cargo tersebut dapat ditutup.

Regulated Agent, Aduh Apa Sih Itu?


Oleh : Ratu Aulia Rahimah

NIM : 224109011

Kelas : ZU-09

 

Ini nih yang jadi pertanyaan hampir satu kelas. Tugas dari Bu (atau Kak, mungkin) Siska Amonalisa Silalahi, SE ini bikin kita rada kebingungan, soalnya nggak ngerti harus nanya ke siapa. Malah deadline-nya cuma seminggu huhu. Walaupun status kita adalah mahasiswa kelas ZU, tetep aja stuck saat harus menjawab pertanyaan yang rada-rada misterius gini. Baca lebih lanjut

BAGAIMANAKAH PENANGANAN YANG BAIK TERHADAP ‘SPECIAL CARGO’ AGAR TIDAK MEMBAHAYAKAN PENERBANGAN?


BAGAIMANAKAH PENANGANAN YANG BAIK TERHADAP ‘SPECIAL CARGO’ AGAR TIDAK MEMBAHAYAKAN PENERBANGAN?

NAMA                                    : ROKHMAH KARTIKA PUTRI

NIM                                         : 224109195     

KELAS                                   : E

Tugas                                       : Ke 3

JAWABAN (sumber : Bpk. Suharto Abdul Majid)

Setiap masing-masing perusahaan cargo maupun perusahaan penerbangan wajib meningkatkan pelayan terhadap ‘special cargo’ secara khusus dari prosedurnya, kemasan, penempatan baik di dalam gudang penyimpanan maupun pada saat penempatannya di dalam pesawat, pada saat bongkar-muat. Hal itu juga harus dilakukan dengan sumber daya-sumber daya yang handal baik dari segi SDM maupun dari segi peralatan maupun teknologi yang dipakai. Perlakuan yang diberikan juga tergantung dari tingkatan/level dari ‘special cargo/dangerous goods’ tersebut, orang-orang yang terlibat dalam penanganannya pun harus dilengkapi oleh sertifikat-sertifikat yang terkait sehingga orang tersebut memiliki wewenang dalam mengawasi/menangani ‘DG’. Baca lebih lanjut

“TERBANG BERSAMA HEWAN PELIHARAAN”


NAMA             :  RATIH HITANINGTIYAS

NIM                 :  224109077

KELAS           :  ZU-09

Apakah anda memiliki hewan peliharaan ? Sebagian orang beranggapan akan lebih nyaman jika membawa hewan peliharaan kita berlibur daripada harus menitipkan mereka pada pet shop atau penitipan hewan lainnya, setujukah anda ? Namun, bagaimana cara membawa hewan peliharaan bepergian dengan pesawat ? Berikut cara-cara yang umumnya di lakukan : Baca lebih lanjut

GAJ ( GULF AIR JAKARTA )


NAMA           : FAUZIA UTAMI

NIM                : 2241.08.273

TUGAS          : GH KE-8

KELAS          : S1. MTU B

 


Di tengah krisis yang melanda indonesia sejak beberapa tahun terakhir , justru perusahaan jasa pengiriman banyak yang maju dan sukses. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan transportasi mempunyai peran penting yang sangat besar dalam perekonomian suatu negara. Arus barang domestik dan internasional dalam era globalisasi dan pasar bebas akan semakin meningkat karena wilayah perdagangan dan kebutuhan konsumen akan barang dan produk yang bermutu dan bersaing sudah tanpa batas. Bagi perusahaan jasa angkutan internasional keadaan itu merupakan suatu peluang besar yang tak terbatas.

Maka dari itu setiap perusahaan penerbangan juga mempunyai strategi sendiri untuk menarik pengguna jasanya. Sama halnya dengan GAJ ( gulf air jakarta) yang berusaha terus dalam meningkatkan bisnis kargonya.

Seperti yang kita ketahui saat ini yang menjadi tantangan terberat bagi GAJ yaitu bagaimana mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan penerbangan lain yang melayani rute-rute yang sama, yang membuat persaingan industri penerbnagan semakin kompeti atau kompetitif.

Karena seperti yang kita ketahui semua, bahwa sektor perhubungan udara merupakan moda transportasi yang sangat berkembang saat ini dan merupakan sarana yang efektif dalam melaksanakan mobilitas manusia dan barnag. Transportasi udara juga merupakan salah satu jenis transportasi yang memengang peran penting, mengingat bahwa, ciri-ciri yang dimiliki oleh transportasi ini yaitu ;

  • Kecepatan
  • Ketepatan waktu
  • Aman
  • Dll.

 

KARGO DI INDONESIA


Nama : Mutiara

NIM : 224108151

 

Kementerian Perhubungan akan menjadikan lima bandara di Tanah Air menjadi pusat penyebaran kargo khusus yakni di Batam, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Biak sebagai upaya peningkatan kargo di Indonesia, dan dalam jangka panjang Kemen-hub akan membentuk bounded area atau bandara pusat penyebaran kargo dengan dilengkapi fasilitas penanganan kargo.

Dipilihnya lima bandara yang disebutkan di atas, karena mencatat volume kargo terbesar di Indonesia yakni kegiatan kargo udaranya paling aktif.

 

Sebagai contoh di Bandara Soekarno- Hatta Jakarta, volume kargo mencapai 510.442 ton pada 2010 atau menguasai 53% dari total kargo internasional dan 47% kargo domestik.

Untuk jangka pendek, Kemenhub menargetkan dapat membentuk pusat penyebaran kargo yang masih bercampur dengan penumpang. Bandara itu akan dilengkapi fasilitas penanganan kargo, yakni di Bandara Polonia Medan, Soekarno-Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Ngurah Rai Denpasar, dan Hassanuddin Makassar.

 

Diharapkan ada kemudahan bagi investor untuk bergerak dibidang angkutan kargo udara, baik maskapai berjadwal maupun tidak berjadwal untuk peningkatan kemampuan kargo udara di Tanah Air di mana fasilitas bandara terbatas, kemampuan perusahaan nasional terbatas, serta keuangan negara juga terbatas padahal volume kargo udara terus bertumbuh pesat.

 

Di sisi lain terdapat ancaman dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura melakukan investasi besar-besaran di bidang sarana dan prasarana transportasi udara, pelayanan, fasilitas dan daya saing termasuk pelayanan inspeksi kargo.

 

Seperti yang kita tahu transportasi udara negara tetangga sangat baik. Dengan demikian perlu ditingkatkan lagi kecakapan sumber daya manusia di bidang penanganan kargo, baik general kargo maupun kargo barang berbahaya baik di perusahaan angkutan udara maupun pengelola bandara.

 

Hampir semua bandar udara internasional di Indonesia belum diakui memiliki standar internasional karena seluruh bandara tersebut belum memiliki standar keamanan untuk penerbangan. Hanya Bandara Ngurah Rai saja yang mendapatkan sertifikat. Bahkan Bandara Soekarno Hatta pun belum memperoleh pengakuan.

CARGO HANDLING


NAMA   : MELISA SUSANTY

NIM       : 2241.08.279

KELAS : S1 MTU-B

TM GH-11

Cargo handling yang biasa kita kenal secara umum adalah pengiriman barang melalui pesawat udara,. Padahal dalam dunia pengiriman / cargo sangat memerlukan perhatian khusus karena barang barang yang dikirim telah dikemas oleh si pengirim tanpa bisa dilihat petugas cargo, disini petugas cargo dapat meminta penjelasan kepada si pengirim apakah cargo umum, atau barang-barang yang memerlukan perhatian khusus, seperti : dangerous goods, perishable goods, valueable goods, live animal, dll. Barang-barang tersebut didalam sistim pengirimannya memerlukan persyaratan-persyaratan khusus baik packingnya, maupun surat-surat instansi lain. Dokumen-dokumennya antara lan : shipping instruction, pemberitahuan tetang isi, airwaybill, pemberitahuan tentang penentuan barang.dan NOTOC (notice to captain).

 

Setelah barang-barang diterima oleh petugas cargo, barang-barang yang memerlukan perhatian khusus diberikan label bagasi.  Karena didalam pelayanan cargo ini petugas yang ada di area cargo/lapangan harus proaktive dalam melakukan loading kepesawat karena dalam pelayanan cargo harus diprioritaskan dalam penanganannya.

 

Kargo Udara


Nama : ANDI DARMAWATI
Nim : 224108049
Kelas : E
TUGAS 10

Transportasi udara adalah komponen penting dari banyak jaringan logistik internasional, penting untuk mengelola dan mengendalikan arus barang, energi, informasi dan sumber daya lainnya seperti produk, jasa, dan orang-orang, dari sumber produksi ke pasar. Hal ini sulit atau hampir mustahil untuk menyelesaikan setiap perdagangan internasional, ekspor global proses impor /, reposisi internasional bahan baku / produk dan manufaktur tanpa dukungan logistik yang profesional. Ini melibatkan integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, material handling, dan kemasan. Tanggung jawab operasi logistik adalah reposisi geografis bahan baku, barang dalam proses, dan barang mana yang diperlukan dengan biaya serendah mungkin. Pesawat yang digunakan FedEx Express DC-10.
Maskapai kargo yang lebih besar cenderung menggunakan baru atau baru dibangun pesawat untuk mengangkut barang mereka, tetapi menggunakan banyak pesawat tua, seperti Boeing 707, Boeing 727, Douglas DC-8, DC-10, MD-11, Boeing 747, dan Ilyushin Il -76. Contoh dari 60 tahun Douglas DC-3 masih terbang di seluruh dunia kargo tercatat (dan juga penumpang). pesawat turboprop rentang pendek seperti An-12, An-26, Fokker Friendship, dan British Aerospace ATP kini sedang dimodifikasi untuk menerima palet angkutan udara standar untuk memperpanjang hidup mereka bekerja. Hal ini biasanya melibatkan penggantian jendela kaca dengan panel opak, penguatan lantai kabin dan pemasangan pintu atas berengsel luas di satu sisi pesawat. An-225, pesawat terbesar di dunia, juga digunakan oleh penerbangan kargo.
Antonov An-225 dan Antonov An-124 adalah pesawat dunia terbesar, yang digunakan untuk transportasi pengiriman kargo besar dan besar.
Penggunaan pesawat militer besar untuk tujuan komersial, dipelopori oleh Airlines Antonov Ukraina pada tahun 1990an, telah memungkinkan tipe baru kargo di transportasi udara.

Cargo Garuda Ditimbang Kembali


Nama : ANDI DARMAWATI
Nim : 224108049
Kelas : E
TUGAS 7

Dicurigai telah dilakukan “Mark-up” oleh oknum berinisial “E”, Rabu (27/10) Pilot Garuda (GA-182) dari Jakarta, puluhan Ton muatannya terpaksa di bongkar dan timbang kembali di terminal cargo Bandara Polonia Medan, gara – gara ada indikasi penipuan timbangan.

Ketika masalah tersebut dikonfirmasikan kepada pihak Gapura selaku pengelola gudang Garuda, seorang petugasnya yang tak ingin disebut namanya mengakui bahwa memang ada penimbangan kembali barang cargo yang diangkut pesawat Garuda (Ga 182) dari Jakarta yang tiba sekitar pukul 9.30 Wib.

Setelah ditimbang ada selisih sekitar 500 Kg barang bawaan cargo tersebut dari jumlah yang dilaporkan atau tertera dalam manifes pesawat Garuda (GA 182). Cuma sumber tersebut tidak menjelaskan berapa ton barang Cargo yang dibawa pesawat Garuda tersebut.

“Dan tidak benar ada selisih sekitar 1 ton lebih sesuai informasi yang beredar”, kata petugas tersebut yang tetap tidak mau disebutkan namanya.
Ketika masalah tersebut dikonfirmasikan kepada salah seorang staff Garuda yang tidak mau juga disebutkan namanya tetapi ia termasuk salah satu orang yang berpengaruh di Garuda khususnya di Bandara Polonia Medan mengakui, memang ada penimbangan kembali tetapi masalah selisih jumlah berapa belum bisa diketahui secara pasti.

Masalah mana yang benar mana yang salah mengenai jumlahnya kita belum bisa jelaskan karena masalahnya masih dalam penyelidikan. Bisa saja bukan selisih berat yang terjadi tetapi kemungkinan saat pembuatan barang cargo tersebut dipesawat tidak seimbang bisa pemuatan di belakang lebih banyak dari pada di depan sehingga penerbangan khususnya pilot merasa barang yang diterbangkan lebih banyak, kata sumber tersebut.

Dari hasil penimbangan barang tersebut hingga saat ini pihak Garuda baik di Bandara Polonia Medan maupun pihak Garuda kantor mangonsidi tidak ada memberikan keterangan.

Dari kasus diatas yang terjadi di bandara Polonia medan tersebut merupakan satu masalah yang harus cepat diberi tindakkan, agar tidak terulang kembali. Dan tidak akan menjadi suatu penghalang dalam penerbangan.

Pengangkutan Hewan Hidup


Nama : Pina Marlina
Nim :2241.08.278
Kelas :E
Tugas ke :7

cargo adalah barang yang memiliki sifat yang tidak membahayakan, tidak mudah rusak, busuk atau mati, merupakan barang yang tidak memerlukan penanganan khusus hanya memerlukan persyaratan pengangkutan yang telah memenuhi ketentuan –ketentuan yang berlaku, serta ukuran dan beratnya dapat ditampung kedalam ruangan ( Compartment ) pesawat udara, sehingga barang-barang tersebut dapat diberangkatkan seperti garmen, spare part, elektronik dll.
Special cargo adalah barang-barang yang memerlukan penanganan khusus baik dalam penerimaan, penyampaian, atau pengangkutan. Penanganan dalam pengangkutan live animal juga merupakan penanganan special cargo.
Bagi sebagian orang, hewan peliharaan mempunyai arti penting, sebagai hewan kesayangan (anjing, kucing, burung) maupun hewan untuk perlombaan, maka di waktu-waktu tertentu, hewan tersebut perlu untuk diangkut dengan pesawat terbang, ada dua cara dalam mengangkut hewan ked alam pesawat udara yaitu dengan menggunakan cargo atau bagasi.
Sebelom memasukan hewan hidup ke dalam pesawat ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi, yaitu, mengenai sertifikasi dan dokumen-dokumen lain nya, diantaranya :
• Surat Keterangan dari Dokter Hewan yang menyatakan kesehatannya baik dan tidak mempunyai penyakit menular.
• Surat ijin pengangkutan dari kantor Karantina setempat.
• Surat pembebasan tanggung jawab (pada saat penerimaan di bandara).
pengurusan surat-surat tersebut dapat dilakukan minimal 1 (satu) hari sebelum keberangkatan. Dan juga membayar biaya yang dibutuhkan. Di dalam memuat live animal, hewan tersebut harus di pisahkan dengan makanan, jenazah, dan barang yang menyengat dan membahayakan bagi hewan tersebut.

PROSEDUR PENGIRIMAN JENAZAH


NAMA : DESSY INDARTI PUTRI UTAMI
NIM : 224108140
KELAS : C

Sebelum melakukan pengiriman harus melakukan booking terlebih dahulu untuk menyiapkan tempat, akan ditaruh dimana jenazah tersebut.
Menyertakan beberapa dokumen :
• Surat kematian
• Surat kepolisian
• Shipping instruction
• Pemberitahuan tentang isi
• Airway bill
• Certificate of autopsy, death certificate, SK formalin
• NOTOC (notification to captain)
• Surat pemberitahuan bahwa jenazah bebas dari penyakit menular
Jenazah manusia dikirim berupa jasad yang dibalsem yang dimasukkan dalam container atau peti dan jasad yang telah dikremasi (abu) yang dimasukkan dalam porselen atau guci.
Menggunakan formalin atau balsem jenis apa.
Menyiapkan bandara transit.
Dimensi peti, agar bisa masuk ke dalam pintu pesawat.
Berapa orang pengantar jenazah yang ikut, sesudah sampai tujuan bagaimana handling yang dilakukan apakah ada orang yang menerima masuk ke dalam apron.
Menyiapkan dollis dan pallet khusus.