DRIVE THRU AIRLINES CARGO (PART 2)


DRIVE THRU AIRLINES CARGO
Nama Anggota : Hernanda Hannanto 224111270
Randy Aditama 224112203
Kun Dwi Sundari 224111195
Fiska Karina H 224111213
Bab I
1.1 Latar Belakang
Angkutan barang (cargo) sebagian besar adalah kebutuhan utama setiap penumpang, kenyataannya menunjukkan bahwa jasa angkutan cargo udara menjadi kebutuhan manusia sampai seterusnya.

Dalam menjalankan bisnis cargo udara ini yang sangat di perhatikan adalah informasi dari barang yang akan di kirim sampai dengan ketepatan waktu pengiriman.

1.2 Rumusan masalah

Permasalahan yang ada dari latar belakang di atas yang akan kita bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

- Bagaimana sarana dan prasarana cargo dalam bandara Soekarno Hatta pada saat ini.
- Bagaimana inovasi yang akan kami usulkan dalam cargo bandara Soekarno Hatta.
- Keuntungan yang bisa di peroleh dengan adanya pengiriman cargo udara ini.

1.3 Tujuan

Tujuan di buat cargo udara ini yaitu:

1. Waktu pengiriman lebih terjangkau.
2. Biaya lebih terjangkau.
3. Keamanan barang terjamin sampai ke tujuan.

1.4 Kesimpulan & saran

Drive thru airlines cargo sebagai jasa pengiriman barang secara efektif dan efisien sebagaimana yang diharapkan oleh jasa pengguna cargo udara, dan menggantikan proses pengiriman cargo sebelumnya.

RUANG MEROKOK MEWAH DAN MUDAH DIJANGKAU UNTUK MEMINIMALISIR PEROKOK MEROKOK DI RUANG PUBLIK DI BANDARA SOEKARNO HATTA


Kelompok:

  1. Muktarom                  (NIM: 2341.13. 006)
  2. Hari Setyanto            (NIM: 2341.13. 003)
  3. Raiza Pricilia                        (NIM: 2241.10. 244)
  4. Gustiana triyani        (NIM: 2241.10. 300)

Kelas: S1 MTU D (11)

I.        Latar Belakang

Sebagai bandara internasional, Bandara Soekarno-Hatta merupakan salah satu pintu gerbang negara Indonesia. Terkait dengan hal tersebut di atas, maka selayaknya Bandara Soekarno-Hatta harus mempunyai fasilitas yang memadai sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi siapapun yang berada di dalamnya, baik itu bagi warga negara Indonesia maupun bagi warga negara Asing. Namun seringkali kondisi Bandara Soekarno-Hatta memberikan fasilitas yang kurang layak, yaitu banyaknya perokok yang merokok di ruang publik yang disebabkan oleh kurang layaknya ruang merokok dan jauhnya ruang untuk merokok. Untuk itu dibutuhkan ruangan untuk merokok yang bagus, mewah dan mudah dijangkau untuk menarik para perokok datang ketempatnya sehingga tidak ada lagi para perokok yang merokok di ruang publik di bandara. Dari uraian diatas penulis merasa tertarik untuk membuat tulisan karya ilmiah dengan judul “Ruang Merokok Mewah dan Mudah dijangkau Untuk Meminimalisir Perokok Merokok di Ruang Publik di Bandara Soekarno Hatta”.

II.        Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasi masalah yang terjadi

  1. Tidak layaknya ruang merokok di Badara Soekarno Hatta
  2. Tidak disiplinnya para perokok untuk merokok di ruang merokok yang telah disediakan
  3. Terganggunya khalayak di Bandara Soekarno-Hatta karena asap rokok

III.        Batasan Masalah

Agar pembahasan tidak meluas maka penulis hanya membatasi masalah pada ketidakdisiplinan para perokok di Bandara Soekarno-Hatta.

IV.        Pokok Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apa yang menyebabkan ketidakdisiplinan para perokok di Bandara Soekarno-Hatta?
  2. Bagaimanakah ruang merokok yang mewah dan mudah dijangkau itu?

V.        Tujuan dan Manfaat Tulisan

Tujuan Tulisan Karya Ilmiah

Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui tulisan karya ilmiah ini adalah:

  1. Untuk megedukasi masyarakat tentang kedisiplinan merokok ditempat yang telah disediakan
  2. Mencipatakan ruang publik di Bandara Soekarno-Hatta yang bersih dan bebas asap rokok.

Manfaat Tulisan Karya Ilmiah

  1. Bagi Penulis
    1. Untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Ground Handling
    2. Untuk mengasah kemampuan kelompok kami dalam mengevaluasi permasalahan yang terjadi di masyarakat dan mencari solusi yang sesuai
  2. Bagi Pembaca

Pembaca dapat memahami  dan mengerti tentang ruang publik dan memanfaatkan fasilitas di ruang publik dalam hal ini ruang merokok dengan lebih bijakasana.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA TINGKAT PENGAWASAN PETUGAS PADA PT. ANGKASA PURA I DI BANDARA KUALA NAMU


Nama :

Irfan Handi Prabowo           224110041

M. Hamdhani M.S                 224110043

Miranti Pratiwi Lantah         224110056

David Prihanto                       224110090

Kelompok :    6

S1 MTU D (11)

Baca lebih lanjut

Perlukah Sekolah Pramugari ?


Ragam sekolah atau lembaga pendidikan non akademis semakin marak di lingkungan kita, salah satunya adalah sekolah Flight Attendant atau biasa dikenal dengan Awak Kabin.

 

Istilah Flight Attendant (FA), Awak Cabin, Stewardess bisa pria atau wanita namun istilah itu masih kalah populer dibandingkan dengan kata pramugari, oleh karenanya saya akan gunakan saja kata “Pramugari” walau maksudnya bisa pria atau wanita.

 

Flight Attendant

Flight Attendant

 

Kembali ke sekolah pramugari … sempat saya terheran-heran dan kagum melihat sekolah dengan jurusan khusus … Pramugari … bahkan beberapa teman di lingkungan pekerjaan saya beranggapan bahwa nantinya setelah lulus mereka akan langsung jadi pramugari … hmmmmm

 

Lingkungan kerja di airport adalah tujuan PKL yang sering disambangi siswa siswi dari berbagai macam jenis sekolah, salah satunya adalah sekolah pramugari, tentunya sebagai pengajar saya selalu ingin tahu lebih dalam mengenai materi yang mereka dapat di bangku sekolahnya.

 

Masa pendidikan yang mereka lalui beragam, ada yang 3 bulan, 4 bulan, bahkan sampai 8 bulan. Setelah melalui sebagian besar kurikulum yang ditetapkan mereka diwajibkan menjalani PKL (Praktek Kerja Lapangan) …. nahhhh ini yang mulai aneh…

 

Di sela-sela kegiatan PKL mereka banyak bertukar pendapat dengan saya tentang dunia pramugari,  banyak cerita terpapar dari siswa siswi PKL itu, juga harapan untuk menjadi pramugari. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah Baca lebih lanjut

Ground Handling – Passage and Baggage Handling


kelompok:

Riris Budi Asmiarti 243111021 (ketua)

Vega Welingutami 243111004

Rahmina Lestari 243111007

Hervika Okky Caroline 243111025

Passage and Baggage Handling

            Kali ini kelompok kami akan membahas mengenai Passage and Baggage Handling yang merupakan bagian dari Ground Handling. Ground Handling sendiri berasal dari kata Ground dan Handling. Ground artinya darat, (dalam hal ini di Bandara). Handling berarti penanganan atau pelayanan (service) sehingga sering kita jumpai istilah ground service.

Passage Handling adalah pelayanan penumpang di bandara baik pada saat sebelum penerbangan maupun setelah tiba ditempat tujuan. Adapun pengertian mengenai penumpang adalah seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan jasa penerbangan untuk ke tempat tujuannya pada waktu tertentu.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang termasuk dalam Passage Baggage Handling :

PROSES CHECK-IN

Penumpang melaporkan perihal keberangkatannya di check-in counter untuk penerbangan yang sudah ditentukan sesuai dengan reservasinya. Data reservasi berupa booking code, nama penumpang, data penerbangan, nomer tiket, dan data penumpang. Baca lebih lanjut

Ground Handling


Kelompok 7

Ketua             : Reyfilda Welman (2431.11.005)
Anggota         : Bayu Wahyudin (2431.11.009)
Hanna Oktaviani (2431.11.010)
Irmalia Fitriani (2431.11.018)

Kelas              : Ground Handling 2011

GROUND HANDLING

Dikarenakan beberapa maskapai penerbangan tidak mampu bekerja sendiri dalam menangani pelayanan terhadap penumpang seperti pada Baca lebih lanjut

Ground Handling


Nama Kelompok              :

Abraham julius pangau                (243111020)

Intan Hayati                                (243111026)

Trounne Vionadea                      (243111027)

Dwika Kurniawan                         (243111028)

“Ground Handling”

Berdasarkan dari suku katanya “Ground” berarti “Darat” dan “Handling” yang berarti “Penanganan”, dapat diartikan bahwa ground handling adalah sebuah penanganan terhadap pesawat disaat melakukan pergerakan di darat atau pesawat tersebut sudah terdapat di area bandara, yang meliputi penanganan terhadap penumpang dan bagasinya, kargo,pos, serta alat-alat penunjang operasional pergerakan pesawat selama melakukan pergerakan di darat.

                Ruang lingkup dari Ground handling meliputi 2 aspek yaitu pre flight  (sebelum pesawat lepas landas dari bandara asal) dan pos flight (setelah pesawat mendarat dan melakukan taxi di bandara tujuan)

Kegiatan ground handling  yang meliputi kegiatan pre flight (sebelum lepas landas), meliputi banyak hal, dari mulai penumpang melakukan check in, penumpang masuk keboarding area, proses marshalling pesawat menuju parking stand, menyiapkan peralatan unutuk penumpang masuk ke pesawat seperti : Avio Bridge (Garbarata), atau PBS (Passenger Boarding Stairs),serta menyiapkan juga fasilitas penunjang atau alat-alat yang akan dipakai untuk proses loading cargo ke dalam pesawatseperti:

1 High lift loader (HLL) >> untuk pesawat wide body

2 Main Deck loader (MDL) >> untuk pesawat cargo wide body

3 Bagage Conveyor Loader (BCL) >> naik turun barang cargo dengan system bulk (curah)

4 Conveyor dollies dan Pallet dollies

5 Fork lift ,dst

Proses loading cargo juga di barengi dengan proses pengisian bahan bakar pesawat, loading catering oleh petugas catering, pengisian air bersih, pembersiahan limbah pesawat udara dsb.

Kegiatan ground handling terbagi dalam 3 bagian besar :

1 Pasasi               

                2 Apron

                3 Cargo

1 Pasasi

Segala bentuk kegiatan penanganan penumpang berupa pelayanan dari keberangkatan penumpang sampai dengan kedatangannya. Yang di fokuskan disini adalah penangan terhadap penumpang dan barang. Petugas pada bagian pasasi melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan seperti tiket, pasport, visa, dokumen kesehatan,dll.

Berikut merupakan proses perjalanan penumpang :

1 Pre journey >> booking dan reservatoin

2 Pre flight service >> proses Check-in

3 In Flight service >>pelayanan saat penerbangan di udara

4 Post flight service >>pengambilan bagasi dan pengecekan bagasi

5 Post journey

2 Apron = Ramp

Merupakan area dalam suatu bandar udara tempat pergerakan pesawat yang digunakan sebagai tempat dimana terjadi aktivitas ramp yang meliputi naik-turun penumpang, barang dan pos pengisian bahan bakar dan maintanance pesawat dsb.

Ramp merupakan sebuah unit yang mengatur seluruh aktivitas di wilayah ramp (ramp area) dan berkoordinasi dengan seluruh unit  terkait agar seluruh aktivitas berjalan sesuai procedur dan sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan supaya pesawat dapat on time dan lebih safety. Dalam aktivitasnya ramp handling dipimpin oleh seorang ramp coordinataor atau ramp dispatcher yang bertanggung jawab atas aktivitas handling suatu penerbanagan.

Standar Ramp procedur diatur dalam : Standard Ground Handling Agreement (SGHA) Annex A

Dan section yang mengatur tentang ramp >> section 6 yang berisi :

1 Marsahling >>Mengacu pada peraturan international (International Marshaling Procedure)

2 Parking >>Harus mengetahui dimana pesawat akan diparkir dan harus sesuai tipe pesawatnya

3 Ramp to Flight Deck Communication >>Pengambilan tindakan harus sesuai instruksi dari PIC

4 Loading /Embarking and unloading /Disembarking >>Mengontrol Proses naik trun barang

5 Starting >>Harus mengetahui engine starting procedur

6 Safety measure >>Harus selalu menjalankan prosedur  keselamatan dan keamanan setempat

7 Moving of aircraft >>Pergerakan pesawat saat pushback ataupun towing

3 Cargo

Cargo merupakan suatu area pada bandar udara tempat pengiriman dan penyimpanan barang cargo baik domestik maupun international (ekspor-impor).

Yang harus diperhatikan dalam pengiriman barang cargo ialah semua barang yang akan dikirim atau disimpan di dalam gudang harus memiliki dokumen yang lengkap (Surat Muatan Udara untuk domestik dan Airway Bill untuk International) dan diserahkan terlebih dahulu sebelum barang cargo melewati tahapan cargo. Berikut proses pada :

Inbound :Barang yang diturunkan dari pesawat dibawa menggunakan mobil kargo menuju ke gudang – sampai di gudang di adakan proses breakdown (barang di chek oleh cheker sesuai manifest yang telah diterima – barang diperiksa sesuai dokumen SMU (Surat Muatan Udara) – jika ada kerusakan barang difoto dan dibuatkan dokumennya untuk dikirimkan ke shiper untuk segera diketahui – setelah barang selesai di check dan semuanya lengkap barang di tempatkan di gudang inbond – lalu baru diambil oleh agent atau pihak yang terkait dengan barang tersebut.

Outbound : Barang yang akan dikirim dibawa oleh agent untuk proses di gudang – Lalu barang ditimbang dan diperiksa melaluiproses X-ray (Bukti Timbang Barang dan mendapat form X-ray) – barang dipindahkan ke gudang melalui area kade (bongkar muat barang) – lalu dilakukan pengecekan dokumen yang diolah oleh bagian acceptance – Dilakukan proses built up  dan proses built Up check list berpatokan pada Air Waybill – lau barang di bawa ke pesawat untuk dilakukan proses loading.

PENTINGKAH KOMERSIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDAR UDARA? (KESIMPULAN DAN SARAN)


Kelompok     :                                               8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                            224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI             224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Kelas                         :                                               S1 ZU10

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian kami yang berjudul “Pentingkah Komersial Area Yang Mewah Bagi Suatu Bandar Udara” dapat disimpulkan bahwa commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya. Akan tetapi pengembangan area komersil yang mewah tidak terlalu dibutuhkan karena dalam pembangunannya mebutuhkan rencana yang matang serta modal yang sangat besar.

Salah satu metode yang kami gunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode penarikan sampel yang terdiri dari kuesioner yang menyatakan bahwa dari hasil data survei yang kami lakukan, sebagian besar responden menginginkan area tersebut memiliki fasilitas yang memadai serta memberikan kenyamanan bagi para penggunanya, bukan menginginkan area komersil yang mewah.

Hal tersebut disebabkan karena bagi sebagian penumpang yang pernah mengalami keterlambatan, commercial area sangat dibutuhkan sebagai salah satu tempat yang digunakan mereka untuk menunggu di dalam bandar udara saat mengalami keterlambatan penerbangan dan tempat tersebut juga merupakan salah satu tempat di dalam bandar udara yang dapat menghasilkan pendapatan di luar dari kegiatan penerbangan. Selain itu, banyaknya responden yang menyatakan fasilitas commercial area di bandar udara biasa saja dan kurangnya kenyamanan serta kepuasan di area tersebut juga menjadi salah satu penyebab suatu bandara perlu mengembangkan area komersilnya. Oleh karena itu, commercial area di bandar udara perlu dikembangkan sedemikian rupa, namun pengembangan commercial area yang dilakukan secara mewah tidak diperlukan, karena akan menambah biaya yang lebih besar bagi bandar udara.

SARAN

Sebagian besar konsumen menginginkan fasilitas area komersil di bandar udara terus dikembangkan namun konsumen mengaggap pengembangan tidak harus dibangun semewah mungkin. Berdasarkan kesimpulan tersebut, ditemukan beberapa saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi kelangsungan area komersil di setiap bandar udara, di antaranya;

  1. Dilihat dari hasil penilitian, disarankan agar pihak manajemen di setiap bandar udara meningkatkan inovasi dalam hal melakukan perbaikan-perbaikan dan memberikan fasilitas yang mementingkan kenyamanan konsumen.
  2. Dilihat dari hasil penilitian, disarankan agar pihak manajemen pengelola bandar udara dan pengusaha khususnya untuk area komersil harus memperbaiki manajemen dan teknologi pengelolaan usahanya agar dapat menumbuhkan daya saing tinggi dengan tingkat kenyamanan konsumen terhadap fasilitas area komersil tinggi. Tidak ada kaitan antara fasilitas yang mewah dengan masalah kenyamanan konsumen jika masing-masing pihak melaksanakan tugasnya dengan baik dan tetap memperhatikan optimalisasi kegunaan fasilitas area komersil itu sendiri. Dengan cara ini maka fasilitas area komersil akan dapat berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
  3. Dilihat dari hasil penilitian, disarankan agar pihak manajemen pengelola bandar udara khususnya untuk area komersil melakukan penghematan penggunaan biaya dalam penggunaan sumber dana yang besar saat melakukan pengembangan area komersil. Jika pembangunan serta pengembangan area komersil dilakukan dengan mewah tetapi mengesampingkan tujuan utama dari bandara tersebut dan area komersilnya maka akan memerlukan biaya yang sangat besar bahkan akan hanya membuang-buang biaya yang dikeluarkan pihak pengusaha sehingga akan menambah beban karena tingginya biaya perawatan dan perbaikan fasilitas yang disediakan area komersil.
  4. Dilihat dari hasil penilitian, disarankan agar pihak manajemen pengelola Bandar udara dan pengusaha khususnya untuk area komersil sebaiknya menghentikan persaingan terhadap fasilitas bandara lainnya dan lebih memfokuskan pada perawatan, perbaikan, dan penambahan fasilitas yang bertujuan untuk kenyamanan konsumen.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDAR UDARA? (ANALISIS DATA)


Kelompok     :                                               8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                            224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI             224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Kelas                         :                                               S1 ZU10

ANALISIS

Pada bab 4 ini, kami membahas hasil penilitian dari survei tentang “Pentingkah Commercial area yang Mewah Bagi Bandar Udara”. Hasil penilitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu melakukan survei kepada para responden yang sering menggunakan area komersial di bandar udara. Dan juga dengan menggunakan metode penarikan sampel yang terdiri dari kuesioner dan dokumentasi.

Dari data yang diperoleh, kami merumuskan dan menafsirkan data dengan menggunakan tabel dan grafik untuk menunjukkan hasil penilitian ini. Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, data yang dihasilkan adalah sebagai berikut :

Profil Responden

Usia

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui usia responden adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.1

Kriteria Usia Frekuensi Persentase
Remaja (13 – 17 Tahun) 8 8%
Dewasa> 17 Tahun 90 92%
TOTAL 98 97%

Gambar 4.1 Diagram Usia

Kewarganegaraan

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui kewarganegaraan responden adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.2

Kriteria Kewarganegaraan Frekuensi Persentase
Warga Negara Indonesia 96 98%
Warga Negara Asing 2 2%
TOTAL 96 100%

Gambar 4.2 Kewarganegaraan

JenisKelamin

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui jumlah responden berdasarkan jenis kelamin adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.3

Kriteria Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Pria 34 35%
Wanita 64 65%
TOTAL 98 100%

Gambar 4.3 Diagram Berdasarkan Jenis Kelamin

Frekuensi

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui frekuensi responden dalam mengunjungi bandara adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.4

Frekuensi Jumlah Persentase
Baru Sekali 7 7%
Jarang 68 69%
Sering 23 23%
TOTAL 98 100%

Gambar 4.4 Diagram Berdasarkan Frekuensi

Hasil Data Survei “Pentingkah Commercial area yang Mewah bagi suatu Bandara

Hasil jawaban kuesioner menunjukan persentase terhadap 17 buah kuisioner baik itu pertanyaan maupun pernyataan yang diajukan kepada responden, berikut adalah penjelasan hasil data dari masing-masing pertanyaan maupun pernyataan.

Kuesioner pertama adalah tentang pengalaman responden pernah mengunjungi bandara dengan persentase 98% responden menyatakan “Pernah” artinya sebagian besar responden sudah pernah mengunjungi bandara.

Kuesioner ke-2 adalah tentang pengalaman responden yang pernah mengalami keterlambatan penerbangan. 53% responden menyatakan “Tidak pernah” artinya sebagian besar responden belum pernah mengalami keterlambatan penerbangan.

Kuesioner ke-3 adalah tentang pengalaman responden saat menghabiskan waktu sambil menunggu karena keterlambatan pesawat, dengan persentase 70% responden menyatakan “Bermain dengan gadget pribadi” artinya sebagian besar responden melakukan kegiatan bermain gadget karena dianggap mudah dan tidak menghabiskan banyak uang.

Kuesioner ke-4 adalah tentang pendapat responden dalam menilai fasilitas di commercial area saat ini dengan persentase 56% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden merasa tidak begitu memperhatikan fasilitas commercial area saat ini karena tujuan utama mereka pergi ke bandara adalah untuk naik pesawat.


Kuesioner ke-5 adalah tentang pernyataan responden dalam menilai commercial area bisa menjadi ikon (pencitraan) bandara itu sendiri dengan persentase 76% responden menyatakan “Setuju” artinya sebagian besar responden menilai jika commercial area bisa menjadi ikon (pencitraan) bandara tersebut.

Kuesioner ke-6 adalah tentang kenyamanan responden ketika berada di commercial area dengan persentase 64% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden tidak terlalu peduli ketika berada di area tersebut.

Kuesioner ke-7 adalah tentang pendapat responden dalam menilai perlunya ditambah fasilitas/ tempat hiburan di commercial area dengan persentase 72% responden menyatakan “Perlu”, artinya sebagian besar responden merasa fasilitas/ tempat hiburan di commercial area harus dikembangkan.

Kuesioner ke-8 adalah tentang pendapat responden dalam menilai fasilitas apa yang perlu ditambah di commercial area saat ini dengan persentase 30% responden menyatakan “Tidak perlu” artinya sebagian besar responden menginginkan fasilitas di area komersial ditambah dengan beberapa fasilitas lain yang belum ada di dalam area tersebut.

Kuesioner ke-9 adalah pernyataan responden dalam menilai semakin banyak tempat hiburan di commercial area, bandar udara akan semakin baik dengan persentase 60% responden menyatakan “Setuju”. Artinya sebagian besar responden merasa tempat hiburan di dalam area komersial merupakan nilai tambah bagi suatu bandara karena dapat meningkatkan pendapatan bandara tersebut.

Kuesioner ke-10 adalah tentang pendapat responden dalam mengembangkan commercial area akan meningkatkan pergerakan penumpang di bandara dengan persentase 69% responden menyatakan “Ya” artinya sebagian besar responden menganggap bahwa pengembangan area komersial dapat menambah tingkat kenyamanan konsumen sehingga mereka terus menggunakan bandara tersebut dan meningkatkan pergerakan penumpang di bandara.

Kuesioner ke-11 adalah tentang pendapat responden dalam kepuasan fasilitas yang ada di commercial area saat ini dengan persentase 85% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden merasa kurang puas dengan fasilitas commercial area saat ini.

Hasil Analisa

Dalam penilitian ini, berdasarkan data secara keseluruhan yang didapat dari 98 responden, menyatakan bahwa commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya. Hal tersebut disebabkan karena sebagian penumpang pernah mengalami keterlambatan sehingga mereka membutuhkan commercial area sebagai salah satu tempat yang digunakan mereka pada saat menunggu waktu jika pesawat mengalami keterlambatan.

Selain itu, banyaknya responden yang menyatakan fasilitas commersial area di bandar udara biasa saja dan kurangnya kenyamanan serta kepuasan di area tersebut juga menjadi salah satu penyebab suatu bandara perlu mengembangkan area komersilnya. Bahkan, commercial area dapat menjadi icon suatu bandara.

Beberapa penyebab tersebut memberikan dampak terhadap suatu bandara untuk mengembangkan area komersilnya. Salah satunya adalah meningkatkan pergerakan penumpang. Dengan adanya commercial area yang menarik, maka akan meningkatkan konsumen yang datang. Contohnya adalah seperti kejadian di Bandar Udara Changi, Singapura, banyak konsumen yang datang ke bandara tersebut hanya untuk berbelanja di area komersilnya sehingga selain menambah pergerakan penumpang, namun juga menambah penghasilan bandara karena pendapatan yang diperoleh bandar udara terdiri dari pendapatan aeronautical dan non-aeronautical, seperti pendapatan yang diperoleh dari commercial area. Selain itu dampak lainnya adalah dapat memberikan nilai tambah bagi bandara.

Dan dengan mengembangkan area komersil di suatu bandara, juga dapat meningkatkan citra bandara di mata penumpang. Pengelolaan suatu fasilitas di bandar udara yang baik menggambarkan bandar udara tersebut terkelola secara baik pula, sehingga dapat memberikan dan meningkatkan citra serta nama baik bandar udara.

Dilihat dari sektor perekonomian, pengembangan commercial area juga dapat berpengaruh baik. Hal ini disebabkan karena semakin banyak usaha yang didirikan di suatu tempat seperti di bandar udara, akan menambah jumlah pengusaha. Banyaknya jumlah pengusaha tersebut mendorong Pemerintah untuk meningkatkan pajak sehingga secara tidak langsung akan menguntungkan Pemerintah pula.

Commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya, namun pengembangan commercial area yang dilakukan secara mewah tidak diperlukan, karena akan menambah biaya yang lebih besar bagi bandar udara.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDAR UDARA? (METODOLOGI PENELITIAN)


Kelompok     :                                               8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                            224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI             224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Kelas                         :                                               S1 ZU10

Metodologi Penelitian

Penelitian kami memiliki ruang lingkup penelitian yang berfokus pada penilaian seberapa penting area komersial yang dibangun mewah bagi bandar udara.

Dalam penelitian ini, kami memilih beberapa metodologi penelitian. Salah satunya adalah metode pengumpulan data. Metode tersebut menggunakan data primer yaitu dengan melakukan survei kepada para responden yang sering menggunakan area komersial di bandar udara. Data primer dalam hal ini adalah data yang diperoleh dari jawaban responden yang diteliti, yaitu berupa data mengenai pendapat atau fenomena dari obyek.

Selain itu, kami juga menggunakan metode penarikan sampel yang terdiri dari kuesioner dan dokumentasi. Kuesioner disebarkan secara online melalui docs.google.com atau tidak langsung, maupun offline  atau secara langsung. Sedangkan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melihat, membaca, mengamati dan mengolah data yang menunjang penelitian ini.

Metode lain yang kami gunakan adalah metode penelitian deskriptif. Metode ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh perkembangan commercial area  bagi suatu bandar udara yang dapat digunakan oleh bandar udara tersebut untuk memperoleh keuntungan. Cara tersebut dilakukan dengan cara merumuskan dan menafsirkan data sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai penelitian yang kami lakukan.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDAR UDARA? (LANDASAN TEORI)


Kelompok     :                                               8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                            224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI             224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Kelas                         :                                               S1 ZU10

LandasanTeori

Pengertian Jasa menurut Valarie A. Zeithamldan Mary Jo Bitner (2003:3) “Include all economic activities whose output is not a physical product or construction, is generally consumed at the time it is produced, and provides added value in from (such as convenience, amusement, timeliness, comfort, or health) that are essentially intangible concerns of its frist purchaser.”

Artinya jasa adalah suatu kegiatan ekonomi yang outputnya bukan produk yang dikonsumsi bersamaaan dengan waktu dan produksi serta memberikan nilai tambah (kenikamatan, hiburan, santai, sehat) bersifat tidak berwujud.

Salah satu tempat yang memberikan jasa pelayanan dalam transportasi udara adalah bandar udara. Bandar Udara (Airport) merupakan bagian dari satu sistem pelayanan transportasi udara baik nasional maupun internasional. Untuk menunjang sistem pelayanan tersebut, terdapat area komersial di dalam bandar udara yang menyediakan berbagai fasilitas yang dicantumkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : Skep/ 47/ III/ 2007 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Usaha Kegiatan Penunjang Bandar Udara Pasal 2 Ayat 1 dan 2 (b) yang menjelaskan kegiatan penunjang bandar udara, meliputi hal-hal sebagai berikut:

- Jasa penyediaan hotel dan hotel reservation services di bandara

- Jasa penyewaan space untuk pertokoan di bandara

- Jasa penyewaan space untuk restoran, bank, money changer di bandara

Menurut PP Nomor 70 Tahun 2001 pelayanan jasa penunjang kegiatan bandar udara dilakukan oleh suatu pihak yaitu Badan Hukum Indonesia atau perorangan untuk dapat melakukan kegiatan penunjang bandar udara harus mengadakan perjanjian/kesepakatan bersama dengan penyelenggara bandar udara berdasarkan prinsip saling menguntungkan dengan mempertimbangkan kelancaran operasional bandar udara dan kelancaran penerbangan. Dalam era globalisasi ini, banyak ditemukan area komersial di beberapa bandara baik itu bandara nasional maupun bandara internasional dibangun secara berlebihan. Selain bertujuan untuk memberikan nilai tambah terhadap bandara udara, memenuhi kepuasan para konsumen, pengembangan tersebut juga bertujuan untuk kepentingan bisnis.

Konsep para pebisnis yang mulai mengembangkan jasa agar memiliki keunikan pada produk dan pelayanannya menjadi patokan para pebisnis dan penyelenggara bandar udara untuk menjadikan area komersial seunik dan semewah mungkin untuk menarik konsumen. Apalagi area komersial dalam bandar udara merupakan area yang paling menarik untuk dikunjungi oleh para pengunjung bandar udara. Namun seberapa pentingkah area komersial dibangun semewah mungkin sedangkan kita mengetahui pembangunan atau pengembangan area komersial yang mewah membutuhkan dana yang sangat besar.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDAR UDARA? (LATAR BELAKANG)


Kelompok     :                                               8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                            224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI             224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Kelas                         :                                               S1 ZU10

Latar Belakang

Mobilitas manusia yang semakin berkembang dan membutuhkan segala sesuatu yang cepat, menjadikan pesawat sebagai salah satu alternatif transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat. Sehingga bandar udara menjadi bagian penting dalam penunjang kegiatan penumpang yang menggunakan pesawat sebagai sarana trasnportasi. Oleh karena itu, bandar udara menyediakan banyak fasilitas demi kenyamanan penumpang.

Namun terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan para penumpang tersebut terjebak di dalam bandar udara sehingga membuat mereka menjadi tidak nyaman berada di dalamnya. Salah satu penyebab tersebut adalah waktu transit atau delay keberangkatan pesawat yang memakan waktu lama sehingga dapat membuang waktu para penumpang dengan percuma. Oleh karena itu, bandar udara sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penumpang, menyediakan fasilitas-fasilitas penunjang di dalam bandar udara agar para penumpang tersebu dapat memperoleh kenyamanan selama menunggu di dalam bandar udara sekaligus dapat memberikan nilai tambah berupa tambahan pendapatan bagi bandar udara.

Salah satu fasilitas penunjang pelayanan penumpang di dalam bandar udara adalah commercial area. Commercial area merupakan salah satu daya tarik bagi suatu bandara. Area tersebut adalah salah satu bagian favorit bagi pengunjung bandara yang sebagian besar merupakan penumpang pesawat. Hal ini dikarenakan area tersebut memiliki banyak fasilitas menarik. Bahkan ada beberapa bandara yang memiliki game station, skyrink, bioskop, bahkan casino di dalam area tersebut.

Sekarang, tidak sedikit bandara yang mengembangkan wilayah komersilnya untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Namun tidak hanya menjadi suatu pelengkap fasilitas bandara dan meningkatkan jumlah pengunjung, area ini juga dapat meningkatkan pamor bandar udara tersebut apabila dibangun secara mewah dan megah. Hal itu tentu akan meningkatkan pula pendapatan bandara.

Pengembangan area komersil di dalam bandar udara tersebut tentunya membutuhkan rencana yang matang serta biaya yang cukup besar dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian antara luas area bandar udara, dana yang tersedia, serta rancangan yang tepat agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan penumpang.

Hal itulah yang menjadi alasan kami membuat penelitian ini dengan tema pentingnya pembangunan commercial area bagi suatu bandar udara, dengan tujuan untuk mencari tahu pengaruh apa yang akan dirasakan oleh pihak bandar udara maupun penumpang apabila area komersil tersebut dibangun seapik mungkin oleh pihak bandar udara.

HOW IMPORTANT TO BUILD THE LUXURIOUS COMMERCIAL AREA FOR THE AIRPORT?


Group                        :                                   8

Chief                          :

RIZKY INAYAH                                                 224110220

Member         :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI            224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Class                         :                                                S1 ZU10

 

BACKGROUND

People’s mobility nowadays is developing rapidly so they need everything fast. This is the reason why do the people use the aircraft as their alternative transportation especially for the air transportation. Therefore, the airport provides so many facilities for the passengers’ amenities.

However, there are some situations which will cause them trapped into the airport. This matter exactly makes them feel uncomfortable being in this place. One of the reasons of those circumstances is delay or transit time that takes a long time for the passengers. So, the airport that takes the responsibility of every passengers provides the support facilities in order to comfort them while they are waiting for the time in the airport. It also gives the value added for the airport and of course an extra income.

These support facilities include the commercial area of the airport. Commercial area is one of the attractions in this place. This area is the most favourite place in the airport for the passengers because it has so many interesting spots such as restaurant, shopping mall, even there are game station, cinema, or casino in cetain airports as their commercial area.

Now, the airports are developing their commercial area in order to increase the amount of the visitors. Not only as a support facilities at the airport, this area can also levels up the airport’s prestige and also increasing the airport’s income.

The commercial area development itself needs a well plan along with a big enough cost. So its space, funds and layouts has to be adjusted well to make this place useful for the passengers’ needs.

That are the reasons why do we take this problems to our research, with the importance of the commercial area development at the airport as the main point and to know what are the effects for the airport to develop its commercial area luxuriously as our research purpose.

 

THEORY BASE

According to Valarie A. Zeithamldan Mary Jo Bitner (2003:3), the definition of service is “Include all economic activities whose output is not a physical product or construction, is generally consumed at the time it is produced, and provides added value in from (such as convenience, amusement, timeliness, comfort, or health) that are essentially intangible concerns of its frist purchaser”.

Airport is a place where the air transportation services are given. It also being a part of national and international air transportation service systems to be in favor of the passengers’ needs. So, it provides many facilities which has been included in Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : Skep/ 47/ III/ 2007 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Usaha Kegiatan Penunjang Bandar Udara Pasal 2 Ayat 1 dan 2 (b). It describes the supporting activities in the airport are:

-        Hotel reservation services in the airport

-        Shopping space lease services in the airport

-        Restaurant, bank, money changer space lease in the airport

There are also PP Nomor 70 Tahun 2001 which explains that the airport activity suppoting services are being done by a certain party.

In this global era, there are so many commercial areas in a certain national or international airport are built excessively. Besides to add more value, the commercial area development is also needed for passengers necessity fulfillness and for business sake.

This business concept of elaborating the services has a unique attraction of the product and service. It can be a standard for the other airport administrators and the entrepreneurs in making the commercial area as unique and luxurious as possible to appeal consumers. Moreover, this area is the most interesting place to visit in the airport. But is that a big deal to build such a prestige commercial area whereas we know that it will costs a big mount of money.

 

RESEARCH METHODOLOGY

Our research has a scope of research that focuses on the assessment of how important commercial area built luxuriously for the airport.

In this case, we choosed some of the research methodology. One of them is a method of data collection. The method of using primary data is by conducting a survey to respondents who often use commercial area at the airport. Primary data in this case is the data that is retrieved from the answers of the respondents are examined, namely in the form of opinions or data about the phenomenon of an object.

In addition, we also use the sample withdrawal method, which consists of a questionnaire and documentation. The questionnaire was distributed online via docs.google.com or indirect, as well as offline or in person. Whereas the documentation is a technique of collecting data in a way to see, read, observe and manipulate data to support this research.

Other method that we use is descriptive research method. This method aims to explain the influence of the commercial area development in an airport which can be used by the airport to gain an advantage. It is exercised by  formulating and interpreting the data so that can provide a clear description about the research that we do.

 

THE ANALYSIS RESULTS

In this study, based on the overall data obtained from 98 respondents, said that the commercial area at the airport is needed to be developed and its facilities also have to be added because some passengers have experienced a delay so they need a commercial area as one of the place that can be used for them to wait until they can go on board.

There also some respondents who claimed that the commercial area at the airport is uncomfortable and unsatisfying. That is one of the reasons why do this area is needed to be developed. So that, the commercial area could become the icon of an airport and also for the country where that airport is.

Some of these causes can give some impacts to an airport when they are developing their commercial area. One of them is to improve the passenger movement. The more atractive that the commercial area is, more passengers will come to that airport. For example Changi Airport, Singapore. People come to the airport just for shopping in its commercial area, so that beside they can increase the passenger movement, they can also earn much income either it is an aeronautical or non-aeronautical income.

And by developing commercial area at the airport, they can also improve the airport’s image. The facilities management at an airport should managed well, so it can provides and enhances a good airport image.

As we can seen from the economic sector, the development of this area can also be influential. This is because there will be many businesses that are established in that airport and it will increases the number of entrepreneurs. A large number of entrepreneurs can make the Government increasing the income taxes, so that it will indirectly makes a good impact for the Government as well.

Commercial area at the airport has to be developed and added some interesting facilities. However, the development of a luxury commercial area is not required, it will just burden more costs for the airport.

 

THE RESEARCH RESULT

This Chapter 4 explains about the research results that have been taken by the survey titled “How important to build the luxurious commercial area for the airport?”. The results of the research are done by using the method of data collection that is conducting a survey to respondents who often use commercial area at the airport. We also use the method of withdrawal of sample from the questionnaires and documentation.

From the data obtained, we formulate and interpret data using tables and graphs to show the results of this research. Based on the results of the survey that we did, the resulting data is as follows:

The Profile of Respondents

Age

Based on the results of the primary data processing, can be known that the age of the respondents is in the table as follows:

 

Table 4.1

The Criteria of Age

Frequency

Percentage

Teenager (13-17 year old)

8

8%

Adult (> 17 year old)

90

92%

TOTAL

98

97%

 

Diagram 4.1 Diagram of Age

 

Nationality

Based on the data primary processing, it can be reported that those respondents nationality is as it seems at table below:

 

Table 4.2

Nationality

Frequency

Percentage

Indonesian

96

98%

Others Nationality

2

2%

TOTAL

96

100%

 

Diagram 4.2 Nationality

Gender

Based on the data primary processing, the respondents’ gender is in the table as follows:

 

Table 4.3

Gender

Frequency

Percentage

Male

34

35%

Female

64

65%

TOTAL

98

100%

 

 

 

Diagram 4.3 Diagram of Respondents’ Gender

 

Frequency

Based on the results of the primary data processing, the frequency visits of the respondents to the airport is as shown in the following table:

Table 4.4

Frequency

Quantity

Percentage

Once

7

7%

Seldom

68

69%

Frequently

23

23%

TOTAL

98

100%

 

Diagram 4.4 Diagram Based on the Frequency

 

 

SURVEY DATA RESULTS

The results of the questionnaire answers which are submitted to the respondents show that the percentage of 17 questionnaires, both the questions and the statements, are the description of the data results of each question or statement.

First questionnaire was about the experience of the respondents who had visited the airport. It has 98%. The respondents said “Ever” which means most of the respondents have visited to the airport.

Questionnaire 2 is about the experience of respondents who had experienced a flight delay. 53% of respondents said “Never” which means the most of the respondents had never experienced flight delays.

Questionnaire 3 is about the experience of respondents when they spend time while waiting for delayed planes. 70% of respondents choosed “Playing with the gadget” which means the majority of respondents prefer playing gadgets to come to seeing the commercial area, because it is easy and do not spend a lot of money.

Questionnaire 4 is about the opinions of respondents to assess commercial facilities in the area nowadays. 56% of respondents said “Ordinary” meaning that the majority of respondents have little attention to the commercial facilities area at this time because their main goal is to go to the airport only to board the aircraft.

Questionnaire 5 is a statement about the respondents to assess that commercial area could be an icon (image) for the airport itself. 76% of respondents said “Agree” which means the majority of respondents assess that the commercial area could be an icon (image) airport.

Questionnaire 6 is about the comfort of the respondents when they are in the commercial area. 64% of respondents said “Ordinary” meaning that the majority of respondents do not really care when they are in the commercial area.

Questionnaire 7 is about the opinion of the respondents to assess the needs of the facilities and entertainment venues augment in the commercial area. 72% of respondents said “Need”, meaning that the majority of respondents felt that facilities and entertainment venues in the commercial area should be developed.

Questionnaire 8 is the opinion of the respondents to assess what facilities are needed to be added in the commercial area nowadays. 30% of respondents said “No” meaning that the majority of respondents want that the facility in a commercial area can be added in order to add some facilities which are not exist in the area.

Questionnaire 9 is a statement to the respondents to assess the entertainment venues in the commercial area at the airport. 60% of respondents said “Agree”. This means the majority of respondents felt the entertainment in the commercial area is a plus for the airport because it can increase the income for the airport.

Questionnaire 10 is about the opinion of the respondents in developing commercial area that will increase the movement of passengers at the airport. 69% of respondents said “Yes” meaning that the majority of respondents considered that the development of a commercial area can increase the level of consumers’ satisfaction to make them continue to use the airport and to increase the movement of passengers at the airport.

Questionnaire 11 is about the opinions of respondents’ satisfaction that use the existing facilities in the commercial area. 85% of respondents expressed “Ordinary”. It means the majority of respondents are not satisfied with the current situation of the facilities in commercial area.

 

 

EXECUTIVE SUMMARY

Based on the results of our research about “How important to build the luxurious commercial area for the airport?”, we can conclude that commercial area at the airport should be developed and its facilities also have to be added. However, the development of a luxurious commercial area is not really needed because the development needs the plans and the capital intensive.

One of the methods that we use in this research is the withdrawal method. It takes the sample of the questionnaire which will states the results of the survey data that we did. It states that  the most of the respondents want this area has an adequate facilities and makes it convenient for its users. They do not really want a luxurious commercial area.

This is because for some passengers who have ever experienced delays, this area is urgently needed as one of the places that they can used to wait at the airport. It also can earns more income besides the flight activity income. In addition, many respondents said that commercial area facilities in the airport are unattractive and less convenience. The satisfaction in that area is also one of the causes of an airport needs to develop its commercial area. Therefore, the area at the airport should be developed in such a way, but the development does not need to be too luxurious, because it will add greater costs for the airport.

 

RECOMMENDATION

Most of the consumers want the commercial area facilities in the airport continue to be developed, but the consumers do not assume the development is too luxuriously built. Based on these conclusions, there are some suggestions that can be useful for every commercial area at the airport as well as below:

  1. As we can see from the results of research, it is recommended that the management at every airports increasing the innovation in terms of doing improvements and provide facilities that focused on consumer convenience.
  2. It is also recommended that the management of the airport and the entrepreneurs who have a business in the commercial area should improve their business and technology management so that it can grows the high competitiveness and high level of the consumers convenience towards the commercial area facilities. There is no relationship between luxurious facilities with consumer convenience issues if both of parties carry out their duties well and still consider the optimization of the utility facilities in the commercial itself. In this way the commercial area facilities will be able to develop according to the needs of the community.
  3. It is also recommended that the management of airport manager especially for commercial area to make some cost savings in the use of financial resources during the development of commercial area. If the construction and development of commercial areas are luxury but forgetting the main purpose of the airport, it will be only waste the cost to the entrepreneur so it will burdens them because of the high cost of maintenance and repair of the facilities.
  4. It is also recommended that the management of the airport managers and the entrepreneurs should stop competition on the airport facilities and more focus on the maintenance and repair which aims to make the customers pleasant.

 

HOW IMPORTANT TO BUILD THE LUXURIOUS COMMERCIAL AREA FOR THE AIRPORT?


Group            :                                         8

Chief              :

RIZKY INAYAH                                                       224110220

Member         :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION          224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI                 224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                               224110225

Class             :                                   S1 ZU10

 

BACKGROUND

People’s mobility nowadays is developing rapidly so they need everything fast. This is the reason why do the people use the aircraft as their alternative transportation especially for the air transportation. Therefore, the airport provides so many facilities for the passengers’ amenities.

However, there are some situations which will cause them trapped into the airport. This matter exactly makes them feel uncomfortable being in this place. One of the reasons of those circumstances is delay or transit time that takes a long time for the passengers. So, the airport that takes the responsibility of every passengers provides the support facilities in order to comfort them while they are waiting for the time in the airport. It also gives the value added for the airport and of course an extra income.

These support facilities include the commercial area of the airport. Commercial area is one of the attractions in this place. This area is the most favourite place in the airport for the passengers because it has so many interesting spots such as restaurant, shopping mall, even there are game station, cinema, or casino in cetain airports as their commercial area.

Now, the airports are developing their commercial area in order to increase the amount of the visitors. Not only as a support facilities at the airport, this area can also levels up the airport’s prestige and also increasing the airport’s income.

The commercial area development itself needs a well plan along with a big enough cost. So its space, funds and layouts has to be adjusted well to make this place useful for the passengers’ needs.

That are the reasons why do we take this problems to our research, with the importance of the commercial area development at the airport as the main point and to know what are the effects for the airport to develop its commercial area luxuriously as our research purpose.

THEORY BASE

According to Valarie A. Zeithamldan Mary Jo Bitner (2003:3), the definition of service is “Include all economic activities whose output is not a physical product or construction, is generally consumed at the time it is produced, and provides added value in from (such as convenience, amusement, timeliness, comfort, or health) that are essentially intangible concerns of its frist purchaser”.

Airport is a place where the air transportation services are given. It also being a part of national and international air transportation service systems to be in favor of the passengers’ needs. So, it provides many facilities which has been included in Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : Skep/ 47/ III/ 2007 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Usaha Kegiatan Penunjang Bandar Udara Pasal 2 Ayat 1 dan 2 (b). It describes the supporting activities in the airport are:

-        Hotel reservation services in the airport

-        Shopping space lease services in the airport

-        Restaurant, bank, money changer space lease in the airport

There are also PP Nomor 70 Tahun 2001 which explains that the airport activity suppoting services are being done by a certain party.

In this global era, there are so many commercial areas in a certain national or international airport are built excessively. Besides to add more value, the commercial area development is also needed for passengers necessity fulfillness and for business sake.

This business concept of elaborating the services has a unique attraction of the product and service. It can be a standard for the other airport administrators and the entrepreneurs in making the commercial area as unique and luxurious as possible to appeal consumers. Moreover, this area is the most interesting place to visit in the airport. But is that a big deal to build such a prestige commercial area whereas we know that it will costs a big mount of money.

RESEARCH METHODOLOGY

Our research has a scope of research that focuses on the assessment of how important commercial area built luxuriously for the airport.

In this case, we choosed some of the research methodology. One of them is a method of data collection. The method of using primary data is by conducting a survey to respondents who often use commercial area at the airport. Primary data in this case is the data that is retrieved from the answers of the respondents are examined, namely in the form of opinions or data about the phenomenon of an object.

In addition, we also use the sample withdrawal method, which consists of a questionnaire and documentation. The questionnaire was distributed online via docs.google.com or indirect, as well as offline or in person. Whereas the documentation is a technique of collecting data in a way to see, read, observe and manipulate data to support this research.

Other method that we use is descriptive research method. This method aims to explain the influence of the commercial area development in an airport which can be used by the airport to gain an advantage. It is exercised by  formulating and interpreting the data so that can provide a clear description about the research that we do.

 

THE ANALYSIS RESULTS

In this study, based on the overall data obtained from 98 respondents, said that the commercial area at the airport is needed to be developed and its facilities also have to be added because some passengers have experienced a delay so they need a commercial area as one of the place that can be used for them to wait until they can go on board.

There also some respondents who claimed that the commercial area at the airport is uncomfortable and unsatisfying. That is one of the reasons why do this area is needed to be developed. So that, the commercial area could become the icon of an airport and also for the country where that airport is.

Some of these causes can give some impacts to an airport when they are developing their commercial area. One of them is to improve the passenger movement. The more atractive that the commercial area is, more passengers will come to that airport. For example Changi Airport, Singapore. People come to the airport just for shopping in its commercial area, so that beside they can increase the passenger movement, they can also earn much income either it is an aeronautical or non-aeronautical income.

And by developing commercial area at the airport, they can also improve the airport’s image. The facilities management at an airport should managed well, so it can provides and enhances a good airport image.

As we can seen from the economic sector, the development of this area can also be influential. This is because there will be many businesses that are established in that airport and it will increases the number of entrepreneurs. A large number of entrepreneurs can make the Government increasing the income taxes, so that it will indirectly makes a good impact for the Government as well.

Commercial area at the airport has to be developed and added some interesting facilities. However, the development of a luxury commercial area is not required, it will just burden more costs for the airport.

THE RESEARCH RESULT

This Chapter 4 explains about the research results that have been taken by the survey titled “How important to build the luxurious commercial area for the airport?”. The results of the research are done by using the method of data collection that is conducting a survey to respondents who often use commercial area at the airport. We also use the method of withdrawal of sample from the questionnaires and documentation.

From the data obtained, we formulate and interpret data using tables and graphs to show the results of this research. Based on the results of the survey that we did, the resulting data is as follows:

The Profile of Respondents

Age

Based on the results of the primary data processing, can be known that the age of the respondents is in the table as follows:

Table 4.1

The Criteria of Age

Frequency

Percentage

Teenager (13-17 year old)

8

8%

Adult (> 17 year old)

90

92%

TOTAL

98

97%

Diagram 4.1 Diagram of Age

Nationality

Based on the data primary processing, it can be reported that those respondents nationality is as it seems at table below:

Table 4.2

Nationality

Frequency

Percentage

Indonesian

96

98%

Others Nationality

2

2%

TOTAL

96

100%

Diagram 4.2 Nationality

Gender

Based on the data primary processing, the respondents’ gender is in the table as follows:

Table 4.3

Gender

Frequency

Percentage

Male

34

35%

Female

64

65%

TOTAL

98

100%

Diagram 4.3 Diagram of Respondents’ Gender

Frequency

Based on the results of the primary data processing, the frequency visits of the respondents to the airport is as shown in the following table:

Table 4.4

Frequency

Quantity

Percentage

Once

7

7%

Seldom

68

69%

Frequently

23

23%

TOTAL

98

100%

Diagram 4.4 Diagram Based on the Frequency

SURVEY DATA RESULTS

The results of the questionnaire answers which are submitted to the respondents show that the percentage of 17 questionnaires, both the questions and the statements, are the description of the data results of each question or statement.

First questionnaire was about the experience of the respondents who had visited the airport. It has 98%. The respondents said “Ever” which means most of the respondents have visited to the airport.

Questionnaire 2 is about the experience of respondents who had experienced a flight delay. 53% of respondents said “Never” which means the most of the respondents had never experienced flight delays.

Questionnaire 3 is about the experience of respondents when they spend time while waiting for delayed planes. 70% of respondents choosed “Playing with the gadget” which means the majority of respondents prefer playing gadgets to come to seeing the commercial area, because it is easy and do not spend a lot of money.

Questionnaire 4 is about the opinions of respondents to assess commercial facilities in the area nowadays. 56% of respondents said “Ordinary” meaning that the majority of respondents have little attention to the commercial facilities area at this time because their main goal is to go to the airport only to board the aircraft.

Questionnaire 5 is a statement about the respondents to assess that commercial area could be an icon (image) for the airport itself. 76% of respondents said “Agree” which means the majority of respondents assess that the commercial area could be an icon (image) airport.

Questionnaire 6 is about the comfort of the respondents when they are in the commercial area. 64% of respondents said “Ordinary” meaning that the majority of respondents do not really care when they are in the commercial area.

Questionnaire 7 is about the opinion of the respondents to assess the needs of the facilities and entertainment venues augment in the commercial area. 72% of respondents said “Need”, meaning that the majority of respondents felt that facilities and entertainment venues in the commercial area should be developed.

Questionnaire 8 is the opinion of the respondents to assess what facilities are needed to be added in the commercial area nowadays. 30% of respondents said “No” meaning that the majority of respondents want that the facility in a commercial area can be added in order to add some facilities which are not exist in the area.

Questionnaire 9 is a statement to the respondents to assess the entertainment venues in the commercial area at the airport. 60% of respondents said “Agree”. This means the majority of respondents felt the entertainment in the commercial area is a plus for the airport because it can increase the income for the airport.

Questionnaire 10 is about the opinion of the respondents in developing commercial area that will increase the movement of passengers at the airport. 69% of respondents said “Yes” meaning that the majority of respondents considered that the development of a commercial area can increase the level of consumers’ satisfaction to make them continue to use the airport and to increase the movement of passengers at the airport.

Questionnaire 11 is about the opinions of respondents’ satisfaction that use the existing facilities in the commercial area. 85% of respondents expressed “Ordinary”. It means the majority of respondents are not satisfied with the current situation of the facilities in commercial area.

 

EXECUTIVE SUMMARY

Based on the results of our research about “How important to build the luxurious commercial area for the airport?”, we can conclude that commercial area at the airport should be developed and its facilities also have to be added. However, the development of a luxurious commercial area is not really needed because the development needs the plans and the capital intensive.

One of the methods that we use in this research is the withdrawal method. It takes the sample of the questionnaire which will states the results of the survey data that we did. It states that  the most of the respondents want this area has an adequate facilities and makes it convenient for its users. They do not really want a luxurious commercial area.

This is because for some passengers who have ever experienced delays, this area is urgently needed as one of the places that they can used to wait at the airport. It also can earns more income besides the flight activity income. In addition, many respondents said that commercial area facilities in the airport are unattractive and less convenience. The satisfaction in that area is also one of the causes of an airport needs to develop its commercial area. Therefore, the area at the airport should be developed in such a way, but the development does not need to be too luxurious, because it will add greater costs for the airport.

RECOMMENDATION

Most of the consumers want the commercial area facilities in the airport continue to be developed, but the consumers do not assume the development is too luxuriously built. Based on these conclusions, there are some suggestions that can be useful for every commercial area at the airport as well as below:

  1. As we can see from the results of research, it is recommended that the management at every airports increasing the innovation in terms of doing improvements and provide facilities that focused on consumer convenience.
  2. It is also recommended that the management of the airport and the entrepreneurs who have a business in the commercial area should improve their business and technology management so that it can grows the high competitiveness and high level of the consumers convenience towards the commercial area facilities. There is no relationship between luxurious facilities with consumer convenience issues if both of parties carry out their duties well and still consider the optimization of the utility facilities in the commercial itself. In this way the commercial area facilities will be able to develop according to the needs of the community.
  3. It is also recommended that the management of airport manager especially for commercial area to make some cost savings in the use of financial resources during the development of commercial area. If the construction and development of commercial areas are luxury but forgetting the main purpose of the airport, it will be only waste the cost to the entrepreneur so it will burdens them because of the high cost of maintenance and repair of the facilities.
  4. It is also recommended that the management of the airport managers and the entrepreneurs should stop competition on the airport facilities and more focus on the maintenance and repair which aims to make the customers pleasant.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDARA? (PART V)


Kelompok     :                                     8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                               224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI                    224110046

SEKAR WIDYASTUTI                  224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI        224110225

Kelas                         :                               S1 ZU10

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian kami yang berjudul “Pentingkah Komersial Area Yang Mewah Bagi Suatu Bandar Udara” dapat disimpulkan bahwa commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya. Akan tetapi pengembangan area komersil yang mewah tidak terlalu dibutuhkan karena dalam pembangunannya mebutuhkan rencana yang matang serta modal yang sangat besar.

Salah satu metode yang kami gunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode penarikan sampel yang terdiri dari kuesioner yang menyatakan bahwa dari hasil data survei yang kami lakukan, sebagian besar responden menginginkan area tersebut memiliki fasilitas yang memadai serta memberikan kenyamanan bagi para penggunanya, bukan menginginkan area komersil yang mewah.

Hal tersebut disebabkan karena bagi sebagian penumpang yang pernah mengalami keterlambatan, commercial area sangat dibutuhkan sebagai salah satu tempat yang digunakan mereka untuk menunggu di dalam bandar udara saat mengalami keterlambatan penerbangan dan tempat tersebut juga merupakan salah satu tempat di dalam bandar udara yang dapat menghasilkan pendapatan di luar dari kegiatan penerbangan. Selain itu, banyaknya responden yang menyatakan fasilitas commercial area di bandar udara biasa saja dan kurangnya kenyamanan serta kepuasan di area tersebut juga menjadi salah satu penyebab suatu bandara perlu mengembangkan area komersilnya. Oleh karena itu, commercial area di bandar udara perlu dikembangkan sedemikian rupa, namun pengembangan commercial area yang dilakukan secara mewah tidak diperlukan, karena akan menambah biaya yang lebih besar bagi bandar udara.

SARAN

Sebagian besar konsumen menginginkan fasilitas area komersil di bandar udara terus dikembangkan namun konsumen mengaggap pengembangan tidak harus dibangun semewah mungkin. Berdasarkan kesimpulan tersebut, ditemukan beberapa saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi kelangsungan area komersil di setiap bandar udara, di antaranya;

  1. Dilihat dari hasil penilitian, disarankan agar pihak manajemen di setiap bandar udara meningkatkan inovasi dalam hal melakukan perbaikan-perbaikan dan memberikan fasilitas yang mementingkan kenyamanan konsumen.
  2. Dilihat dari hasil penilitian, disarankan agar pihak manajemen pengelola bandar udara dan pengusaha khususnya untuk area komersil harus memperbaiki manajemen dan teknologi pengelolaan usahanya agar dapat menumbuhkan daya saing tinggi dengan tingkat kenyamanan konsumen terhadap fasilitas area komersil tinggi. Tidak ada kaitan antara fasilitas yang mewah dengan masalah kenyamanan konsumen jika masing-masing pihak melaksanakan tugasnya dengan baik dan tetap memperhatikan optimalisasi kegunaan fasilitas area komersil itu sendiri. Dengan cara ini maka fasilitas area komersil akan dapat berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
  3. Dilihat dari hasil penilitian, disarankan agar pihak manajemen pengelola bandar udara khususnya untuk area komersil melakukan penghematan penggunaan biaya dalam penggunaan sumber dana yang besar saat melakukan pengembangan area komersil. Jika pembangunan serta pengembangan area komersil dilakukan dengan mewah tetapi mengesampingkan tujuan utama dari bandara tersebut dan area komersilnya maka akan memerlukan biaya yang sangat besar bahkan akan hanya membuang-buang biaya yang dikeluarkan pihak pengusaha sehingga akan menambah beban karena tingginya biaya perawatan dan perbaikan fasilitas yang disediakan area komersil.
  4. Dilihat dari hasil penilitian, disarankan agar pihak manajemen pengelola Bandar udara dan pengusaha khususnya untuk area komersil sebaiknya menghentikan persaingan terhadap fasilitas bandara lainnya dan lebih memfokuskan pada perawatan, perbaikan, dan penambahan fasilitas yang bertujuan untuk kenyamanan konsumen.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDARA? (PART IV)


Kelompok     :                                   8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI                    224110046

SEKAR WIDYASTUTI                   224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI             224110225

Kelas                         :                                   S1 ZU10

Pada bab 4 ini, kami membahas hasil penilitian dari survei tentang “Pentingkah Commercial area yang Mewah Bagi Bandar Udara”. Hasil penilitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu melakukan survei kepada para responden yang sering menggunakan area komersial di bandar udara. Dan juga dengan menggunakan metode penarikan sampel yang terdiri dari kuesioner dan dokumentasi.

Dari data yang diperoleh, kami merumuskan dan menafsirkan data dengan menggunakan tabel dan grafik untuk menunjukkan hasil penilitian ini. Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, data yang dihasilkan adalah sebagai berikut :

Profil Responden

Usia

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui usia responden adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.1

Kriteria Usia Frekuensi Persentase
Remaja (13 – 17 Tahun) 8 8%
Dewasa> 17 Tahun 90 92%
TOTAL 98 97%

Gambar 4.1 Diagram Usia

Kewarganegaraan

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui kewarganegaraan responden adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.2

Kriteria Kewarganegaraan Frekuensi Persentase
Warga Negara Indonesia 96 98%
Warga Negara Asing 2 2%
TOTAL 96 100%

Gambar 4.2 Kewarganegaraan

JenisKelamin

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui jumlah responden berdasarkan jenis kelamin adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.3

Kriteria Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Pria 34 35%
Wanita 64 65%
TOTAL 98 100%

Gambar 4.3 Diagram Berdasarkan Jenis Kelamin

Frekuensi

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui frekuensi responden dalam mengunjungi bandara adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.4

Frekuensi Jumlah Persentase
Baru Sekali 7 7%
Jarang 68 69%
Sering 23 23%
TOTAL 98 100%

Gambar 4.4 Diagram Berdasarkan Frekuensi

Hasil Data Survei “Pentingkah Commercial area yang Mewah bagisuatuBandara

 

Hasil jawaban kuesioner menunjukan persentase terhadap 17 buah kuisioner baik itu pertanyaan maupun pernyataan yang diajukan kepada responden, berikut adalah penjelasan hasil data dari masing-masing pertanyaan maupun pernyataan.

Kuesioner pertama adalah tentang pengalaman responden pernah mengunjungi bandara dengan persentase 98% responden menyatakan “Pernah” artinya sebagian besar responden sudah pernah mengunjungi bandara.

Kuesioner ke-2 adalah tentang pengalaman responden yang pernah mengalami keterlambatan penerbangan. 53% responden menyatakan “Tidak pernah” artinya sebagian besar responden belum pernah mengalami keterlambatan penerbangan.

Kuesioner ke-3 adalah tentang pengalaman responden saat menghabiskan waktu sambil menunggu karena keterlambatan pesawat, dengan persentase 70% responden menyatakan “Bermain dengan gadget pribadi” artinya sebagian besar responden melakukan kegiatan bermain gadget karena dianggap mudah dan tidak menghabiskan banyak uang.

Kuesioner ke-4 adalah tentang pendapat responden dalam menilai fasilitas di commercial area saat ini dengan persentase 56% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden merasa tidak begitu memperhatikan fasilitas commercial area saat ini karena tujuan utama mereka pergi ke bandara adalah untuk naik pesawat.

Kuesioner ke-5 adalah tentang pernyataan responden dalam menilai commercial area bisa menjadi ikon (pencitraan) bandara itu sendiri dengan persentase 76% responden menyatakan “Setuju” artinya sebagian besar responden menilai jika commercial area bisa menjadi ikon (pencitraan) bandara tersebut.

Kuesioner ke-6 adalah tentang kenyamanan responden ketika berada di commercial area dengan persentase 64% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden tidak terlalu peduli ketika berada di area tersebut.

Kuesioner ke-7 adalah tentang pendapat responden dalam menilai perlunya ditambah fasilitas/ tempat hiburan di commercial area dengan persentase 72% responden menyatakan “Perlu”, artinya sebagian besar responden merasa fasilitas/ tempat hiburan di commercial area harus dikembangkan.

Kuesioner ke-8 adalah tentang pendapat responden dalam menilai fasilitas apa yang perlu ditambah di commercial area saat ini dengan persentase 30% responden menyatakan “Tidak perlu” artinya sebagian besar responden menginginkan fasilitas di area komersial ditambah dengan beberapa fasilitas lain yang belum ada di dalam area tersebut.

Kuesioner ke-9 adalah pernyataan responden dalam menilai semakin banyak tempat hiburan di commercial area, bandar udara akan semakin baik dengan persentase 60% responden menyatakan “Setuju”. Artinya sebagian besar responden merasa tempat hiburan di dalam area komersial merupakan nilai tambah bagi suatu bandara karena dapat meningkatkan pendapatan bandara tersebut.

Kuesioner ke-10 adalah tentang pendapat responden dalam mengembangkan commercial area akan meningkatkan pergerakan penumpang di bandara dengan persentase 69% responden menyatakan “Ya” artinya sebagian besar responden menganggap bahwa pengembangan area komersial dapat menambah tingkat kenyamanan konsumen sehingga mereka terus menggunakan bandara tersebut dan meningkatkan pergerakan penumpang di bandara.

Kuesioner ke-11adalah tentang pendapat responden dalam kepuasan fasilitas yang ada di commercial area saat ini dengan persentase 85% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden merasa kurang puas dengan fasilitas commercial area saat ini.

Hasil Analisa

Dalam penilitian ini, berdasarkan data secara keseluruhan yang didapat dari 98 responden, menyatakan bahwa commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya. Hal tersebut disebabkan karena sebagian penumpang pernah mengalami keterlambatan sehingga mereka membutuhkan commercial area sebagai salah satu tempat yang digunakan mereka pada saat menunggu waktu jika pesawat mengalami keterlambatan.

Selain itu, banyaknya responden yang menyatakan fasilitas commersial area di bandar udara biasa saja dan kurangnya kenyamanan serta kepuasan di area tersebut juga menjadi salah satu penyebab suatu bandara perlu mengembangkan area komersilnya. Bahkan, commercial area dapat menjadi icon suatu bandara.

Beberapa penyebab tersebut memberikan dampak terhadap suatu bandara untuk mengembangkan area komersilnya. Salah satunya adalah meningkatkan pergerakan penumpang. Dengan adanya commercial area yang menarik, maka akan meningkatkan konsumen yang datang. Contohnya adalah seperti kejadian di Bandar Udara Changi, Singapura, banyak konsumen yang datang ke bandara tersebut hanya untuk berbelanja di area komersilnya sehingga selain menambah pergerakan penumpang, namun juga menambah penghasilan bandara karena pendapatan yang diperoleh bandar udara terdiri dari pendapatan aeronautical dan non-aeronautical, seperti pendapatan yang diperoleh dari commercial area. Selain itu dampak lainnya adalah dapat memberikan nilai tambah bagi bandara.

Dan dengan mengembangkan area komersil di suatu bandara, juga dapat meningkatkan citra bandara di mata penumpang. Pengelolaan suatu fasilitas di bandar udara yang baik menggambarkan bandar udara tersebut terkelola secara baik pula, sehingga dapat memberikan dan meningkatkan citra serta nama baik bandar udara.

Dilihat dari sektor perekonomian, pengembangan commercial area juga dapat berpengaruh baik. Hal ini disebabkan karena semakin banyak usaha yang didirikan di suatu tempat seperti di bandar udara, akan menambah jumlah pengusaha. Banyaknya jumlah pengusaha tersebut mendorong Pemerintah untuk meningkatkan pajak sehingga secara tidak langsung akan menguntungkan Pemerintah pula.

Commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya, namun pengembangan commercial area yang dilakukan secara mewah tidak diperlukan, karena akan menambah biaya yang lebih besar bagi bandar udara.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDARA? (PART IV)


Kelompok     :                                   8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI                    224110046

SEKAR WIDYASTUTI                   224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI             224110225

Kelas                         :                                   S1 ZU10

 

Pada bab 4 ini, kami membahas hasil penilitian dari survei tentang “Pentingkah Commercial area yang Mewah Bagi Bandar Udara”. Hasil penilitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu melakukan survei kepada para responden yang sering menggunakan area komersial di bandar udara. Dan juga dengan menggunakan metode penarikan sampel yang terdiri dari kuesioner dan dokumentasi.

Dari data yang diperoleh, kami merumuskan dan menafsirkan data dengan menggunakan tabel dan grafik untuk menunjukkan hasil penilitian ini. Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, data yang dihasilkan adalah sebagai berikut :

ProfilResponden

Usia

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui usia responden adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.1

Kriteria Usia Frekuensi Persentase
Remaja (13 – 17 Tahun) 8 8%
Dewasa> 17 Tahun 90 92%
TOTAL 98 97%

Gambar 4.1 Diagram Usia

Kewarganegaraan

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui kewarganegaraan responden adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.2

Kriteria Kewarganegaraan Frekuensi Persentase
Warga Negara Indonesia 96 98%
Warga Negara Asing 2 2%
TOTAL 96 100%

Gambar 4.2 Kewarganegaraan

JenisKelamin

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui jumlah responden berdasarkan jenis kelamin adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.3

Kriteria Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Pria 34 35%
Wanita 64 65%
TOTAL 98 100%

Gambar 4.3 Diagram Berdasarkan Jenis Kelamin

Frekuensi

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui frekuensi responden dalam mengunjungi bandara adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.4

Frekuensi Jumlah Persentase
Baru Sekali 7 7%
Jarang 68 69%
Sering 23 23%
TOTAL 98 100%

Gambar 4.4 Diagram Berdasarkan Frekuensi

Hasil Data Survei “Pentingkah Commercial area yang Mewah bagisuatuBandara

 

Hasil jawaban kuesioner menunjukan persentase terhadap 17 buah kuisioner baik itu pertanyaan maupun pernyataan yang diajukan kepada responden, berikut adalah penjelasan hasil data dari masing-masing pertanyaan maupun pernyataan.

Kuesioner pertama adalah tentang pengalaman responden pernah mengunjungi bandara dengan persentase 98% responden menyatakan “Pernah” artinya sebagian besar responden sudah pernah mengunjungi bandara.

Kuesioner ke-2 adalah tentang pengalaman responden yang pernah mengalami keterlambatan penerbangan. 53% responden menyatakan “Tidak pernah” artinya sebagian besar responden belum pernah mengalami keterlambatan penerbangan.

Kuesioner ke-3 adalah tentang pengalaman responden saat menghabiskan waktu sambil menunggu karena keterlambatan pesawat, dengan persentase 70% responden menyatakan “Bermain dengan gadget pribadi” artinya sebagian besar responden melakukan kegiatan bermain gadget karena dianggap mudah dan tidak menghabiskan banyak uang.

Kuesioner ke-4 adalah tentang pendapat responden dalam menilai fasilitas di commercial area saat ini dengan persentase 56% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden merasa tidak begitu memperhatikan fasilitas commercial area saat ini karena tujuan utama mereka pergi ke bandara adalah untuk naik pesawat.

Kuesioner ke-5 adalah tentang pernyataan responden dalam menilai commercial area bisa menjadi ikon (pencitraan) bandara itu sendiri dengan persentase 76% responden menyatakan “Setuju” artinya sebagian besar responden menilai jika commercial area bisa menjadi ikon (pencitraan) bandara tersebut.

Kuesioner ke-6 adalah tentang kenyamanan responden ketika berada di commercial area dengan persentase 64% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden tidak terlalu peduli ketika berada di area tersebut.

Kuesioner ke-7 adalah tentang pendapat responden dalam menilai perlunya ditambah fasilitas/ tempat hiburan di commercial area dengan persentase 72% responden menyatakan “Perlu”, artinya sebagian besar responden merasa fasilitas/ tempat hiburan di commercial area harus dikembangkan.

Kuesioner ke-8 adalah tentang pendapat responden dalam menilai fasilitas apa yang perlu ditambah di commercial area saat ini dengan persentase 30% responden menyatakan “Tidak perlu” artinya sebagian besar responden menginginkan fasilitas di area komersial ditambah dengan beberapa fasilitas lain yang belum ada di dalam area tersebut.

Kuesioner ke-9 adalah pernyataan responden dalam menilai semakin banyak tempat hiburan di commercial area, bandar udara akan semakin baik dengan persentase 60% responden menyatakan “Setuju”. Artinya sebagian besar responden merasa tempat hiburan di dalam area komersial merupakan nilai tambah bagi suatu bandara karena dapat meningkatkan pendapatan bandara tersebut.

Kuesioner ke-10 adalah tentang pendapat responden dalam mengembangkan commercial area akan meningkatkan pergerakan penumpang di bandara dengan persentase 69% responden menyatakan “Ya” artinya sebagian besar responden menganggap bahwa pengembangan area komersial dapat menambah tingkat kenyamanan konsumen sehingga mereka terus menggunakan bandara tersebut dan meningkatkan pergerakan penumpang di bandara.

Kuesioner ke-11adalah tentang pendapat responden dalam kepuasan fasilitas yang ada di commercial area saat ini dengan persentase 85% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden merasa kurang puas dengan fasilitas commercial area saat ini.

Hasil Analisa

Dalam penilitian ini, berdasarkan data secara keseluruhan yang didapat dari 98 responden, menyatakan bahwa commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya. Hal tersebut disebabkan karena sebagian penumpang pernah mengalami keterlambatan sehingga mereka membutuhkan commercial area sebagai salah satu tempat yang digunakan mereka pada saat menunggu waktu jika pesawat mengalami keterlambatan.

Selain itu, banyaknya responden yang menyatakan fasilitas commersial area di bandar udara biasa saja dan kurangnya kenyamanan serta kepuasan di area tersebut juga menjadi salah satu penyebab suatu bandara perlu mengembangkan area komersilnya. Bahkan, commercial area dapat menjadi icon suatu bandara.

Beberapa penyebab tersebut memberikan dampak terhadap suatu bandara untuk mengembangkan area komersilnya. Salah satunya adalah meningkatkan pergerakan penumpang. Dengan adanya commercial area yang menarik, maka akan meningkatkan konsumen yang datang. Contohnya adalah seperti kejadian di Bandar Udara Changi, Singapura, banyak konsumen yang datang ke bandara tersebut hanya untuk berbelanja di area komersilnya sehingga selain menambah pergerakan penumpang, namun juga menambah penghasilan bandara karena pendapatan yang diperoleh bandar udara terdiri dari pendapatan aeronautical dan non-aeronautical, seperti pendapatan yang diperoleh dari commercial area. Selain itu dampak lainnya adalah dapat memberikan nilai tambah bagi bandara.

Dan dengan mengembangkan area komersil di suatu bandara, juga dapat meningkatkan citra bandara di mata penumpang. Pengelolaan suatu fasilitas di bandar udara yang baik menggambarkan bandar udara tersebut terkelola secara baik pula, sehingga dapat memberikan dan meningkatkan citra serta nama baik bandar udara.

Dilihat dari sektor perekonomian, pengembangan commercial area juga dapat berpengaruh baik. Hal ini disebabkan karena semakin banyak usaha yang didirikan di suatu tempat seperti di bandar udara, akan menambah jumlah pengusaha. Banyaknya jumlah pengusaha tersebut mendorong Pemerintah untuk meningkatkan pajak sehingga secara tidak langsung akan menguntungkan Pemerintah pula.

Commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya, namun pengembangan commercial area yang dilakukan secara mewah tidak diperlukan, karena akan menambah biaya yang lebih besar bagi bandar udara.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDARA? (PART III)


Kelompok     :                                     8

Ketua               :

RIZKY INAYAH                                224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI                    224110046

SEKAR WIDYASTUTI                   224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI        224110225

Kelas                :                                        S1 ZU10

 

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian kami memiliki ruang lingkup penelitian yang berfokus pada penilaian seberapa penting area komersial yang dibangun mewah bagi bandar udara.

Dalam penelitian ini, kami memilih beberapa metodologi penelitian. Salah satunya adalah metode pengumpulan data. Metode tersebut menggunakan data primer yaitu dengan melakukan survei kepada para responden yang sering menggunakan area komersial di bandar udara. Data primer dalam hal ini adalah data yang diperoleh dari jawaban responden yang diteliti, yaitu berupa data mengenai pendapat atau fenomena dari obyek.

Selain itu, kami juga menggunakan metode penarikan sampel yang terdiri dari kuesioner dan dokumentasi. Kuesioner disebarkan secara online melalui docs.google.com atau tidak langsung, maupun offline  atau secara langsung. Sedangkan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melihat, membaca, mengamati dan mengolah data yang menunjang penelitian ini.

Metode lain yang kami gunakan adalah metode penelitian deskriptif. Metode ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh perkembangan commercial area  bagi suatu bandar udara yang dapat digunakan oleh bandar udara tersebut untuk memperoleh keuntungan. Cara tersebut dilakukan dengan cara merumuskan dan menafsirkan data sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai penelitian yang kami lakukan.

 

 

 

10 PESAWAT TEMPUR LEGENDARIS


NAMA: BIMANTARA MUHAMMAD ALIMUDA

NIM:224110337

KELAS:MTU-A

JUDUL TUGAS: 10 PESAWAT TEMPUR LEGENDARIS

PENDAHULUAN

Didalam artikel ini saya akan membahas 10 Pesawat Tempur Legendaris.seperti yang kita tahu banyak sekali pesawat tempur yang dibuat di dunia ini.pesawat tempur dirancang untuk bertempur/melindungi wilayah udara bagi setiap Negara di dunia.pesawat tempur sangat berbeda dengan pesawat biasa.pesawat ini dibuat special ,dengan spesifikasi:mesin jet berkekuatan besar,rudal dan peluru,radar untuk mengetahui pesawat tempur lain,serta suara nya yang berisik.10 pesawat legendaris ini adalah pesawat model lama.diantaranya adalah: Three Wing Fokker, Mitsubishi Zero,Messerschmitt, Supermarine Spitfire, P-51 Mustang, F-86 Sabre, F-18 Hornet, Stealth Bomber,UCAV.Mereka semua adalah pesawat legendaries yang dibuat dari berbagai macam Negara.negara tersebut ialah:jerman,jepang,dan amerika.

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDARA? (PART II)


Kelompok     :                                   8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI                    224110046

SEKAR WIDYASTUTI                   224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI             224110225

Kelas                         :                                   S1 ZU10

 

LandasanTeori

Pengertian Jasamenurut Valarie A. Zeithamldan Mary Jo Bitner (2003:3) “Include all economic activities whose output is not a physical product or construction, is generally consumed at the time it is produced, and provides added value in from (such as convenience, amusement, timeliness, comfort, or health) that are essentially intangible concerns of its frist purchaser.”

Artinya jasa adalah suatu kegiatan ekonomi yang outputnya bukan produk yang dikonsumsi bersamaaan dengan waktu dan produksi serta memberikan nilai tambah (kenikamatan, hiburan, santai, sehat) bersifat tidak berwujud.

Salah satu tempat yang memberikan jasa pelayanan dalam transportasi udara adalah bandar udara. Bandar Udara (Airport) merupakan bagian dari satu sistem pelayanan transportasi udara baik nasional maupun internasional. Untuk menunjang sistem pelayanan tersebut, terdapat area komersial di dalam bandar udara yang menyediakan berbagai fasilitas yang dicantumkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : Skep/ 47/ III/ 2007 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Usaha Kegiatan Penunjang Bandar Udara Pasal 2 Ayat 1 dan 2 (b) yang menjelaskan kegiatan penunjang bandar udara, meliputi hal-hal sebagai berikut:

- Jasa penyediaan hotel dan hotel reservation services di bandara

- Jasa penyewaan spaceuntuk pertokoan di bandara

- Jasa penyewaan spaceuntuk restoran, bank, money changer di bandara

            Menurut PP Nomor 70 Tahun 2001 pelayanan jasa penunjang kegiatan bandar udara dilakukan oleh suatu pihak yaitu Badan Hukum Indonesia atau perorangan untuk dapat melakukan kegiatan penunjang bandar udara harus mengadakan perjanjian/kesepakatan bersama dengan penyelenggara bandar udara berdasarkan prinsip saling menguntungkan dengan mempertimbangkan kelancaran operasional bandar udara dan kelancaran penerbangan. Dalam era globalisasi ini, banyak ditemukan area komersial di beberapa bandara baik itu bandara nasional maupun bandara internasional dibangun secara berlebihan. Selain bertujuan untuk memberikan nilai tambah terhadap bandara udara, memenuhi kepuasan para konsumen, pengembangan tersebut juga bertujuan untuk kepentingan bisnis.

Konsep para pebisnis yang mulai mengembangkan jasa agar memiliki keunikan pada produk dan pelayanannya menjadi patokan para pebisnis dan penyelenggara bandar udara untuk menjadikan area komersial seunik dan semewah mungkin untuk menarik konsumen. Apalagi area komersial dalam bandar udara merupakan area yang paling menarik untuk dikunjungi oleh para pengunjung bandar udara. Namun seberapa pentingkah area komersial dibangun semewah mungkin sedangkan kita mengetahui pembangunan atau pengembangan area komersial yang mewah membutuhkan dana yang sangat besar.

 

 

 

PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDARA? (PART I) (EDIT)


Kelompok     :                                   8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI                    224110046

SEKAR WIDYASTUTI                   224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI             224110225

Kelas                         :                                   S1 ZU10

Latar Belakang

Mobilitas manusia yang semakin berkembang dan membutuhkan segala sesuatu yang cepat, menjadikan pesawat sebagai salah satu alternatif transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat. Sehingga bandar udara menjadi bagian penting dalam penunjang kegiatan penumpang yang menggunakan pesawat sebagai sarana trasnportasi. Oleh karena itu, bandar udara menyediakan banyak fasilitas demi kenyamanan penumpang.

Namun terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan para penumpang tersebut terjebak di dalam bandar udara sehingga membuat mereka menjadi tidak nyaman berada di dalamnya. Salah satu penyebab tersebut adalah waktu transit atau delay keberangkatan pesawat yang memakan waktu lama sehingga dapat membuang waktu para penumpang dengan percuma. Oleh karena itu, bandar udara sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penumpang, menyediakan fasilitas-fasilitas penunjang di dalam bandar udara agar para penumpang tersebu dapat memperoleh kenyamanan selama menunggu di dalam bandar udara sekaligus dapat memberikan nilai tambah berupa tambahan pendapatan bagi bandar udara.

Salah satu fasilitas penunjang pelayanan penumpang di dalam bandar udara adalah commercial area. Commercial area merupakan salah satu daya tarik bagi suatu bandara. Area tersebut adalah salah satu bagian favorit bagi pengunjung bandara yang sebagian besar merupakan penumpang pesawat. Hal ini dikarenakan area tersebut memiliki banyak fasilitas menarik. Bahkan ada beberapa bandara yang memiliki game station, skyrink, bioskop, bahkan casino di dalam area tersebut.

Sekarang, tidak sedikit bandara yang mengembangkan wilayah komersilnya untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Namun tidak hanya menjadi suatu pelengkap fasilitas bandara dan meningkatkan jumlah pengunjung, area ini juga dapat meningkatkan pamor bandar udara tersebut apabila dibangun secara mewah dan megah. Hal itu tentu akan meningkatkan pula pendapatan bandara.

Pengembangan area komersil di dalam bandar udara tersebut tentunya membutuhkan rencana yang matang serta biaya yang cukup besar dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian antara luas area bandar udara, dana yang tersedia, serta rancangan yang tepat agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan penumpang.

Hal itulah yang menjadi alasan kami membuat penelitian ini dengan tema pentingnya pembangunan commercial area bagi suatu bandar udara, dengan tujuan untuk mencari tahu pengaruh apa yang akan dirasakan oleh pihak bandar udara maupun penumpang apabila area komersil tersebut dibangun seapik mungkin oleh pihak bandar udara.

 

 

 

MENGAPA LCC BANYAK DI TERAPKAN DI MASKAPAI PENERBANGAN INDONESIA


Kelompok 9

Ketua       : Yuyun Muhammad Rizki  (224110289)

Anggota : Bagja Adi Komara (224110062)

Asnitya Haspuri Puteri (224110317)

Putri Latifa Anindra (224110297)

Kelas              : S1 MTU-A 2010

Tugas 1

BAB 1

PENDAHULUAN

Dalam dunia penerbangan saat ini terutama di Indonesia banyak maskapai penerbangan yang menerapkan sistem LCC (low cost carrier) atau penerbangan dengan biaya rendah. Alasan kami melakukan survey terhadap LCC ini untuk mengetahui berapa banyak pengguna layanan LCC di bandingkan dengan pengguna layanan regular. Untuk mencari tahu mengapa masih  banyak maskapai penerbangan yang berani menerapkan layanan tersebut yang pada kenyataannya tidak mengutamakan pelayanan yang diberikan oleh penerbangan reguler dengan mengurangi beberapa layanan regular yang seharusnya di berikan kepada penumpang.

Walaupun masyarakat mengetahui adanya penghapusan layanan tersebut mereka masih saja menggunakan layanan tersebut.

Sudahkah Maskapai Penerbangan Indonesia Dianggap Aman oleh Dunia?


Kelompok  : 1

Nama: Taufans rizkyanto                   : 224110121

            Christophorus linggatantra  : 224110171

            Albert parlindungan               : 224110126

            Bahrul ulum                            : 224110293

Kelas : MTU-A

Tugas : 1

  1. Pendahuluan

Pada dasarnya transportasi adalah suatu kegiatan memindahkan barang-barang dan orang-orang dari suatu tempat ke tempat tujuan dengan menggunakan moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Seiring dengan perkembangan jaman dan juga bertambahnya jumlah populasi manusia dimukabumi, dengan berkembangnnya teknologi yang semakin canggih menuntut kegiatan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat maka manusia lebih memilih menggunakan jasa moda transportasi udara sebagai sarana moda transportasi dalam menopang kegiatan ekonomi. Untuk itu semua maskapai berlomba-lomba berusaha memberikan pelayanan dan keamanan yang boleh dikatakan kelas satu atau pelayanan full services meskipun para maskapai ini harus berusaha bersaing dengan maskapai yang memiliki pelayanan Low Cost Carrier (penerbangan dengan harga murah). Tetapi beberapa bulan ini ada sebuah stasiun televisi yaitu saluran tujuh Australia, menyebutkan bahwa Indonesia, Angola, Liberia, Sudan, dan Korea Utara adalah lima negara dengan maskapai penerbangan paling tidak aman didunia, menyusul serangkaian insiden dan kecelakaan yang terjadi terhadap beberapa maskapai penerbangan dunia dalam beberapa bulan terakhir ini. Dalam acara yang diisi dengan wawancara dengan Redaktur Senior Jurnal Manajemen Penerbangan Air Transport World Geoffrey Thomas itu mengungkapkan bahwa tingkat keselamatan berbagai maskapai penerbangan Indonesia, termasuk Garuda Indonesia, masih dipandang buruk. Bahkan, Kochie sempat mempertanyakan alasan kenapa Pemerintah Australia yang tidak mengikuti langkah Uni Eropa yang sudah terlebih dahulu melarang maskapai penerbangan dari 18 negara, termasuk Indonesia. Sejauh ini, Garuda Indonesia merupakan satu-satunya maskapai penerbangan Indonesia yang terbang ke Australia untuk melayani rute penerbangan Denpasar-Sydney, Denpasar-Perth, dan Denpasar-Melbourne. Hal ini menimbulkan banyak kontrofersi-kontrofersi bagi maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang katanya keamanan dan keamanannya sudah sesuai dengan standar internasional dan kebanyakan yang menggunakan maskapai ini adalah para pebisnis dan eksekutif muda dan juga orang-orang kaya yang mempunyai banyak uang. Menurut Channel Seven, ada delapan maskapai yang dianggap paling aman di dunia yaitu Qantas, Southwest Airlines, Air New Zealand, Delta, Cathay Pacific, Asiana Airlines, Emirates, dan Lufthansa.  Solusinya supaya pihak dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia agar lebih meningkatkan lagi pelayanan dan keamanannya dengan memperbaiki system standar keselamatan penerbangan dan kenyamanan dengan minimal standar internasional, sehingga maskapai Garuda Indonesia dapat membuka rut eke eropa dan ke Negara lainnya.

BAB IV-Suprapti Tugas – 8 Re-upload


Nama: Suprapti

Nim:  2241.09.165

Kelas: E

PART 4

Nama: Suprapti

Nim:  2241.09.165

Kelas: E

PART 4

Nama: Suprapti

Nim:  2241.09.165

Kelas: E

PART 4

BAB IV

ANALISI

Saya sangat setuju dengan diadakannya jalur khusus menuju bandara soeta dikarenakan  dengan adanya penambahan penduduk serta meningkatnya jumlah kendaraan yang menimbulkan kepadatan, oleh karena itu sanagat efektif bila dibangunnya jalur khusus seperti jalan laying untuk menuju bandara itu sendiri. Dengan dibangunnya jalur khusus, bandara soeta dapat lebih efektif dan tercontrol . dengan ini saya berharap kedepannya bandara soeta lebih tertata dengan dibangunnya jalur khusus menuju bandara.

LANDASAN TEORI Baca lebih lanjut

Mutu perusahaan groundhandling diIndonesia


Nama: Masita SAri dewanto

Nim: 2241-09-091

Kelas : C

TUGAS GROUNDHANDLING II (yang ke2)

 

Mutu perusahaan groundhandling diindonesia

perusahaan groundhandling sangat berkaitan tentang pernerbangan diindonesia dikarenakan dua perusahaan groundhandling dan maskapai saling membutuhkan dikarenakan kedua perusahaan ini tidak dapat bergerak tanpa adanya saling bantuan dari masing-masing.

tetapi menurut pendapat saya groundhandling diindonesia sekarang ini sangat menurun mutunya dikarena banyak sekali pihak yang tidak bertanggung jawab, misalnya dari masalah-masalah dalam menangani pesawat saat baru tiba dan ingin meninggalkan tempat tujuan. belakangan ini sering sekali terjadi masalaha yang diakibatkan oleh groundhandling sehingga menyebabkan kerugian bagi maskapai ataupun pengguna maskapai tersebut.

Dan bagaimana pun penanganan yang harus diperbaiki harus lebih baik diberikan pihak groundhandling diindonesia sehingga tidak merugikan semua pihak dan dapat dengan nyaman menggunakan maskapai penerbanhan dengan fasilitas internal dan eksternal yang baik.

dengan begitu senua pengguna jasa pelayanan udata akan merasa aman dan tidak akan memberikan komplaim terhadap pihak pelayanan udara.

Pelayan Apa Saja Yang Diberikan Ground Handling Terhadap Flight Handling Perusahaan Airlines?


Pelayan Apa Saja Yang Diberikan Ground Handling Terhadap Flight Handling Perusahaan Airlines?

NAMA        : NINDY ELMA

NIM            : 224108255

KELAS       : C

TUGAS KE : 2

 

  1. Melayani pelayanan terhadap pesawat yang dilakukan di apron ataupun di hangar.

2.       salah satu tujuan pelayanan adalah safety, punctuality & regularity, customer satisfaction dan profitability.

A. Commencing a Flight

Penerbangan tidak dapat dilakukan sampai persiapan pesawat dan dokumen penunjang penerbangan lengkap/selesai dan PIC harus memastikan bahwa :

  1. Aircraft maintenance log sudah selesai dan ditandatangani.
  2. Sekuruh muatan yang akan dibawa telah didistribusikan dengan benar dan aman, sesuai dengan aturan yang berlaku di airlines.

 

B. Exchange of Operational Data

Untuk mendapatkan data yang diperlukan selama penerbangan, maka petugas harus :

  1. Mengumpulkan, check kebenaran data dan selalu memperbaharui data yang relevan dengan kondisi operasional, salh satunya adalah Aircraft serviceability, dispatchability.
  2. Distribusikan data-data yang diperlukan kepada seluruh unit terkait.

 

C. Flight Operations

a) analyzing operational environments & conditions

Rencana operasi penerbangan dapat dibuat setelah mengetahui seluruh kondisi lingkungan operasional, kemudian tinggal menentukkan jenis pesawat apa yang akan dipakai sesuai dengan kekuatan armada yang dimiliki perusahaan.

b) flight planning

Yang berhak membuat flight plan adalah :

  1. Setiap flight plan dibuat tidak kurang dari 3 jam sebelum ETD dan harus dipersiapkan untuk crew briefing setidaknya 1 jam sebelum ETD.
  2. Setiap flight plan harus ditandatangani oleh PIC.

c)  flight operations document folder: Data-data harus disimpan di Airport keberangkatan.

d) crew briefing & de-briefing

· Crew briefing :

Diskusi untuk mengimplementasikan rencana yang telah dibuat antara PIC dan FOO yang bertugas, apabila terjadi perbedaan pendapat, maka PIC yang berhak untuk mengambil keputusan, sedangkan FOO membuat laporan perubahan yang terjadi.

  • · Crew de-briefing :

Melakukan verifikasi data antara rencana semula dengan data selama penerbangan.

  • · Location:

Lokasi crew briefing debriefing, ditentukkan sesuai dengan kondisi lapangan, namun sebaiknya dilakukan di tempat lain asalkan tidak terganggu oleh umum.

e) crew briefing checklist :

  • · Aircraft
  • · Operational environment
  • · Flight plan

f) refueling & water drain

  • · Pelayanan water drain untuk pesawat yang RON akan dilakukan pada hari berikutnya dengan ketentuan harus menggunakan peralatan yang sesuai dan benar serta memperhatikan aspek keselamatan.

g) fuel required

  • · Flight plan harus dipersiapkan sesuai dengan seluruh data yang berlaku
  • · Atas permintaan PIC, penambahan fuel boleh dilakukan
  • · Pengisian fuel form harus berdasarkan hasil kalkulasi antara fuel yang dibutuhkan dengan data yang sudah tertera.

h) refuelling performance

  • · Sebelum pelaksanaan fuelling, harus dilakukan pemeriksaan di dalam fuel truck.
  • · Pastikan bahwa fuel indicator dalam keadaan nol.
  • · Setelah refueling selesai, check fuel truck indicator, catat jumlah fuel yang digunakan.

Tugas 9 Rachmawati


PART 4

NAMA           : RACHMAWATI

NIM                : 224109175

KELAS           : SI MTU E

BAB IV

Analisis

Pendapat saya tentang pendapat  nara sumber dengan adanya pembangunan fasilitas anak sangat bagus, dimana memang bandara soeta internasional belum menerapkan fasilitas tersebut. Apabila diterapkan sehingga bandara soeta telah terpenuhi dengan fasilitas-fasilitas yang ada, seperti bandara internasional lainnya diluar negeri. Tetapi saya tidak setuju dengan pembangunan fasilitas ini hanya dibangun didalam terminal saja, dengan maksud para penumpang menunggu penerbangan, karena tidak hanya penumpang anak yang menunggu penerbangan tetapi banyak juga pendatang yang membawa anak ingin menjemput keluarga diterminal departure dengan maksud menunggu keluarga mereka. Dengan ini saya berharap bandara soeta internasional dan pemerintah segera tanggap dalam masalah ini agar bandara soeta dapat lebih berkembang dari tahun sebelumnya. Baca lebih lanjut

Analisis Masalah dan Dampak yang Timbul dari Implementasi Regulated Agent (Part VI)


Nama                  : Rusnah Indah Cahyati

Nim                     : 224109310

Kelas                  : ZU 09

BAB IV

Perlunya Revisi regulasi, SOP, serta tarif dalam pemberlakuan Regulated Agent

4.2      Saran

Menurut pendapat penulis, solusi yang dapat dilaksanakan dalam penerapan  Regulated Agent atau RA ini adalah sebagai berikut : Baca lebih lanjut

Overload Penumpang, Daya tampung Bandara Sokarno-Hatta Harus di Tambah


Overload Penumpang, Daya tampung Bandara Sokarno-Hatta

Harus di Tambah

Nama                         : Cristo Beruat

Nim                             : 224108233

Kelas                           : E

Tugas                          : 10

Seperti halnya kepadatan yang terjadi di jalanan serta pemukiman di jakarta, hal yang sama pun dapat ditemukan di bandar udara Soekarno-Hatta. Mungkin kita kadang hanya melihat terjadinya penumpukan penumpang yang disiarkan di tv apabila terjadi satu dan lain hal yang menyebabkan tertundanya penerbangan, namun sebenarnya penumpukan dan kepadatan penumpang ini terjadi nyaris setiap hari di bandara soekarno-hatta. Baca lebih lanjut

PENERAPAN BANDARA SOETA PADA PEMBANGUNAN FASILITAS REKREASI ANAK.


PENERAPAN BANDARA SOETA PADA PEMBANGUNAN FASILITAS REKREASI ANAK.

PART 3

NAMA                        : RACHMAWATI

KELAS                       : SI MTU E

NIM                            : 224109175

Tugas : 8

BAB II

Nara Sumber : Bapak Chaidir Tasran.AMTrU,MM ( Selaku Dosen Perencanaan Produksi Perusahaan Penerbangan STMT TRISAKTI )

Saya setuju, pembangunan fasilitas ini sangat dibutuhkan oleh passanger terutama keluarga yang membawa anak dalam rangka menunggu. Tetapi pembangunan fasilitas tersebut selayaknya dibangun didalam terminal dengan maksud untuk menunggu para penumpang dalam penerbangan, dengan adanya ini bisa menambah keluarga yang membawa  anak dapat diarahkan agar anak-anak tidak merasakan bosan, tidak mengganggu kenyaman. Baca lebih lanjut

PENERAPAN MALL TERHADAP PEMBANGUNAN BANDARA SOEKARNO HATTA


PENERAPAN MALL TERHADAP PEMBANGUNAN BANDARA SOEKARNO HATTA

PART III

NAMA                        : MELVA SUCI .A.

NIM                 : 224109178

KELAS           : S1 MTU E

Tugas : 8

BAB 2

Narasumber Chadir.Tasran,AMTrU,MM. ( Dosen Perencanaan Produksi perusahaan Penerbangan STMT TRISAKTI )

Menurut  saya, setuju dengan adanya penerapan mall terhadap pembangunan di soekarno hatta. Karena penerapan mall di suatu bandara sangat bagus untuk masa depan yang di butuhkan oleh banyak orang maupun pengunjung bandara itu sendiri. Perkembangan kegiatan di bandara tidak hanya untuk penghantar , pengunjung , dan Baca lebih lanjut

EFEKTIFITAS PENERAPAN REGULATED AGENT PADA EKSPOR UDARA DI PERUSAHAAN FREIGHT FORWARDER (Part 3)


Nama : Essy Rosa Wirabuana

Nim     : 224109282

Kelas  : ZU09

BAB II

Kebijakan RA di tahun ini membuat forwarder gerah. Gerah dalam artian proses yang berliku dan charge tambahan yang sangat mahal. Memang kebijakan RA bertujuan sangat baik sekali untuk keselamatan penerbangan tetapi dibalik itu semua masih banyak kekurangan dalam kebijakan RA ini yang harus dibenahi. Mulai dari tempat RA itu sendiri, memang sudah banyak Baca lebih lanjut

Analisis Masalah dan Dampak yang Timbul dari Implementasi Regulated Agent (Part 3)


Nama                  : Rusnah Indah Cahyati

Nim                     : 224109310

Kelas                  : ZU 09

Narasumber      : Siska Amonalisa. S , Dosen STMT Trisakti

BAB II

 

Implementasi regulated agent atau RA sampai saat ini masih menjadi suatu fenomena Baca lebih lanjut

EFEKTIFITAS PENERAPAN REGULATED AGENT PADA EKSPOR UDARA DI PERUSAHAAN FREIGHT FORWARDER (Part I & II)


NAMA            : ESSY ROSA WIRABUANA

NIM                 : 224109282

KELAS           : ZU09

Bab I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Pada masa sekarang ini, volume perdagangan dan distribusi pengiriman barang di Indonesia semakin meningkat sehingga perusahaan atau agent jasa angkutan yang dapat menunjang kegiatan ekspor di Indonesia sangat berperan sekali. Perusahaan freight forwarder menjadi perusahaan atau agent yang memberikan pelayanan yang baik untuk pengiriman barang Baca lebih lanjut

dokumen perjalanan


Nama : Aida fitriyani

Kelas : D III-MTU

Nim   : 223109062

Tugas : 5

 

DOKUMEN PERJALANAN

 

Setiap orang yang ingin melakukan perjalanan kesebuah Negara, hendaklah dilengkapi dengan berbagai dokumen-dokumen perjalanan untuk suatu kelengkapan prosedur yang di butuhkan dalam penerbangan. Baik yang akan keluar negri maupun dalam negri. untuk itu setiap orang yang hendak bepergian sebaik nya harus melengkapi dokumen-dokumen pribadi yang nanti nya akan sangat penting untuk digunakan.

Ada beberapa dokumen perjalanan yaitu :

  • Paspor merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah yang digunakan untuk surat perjalanan yang berfungsi meninggalkan  dan memasuki kembali suatu Negara yang bersangkutan.
  • Visa merupakan surat keterangan bahwa pemilik visa diperbolehkan memasuki atau memasuki kembali suatu Negara yang memeberikan izin visa tersebut.
  • Fiscal merupakan bukti bahwa telah membayar pajak pada saat sebelum meninggalkan Negara yang berdomisili.

Untuk itu seseorang yang telah memiliki beberapa dokumen perjalanan tersebut sebaik nya sebelum akan bepergian lebih baik mengecek dahulu dokumen perjalanan masih berlaku atau tidak. Sebab masa berlaku paspor adalah 5 tahun sedangkan untuk visa adalah 30 hari.

Infrastruktur Bandara Perlu Penataan


NAMA     : Marita Widiasri

NIM          : 223109068

KELAS      : D.III MTU – A

Perbaikan infrastruktur bandara sudah sangat mendesak untuk segera dilakukan perbaikan. Karena jumlah penumpang angkutan udara semakin meningkat, maskapai terus menambah jumlah pesawat untuk persiapan pemberlakuan kebijakan ASEAN open sky 2015. Maskapai penerbangan Indonesia menilai infrastruktur seluruh bandara di Indonesia masih belum memadai. Bahkan, perlu segera dilakukan perbaikan. Juga termasuk intra moda dari bandara dan ke bandara maupun bandara ke kota masih sangat minim. Kita ketahui bahwa keadaan intra moda yang kurang memadai

Saat ini  kondisi  prasarana yang ada seperti landasan pacu dan fasilitas umum di Bandara se Indonesia kurang mendukung seiring perkembangan industri penerbangan, yang mengalami pertumbuhan pesat. Kondisi yang ada sekarang kurang siap dengan perkembangan penerbangan yang ada. banyaknya keluhan dari penumpang yang melakukan perjalanan malam hari namun terkendala transportasi dari bandara ke kota seperti bus kota, taksi yang terbatas.

Selain itu, lonjakan penumpang cukup membuat crowded suasana di Bandara. Penumpang harus berdesak-desakan dan kondisi ini jelas tidak nyaman dan aman. Karena itu, masalah sarana dan prasana harus mendapat perhatian untuk perbaikan. begitu juga dengan peningkatan pelayanan operator penerbangan masih terkendala infrastruktur bandara yang belum memadai. Juga masih banyak yang perlu diperbaiki, agar pelayanan penerbangan semakin lebih bagus dan profesional lagi.

Perbaikan Bandara Juanda


NAMA     : Mevi Meliyani

NIM          : 223109061

KELAS      : D.III MTU – A

Terminal lama dan apron selatan bandara Juanda dimanfaatkan kembali oleh Angkasa Pura. Untuk memperbaiki bandara ini, Angkasa Pura bekerjasama dengan TNI AL . Terminal lama itu akan diubah menjadi terminal II Juanda dan akan dimanfaatkan oleh Garuda secara khusus. Terminal II juga ditujukan untuk penerbangan Internasional. Jadi bandara Juanda memiliki dua terminal. Dalam kerjasama ini dilakukan penandatanganan antara Tommy dengan KSAL Laksamana TNI Soeparno, dan disaksikan oleh Menteri BUMN, Mustafa Abubakar. Pemanfaatan terminal lama dan apron selatan berada di luas lahan sebesar 35 ribu m2.

Diharapkan terminal baru dapat menampung 4 juta penumpang per tahun. Sementara itu, apron terminal II Juanda dapat menampung 14 pesawat sekelas Boeing 737. Pembangunan terminal II mengeluarkan biaya sebesar Rp 400 miliar. Dengan dibangunnya terminal II, akan menjadi langkah untuk menyelesaikan permasalahan atas kurangnya kapasitas di terminal I Juanda. Yang  dapat menampung 6,5 juta penumpang per tahun. Sementara hingga saat ini, jumlah rata-rata penumpang sudah mencapai 11,139 juta per tahun, dengan tingkat pertumbuhan penumpang 8% dalam 5 tahun terakhir.

Empat Bandara di Indonesia akan beroperasi selama 24 jam.


Nama                         : Novi Puji Rahayu

NIM                            : 223109038

Kelas/Jurusan    : D3-MTU A’09

Tugas                        : GROUND HANDLING II (Tugas ke-5)

 

PT.Angkasa Pura II sedang mempersiapkan lagi 4 bandara internasional di Indonesia bagian barat yang beroperasi selama 24 jam. Direktur utama PT.Angkasa Pura II mengatakan bahwa pelaksanaan operasi selama 24 jam ini untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Selama ini, bandara di lingkungan Angkasa Pura II baru hanya bandara Soekarno Hatta di Cengkareng dan bandara Polonia di Medan yang beroperasi 24 jam.

Keempat bandara tersebut adalah Bandara Internasional Minangkabau di Sumatra Barat, Bandara Sultan Badarudin II Palembang, Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, dan Bandara Supadio Pontianak.

Pengoperasian penambahan jam operasi tersebut sejalan dengan meningkatnya arus penumpang dan kargo udara sehingga penambahan jam operasi menjadi sebuah keharusan. Selama ini memang banyak keluhan dari pengguna jasa karena banyak bandara di Indonesia yang hanya buka sampai pukul 20.00-21.00. Akibatnya, banyak penumpang dari Jakarta atau sejumlah kota lainnya tidak bisa melanjutkan penerbangan ke kota tujuan.

Dalam rencana penambahan pengoperasian tersebut, terdapat kendala-kendala yang dihadapi yaitu kekurangan tenaga kerja yang mengatur lalu lintas udara. Dalam data Angkasa Pura II saat ini ada 600 orang tenaga ATC di seluruh bandara Angkasa Pura II, sedangkan jumlah ideal tenaga ATC butuh 172 orang lagi. Jumlah itulah uang akan menjadi syarat untuk melakukan penambahan jam operasi dan juga melalui kerjasama dengan Badan Pengembangan SDM Perhubungan.

Oleh karena itu, penambahan jam operasi bandara itu akan dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan kemampuan dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Dan diharapkan mulai semester tahu 2012 ada 6 bandara di bawah Angkasa Pura II yang sudah bisa beroperasi selama 24 jam guna untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dan juga dapat mengembangkan industri  pelayanan jasa di Indonesia.

PELAYANAN SAM RATULANGI AIRPORT TUNDA KEBERANGKATAN, DINILAI TIDAK PROFESIONAL


Nama               : Novi Puji Rahayu

Kelas               : D3-MTU A’09

NIM                : 223109038

Tugas               : GROUND HANDLING 2 (Tugas ke-4)

Disini dijelaskan pelayanan terhadap penumpang yang tidak maksimal dan merugikan banyak penumpang, diakibatkan keberangkatan pesawat pada pagi hari tertunda. Masalah ini disebabkan pelayanan diloket airpotex yang tidak beraturan, akibatnya penumpang harus mengantri dengan penuh sesak. Banyak penumpang yang melakukan antrian untuk membayar pajak untuk melakukan penerbangan hari ini, sedangkan loket penuh sesak. Hal ini yang menyebabkan penerbangan yang dijadwalkan tertunda.

Para penumpang pun banyak yang mengeluh karena tertundanya keberangkatan ini. Kebanyakan dari penumpang yang melakukan penerbangan pagi telah memiliki jadwal kegiatan pada jam yang sudah diperkirakan untuk tiba ditempat tujuan.

Dari permasalahan diatas, disimpulkan bahwa manajemen bandara harus bisa mengatur dan melayani apa saja yang menjadi kebutuhan penumpang pada saat sebelum penerbangan dan harus semaksimal mungkin dalam pelayanannya. Ketidakteraturan ini harus sesegera mungkin diperbaiki manajemennya,terutama manajemen waktu yang efektif  dalam proses pelayanan sebelum keberangkatan agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Kerangka kerja operasi darat perusahaan penerbangan


Nama               :  Novi puji rahayu

Kelas               :  D3-MTU A

NIM                :  223109038

Tugas               :  GROUND HANDLING II (Tugas 1)

Ground Handling merupakan  suatu aktivitas atau kegiatan operasi darat yang mendukung perusahaan penerbangan dalam melancarkan perjalanan penumpang, cargo, maupun pos.  Pada umumnya perusahaan penerbangan tidak bisa bekerja sendri, harus memerlukan pihak ke tiga yaitu perusahaan yang menangani kegiatan operasional didarat ( Ground Handilng ) seperti PT.JAS dan PT. GAPURA ANGKASA.

Secara singkat kegiatan yang dilakukan Ground Handling yaitu hanya mencakup 3 kegiatan, seperti : diterminal area, cargo area dan apron area. Pada terminal area dimana para petugas dituntut untuk melayani penumpang dan bagasi yang dibawa sebaik mungkin sampai penumpang  naik ke dalam pesawat, seperti : mulai dari penumpang check-in dengan membawa tiket dan bagasi, lalu bagasi ditimbang sesuai dengan berat yang telah ditentukan dan petugas memberikan boarding pass kepada penumpang dan penumpang diwajibkan membayar airpotex. Setelah itu penumpang diberitahu  untuk menuju boarding gate untuk menunggu keberangkatan. Kemudian penumpang menuju ke pesawat melalui garbarata atau bus apron dan petugas memotong baggage claim tag penumpang sebelum masuk ke pesawat. Setelah sampai tujuan, penumpang turun dari pesawat dan menunggu proses pengambilan bagasi, penumpang harus menyerahkan nomor dari lebel bagasi yang dibawa.

Pada cargo area dimana petugas harus meneliti dengan sebaik mungkin pada cargo tersebut. Petugas harus mengetahui identitas cargo tersebut terlebih dahulu sebelum cargo di angkut ke dalam  pesawat dan petugas harus menimbang ulang cargo tersebut apakah sesuai atau tidak dengan identitas asal cargo tersebut. Secara umum proses yang dilakukan dalam pemeriksaan cargo secara fisik yaitu mulai dari pemeriksaan dokumen secara lengkap, menimbang cargo dengan jelas dan teliti, mengeluarkan BTB, dan memastikan apakah cargo tersebut layak diangkut atau tidak dari pihak bea dan cukai.

Pada apron area dimana jenis kegiatan ini seperti: pesawat parkir dimana roda pesawat diganjal (block-on)  pada saat setelah landing dan roda pesawat dilepas (block-off)  pada saat melakukan take-off, menaikkan dan menurunkan penumpang serta bagasi dan cargo, proses catering ke dalam pesawat, supply bahan bakar pesawat sebelum pesawat take-off, adanya bus apron untuk membawa penumpang dari boarding gate ke pesawat apabila tidak ada garbarata, memberikan apa yang dibutuhkan pilot, supply AC kedalam pesawat, memeriksa mesin pesawat sebelum take-off,  dll.