DRIVE THRU AIRLINES CARGO


Nama Anggota :
Hernanda Hannanto 224111270
Randy Aditama 224112203
Kun Dwi Sundari 224111195
Fiska Karina H 224111213
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Berdasarkan pemilihan judul yang di tulis “DRIVE THRU AIRLINES CARGO” kami menginginkan inovasi yang dapat membantu dan mempermudah konsumen dalam mengirim barang ke suatu tujuan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, kami menggunakan metode survei ke masyarakat umum yang menurut kami efektif untuk merealisasikan kegiatan tersebut.
Adapun yang dimaksud metode penelitian survei yaitu suatu bentuk penelitian dimana informasi dikumpulkan dari sejumlah tanggapan beberapa masyarakat melalui pertanyaan-pertanyaan menarik menggunakan kuesioner agar dapat terlaksana kegiatan DRIVE THRU AIRLINES CARGO ini di bandara.
Metode penelitian ini menggunakan beberapa pertanyaan yang disebar ke surat kabar atau internet. Setelah itu di ambil beberapa tanggapan dari masyarakat sehingga dapat diambil keputusan secara akurat dan efektif.

DRIVE THRU AIRLINES CARGO (PART 2)


DRIVE THRU AIRLINES CARGO
Nama Anggota : Hernanda Hannanto 224111270
Randy Aditama 224112203
Kun Dwi Sundari 224111195
Fiska Karina H 224111213
Bab I
1.1 Latar Belakang
Angkutan barang (cargo) sebagian besar adalah kebutuhan utama setiap penumpang, kenyataannya menunjukkan bahwa jasa angkutan cargo udara menjadi kebutuhan manusia sampai seterusnya.

Dalam menjalankan bisnis cargo udara ini yang sangat di perhatikan adalah informasi dari barang yang akan di kirim sampai dengan ketepatan waktu pengiriman.

1.2 Rumusan masalah

Permasalahan yang ada dari latar belakang di atas yang akan kita bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

- Bagaimana sarana dan prasarana cargo dalam bandara Soekarno Hatta pada saat ini.
– Bagaimana inovasi yang akan kami usulkan dalam cargo bandara Soekarno Hatta.
– Keuntungan yang bisa di peroleh dengan adanya pengiriman cargo udara ini.

1.3 Tujuan

Tujuan di buat cargo udara ini yaitu:

1. Waktu pengiriman lebih terjangkau.
2. Biaya lebih terjangkau.
3. Keamanan barang terjamin sampai ke tujuan.

1.4 Kesimpulan & saran

Drive thru airlines cargo sebagai jasa pengiriman barang secara efektif dan efisien sebagaimana yang diharapkan oleh jasa pengguna cargo udara, dan menggantikan proses pengiriman cargo sebelumnya.

RUANG MEROKOK MEWAH DAN MUDAH DIJANGKAU UNTUK MEMINIMALISIR PEROKOK MEROKOK DI RUANG PUBLIK DI BANDARA SOEKARNO HATTA


Kelompok:

  1. Muktarom                  (NIM: 2341.13. 006)
  2. Hari Setyanto            (NIM: 2341.13. 003)
  3. Raiza Pricilia                        (NIM: 2241.10. 244)
  4. Gustiana triyani        (NIM: 2241.10. 300)

Kelas: S1 MTU D (11)

I.        Latar Belakang

Sebagai bandara internasional, Bandara Soekarno-Hatta merupakan salah satu pintu gerbang negara Indonesia. Terkait dengan hal tersebut di atas, maka selayaknya Bandara Soekarno-Hatta harus mempunyai fasilitas yang memadai sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi siapapun yang berada di dalamnya, baik itu bagi warga negara Indonesia maupun bagi warga negara Asing. Namun seringkali kondisi Bandara Soekarno-Hatta memberikan fasilitas yang kurang layak, yaitu banyaknya perokok yang merokok di ruang publik yang disebabkan oleh kurang layaknya ruang merokok dan jauhnya ruang untuk merokok. Untuk itu dibutuhkan ruangan untuk merokok yang bagus, mewah dan mudah dijangkau untuk menarik para perokok datang ketempatnya sehingga tidak ada lagi para perokok yang merokok di ruang publik di bandara. Dari uraian diatas penulis merasa tertarik untuk membuat tulisan karya ilmiah dengan judul “Ruang Merokok Mewah dan Mudah dijangkau Untuk Meminimalisir Perokok Merokok di Ruang Publik di Bandara Soekarno Hatta”.

II.        Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasi masalah yang terjadi

  1. Tidak layaknya ruang merokok di Badara Soekarno Hatta
  2. Tidak disiplinnya para perokok untuk merokok di ruang merokok yang telah disediakan
  3. Terganggunya khalayak di Bandara Soekarno-Hatta karena asap rokok

III.        Batasan Masalah

Agar pembahasan tidak meluas maka penulis hanya membatasi masalah pada ketidakdisiplinan para perokok di Bandara Soekarno-Hatta.

IV.        Pokok Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apa yang menyebabkan ketidakdisiplinan para perokok di Bandara Soekarno-Hatta?
  2. Bagaimanakah ruang merokok yang mewah dan mudah dijangkau itu?

V.        Tujuan dan Manfaat Tulisan

Tujuan Tulisan Karya Ilmiah

Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui tulisan karya ilmiah ini adalah:

  1. Untuk megedukasi masyarakat tentang kedisiplinan merokok ditempat yang telah disediakan
  2. Mencipatakan ruang publik di Bandara Soekarno-Hatta yang bersih dan bebas asap rokok.

Manfaat Tulisan Karya Ilmiah

  1. Bagi Penulis
    1. Untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Ground Handling
    2. Untuk mengasah kemampuan kelompok kami dalam mengevaluasi permasalahan yang terjadi di masyarakat dan mencari solusi yang sesuai
  2. Bagi Pembaca

Pembaca dapat memahami  dan mengerti tentang ruang publik dan memanfaatkan fasilitas di ruang publik dalam hal ini ruang merokok dengan lebih bijakasana.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA TINGKAT PENGAWASAN PETUGAS PADA PT. ANGKASA PURA I DI BANDARA KUALA NAMU


Nama :

Irfan Handi Prabowo           224110041

M. Hamdhani M.S                 224110043

Miranti Pratiwi Lantah         224110056

David Prihanto                       224110090

Kelompok :    6

S1 MTU D (11)

Baca lebih lanjut

Perlukah Sekolah Pramugari ?


Ragam sekolah atau lembaga pendidikan non akademis semakin marak di lingkungan kita, salah satunya adalah sekolah Flight Attendant atau biasa dikenal dengan Awak Kabin.

 

Istilah Flight Attendant (FA), Awak Cabin, Stewardess bisa pria atau wanita namun istilah itu masih kalah populer dibandingkan dengan kata pramugari, oleh karenanya saya akan gunakan saja kata “Pramugari” walau maksudnya bisa pria atau wanita.

 

Flight Attendant

Flight Attendant

 

Kembali ke sekolah pramugari … sempat saya terheran-heran dan kagum melihat sekolah dengan jurusan khusus … Pramugari … bahkan beberapa teman di lingkungan pekerjaan saya beranggapan bahwa nantinya setelah lulus mereka akan langsung jadi pramugari … hmmmmm

 

Lingkungan kerja di airport adalah tujuan PKL yang sering disambangi siswa siswi dari berbagai macam jenis sekolah, salah satunya adalah sekolah pramugari, tentunya sebagai pengajar saya selalu ingin tahu lebih dalam mengenai materi yang mereka dapat di bangku sekolahnya.

 

Masa pendidikan yang mereka lalui beragam, ada yang 3 bulan, 4 bulan, bahkan sampai 8 bulan. Setelah melalui sebagian besar kurikulum yang ditetapkan mereka diwajibkan menjalani PKL (Praktek Kerja Lapangan) …. nahhhh ini yang mulai aneh…

 

Di sela-sela kegiatan PKL mereka banyak bertukar pendapat dengan saya tentang dunia pramugari,  banyak cerita terpapar dari siswa siswi PKL itu, juga harapan untuk menjadi pramugari. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah Baca lebih lanjut

Ground Handling – Passage and Baggage Handling


kelompok:

Riris Budi Asmiarti 243111021 (ketua)

Vega Welingutami 243111004

Rahmina Lestari 243111007

Hervika Okky Caroline 243111025

Passage and Baggage Handling

            Kali ini kelompok kami akan membahas mengenai Passage and Baggage Handling yang merupakan bagian dari Ground Handling. Ground Handling sendiri berasal dari kata Ground dan Handling. Ground artinya darat, (dalam hal ini di Bandara). Handling berarti penanganan atau pelayanan (service) sehingga sering kita jumpai istilah ground service.

Passage Handling adalah pelayanan penumpang di bandara baik pada saat sebelum penerbangan maupun setelah tiba ditempat tujuan. Adapun pengertian mengenai penumpang adalah seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan jasa penerbangan untuk ke tempat tujuannya pada waktu tertentu.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang termasuk dalam Passage Baggage Handling :

PROSES CHECK-IN

Penumpang melaporkan perihal keberangkatannya di check-in counter untuk penerbangan yang sudah ditentukan sesuai dengan reservasinya. Data reservasi berupa booking code, nama penumpang, data penerbangan, nomer tiket, dan data penumpang. Baca lebih lanjut

Ground Handling


Kelompok 7

Ketua             : Reyfilda Welman (2431.11.005)
Anggota         : Bayu Wahyudin (2431.11.009)
Hanna Oktaviani (2431.11.010)
Irmalia Fitriani (2431.11.018)

Kelas              : Ground Handling 2011

GROUND HANDLING

Dikarenakan beberapa maskapai penerbangan tidak mampu bekerja sendiri dalam menangani pelayanan terhadap penumpang seperti pada Baca lebih lanjut