Flight in Culture


Nama :
Fitri Anggara Adi 2241.11.116
Nadia Angie Erika 2241.11.058

Flight in Culture

BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini, Seiring dengan berkembangnya zaman yang begitu pesat Globalisasi memberikan dampak negatif yang tidak bisa dianggap remeh. Salah satu dampak dari globalisasi sangat berpengaruh terhadap kelestarian kebudayaan Indonesia. Norma-norma asas-asas yang terkandung dalam kebudayaan Indonesia yang perlahan-lahan makin terlupakan dan tak diperhatikan oleh masyarakat.
Sebuah inovasi sangatlah penting dilakukan dengan barbagai cara apapun agar kita tidaklah melupakan budaya dan memberikan inovasi lebih pada maskapai penerbangan guna memberikan keuntungan serta memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada customer.
Sebagai main Brand perusahaan penerbangan Indonesia, Garuda Indonesia telah mempersiapkan sebuah maskapai yang berbau Cultural yaitu “Flight in Culture”. Tidak mau kalah dengan perusahaan tetangga yaitu Lion Air yang sebagaimana menjadi induk perusahaan dari Batik Air yang telah beroperasi sejak Maret 2013 dengan menggunakan pesawat Boeing 737-900ER.
Garuda Indonesia memberikan sebuah ide mengenai interior maskapai penerbangan yang sekaligus memperkenalkan kepada customers mengenai budaya dan kultur yang ada di Indonesia. Ketika customers berada didalam maskapai yang ia naiki, customer merasakan kenyamanan dan mengetahui serta dapat mengenal tempat yang akan dia tuju dengan memberikan segala bentuk informasi yang disediakan didalam maskapai tersebut. Hal ini dapat berupa, lukisan, Film ringan mengenai tempat tujuan, kebudayaan yang terdapat di tempat tujuan serta tempat-tempat wisata yang terdapat pada tempat tujuan tersebut.
Dan di dukung pula dengan Eksterior yang berhubungan dengan kultural Indonesia. Dengan cara ini tidak hanya dapat melestarikan budaya Indonesia senidiri namun dapat dijadikan sebagai identitas negara Indonesia di kancah dunia Airline karena bersifat unik dan cultural pastinya.
Selain itu menu makanan yang disajikan bukan makanan yang umum melainkan menyerupai resto khusus indonesia yang menyajikan makanan khas indonesia dari berbagai daerah. Dan di layaini oleh pramugara/i yang menggunakan pakaian adat yg simple, tetapi edgy dan memiliki unsur cultural pastinya.
Ditambah lagi dengan menyelipkan bahasa-bahasa daerah Indonesia. Pramugari/a tidak hanya dituntut untuk bisa dan menguasai bahasa inggris dan bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa daerah di Indonesia. Dengan begini image yang terkenal mengenai pramugara/i akan lebih baik karena tidak hanya di tuntut kecantikan luar melainkan kreativitas dan kecerdasan yangmenjadi nilai tambahnya.
Selain itu tidak hanya memberikan informasi kepada customer namun melainkan Garuda Indonesia memperikan experience baru dan dapat menarik minat customer untuk berlibur ke daerah-daerah yang diperkenalkan yang belum pernah disinggahi bahkan di ketahui oleh customer, karena pada dasarnya Indonesa kaya sekali akan kebudayaan.with
Garuda Indonesia Flight in Culture tidak hanya memberikan service berupa kenyaman namun memberikan real experience dengan slogan khususnya “Coloring your trip through Garuda Indonesia in Culture”.

1.2 Rumusan Masalah

A. Globalisasi yang memudarkan kebudayaan, norma dan asas bangsa Indonesia.
B. Kebudayaan yang diakui oleh negara lain
C. Melahirkan Inovasi dalam memberikan kenyamanan dan experience bagi penumpang

1.3 Tujuan.

A. Memperkenalkan kebudayaan Indonesia dalam memeberikan kenyamanan saat perjalanan menggunakan maskapai penerbangan.
B. Memberikan inovasi baru dan menjadikannya usaha untuk menarik minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi udara.
C. Dengan besarnya rasa keingintahuan customer maka diharapkan memberikan benefit baik secara financial maupun non financial.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Globalisasi
Secara umum, Globalisasi merupakan proses pesat atau progress dari perkembangan zaman dilihat dari perkembangan pergaulan, teknologi, gaya hidup dll. Yang dampaknya negatif atau positif tergantun individu, kelompok atau bahkan antar negara yang saling berinteraksi memperkenalkan dan saling mempengaruhi satu sama lain.

2.2 Kebudayaan Indonesia
Secara umum, Kebudayaan adalah nilai-nilai atau asas-asas yang dianut oleh masyarakatterhadap berbagai hal. Baik nilai persepsi mengenai psikologis, kejiwaan, kebiasaan dalam kegiatan sehari-hari.
Menurut Salah satu Ahli yaitu Edward B. Taylor, Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain yang di dapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

2.3 Globalisasi dan Kebudayaan Indonesia
Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek, khususnya aspek budaya. Perkembangan globalisasi kebudayaanterjadi sejak awal 20-an dimana terjadinya perkembangan teknologi dan komunikasi.
Dengan mudahnya manusia dapat berkomunikasi dengan orang lain dari lingkungan, daerah, bahkan negara lain. Dari kegiatan inilah tidak heran kebudayaan asing mudah masuk dan dapat saling mempengaruhi.
Dapat dilihat dari aspek yang paling kecil yaitu cara berbicara, cara berpakaian, gaya hidup dll. Sehingga kebudayaan asli Indonesia dapat di katakan terancam keaslianya. Contoh kecilnya pula, Masyarakat Indonesia lebih mencintai produk dalam negeri. Konsumen lebih memilih membeli produk dari luar negeri hal ini terjadi karena salah satu dampak dari berkembangnya globalisasi.

2.3 Moda Transportasi Udara
Moda Transportasi terbagi menjadi 4 golongan yaitu Transportasi Udara, Transportasi Laut, Transportasi Darat dan Transportasi Pipa. Disini kami akan memberikan perhatian penuh terhadap Moda Transportasi Udara.
Menurut UU No. 1 Tahun 2009 Pasal 1 ayat 3 mengenai Pesawat Udara adalah setiap mesin atau alat yang dapat terbang di atmosfer karena gaya angkat dari reaksi udara, tetapi bukan reaksi udara terhadap oermukaan bumi yang digunakan untuk penerbangan.
Dan ayat 4 mengenai Pesawat Terbang adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap tetap, dan dapat terbang dengan tenaga sendiri.

Kerangka Pemikiran

BAB III
Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian merupakan analisis teoritis mengenai suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.

Kami selaku penulis menggunakan metodologi penelitian untuk mendapatkan data yang konkrit dan valid yang dapat di jadikan sebagai panduan dan tolak ukur dalam pencapaian tujuan dan penyelesaian suatu masalah.

Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian kualitatif & SWOT. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dari inovasi yang akan di berikan yaitu pelayanan dalam dunia transportasi udara tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.
Pendahuluan bermanfaat sebagai Dasar untuk mengembangkan Kerangka pikiran dan dapat di ketahuinya seluk beluk untuk membangun, menyesuaikan dan mengembangkan inovasi dalam perealisasiaannya.
Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.
Selain Metode Kualitatif yang di gunakan, kami melakukan analisis SWOT untuk mematangkan konsep dan pengembangan inovasi ini. Di lihat dari Perkembangan zaman yaitu seberapa pesat perkembangan Globalisasi dalam bidang budaya dan teknologi serta dilihat dari faktor internal dan eksternal yang dapat saling mempengaruhi.

Dari metode dan analisis inilah yang dapat menghasilkan hasil atau jawaban untuk perealisasian. Dengan menentukan bagaimana dalam penanganan seperti apa yang paling tepat dalam bidang Manajemen, Promosi, dll. Hasil dari penelitian akan di pilih sesuai dengan kualitas dan kuantitas dengan adanya penyesuaiaan dengan kondisi globalisasi dan sosial budaya yang ada. Dengan di dukung dengan perencanaan interior dan eksterior yang sangat cultural dan khas indonesia.

RUANG MEROKOK MEWAH DAN MUDAH DIJANGKAU UNTUK MEMINIMALISIR PEROKOK MEROKOK DI RUANG PUBLIK DI BANDARA SOEKARNO HATTA (BAB II – REVISI)


Kelompok:

  1. Muktarom                  (NIM: 2341.13. 006)
  2. Hari Setyanto            (NIM: 2341.13. 003)
  3. Raiza Pricilia              (NIM: 2241.10. 244)
  4. Gustiana triyani        (NIM: 2241.10. 300)

Kelas: S1 MTU D (11)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1       Pengertian merokok

Menurut Sitepoe (2000) dokter di bpbsk, merokok adalah membakar tembakau yang kemudian diisap isinya, baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa. Temperatur pada sebatang rokok yang tengah dibakar adalah 900ºC untuk ujung rokok yang dibakar dan 30ºC untuk ujung rokok yang terselip di antara bibir perokok.

Definisi perokok sekarang menurut WHO dalam Depkes (2004) adalah

mereka yang merokok setiap hari untuk jangka waktu minimal 6 bulan selama hidupnya masih merokok saat survey dilakukan. Menurut Harrisons (1987) dalam Sitepoe (2000), asap rokok yang diisap atau asap rokok yang dihirup melalui dua komponen: komponen yang lekas menguap membentuk gas dan komponen yang bersama gas terkondensasi menjadi komponen partikulat. Dengan demikian, asap rokok yang diisap dapat berupa gas sejumlah 85% dan sisanya berupa partikel. Asap rokok yang diisap melalui mulut disebut mainstream smoke, sedangkan asap rokok yang terbentuk pada ujung rokok yang dihembuskan ke udara oleh perokok disebut sidestream smoke

2.2         Pengertian ruang merokok

A Smoking room (or smoking lounge) is a room which is specifically provided and furnished for smoking, generally in buildings where smoking is otherwise prohibited (wikipedia, February 2009).

Jadi menurut wikipedia di atas, ruang merokok adalah ruangan yang disediakan dan dilengkapi khusus untuk merokok, yang umumnya dibangun pada gedung yang tidak diperbolehkan merokok di dalamnya.

2.3         Pengertian ruang publik

Ruang publik yang dimaksud secara umum pada sebuah kota, menurut Project for Public Spaces in New York tahun 1984, adalah bentuk ruang yang digunakan manusia secara bersama-sama berupa jalan, pedestrian, taman-taman, plaza, fasilitas transportasi umum (halte) dan museum.

Jadi mengacu pada definisi tersebut menurut kelompok kami, ruang publik merupakan ruang yang dipergunakan secara bersama untuk berbagai macam kepentingan, sehingga harus mengindahkan berbagai peraturan dan tata krama untuk terciptanya suatu keharmonisan.

RUANG MEROKOK MEWAH DAN MUDAH DIJANGKAU UNTUK MEMINIMALISIR PEROKOK MEROKOK DI RUANG PUBLIK DI BANDARA SOEKARNO HATTA (Part II)


Kelompok:
1. Muktarom (NIM: 2341.13. 006)
2. Hari Setyanto (NIM: 2341.13. 003)
3. Raiza Pricilia (NIM: 2241.10. 244)
4. Gustiana triyani (NIM: 2241.10. 300)
Kelas: S1 MTU D (11)
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Sebagai bandara internasional, Bandara Soekarno-Hatta merupakan salah satu pintu gerbang negara Indonesia. Terkait dengan hal tersebut di atas, maka selayaknya Bandara Soekarno-Hatta harus mempunyai fasilitas yang memadai sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi siapapun yang berada di dalamnya, baik itu bagi warga negara Indonesia maupun bagi warga negara Asing. Namun seringkali kondisi Bandara Soekarno-Hatta memberikan fasilitas yang kurang layak, yaitu banyaknya perokok yang merokok di ruang publik yang disebabkan oleh kurang layaknya ruang merokok dan jauhnya ruang untuk merokok. Untuk itu dibutuhkan ruangan untuk merokok yang bagus, mewah dan mudah dijangkau untuk menarik para perokok datang ketempatnya sehingga tidak ada lagi para perokok yang merokok di ruang publik di bandara. Dari uraian diatas penulis merasa tertarik untuk membuat tulisan karya ilmiah dengan judul “Ruang Merokok Mewah dan Mudah dijangkau Untuk Meminimalisir Perokok Merokok di Ruang Publik di Bandara Soekarno Hatta”.
II. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasi masalah yang terjadi
a. Tidak layaknya ruang merokok di Badara Soekarno Hatta
b. Tidak disiplinnya para perokok untuk merokok di ruang merokok yang telah disediakan
c. Terganggunya khalayak di Bandara Soekarno-Hatta karena asap rokok
III. Batasan Masalah
Agar pembahasan tidak meluas maka penulis hanya membatasi masalah pada ketidakdisiplinan para perokok di Bandara Soekarno-Hatta.
IV. Pokok Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
a. Apa yang menyebabkan ketidakdisiplinan para perokok di Bandara Soekarno-Hatta?
b. Bagaimanakah ruang merokok yang mewah dan mudah dijangkau itu?
V. Tujuan dan Manfaat Tulisan
Tujuan Tulisan Karya Ilmiah
Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui tulisan karya ilmiah ini adalah:
a. Untuk megedukasi masyarakat tentang kedisiplinan merokok ditempat yang telah disediakan
b. Mencipatakan ruang publik di Bandara Soekarno-Hatta yang bersih dan bebas asap rokok.
Manfaat Tulisan Karya Ilmiah
1. Bagi Penulis
a. Untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Ground Handling
b. Untuk mengasah kemampuan kelompok kami dalam mengevaluasi permasalahan yang terjadi di masyarakat dan mencari solusi yang sesuai
2. Bagi Pembaca
Pembaca dapat memahami dan mengerti tentang ruang publik dan memanfaatkan fasilitas di ruang publik dalam hal ini ruang merokok dengan lebih bijakasana.

BAB II
LANDASAN TEORI
Ruang publik yang dimaksud secara umum pada sebuah kota, menurut Project for Public Spaces in New York tahun 1984, adalah bentuk ruang yang digunakan manusia secara bersama-sama berupa jalan, pedestrian, taman-taman, plaza, fasilitas transportasi umum (halte) dan museum.
Jadi mengacu pada definisi tersebut menurut kelompok kami, ruang publik merupakan ruang yang dipergunakan secara bersama untuk berbagai macam kepentingan, sehingga harus mengindahkan berbagai peraturan dan tata krama untuk terciptanya suatu keharmonisan.

ANALISIS KONSTRUKSI SPIDER WEB UNTUK APRON


ANALISIS KONSTRUKSI SPIDER WEB UNTUK APRON

Kelompok      :

  1. Muktarom                  (NIM 2341. 13. 006)
  2. Hari Setyanto            (NIM 2341. 13. 003)
  3. Raiza Pricilia               (NIM 2241.10.244)
  4. Gustiana triyani        (NIM 2241.10.300)

Kelas  :

      I.        Latar Belakang

Fasilitas bandar udara terdiri dari fasilitas sisi darat dan fasilitas sisi udara. Fasilitas sisi darat terdiri dari terminal, tempat parkir kendaraan penumpang dan curb. sedangkan fasilitas sisi udara terdiri dari runway, taxiway dan apron. Apron merupakan bagian dari bandar udara yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang. Selain untuk parkir, apron juga digunakan untuk kegiatan ground handling. Konstruksi apron umumnya menggunakan kontruksi flexible (asphalt) dan kontruksi beton bertulang, karena memikul beban yang sangat besar maka diperlukan suatu konstruksi bangunan yang kuat dan tahan lama.

Dari uraian diatas maka penulis tertarik untuk membuat tulisan dengan judul “ ANALISIS KONSTRUKSI SPIDER WEB UNTUK APRON”.

    II.        Rumusan Masalah

Sering rusaknya apron dalam jangka waktu pendek, tidak cukup hanya menggunakan kontruksi flexible (asphalt) dan kontruksi beton bertulang terlebih jika apron dibangun pada lahan dengan jenis lahan gambut atau tanah yang tidak stabil (mudah bergerak) ,maka dari itu diperlukan suatu cara untuk bisa menyelasaikan atau mengatasi kondisi tersebut,untuk itu kami mencoba untuk membuat atau menganalisis pembuatan apron dengan system Spider Web.

   III.        Batasan Masalah

Agar pembahasan tidak meluas maka penulis hanya membatasi masalah mengenai konstruksi apron pada lahan yang berjenis lahan gambut atau tanah yang tidak stabil (mudah bergerak).

  IV.        Tujuan dan Manfaat

  1. Tujuan

Adapun tujuan yang hendak dicapai melalui tulisan ini adalah Agar kedepannya konstruksi spider web bisa diterapkan pada bandara-bandara dengan kondisi tersebut.

  1. Manfaat
    1. Bagi Penulis

Untuk menambah pengetahuan tentang konstruksi apron.

  1. Bagi Pembaca

Agar pembaca mengerti tentang seluk beluk konstruksi spider web untuk apron.

Perlukah Sekolah Pramugari ?


Ragam sekolah atau lembaga pendidikan non akademis semakin marak di lingkungan kita, salah satunya adalah sekolah Flight Attendant atau biasa dikenal dengan Awak Kabin.

 

Istilah Flight Attendant (FA), Awak Cabin, Stewardess bisa pria atau wanita namun istilah itu masih kalah populer dibandingkan dengan kata pramugari, oleh karenanya saya akan gunakan saja kata “Pramugari” walau maksudnya bisa pria atau wanita.

 

Flight Attendant

Flight Attendant

 

Kembali ke sekolah pramugari … sempat saya terheran-heran dan kagum melihat sekolah dengan jurusan khusus … Pramugari … bahkan beberapa teman di lingkungan pekerjaan saya beranggapan bahwa nantinya setelah lulus mereka akan langsung jadi pramugari … hmmmmm

 

Lingkungan kerja di airport adalah tujuan PKL yang sering disambangi siswa siswi dari berbagai macam jenis sekolah, salah satunya adalah sekolah pramugari, tentunya sebagai pengajar saya selalu ingin tahu lebih dalam mengenai materi yang mereka dapat di bangku sekolahnya.

 

Masa pendidikan yang mereka lalui beragam, ada yang 3 bulan, 4 bulan, bahkan sampai 8 bulan. Setelah melalui sebagian besar kurikulum yang ditetapkan mereka diwajibkan menjalani PKL (Praktek Kerja Lapangan) …. nahhhh ini yang mulai aneh…

 

Di sela-sela kegiatan PKL mereka banyak bertukar pendapat dengan saya tentang dunia pramugari,  banyak cerita terpapar dari siswa siswi PKL itu, juga harapan untuk menjadi pramugari. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah Baca lebih lanjut

GROUND HANDLING on RAMP HANDLING


KELOMPOK                         : 1

KELAS                                    : D3 MTU-GH 11

DOSEN                                  : EKO PROBO D WARPANI

NAMA                                  : HETRO HANDITRO                                         2431 11 003

RARA RESTI REGATA                                     2431 11 014

NELA RIZKY FEBRIYANTI                              2431 11 023

ZAHIR

Bandar Udara merupakan suatu unsur terpenting dalam penerbangan, bandar udara juga mempengaruhi terlaksana atau tidaknya suatu penerbangan. Bandar udara merupakan tempat terlaksananya berbagai aktivitas opersional penerbangan, seperti :check-in, boarding, penanganan pelayanan terhadap pesawat dan lain-lain. Dalam melaksanakan operasional penerbangan tersebut terdapat suatu unit yang fokus dalam pelayanan opersional penerbangan, yaitu Ground Handling.  Ground Handling adalah satu unit yang menangani pelayanan Baca lebih lanjut

Pengertian dan Kegiatan Ground Handling


Kelompok 6

D3 GH 2011

Ketua     :     Yurike Nalurita         (243111024)

Anggota  :     Briyan Albar            (243111008)

Chika Adyanti          (243111017)

Nurhammah            (243111029)

 

Pengertian dan Kegiatan Ground Handling

            Pada mata kuliah “Basic Cargo”, kami mendapatkan tugas tambahan yaitu membuat tulisan mengenai ground handling. Tugas ini sebagai pengganti kuliah lapangan ke bandara yang dihitung sebanyak sembilan sks (tiga kali pertemuan). Berikut adalah penjelasan mengenai ground handling dan kegiatannya.

Menurut buku “Ground Handling” karya Suharto Abdul Majid dan Eko Probo D. Warpani pada halaman 6, menjelaskan bahwa ground handling adalah suatu aktifitas perusahaan penerbangan yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para penumpang berikut bagasinya, kargo, pos, peralatan pergerakan pesawat di darat dan pesawat terbang itu sendiri selama berada di bandar udara, baik keberangkatan (departure) maupun untuk kedatangan (arrival). Baca lebih lanjut

TRADISI DAN TRANSPORTASI (part 5)


TRADISI DAN TRANSPORTASI

Kelompok                  : 4

Ketua                         : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Anggota                     :

Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/ 224110184

Kelas                          : S1 ZU-2010

Tugas                         : 5 ( Lima )

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil survey yang telah kami lakukan baik secara online atau manual kami dapat menyimpulkan bahwa masyarakat yang melakukan tradisi mudik setiap tahunnya memerlukan transportasi yang memadai, dimana kebutuhan akan transportasi masih sangat tinggi khususnya pada saat musim mudik.

 

Beberapa pertanyaan yang kami buat dalam survey, antara lain :

- Moda Transportasi apa yang Anda gunakan pada saat mudik?

51,8 % atau 44 responden kami memilih menggunakan moda transportasi darat untuk melakukan mudik.

- Apa alasan Anda memilih moda transportasi tersebut?

42,4% atau 36 responden kami memilih cepat.

- Kemana tujuan mudik Anda?

62,7% atau 52 responden kami memilih Kota-kota di Pulau Jawa untuk melakukan perjalanan mudik.

Kami dapat menarik kesimpulan bahwa transportasi darat lebih banyak dipilih oleh pemudik karena tujuan pemudik dari Jakarta adalah kota-kota di Pulau Jawa yang masih dapat dijangkau dengan menggunakan transportasi darat. Transportasi darat dinilai lebih cepat mengantarkan para pemudik ke tempat tujuan sesuai dengan hasil dari survey yang kami lakukan.

Saran:

  1. Pemerintah bisa memperbaiki fasilitas transportasi darat yang ada. Misalnya memperbaiki jalan yang rusak, memperbaiki dan menjaga fasilitas rest area yang ada di jalan tol agar tetap nyaman bagi pemudik yang akan istirahat di rest area, memperbanyak armada bis dan menguji emisi armada yang ada. Memberikan pelatihan khusus bagi supir bis antar kota yang akan melakukan perjalanan jauh. Agar emosinya bisa dikontrol, tidak kebut-kebutan dan tetap bekendara dengan aman.
  2. Penyedia transportasi darat seperti perusahaan bus antar kota bisa memperbaiki pelayanan transportasinya dan mengatur strategi pemasaran untuk menarik konsumen serta bersaing dengan penyedia transportasi lainnya.

TRADISI DAN TRANSPORTASI (part 4)


TRADISI DAN TRANSPORTASI

Kelompok                  : 4

Ketua                          : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Anggota                     :

Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/ 224110184

Kelas                          : S1 ZU-2010

Tugas                         : 4 ( Empat )

 

ANALISIS SURVEY

Dari survey yang kami buat secara online dengan menggunakan surveymonkey.com yang kami sebar di media sosial seperti twitter,facebook, dan media komunikasi Blackberry Messenger dan survey manual yang kami sebar di lingkungan kampus STMT Trisakti.

Kami mendapatkan 98 responden dari survey yang kami lakukan secara online dan manual. 41 responden kami adalah pria dan 57 responden sisanya adalah wanita. Sebanyak 73,2% responden melakukan mudik. Dari 73,2% responden yang melakukan mudik, sebanyak 44 responden memilih transportasi darat. Sedangkan sebanyak 39 responden memilih untuk menggunakan transportasi udara. Transportasi darat nampaknya sedang menjadi primadona di kalangan pemudik sesuai dengan data yang kami peroleh dariBisnis.com.

Membaiknya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah merupakan alasan utama para pemudik menggunakan transportasi darat. Hal ini juga terlihat dari survey yang telah kami lakukan, sebanyak 37 responden mengatakan bahwa fasilitas penunjang trasportasi yang ada sudah baik.

Sebanyak 52 responden mengatakan bahwa tujuan mudik mereka adalah ke kota-kota di Pulau Jawa. Kami menganalisis, mungkin hal ini yang mendasari masyarakat memilih moda transportasi darat. Karena tujuan mudik mereka masih bisa dijangkau dengan transportasi darat. Kami mengambil responden dari sekitar Jakarta. Jadi kami menyimpulkan bahwa mereka melakukan mudik dari daerah Jakarta.

TRADISI DAN TRANSPORTASI


TRADISI DAN TRANSPORTASI

Kelompok                  : 4

Ketua                         : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Anggota                     :

Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/ 224110184

Kelas                          : S1 ZU-2010

Tugas                         : 2 ( Dua )

 

LANDASAN TEORI

Tradisi mudik yang dilakukan setiap tahun menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk memaksimumkan perbaikan dan ketersediaan sarana transportasi yang akan digunakan oleh pemudik.

Sebagai rutinitas tahunan, sudah sepantasnya penyedia dan pengelola moda transportasi memberikan perhatian lebih terhadap fasilitas pendukung moda transportasi tersebut. Tentunya hal ini harus dilakukan dengan tepat, sehingga pengguna jasa transportasi bisa secara langsung merasakan manfaatnya.  Untuk memaksimalkan pelayanan, tentu para penyedia dan pengelola moda transportasi perlu mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pengguna jasa transportasi tersebut khususnya saat musim mudik tiba.

Menurut Nasution (1996), transportasi adalah pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Dalam kegiatan tersebut terdapat tiga hal yaitu adanya muatan yang diangkut, tersedianya kendaraan sebagai alat angkut dan terdapatnya jalan yang dapat dilalui. Hal-hal tersebut harus dikelola dengan baik agar kegiatan transportasi dalam musim mudik dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan para pemudik.

Pentingnya peran sektor transportasi bagi kegiatan ekonomi mengharuskan adanya sebuah sistem transportasi yang handal, efisien, dan efektif. Transportasi yang efektif memiliki arti bahwa sistem transportasi yang memenuhi kapasitas angkut antar moda transportasi dengan tertib, lancar, teratur, cepat dan tepat, selamat, aman, nyaman dan terjangkau secara ekonomi. (Agus Imam Rifusua, 2010).

System transportasi yang terintegrasi akan tercapai jika adanya kerjasama dari pemerintah dengan pengelola transportasi serta pengguna moda transportasi. Dengan demikian tradisi mudik yang dilakukan setiap tahunnya akan berjalan lancar dengan tersedianya transportasi yang lancar, cepat, nyaman dan ekonomis.

TRADISI DAN TRANSPORTASI


TRADISI DAN TRANSPORTASI

Kelompok                  : 4

Ketua                         : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Anggota                     : Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/224110184

Kelas                          : S1 ZU2010

Tugas                         : 1 ( satu )

PENDAHULUAN

Mudik adalah sebuah tradisi unik yang dilakukan setiap tahun menjelang hari raya Idul Fitri oleh sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia. Mudik adalah kegiatan perantau atau pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya (Wikipedia, 2012). Tradisi ini seperti tidak bisa lepas dari perayaan Lebaran di Indonesia.

Setiap tahunnya, jumlah pemudik meningkat seiring dengan meningkatnya urbanisasi ke beberapa kota besar di Indonesia. Seperti yang dilansir oleh Bisnis.com, jumlah pengguna moda transportasi udara saat musim mudik, naik 19,46%. Kenaikan ini juga terjadi pada moda transportasi lainnya.

Karena fenomena kenaikan jumlah pengguna berbagai moda transportasi saat lebaran inilah, kami mengadakan penelitian untuk mengetahui alasan-alasan para pengguna jasa transportasi atas moda transportasi yang mereka pilih untuk  digunakan pada saat mudik lebaran. Sehingga para pengelola moda transportasi dapat semakin meningkatkan pelayanan dan memaksimalkan fasilitas yang dibutuhkan oleh pemudik untuk menunjang kelancaran kegiatan tahunan ini di tahun-tahun yang akan datang.

Sumber tulisan:

http://id.wikipedia.org/wiki/Mudik

http://www.bisnis.com/articles/angkutan-lebaran-pemudik

LOCAL PILOT VS FOREIGN PILOT (CONCLUSION AND SUGGESTION)


GROUP 3

APSADA JUHRI (224110131)  LEADER

Rio Hafiz Al Caesar (224110079)

Indria Ulufi (224110199)

Feli Ervina (224110180)

 CONCLUSION

The development of aviation technology has been the key that makes a plane able to carry passengers to explore the world. Membership of a pilot becoming less major survey in aviation safety and security. In Indonesia, the pilot has a high selling power as to become a qualified pilot required large capital both physical and nal Berhad. But now, local pilots often compared to foreign pilots. Therefore, we analyzed the comparison between “local Pilot vs pilot Import” using a survey online and offline surveys. The majority of respondents are also more interested in using aircraft with a pilot Indonesia, and respondents also argue that the salary and facilities should be provided for the pilot Indonesian and foreign pilots are not different from each other. Thus, Pilot Indonesia actually still have greater opportunities to work in Indonesia Open Sky runs later. Our conclusions drawn from the results of the second survey there are some aspects that is being evaluated. In the case of a pilot quality according to the survey, pilot Indonesia valued balanced compared to foreign pilots. In the era of Open Sky (globalization) will face later, pilot Indonesia was believed to be able to compete with foreign pilots.

ADVICE

1. Support facilities and means of improving the Pilot.

2. Indonesia Pilot prioritize quality first.

PILOT LOKAL VS PILOT IMPOR (KESIMPULAN)


Kelompok    : 3

Ketua            :

Apsada Juhri (224110131)

Anggota      :

Rio Hafiz Al Caesar (224110079)

Indria Ulufi (224110199)

Feli Ervina (224110180)

 KESIMPULAN

Perkembangan teknologi penerbangan menjadi kunci utama yang menjadikan sebuah pesawat dapat mengangkut penumpang untuk menjelajahi dunia. Keahlian seorang pilot menjadi tolak ukur utama dalam keselamatan dan keamanan penerbangan. Di Indonesia pilot memiliki daya jual yang tinggi karena untuk menjadi pilot yang berkualitas diperlukan modal yang besar baik secara fisik maupun financial. Namun sekarang ini, pilot lokal sering dibandingkan dengan pilot asing. Oleh karena itu, kami menganalisis  perbandingan antara “Pilot lokal vs pilot Impor”dengan menggunakan survey online maupun survey offline. Mayoritas responden juga lebih berminat menggunakan pesawat dengan pilot Indonesia, dan responden juga berpendapat, bahwa seharusnya gaji dan fasilitas yang diberikan untuk pilot Indonesia maupun pilot asing tidak berbeda satu sama lainnya. Dengan demikian, Pilot Indonesia sebenarnya masih mempunyai peluang bekerja lebih besar di Indonesia saat Open Sky berlangsung nanti. Kesimpulan yang kami ambil dari hasil kedua survey tersebut yaitu ada beberapa aspek  yang dinilai. Dalam hal kualitas seorang pilot menurut hasil survey, pilot Indonesia dinilai seimbang dibandingkan dengan pilot asing. Dalam menghadapi era Open Sky  (globalisasi) yang akan dihadapi nanti, pilot Indonesia dipercaya mampu bersaing dengan pilot asing.

SARAN

1. Memperbaiki fasilitas penunjang dan sarana Pilot.

2. Mengutamakan Pilot Indonesia yang berkualitas terlebih dahulu.

LOCAL PILOT VS FOREIGN PILOT (DATA ANALYZE)


GROUP 3

APSADA JUHRI (224110131)  LEADER

Rio Hafiz Al Caesar (224110079)

Indria Ulufi (224110199)

Feli Ervina (224110180)

We get the job is to analyze and discuss the results of a survey we made about which we express the theme of “Local Pilot vs. Pilot Import”. We chose the method of comparative analysis as a tool to discuss the research that we made.
The reason we chose this group because of the comparative method is a survey that we made was about a comparison between two different things.
This comparative analysis method we deem appropriate to present the data in the survey comparison between two different things.
Survey our group is the ratio between the pilots of Indonesia to foreign pilots who have to come abroad. We want to see the preferences of the people of Indonesia for two different things, and we want to know the public response over the coming foreign pilots will be held in conjunction with the Open Sky in the near future.
We conducted two types of surveys are surveys online and offline surveys. Then, we get the 117 respondents from 2 jens survey. 37 survey respondents offline and 80 online survey respondents. In the case of an online survey, we use surveyonics.com to make our survey and the use of social networking media such as facebook, twitter, and IM to spread our survey. Following the survey we have done:
Data
From the results of the data diagram above, shows interest in the people of Indonesia to foreign pilots. Of 117 respondents, 94 respondents already know the functions and responsibilities of a pilot. Of 117 respondents, 51 respondents mentioned the performance of pilots in Indonesia has reached a good word. People of Indonesia have also discovered that employ pilots maskpai foreign and Indonesian pilots, as evidenced by the 78 respondents of 117 respondents knew airline pilots who use Indonesia and 69 respondents of 117 respondents knew that the airline uses foreign pilots. There were 59 respondents of 117 respondents who stated that Indonesia does not need additional power foreign pilots. Of 117 respondents also found 42 respondents who mentioned the quality of the pilot Indonesia balanced by foreign pilots, foreign pilots 38 respondents mentioned better than pilots Indonesia, 26 respondents mentioned pilot Indonesia better, and 10 respondents said they did not know. Remarks to the presence of the Indonesian Open Sky is a confidence in the pilot that the pilot Indonesia Indonesia is considered to compete with foreign pilots. Evident from the 117 respondents, 75 respondents mentioned pilot Indonesia ready to face the Open Sky that will last and of 117 respondents, 99 respondents agreed with the open sky.

ImageImageImage
Analysis
Based on the data from our survey, entitled “Local Pilot vs. Pilot Import” with 117 respondents. We analyzed that the people of Indonesia have known phenomenon of the foreign pilots who began to enter into the world of aviation Indonesia and know the airline pilots who use foreign labor. Performance pilot Indonesia is considered balanced by foreign pilots. Public confidence in the ability of pilots Indonesia Indonesia is believed to be able to compete with foreign pilots and prepared to face the open sky.

PILOT LOKAL VS PILOT IMPOR (ANALSIS DATA)


Kelompok    : 3

Ketua            :

Apsada Juhri (224110131)

Anggota      :

Rio Hafiz Al Caesar (224110079)

Indria Ulufi (224110199)

Feli Ervina (224110180)

 ANALISIS DATA

Kami mendapatkan tugas untuk menganalisa dan mendiskusikan hasil dari survey yang kami buat mengenai tema yang kami utarakan yaitu “Pilot Lokal vs Pilot Impor”. Kami memilih metode analisa komparatif sebagai alat untuk membahas penelitian yang kami buat.

Alasan kelompok kami memilih metode komparatif adalah karena survey yang kami buat adalah mengenai suatu perbandingan antara 2 hal yang berbeda.

Metode analisa komparatif ini kami anggap sesuai untuk menyajikan data-data hasil survey perbandingan antara 2 hal yang berbeda.

Survey kelompok kami ini adalah mengenai perbandingan antara pilot dari Indonesia dengan pilot asing yang di datangkan di luar negeri. Kami ingin melihat preferensi dari masyarakat Indonesia terhadap 2 hal yang berbeda ini, serta kami ingin mengetahui tanggapan masyarakat atas datangnya pilot asing bersamaan dengan akan diadakannya Open Sky di waktu dekat ini.

Kami melakukan 2 jenis survey yaitu survey online dan survey offline. Kemudian, kami mendapatkan 117 responden dari 2 jens survey tersebut. 37 responden survey offline dan 80 responden survey online. Dalam hal survey online, kami menggunakan surveyonics.com untuk membuat survey kami dan menggunakan media jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan YM untuk menyebarkan survey kami. Berikut hasil survey yang telah kami lakukan :

Data

ImageImageImage

Dari hasil data diagram diatas , menunjukan ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap pilot asing. Dari 117 responden,  94 responden telah mengetahui fungsi dan tanggung jawab seorang pilot. Dari 117 responden, 51 responden menyebutkan kinerja pilot di Indonesia telah mencapai kata baik. Masyarakat Indonesia juga telah mengetahui maskpai yang memperkerjakan Pilot asing maupun pilot Indonesia, terbukti dengan sebanyak 78 responden dari 117 responden mengetahui maskapai yang menggunakan pilot Indonesia dan 69 responden dari 117 responden mengetahui maskapai yang menggunakan pilot asing . Ada 59 responden dari 117 responden yang menyatakan bahwa Indonesia tidak memerlukan penambahan tenaga pilot asing. Dari 117 responden juga terdapat 42 responden yang menyebutkan kualitas pilot Indonesia seimbang dengan pilot asing, 38 responden menyebutkan pilot asing lebih baik dari pilot Indonesia, 26 responden menyebutkan pilot Indonesia lebih baik, dan 10 responden menyatakan tidak tahu. Sambutan terhadap hadirnya Open Sky dari masyarakat Indonesia adalah sebuah kepercayaan terhadap pilot Indonesia bahwa pilot Indonesia dianggap mampu bersaing dengan pilot asing. Terbukti dari 117 responden, 75 responden menyebutkan pilot Indonesia siap untuk menghadapi Open Sky yang akan berlangsung dan dari 117 responden, 99 responden menyatakan setuju dengan adanya open sky.

Analisis

Berdasarkan data dari survey kami yang berjudul “Pilot Lokal vs Pilot Impor” dengan 117 responden. Kami menganalisis bahwa masyarakat Indonesia telah mengetahui fenomena adanya pilot asing yang mulai masuk ke dunia penerbangan Indonesia dan mengetahui maskapai yang menggunakan tenaga pilot asing tersebut. Kinerja pilot Indonesia dinilai seimbang dengan pilot asing. Masyarakat Indonesia percaya terhadap kemampuan pilot Indonesia yang diyakini mampu bersaing dengan pilot asing dan siap untuk menghadapi open sky.

LOCAL PILOT VS FOREIGN PILOT (METHODOLOGICAL RESEARCH)


GROUP 3

APSADA JUHRI (224110131)  LEADER

Rio Hafiz Al Caesar (224110079)

Indria Ulufi (224110199)

Feli Ervina (224110180)

METHODS
We make this task begins with an introduction that contains the reason why we chose this theme “Local Pilot vs. Pilot Import ‘as material that will be thorough. Then, we make a theoretical foundation upon themes that we specify.
Survey our group is the “Local Pilot vs. Pilot Import”. How many people are aware of the foreign pilots who started in the business aviation community in Indonesia as well as feedback on the services provided by foreign pilots as well as pilots from Indonesia.
The method we use is a descriptive analysis method via surveys to look at people’s perceptions about the theme that we specify. Our survey consisted of an online survey and the survey offline (manual). We have 20 questions on “Local Pilot vs. Pilot Import”. Our survey contains the identity of the respondent, the respondent’s perception of the pilots and foreign pilots from Indonesia, the response of the public regarding the open sky, and the readiness of Indonesia in mengahadapinya.
In the case of an online survey, we distributed the survey via social networks like facebook, twitter, and blogs. Target respondents of the survey were at least 30 respondents. Then, we also conducted the survey offline. In this offline surveys, this survey we deploy manually. Our respondents are lecturers who are experts in bidangnnya STMT, we give priority to teachers who have been using air transportation in the form of aircraft.
The studies with this method, we expect the research we do to achieve predetermined targets.

LOCAL PILOT VS FOREIGN PILOT (OBSERVATIONAL METHOD)


GROUP 3

APSADA JUHRI (224110131)  LEADER

Rio Hafiz Al Caesar (224110079)

Indria Ulufi (224110199)

Feli Ervina (224110180)

OBSERVATIONAL METHOD
We make this task begin from foreword that motive comprising why we choose this theme “ vs’s Local Pilot Import Pilot ” as material as we will analyze. Then, we make theory base on theme that our determinative.
Survey is this our group are about “ vs’s Local Pilot Import Pilot ”. One how much society which know marks sense beginning intern Pilot entering at flight business at Indonesian and society comment hit service that gave by intern and also pilot pilot that indigenous Indonesian.
Method who we will utilize are descriptive analytic-method via survey to see society perception hit theme that our determinative. Our Survey consisting of survey online and survey offline (manual). We have 20 questions about “ vs’s local Pilots Import Pilot ”. Our Survey comprising about respondent id, perception respondenting to pilot of Indonesian and also intern pilot, society comment hits open sky , and kesiapan Indonesian in mengahadapinya.
In term survey online, we broadcast survey this pass through social network as facebook, twitter, and blog. Respondent target from survey it is minimal 30 respondents. Then, we also arrange survey offline. In survey offline this, we broadcast survey this manually. Our respondent is STMT’S lecturers that a great hand at bidangnnya, we accentuate lecturers already have once utilized air transportation ne as plane.
With this penilitian’s method, we expect research that we do get up to target already be established previous.  
 

LOCAL PILOT VS FOREIGN PILOT (BASIS FOR THEORY)


GROUP 3

APSADA JUHRI (224110131)  LEADER

Rio Hafiz Al Caesar (224110079)

Indria Ulufi (224110199)

Feli Ervina (224110180)

BASIS FOR THEORY
Pilot is spear tip of a flight. Pilot or aviator captain has to carry the ball that big about safety and flight security. Therefore, as pilot is is not a thing that acts since be engaged soul hundreds passengers. It backed up by regulation that declares for as follows:
“Up to flying, air ship aviator captain that pertinent has authority to take action to secure safety, orderliness, and flight security ”. ( Section 55,UU No.1 is year 2009)
A while we will face globalization era. In that era, each man at various free state to look for that despite work in room passes by state. That thing also applies to air transportation business at Indonesian. Globalization era feels getting hover, marked by have disepakatinya agreement Open Sky among ASEAN’S state humanity. A variety air firm at Indonesian has also been try to adapt self by employs severally employee, board of directors, and indigenous pilot strange state.
This becomes a piquancy if we try menelisik hits kesiapan’s zoom Indonesia pilot to strange pilot assault that beginning turns in at Indonesian air transportation the world.  
“Each personel mandatory air ship have license or interest certificate ”. ( Section 58,sentence 1,UU No.1 is year 2009)
“Personel is bound up air ship direct with mandatory air ship operation performing have legitimate license and still prevailing ”. ( Section 58,sentence 2,UU No.1 is year 2009)
On regulation discussion upon, worded that each crew’s water  air ship mandatorying to have license or interest certificate comprises also pilot. Bromide already being known by previous society is each incoming strange pilot to Indonesian state for working have had international license.  
This can become a threat divides pilot of Indonesian. Besides has to get competition with local pilot humanity, now they shall also get competition with indigenous pilot other state.
In conclusion, indigenous pilot strange state gets amends at Indonesian. This becomes an alone on the qui vive for pilot what do come from Indonesian. Indonesian pilot shall ready to compete. To the fore it will ensure to mark sense a great emulation among intern pilot with local pilot in world job.  Open Sky  one that will happen not only enable intern pilot for entering works at Indonesia, but Indonesia pilot can also work outside Indonesia if have license and interest

LOCAL PILOT VS FOREIGN PILOT


GROUP 3

APSADA JUHRI (224110131)  LEADER

Rio Hafiz Al Caesar (224110079)

Indria Ulufi (224110199)

Feli Ervina (224110180)

Background
In flight the world, pilot is elemental one be looked on most important. Pilot is one tip transfix in a flight. A commandant which take in air ship, flying of a place goes to other place. Pilot accountability most huge count. In one flight, entirely pilot is in control of soul hundreds passengers.
 Big accountability was deservedly been counterbalanced by service to poised pilot of flight firm. Still appears in the mind we hit strike plan that will try to perform by Pilot Association one of distinguishing firm at Indonesian year 2011 then. Pilot strike threat this can become serious problem for world flight. Just imagine if nearly exhaustive flight firm pilot is outgrown at this Indonesia so to perform strike. Therefore can ensure to mark sense immobility at sector air transportation at archipelago.
Early strike threat problem jealousy begets this social among local pilot with pilot that wreaked by flight firm of aliases other state import pilot. Reportedly, wages and facility that given unto by this import pilot much greater of local pilot. It who trigger jealousy causing one strike threat.
It who constitutes to do one survey to see society perception on local pilot and intern pilot. We want to see farther see society opinion to local pilot and intern pilot. Emulation among local pilot and intern pilot at one of greatest firm at Indonesian it will also heat Open Sky among asean’s state humanity that momentarily we will face with.

LOCAL PILOT VS FOREIGN PILOT (BACKGROUND)


          Kelompok    : 3

Ketua            :

Apsada Juhri (224110131)

Anggota      :

Rio Hafiz Al Caesar (224110079)

Indria Ulufi (224110199)

Feli Ervina (224110180)

Background
In flight the world, pilot is elemental one be looked on most important. Pilot is one tip transfix in a flight. A commandant which take in air ship, flying of a place goes to other place. Pilot accountability most huge count. In one flight, entirely pilot is in control of soul hundreds passengers.
 Big accountability was deservedly been counterbalanced by service to poised pilot of flight firm. Still appears in the mind we hit strike plan that will try to perform by Pilot Association one of distinguishing firm at Indonesian year 2011 then. Pilot strike threat this can become serious problem for world flight. Just imagine if nearly exhaustive flight firm pilot is outgrown at this Indonesia so to perform strike. Therefore can ensure to mark sense immobility at sector air transportation at archipelago.
Early strike threat problem jealousy begets this social among local pilot with pilot that wreaked by flight firm of aliases other state import pilot. Reportedly, wages and facility that given unto by this import pilot much greater of local pilot. It who trigger jealousy causing one strike threat.
It who constitutes to do one survey to see society perception on local pilot and intern pilot. We want to see farther see society opinion to local pilot and intern pilot. Emulation among local pilot and intern pilot at one of greatest firm at Indonesian it will also heat Open Sky among asean’s state humanity that momentarily we will face with.

Soekarno-Hatta Need KRL (Part 4)


name: Leader: Hutomo Edo PM (224110026)

Members:  Satya Pandu Wahidiat (224110202)

Muhammad Ropih (224110008)

Riezaldy Gees I. (224110208)

Class : S1 MTU A

Part 4

Analysis

Continuing from the previous part of the “Soekarno-Hatta took KRL”, so far we have reached the stage where we analyze the results of the survey data that we have made a few weeks ago with the total collected last until the paper was written amounted to 38 respondents, and we decided to eliminate eight other respondents so we process the data from the 30 respondents who scattered from some quarters or segmentation where the survey was distributed via social media networks.

The results of its analysis quesioner we explain in this section include: Baca lebih lanjut

Soekarno-Hatta Need KRL (Part 3)


name: Leader: Hutomo Edo PM (224110026)

Members:  Satya Pandu Wahidiat (224110202)

Muhammad Ropih (224110008)

Riezaldy Gees I. (224110208)

Class : S1 MTU A

 

PART III

Extensive simple, we did begin to make the background of the topics we raise is “Soekarno Hatta took KRL”. We raised the topic seriously because we see less government role as executor of the project due to airport construction projects KRL Baca lebih lanjut

Soekarno-Hatta Need KRL (Part 2)


name: Leader: Hutomo Edo PM (224110026)

Members:  Satya Pandu Wahidiat (224110202)

Muhammad Ropih (224110008)

Riezaldy Gees I. (224110208)

Class : S1 MTU A

 

PART II

Electric Rail trains are modes of public transportation are the most effective, because basically the capacity provided to accommodate hundreds of passengers in a single transport to a destination. It also Railroads Rail Electric has lajurnya own so he can Baca lebih lanjut

Soekarno-Hatta Need KRL (Part 1)


name: Leader: Hutomo Edo PM (224110026)

Members: Pandu Satya Wahidiat (224110202)

Muhammad Ropih (224110008)

Riezaldy Gees I. (224110208)

Class : S1 MTU A

PART I
Today, air transport is growing rapidly, it is proved to the type of aircraft are increasingly diverse and increasingly crowded flight schedules. Coupled with the existing regulations to make the flight more secure and comfortable. As a result, the number of passenger transportation continues to increase.

As an international airport, Soekarno Hatta has handled 52 million passengers this year, Baca lebih lanjut

“PENINGKATAN KINERJA PENGAWASAN MELALUI PEMANFAATAN MONITOR CCTV PADA DINAS APRON MOVEMENT CONTROL BANDAR UDARA NGURAH RAI BALI”(PART 3)


KELOMPOK:13

NAMA:ANDRIAN PRIDANA (223109039)

KELAS: S1 MTU-A

C.METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang dilakukan penulis dalam menyusun Tugas Akhir ini adalah metode deskriptif penelitian dengan menggambarkan keadaan yang ada di Dinas Apron Movement Control Bandar Udara Ngurah Rai disertai alternatif pemecahannya, dengan melakukan:

  1. Observasi, yaitu penulis mengadakan tinjauan langsung dan pengamatan sehingga mengetahui permasalahan tersebut diatas dan pada akhirnya penulis dapat melihat dan mengalami sendiri masalah yang dihadapi petugas.
  2. Kepustakaan, yaitu penulis menggunakan sumber-sumber kepustakaan dan data lain yang erat kaitannya dengan masalah yang ditulis sebagai landasan teori dalam penulisan.

 

TRADITION AND TRANSPORTATION


Kelompok                  : 4

Chief                            : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Member                     :

Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/ 224110184

Class                          : S1 ZU-2010

INTRODUCTION

Mudik is an unique tradition which doing by a half of Moeslim in Indonesia. Mudik is a foreign or migrant ‘s activity to go back to their hometown (Wikipedia, 2012). This tradition can’t be unattached from Ied fest in Indonesia.

Every year, amount of ‘Pemudik’ (appelltation for people who doing mudik) increase as increased of urbanization to some big cities in Indonesia. As a stated in Bisnis.com, amont of air transportation user in Mudik season is up to 19,46%. This hike also happen in the other transportation type.

Because of this increasing of amount user in every kind of transportation, we did a research to know transportation user’s reasons when to chose. transportation in mudik season. So transportation developer can increase their services and maximalization facilities that needed by Pemudik to make this annual activity keep steady.

Sources:

http://id.wikipedia.org/wiki/Mudik

http://www.bisnis.com/articles/angkutan-lebaran-pemudik

THEORITICAL

Mudik tradition that performed annual have a special attention by goverment to maximize restoration and avilable facility to be used by pemudik. As an annual activity, transportation developer should give more attention to every transportation’s facilities support. Of course, this thing must be doing well. So, transportation user can feel the advantages directly. For maximize the service, transportation developer must know what transportation user needed, especially in mudik season. According to Nasution (1996), transportation is moving goods and people from its destination to its arrival. From that activity, there are 3 things that important. They are goods to handle, a transportation to transport and a lane. Those things need to be handled in order to make transportation activity in Mudik season can work swift as good as Pemudik wished.

The importance of transportation for economic activity need a best, efficient and effective transportation system, an effective transportation is a transportation system which fullfill transport capacity intermoda smoothly, fastly, rightly, comfort and economic (Agus Imam Rifusua, 2010).

Integrated transportation system will be achieve if there is a good teamwork between goverment and transportation developer and also, transportation user.

RESEARCH METHOD

We choose “Tradition and Transportation” as our research is to know correlation between mudik as Indonesian tradition and transportation. To know that, we did a research with survey research method.  The main goal from this survey research method is to collect information about variable from objects (Surya Dharma, MPA., Ph.D, 2008).

Our reason to did this survey research is to know transportation user’s preferences in choosing transportation moda in Mudik season with their reasons to use that transportation moda.

We made this survey in  Surveymonkey.com to make our objects of research are much easier to give informations that we need to complete this research.

We have 10 questions in our survey which we spread in online social media such as twitter, facebook, and communication handheld such as blackberry messenger.

Our objects are Indonesian who fest Ied and doing Mudik tradition as a part of Ied fest. Specially, Pemudik who actively use internet. We are also made survey manually to reach Pemudik who don’t use internet actively. Our manual survey is a print out from our online survey in Surveymonkey.com.

SURVEY ANALYZE

From our online and manual survey, we have 98 respondents from online and manual survey. 41 respondents are men and 52 respondents are women. 73,2% respondents do Mudik. From 73,2% who do mudik, 44 respondents chose road transportation. Meanwhile, 39 respondents use air transportation. Nowadays, road transportation become a king in Pemudik preference like a data that we got from Bisnis.com.

Road transportation that become a better from before is one of their reason to chose this kind of transportation. This is also seen on our survey report, 37 respondents said that transportation facilities are good enough.

52 respondent said that their mudik destination are to the cities in Java Island. We analyze, maybe this is a main reason why Pemudik choose road transportation in Mudik Season. Because their destination can be reach by road transportation. Our respondents are from Jakarta, so we conclude the do mudik from Jakarta.

RESUME AND SUGGESTIONS

From our survey result which we did by online or manual, we can conclude that Indonesian who do mudik tradition annually needs good transportation where needed of transportation still very high specially in mudik season.

Some of our questions that we made in survey are:

-          What is your transportation mode that you chose when you do mudik?

51,8% or 44 respondent choose road transportation.

-          What is your reason to chose that kind of transportation

-          42,4% or 36 respondent choose fast.

-          Where is your destination?

62,7% or 52 respondents choose cities in Java Island

We can conclude that many pemudik choose road transportation because their destination can be reach up by road. Road transportation is faster to drive pemudik to their destination.

Suggestions:

  1. Goverment can fix up transportation facility. For the examples, fix up the road, fix up rest area facility in highway, to make pemudik keep comfort when they do mudik, improve amount of buses and test the emision. Give a training to the bus driver.
  2. Road transportation provider such as intercity buses company can fix up their service and organize marketing strategy to  attract consumen and compete with the other transportation provider.

Bus Transjakarta Belum Optimal Bagi Masyarakat Jakarta


Kelompok: XI

S1-MTU A

Part: II, Bab: I. Pendahuluan

Ketua: Dewi Pristika Wirya S (224109341)

Anggota: Heru Al-Sidiqqi (224109316), Daniel Freddy H. T (224103232)

Bus Transjakarta Belum Optimal Bagi Masyarakat Jakarta

Pada saat ini transportasi sangat dibutuhkan dalam menjalankan aktifitas dan dalam kaitannya dengan hidup di perkotaan. Transportasi memiliki peranan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama yang tingkat pertumbuhan penduduknya yang sangat padat seperti di Jakarta. Pemerintah meluncurkan suatu product transportasi angkutan bus dalam kota yaitu Transjakarta atau yang sering disebut juga Busway, Transjakarta merupakan sarana transportasi dalam bentuk bus. Dengan hadirnya Bus Transjakarta Pemerintah berharap, dapat mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas yang terjadi di Jakarta. Bus Transjakarta pertama kali beroperasi sejak 15 Januari 2004 hingga saat ini. Rute pertama TransJakarta: Blok M – Kota, saat ini rute TransJakarta sudah hampir tersedia diseluruh wilayah Jakarta.

Cukup dengan sekali membayar Rp 3.500 semua golongan masyarakat dapat menggunakan jasa Bus Transjakarta. Pengguna jasa Bus Transjakarta dapat transit pada terminal yang telah tersedia untuk berganti Bus demi melanjutkan perjalanan ketempat yang dituju tanpa harus membayar lagi, kecuali keluar dari terminal. Bus Transjakarta sudah dilengkapi dengan fasilitas Ac, setiap terminal sudah dilengkapi dengan fasilitas map rute tujuan, dan sudah ada jalur khusus untuk Bus Transjakarta demi mempercepat perjalanan.

Walaupun sudah tersedia fasilitas Bus Transjakarta, masih banyak orang yang enggan menggunakan jasa Bus Transjakarta dan memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini disebabkan karena Sistem Management yang buruk, dan masih kurangnya kesadaran dari setiap pengguna jalan.

Bus Transjakarta Belum Optimal Bagi Masyarakat Jakarta


Kelompok: XI

S1-MTU A

Part: II, Bab: V. Kesimpulan dan Saran

Ketua: Dewi Pristika Wirya S (224109341)

Anggota: Heru Al-Sidiqqi (224109316), Daniel Freddy H. T (224103232)

Bus Transjakarta Belum Optimal Bagi Masyarakat Jakarta

Kesimpulan

Pelayanan yang dilakukan oleh Bus Transjakarta berikut fasilitas yang disediakan dapat dikategorikan kurang baik. Masyarakat selama ini dalam mempergunakan jasa Bus Transjakarta belum merasakan harapan yang sesuai terutama pada aspek keamanan, kenyamanan, dan keselamatan.

Saran

Agar masyarakat mau beralih menggunakan jasa Bus Transjakarta diharapkan pemerintah kota menyediakan ketiga aspek tersebut. Dengan kondisi armada Bus yang memadai dan layak, pengguna kendaraan pribadi akan beralih sehingga volume kendaraan yang ada dijalan akan berkurang. Dalam memberikan pelayanan, para sopir dihimbau untuk selalu mengutamakan variabel keselamatan dan keamanan serta kenyamanan bagi pengguna jasa transportasi publik ini.

Bus Transjakarta Belum Optimal Bagi Masyarakat Jakarta


Kelompok: XI

S1-MTU A

Part: II, Bab: IV. Laporan Survey

Ketua: Dewi Pristika Wirya S (224109341)

Anggota: Heru Al-Sidiqqi (224109316), Daniel Freddy H. T (224103232)

Bus Transjakarta Belum Optimal Bagi Masyarakat Jakarta

Sebagian besar responden pengguna jasa Bus Transjakarta adalah berusia 41-50 tahun sebanyak 5 responden atau sebanyak 15%. Responden yang berusia lebih dari 51 tahun sebanyak 4 responden atau 12%.. Responden yang berusia 22-40 tahun sebanyak 21 responden atau 63%. Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa semua lapisan umur masyarakat menggunakan jasa Bus Transjakarta ini.

Sebagian besar responden 89,1% menggunakan jasa angkutan Bus Trasjakarta karena alasan praktis, sedangkan alasan kedua selanjutnya 10,9% adalah murah. Adapun tingkat pelayanan kepada pengguna angkutan umum adalah sebagai berikut:

1. Segi Keandalan.

Responden menganggap bahwa Bus Transjakarta belum bisa memberikan fasilitas yang bebas dari kemacetan 90%, dan respondon mengatakan tidak peduli 10%.

2. Segi Perhatian.

Responden menganggap pelayanan Bus Transjakarta belum baik sebesar 95%, dan sisanya menganggap biasa saja 5%.

3. Segi Bukti Fisik.

Responden menganggap bahwa armada yang dimiliki Bus Transjakarta tidak sesuai 80%, sisanya 20% menggap bahwa Bus Transjakartar sudah sesuai.

Keputusan konsumen dalam memilih jasa Bus Transjakarta ini, dipengaruhi oleh faktor utama yaitu:

1. Keterjangkauan.

Harga bagi konsumen atau masyarakat merupakan variabel utama dalam memilih jasa transportasi kota.

2. Kenyamanan.

Dalam suasana supply (pasokan) jauh lebih kecil daripada perminataan (demand), maka aspek ini tampaknya harus ditoleransi oleh para penumpang Bus Transjarta. Namun disini untuk mewujudkan pelayanan kepada masyarakat perlunya peran pemerintah untuk menetapkan standar pelayanan minimal kepada masyarakat.

3. Keamanan.

Resiko umum dari kendaran angkutan umum dijalan adalah terjadi tindak kejahatan. Tindak kejahatan tersebut akan menimbulkan dampak psikis bagi obyek. Prioritas keamanan ini perlu mendapat perhatian dari pengelola dan pemilik jasa Bus Transjakarta

Bus Transjakarta Belum Optimal Bagi Masyarakat Jakarta


Kelompok: XI

S1-MTU A

Part: II, Bab: III. Metode Penelitian

Ketua: Dewi Pristika Wirya S (224109341)

Anggota: Heru Al-Sidiqqi (224109316), Daniel Freddy H. T (224103232)

Bus Transjakarta Belum Optimal Bagi Masyarakat Jakarta

Demi mengetahui bagaimana tingkat kepuasan para pengguna jasa Bus Transjakarta, kami melakukan penelitian dengan rute yang berbeda-beda dan penerapan beberapa metode penelitian.

Pendekatan Penelitian

Variabel penelitian berdasarkan kecenderungan para pengguna jasa Bus Transjakarta, dan menggunakan metode persentasi.

Teknik Pengambilan dan Sumber Data

Sumber data dari pengguna Bus Transjakarta yaitu masyarakat, sebanyak 30 orang. Penelitian dilakukan sebanyak 6 kali yaitu:

1. Hari Senin, 3 Desember 2012.

Pagi jam 06.30-08.00 rute Kampung Melayu-Ancol, sore jam 16.00-17.30 rute Ancol-Kampung Melayu.

2. Hari Senin, 10 Desember 2012.

Pagi jam 07.15-10.00 rute Cawang-Semanggi, sore jam 15.30-17.30 rute Kota-Blok-M.

3. Hari Senin, 17 Desember 2012.

Pagi jam 07.00-09. rute Cipinang Kebun Nanas-Tanjung Priok, sore jam 16.00-17.30 rute Sunter Kelapa Gading- Cipinang Kebun Nanas.

Kami sengaja melakukan penelitian ini setiap hari Senin, agar terlihat jelas jumlah pengguna jasa Bus Transjakarta ini.

Alat Pengambil Data

Dalam pengumpulan data dipergunakan metode kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan. Yang kami gunakan untuk mengetahui atau alasan mengapa masyarakat menggunakan Bus Transjakarta dan bagaimana tingkat kepuasan para pengguna jasa Bus ini.

Bus Transjakarta Belum Optimal Bagi Masyarakat Jakarta


Kelompok: XI

S1-MTU A

Part: II, Bab: II. Aspek

Ketua: Dewi Pristika Wirya S (224109341)

Anggota: Heru Al-Sidiqqi (224109316), Daniel Freddy H. T (224103232)

Bus Transjakarta Belum Optimal Bagi Masyarakat Jakarta

Sesuai dengan judul yang kami buat “Bus Transjakarta belum optimal bagi masyarakat Jakarta”, kami melihat ada masih aspek yang kurang diperhatikan pihak Bus Transjakarta. Kualitas jasa layanan dibangun atas perbandingan antara harapan konsumen dan kinerja yang dirasakan konsumen. Kualitas services merupakan kualitas jasa dimana setiap jasa yang ditawarkan memiliki beberapa aspek yang dapat dipergunakan untuk mengetahui tingkat kualitasnya. Yang terdiri dari:

1. Keandalan.

Kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan yang dijanjikan kepada pelanggan. Seperti halnya janji sarana pengangkutan yang bebas macet.

2. Perhatian.

Perusahaan harus menunjukkan kemampuannya dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat kepada pelanggan, dapat memahami lebih jauh tentang keinginan dan kebutuhan dari pelanggannya. Seperti halnya penambahan armda, demi mengurangi tingkat antrian yang panjang pada masing-masing terminal.

3. Bukti fisik.

Dimana perusahaan didalam menunjukan eksistensi dirinya, misalnya dalam hal ini armada, fasilitas, penampilan karyawannya, dan sebagainya lebih menekankan pada bukti secara fisik atau dapat diraba keberadaannya.

“PENINGKATAN KINERJA PENGAWASAN MELALUI PEMANFAATAN MONITOR CCTV PADA DINAS APRON MOVEMENT CONTROL BANDAR UDARA NGURAH RAI BALI” (PART 2)


KELOMPOK: 14

NAMA: ANDRIAN PRIDANA (223109039)

KELAS: S1 MTU-A

B.LANDASAN TEORI

Dengan bertambahnya jumlah maskapai penerbangan yang beroperasi berdampak dengan meningkatnya aktifitas kerja yang dilaksanakan diwilayah Sisi Udara. Dalam pelaksanaannya, aktifitas kerja di wilayah Sisi Udara membutuhkan sistem pengendalian yang terarah dan terpadu, agar dapat terlaksana dengan baik. Sesuai ketentuan dalam pasal 217 ayat (1) UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan :

     Setiap bandar udara yang dioperasikan wajib memenuhi ketentuan keselamatan dan keamanan penerbangan serta ketentuan pelayanan jasa bandar udara.

Sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : SKEP 140/VI/1999 tentang Persyaratan Dan Prosedur Pengoperasian Kendaraan Di Sisi Udara dalam Bab I pasal 1 ayat (1) didefinisikan:

     Suatu daerah atau tempat di bandar udara yang telah ditentukan guna menempatkan pesawat udara, menurunkan dan menaikkan penumpang, kargo, pos, pengisian bahan bakar, parkir dan perawatan pesawat udara.

Activities and Roles Document Processing Import (Part 5)


Group 6

D3 GH 2011

Leader      :  Yurike Nalurita (243111024)

Member    :  Bryan  Albar (243111008)

Chika  Adyanti (243111017)

Nurhammah (243111029)

CHAPTER 5

     CONCLUSION

After taking field learning that we had done in the document processing import , we got a lot of benefit that increase knowledge we become more knowing about what thing exactly did the document processing import beside that, we also know about how does the system work from computer and how to process the documents of import goods that come in
a long the field learning in the document processing import , now we are knowing that the document processing import part be divided in to the three parts, NOA, DO, dan SIPB. Baca lebih lanjut

Activities and Roles Document Processing Import (Part 3)


Group 6

D3 GH 2011

Leader    :     Yurike Nalurita         (243111024)

Member  :     Briyan Albar            (243111008)

Chika Adyanti          (243111017)

Nurhammah            (243111029)

 CHAPTER 3

HUMAN RESOURCE CONDITION

A while ago, PT.Gapura Angkasa had to face the lack of human resource however, at this time, the condition of human resource in that department has been enough and already getting better. The activities in document processing import startd from 08.00AM to 17.00PM. document processing is devided into 3 division : NOA,DO and SPB. Baca lebih lanjut

INFLUENCE OF E-TICKET WITH THE EXISTENCE OF TICKET BROKERS AT THE AIRPORT


Group 6

Leader                         :           Fitriyanti                                    224110100

Members                    :           Rantih Lenggo Geni               224110018

Indah Nurbaiti                         224110196

Mentari de tanzil                    224110102

Class                            :           ZU 2010

Task                             :           Translate

 

INFLUENCE OF E-TICKET WITH THE EXISTENCE OF TICKET BROKERS AT THE AIRPORT

       1.      Introduction

A word “Ticket Broker” would have been familiar to us. The ticket brokers are not only at the airports, but at the bus terminal, train station, or another public location. Interpretation of ticket broker itself is a mediator who gives his service to take care of something based on the wages. Usually an airplane ticket brokers are well-groomed not like another ticket brokers, so that is difficult to distinguish the ticket brokers with another airport service users.

In here we will discuss about the presence of the ticket brokers at Soekarno-Hatta Airport especially for Domestic Flights in Terminal 1. Why the presence of ticket brokers are so difficult to cleaned-up? Actually, with the presence of the ticket brokers benefits the customers who want an easy way to buy tickets. The customers only have to call the broker and tell him the departure schedules. After that customers have to pay an agreed sum of money.

If we see the system in Soekarno-Hatta Airport, actually sweeping events often held to eradicate the existence of brokers. But still, those events are temporary. A few days later the ticket brokers appear again in the airport.

But now, with the presence of E-Ticket, that is booking tickets directly through the internet. Customers can directly book tickets without intermediaries (Ticket Brokers). But, not many people understand of this online ticket booking, moreover there are people who do not realize of its existence at all. Or because of the booking ticket procedure confuses the customers.

Therefore, we took the theme “Influence of E-Ticket with the Existence of Ticket Brokers at the Airport”. And we will conduct a survey to some existing ticket brokers, in order to determine whether the implementation of E-Ticket will impact on their employment. Baca lebih lanjut

Activities and Roles Document Processing Import (Part I)


Group 6

D3 GH 2011

Ketua     :     Yurike Nalurita         (243111024)

Anggota  :     Briyan Albar            (243111008)

Chika Adyanti          (243111017)

Nurhammah            (243111029)

 

 CHAPTER 1

INTRODUCTION

In a study of basic cargo, we are assigned to do field study. We choose to be placed in document processing import. And on this report, we are going to discuss about the document processing import we are interested to analize the problem which might be founded on the document processing import. Baca lebih lanjut

Kegiatan dan Peranan Document Processing Import (Part 5)


Kelompok 6

D3 GH 2011

Ketua      :  Yurike Nalurita (243111024)

Anggota  :  Bryan  Albar (243111008)

Chika  Adyanti (243111017)

Nurhammah (243111029)

BAB 5

KESIMPULAN

Setelah mengikuti kuliah lapangan yang sudah kami lakukan pada bagian document processing import, banyak sekali manfaat yang kami dapatkan untuk menambah ilmu kami. Kami menjadi lebih mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan pada bagian document processing import. Selain itu kami juga sudah mengetahui bagaimana cara kerja dari sistem komputer dan cara memproses dokumen-dokumen barang import yang masuk. Baca lebih lanjut

Kegiatan dan Peranan Document Processing Import (Part 4)


Kelompok 6

D3 GH 2011

Ketua      :  Yurike Nalurita (243111024)

Anggota  :  Bryan  Albar (243111008)

                      Chika  Adyanti (243111017)

                       Nurhammah (243111029)

BAB 4

PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN

Sama seperti di bagian lainnya yang ada di gudang impor, bagian document processing import juga sering kali terjadi permasalahan. Beberapa permasalahan yang kami ketahui pada bagian document processing import yaitu batal OB (Over Brengen), permintaan keringanan sewa gudang, mati lampu atau mati sistem dan sistem error. Baca lebih lanjut

Berbagai Kegiatan, Peran dan Permasalahan di Acceptance Impor (part V)


Kelompok 5

Ketua             : Erick Firdianto                    (243111013)

Anggota         : Aditya Marga Setiawan     (243111012)

Erna Setiawati                    (243111022)

Novia Nur Fitriani              (243111011)

Kelas              : DIII Ground Handling 2011

Dosen                        : Eko Probo

BAB V

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, pada bab terakhir ini kami mengambil kesimpulan bahwa penanganan kargo impor PT.Gapura Angkasa di bagian acceptance dilakukan oleh setiap pekerja, baik pegawai tetap atau outsourching sudah memenuhi standar yang sebagaimana telah diatur dalam IATA dan dilandasi dengan undang-undang. Baca lebih lanjut

Berbagai Kegiatan, Peran dan Permasalahan di Acceptance Impor (part IV)


Kelompok 5

Ketua             : Erick Firdianto                    (243111013)

Anggota         : Aditya Marga Setiawan     (243111012)

Erna Setiawati                    (243111022)

Novia Nur Fitriani              (243111011)

Kelas              : DIII Ground Handling 2011

Dosen                        : Eko Probo

BAB IV

Permasalahan dan Pembahasan

            Di minggu ini kami akan membahas permasalahan-permasalahan di acceptance impor yang telah kami singgung pada bab 1 beberapa minggu sebelumnya, yaitu seperti saat menerima barang-barang yang sudah rusak, barang hilang, dokumen yang tidak lengkap, Warehouse Management System yang tiba-tiba down, dan consignee yang tak kunjung datang mengambil barang.

Yang pertama kami bahas adalah ketika acceptance impor mendapati kecacatan pada saat menerima barang, hal yang dilakukan adalah mengambil gambar/memfoto barang tersebut sebagai bukti bahwa kesalahan bukan pada pihak perusahaan namun pada pihak pengimpor mungkin karena pengemasan yang tidak semestinya, pengangkutan yang tidak sesuai peraturan di pihak ground handling pengirim, lalu mengisi CIR (cargo irregularity report) yang berisi tentang darimana barang berasal dan destinasinya, ULD number, flight number, information about packaging, type of damaged to packaging, damaged discovered, dll. Baca lebih lanjut

Peranan Keberadaan Incoming Domestik di PT Gapura Angkasa


Kelompok

Riris Budi Asmiarti 243111021 (ketua)

Vega Welingutami 243111004

Rahmina Lestari 243111007

Hervika Okky Caroline 243111025

Bab III

SDM (Sumber Daya Manusia)

Dalam sebuah perusahaan harus memiliki sumber daya manusia untuk menjalankan kegiatan untyuk mencapai tujuan organisasi tersebut.untuk itu, diperlukan adanya stuktur organisasi untuk memudahkan perusahaan dalam melakukan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan tugas pekerjaan masing-masing adapun pengertian mengenai struktur organisasi adalah susunan komponen (unit-unit) dalam orga Baca lebih lanjut

Peranan Keberadaan Incoming Domestik di PT Gapura Angkasa


Kelompok

Riris Budi Asmiarti 243111021 (ketua)

Vega Welingutami 243111004

Rahmina Lestari 243111007

Hervika Okky Caroline 243111025

Bab III

SDM (Sumber Daya Manusia)

Dalam sebuah perusahaan harus memiliki sumber daya manusia untuk menjalankan kegiatan untyuk mencapai tujuan organisasi tersebut.untuk itu, diperlukan adanya stuktur organisasi untuk memudahkan Baca lebih lanjut

BERBAGAI KEGIATAN, PERANAN DAN PERMASALAHAN DI ACCEPTANCE IMPOR


Kelompok 5

Ketua                         :   Erick Firdianto (243111013)

Anggota                     : Aditia Marga Setiawan (24311102)

Erna Setiawati  (243111022)

Novia Nur Fitriani (243111011)

Kelas                          :  DIII Ground Handling 2011

BAB III

Sumber Daya Manusia

Di tugas ke-3 ini kami akan membahas mengenai Sumber  Daya Manusia yang ada di PT. Gapura Angkasa, khususnya dibagian impor. Berdasarkan pengalaman kami selama kuliah lapangan, kami bertanya atau sekedar sharing tentang bagaimana SDM di perusahaan tersebut. Baca lebih lanjut

Kegiatan dan Peranan Document Processing Import (Part 3)


Kelompok 6

D3 GH 2011

Ketua      :  Yurike Nalurita (243111024)

Anggota  :  Bryan  Albar (243111008)

Chika  Adyanti (243111017)

Nurhammah (243111029)

BAB 3

KONDISI SUMBER DAYA MANUSIA

Kondisi Sumber Daya Manusia pada bagian document processing import PT.Gapura Angkasa beberapa waktu yang lalu sempat mengalami kekurangan sumber daya manusia, namun saat ini kondisi sumber daya manusia pada bagian tersebut sudah mulai tercukupi dan membaik. Kegiatan di document processing import dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00. Document processing dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : NOA, DO dan SIPB. Baca lebih lanjut

PENGARUH E-TICKET TERHADAP EKSISTENSI CALO TIKET DI BANDARA


Kelompok 6

Ketua             :           Fitriyanti                                 224110100

Anggota         :          Rantih Lenggo Geni            224110018

Indah Nurbaiti                      224110196

Mentari de tanzil                  224110102

Kelas              :           ZU 2010

Tugas             :           5

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Selama kurang lebih 2 minggu kami melakukan survey online, dan melakukan wawancara langsung terhadap para calo yang ada di Bandara Soekarno Hatta tepatnya diterminal 1C. Setelah itu kami menganalisis data yang kami dapat. Pertanyaan yang dapat mewakili kesimpulan kami yaitu:

Dari 72 responden yang menjawab pertanyaan kami  sebanyak 62 orang yang mengatakan kalau mereka tidak pernah membeli tiket melalui calo dan sebanyak 10 orang yang menyatakan kalau mereka pernah membeli tiket melalui calo.

Dan sebanyak 64 orang yang menyatakan bahwa mereka  tahu mengenai pemberlakuan mengenai e-ticket dan sebanyak 8 orang yang menyatakan tidak tahu mengenai e-ticket. Kami pun dapat menyimpulkan:

Ä   Hanya sebagian orang yang lebih memilih membeli tiket melalui calo. Rata-rata orang-orang tersebut memang tidak suka dengan prosedur yang ada di dalam e-ticket yang membingungkan dan tidak ada waktu untuk melakukan reservasi secara langsung ke pihak airline, atau mereka sedang terburu-buru ingin melakukan penerbangan sehingga membeli tiket melalui calo.

Ä   Keberadaan akan adanya calo tiket memang mengganggu ketertiban yang ada di bandara. Akan tetapi sebaiknya kita tidak terlalu berfikir negatif terhadap profesi calo tersebut. Bukan salah mereka  apabila mereka menjadi calo tapi karena kebutuhan hidup yang makin lama makin susah dalam pemenuhannya. Transaksi yang mereka lakukan tidak bersifat memaksa.

Ä   Pada tanggal 1 Juni 2009 IATA telah memberitahukan kepada setiap perusahaan penerbangan yang menjadi anggotanya untuk memberlakukan e-ticket dalam semua transaksi. Hal tersebut tentu akan lebih memudahkan para konsumen dalam memesan tiket. Karena calon penumpang tidak perlu mengunjungi secara langsung counter airlines. Dengan adanya hal tersebut  para penumpang nantinya akan lebih memilih memesan melalui e-ticket dari pada melalui calo.

Saran

Ä   Untuk para pengguna jasa penerbangan

Apabila akan melakukan penerbangan diharapkan untuk membeli tiket  dengan pemesanan secara langsung ke counter airlines atau melalui travel agent. Jangan membeli tiket melalui calo, harga yang ditawarkan relatif lebih mahal dari harga yang sebenarnya dan tidak terjamin dalam hal asuransi apabila terjadi suatu kejadian. Berbeda dengan membeli tiket melalui counter resmi airlines, travel agent atau memesan melalui e-ticket.

Ä   Untuk para calo tiket

Pekerjaan yang mereka lakukan sebenarnya tidak merugikan pihak konsumen. Pada saat-saat tertentu memang para konsumen membutuhkan calo tiket. Transaksi yang mereka lakukan tidak bersifat memaksa konsumen. Namun setidaknya apabila masih bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih tetap itu akan lebih baik. Atau beralih profesi dari calo tiket kemudian membuat travel agent, tentu hal tersebut akan lebih berguna.

Ä   Untuk pihak keamanan yang ada di bandara

Keberadaan para calo memang bersifat ilegal dan melanggar peraturan. Seharusnya pihak keamanan yang ada di bandara melakukan sweeping secara rutin. Tidak hanya menasehati calo yang tertangkap apabila sedang melakukan transaksi akan tetapi memberikan penyuluhan agar mereka jera. Bagaimanapun dengan adanya keberadaan calo akan memperburuk citra sistem keamanan yang ada.