PENGARUH E-TICKET TERHADAP EKSISTENSI CALO TIKET DI BANDARA


Kelompok 6

Ketua             :           Fitriyanti                                 224110100

Anggota         :           Rantih Lenggo Geni            224110018

Indah Nurbaiti                      224110196

Mentari de tanzil                  224110102

Kelas              :           ZU 2010

Tugas             :           4

 

ANALISIS DATA

 

Selama lebih dari satu minggu kami melakukan analisis dengan cara melakukan survey secara online dan wawancara langsung berkaitan dengan tema pembahasan kelompok kami yaitu pengaruh e-ticket terhadap eksistensi calo di bandara. Kami melakukan wawancara langsung terhadap lima orang calo yang kami temui di Bandara Soekarno Hatta tepatnya di terminal 1C.

Kami pun mendapati bahwa rata–rata calo tiket di terminal 1C Bandara Soekarno Hatta adalah pria yang usianya berkisar diatas 30 tahun. Mereka beralasan menjadi seorang calo karena kesulitan dalam mencari pekerjaan, dan mereka beranggapan bila mereka hanya bekerja sebagai seorang karyawan disebuah perusahaan, penghasilan mereka relatif kecil bila dibandingkan penghasilan menjadi seorang calo. Biasanya mereka rata-rata melayani penumpang 6 sampai 7 perharinya, dan akan lebih pada saat  peak season. Penghasilan yang mereka dapat bisa sampai dua ratus ribu rupiah dalam satu hari. Dengan penghasilan sebanyak itu membuat mereka tidak beralih pekerjaan, karena sudah dianggap cukup. Rata-rata pendidikan mereka adalah SMA, memang status pendidikan tidak menjadi tolak ukur di profesinya. Penghasilan yang di dapat oleh calo tidak sedikit, maka kebanyakan dari mereka bertahan dengan profesi yang mereka kerjakan dan bisa menekuni profesi calo tersebut sekitar 20 – 25 tahun. Meskipun mereka tahu profesi yang mereka tekuni itu ilegal, namun mereka beranggapan semua tidak salah selama mereka tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan pihak terkait. Baca lebih lanjut

PENGARUH E-TICKET TERHADAP EKSISTENSI CALO TIKET DI BANDARA


Kelompok 6

Ketua             :          Fitriyanti                                 224110100

Anggota         :         Rantih Lenggo Geni            224110018

Indah Nurbaiti                      224110196

Mentari de tanzil                  224110102

Kelas              :           ZU 2010

Tugas             :           3

 

METODE PENELITIAN

 

Judul yang kami angkat adalah “Pengaruh E-Ticket Terhadap Eksistensi Calo Tiket di Bandara”.  Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya (Best,1982:119). Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Oleh sebab itulah kami memilih metode deskriptif ini, karena kami akan menggambarkan seberapa pengaruhnya e-ticket terhadap keberadaan calo di bandara. Baca lebih lanjut

MERANCANG SAFETY SEJAK DINI


NAMA                        : MELVA SUCI .A.

NIM                 : 2254109178

KELAS                       : C

TUGAS          : 3 GH2

MERANCANG SAFETY SEJAK DINI

Merancang safety sejak dini merupakan keputusan atau ide – ide yang sangat bagus untuk menambah kemajuan keselamatan penerbangan dan para penumpang. Setiap perusahaan airlines harus lebih memprioritaskan keselamatan pilot dan keselamatan penumpang agar pada saat take off berjalan dengan aman di bandingkan masalah pribadi perusahaan itu sendiri. Karena fasiltas yang sangat fatal dalam penerbangan adalah safety yang kurang di perhatikan oleh perusahaan airlines yang banyak menyebabkan seringnya terjadi kecelakaan dan complain – complain dari para masyarakat.

Semua penumpang ingin mendapatkan fasilitas yang memuaskan dan keamananya pun terjamin yang sesuai dengan yang sudah di terapkan oleh perusahaan airlines tersebut. Perusahaan airlines harus lebih teliti saat merancang safety dan lebih ketat dalam pemeriksaan kesehatan para pilot agar tidak ada lagi masalah – masalah yang menyebabkan penumpang mengalami delay maupun kecelakaan.

NAMA            : MELVA SUCI .A.

NIM                : 2254109178

KELAS           : C

TUGAS          : 3 GH2

MERANCANG SAFETY SEJAK DINI

Merancang safety sejak dini merupakan keputusan atau ide – ide yang sangat bagus untuk menambah kemajuan keselamatan penerbangan dan para penumpang. Setiap perusahaan airlines harus lebih memprioritaskan keselamatan pilot dan keselamatan penumpang agar pada saat take off berjalan dengan aman di bandingkan masalah pribadi perusahaan itu sendiri. Karena fasiltas yang sangat fatal dalam penerbangan adalah safety yang kurang di perhatikan oleh perusahaan airlines yang banyak menyebabkan seringnya terjadi kecelakaan dan complain – complain dari para masyarakat.

Semua penumpang ingin mendapatkan fasilitas yang memuaskan dan keamananya pun terjamin yang sesuai dengan yang sudah di terapkan oleh perusahaan airlines tersebut. Perusahaan airlines harus lebih teliti saat merancang safety dan lebih ketat dalam pemeriksaan kesehatan para pilot agar tidak ada lagi masalah – masalah yang menyebabkan penumpang mengalami delay maupun kecelakaan.

3S+1C Dalam Penerbangan


Nama: Suprapti

Nim : 224109165

Kelas : C

3S+1C Dalam Penerbangan

3S+1C dapat disebutkan dengan yaitu

  • Seafty
  • Security
  • Service dan Conpliance

Dimana suatu penerbangan memiliki citra yang baik dengan adanya 3S+1C dapat dijelaskan sebagai berikut

  • Seafty(keselamatan) menjadi faktor utama dalam penerbangan yang mampu memberikan peran terpenting kepada public.
  • Security(keamanan) menjadi kendala dalam penerbangan baik dibandara maupun pada saat terbang.
  • Service( pelayanan)  dalam hal ini penerbangan menjadi pelayanan yang harus memiliki sarana dan prasarana yang harus memadai baik penerbangan domestik maupun internasional yang ingin melakukan penerbangan.

GAGASAN SEDERHANA DEMI PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN MASKAPAI PENERBANGAN


GAGASAN SEDERHANA DEMI PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN MASKAPAI PENERBANGAN

Nama  : Muhammad Andika Saputra Saad

Nim      : 224109166

Kelas   : C gh ( tugas 4)

Dalam industri penerbangan, faktor keselamatan (safety), keamanan (security), dan kenyamanan (comfort) menjadi 3 hal utama yang harus selalu diperhatikan. Peningkatan kualitas dan pengawasan ketiga hal ini menjadi wajib guna dapat bersaing dalam ketatnya persaingan antar maskapai penerbangan.

Dalam tulisan ini saya akan menyampaikan beberapa ide sederhana yang mungkin bisa menjadi alat peningkat kualitas faktor-faktor tersebut. Baca lebih lanjut

Pentingnya Meningkatkan Keamanan dan Keselamatan Dalam Kegiatan Operasional Penerbangan


Nama : Riza Febrianti

Nim     : 224109263

Kelas  : S1 MTU C

Tugas GH II ke : 4

 

Pentingnya Meningkatkan Keamanan dan Keselamatan Dalam Kegiatan Operasional Penerbangan

Dituisan ini saya hanya ingin share sedikit tentang pentingnya meningkatkan keamanan dan keselamatan dalam kegiatan operasional penerbangan. Di dalam dunia penerbangan baik di tanah air ataupun dunia, sering kita dengar terjadinya kecelakaan penerbangan baik yang menyebabkan korban jiwa ataupun tidak. Kecelakaan penerbangan merupakan suatu ancaman yang serius dan dapat berakibat fatal. Setiap kecelakaan penerbangan akan selalu menjadi sorotan media baik dalam negeri maupun dunia. Karena itu, keamanan (safety) menjadi suatu yang sangat penting bagi setiap personel yang terlibat dalam dunia penerbangan dan menjadi suatu hal yang paling pokok mendasar guna tercapainya keselamatan penerbangan secara menyeluruh.

Dalam dunia penerbangan, kegiatan atau tindakan dari setiap personel yang terlibat di dalamnya, baik secara langsung ataupun tidak langsung akan selalu berdampak pada keamanan (safety). Perlu diketahui bahwa pengetahuan dan pemahaman tentang safety harus benar-benar dipahami dan dilaksanakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Dimulai dari tindakan disiplin setiap personelnya untuk mematuhi berbagai aturan yang ada, profesionalisme dalam bekerja sesuai bidang masing-masing dan sikap kehatia-hatian serta saling mengingatkan tentang sistem prosedur yang harus dilakukan atau dilaksanakan.

Personel yang terlibat langsung dalam operasional penerbangan terbagi menjadi dua, yaitu cockpit crew (pilot, kopilot, flight engineers, navigator), cabin crew (flight ettendant). Sedangkan personel yang terlibat dalam perawatan terdiri atas para engineer sesuai bidangnya masing-masing.

Ada beberapa ketentuan, tindakan dan prilaku pilot dan kopilot terkait dengan safety, yaitu:

  1. Mempunyai kualifikasi untuk setiap pesawat yang diterbangkan
  2. Memiliki jam terbang yang cukup sesuai persyaratan
  3. Menguasai untuk kondisi normal ataupun emergency
  4. Mengisi flight plan sebelum terbang
  5. Melakukan briefing sebelum terbang
  6. Melakukan check up before flight
  7. Visual check before flight
  8. Mematuhi berbagai ketentuan penerbangan yang terkait

Sedangkan cabin crew bertugas memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang serta sebagai pemberi informasi tentang berbagai aturan dan ketentuan yang ada di pesawat terbang termasuk emergency procedure untuk penumpang.

Dalam hal-hal pelaksanaan tersebut tertentu memerlukan pengawasan, karena kesalahan dapat terjadi pada bagian manapun dan kapan saja. Dengan adanya pengawasan yang baik saya harap terjadinya kesalahan dapat ditekan seminimal mungkin bahkan diusahakan jangan sampai terjadi kesalahan. Sehingga diharapkan dapat tercapainya keselamatan dalam kegiatan operasional penerbangan.

MENINGKATNYA JUMLAH KECELAKAAN DI PESAWAT UDARA


NAMA             : MELVA SUCI .A.
NIM                 : 224109178
KELAS           : C
TUGAS          : 2 GH2
MENINGKATNYA JUMLAH KECELAKAAN DI PESAWAT UDARA
Penerbangan pesawat terbang sekarang ini mempunyai fasilitas yang tidak terlalu efisien sehingga banyak terjadi kecelakaan pesawat yang banyak memakan korban dan merugikan banyak orang. Tetapi perusahaan penerbangan sudah berusaha melakukan pengecekan pada mesin maupun kesehatan para pilot sebelum melakukan penerbangan. Aspek yang di buuhkan dalam dunia penerbangan adalah safety campaign. Karena suau alat transporasi yang banyak peminatnya adalah menggunakan pesawat terbang, tetapi kebanyakan para unit penerbangan tidak melaksanakan tugasnya dengan baik dan mengikuti standar keselamatan yang telah di tentukan oleh perusahaan airlines.
Sebenarnya keselamatan penumpang adalah factor yang sangat penting saat melakukan penerbangan. Tingkat keselamatan dan keamanan tidak hanya pada saat terbang saja, tetapi pada saat di lapangannya juga perlu di perhatikan, terutama tugas pilot yang membawa para penumpang saat terbang yang menjadi prioritas utama untuk kesalamatan dan keamanan penumpang.  Meningkatnya jumlah kecelakaan di pesawa udara perlu di perhaikan agar tidak kembali terulang kembali.

Keselamatan Penerbangan


Keselamatan Penerbangan

 

Nama         : Rika Paays

NIM           : 224109154

Kelas          : GH “ C”

 

Di tulisan kali ini saya hanya ingin share sedikit tentang keselamatan penerbangan pada saat kita terbang, tidak sedikit penumpang di Indonesia kurang menyadari pentingnya suatu pemeriksaan keamanan yang dilakukan oleh petugas keamanan di bandara padahal pemeriksaan keamanan tersebut sangatlah penting untuk keselamatan kita pada saat kita di pesawat. Dan ada juga penumpang yang merasa terhina atau tidak suka pada saat penggeledahan tas dan scan body di bandara, hal protes seperti itu memang harus di hilangkan agar kita selamat pada saat terbang.

Di dalam pesawat pun masih ada penumpang yang tidak mematuhi panduan dari pramugari seperti sering menyalakan handphone pada saat terbang, menaruh barang berharga di sembarang tempat/lupa taruh barang sehingga mengalami kehilangan barang tersebut seperti kehilangan hp atau dompet. Hal kecil seperti ini harus kita perhatikan karna hal kecil seperti ini bias menjadi membahayakan penerbangan sebagai contoh mengatifkan hp pada saat terbang karena itu akan mengganggu sinyal dari pesawat itu sendiri.

Mengingat betapa pentingnya keselamatan penerbangan itu maka sangatlah penting pula kesadaran dari masyarakan atau penumpang itu sendiri pada saat ia terbang untuk turut mendukung dan mematuhi aturan-aturan tersebut sehingga dapat terciptanya suatu penerbangan yang nyaman dan aman pada saat terbang sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

PEMBAJAKAN PESAWAT


NAMA                        : RACHMAWATI

NIM                 : 224109175

KELAS           : C

TUGAS          : 2

PEMBAJAKAN PESAWAT

Dalam era globalisasi, dunia penerbangan saat ini sedang berkembang pesat, tetapi tidak hanya itu banyak juga penerbangan yang mengalami masalah dengan salah satunya pembajakan pesawat ( pembajakan udara dan perompakan pesawat ) yaitu pengambil alih sebuah pesawat terbang oleh satu orang atau kelompok, umumnya bersenjata. Biasanya pilot dipaksa terbang berdasarkan aturan si pembajak.

Secara alternative salah satu dari pembajak berperan sebagai pilot dan pembajak tersebut belajar menerbangkan pesawat untuk persiapannya. Pembajakan udara tidak seperti pembajakan kendaraan darat, atau kapal laut. Pembajakan pesawat biasanya tidak diorder untuk merampok barang kargo, melainkan menggunakan penumpang sebagai sandera untuk mengirim pembajak ketujuan yang diinginkannya.

Pembajakan untuk sandera biasanya telah melalui jalan negosiasi antara pembajak dan otoritas, diikuti dengan beberapa bentuk penyelesaian, tidak selalu dengan pertemuan para pembajak untuk menentukan permintaan yang asli atau menyerang pesawat oleh polisi atau angkatan spesial untuk menyelamatkan sandera.  Dengan itu untuk mencegah pembajakan adalah memeriksa agar tidak ada senjata di pesawat, memasukkan polisi udara selama penerbangan, dan menguatkan kokpit agar pembajak tidak masuk ke dalam kokpit.

MENGURANGI RESIKO BENTURAN SAAT EMERGENCY LANDING


Nama : Johansyah Putra

NIM     : 2241-09-008

Kelas C

Tugas GH ke-2

MENGURANGI RESIKO BENTURAN SAAT EMERGENCY LANDING

            Disini saya hanya ingin menerapkan sebuah ide mengenai tingkat keselamatan dalam dunia penerbangan. Khususnya saat pesawat mengalami pendaratan darurat. Pendaratan darurat memang bukan hal yg diinginkan oleh setiap penumpang pesawat terbang. Namun apabila itu terjadi, kemungkinan selamat cukup besar. Namun tidak sepenuhnya tubuh tidak mengalami luka-luka, terutama bagian kepala. Baca lebih lanjut

Pesawat Batavia Air tergelincir akibat over landing di Bandara Sepinggan


Nama                         : Fitri Atriningsih

NIM                             : 2241 09 288

Narasumber             : Eko Huda

Tugas 1 Ground Handling II

Pesawat Batavia Air tergelincir akibat over landing di Bandara Sepinggan

Baru-baru ini terjadi suatu insiden tergelincirnya Pesawat Batavia Air  di Baca lebih lanjut

Saat SILK AIR percikan api , penumpang dievakuasi dengan perosotan


Nama               :  Nur Hadijah

Nim                 :  2241.09.246

Jurusan         :  S1 MTU

Seharusnya  pesawat  yang  akan  dioperasikan  harus  dilakukan  pengecekan  terlebih  dahulu. Supaya  tidak  terjadi  hal  yang  tidak  diinginkan  dari  pihak  airlines  maupun  penumpang.  Karena  prioritas  dalam  penerbangan  itu  Baca lebih lanjut

MENURUNNYA PENGLIHATAN PILOT BERPENGARUH DALAM MENERBANGKAN PESAWAT (PART VI)


MENURUNNYA PENGLIHATAN PILOT BERPENGARUH DALAM MENERBANGKAN PESAWAT  (PART VI)

Nama : Ryssyad Noor As-syffa

Nim : 224109068

Kelas : Ground Handling 1 MTU – E

Tugas Mandiri ke 11

BAB IV

SARAN

Saran menurut penulis terhadap permasalahan ini adalah, masing-masing airline hendaknya bertindak cepat  dalam mengatasi permasalahan ini, pilot adalah orang yang penting ketika di dalam pesawat, jika penglihatannya terganggu ya dapat membahayakan penumpang. Baca lebih lanjut

MENURUNNYA PENGLIHATAN PILOT BERPENGARUH DALAM MENERBANGKAN PESAWAT (PART IV)


MENURUNNYA PENGLIHATAN PILOT BERPENGARUH DALAM MENERBANGKAN PESAWAT  (PART IV)

Nama : Ryssyad Noor As-syffa

Nim : 224109068

Kelas : Ground Handling 1 MTU – E

Tugas Mandiri ke 9

BAB III

Menurut pendapat penulis solusi yang terbaik agar pilot yang penglihatannya menurun tidak mempengaruhi dalam menerbangkan pesawat dengan memakai kaca mata khusus atau lensa khusus. Kaca mata atau lensa khusus di sesuaikan oleh keadaan mata seorang pilot, kedua mata pilot di periksa terlebih dahulu dan barulah dapat di ketahui pilot tersebut membutuhkan kaca mata seperti apa.

Kebanyakan pilot yang hanya terganggu penglihatan karena cahaya yang silau dapat menggunakan kaca mata lensa Polaroid, yang fungsinya mengurangi silau dari sinar matahari. Berkurangnya sinar menyilaukan setelah melewati lensa Polaroid disebabkan didalam lensa tersebut telah di Tanami film polarisator yang berfungsi untuk memfilter cahaya-cahaya yang menyilaukan, dan bahan titanium khusus untuk meniadakan efek alergi pada permukaan kulit ketika kulit bersentuhan dengan logam tertentu sehingga nyaman untuk digunakan.

Harga nya sendiri 1,5 juta-2 juta rupiah. Dengan memakai kaca mata seperti ini masalah pilot yang terganggu penglihatan dapat di atasi sehingga tidak berdampak terhadap menerbangkan pesawat.

MENURUNNYA PENGLIHATAN PILOT BERPENGARUH DALAM MENERBANGKAN PESAWAT (PART I & PART II)


MENURUNNYA PENGLIHATAN PILOT BERPENGARUH DALAM MENERBANGKAN PESAWAT  (PART I & PART II)

Nama : Ryssyad Noor As-syffa

Nim : 224109068

Kelas : Ground Handling 1 MTU – E

Tugas Mandiri ke 6 & 7

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Masalah yang seringkali di hadapi oleh pilot adalah kesehatan dirinya sendiri khususnya gangguan penglihatan pada kedua bola matanya . Saat ini sudah banyak pilot yang mengalaminya gangguan penglihatan, sepertinya masalah kecil tapi ini adalah masalah penting mengingat kesehatan pilot merupakan aset. Untuk itu seorang pilot yang sudah mulai penglihatannya terganggu memerlukan alat bantu, agar dalam menerbangkan pesawat tidak mengalami masalah di kedua bola matanya. Pilot tentunya tidak boleh terganggu penglihatannya dalam menerbangkan pesawat, karena keselamatan seluruh penumpang ada di tangan pilot. Baca lebih lanjut

MENURUNNYA PENGLIHATAN PILOT BERPENGARUH DALAM MENERBANGKAN PESAWAT (PART III)


MENURUNNYA PENGLIHATAN PILOT BERPENGARUH DALAM MENERBANGKAN PESAWAT  (PART III)

Nama : Ryssyad Noor As-syffa

Nim : 224109068

Kelas : Ground Handling 1 MTU – E

Tugas Mandiri ke 8

BAB II

Narasumber : Bapak Nurharyono

Menurut beliau seorang pilot yang menurun penglihatannya sangat berpengaruh ketika sedang menerbangkan pesawat, karena ketika itu penglihatan seorang pilot tidak boleh terganggu sedikit pun, kerena keselamatan seluruh penumpang berada di tangan pilot. Seiring bertambahnya usia seorang pilot akan menurun penglihatannya dan tidak bisa di hindari, maka dari itu seorang pilot harus benar-benar menjaga kesehatannya khususnya kedua bola matanya, pihak airline pun demikian jangan memporsir jam kerja seorang pilot. Baca lebih lanjut

MENURUNNYA PENGLIHATAN PILOT BERPENGARUH DALAM MENERBANGKAN PESAWAT (PART III)


MENURUNNYA PENGLIHATAN PILOT BERPENGARUH DALAM MENERBANGKAN PESAWAT  (PART III)

Nama : Ryssyad Noor As-syffa

Nim : 224109068

Kelas : Ground Handling 1 MTU – E

Tugas Mandiri ke 8

Wawancara Narasumber

Narasumber : Bapak Nurharyono

Menurut beliau seorang pilot yang menurun penglihatannya sangat berpengaruh ketika sedang menerbangkan pesawat, karena ketika itu penglihatan seorang pilot tidak Baca lebih lanjut

Peningkatan Keakuratan Kinerja ATC dalam Menganalisis Kecelakaan Pesawat Udara (Part 3)


Nama             : Mutiara Dwi Novira

NIM                 : 224109202

Kelas             : ZU ’09         

 

BAB II

 

Narasumber : Capt. Syafei (Dosen STMT Trisakti)

 

Peranan dari ATC (Air Traffic Control) ialah mengatur lalu lintas udara untuk kelancaran lalu lintas, Baca lebih lanjut

Penerapan Ruangan Unit Gawat Darurat dan Medical Link pada saat Inflight untuk Penerbangan diatas 4 Jam (Bagian 1 dan 2)


NAMA       : Andita Pratiwi

NIM            : 224109118

Kelas                    : ZU09

 

Bab I

Pendahuluan

 

Latar Belakang Masalah

Belakangan ini banyak kita dengar masalah kesehatan yang terjadi pada penumpang maupun crew Baca lebih lanjut

Faktor apa yang menyebabkan terjadinya kecelakaan akhir didunia penerbangan


Nama : Hanum Kumairoh

Nim    : 224110275

Tugas GH 3

Faktor apa yang menyebabkan terjadinya kecelakaan akhir didunia penerbangan 

Faktor apa yang menyebabkan terjadinya kecelakaan akhir didunia penerbangan , bagaimana SDM dari pihak pihak maskapai sehingga rata rata kecelakaan diakibatkan oleh human faktor, dan cara penanggulangan agar tidak terjadi kecelakaan dalam dunia penerbangan kedepannya,mengapa pihak maskapai lebih mengutamakan income dari pada safety penumpang. Baca lebih lanjut

Apa Penyebab Berkurangnya Tekanan Udara Dalam Cabin Pada Pesawat Terbang?


Apa Penyebab Berkurangnya Tekanan Udara Dalam Cabin Pada Pesawat Terbang?

Nama : Siska Yulianti

Nim     : 224109335

Kelas  : E

Nara sumber : Bapak Ahmad Agil. Berkurangnya tekanan udara dalam cabin itu di sebabkan karena System Air Conditioning pada pesawat itu sendiri, rusaknya outflow valve, dan akibat pada lapisan udara.

Baca lebih lanjut

Pembatasan Pembawaan Zat Cair, Gel dan Aerosol untuk Penerbangan Internasional


Pembatasan Pembawaan Zat Cair, Gel dan Aerosol untuk Penerbangan Internasional

Nama : Cristo Beruat

Nim : 224108233

Narasumber : Steven Barraclough, Kedutaan Besar Australia

Dengan semakin maraknya aksi terorisme yang terjadi di berbagai belahan bumi dalam beberapa tahun belakangan ini mengakibatkan beberapa negara menetapkan berbagai aturan penerbangan udara untuk melindungi keselamatan penerbangan dan wilayah mereka dari ancaman teror.

Baca lebih lanjut

Apakah Bandara Soekarno Hatta Sudah Aman??


Nama  : Linawati

Nim     : 224108093 ( S1 – MTU )

 

Apakah Bandara Soekarno Hatta Sudah Aman??

          Seperti yang saya dengar bahwa keamanan di Bandara Soekarno Hatta sangat seketat seperti apa yang dibilang pihak Angkasa Pura II. Seperti yang saya ketahui dalam sehari 3 mobil hilang begitu saja di area parkir Bandara Soekarno Hatta, ironisnya lokasinya sama hanya tempatnya saja yang berbeda-beda. Yang membuat saya bertanya-tanya kenapa 3 mobil itu bisa keluar ke area parkir Bandara tanpa adanya kartu karcis Bandara. Pastinya setiap mobil masuk Bandara mempunyai kartu karcis Bandara, sedangkan mobil yang hilang tersebut kartu karcisnya masih berada pada pemiliknya, apakah ada sekandal antara petugas parkir Bandara dengan para pencuri mobil tersebut. Tetapi pihak pengelolah Bandara Soekarno Hatta siap membayar ganti rugi ke 3 mobil yang hilang di area parkir Bandara Soekarno Hatta dengan senilai harga mobil tersebut.

Maka dari itu perlunya ditingkatkan lagi pengamanan di area parkir Bandra Soekarno Hatta, jangan lah percaya para petugas parkir bila para pencuri bilang kartu karcisnya hilang, sebelum mereka menunjukkan STNK mobil tersebut, jumlah petugas di setiap pintu di area parkir di tambahkan, khususnya pada malam hari, karena tingkat kerawanannya sangat tinggi dan pasanglah CCTV di tempat-tempat yang memang rawan pada pencurian atau yang lainnya dan perlunya para pengunjung Bandara berhati-hati dalam memarkirkan kendaraannya.

Cuma karena kurang 1 kilo batal terbang ?


“Cuma karena kurang 1 kilo batal terbang ?”

Nama : Andi Anggrina

Nim     : 224108014

Kelas  : E

Tugas : 4

Dalam sebuah penerbangan banyak sekali peraturan yang tidak kita ketahui sebagai orang awam, salah satu contoh adalah ketentuan yang di ambil sesuai dengan peraturan bahwa berat maksimal yang di angkut oleh pesawat harus sesuai. Ini di karenakan pihak perusahaan penerbangan tidak ingin mengambil resiko nyawa banyak penumpang. pertanyaan ini saya lontarkan “pak kenapa kurang 1 kilo saja bisa membatalkan sebuah penerbangan ?” kepada dosen yaitu Pak Charles. Dan beliau menjawab keadaan seperti itu memang sudah di keluarkan dari pabriknya memang sesuai dengan jenis dari pesawat yang mengangkut penumpang. Baca lebih lanjut

Apa yang Menyebabkan Pesawat itu Dapat Dinyatakan Grounded ?


Apa yang Menyebabkan Pesawat itu Dapat Dinyatakan Grounded ?

Nama : Siska Yulianti

Nim     : 224109335

Kelas  : E

Nara sumber : Sigit Agung, Menurut saya kita tidak bisa asal grounded pesawat. Harus ada alasan dan bukti kuat. Kalau asal grounded itu menurunkan kredibilitas otoritas penerbangan dalam menerbitkan sebuah keputusan, “Grounded bisa kita berikan kalau ada alat produk yang rusak, pemberian grounded hanya bisa dilakukan setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selesai melakukan investigasi terhadap pesawat, wawancara saksi, dan pendalaman informasi dari cockpit voice recorder (data percakapan di kokpit pesawat) serta flight data recorder (data penjelasan posisi pesawat saat mengudara).Beberapa contoh yang bisa dikatakan grounded yaitu seperti Bahan bakar bocor,(kebocaran pada tangki) pesawat, di karenakan di temukanya hambatan pada pompa bahan bakar,,kemacetan dalam sistem pasukan oksigen pada peswat. Baca lebih lanjut

DAPATKAH IPAD DI GUNAKAN UNTUK PENERBANGAN?


Nama : Suprapti

Nim     :224109165

Kela    : E

DAPATKAH IPAD DI GUNAKAN UNTUK PENERBANGAN?

            IPAD adalah salah satu perangkat eletronik  yang sangat cukup popular dikalangan masyarakat, table yang mudah digunakan  untuk semua orang dan bermanfaat diberbagai kalangan, dari pendidikan , bisnis,pemembaca ilmu  pengetahuan,kesehatan hingga ke penerbangan, penggunaan IPAD diperbolehkan sebagai perangakat eletronik kedua dalam penerbangan dengan aplikasi yang  terintergrasi khusus untuk penerbangan. Baca lebih lanjut

Bolehkah Membawa Makanan dan Obat-Obatan ke Dalam Kabin Pesawat Demi Kesehatan Penumpang?


Nama             : Marcie setyawati

NIM                 : 224109063

Kelas               : ZU’09

Nara sumber             : Sumarwan, security Bandara Soekarno-Hatta

Sesuai standar keselamatan penerbangan, diberlakukan pembatasan jumlah barang-barang berupa cairan, aerosol dan gel yang dibawa kedalam kabin pada penerbangan internasional, antara lain seperti air mineral dan minuman lain, bahan kosmetik, lotion, parfum, hairspray, minyak rambut, deodorant, pasta gigi, dan sebagainya. Jumlah yang tidak boleh dibawa Baca lebih lanjut

ADA APA DENGAN KECELAKAAN PESAWAT PERINTIS DAN FAKTOR YANG PERLU DIBENAHI?


Nama : Essy Rosa Wirabuana

Nim     : 224109282

Kelas  : Zu09

Berikut ini adalah daftar beberapa kecelakaan pesawat perintis dalam beberapa bulan belakangan ini :

1. 23 September 2011 : Helikopter jenis Bell 412 milik Airfast, yang disewa PT Newmont Nusa Tenggara, juga jatuh. 2 orang tewas , pilot dan copilot.

Baca lebih lanjut

MENGAPA SAAT TERBANG HANDPHONE HARUS DALAM KEADAAN OFF?


NAMA            : RACHMAWATI

NIM                 : 224109175

KELAS           : E

     MENGAPA SAAT TERBANG HANDPHONE HARUS DALAM KEADAAN OFF?

Menurut saya didalam pesawat banyak peralatan yang terdapat gelombang radio atau gelombang elektromagnetik dengan berbagai fungsi termasuk berkomunikasi dengan menara control, navigasi, dan pengaturan udara didalam kabin. Jika handphone  dalam keadaan hidup walaupun tidak digunakan signal elektromagnetik handphone tetap terpancar. Baca lebih lanjut

Apakah menelpon di pesawat masih sering di lakukan oleh penumpang?


NAMA: TIA AULIA ATHAR

NIM: 224109092

KELAS: ZU09

 

Sangatlah jelas bahwa dari dulu memang larangan menelepon dalam pesawat sudah dibuat untuk apalagi kalau bukan untuk kelayakan penerbangan itu sendiri? Selain menyangkut teknis, dalam UU no. 1 tentang penerbangan  juga dibahas bahwa menelpon di dalam pesawat itu dilarang. Baca lebih lanjut

Faktor apa yang menyebabkan mobil menabrak pesawat Garuda Indonesia di apron?


Faktor apa yang menyebabkan mobil menabrak pesawat Garuda Indonesia di apron?
Nama : JUNANI JULIANTI
NIM : 224109174
Kelas : E Grounhandling
Tugas ke III
Untuk mengetahui Penyebab kejadian tersebut, kita harus melihat/mengetahui terlebih dahulu:
1.    Apakah Pesawat terbang sudah parkir pada area yang di tetapkan pihak bandara atau pesawat parkir diluar area parkir pesawat yang telah ditentukan. Baca lebih lanjut

Apa yang salah, yang menyebabkan kecelakaan penerbangan di Indonesia terus terulang ?


Yuzar Achmad Rivai

2241 09 291

MTU E

Tugas Mandiri Ke III

Apa yang salah, yang menyebabkan kecelakaan penerbangan di Indonesia terus terulang ??

Terus terang saja agak sulit menjawab pertanyaan seperti ini, kenapa sulit ? pertama dukungan data di Indonesia soal katakanalah faktor – factor penyebab yang pas memang menjadi tantangan kalian dan kita bersama, penelitian pendapatan tntang factor penyebab kecelakaan pesawat relatif kurang cepat diketahui, kurang bisa diakses atau kurang ada data dari katakanlah pemerintah yang mendukung masalah itu, tapi sekaligus secara teoritis tentu kita mendapat dukungan data dari  kejadian – kejadian di amerika dan Negara eropa lainnya mereka Negara – Negara maju yang sudah sangat  aware tentang keselamatan penerbangan sehingga mereka juga  sangat aware dengan datanya sehingga dilakukan penelitian secara cepat dan didukung dengan rencana yang memadai dan peralatan peralatan yang juga memadai dan dilakukan oleh peneliti peneliti yang handal dan hasilnya segera . Baca lebih lanjut