PENGARUH E-TICKET TERHADAP EKSISTENSI CALO TIKET DI BANDARA


Kelompok 6

Ketua             :           Fitriyanti                                 224110100

Anggota         :           Rantih Lenggo Geni            224110018

Indah Nurbaiti                      224110196

Mentari de tanzil                  224110102

Kelas              :           ZU 2010

Tugas             :           4

 

ANALISIS DATA

 

Selama lebih dari satu minggu kami melakukan analisis dengan cara melakukan survey secara online dan wawancara langsung berkaitan dengan tema pembahasan kelompok kami yaitu pengaruh e-ticket terhadap eksistensi calo di bandara. Kami melakukan wawancara langsung terhadap lima orang calo yang kami temui di Bandara Soekarno Hatta tepatnya di terminal 1C.

Kami pun mendapati bahwa rata–rata calo tiket di terminal 1C Bandara Soekarno Hatta adalah pria yang usianya berkisar diatas 30 tahun. Mereka beralasan menjadi seorang calo karena kesulitan dalam mencari pekerjaan, dan mereka beranggapan bila mereka hanya bekerja sebagai seorang karyawan disebuah perusahaan, penghasilan mereka relatif kecil bila dibandingkan penghasilan menjadi seorang calo. Biasanya mereka rata-rata melayani penumpang 6 sampai 7 perharinya, dan akan lebih pada saat  peak season. Penghasilan yang mereka dapat bisa sampai dua ratus ribu rupiah dalam satu hari. Dengan penghasilan sebanyak itu membuat mereka tidak beralih pekerjaan, karena sudah dianggap cukup. Rata-rata pendidikan mereka adalah SMA, memang status pendidikan tidak menjadi tolak ukur di profesinya. Penghasilan yang di dapat oleh calo tidak sedikit, maka kebanyakan dari mereka bertahan dengan profesi yang mereka kerjakan dan bisa menekuni profesi calo tersebut sekitar 20 – 25 tahun. Meskipun mereka tahu profesi yang mereka tekuni itu ilegal, namun mereka beranggapan semua tidak salah selama mereka tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan pihak terkait. Baca lebih lanjut

PENGARUH E-TICKET TERHADAP EKSISTENSI CALO TIKET DI BANDARA


Kelompok 6

Ketua             :          Fitriyanti                                 224110100

Anggota         :         Rantih Lenggo Geni            224110018

Indah Nurbaiti                      224110196

Mentari de tanzil                  224110102

Kelas              :           ZU 2010

Tugas             :           3

 

METODE PENELITIAN

 

Judul yang kami angkat adalah “Pengaruh E-Ticket Terhadap Eksistensi Calo Tiket di Bandara”.  Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya (Best,1982:119). Dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (west, 1982). Oleh sebab itulah kami memilih metode deskriptif ini, karena kami akan menggambarkan seberapa pengaruhnya e-ticket terhadap keberadaan calo di bandara. Baca lebih lanjut

MERANCANG SAFETY SEJAK DINI


NAMA                        : MELVA SUCI .A.

NIM                 : 2254109178

KELAS                       : C

TUGAS          : 3 GH2

MERANCANG SAFETY SEJAK DINI

Merancang safety sejak dini merupakan keputusan atau ide – ide yang sangat bagus untuk menambah kemajuan keselamatan penerbangan dan para penumpang. Setiap perusahaan airlines harus lebih memprioritaskan keselamatan pilot dan keselamatan penumpang agar pada saat take off berjalan dengan aman di bandingkan masalah pribadi perusahaan itu sendiri. Karena fasiltas yang sangat fatal dalam penerbangan adalah safety yang kurang di perhatikan oleh perusahaan airlines yang banyak menyebabkan seringnya terjadi kecelakaan dan complain – complain dari para masyarakat.

Semua penumpang ingin mendapatkan fasilitas yang memuaskan dan keamananya pun terjamin yang sesuai dengan yang sudah di terapkan oleh perusahaan airlines tersebut. Perusahaan airlines harus lebih teliti saat merancang safety dan lebih ketat dalam pemeriksaan kesehatan para pilot agar tidak ada lagi masalah – masalah yang menyebabkan penumpang mengalami delay maupun kecelakaan.

NAMA            : MELVA SUCI .A.

NIM                : 2254109178

KELAS           : C

TUGAS          : 3 GH2

MERANCANG SAFETY SEJAK DINI

Merancang safety sejak dini merupakan keputusan atau ide – ide yang sangat bagus untuk menambah kemajuan keselamatan penerbangan dan para penumpang. Setiap perusahaan airlines harus lebih memprioritaskan keselamatan pilot dan keselamatan penumpang agar pada saat take off berjalan dengan aman di bandingkan masalah pribadi perusahaan itu sendiri. Karena fasiltas yang sangat fatal dalam penerbangan adalah safety yang kurang di perhatikan oleh perusahaan airlines yang banyak menyebabkan seringnya terjadi kecelakaan dan complain – complain dari para masyarakat.

Semua penumpang ingin mendapatkan fasilitas yang memuaskan dan keamananya pun terjamin yang sesuai dengan yang sudah di terapkan oleh perusahaan airlines tersebut. Perusahaan airlines harus lebih teliti saat merancang safety dan lebih ketat dalam pemeriksaan kesehatan para pilot agar tidak ada lagi masalah – masalah yang menyebabkan penumpang mengalami delay maupun kecelakaan.

3S+1C Dalam Penerbangan


Nama: Suprapti

Nim : 224109165

Kelas : C

3S+1C Dalam Penerbangan

3S+1C dapat disebutkan dengan yaitu

  • Seafty
  • Security
  • Service dan Conpliance

Dimana suatu penerbangan memiliki citra yang baik dengan adanya 3S+1C dapat dijelaskan sebagai berikut

  • Seafty(keselamatan) menjadi faktor utama dalam penerbangan yang mampu memberikan peran terpenting kepada public.
  • Security(keamanan) menjadi kendala dalam penerbangan baik dibandara maupun pada saat terbang.
  • Service( pelayanan)  dalam hal ini penerbangan menjadi pelayanan yang harus memiliki sarana dan prasarana yang harus memadai baik penerbangan domestik maupun internasional yang ingin melakukan penerbangan.

GAGASAN SEDERHANA DEMI PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN MASKAPAI PENERBANGAN


GAGASAN SEDERHANA DEMI PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN MASKAPAI PENERBANGAN

Nama  : Muhammad Andika Saputra Saad

Nim      : 224109166

Kelas   : C gh ( tugas 4)

Dalam industri penerbangan, faktor keselamatan (safety), keamanan (security), dan kenyamanan (comfort) menjadi 3 hal utama yang harus selalu diperhatikan. Peningkatan kualitas dan pengawasan ketiga hal ini menjadi wajib guna dapat bersaing dalam ketatnya persaingan antar maskapai penerbangan.

Dalam tulisan ini saya akan menyampaikan beberapa ide sederhana yang mungkin bisa menjadi alat peningkat kualitas faktor-faktor tersebut. Baca lebih lanjut

Pentingnya Meningkatkan Keamanan dan Keselamatan Dalam Kegiatan Operasional Penerbangan


Nama : Riza Febrianti

Nim     : 224109263

Kelas  : S1 MTU C

Tugas GH II ke : 4

 

Pentingnya Meningkatkan Keamanan dan Keselamatan Dalam Kegiatan Operasional Penerbangan

Dituisan ini saya hanya ingin share sedikit tentang pentingnya meningkatkan keamanan dan keselamatan dalam kegiatan operasional penerbangan. Di dalam dunia penerbangan baik di tanah air ataupun dunia, sering kita dengar terjadinya kecelakaan penerbangan baik yang menyebabkan korban jiwa ataupun tidak. Kecelakaan penerbangan merupakan suatu ancaman yang serius dan dapat berakibat fatal. Setiap kecelakaan penerbangan akan selalu menjadi sorotan media baik dalam negeri maupun dunia. Karena itu, keamanan (safety) menjadi suatu yang sangat penting bagi setiap personel yang terlibat dalam dunia penerbangan dan menjadi suatu hal yang paling pokok mendasar guna tercapainya keselamatan penerbangan secara menyeluruh.

Dalam dunia penerbangan, kegiatan atau tindakan dari setiap personel yang terlibat di dalamnya, baik secara langsung ataupun tidak langsung akan selalu berdampak pada keamanan (safety). Perlu diketahui bahwa pengetahuan dan pemahaman tentang safety harus benar-benar dipahami dan dilaksanakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Dimulai dari tindakan disiplin setiap personelnya untuk mematuhi berbagai aturan yang ada, profesionalisme dalam bekerja sesuai bidang masing-masing dan sikap kehatia-hatian serta saling mengingatkan tentang sistem prosedur yang harus dilakukan atau dilaksanakan.

Personel yang terlibat langsung dalam operasional penerbangan terbagi menjadi dua, yaitu cockpit crew (pilot, kopilot, flight engineers, navigator), cabin crew (flight ettendant). Sedangkan personel yang terlibat dalam perawatan terdiri atas para engineer sesuai bidangnya masing-masing.

Ada beberapa ketentuan, tindakan dan prilaku pilot dan kopilot terkait dengan safety, yaitu:

  1. Mempunyai kualifikasi untuk setiap pesawat yang diterbangkan
  2. Memiliki jam terbang yang cukup sesuai persyaratan
  3. Menguasai untuk kondisi normal ataupun emergency
  4. Mengisi flight plan sebelum terbang
  5. Melakukan briefing sebelum terbang
  6. Melakukan check up before flight
  7. Visual check before flight
  8. Mematuhi berbagai ketentuan penerbangan yang terkait

Sedangkan cabin crew bertugas memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang serta sebagai pemberi informasi tentang berbagai aturan dan ketentuan yang ada di pesawat terbang termasuk emergency procedure untuk penumpang.

Dalam hal-hal pelaksanaan tersebut tertentu memerlukan pengawasan, karena kesalahan dapat terjadi pada bagian manapun dan kapan saja. Dengan adanya pengawasan yang baik saya harap terjadinya kesalahan dapat ditekan seminimal mungkin bahkan diusahakan jangan sampai terjadi kesalahan. Sehingga diharapkan dapat tercapainya keselamatan dalam kegiatan operasional penerbangan.

MENINGKATNYA JUMLAH KECELAKAAN DI PESAWAT UDARA


NAMA             : MELVA SUCI .A.
NIM                 : 224109178
KELAS           : C
TUGAS          : 2 GH2
MENINGKATNYA JUMLAH KECELAKAAN DI PESAWAT UDARA
Penerbangan pesawat terbang sekarang ini mempunyai fasilitas yang tidak terlalu efisien sehingga banyak terjadi kecelakaan pesawat yang banyak memakan korban dan merugikan banyak orang. Tetapi perusahaan penerbangan sudah berusaha melakukan pengecekan pada mesin maupun kesehatan para pilot sebelum melakukan penerbangan. Aspek yang di buuhkan dalam dunia penerbangan adalah safety campaign. Karena suau alat transporasi yang banyak peminatnya adalah menggunakan pesawat terbang, tetapi kebanyakan para unit penerbangan tidak melaksanakan tugasnya dengan baik dan mengikuti standar keselamatan yang telah di tentukan oleh perusahaan airlines.
Sebenarnya keselamatan penumpang adalah factor yang sangat penting saat melakukan penerbangan. Tingkat keselamatan dan keamanan tidak hanya pada saat terbang saja, tetapi pada saat di lapangannya juga perlu di perhatikan, terutama tugas pilot yang membawa para penumpang saat terbang yang menjadi prioritas utama untuk kesalamatan dan keamanan penumpang.  Meningkatnya jumlah kecelakaan di pesawa udara perlu di perhaikan agar tidak kembali terulang kembali.