dokumen perjalanan


Nama : Aida fitriyani

Kelas : D III-MTU

Nim   : 223109062

Tugas : 5

 

DOKUMEN PERJALANAN

 

Setiap orang yang ingin melakukan perjalanan kesebuah Negara, hendaklah dilengkapi dengan berbagai dokumen-dokumen perjalanan untuk suatu kelengkapan prosedur yang di butuhkan dalam penerbangan. Baik yang akan keluar negri maupun dalam negri. untuk itu setiap orang yang hendak bepergian sebaik nya harus melengkapi dokumen-dokumen pribadi yang nanti nya akan sangat penting untuk digunakan.

Ada beberapa dokumen perjalanan yaitu :

  • Paspor merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah yang digunakan untuk surat perjalanan yang berfungsi meninggalkan  dan memasuki kembali suatu Negara yang bersangkutan.
  • Visa merupakan surat keterangan bahwa pemilik visa diperbolehkan memasuki atau memasuki kembali suatu Negara yang memeberikan izin visa tersebut.
  • Fiscal merupakan bukti bahwa telah membayar pajak pada saat sebelum meninggalkan Negara yang berdomisili.

Untuk itu seseorang yang telah memiliki beberapa dokumen perjalanan tersebut sebaik nya sebelum akan bepergian lebih baik mengecek dahulu dokumen perjalanan masih berlaku atau tidak. Sebab masa berlaku paspor adalah 5 tahun sedangkan untuk visa adalah 30 hari.

Infrastruktur Bandara Perlu Penataan


NAMA     : Marita Widiasri

NIM          : 223109068

KELAS      : D.III MTU – A

Perbaikan infrastruktur bandara sudah sangat mendesak untuk segera dilakukan perbaikan. Karena jumlah penumpang angkutan udara semakin meningkat, maskapai terus menambah jumlah pesawat untuk persiapan pemberlakuan kebijakan ASEAN open sky 2015. Maskapai penerbangan Indonesia menilai infrastruktur seluruh bandara di Indonesia masih belum memadai. Bahkan, perlu segera dilakukan perbaikan. Juga termasuk intra moda dari bandara dan ke bandara maupun bandara ke kota masih sangat minim. Kita ketahui bahwa keadaan intra moda yang kurang memadai

Saat ini  kondisi  prasarana yang ada seperti landasan pacu dan fasilitas umum di Bandara se Indonesia kurang mendukung seiring perkembangan industri penerbangan, yang mengalami pertumbuhan pesat. Kondisi yang ada sekarang kurang siap dengan perkembangan penerbangan yang ada. banyaknya keluhan dari penumpang yang melakukan perjalanan malam hari namun terkendala transportasi dari bandara ke kota seperti bus kota, taksi yang terbatas.

Selain itu, lonjakan penumpang cukup membuat crowded suasana di Bandara. Penumpang harus berdesak-desakan dan kondisi ini jelas tidak nyaman dan aman. Karena itu, masalah sarana dan prasana harus mendapat perhatian untuk perbaikan. begitu juga dengan peningkatan pelayanan operator penerbangan masih terkendala infrastruktur bandara yang belum memadai. Juga masih banyak yang perlu diperbaiki, agar pelayanan penerbangan semakin lebih bagus dan profesional lagi.

Perbaikan Bandara Juanda


NAMA     : Mevi Meliyani

NIM          : 223109061

KELAS      : D.III MTU – A

Terminal lama dan apron selatan bandara Juanda dimanfaatkan kembali oleh Angkasa Pura. Untuk memperbaiki bandara ini, Angkasa Pura bekerjasama dengan TNI AL . Terminal lama itu akan diubah menjadi terminal II Juanda dan akan dimanfaatkan oleh Garuda secara khusus. Terminal II juga ditujukan untuk penerbangan Internasional. Jadi bandara Juanda memiliki dua terminal. Dalam kerjasama ini dilakukan penandatanganan antara Tommy dengan KSAL Laksamana TNI Soeparno, dan disaksikan oleh Menteri BUMN, Mustafa Abubakar. Pemanfaatan terminal lama dan apron selatan berada di luas lahan sebesar 35 ribu m2.

Diharapkan terminal baru dapat menampung 4 juta penumpang per tahun. Sementara itu, apron terminal II Juanda dapat menampung 14 pesawat sekelas Boeing 737. Pembangunan terminal II mengeluarkan biaya sebesar Rp 400 miliar. Dengan dibangunnya terminal II, akan menjadi langkah untuk menyelesaikan permasalahan atas kurangnya kapasitas di terminal I Juanda. Yang  dapat menampung 6,5 juta penumpang per tahun. Sementara hingga saat ini, jumlah rata-rata penumpang sudah mencapai 11,139 juta per tahun, dengan tingkat pertumbuhan penumpang 8% dalam 5 tahun terakhir.

Empat Bandara di Indonesia akan beroperasi selama 24 jam.


Nama                         : Novi Puji Rahayu

NIM                            : 223109038

Kelas/Jurusan    : D3-MTU A’09

Tugas                        : GROUND HANDLING II (Tugas ke-5)

 

PT.Angkasa Pura II sedang mempersiapkan lagi 4 bandara internasional di Indonesia bagian barat yang beroperasi selama 24 jam. Direktur utama PT.Angkasa Pura II mengatakan bahwa pelaksanaan operasi selama 24 jam ini untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Selama ini, bandara di lingkungan Angkasa Pura II baru hanya bandara Soekarno Hatta di Cengkareng dan bandara Polonia di Medan yang beroperasi 24 jam.

Keempat bandara tersebut adalah Bandara Internasional Minangkabau di Sumatra Barat, Bandara Sultan Badarudin II Palembang, Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, dan Bandara Supadio Pontianak.

Pengoperasian penambahan jam operasi tersebut sejalan dengan meningkatnya arus penumpang dan kargo udara sehingga penambahan jam operasi menjadi sebuah keharusan. Selama ini memang banyak keluhan dari pengguna jasa karena banyak bandara di Indonesia yang hanya buka sampai pukul 20.00-21.00. Akibatnya, banyak penumpang dari Jakarta atau sejumlah kota lainnya tidak bisa melanjutkan penerbangan ke kota tujuan.

Dalam rencana penambahan pengoperasian tersebut, terdapat kendala-kendala yang dihadapi yaitu kekurangan tenaga kerja yang mengatur lalu lintas udara. Dalam data Angkasa Pura II saat ini ada 600 orang tenaga ATC di seluruh bandara Angkasa Pura II, sedangkan jumlah ideal tenaga ATC butuh 172 orang lagi. Jumlah itulah uang akan menjadi syarat untuk melakukan penambahan jam operasi dan juga melalui kerjasama dengan Badan Pengembangan SDM Perhubungan.

Oleh karena itu, penambahan jam operasi bandara itu akan dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan kemampuan dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Dan diharapkan mulai semester tahu 2012 ada 6 bandara di bawah Angkasa Pura II yang sudah bisa beroperasi selama 24 jam guna untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dan juga dapat mengembangkan industri  pelayanan jasa di Indonesia.

PELAYANAN SAM RATULANGI AIRPORT TUNDA KEBERANGKATAN, DINILAI TIDAK PROFESIONAL


Nama               : Novi Puji Rahayu

Kelas               : D3-MTU A’09

NIM                : 223109038

Tugas               : GROUND HANDLING 2 (Tugas ke-4)

Disini dijelaskan pelayanan terhadap penumpang yang tidak maksimal dan merugikan banyak penumpang, diakibatkan keberangkatan pesawat pada pagi hari tertunda. Masalah ini disebabkan pelayanan diloket airpotex yang tidak beraturan, akibatnya penumpang harus mengantri dengan penuh sesak. Banyak penumpang yang melakukan antrian untuk membayar pajak untuk melakukan penerbangan hari ini, sedangkan loket penuh sesak. Hal ini yang menyebabkan penerbangan yang dijadwalkan tertunda.

Para penumpang pun banyak yang mengeluh karena tertundanya keberangkatan ini. Kebanyakan dari penumpang yang melakukan penerbangan pagi telah memiliki jadwal kegiatan pada jam yang sudah diperkirakan untuk tiba ditempat tujuan.

Dari permasalahan diatas, disimpulkan bahwa manajemen bandara harus bisa mengatur dan melayani apa saja yang menjadi kebutuhan penumpang pada saat sebelum penerbangan dan harus semaksimal mungkin dalam pelayanannya. Ketidakteraturan ini harus sesegera mungkin diperbaiki manajemennya,terutama manajemen waktu yang efektif  dalam proses pelayanan sebelum keberangkatan agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Kerangka kerja operasi darat perusahaan penerbangan


Nama               :  Novi puji rahayu

Kelas               :  D3-MTU A

NIM                :  223109038

Tugas               :  GROUND HANDLING II (Tugas 1)

Ground Handling merupakan  suatu aktivitas atau kegiatan operasi darat yang mendukung perusahaan penerbangan dalam melancarkan perjalanan penumpang, cargo, maupun pos.  Pada umumnya perusahaan penerbangan tidak bisa bekerja sendri, harus memerlukan pihak ke tiga yaitu perusahaan yang menangani kegiatan operasional didarat ( Ground Handilng ) seperti PT.JAS dan PT. GAPURA ANGKASA.

Secara singkat kegiatan yang dilakukan Ground Handling yaitu hanya mencakup 3 kegiatan, seperti : diterminal area, cargo area dan apron area. Pada terminal area dimana para petugas dituntut untuk melayani penumpang dan bagasi yang dibawa sebaik mungkin sampai penumpang  naik ke dalam pesawat, seperti : mulai dari penumpang check-in dengan membawa tiket dan bagasi, lalu bagasi ditimbang sesuai dengan berat yang telah ditentukan dan petugas memberikan boarding pass kepada penumpang dan penumpang diwajibkan membayar airpotex. Setelah itu penumpang diberitahu  untuk menuju boarding gate untuk menunggu keberangkatan. Kemudian penumpang menuju ke pesawat melalui garbarata atau bus apron dan petugas memotong baggage claim tag penumpang sebelum masuk ke pesawat. Setelah sampai tujuan, penumpang turun dari pesawat dan menunggu proses pengambilan bagasi, penumpang harus menyerahkan nomor dari lebel bagasi yang dibawa.

Pada cargo area dimana petugas harus meneliti dengan sebaik mungkin pada cargo tersebut. Petugas harus mengetahui identitas cargo tersebut terlebih dahulu sebelum cargo di angkut ke dalam  pesawat dan petugas harus menimbang ulang cargo tersebut apakah sesuai atau tidak dengan identitas asal cargo tersebut. Secara umum proses yang dilakukan dalam pemeriksaan cargo secara fisik yaitu mulai dari pemeriksaan dokumen secara lengkap, menimbang cargo dengan jelas dan teliti, mengeluarkan BTB, dan memastikan apakah cargo tersebut layak diangkut atau tidak dari pihak bea dan cukai.

Pada apron area dimana jenis kegiatan ini seperti: pesawat parkir dimana roda pesawat diganjal (block-on)  pada saat setelah landing dan roda pesawat dilepas (block-off)  pada saat melakukan take-off, menaikkan dan menurunkan penumpang serta bagasi dan cargo, proses catering ke dalam pesawat, supply bahan bakar pesawat sebelum pesawat take-off, adanya bus apron untuk membawa penumpang dari boarding gate ke pesawat apabila tidak ada garbarata, memberikan apa yang dibutuhkan pilot, supply AC kedalam pesawat, memeriksa mesin pesawat sebelum take-off,  dll.

PROSEDUR DALAM PELAYANAN PENUMPANG TRANSIT/TRANSFER


NAMA            : Novi Puji Rahayu

KELAS           : DIII-MTU A

NIM                : 223109038

TUGAS           : GROUND HANDLING II ( Tugas-2)

Di dalam perusahaan operasi darat perusahaan penerbangan ( Ground Handling ), terdapat berbagai macam pelayanan-pelayanan yang diberikan kepada penumpang beserta bagasi yang di bawa oleh penumpang. Salah satu pelayanan yang diberikan oleh perusahaan ground handling tersebut kepada penumpang yaitu pelayanan penumpang pada saat transit atau transfer di suatu Bandar udara.

Prosedur dalam pelayanan ini yaitu mulai dari petugas dimana harus siap ditempat transfer desk 10 menit sebelum estimate time arrival, petugas pelayanan transit harus menyiapkan kartu transfer/transit, petugas harus memberikan kualitas pelayanan yang cepat, akurat, dan empati, sarana dan prasarana kerja harus dalam kondisi lengkap,terawatt, dan siap pakai serta lingkungan kerja harus dalam kondisi rapi dan bersih demi menjaga penampilan/performance dari setiap masing-masing petugas yang diberikan kepada penumpang secara maksimal.

Aktivitas yang harus dikerjakan petugas dalam melayani penumpang transit harus dilakukan sebaik mungkin demi terciptanya keamanan dan keselamatan penumpang. Aktivitas ini meliputi : dimana petugas harus siap di pintu kedatangan atau pintu gate 20 menit sebelum start time arrival (STA), lalu petugas security mengarahkan penumpang menuju counter transit, lalu petugas transit menyambut penumpang dan meminta  tiket serta boarding pass, selanjutnya petugas transit memeriksa nomor seat penumpang yang tertera pada boarding pass kemudian member kartu transit dan mencatat nomor kartu transit pada seat editing for transit kemudian penumpang diarhkan ke ruang tunggu. Seat editing for transit hanya digunakan oleh maskapai penerbangan express air dan trigana air dengan rute transit. Selanjutnya petugas gate  harus siap di depan pintu gate dan mempersilahkan penumpang naik ke pesawat sambil meminta kartu transit dari penumpang dan yang terakhir yaitu petugas transit dan petugas gate harus melakukan final check penumpang transit dengan data load departure message, boarding lounge dan load control, setelah itu baru penumpang dipersilahkan menuju ke pesawat untuk melanjutkan perjalanan kembali.

Dalam prosedur pelayanan transit ini, terdapat 2 pelayanan yaitu pelayanan pada saat penumpang transit tidak ganti pesawat dan penumpang transit ganti pesawat. Dalam pelayanan penumpang transit tidak ganti pesawat, dimana petugas harus mengarahkan penumpang untuk menuju ke ruang tunggu atau penumpang dapat menunggu di dalam pesawat. Sedangkan dalam pelayanan penumpang transit untuk ganti pesawat, dimana petugas harus mengrahkan penumpang ke ruang tunggu, lalu petugas harus aktif dalam memeriksa pesawat untuk mengecek barang penumpang yang tertinggal di pesawat, apabila ada barang yang tertinggal petugas harus menanyakan jenis barang dan nomor tempat duduk kepada penumpang yang transit tersebut atau petugas transit harus berkoordinasi dengan cabin crew pesawat agar dapat segera diketahui identitas dari barang penumpang yang tertinggal tersebut.

CALO TIKET DI DUNIA PENERBANGAN


Nama : Marita Widiasri

Nim : 223109068

Kelas : D.III MTU – A

 

Apa sebenarnya yang terjadi dengan sistem pelayanan publik di Indonesia. Kita ketahui padahal dunia makin berkembang, tekhnologi makin meningkat, pendidikan makin berkembang. Namun apa yang sedang terjadi dengan negara tercinta kita ini???

Disini saya akan membahas mengenai semakin menurunnya tingkat pengawasan yang terjadi dalam kegiatan penerbangan. Kita semua pasti menginginkan kegiatan pelayanan dalam penerbangan semakin meningkat namun pada kenyataannya mungkin karena kebutuhan ataupun karena kesengajaan yang dilakukan  oleh segelintir orang untuk memanfaatkan situasi yang dapat menguntungkan. Yaitu semakin banyaknya calo-calo tiket pesawat yang memenuhi terminal-terminal bandara di indonesia yang dilakukan pada setiap harinya, dan kegiatan tersebut akan meningkat pada bulan-bulan menjelang Hari-hari besar baik lebaran maupun natal.

Banyaknya calo yang berkeliaran membuat penumpang resah,namun untuk sebagian orang calo juga bisa membantu mereka untuk lebih mudah mendapatkan tiket meskipun dengan harga yang lebih mahal karena kenyataannya pada hari-hari besar seperti lebaran, natal dan tahun baru bagi beberapa penumpang sulit untuk mendapatkan tiket karena sudah di borong oleh calo tersebut. Dan anehnya mengapa para calo bisa mendapat tiket tersebut dengan jumlah yang banyak, apakah calo lebih pintar dari pada petugas reservasi???

Menurut saya kegiatan tersebut terjadi karena adanya“Kurangnya Pengawasan”,inilah sebagai bukti bahwa menurunnya sistem pengawasan dalam kegiatan penerbangan. Mungkin beberapa cara telah dilakukan oleh pihak bandara agar para calo jera akan pekerjaannya dengan memberi sanksi yaitu push-up dan lari mengelilingi bandara, namun apakah itu cukup untuk membuat mereka jera? Dan jawabannya tidak mengapa karena peluang tersebut masih tetap ada oleh karena itu mari kita benahi dari semua aspek yaitu tingkatkan pengawasan dan tingkatkanlah pemeriksaan yang lebih ketat untuk setidaknya mengurangi kegiatan calo tersebut.

Kegiatan ini mungkin bukan hanya sekedar isapan jempol belaka, namun semua pihak sudah  mengetahui kegiatan ini. Banyak pihak yang yang membahas masalah ini namun apa yang diharapkan  tidak ada solusi yang dapat menyelesaikan masalah ini. Lalu pihak mana yang harus disalahkan??? Disini kita tidak akan membahas siapa yang harus disalahkan namun tindakan apa yang harus kita lakukan.

SESAKNYA BANDARAKU


Nama ; marita Widiasri

Nim : 223109068

Kelas : D.III MTU – A

Bandara Soekarno-Hatta merupakan satu-satunya bandara internasional yang ada di jakarta tepatnya berada di Cengkareng,Banten. Bandara ini sudah mulai beroperasi pada tahun 1945,yang sebelumnya berada di kemayoran sambil menunggu selesainya pembangunan bandara Soekarno-Hatta di cengkareng.

Keadaan bandara Soekarno-Hatta kini telah berbeda dibandingkan keadaan sebelumnya, seiring dengan perkembangan zaman dan tekhnologi bandara souta telah dilengkapi dengan berbagai kapsitas yang memadai bagi setiap penumpang.dan seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dengan diimbangi meningkatnya pendapatan per kapita dan membuat meningkatkan kebutuhan akan transportasi udara ini.Namun kini fakta yang ada banyaknya penduduk jakarta yang menggunakan moda transportasi ini mengeluhkan akan kondisi  terminal bandara soeta yang mirip terminal bus, dimana-mana kita lihat penumpukan penumpang, sampai- sampai di depan pintu masuk menuju check-in counter kita melihat banyaknya penumpang yang duduk di lantai dan tidak berbeda halnya dengan keadaan di terminal bandara internasional.

Keluhan penumpang dan saya sendiri bukan merupakan sebatas komentar belaka, namun ini adalah suatu fakta yang harus disikapi dengan baik. Diketahui bahwa jumlah penumpang pada bulan januari-juni 2011 mencapai 25 juta orang.naik 25,82 persen dibandingkan periode lalu. Dan jumlah penumpang internasional pada periode yang sama mencapai 5,3 juta orang.naik 17,08 persen dibanding periode tahun lalu. Ini merupakan suatu bukti bahwa sudah saatnya bandara Soekarno-Hatta meminta untuk dibenahi. Seperti yang dijanjikan oleh pemerintah renovasi bandara akan dilakukan mulai tahun 2012 dan juga akan dibuat terminal baru yakni terminal 3.

Kita semua mengharapkan secepatnya perbaikan Bandara Soeta akan dilakukan dengan baik, pemerintah dapat melakukannya dengan serius  demi kebutuhan dan keinginan bersama , dan jangan jadikan renovasi bandara ini semata-mata demi kepentingan segelintir orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan sesuatu yang dapat merusak kepercayaan bangsa indonesia terhadap pemerintah. Gunakan semuanya pada tempatnya demi membangun bandara Soekarno-Hatta dan dapat disejajarkan dengan Bandara internasional di negara lainnya.

Bandara Internasional Minangkabau akan perpanjang landasan


Nama : Mevi Meliyani

Nim : 223109061

Kelas : D.III MTU – A

Agar dapat didarati pesawat berbadan besar pembawa jamaah haji, pemerintah Padang berencana akan menambah panjang landasan Bandara Internasional Minangkabau dari 2.300 meter menjadi 3.000 meter. Selain memperpanjang landasan, pemerintah juga akan berencana untuk melakukan pengembangan bandara.  Pengembangan dan perpanjangan landasan bandara akan dilakukan pada tahun 2012 yang telah dialokasikan di APBD. Dengan perpanjangan landasan ini dapat membantu jumlah kelompok terbang jamaah haji menjadi sedikit efisien dan juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah haji yang berangkat melalui embarkasi Padang. Karena landasan bandara hanya 2.300 meter, maka untuk saat ini pihak Garuda Indonesia yang melayani penerbangan haji di embarkasi Padang menggunakan pesawat Airbus 330-200 dengan kapasitas penumpang 360 orang.

Apabila landasan telah diperpanjang menjadi 3.000 meter, mungkin pihak Garuda akan menggunakan pesawat yang lebih besar seperti Boieng 747-400 dengan kapasitas 450 penumpang agar lebih efisien dan dapat memperkecil jumlah kloter. Tetapi dari pengalaman  tahun sebelumnya tidak ada kendala dengan pengunaan pesawat Airbus 330-200 dan dapat mendarat dengan baik di Bandara Internasional Minangkabau. Namun jika cuaca hujan, proses keberangkatan embarkasi akan terlambat karena belum ada fasilitas penghubung ke pesawat yang sesuai dengan spesifikasi pesawat Airbus, maka dari itu proses pemberangkatan penumpang harus menggunakan tangga manual yang hanya tersedia satu pintu di depan.

Cargo Lift


Nama   :           Mevi Meliyani

NIM    :           223109061

Kelas   :           D3 MTU A

 

Lift pertama kali diciptakan pada tahun 1853 oleh Elisha Graves Otis dengan safety system dan sekarang menjadi salah satu perusahaan lift terbesar didunia. Seiring berjalan nya waktu, lift mengalami perkembangan teknologi, baik dari mesin penggerak maupun control system, contohnya yaitu cargo lift. Cargo lift adalah  lift yang digunakan untuk mengangkut barang. Pada umumnya cargo lift di design menggunakan mesin penggerak tarikan langsung tanpa adanya beban penyeimbang. Mesin penggerak biasanya Electric Chain hoist atau Electric Rope Hoist. Cargo lift  tidak ada standardisasi maka dimensi ruangan nya dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan.  Pintu cargo lift pada umumnya dibuat manual open, bisa menggunakan Harmonica Door atau Folding gate, atau bahkan swing door dengan material steel painted maupun wire mesh. Cargo lift ini tidak boleh digunakan untuk mengangkut penumpang.  Cargo lift mempunyai 2 tipe, yaitu  freight lift dan service lift.

Freight Lift adalah lift barang yang menggunakan teknologi mesin penggerak tarikan tidak langsung, dimana beban ruangan nya di imbangi dengan beban penyeimbang. Mesin penggerak bisa Geared Traction Machine ataupun Gearless Traction Machine. Karena kebutuhannya untuk mengangkut barang maka dimensi ruangan lift dibuat dengan ukuran besar. Pintu freight lift menggunakan automatic opening dengan bukaan pintunya side open dari kanan ke kiri. Pada freight lift ini, penumpang boleh naik.

Service lift adalah lift yang digunakan untuk service atau pelayanan, biasanya dipakai di hotel maupun Office Building. Secara system lift service sama dengan lift penumpang baik dari mesin penggerak maupun dari ukuran ruangan lift, yang membedakannya adalah finishing ruangan dan pintunya lebih sederhana dan simple. Biasanya di hotel, lift penumpang untuk tamu dan lift untuk pelayanan  dipisah. Untuk lift tamu ditempatkan di lobby hotel dan service lift ditempatkan dibagian belakang. Mesin penggeraknya adalah tarikan tidak langsung sama seperti freight lift, namun ukuran  dimensi ruangan nya sama persis dengan lift penumpang dan bukaan pintunya adalah automatic centre opening. Walaupun dimensinya sama dengan lift penumpang, service lift dapat juga difungsikan untuk mengangkut barang.

Proyek Terminal Penumpang Ganjal Operasional Bandara Lombok


Nama : Denti Oktavia

Nim : 223109056

Kelas : D.III MTU – A

Operasional Bandara Internasional Lombok (BIL) yang dijadwalkan pada Oktober mendatang, masih terkendala proyek perluasan terminal penumpang yang masih dikerjakan. Terminal penumpang Bandara Internasional Lombok masih dalam proses peningkatan kapasitas dari 13.000 penumpang menjadi 21.000 penumpang, hal tersebut dinyatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sistem navigasi dan keamanan BIL telah siap untuk dioperasikan, karena telah dapat digunakan untuk mendaratkan pesawat. Tetapi, yang menjadi kendala saat ini adalah masalah terminal yang belum terselesaikan.

Dari pihak BIJ tetap optimistis pembangunan fisik BIL akan terselesaikan pada Juli 2011.  Setelah dilakukan penyelesaian pembangunan fisik BIL, akan dilakukan tahapan kalibrasi, sertifikasi, dan pengangkutan alat-alat navigasi yang hingga saat ini masih berada di Bandara Selaparang Mataram. Dari perkiraan yg dilakukan waktu yang diperlukan untuk tahapan tersebut sekitar 56 hari, sehingga diharapkan, BIL dapat dioperasionalkan pada awal Oktober 2011 atau pada saat musim pemberangkatan haji.

Pihak dari BIL pun mengusahakan percepatan-percepatan pembangunan fisik agar yang telah dikomitmenkan dan telah direncanakan dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Untuk merampungkan sejumlah pekerjaan proyek pembangunan BIL tersebut, manajemen PT Angkasa Pura I mendapat tambahan dana sebesar Rp116 miliar. Anggaran sebesar Rp100 miliar untuk terminal dan sebesar Rp16 miliar untuk beberapa pekerjaan penunjang lain, seperti pembuatan saluran, memperbaiki jalan masuk dan penambahan marka. Perkembangan proyek pun sudah dilakukan, karena tender dan kontrak sudah ditandatangani terlebih dahulu

Semula PT Angkasa Pura I mengalokasikan anggaran untuk pembangunan terminal senilai Rp137 miliar, namun kekurangan sebesar Rp21 miliar karena terjadi perubahan struktur material yang digunakan. Perencanaan semula terminal bandara itu berlantai keramik kemudian diganti dengan marmer, dan ruang “executive lounge” di lantai 3 terminal yang semula tidak perlu digarap dan akan digarap kemudian, malah masuk dalam pekerjaan proyek terminal bandara itu. Pekerjaan yang lain, yakni saluran pembuangan air disisi kanan terminal bandara dan fasilitas penerbangan lainnya yang masih perlu pembenahan seperti jalan inspeksi (service road) dan rambu-rambu lalu lintas penerbangan. Pada tahun ini juga, akan dilakukan pembangunan terminal haji. Kontrak terkait pembangunan terminal haji juga sudah ada dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Perencanaan RUNWAY, TAXIWAY, DAN APRON Bandara International Jawa Barat


Nama : Denti Oktavia

NIm : 223109056

Kelas : D.III MTU – A

Provinsi Jawa Barat memiliki potensi sumber daya alam dan buatan yang tinggi, kualitas sumber daya manusia yang maju, serta posisi geografis yang strategis. Dengan berbagai kualitas dan potensi yang telah disebutkan, maka Jabar menjadi salah satu tempat tujuan bagi para investor, migran, serta wisatawan untuk beraktivitas. Jabar juga memiliki tingkat interaksi yang tinggi dengan wilayah domestik maupun mancanegara. Tingkat interaksi yang tinggi harus didukung dengan sarana transportasi yang memadai. Karena interaksi yang terjadi tidak hanya bersifat domestik tetapi juga internasional, maka sarana transportasi yang paling efektif adalah melalui transportasi udara. Selama ini bandara di daerah Jabar yang digunakan untuk sarana transportasi udara memiliki kelemahan yang cukup signifikan sehingga dirasakan perlu adanya suatu bandara internasional baru untuk menjawab kebutuhan transportasi wilayah Jabar di masa yang akan datang. Maka terbuatlah rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Hal yang penting dalam suatu bandara ialah runway, taxiway, serta apron yang dapat mengakomodasi kebutuhan penumpang serta pesawat yang akan beroperasi. Secara garis besar tujuan ini ialah untuk merencanakan desain Apron yang dibutuhkan di BIJB, desain yang dilakukan meliputi desain geometrik, perkerasan, geoteknik, hingga perencanaan cost. Desain dilakukan berdasarkan proyeksi jumlah penumpang dan kargo yang akan menggunakan bandara ini. Tahapan perencanaan dimulai dari perencanaan geometrik, dilanjutkan dengan perencanaan perkerasan, perencanaan geoteknik yang sesuai, dan yang terakhir perencanaan cost, untuk mengetahui biaya yang diperlukan untuk perencanaan Apron. Perencanaan menggunakan code ICAO untuk geometrik, metode CBR untuk perkerasan lentur, serta metode FAA untuk perkerasan kaku di apron. Keterangan lain yang tidak terdapat di dalam code dan metode, diambil dari referensi literatur atau bandara lain yang sudah ada. Hasil dari perencanaan desain dituangkan ke dalam layout desain, lalu untuk perencanaan cost dituangkan ke dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Dari analisis geometrik, menghasilkan panjang runway yang dibutuhkan 3750 m. Runway berada pada orientasi arah 140-320. Perkerasan runway dan taxiway adalah perkerasan lentur dengan ketebalan 80 cm. Perkerasan apron adalah perkerasan kaku dengan ketebalan 80 cm. Dari analisis geoteknik, diketahui bahwa elevasi rencana RTA berada di atas elevasi tanah asli sehingga perlu dilakukan penimbunan. Perencanaan timbunan dilakukan dengan mempertimbangkan daya dukung tanah, penurunan konsolidasi, dan stabilitas lereng. Dari analisis biaya, dihasilkan total biaya yang dibutuhkan untuk konstruksi RTA lebih dari 1.5 trilyun rupiah. Overhead dan contingency diasumsikan dengan besaran masing-masing 10% dan 5%.

BANDARA ATAU PASAR?


Nama : Stephanie Maria Putri

Nim    : 2231.09.051

Kelas  : DIII – MTU’09

Tugas : GH 4

Dalam artikel saya kali ini, saya akan membahas mengenai populasi keseharian penumpang yang semakin meningkat. Kalau dilihat dari segi perekonomian sih bagus karena banyaknya peminat terhadap penggunaan jasa transportasi udara. Tapi kalau sudah over kapasitas, bikin kewalahan juga. Banyak masyarakat yang kecewa bahkan kesal setiap kali ke bandara karena macet ataupun ngantri. “Masa mau parkir aja macet?” atau “Masuk ke terminal 1 atau 2 udah seperti jalur kereta api?” alangkah enaknya kalau keadaan seperti di terminal 3. Terlihat bersih dan teratur.

Apa penyebabnya? yang pasti salah satu faktor penyebab utamanya adalah semakin meningkatnya jumlah penduduk di indonesia ini terutama jakarta. Kedua, persaingan antar perusahaan airline yang menawarkan harga cuma-cuma sehingga siapa saja pun bisa naik pesawat tanpa terkecuali. Ketiga, rendahnya ketegasan dalam keamanan serta kebersihan lingkungan bandara itu sendiri.

Apa akibatnya? Kasarnya, Bandara sudah tidak ada lagi bedanya dengan terminal bus yang ada di kampung melayu dan pasar dengan keramaian orang. Kenapa? Kita bisa lihat sendiri, di parkiran banyaknya jualan eceran ataupun kantin kecil untuk para sopir. Toiletnya pun sudah tidak terawat dengan baik yang berada di parkiran. Masih terlihatnya para calo yang menawarkan tiket pada penumpang. Lahan parkiran yang kurang memadai.

Bagaimana solusinya? Dengan manajemen yang baik maka segala sesuatunya pun dapat tertata rapi. Menurut saya, dengan cara menetapkan minimal dan maksimal harga tiket yang dikeluarkan dengan service yang sebanding dan memuaskan. Sehingga dapat membatasi jumlah penumpang yang membludak secara terus – menerus. Apabila, harga dengan service yang diberikan sebanding tentu tidak perlu khawatir dengan suatu persaingan. Keamanan perlu ditingkatkan, larangan untuk berjualan disekitar area bandara. Ingat, tujuan transportasi udara adalah aman, nyaman dan cepat bukan sebaliknya resah, gelisah dan telat.

BANDARA ATAU PASAR?


Nama : Stephanie Maria Putri
Nim : 2231.09.051
Kelas : DIII – MTU’09
Tugas : GH 4
Dalam artikel saya kali ini, saya akan membahas mengenai populasi keseharian penumpang yang semakin meningkat. Kalau dilihat dari segi perekonomian sih bagus karena banyaknya peminat terhadap penggunaan jasa transportasi udara. Tapi kalau sudah over kapasitas, bikin kewalahan juga. Banyak masyarakat yang kecewa bahkan kesal setiap kali ke bandara karena macet ataupun ngantri. “Masa mau parkir aja macet?” atau “Masuk ke terminal 1 atau 2 udah seperti jalur kereta api?” alangkah enaknya kalau keadaan seperti di terminal 3. Terlihat bersih dan teratur.
Apa penyebabnya? yang pasti salah satu faktor penyebab utamanya adalah semakin meningkatnya jumlah penduduk di indonesia ini terutama jakarta. Kedua, persaingan antar perusahaan airline yang menawarkan harga cuma-cuma sehingga siapa saja pun bisa naik pesawat tanpa terkecuali. Ketiga, rendahnya ketegasan dalam keamanan serta kebersihan lingkungan bandara itu sendiri.
Apa akibatnya? Kasarnya, Bandara sudah tidak ada lagi bedanya dengan terminal bus yang ada di kampung melayu dan pasar dengan keramaian orang. Kenapa? Kita bisa lihat sendiri, di parkiran banyaknya jualan eceran ataupun kantin kecil untuk para sopir. Toiletnya pun sudah tidak terawat dengan baik yang berada di parkiran. Masih terlihatnya para calo yang menawarkan tiket pada penumpang. Lahan parkiran yang kurang memadai.
Bagaimana solusinya? Dengan manajemen yang baik maka segala sesuatunya pun dapat tertata rapi. Menurut saya, dengan cara menetapkan minimal dan maksimal harga tiket yang dikeluarkan dengan service yang sebanding dan memuaskan. Sehingga dapat membatasi jumlah penumpang yang membludak secara terus – menerus. Apabila, harga dengan service yang diberikan sebanding tentu tidak perlu khawatir dengan suatu persaingan. Keamanan perlu ditingkatkan, larangan untuk berjualan disekitar area bandara. Ingat, tujuan transportasi udara adalah aman, nyaman dan cepat bukan sebaliknya resah, gelisah dan telat.

PENANGANAN PENUMPANG DAN BAGASI


 

PENANGANAN PENUMPANG DAN BAGASI

Nama : Benedikta Friska Jumi

Nim    : 2231.09.055

Kelas  : D lll MTU

Tugas : 4

Penanganan bagasi lebih

  • Jika selama proses check in ada penumpang yang membawa bagasi lebih dari standar yang ditentukan oleh maskapai, maka penumpang diwajibkan membayar kelebihan dari bagasi yang dibawanya.
  • Petugas harus mengkonfirmasikan kepada penumpang perihal kelebihan bagasi dan jumlah yang harus dibayar.
  • Petugas menulis perhitungan jumlah berat bagasi yang harus dibayar dan menyerahkan ke penumpang.
  • Setelah penumpang membayar EBT, proses check in dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku.

Oversize cabin baggage

Cabin baggage adalah barang bawaan penumpang yang dibawa ke dalam cabin pesawat, biasanya berisi keperluan pribadi selama penerbnagan dan diberi label tersendiri.

Cabin baggage biasanya dibatasi :

  • Berat maksimal 5 kilogram

Late check in

Late check in adalah kejadian dimana penumpang datang setelah proses check in ditutup. Untuk penerimaan penumpang late check in petugas harus membatasi waktu penerimaan penumpang, yaitu 25 menit sebelum keberangkatan dan diterima sebagai last minute check in (LMC) dengan ketentuan:

  • Masih tersedianya tempat duduk dan daya angkut.
  • Masih tersedianya tempat duduk saat pesawat transit
  • Tidak membawa bagasi agar tidak perlu memasukan bagasi ke perut pesawat.
  • Tidak mengakibatkan keterlambatan pemberangkatan pesawat.

 

Strandar passenger

Stranded passenger adalah kondisi dimana penumpang tidak dapat melanjutkan perjalanan karena penundaan/pembatalan penerbangan.

  • Petugas harus menghubungi pihak informasi untuk menyampaikan keterlambatan/penundaan penerbangan.
  • Petugas mengarahkan penumpang untuk melapor ke kantor penjualan tiket.

Keterlambatan pemberangkatan

Keterlambatan pemberangkatan atau flight delayed adalah kondisi dimana penerbangan tidak dapat diberangkatkan sesuai schedule time departure (STD). Informasi keterlambatan penerbangan ini harus disampaikan kepada penumpang pada saat check in dan di ruang tunggu keberangkatan.

Penumpang buta/tuli

  • .
  • Pengantar dan pendamping harus mengisi form pernyataan bahwa di station tujuan ada yang menjemput.
  • Penumpang buta atau tuli tidak boleh ditempatkan pada baris jendela darurat.
  • Penumpang buta atau tuli ini harus boarding lebih awal dari penumpang lainnya.
  • Petugas harus melapor ke cabin one dan melakukan serah terima penumpang buta/tuli agar selama penerbangan mendapat perhatian khusus.
  • Petugas harus menginformasikan kepada petugas flight operation untuk mengirim berita ke stationtujuan.
  • Di station transit penumpang buta/tuli tidak perlu turun dari pesawat. Apabila transit dan ganti pesawat,service staf harus menjemput dan mengantar ke pesawat lanjutan.
  • Di station kedatangan service staff harus menjemput penumpang buta/tuli di pesawat, kemudian melakukan serah terima dengan cabin one yang bertugas.
  • Service staff harus menyerahkan penumpang buta/tuli ke penjemputnya.

Penumpang sakit

  • Pada saat check in petugas harus meminta surat keterangan dokter yang menyatakan penumpang dapat melakukan perjalanan dengan pesawat udara.
  • Penumpang sakit tidak boleh diberi tempat duduk di dekat jendela.
  • Penumpang sakit dipersilahkan boarding terlebih dahulu dari penumpang lainnya.
  • Apabila penumpang sakit memerlukan kursi roda akan diberikan dan petugas harus menginformasikan kestation tujuan.
  • Petugas harus menginformasikan adanya penumpang sakit kepada cabin one.

Penumpang ibu hamil

  • Penumpang hamil tua (di atas 7 bulan) harus membawa surat keterangan dokter kandungan yang menyatakan kehamilannya sehat dan perjalanan dengan menggunakan pesawat udara tidak membahayakan kandungannya.
  • Petugas harus meminta penumpang hamil untuk mengisi surat pernyataan ibu hamil.
  • Petugas harus menyerahkan surat pernyataan ibu hamil yang dilampiri surat keterangan dokter kepada pilot.

Unaccompanied minor passenger/UM

  • Pada saat check in, penumpang Unaccompanied minor (UM) harus didampingi pengantar dan diberi tempat duduk pada baris paling depan.
  • Pengantar harus mengisi surat pernyataan UM dan petugas harus memastikan bahwa di station tujuan ada yang menjemput.
  • Petugas harus memberikan kartu UM dan mendampingi penumpang UM menuju ruang tunggu dan pesawat.
  • Penumpang UM harus boarding terlebih dahulu.
  • Petugas harus melapor kepada pilot dan melakukan serah terima dengan cabin one yang bertugas agarUM mendapatkan perhatian khusus selama penerbangan.
  • Petugas harus menginformasikan ke bagian flight operation untuk mengirim berita ke station tujuan.

PROSEDUR PENANGANAN PENUMPANG


Nama : Purnamasari

Nim   : 2231.09.043

Kelas : D 3 MTU A

Tugas : 4

Hal-hal yang perlu di ketahui dalam prosedur penanganan penumpang

Macam Penumpang

pendaftaran penumpang ada beberapa macam penumpang dalam hal reservasi (pemesanan)-nya, yakni :

  • Penumpang yang sudah OK, di tiketnya tertera OK dan namanya ada di daftar penumpang atau passenger name list (PNL).
  • Penumpang yang  menunggu, penumpang yang ada tiketnya belum OK dan namanya juga tidak ada di PNL.
  • Penumpang tidak datang atau no-show, nama penumpang ada di dalam PNL, tetapi yang bersangkutan tidak datang melapor.
  • Penumpang bisa pergi atau go-show, penumpang tidak ada dalam daftar PNL, di tiket belum OK.

Sebelum membuka check-in counter, harus mempersiapkan tempat duduk para penumpang, antara lain :

  • Menyediakan tempat duduk yang telah dipesan penumpang
  • Jangan menggunakan tempat duduk yang telah dipesan oleh penumpang singgah (transit) atau oleh penumpang di lain airport yang akan disinggahi.
  • Barisan paling depan biasanya untuk penumpang yang membawa bayi.
  • Anak kecil yang pergi sendiri (Unaccompanied Minors/UM) diberi tempat duduk khusus, bisanya dekat gally, supaya mudah diawasi oleh pramugari/pramugara.
  • Jangan memberikan tempat duduk dekat pintu darurat kepada anak-anak, penumpang cacat dan penumpang sakit

Last Minute Change (LMC)

Bisa saja terjadi sewaktu check-in counter sudah tutup, tiba-tiba ada calon penumpang yang datang terlambat dan memberikan alas an keterlambatannya, agar dia bisa terbang pada saat itu juga. Keadaan ini disebut LMC atau penumpang yang diterima pada saat-saat terakhir. Sebelum kita bisa menerima LMC, perlu kiranya diperhatikan hal-hal berikut :

  • Calon penumpang tidak membawa koper/bagasi, sehingga tidak menyebabkan keterlambatan karena masih harus memasukkan bagasi keperut pesawat.
  • Calon penumpang masih punya cukup waktu untuk mengurus imigrasi dan berjalan ke pesawat.
  • Masih ada persediaan makanan di pesawat untuk calon penumpang tersebut, dan lain-lain.

Penumpang dengan Penanganan Khusus

Ada beberapa penumpang yang memerlukan penanganan khusus,misalnya :

  • Orang buta
  • Ibu yang sedang hamil
  • Anak kecil yang bepergian sendiri
  • Orang penting
  • Cacat atau lemah
  • Awak Kapal Laut

Pembangunan Landasan Pacu Bandara Kuala Numu Dilanjutkan


Nama : Denti Oktavia

Nim : 223109056

Kelas : D.III MTU – A

Pembangunan proyek landasan pacu Bandara Internasional Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, akan dilanjutkan pada Agustus 2011 setelah terhenti selama satu bulan lebih karena masalah pengadaan pasir. Proyek pembangunan landasan pacu Bandara Kuala Namu dihentikan sementara karena untuk menunggu kesepakatan antara pengelola proyek dengan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengenai tarif material galian C.

PT Waskita Yasa sebagai pengelola proyek dan Satker Bandara Kuala Namu menyarankan kepada Pemkab Deli Serdang agar tarif retribusi material galian C untuk menimbun landasan pacu tidak mengacu pada Perda Nomor 2 Tahun 2011, yaitu sebesar Rp7.000 per meter kubik (M3). Tarif retribusi galian C yang baru diberlakukan Pemkab Deli Serdang tersebut lebih tinggi dibanding retribusi sebelumnya sebesar Rp800 per M3. PT Waskita Yasa sebelumnya menyatakan kesulitan mengakomodasi tarif retribusi galian C yang baru pasti akan berimbas pada penambahan anggaran proyek yang sudah disetujui. Besarnya tarif retribusi galian C yang disanggupi oleh pihak pengelola proyek tanpa harus menunggu hasil keputusan revisi anggaran proyek landasan pacu bandara pengganti Bandara Polonia Medan itu diperkirakan maksimum sebesar Rp2.000 per M3.

pembahasan antara Kementerian Perhubungan dan pengelola proyek dengan Pemkab Deli Serdang, sudah ada kesepakatan soal tarif retribusi khusus yang diberikan untuk proyek tersebut dan itu juga mealuli beberapa tahapan. Namun demikian, masih belum memperoleh informasi lebih lanjut seputar tarif retribusi khusus yang disepakati untuk pengadaan material galian C ke proyek bandara internasional yang seluruh pembangunan fisik dan nonfisiknya direncanakan selesai sebelum akhir 2012. Pengerjaan penimbunan areal landasan pacu Bandara Kuala Namu saat ini baru terealisasi sekitar 20 persen dan untuk menuntaskan proyek itu dibutuhkan lagi minimal 1,2 juta m3 pasir darat.

agar menjamin kelancaran pengadaan pasir untuk kebutuhan pembangunan landasan pacu bandara, pihak pengelola proyek kemungkinan bakal terlibat langsung melakukan eksplorasi pasir di beberapa lokasi penambangan, di antaranya di sekitar daerah aliran Sungai (DAS) Ular. Bandara Kuala Namu terdiri atas landasan pacu sepanjang 3.750 meter x 45 meter, paralel taxi way I berukuran 3.750 x 30 meter, taxi way II 2.000 x 30 meter, kapasitas apron 33 pesawat dan kapasitas terminal diproyeksikan mampu menampung sebanyak 8,1 juta penumpang per tahun.

Perluasan bandara Ngurah Rai


Nama : Mevi Meliyanii

Nim : 223109061

Kelas : D.III MTU – A

Biaya perluasan bandara internasional Ngurah Rai dialokasikan oleh PT Angkasa Pura I sebesar Rp 2,1 triliun. Sebagian biaya tersebut diperoleh dari kas pihak Angkasa Pura I dan pinjaman sindikasi bank-bank nasional. Biaya sebesar ini akan digunakan untuk merombak berbagai bangunan dan fasilitas yang ada di Bandara Ngurah Rai di atas lahan seluas 285 hektare. Diantaranya yang akan diperbaiki dan diperluas adalah terminal domestik, terminal internasional yang luasnya 65.800 meter persegi menjadi 129.000 meter persegi, apron yang luasnya 214.500 meter persegi menjadi 300.200 meter persegi, pembangunan parkir mobil, perluasan terminal kargo internasional menjadi 6.000 meter persegi,  runway dan berbagai kelengkapan bandara lainnya. Kemudian akan dibangun juga tempat sistem pemeriksaan bagasi yang canggih.

Pembangunan ini ditujukan agar pemeriksaan bagasi tidak memakan waktu yang lama. Sampai saat ini pelaksanaan pembangunan proyek bandara baru berjalan 1,7 persen. Pembangunan sudah dimulai sejak Mei 2011 dan ditargetkan selesai tahun 2013. Diharapkan juga dengan adanya perluasan bandara ini, dapat menampung wisatawan mancanegara dan domestik yang diprediksi pada tahun 2025, dalam setahunnya berjumlah 25 juta wisatawan.

Terminal kargo yang overload


Nama : Marita Widiasri

Nim : 223109068

Kelas : D.III MTU – A

Perkembangan dunia ekonomi  yang makin berkembang memacu para investor baik dari dalam maupun dari luar negri untuk melakukan kegiatan ekspor-impor , hal ini di tandai dengan semakin meningkatnya kegiatan bisnis  ekspor-impor di dalam negri yang berdampak semakin banyaknya kegiatan pengiriman kargo menggunakan pesawat terbang . Dan kegiatan ini dapat kita lihat di bandara soekarno-hatta .

Hal ini membuktikan  pada Jumlah lalu-lintas kargo udara di Bandara Soekarno-Hatta diketahui telah melebihi kapasitas yang tersedia. Untuk mensiasati kondisi ini, para pengelola jasa kargo udara melakukan aktifitas bongkar-muat kargo pada malam hari. Dan untuk menyikapi hal ini ternyata diketahui  bahwa Bandara Soekarno-Hatta hingga saat ini belum memiliki terminal kargo. Hanya tersedia gudang kargo di bandara bertaraf internasional ini. Untuk mengantisipasi pertumbuhan bisnis kargo udara yang diprediksi meningkat 30 persen pada tahun ini, kebutuhan adanya terminal kargo dirasakan sudah cukup mendesak.

Itu membuktikan semakin meningkatnya volume lalu-lintas kargo di gudang kargo Bandara Soekarno Hatta yang  telah melebihi kapasitas tampung areal.Oleh karena itu pembangunan terminal kargo Soetta sangat mendesak mengingat bandara ini merupakan bandara internasional dan pintu masuk dunia ke Indonesia.

Dan apa seharusnya yang dapat kita lakukan untuk membuat kegiatan bisnis kargo menjadi lebih baik dikedepannya ??? ini yang harus disikapi dengan baik yaitu dengan cara secepatnya membangun terminal kargo. Dan jangan sampai hal ini berlarut-larut melakukan aktifitas bongkar-muat kargo pada malam hari. Karena dapat berpengaruh terhadap kegiatan kargo itu sendiri, dan juga berpengaruh terhadap  pekerja yang mungkin merasa kelelahan karena jam-jam itu bukan merukakan jam yang baik untuk bekerja.

Prosedur Kalau Kehilangan Bagasi atau Bagasi Rusak


RAHMAT WICAKSONO

223109060

D-III MTUA 2009

TUGAS GROUND HANDLING 4

 

 

Prosedur Kalau Kehilangan Bagasi atau Bagasi Rusak.

 

Bila koper anda hilang, anda mesti menunjukan bukti baggage claim tag atau tanda penerimaan bagasi, dimana tertera nomor bagasi anda serta tujuannya. Anda akan dibuatkan Property Irregularities Report (Laporan Kehilangan) yang biasanya disingkat dengan PIR. Di dalam PIR, anda akan menemukan data anda dan koper anda.

Bila koper anda rusak, anda akan dibuatkan Damage Report (Laporan  Kersukan. Apabila koper yang tadim masih bisa diperbaiki, maka pihak perusahaan penerbangan akan memperbaikinya, atau anda yang akan memperbaiki sendiri, nanti biayanya akan diganti oleh pihak perusahaan penerbangan.

Setelah semua bagasi/koper yang anda bawa anda temukan, anda langsung mwmbawanya ke bagian pabean. Bila di  bandara Soekarno – Hatta , dibagian pabean ada jalur merah dan jalur hijau. Jalur merah bagi mereka yang mempunyai barang – barang bawaan yang sekiranya perlu dilaporkankepada pabean untuk pembayaran bea masuk. Jalur hijau dipergunakan bagi mereka yang tidak membawa barang – barang yang perlu dilaporkan kepada pihak pabean atau tidak ada barang yangperlu bayar bea masuk. Namun sekalipun anda menggunakan jalur hijau, kalau pihak pabeaningin melihat isi koper anda, maka anda harus membukanya. Bila semua ini beres,anda bisa meninggalkan bandara.

Kemanakah bagasi yang kita bawa setelah dilaporkan kepada petugas check-in???


NAMA   : LINDA APRILLIA LATUHIHIN

NIM        : 2231 09 058

TUGAS  : GROUNDHANDLING 4

Saat kita melakukan proses check-in, bagasi yang kita bawa juga akan di-check,misalnya dari berat bagasinya,dimensinya dan lainnya.Setelah semua proses pemeriksaan tersebut dilakukan bagasi yang telah ditimbang akan diberikan baggage claim tag sebagai tanda bahwa bagasi tersebut ada pemiliknya dan tanda kepemiikan ini juga ditempelkan pada boarding pas dan jika sudah sampai di bandara tujuan penumpang bisa mengambil bagasinya di baggage claim area.

Sebelum diangkut ke dalam pesawat,bagasi yang telah dilaporkan ke petugas check-in  akan diarahkan menuju make-up area. Make-up area merupakan tempat dimana bagasi-bagasi yang ada dipisahkan menurut tujuan masing-masing dan kemudian di angkut ke dalam pesawat.Dalam hal ini petugas di make-up area harus teliti untuk memisahkan bagasi-bagasi yang ada.Karena jika terjadi kesalahan sedikit saja maka akan dapat merugikan airlines itu sendiri.

Make-up area itu sendiri sudah ada baggage towing tractor (BTT) yang dipakai untuk mengangkut bagasi tersebut ke dalam compartment pesawat maupun sebaliknya. Baggage Towing Tractor itu sendiri merupakan tractor yang digunakan untuk menarik pallet dolies,container dolis dan gerobak untuk mengangkut bagasi-bagasi yang ada.

Jika bagasi yang diangkut tidak sesuai dengan tujuan dalam baggage claim tag yang di tempelkan pada bagasi maka saat penumpang yang memiliki bagasi tersebut bisa dilaporkan ke bagiann lost and found di bandara tujuan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5 Tips Aman Dan Nyaman, Terbang Dengan Anak Anda


NAMA  : GALIH ARDI WIJAYA

NIM      : 223109020

KELAS : D3 MTU

TUGAS : 4

Dalam melakukan  perjalanan udara dengan anak-anak tentu merupakan hal yang melelahkan, ketat nya pemeriksaan keamanan dan tambahan biaya, tentu akan membuat Anda lebih repot .

Berikut ini ada beberapa tips untuk mempermudah  perjalanan anda dengan anak-anak, mulai dari tahap pemeriksaan keamanan hingga mendarat di tempat tujuan.

1. Check-In
Saat memilih penerbangan, usahakan memesan perjalanan nonstop. Anak-anak biasanya akan tidur selama perjalanan sehingga Anda tak perlu membangukan mereka. Lakukan pesanan sesegera mungkin untuk mendapatkan tempat duduk yang dekat dengan pintu keluar agar bisa cepat turun atau dekat dengan toilet yang memiliki ruang agak luas agar Anda tak repot bila harus berdiri menggendong bayi.

2. Stroller/ Kereta bayi
Supaya barang bawaan Anda tidak bertambah berat karena stroller, bawalah stroller yang lebih ringan dan ringkas, seperti jenis umbrella stroller yang harganya lebih murah dan mudah untuk dilipat.

3. Keamanan
Pihak keamanan bandara akan memperbolehkan Anda membawa makanan untuk bayi tetapi bawalah makanan bayi yang diperlukan serta persediaan guna menjaga-jaga bila ada penundaan jam penerbangan. Beri tahukan juga kepada petugas apa saja jenis makanan bayi yang Anda bawa supaya mereka tak terlalu terburu-buru dan ceroboh saat menggeledah tas Anda.

Aturan penerbangan internasional membatasi penumpang membawa cairan tidak boleh lebih 3 ons atau sekitar 90 mililiter. Jika ASI atau susu formula yang Anda bawa melebihi jumlah itu, laporkanlah terlebih dahulu ke petugas pabean.

Sementara menurut aturan maskapai nasional tentang Penanganan Cairan, Aerosol dan Gel (liquid, aerosol, gel) yang dibawa penumpang ke dalam kabin pesawat udara pada penerbangan internasional, obat-obatan medis, makanan/minuman/susu bayi dan makanan/minuman penumpang untuk program diet khusus tidak diperlakukan seperti membawa cairan, aerosol dan gel (harus dimasukkan ke satu kantong plastik transparan ukuran 30 cm x 40 cm dengan kapasitas cairan maksimum 1.000 ml atau 1 liter dan disegel).

4. Lepas landas
Pesanlah tempat duduk di barisan depan. Jika Anda pasangan dengan satu anak, Anda dapat menaruh anak anda di deretan tengah. Untuk anak di bawah dua tahun, Anda juga bisa mendapat potongan harga.

5. Kebutuhan dasar
Makanan ringan, mainan, dan selimut adalah kebutuhan dasar anak-anak dalam perjalanan. Bila memungkinkan, pilihlah penerbangan yang menyediakan televisi di setiap bangkunya agar anak-anak dapat tenang menonton. Bila tak mungkin, bawalah videogame portabel.

 

IMIGRASI DAN KARANTINA


Nama    : Romi Ramadhan

NIM       : 223109066

Kelas     : D.III MTU (A)

Tugas    : 4

 

IMIGRASI

Istilah imigrasi berasal dari bahasa Latin migratio yang berarti perpindahan orang dari suatu tempat atau negara menuju ke tempat atau negara lain. Jadi Imigrasi adalah masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap atau keluar wilayah Negara Republik Indonesia dan pengawasan orang asing diwilayah Indonesia.

Jenis Dokumen Perjalanan

1. Paspor

Dokumen resmi atau surat keterangan yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah bagi warga negaranya yang akan mengadakan perjalanan keluar negeri atau orang asing yang tidak memiliki status kewarganegaraan, namun berdomisili dinegara dimana paspor itu dikeluarkan.

2. Visa

Visa adalah sebuah rekomendasi atau keterangan yang ditulis di dalam paspor atau dokumen perjalanan lainnya, yang menerangkan bahwa pemilik paspor atau visa tersebut diperbolehkan memasuki atau memasuki kembali Negara yang memberikan visa tersebut.

3. Fiscal

Fiscal adalah surat keterangan atau tanda bukti telah membayar pajak sebelum meninggalkan Negara tempat seseorang berdomisili.

 

KARANTINA

Karantina adalah Pembatasan aktivitas yang ditujukan terhadap orang atau binatang yang telah kontak dengan orang/binatang yang menderita penyakit menular pada masa penularan. Tujuannya adalah untuk mencegah penularan penyakit pada masa inkubasi jika penyakit tersebut benar-benar diduga akan terjadi. Karantina juga tempat untuk menahan ternak impor yg baru datang dr luar negeri, guna mencegah penyebaran penyakit menular.

Ada tiga macan karantina yaitu:

1. Karantina untuk manusia

Karantina ini bertujuan untuk melindungi bangsa Indonesia dari penyakit yang belum ada (sudah ada) di Indonesia. Jika suatu penyakit sudah ada di Indonesia, pemerintah harus berusaha mengurangi penyebabnya. Namun, jika penyakit tersebut belum ada, pemerintah harus berusaha mencegah penyakit tersebut agar tidak masuk ke wilayah Indonesia.

2. Karantina untuk hewan

Tugas pokok karantina hewan adalah melakukan tindakan pencegahan terhadap masuk dan tersebarnya penyakit hewan ke dalam wilayah Republik Indonesia berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku serta mencegah pemusnahan hewan-hewan yang dilindungi oleh pemerintah.

3. Karantina untuk tumbuh-tumbuhan

Tumbuhan adalah segala jenis sumber daya alam nabati dalam keadaan hidup atau mati, baik belum diolah maupun sudah diolah. Orgasme pengganggu tumbuhan karantina (optk) adalah semua orgasme pengganggu tumbuhan yang ditetapkan pemerintah untuk di cegah masuk dan tersebarnya ke dalam wilayah RI.

Instansi karantina tumbuhan adalah upaya atau kegiatan yang dilakukan petugas karantina tumbuhan dalam rangka mencegah masuk serta tersebarnya optk dari luar negeri dan dari satu daerah kedaerah lain di dalam negeri atau keluarnya dari wilayah RI berdasarkan perundang-undangan yang berlaku.

 

Keterkaitan Ground Handling dengan Bandar Udara


NAMA            : CHRISMAWATY.AGUSTINI

NIM                : 223109006

JURUSAN      : D3.MTU.A

TUGAS`         : GH Ke-4

 

Keterkaitan Ground Handling dengan Bandar Udara

      Saya ingin menguraikan sedikit tentang keterkaitan Ground Handling dengan unit-unit yang ada didalam suatu bandar udara penerbangan.

Disini terdapat beberapa komponen utama dalam penyelenggaraan bisnis penerbangan agar dapat berjalan dengan selancar mungkin,dalam isi komponen tersebut adalah perusahaan penerbangan (airlines),seperti sarana pesawat terbang (aircraft) di suatu bandar udara (airport),dan terdapat pula para konsumen di dalamnya (passanger dan shipper).

Komponen-komponen tersebut berpengaruh pada input-process-output, Semuanya memiliki peran yang sangat penting bagi unit-unit di dalamnya,tetapi sesuatu perusahaan Ground Handling akan terlaksana dengan lancar apabila ada perusahaan yang  penting di dalam penerbangan di suatu bandar udara. Bandar udara juga mempunyai sarana dan prasarana tersendiri yang lengkap termasuk landasan, bandar udara sendiri juga memiliki ruang tunggu penumpang, cargo, gedung terminal dan area pergudangan (warehouse area).

Syarat pengiriman Live Animal pada Airlines


Nama : Aida fitriyani

Kelas : D III-MTU

Nim   : 223109062

Tugas : 4

 

SYARAT PENGIRIMAN LIVE ANIMAL PADA ARLINES

Perusahaan penerbangan tidak hanya menerima untuk mengangkut penumpang dan barang saja, tetapi juga menerima hewan yang akan dikirimkan ke tempat tujuan. Pada pengiriman live animal perusahaan airlines pun tidak boleh sembarangan dalam menerima hewan tetapi petugas cargo harus melihat dan memperhatikan kondisi hewan tersebut yang akan dikirim serta kelengkapan dokumen yang di perlukan.

Sebelum melakukan pengiriman terhadap live animal regulasi yang dikeluarkan harus berkaitan dengan jenis binatang,jenis pesawat, temperature udara, rute yang akan dilalui dan keadaan regulasi yang berlaku.

Syarat yang diperhatikan untuk live animal yaitu:

  1. Kesehatan dan kondisi hewan yang akan dikirim harus lah diketahui oleh setiap petugas cargo, sehingga apabila ada hewan yang sakit agar di beri penanganan khusus.
  2. Packing untuk hewan harus bersih dan tidak bocor, container untuk animal pun harus dijamin aman agar hewan tidak lolos dari container.
  3. Makanan pada hewan harus sesuai dengan perhitungan chargeable weight selama dalam perjalanan .
  4. Harus ada informasi terhadap keberadaan ruang dipesawat dengan keberangkatan kestasiun tujuan.
  5. Disertai dengan dokumen kesehatan pada sertifikat suntikan rabies yang sesuai dengan ketentuan.

Dengan demikian syarat pada pengiriman live animal harus lah di perhatikan dan perlu di tangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, khusus nya terjadi penyebaran virus dari hewan ke manusia yang dapat dengan mudah menyebar dan juga dapat menimbulkan kerugian.

Penanganan penumpang khusus


PENANGANAN PENUMPANG KHUSUS (PREGNANT WOMEN)

NAMA            :  TASYA ADISTIA PUTRI

NIM                :  223109013

KELAS           :  DIII- MTU A

TUGAS          : 4

Penanganan terhadap penumpang wanita hamil ( Pregnant women ), penumpang hamil yang boleh menaiki pesawat terbang adalah pada saat  usia kandungan tidak lebih dari 7 bulan agar tidak membahayakan kandungan ibu hamil tersebut, apabila kandungan penumpang tersebut berusia lebih dari 7 bulan dan memaksa untuk diangkut kedalam pesawat, maka penumpang hamil harus memenuhi persyaratan yaitu membawa Surat Dokter yang menyatakan bahwa kehamilannya sehat, dan  perjalanan dengan menggunakan pesawat udara tidak membahayakan kandungan ibu hamil tersebut, dan menandatangani Form of indemnity surat peenyataan ibu hamil.

Maskapai penerbangan tidak bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada saat penumpang hamil berada di dalam pesawat udara. untuk menangani penumpang hamil lebih dari 7 bulan tugas petugas saat menangani penumpang hamil ( pregnant women ) adalah Petugas harus meminta penumpang hamil untuk mengisi surat pernyataan ibu hamil, dan Petugas juga harus menyerahkan surat pernyataan ibu hamil yang dilampiri dengan surat keterangan dokter kepada pilot.

Sebaiknya untuk ibu hamil di usahakan agar tidak melakukan penerbangan tidak terlalu lama karna dapat membahayakan penumpang hamil, karna pada saat pesawat berada di ketinggian tertentu ibu hamil akan membuat penumpang tersebut mengalami tekanan udara, yang dapat membahayakan janin ibu hamil, dan maksimal ibu hamil melakukan perjalana denagan pesawat terbang maksimal 4 jam,  bila terjadi penerbangan lebih dari 4 jam maka penumpang hamil melakuakan perjalana dengan membagi penerbangan lain yaitu denagan maksimal 4 jam perjalan.

Masalah- masalah yang terjadi adalah pernyataan tidak benar yang dilakukan ibu hamil tersebut menyatakan bahwa usia kandungannya tidak lebih dari 7 bulan,dan lolos saat Check-in, maka petugas harus memeriksa kembali di dalam pesawat yang dilakukan oleh cabin crew, apabila tidak membawa surat dokter maka ia harus mendapatkannya di R.S terdekat di dalam Airport.

PERAN PENTING SEBUAH “BAGGAGE CLAIM TAG”


Nama          :    DWI FITRIASARI

Nim             :    223109.009

Kelas           :    D.III-MTU/A

Tugas          :    Ground Handling  Ke-4

 

 

PERAN PENTING SEBUAH “BAGGAGE CLAIM TAG

 

          Bagi kita yang sering melakukan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi udara alias pesawat terbang pasti tahu dan sering melihat ada sebuah kertas label yang ditempelkan/ dipasang pada bagasi dan boarding pass. Label yang seperti itu disebut Baggage Claim Tag.

Apa sih Baggage Claim Tag itu???  Baggage Claim Tag merupakan Label /Tag bagasi bernomor atau yang lebih jelasnya label tanda bagasi terdaftar. Jadi bagasi penumpang yang sudah diberi label ini sudah terdaftar untuk ditempatkan di\cargo compartment.

Label/Tag ini diberikan petugas ketika penumpang melakukan check-in. Tidak semua bagasi diberi Baggage Claim Tag ini, hanya bagasi terdaftar (checked baggage) yang diberi label ini. Sedangkan untuk bagasi lainnya seperti unchecked baggage hanya ditempel label contact address.

Meskipun hanya sebuah label, tetapi memiliki peran penting. Baggage Claim Tag berfungsi sebagai identitas bagasi tersebut. Tidak hanya itu Baggage Claim Tag yang ditempelkan pada boarding pass dan bagasi berguna sebagai tanda kepemilikan bagasi. Jadi apabila terjadi kehilangan atau kerusakan bagasi penumpang bisa mengajukan claim ke bagian Lost and Found dengan melampirkan Baggage Claim Tag tersebut.

Dengan adanya Claim Tag tersebut membantu petugas Lost and Found memudahkan dalam pencarian ataupun dalam hal ganti rugi (atas dasar baggage claim tag yang ditempelkan  di boarding pass sama dengan yang ditempelkan pada bagasi yang hilang atau rusak tersebut). Untuk itu, selama dalam perjalanan (proses penerbangan) Claim Tag yang ada di boarding pass jangan dibuangatau dirusak.

PROSEDUR PENERIMAAN BAGASI PENUMPANG


PROSEDUR PENERIMAAN BAGASI PENUMPANG

Nama   : Purnamasari

Nim     : 223109043

Tugas   : lll

Secara umum, prosedur penangana bagasi dalam dunia penerbangan sudah di atur sedemikian rupa, sehingga tercifta standarisasi antara airline satu dengan airline. Prosedur yang di maksud adalah tata cara /urutan proses pengiriman atau penerimaan bagasi dari keberangkatan sampai ke tujuan. Mungkin banyak perusahaan penerbangan yang ada di indonesia, dengan mengandalkan pesawat terbang yang besar,itu tidak bisa di jadikan ukuran yang memuaskan dan beri kenyamanan kepada penumpang pengamanan dan servis merupakan kenyamanan terhadap penumpang .

Persyaratan penerimaan bagasi yang harus di perhatikan sebagai berikut

  • Air lines berhak untuk memeriksa isi bagasi
  • Air lines tidak dapat menerima bagasi tanpa penumpang kecuali untuk kepentingan ekspedite shipmean “Dalam proses mishandling begage”
  • Air lines berhak menolak bagasi yang dapat menimbulkan pada bagasi lainnya / cargo/bahan lainnya yang dapat mengganggu perjalanan lainnya
  • Air lines berhak menolak Hand Bagage yang di anggap terlalu besar atau terlalu berat (over size, over weight)
  • Air lines berhak menolak bagage yang rusak
  • Air lines berhak menolak bagage yang di larang hukum pemerintah

Dalam persyaratan Penerimaan Bagasi ada barang yamg di izinkan dan ada barang yang tidak di izinkan berada dalam pesawat.

Barang yang boleh di bawa :

  • Tas Tangan Wanita
  • Buku bacaan / novel
  • Dompet
  • Jaket
  • Selimut
  • Kamera kecil
  • Payung
  • DLL

Barang yang tidak boleh di bawa :

  • Bahan Peledak, peluruh, petasan
  • Gas, Oksigen
  • Benda Padat yang mudah terbakar
  • Barang mengandung magnet
  • Zat beracun, arsenk, CYANIDS
  • Bawa senjata/pistol

Landasan Pacu Untuk Boeing 737-400


Nama  : Romi Ramadhan

NIM     : 223109066

Kelas   : D III MTU (A) 2009

Tugas  : 3

Landasan Pacu adalah sepetak lahan yang digunakan oleh pesawat terbang untuk lepas landas atau pendaratan yang dapat berupa aspal atau rumput. Dalam bahasa Inggris disebutdengan runway. Nama landas pacu diambil dari arahnya dengan pembulatan ke puluhan terdekat, contoh: 36 untuk landas pacu yang mengarah ke 360 derajat (utara). Karena sebuah landas pacu bisa dipakai dua arah, penamaan pun ada dua dengan selisih 18. Contoh: landas pacu 9/27.

Apabila bandara memiliki beberapa landas pacu dengan arah sama, akan diidentifikasi dengan penambagan huruf L, C, dan R untuk Left, Center, dan Right (kiri, tengah, kanan) yang ditambahkan di akhir. Contoh: landas pacu 2R/20L.

Karakteristik pesawat terbang menentukan panjang landasan pacu.
Faktor-faktor utama itu adalah:
1. Karakteristik prestasi dan ukuran pesawat terbang yang akan menggunakan Bandar udara itu
2. Volume lalu lintas yang diantisipasi
3. Kondisi Meteorologi
4. Ketinggian tapak Bandar udara

Kalau panjang runway-nya terbatas, pesawat akan tetap bisa terbang ke airport tersebut, selama tidak melewati dari performance yang disyaratkan oleh type pesawat yang akan landing disana.

Sebagai contoh, untuk landing sebuah Boeing 737-400 sangat bisa landing di runway dengan panjang 1.250 meter dalam kondisi optimal way. Optimal disini, runway dan pesawat memenuhi syarat (autobrake dan autospoiler, cuaca cerah, dry runway dll).

Sedangkan untuk take-off, pada prinsipnya panjang runway yang dibutuhkan lebih panjang dari runway yang dibutuhkan untuk landing dan itu harga pasti, Jadi Boeing 737-400 tadi yang landing di runway dengan panjang 1.250 meter pasti tidak akan bisa take off dari runway tersebut dengan MTOW (Maximum Take Off Weight) apalagi bila terkena climb limit, obstacle dll. Jika tetap ingin take off dari runway tersebut, harus dikurangin load-nya. Misalnya : dari muatan cargo dan bagasi.

Ada banyak batasan sebenarnya, dari segi take off maupun landing. semua pesawat boleh landing/take off di runway dengan panjang X selama pesawat itu performancenya bisa masuk di runway dengan panjang X tersebut.

Garuda Mulai Ekspansi Jasa Pengiriman Cargo Internasional


Nama : Denti Oktavia

Nim : 223109056

Kelas : D.III MTU – A

Garuda indonesia akan melebarkan usahanya melalui ekspansi jasa pengiriman cargo rute international. Pengembangan usaha perusahaan pelat merah tersebut akan di dukung dengan mendatangkan sejumlah peswat khusus cargo (freighter) pada tahun 2012. Pesawat itu akan digunakan untuk melayani pengiriman cargo di rute international yang selama ini lebih didominasi maskapai asing. Namun, sampai saat ini masih belum ditentukan apakah pengadaan freighter itu dengan membeli atau menyewa, jenis pesawatnya juga belum diputuskan.

Pesawat berbadan lebar khusus cargo tersebut bisa juga digunakan maskapai untuk melayani rute international seperti Cathay Pasific, China Airlines, Singapore Airlines, dan Malaysia Airlines. Penguasaan pasar cargi international oleh maskapai asing itu dikarenakan mereka telah lebih dulu mengoperasikan pesawat-pesawat khusus cargo tersebut. Pihak Garuda Indonesia akan memprioritaskan pengembangan pasar cargi international dengan melakukan optimalisasi ruang pesawat.

Pengembangan pasar cargo international Garuda akan dlakukan melaluli penerapan sistem tekhnologi informasi untuk melakukan reservasi cargo seperti yang dilakukan untuk melakukan reservasi tiket penumpang. Sistem ini pengguna jasa daoat mengontrol pergerakan cargo mereka. Dengan optimalisasi, Garuda menargetkanpertumbuhan load factor cargo hingga 10%, yaitu dari 40% 2010 menjadi 50% atau sekitar 165.000 ton pada 2011. Di angka tersebut diharapkan maskapai ini akan memperoleh kenaikkan pendapatan hingga 30% dari unit usaha cargo, menjadi sekitar Rp 1,1 triliun pada tahun ini.

GROUND SUPPORT EQUIPMENT


Nama   :Dita Paramitha Putri

NIM    :223109022

Kelas   :D3 MTU A 09

 

Ada beberapa kategori untuk ground support equipment, dan (GSE) terdiri dari dua kategori, yaitu:
1.non-powered equipment
2.powered equipment

1. NON-POWERED EQUIPMENT
- CHOCKS
Chock digunakan untuk mencegah pesawat bergerak ketika parkir di apron atau di hanggar. Chocks diletakkan di depan dan di belakang roda landing gear pesawat. Chocks terbuat dari kayu yang keras atau karet yang keras.

Trolley for containers Trolley for pallets
BAG CARTS
Kereta angkut (Baggage carts), digunakan untuk mengangkut cargo, excess baggage, mail, dan material lainnya dari terminal ke pesawat atau sorting facility. Carts dilengkapi dengan system pengereman dengan memblok roda sehingga tidak bergerak ketika akan disambungkan dengan balok untuk ditarik. Banyak kereta yang dilengkapi dengan penutup, kecuali untuk bagian yang menggunakan plastik dilindungi dengan terpal sehingga items terlindungi dari kondisi cuaca.

DOLLIES FOR CONTAINERS AND PALLETS
Trolli untuk container dan pallet digunakan untuk mengangkut muatan di container dan pallet. Dari keduanya memiliki inbuilt rollers atau roll untuk memudahkan di dalam mengangkut container dan pallet ke dalam space pesawat. Container dan pallet juga wajib dilengkapi dengan built-in fuses. Mekanik rem bergantung kepada konstruksi blok roda ketika trolli diangkat ke atas atau sebaliknya. Trolli untuk container memiliki pola memutar untuk membuat container dapat berbalik arah secara langsung saat proses loading ke dalam pesawat. Semua bagian pada trolli, baik roda, pole, system pengereman, bagian sambungan haruslah sesuai prosedur.

2. POWERED EQUIPMENT

REFUELLERS
Hydrant truck aircraft refueller
Aircraft refuellers biasa juga disebut fuel truck, atau hydrant truck. Fuel truck sendiri dapat mengangkut bahan baker sekitar 10,000 US gallons, fuel truck memiliki alat pemompa, penyaring, selang karet, dan peralatan lainnya. Sebuah hydrant cart bergerak ke pipeline network untuk menyediakan bahan bakar pesawat. Ada perbedaan yang signifikan antara hydrant system dengan fuel truck, hydrant system lebih menguntungkan karena fuel truck harus mengisi kembali secara berkala.

TUGS AND TRACTORS
Tugs dan tractors memiliki beberapa fungsi dan tujuan di dalam memberikan pelayanan pendukung di darat. Mereka digunakan untuk menarik atau menggerakkan alat-alat ground support yang mengalami kerusakan, termasuk bag carts, mobile air conditioning units, air starters, lavatory carts, and peralatan lainnya.

GROUND POWER UNITS
Ground power units

Ground power unit adalah kendaran yang mampu menyuplai tenaga ke pesawat yang sedang berada di parkir area. Ground power units juga memungkinkan dapat menyuplai jetway, mempermudah suplai energi listrik ke pesawat. Semua pesawat yang memiliki syarat 28V arus searah, dan 200V 400HZ arus bolak balik, energi listrik dibawa dari sebuah generator yang disambungkan ke pesawat lewat kabel yang sangat tebal. Kabel penghubung ini adalah standar untuk semua pesawat.

BUSES
Airport buses

Bis digunakan untuk mengangkut penumpang, dan memindahkan penumpang dari pesawat ke terminal, atau dari satu terminal ke terminal yang lainnya. Di beberapa Bandar udara bis hanya dapat digunakan untuk penumpang yang berada di lantai dasar, apabila berada di lantai 2 biasanya penumpang menggunakan garbarata, bis terkadang disebut sebagai mobile lounges.

CONTAINER LOADER
Loader untuk pesawat berbadan lebar (aircraft platform) digunakan untuk loading dan unloading cargo yang berada di container atau di pallet. Loader memiliki dua peron yang secara bebas mengangkat dan menurunkan. Container dan pallet saat di loader digerakkan dengan built-in rollers atau roda, dan diangkut ke pesawat melewati peron.

TRANPORTERS
Container transporters

Transporters adalah peron kargo yang memiliki konstruksi untuk membantu proses loading dan unloading. Tipe transporter tergantung pada load capacity container yang akan diangkut, dan berlaku juga untuk pallet serta transporter yang lebih besar.

AIR STARTER
A jet air starter

Sebuah air starter adalah sebuah kendaraan yang dilengkapi dengan mesin gas turbin yang, selama menghidupkan pesawat membutuhkan udara seperlunya agar mesin pesawat dapat hidup. Selama kompresor tidak bisa bekerja sendiri mengantarkan udara yang cukup, udara disediakan oleh air starter. Air starter mengeluarkan udara dengan selang yang didekatkan ke pesawat.

POTABLE WATER TRUCKS
Potable water trucks adalah kendaraan khusus yang mengisi drinking water di tangki pesawat. Air disaring dan dilindungi dari beberapa elemen selama tersimpan di kendaraan. Sebuah pompa di kendaraan membantu menggerakkan air dari kendaraan ke pesawat.

LAVATORY SERVICE VEHICLES
Kendaraan lavatory service kosong dan mengisi dari lavatories onboard aircraft, kotoran yang tersimpan di tangki, kemudian dibersihkan dengan kendaraan ini, setelah tangki dibersihkan kemudian diberikan campuran air dengan disinfecting concentrate, biasa disebut blue juice. Beberapa Bandar udara memiliki kereta lavatory yang lebih kecil dan harus ditarik dengan penarik.


CATERING VEHICLE
Catering vehicle

Catering juga meng unloading minuman dan makanan yang tidak habis terkonsumsi, selain me loading makanan dan minuman yang baru untuk penumpang dan crew. Tipe makanan di antar dengan kereta yang distandarkan. Makanan dibuat di darat sesuai dengan banyaknya permintaan (apart from chilling or reheating).
Kendaraan catering terbuat dengan lifting system, platform and an electro-hydraulic control mechanism. Kendaraan dapat mengangkat dan menurunkan, peron dapat menggerakkan ke depan pesawat.

BELT LOADERS
Belt loader adalah kendaraan yang menyediakan moveable belts untuk loading dan unloading baggage dan cargo. Sebuah belt loader digerakkan untuk membuka ruang di bawah pesawat, dikenal sebagai bin atau pit. Belt loader banyak digunakan pesawat kecil yang tidak dapat menggunakan container. Baggage tersimpan tanpa container melainkan dengan bulk loading.

PASSENGER BOARDING STAIRS
Passenger boarding stairs

Passenger boarding stairs terkadang disebut tangga udara, digunakan untuk mengangkut penumpang dari darat ke kabin pesawat. Semenjak banyak pesawat yang memiliki pintu pesawat yang tinggi dari darat, tangga membantu penumpang naik dan turun dengan aman serta efisien. Ada beberapa tangga yang seperti eskalator sehingga mempermudah penumpang, ada juga tangga yang biasa saja. Banyak tangga yang dapat menyesuaikan ketinggian tangga dengan ketinggian pesawat.

PUSHBACK TUGS AND TRACTORS

Taxing in/pushing back
Pushback tugs banyak digunakan untuk menarik pesawat dari runway menuju apron, begitu juga sebaliknya. Tugs ini sangat bertenaga karena memiliki mesin yang besar. Pushback tug juga bisa mendorong pesawat dalam beberapa situasi, seperti mendorong ke hangar. Ukuran tugs disesuaikan dengan ukuran pesawat. Beberapa tugs menggunakan tow-bar sebagai penghunbung antara pesawat dengan tug itu sendiri. Selama menarik tugs menggunakan gear secara perlahan agar mempermudah

DE / ANTI-ICING VEHICLES
A de/anti-icing vehicle

Prosedur dari de/ anti icing, melindungi pesawat dari kebekuan akibat tertutup salju, dengan menggunakan kendaraan khusus yang memiliki tangan-tangan, seperti sebuah cherry picker untuk mempermudah akses masuk ke pesawat. Sebuah selang penyempot khusus mencairkan ice pada pesawat, juga mencegah penumpukkan salju selama berada di darat.

Prosedur pemeriksaan keamanan di bandara


NAMA : GALIH ARDI W

NIM      :223109020

KELAS : D3 MTU

TUGAS : GH 3

 

Prosedur pemeriksaan keamanan di bandara

 

  • Setiap orang ,barang kendaraan yang memasuki sisi udara wajib melalui  pemeriksaan keamanan

 

  • Personil /awak pesawat udara , penumpang , bagasi cargo dan pos yang diangkut dengan peawat udara wajib melalui pemeriksaan keamanan

 

  • Pemeriksaan keamanan dapat dilakukan  dengan atau tanpa menggunakan alat  Bantu

 

  • Terhadap bagasi dan penumpang yang batal berangkat dan atau bagasi yang tidak bersama dengan pemiliknya, wajib dilakukan pemeriksaan keamanan ulanguntuk dapat diangkut dengan pesawat udara

 

  • Kargo dan pos yang belum dapat diangkut  oleh peswat udara disimpan ditempat khusus  yang disediakan oleh bandara

 

  • Tempat penyimpanan kargo dan pos harus aman dari gangguan yang membahayakan keamanan  dan keselamatan penerbangan

 

  • Kantong diplomatik yang bersegel diplomatik , tidak boleh dibuka .

 

  •  Dalam hal terdapat  dugaan yang kuat kantong diplomatik dapat membahayakan keamanan  dan keselamatan penerbangan , perusahaan angkutan udara dapat menolak untuk mengangkut kantong diplomatik

 

  • Bahan dan barang berbahaya yangakan diangkut dengan pesawat uadara wajib memenuhi ketentuan pengangkutan  bahan atau barang berbahaya

 

  • Perusahaan angkutan udara wajib memberitahukan kepada kapten , penerbangan bila mana terdapat bahan atau barang berbahaya yang diangkut dengan pesawat udara .

 

  • Bahan atau barang berbahaya yang belum dapat diangkut , disimpan pada tempat penyimpanan ysng disediakan khusus untuk penyimpanan barang berbahaya

 

  • Apabila pada waktu penempatan  di pesawat udara terjadi kerusakan pada kemasan , label atau marka , maka barang berbahaya dimaksud harus diturunkan  dari pesawat udara

 

  • Agent pengangkut , harus melakukan pemeriksaan , pengemasan, pelabelan dan penyimpanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 

  • Penumpang pesawat udara yang membawa senjata, wajib melaporkan dan menyerahkan nya kepada perusahaan angkutan udara

 

  • Senjata yang diterima oleh perusahaan  angkutan udara untuk diangkut, disimpan pada tempat tertentu di pesawat udara  yang tidak dapat dijangkau oleh penumpang

 

  • Perusahaan angkuatan udara bertanggung jawab atas  keamanan senjata yang diterima sampai dengan diserahkan kepada pemiliknya di Bandar udara tujuan

 

  • Penyelenggara Bandar udara atau perusahaan angkutan udara wajib melaporkan kepada  kepolisian  dalam hal mengetahui adanya barang tidak dikenal yang patut dapat diduga dapat membahayakan  keamanan dan keselamatan penerbangan

 

Tips membawa bayi ke pesawat dalam penerbangan


Nama     : Rifky

Nim         : 223109030

Tugas      : 3

 

1. Check in lebih awal untuk mendapat kursi yang ideal. Pada waktu check in tidak perlu bilang kalau membawa bayi, karena status tiket sudah infant. Maka jika naik airline yang menyediakan baby bassinet akan di tempatkan di baris paling depan. Jika anda ditempatkan di kursi lain karena kesalahan di check in counter, jangan sungkan2  untuk minta dipindahkan ke tempat dengan baby bassinet pada awak kabin (karena biasanya orang Indonesia agak nrimo). Kecuali kalau jumlah bayi melebihi jumlah baby bassinet di pesawat.

2. Hubungi maskapai penerbangan anda, pesan baby meal sebelumnya (mungkin butuh waktu 24 jam atau lebih untuk pesanan special meal). Pada kebanyakan maskapai internasional baby meal ini gratis, tanyakan apakah anda harus membayar untuk baby meal ini. Biasanya akan disediakan baby meal seperti merek Gerber yang ada di supermarket, tapi jangan lupa periksa untuk umur berapa di kemasan makanan tersebut karena mereka menyediakan baby meal tanpa ada kriteria umur (kriteria infant sampai dengan 2 tahun). Tapi kadang2 katering lupa memasukkannya biarpun kita sudah pesan, atau rasanya tidak disukai bayi anda, jadi siapkan makanan bayi anda, kalau bisa jangan yang berbentuk cair.

3. Kalau bayi anda perlu makanan khusus dalam bentuk cair, anda harus menempatkannya di tempat yang berukuran maks. 100ml. Kalau tidak bisa maka anda harus berurusan dengan security bandara dan menerangkan makanan tersebut. Bahkan harus membuka dan mencobanya di tempat.  Susu bayi bubuk sangat praktis, karena anda bisa minta air hangat di pesawat.

4.  Pada waktu lepas landas dan mendarat, untuk bayi +/- 3 bulan, anda diharuskan menggendongnya karena tidak mendapat kursi sendiri, jangan lupa minta sabuk pengaman bayi/infant seat belt untuk bayi anda. Baby bassinet akan dipasang setelah take off dan di lepas sebelum landing.

5. Di baby bassinet, bayi anda dapat tidur di depan anda, jangan lupa pakaikan sabuk pengaman karena turbulence bisa dan pernah melempar penumpang dewasa/awak kabin sampai ke langit-langit. Jika terjadi guncangan atau cuaca buruk, ambil bayi anda dan kenakan sabuk pengaman bagi anda sendiri dan bayi anda.

6.  Di toilet juga ada meja lipat untuk mengganti popok atau membersihkan bayi anda. Kalau bingung toilet mana yang ada mejanya, tanya saja pada awak kabin, toilet with baby table.

7. Pada waktu lepas landas sampai ketinggian jelajah, dan pada waktu turun, susui, atau beri minuman di botol untuk menghindari sakit di telinga.

8. Konsultasi dokter sebelum terbang jika anak anda pilek, karena bisa menyumbat telinga dan hidung. Mungkin dokter mengijinkan terbang dengan diberi obat tetes hidung. Jika dokter khawatir, sebaiknya tunda penerbangan anda.

9. Jika terjadi dekompresi, (kabin pesawat kehilangan tekanan) pakai masker oksigen anda sebelum memakaikannya pada bayi anda. Jika anda memakaikan topeng oksigen ini pada anak anda sebelum anda sendiri memakainya, dikhawatirkan anda akan jatuh pingsan sebelumnya, atau bahkan sebelum anda selesai menolong anak anda memakai topeng oksigen.

10. Siapkan pakaian yang menutup seluruh badan bayi agar tetap hangat, karena suhu dipesawat antara 20-24 derajat C.

11. Beri minum/susu juga makanan sesering mungkin untuk menghindari dehidrasi karena udara di kabin sangat kering. Biasanya bayi yang kenyang tidak akan rewel di penerbangan. Resikonya bayi akan sering ngompol.

12. Jangan lupa bawa cukup popok/diaper (pampers), karena di pesawat tidak disediakan. Mungkin bisa bawa agak lebih banyak dari biasanya untuk mengantisipasi delay.
 
13. Biasanya baby stroller/kereta dorong bayi, bisa dipakai sampai di ruang tunggu. Lalu sebelum masuk pesawat akan mereka masukkan di bagasi. Kalau baby bag/strider mungkin bisa dibawa tapi juga akan dimasukkan di bagasi oleh petugas pada saat kita meninggalkan ruang tunggu, karena tidak bisa/ tidak boleh dibawa ke kabin, terlalu besar.

Lengah sedikit…, berakibat Fatal ?!


Nama : Stephanie

Nim    : 2231.09.051

Kelas  : D-III MTU A’09

Tugas : GH – 3

Dalam artikel kali ini, saya akan membahas mengenai kesalahan yang sering terjadi dalam kasus penerbangan di bandara (ground). Contoh kasus seperti pada kesalahan penulisan dalam nama penumpang serta pesawat yang bersenggolan pada saat di dorong oleh alat push back yang sedang bersiap untuk berangkat dengan pesawat yang berada di area parkir pesawat.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ini dikarenakan kelalaian manusia itu sendiri yang kurang teliti dan tanggap terhadap suatu informasi yang di dapat, dan kurangnya komunikasi yang jelas antar customer dan petugas.

Apa akibatnya? Dalam kasus kesalahan dalam penulisan di tiket, jika salah menulis satu kata saja atau beda huruf, khususnya pada penerbangan luar negri maka akan berakibat fatal karena dapat mengganggu kelancaran aktivitas pada saat pengecekan tiket maupun pada saat “checked-in”  dan kita juga bisa dapat dikenakan  biaya (charge) untuk penggantian namanya (revisi) yang biayanya cukup lumayan besar. Sedangkan, dalam kasus persenggolan antar pesawat yang tidak terduga, dapat mengakibatkan kerusakan terhadap kedua pesawat tersebut. Contoh kasus pada pesawat Boeing 737-300 Kalstar Aviation PK-KSN di Stand R-41 terminal 1C menyenggol pesawat MD-80 milik Wings Air (grup Lion Air) PK-WIY, sehingga mengakibatkan pesawat Kalstar Aviation mengalami kerusakan serius pada bagian rudder, sedangkan Wings Air rusak dibagian elevatornya.

Ini menunjukkan bahwa kesalahan yang sangat kecil pun bisa menimbulkan masalah yang besar dan dapat merugikan serta menimbulkan kesulitan kepada orang banyak.

Oleh karena itu, dalam bertugas sangat diperlukan ketelitian dan kerja yang optimal serta yang paling penting adalah komunikasi dan informasi yang jelas sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti keadaan yang telah dijelaskan diatas.


Nama   : Putri Puji Utami

NIM    : 223109032

Kelas   : D-III MTU A

Tugas   : III

Definisi Dan Klasifikasi Cargo

Cargo adalah semua barang yang dikirim melalui darat, laut maupun udara yang biasanya untuk di perdagangkan, baik antar wilayah/kota di dalam negeri maupun antar negara, yang biasa disebut dengan istilah ekspor-impor.

Di dalam pengiriman cargo terdapat beberapa pihak yang terkait, misalnya :

  • Pengirim (shipper)
  • Penerima (consignee)
  • Pengangkut (carrier)

Klasifikasi Cargo

Berdasarkan penanganannya cargo di bagi menjadi dua bagian, yaitu :

  • General Cargo

Adalah barang-barang kiriman yang tidak memerlukan penanganan khusus dalam pengirimannya. Contohnya : peralatan kantor, peralatan olahraga, pakaian dll.

  • Special Cargo

Adalah barang-barang kiriman yang memerlukan penanganan  khusus dalam pengirimannya.

Contohnya :

-          Valuable Goods, yaitu barang-barang berharga dan mengandung unsur kimia.

Contoh : logam mulia, perhiasan dll.

-          Perishable Goods, yaitu barang-barang yang peka waktu.

Contoh : buah-buahan, sayur-sayuran, daging dll.

-          Living Human Organ, yaitu kargo yang berupa organ tubuh manusia yang di gunakan untuk transplantasi dll.

-          Live Animals, yaitu kargo yang berupa binatang hidup seperti sapi, ayam, kucing dll.

-          Heavy Cargo, yaitu kargo yang berat per kolinya lebih dari 150kg. Misalnya, besi baja, mesin dll.

-          Frozen Cargo, yaitu berupa benda yang di bekukan. Misalnya, ice cream.

-          Human remains, yaitu pengankutan jenazah melalui udara, baik dalam bentuk jenazah utuh sudah dikremasi/abu, dibalsem atau tidak dibalsem.

PELAYANAN KETERLAMBATAN PESAWAT


Nama               : Novi Puji Rahayu

Kelas               : D3-MTU A

NIM                : 223109038

Dalam dunia penerbangan seringkali terdapat permasalahan-permasalahan yang timbul, baik internal maupun eksternal yang menyangkut keamanan dan keselamatan penumpang dan bagasi dibawa, cargo dan pos.

Salah satu masalah yang seringkali terjadi yaitu adanya DELAY (Keterlambatan

Pesawat). Malsalah ini disebabkan karena banyak faktor yang mengakibatkan penumpang merasa dirugikan. Penyebab terjadi keterlambatan pesawat ini terdiri dari beberapa faktor, seperti : adanya faktor cuaca buruk (hujan lebat, petir, badai, kabut asap, angin puyuh yang menyebabkan penerbangan terganggu), adanya faktor teknis operasional(misalnya: bandara keberangkatan dan tujuan tidak dapat digunakan untuk operasional pesawat udara, landasan pacu atau lingkungan menuju bandara terganggu dikarenakan banjir, retak, atau kebakaran, keterlambatan pengisian bahan bakar, terjadinya antrean pesawat udara untuk lepas landas, mendarat yang menyebabkan pesawat terlambat, dll).

Dari faktor-faktor diatas merupakan faktor atau sebab yang dapat diterima oleh penumpang apabila airkine bisa membuktikan tentang sebab yang terjadi, tetapi pada faktor atau sebab yang tidak bisa diterima oleh penumpang, seperti: keterlambatan crew aircraft, keterlambatan catering, keterlambatan penanganan didarat (GH), menunggu penumpang check-in/transfer/transit, ketidaksiapan pesawat udara, dll.

Dari semua faktor-faktor diatas baik dengan alasan yang diterima maupun alasan yang tidak bisa diterima oleh penumpang, pihak pengangkut akan tetap bertanggung jawab atas kerugian yang dialami penumpang atas keterlambatan ini.

Pihak pengangkut (airlines) bekerja sama dengan petugas pelayanan didarat untuk bertanggung jawab atas keterlambatan pesawat. Tanggung jawab tersebut meliputi:

-          Apabila terlambat 30 menit, maka petugas gate dan petugas airlines memberikan kompensasi kepada penumpang berupa makanan ringan/minuman.

-          Apabila terlambat 1 jam, maka petugas gate dan petugas airlines memberikan kompensasi berupa makan siang/makan malam.

-          Apabila terlambat lebih dari 2 jam, petugas gate akan berkoordinasi dengan pihak airlines dengan memindahkan penumpang kepenerbangan alternative dan apabila penumpang tidak mau dipindahkan, maka diberikan refund ticket (pengembalian tiket dan tiket diuangkan kembali).

Dari masing-masing jenis tanggung jawab tersebut disimpulkan bahwa setiap perusahaan harus memiliki tanggung jawab atas resiko terhadap permasalahan apa pun yang terjadi dan harus semaksimal mungkin tanggung jawab tersebut dilaksanakan agar tidak ada pihak yang dirugikan.

2012 Pemindahan Terminal Bandara Ahmad Yani Selesai


Nama : Mevi Meliyani

Nim : 223109061

Kelas : D.MTU – A

Pada tahun 2012 terminal penumpang Bandara Ahmad Yani Semarang ditargetkan selesai. Tujuan dipindahkannya terminal penumpang ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan bandara. Selama ini yang menghambat pelayanan bandara adalah karena luas terminal yang terbatas dan tidak bisa menampung penumpang lebih banyak. Rencana nya terminal penumpang akan dipindahkan ke bagian utara runway. Pemindahan ini menjadikan terminal penumpang lebih luas dan runway dapat diperpanjang lagi.

Melalui PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), Pemerintah Jawa Tengah memberikan dana sebesar Rp 58 miliar untuk proses pemindahan terminal bandara. Sebelum nya Pemerintah pusat juga telah memberikan dana sebesar Rp 29 miliar, dana ini pertama ini digunakan untuk proses pengurukan lahan, pembuatan gorong-gorong, dan pemasangan lampu. Kemudian proses selanjutnya adalah menunggu adanya kesepakatan kerja sama antara PT SPJT dan PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani. PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani juga  sedang melengkapi bandara dengan radar dan pengatur navigasi penerbangan, yang nantinya untuk membantu petugas mengatur kecepatan dan ketinggian pesawat yang akan mendarat.

POST FLIGHT SERVICES


NAMA            : LINDA APRILLIA LATUHIHIN

NIM                : 223109058

JURUSAN      : D3.MTU.A

TUGAS`         : GH Ke-3

 

 

POST FLIGHT SERVICES

Dalam kegiatan Ground Handling, setelah pesawat telah melandas / Landing, pelayanan yang akan diberikan disebut dengan Post Flight Services. Dalam Post Flight Services, petugas ground handling akan mengerahkan para penumpang untuk melakukan beberapa prosedur sebelum penumpang meninggalkan bandara tujuan.

Ada beberapa kegiatan diantaranya adalah pemeriksaan kelengkapan dokumen oleh petugas terhadap para penumpang, misalnya saja saat melakukan perjalanan lintas negara ( International Flight), setelah penumpang turun dari pesawat, maka kelengkapan dokumen akan diperiksa oleh petugas imigrasi di bandara seperti paspor, visa (jika melakukan perjalanan di Eropa, Amerika, dan Australia) dan kemudian menyerahkan data immigrasi penumpang yang wajib diserahkan saat mendarat di negara lain. Pada paspor penumpang, petugas immigrasi di bandara tujuan akan memberikan tanda berupa cap tanggal penumpang itu masuk negara tersebut, begitu pula sebaliknya saat penumpang tersebut pulang atau kembali ke negara asalnya. Langsung ke baggage claim area

Setelah melakukan segala prosedur tersebut, maka penumpang bisa langsung ke baggage claim area utuk mengambil bagasi masing-masing penumpang. Setelah itu penumpang baru boleh meninggalkan bandara dan melakukan aktivitas yang ingin dilakukan.

KEGIATAN APA SIH YANG DI LAKUKAN DI CHECK-IN COUNTER??


NAMA            : CHRISMAWATY.AGUSTINI

NIM                : 223109006

JURUSAN      : D3.MTU.A

TUGAS`         : GH Ke-3

 

KEGIATAN APA SIH YANG DI LAKUKAN DI CHECK-IN COUNTER?

 

                Sesuai dengan prosedur penanganan penumpang di bandara,salah satu hal yang dilakukan penumpang pada pre flight service yaitu pelayanan check-in counter. Check-in merupakan kegiatan pelaporan diri perihal keberangkatannya untuk melakukan sesuatu perjalanan,dan tempatnya disebut dengan check-in counter.

            Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan di check-in counter,yaitu petugas memeriksa tiket dan mencocokannya sesuai data identitas penumpang tersebut,ini dilakukan untuk penumpang domestik sesuai dengan ktp dan sedangkan untuk para penumpang internasional wajib menunjukan paspor dan dokumen-dokumen lainnya.

Setelah melakukan pemeriksaan selesai petugas akan memberikan bording pass kepada para penumpang.jika penumpang membawa bagasi,bagasi tersebut akan ditimbang oleh petugas apabila bagasi beratnya melebihi  batas berat yang telah ditentukan maka penumpang akan dikenakan biaya tambahan ( excess baggage ).setelah itu petugas akan memberikan tag label pada bagasi tersebut dan pada bording pas.apabila ada penumpang spesial maka petugas akan memberikan tag label special request ini pun bisa para penumpang ajukan pada saat di check-in counter.

AIRCRAFT LOADING AND UNLOADING ITU APA SIH?????


Nama          :    DWI FITRIASARI

Nim             :    223109.009

Kelas           :    D.III-MTU/A

Tugas          :    Ground Handling  Ke-3

 

AIRCRAFT LOADING AND UNLOADING ITU APA SIH?????

 

Salah satu yang menjadi kegiatan dari RAMP Services yaitu kegiatan Loding And Unloading. Hal inipun telah tercantum dalam IATA Airport Handling Manual (AHM), 810 Annex A Tahun 2004 pada Section 3 (RAMP Services) yaitu point 3.6. mengenai Loading And Unloading.

Apa sih yang dimaksud dengan Loading And Unloading? Loading And Unloading merupakan kegiatan yang dilakukan di apron area yaitu kegiatan bongkar muat barang (bagasi, kargo dan mail) dari dan ke dalam pesawat.

Kapan kegiatan Loading And Unloading dilakukan? Untuk kegiatan Loading, dilakukan pada saat Pre Flight artinya kegiatan memuat barang (bagasi, kargo dan mail) dilakukan sebelum pesawat melakukan penerbangan oleh petugas-petugas ground handling. Adapun kegiatan Unloading biasanya dilakukan pada saat Post Flight, artinya kegiatan membongkar barang dilakukan setelah pesawat melakukan penerbangan.

Tentunya para petugas dibantu dengan peralatan-peralatan canggih yang sering disebut dengan GSE (Ground Support Equipment), yang merupakan peralatan-peralatan pembantu yang dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan pesawat, salah satunya untuk kegiatan Loading And Unloading ini. Contoh peralatannya yaitu, seperti Belt Conveyor Loader (BCL), Cargo Transporter Loader (CTL), High Lift Loader (HLL), Main Deck Loader (MDL), dan lain-lain.

BREAK DOWN AREA & BUILT UP AREA


RAHMAT WICAKSONO

223109060

DIII MTU A 2009

TUGAS GROUND HANDLING II

 
BREAK DOWN AREA
Break down area adalah tempat kargo dibongkar atau diturunkan dari ULD. Pelaksanaan breakdown adalah sebagai berikut:
1. Petugas mendapatkan break down plan dari petugas acceptance
2. Petugas akan memeriksa kondisi ULD secara saksama sebelum kargo diturunkan.
3. Pada saat kargo dibongkar, petugas akan mencatat :
 -Kondisi ULD
 -Nomor ULD

 -Kondisi segel
 -Nomor MAWB dan jumlahnya per ULD
-Nomor HAWB dan jumlahnya per ULD
-Jenis, warna, dan ciri kemasan
4. Apabila ada special cargo, petugas akan segera mengalokasikannya sesuai dengan jenis kargonya, kecuali ada permintaan sendiri dari pemilik kargo.
5. Apabila ada kargo angkut lanjut, petugas akan segera menyiapkan kargo dan dokumennya untuk diproses lebih lanjut.
6. Petugas menyerahkan hasil breakdown ke petugas storage untuk ditempatkan.
7. Setelah selesai, petugas akan mengirimkan hasil break down ke unit-unit terkait lainnya melalui telex dan atau email.

BUILT UP AREA
Built up yang dahulu disebut make up adalah aktivitas menyusun kargo ke dalam container/ke atas pallet dan atau gerobak agar cargo menjadi layak dan aman untuk dimuat ke dalam compartment pesawat.
Untuk menunjang proses built up diperlukan beberapa peralatan seperti :
1. PCHS
2. ULD
3. Wooden/fiber pallet
4. Strap
5. Slink
6. Cover Vinyl
7. Water absorbent
8. Wrapping
9. Net
10. Spreader
11. Ballast
12. Contour gauge
13. Scale
14. Forklift
15. Rack
16. Scale
17. Cargo Cart

Tata Cara Built Up
1. Petugas menyiapkan serivecable ULD yang tersedia sesuai dengan built up plan yang telah dibuat dan jenis pesawat yang akan mengangkut kargo tersebut.
2. Petugas memeriksa kargo storage area, untuk memastikan bahwa cargo telah ada di storage dan telah mendapatkan persetujuan muat dari bea cukai
3. Setelah semua siap, petugas melapisi dengan alas ULD dengan cover vinyl
4. Tahapan berikutnya adalah menyusun kargo di atas/di dalam ULD sesuai dengan built up plan
5. Setelah proses built up plan selesai, ULD akan ditutup kembali dengan cover vinyl, dan dipasang net
6. Petugas memasang ULD tag dengan mengikuti aturan IATA AHM 331
7. Kargo ditimbang dan hasilnya dilaporkan ke petugas lain yang terkait dengan pelaporan kepada load control.
Masalah yang sering terjadi di dalam penanganan cargoØ inbound yaitu :
a. Missing Cargo (MSCA)
Merupakan suatu kondisi dimana jumlah kargo yang tiba di bandara tujuan kurang dari data yang terdapat di manifest cargo.
b. Missing Airwaybill (MSAW)
Merupakan suatu kondisi dimana dokumen master airwaybill tidak tiba di bandara tujuan, akan tetapi kargonya sampai di bandara tujuan.
c. Missing Mail Baggage (MSMB)
Merupakan suatu kondisi dimana jumlah pos yang datang jumlahnya tidak sesuai dengan aslinya.
d. Damage Cargo (DMCA)
Merupakan kerusakan kargo.
e. Found Cargo (FDCA)
Merupakan suatu kondisi dimana kargo ditemukan di bandara tujuan dan diterima oleh petugas di lapangan, akan tetapi kargo tersebut tidak tercantum di dalam manifest cargo.
f. Over Carriage
Merupakan kargo yang salah pengirimannya.
g. Surplus
Merupakan suatu kondisi dimana jumlah kargo yang tiba di bandara tujuan jumlahnya melebihi dengan jumlah yang terdapat di dalam manifest cargo

Bagasi Bermasalah


Muhammad Ichsanudin

223109008 / dIII MTU A

tugas 2

Pemberlakuan
pembatasan bagasi dan barang bawaan pada moda transportasi udara
merupakan hal yang lumrah dan memang harus dilakukan karena pesawat yang
kelebihan beban akan menimbulkan resiko bahaya, oleh karena itu
permasalahan sering terjadi dalama kategori penanganan dan barang bawaan
(bagasi) baik itu over sized atau over weight.

Proses penanganan
bagasi over weight diketahui selama proses check in, dalam proses itu
penumpang wajib membayar kelebihan bagasinya sesuai dengan tarif yang
telah ditentukan airlines yang bersangkutan, petugas check in harus
menulis perhitungan jumlah berat bagasi yang harus dibayar dan
menyerahkan ke penumpang, setelah penumpang membayar EBT (excess baggage transfer), proses check in dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku.

Sedangkan Cabin baggage
adalah barang bawaan penumpang yang dibawa ke dalam cabin pesawat,
biasanya berisi keperluan pribadi selama penerbangan dan diberi label
tersendiri.

Persyaratan yang dikenanakan biasanya sebagai berikut :

  • Berat maksimal 5 kilogram.
  • Ukuran maksimal dengan panjang 45cm, lebar 35cm dan tebal 17cm.
  • Jumlah yang diperkenankan untuk dibawa hanya 1 potong untuk setiap penumpang.
  • Penanganan oversize cabin baggage pada saat check in maka petugas harus meminta penumpang untuk memasukannya sebagai bagasi tercatat.

Setiap
penumpang mendapat jatah bagasi yang berbeda, untuk kelas ekonomi yaitu
20kg, 30kg untuk kelas bisnis,dan 40kg untuk first class, untuk
menghindari kelebihan bagasi diharapkan penumpang membatasi bawaannya
hanya untuk barang yang penting saja.

PENTINGNYA KEGIATAN WEIGHT AND BALANCE DENGAN PENERBANGAN


NAMA           : YUNITA EKASARI

NIM                : 2231.09.046

KELAS          : DIII MTU.A

TUGAS II

Di dalam dunia penerbangan perhitungan weight and balance pada pesawat yang dilakukan secara akurat sesuai standar yang telah ditetapkan, merupakan suatu pelaksanaan kegiatan ground yang menjadi pembahasan paling utama / prioritas utama terhadap keamanan pesawat dan keselamatan penumpang selama dalam melakukan penerbangan.

Seorang FOO ( flight operation officer ) harus terlebih dahulu mengetahui kondisi dari pesawat tersebut, antara lain berat maksimum dari kemampuan pesawat dalam mengangkut serta keakuratannya terhadap C of G ( centre of gravity ) pada pesawat.

Dalam pembahasan ini akan dibahas mengenai tujuan dari perhitungan weight and balance tersebut. Weight and balance merupakan hal yang sangat serius untuk diperhatikan oleh semua pilot serta semua orang-orang yang bertanggung jawab dan terlibat dalam ground operation dalam suatu operasi penerbangan. Tujuan dari perhitungan weight and balance tersebut adalah :

  • Menetapkan weight and balance pesawat dalam batas-batas yang telah ditentukan;
  • Menyatakan keakuratan weight and balance pada saat take-off.

Pada dasarnya agar penerbangan dapat berjalan dengan lancar di perlukan adanya saling kerjasama antar semua pihak yang terkait dalam airlines tersebut, di samping itu pula tanggung jawab dari masing-masing pribadi amatlah sangat diperlukan, apalagi jika sudah menyangkut masalah tentang keamanan serta keselamatan dari penumpangnya tersebut. Tidak sedikit orang memanfaatkan bisnis serta persaingan yang ketat antar perusahaan lain yang menjadikan kurangnya perhatian terhadap keamanan serta keselamatan dari penumpang.