dokumen perjalanan


Nama : Aida fitriyani

Kelas : D III-MTU

Nim   : 223109062

Tugas : 5

 

DOKUMEN PERJALANAN

 

Setiap orang yang ingin melakukan perjalanan kesebuah Negara, hendaklah dilengkapi dengan berbagai dokumen-dokumen perjalanan untuk suatu kelengkapan prosedur yang di butuhkan dalam penerbangan. Baik yang akan keluar negri maupun dalam negri. untuk itu setiap orang yang hendak bepergian sebaik nya harus melengkapi dokumen-dokumen pribadi yang nanti nya akan sangat penting untuk digunakan.

Ada beberapa dokumen perjalanan yaitu :

  • Paspor merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah yang digunakan untuk surat perjalanan yang berfungsi meninggalkan  dan memasuki kembali suatu Negara yang bersangkutan.
  • Visa merupakan surat keterangan bahwa pemilik visa diperbolehkan memasuki atau memasuki kembali suatu Negara yang memeberikan izin visa tersebut.
  • Fiscal merupakan bukti bahwa telah membayar pajak pada saat sebelum meninggalkan Negara yang berdomisili.

Untuk itu seseorang yang telah memiliki beberapa dokumen perjalanan tersebut sebaik nya sebelum akan bepergian lebih baik mengecek dahulu dokumen perjalanan masih berlaku atau tidak. Sebab masa berlaku paspor adalah 5 tahun sedangkan untuk visa adalah 30 hari.

Infrastruktur Bandara Perlu Penataan


NAMA     : Marita Widiasri

NIM          : 223109068

KELAS      : D.III MTU – A

Perbaikan infrastruktur bandara sudah sangat mendesak untuk segera dilakukan perbaikan. Karena jumlah penumpang angkutan udara semakin meningkat, maskapai terus menambah jumlah pesawat untuk persiapan pemberlakuan kebijakan ASEAN open sky 2015. Maskapai penerbangan Indonesia menilai infrastruktur seluruh bandara di Indonesia masih belum memadai. Bahkan, perlu segera dilakukan perbaikan. Juga termasuk intra moda dari bandara dan ke bandara maupun bandara ke kota masih sangat minim. Kita ketahui bahwa keadaan intra moda yang kurang memadai

Saat ini  kondisi  prasarana yang ada seperti landasan pacu dan fasilitas umum di Bandara se Indonesia kurang mendukung seiring perkembangan industri penerbangan, yang mengalami pertumbuhan pesat. Kondisi yang ada sekarang kurang siap dengan perkembangan penerbangan yang ada. banyaknya keluhan dari penumpang yang melakukan perjalanan malam hari namun terkendala transportasi dari bandara ke kota seperti bus kota, taksi yang terbatas.

Selain itu, lonjakan penumpang cukup membuat crowded suasana di Bandara. Penumpang harus berdesak-desakan dan kondisi ini jelas tidak nyaman dan aman. Karena itu, masalah sarana dan prasana harus mendapat perhatian untuk perbaikan. begitu juga dengan peningkatan pelayanan operator penerbangan masih terkendala infrastruktur bandara yang belum memadai. Juga masih banyak yang perlu diperbaiki, agar pelayanan penerbangan semakin lebih bagus dan profesional lagi.

Perbaikan Bandara Juanda


NAMA     : Mevi Meliyani

NIM          : 223109061

KELAS      : D.III MTU – A

Terminal lama dan apron selatan bandara Juanda dimanfaatkan kembali oleh Angkasa Pura. Untuk memperbaiki bandara ini, Angkasa Pura bekerjasama dengan TNI AL . Terminal lama itu akan diubah menjadi terminal II Juanda dan akan dimanfaatkan oleh Garuda secara khusus. Terminal II juga ditujukan untuk penerbangan Internasional. Jadi bandara Juanda memiliki dua terminal. Dalam kerjasama ini dilakukan penandatanganan antara Tommy dengan KSAL Laksamana TNI Soeparno, dan disaksikan oleh Menteri BUMN, Mustafa Abubakar. Pemanfaatan terminal lama dan apron selatan berada di luas lahan sebesar 35 ribu m2.

Diharapkan terminal baru dapat menampung 4 juta penumpang per tahun. Sementara itu, apron terminal II Juanda dapat menampung 14 pesawat sekelas Boeing 737. Pembangunan terminal II mengeluarkan biaya sebesar Rp 400 miliar. Dengan dibangunnya terminal II, akan menjadi langkah untuk menyelesaikan permasalahan atas kurangnya kapasitas di terminal I Juanda. Yang  dapat menampung 6,5 juta penumpang per tahun. Sementara hingga saat ini, jumlah rata-rata penumpang sudah mencapai 11,139 juta per tahun, dengan tingkat pertumbuhan penumpang 8% dalam 5 tahun terakhir.

Empat Bandara di Indonesia akan beroperasi selama 24 jam.


Nama                         : Novi Puji Rahayu

NIM                            : 223109038

Kelas/Jurusan    : D3-MTU A’09

Tugas                        : GROUND HANDLING II (Tugas ke-5)

 

PT.Angkasa Pura II sedang mempersiapkan lagi 4 bandara internasional di Indonesia bagian barat yang beroperasi selama 24 jam. Direktur utama PT.Angkasa Pura II mengatakan bahwa pelaksanaan operasi selama 24 jam ini untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Selama ini, bandara di lingkungan Angkasa Pura II baru hanya bandara Soekarno Hatta di Cengkareng dan bandara Polonia di Medan yang beroperasi 24 jam.

Keempat bandara tersebut adalah Bandara Internasional Minangkabau di Sumatra Barat, Bandara Sultan Badarudin II Palembang, Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, dan Bandara Supadio Pontianak.

Pengoperasian penambahan jam operasi tersebut sejalan dengan meningkatnya arus penumpang dan kargo udara sehingga penambahan jam operasi menjadi sebuah keharusan. Selama ini memang banyak keluhan dari pengguna jasa karena banyak bandara di Indonesia yang hanya buka sampai pukul 20.00-21.00. Akibatnya, banyak penumpang dari Jakarta atau sejumlah kota lainnya tidak bisa melanjutkan penerbangan ke kota tujuan.

Dalam rencana penambahan pengoperasian tersebut, terdapat kendala-kendala yang dihadapi yaitu kekurangan tenaga kerja yang mengatur lalu lintas udara. Dalam data Angkasa Pura II saat ini ada 600 orang tenaga ATC di seluruh bandara Angkasa Pura II, sedangkan jumlah ideal tenaga ATC butuh 172 orang lagi. Jumlah itulah uang akan menjadi syarat untuk melakukan penambahan jam operasi dan juga melalui kerjasama dengan Badan Pengembangan SDM Perhubungan.

Oleh karena itu, penambahan jam operasi bandara itu akan dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan kemampuan dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Dan diharapkan mulai semester tahu 2012 ada 6 bandara di bawah Angkasa Pura II yang sudah bisa beroperasi selama 24 jam guna untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dan juga dapat mengembangkan industri  pelayanan jasa di Indonesia.

PELAYANAN SAM RATULANGI AIRPORT TUNDA KEBERANGKATAN, DINILAI TIDAK PROFESIONAL


Nama               : Novi Puji Rahayu

Kelas               : D3-MTU A’09

NIM                : 223109038

Tugas               : GROUND HANDLING 2 (Tugas ke-4)

Disini dijelaskan pelayanan terhadap penumpang yang tidak maksimal dan merugikan banyak penumpang, diakibatkan keberangkatan pesawat pada pagi hari tertunda. Masalah ini disebabkan pelayanan diloket airpotex yang tidak beraturan, akibatnya penumpang harus mengantri dengan penuh sesak. Banyak penumpang yang melakukan antrian untuk membayar pajak untuk melakukan penerbangan hari ini, sedangkan loket penuh sesak. Hal ini yang menyebabkan penerbangan yang dijadwalkan tertunda.

Para penumpang pun banyak yang mengeluh karena tertundanya keberangkatan ini. Kebanyakan dari penumpang yang melakukan penerbangan pagi telah memiliki jadwal kegiatan pada jam yang sudah diperkirakan untuk tiba ditempat tujuan.

Dari permasalahan diatas, disimpulkan bahwa manajemen bandara harus bisa mengatur dan melayani apa saja yang menjadi kebutuhan penumpang pada saat sebelum penerbangan dan harus semaksimal mungkin dalam pelayanannya. Ketidakteraturan ini harus sesegera mungkin diperbaiki manajemennya,terutama manajemen waktu yang efektif  dalam proses pelayanan sebelum keberangkatan agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Kerangka kerja operasi darat perusahaan penerbangan


Nama               :  Novi puji rahayu

Kelas               :  D3-MTU A

NIM                :  223109038

Tugas               :  GROUND HANDLING II (Tugas 1)

Ground Handling merupakan  suatu aktivitas atau kegiatan operasi darat yang mendukung perusahaan penerbangan dalam melancarkan perjalanan penumpang, cargo, maupun pos.  Pada umumnya perusahaan penerbangan tidak bisa bekerja sendri, harus memerlukan pihak ke tiga yaitu perusahaan yang menangani kegiatan operasional didarat ( Ground Handilng ) seperti PT.JAS dan PT. GAPURA ANGKASA.

Secara singkat kegiatan yang dilakukan Ground Handling yaitu hanya mencakup 3 kegiatan, seperti : diterminal area, cargo area dan apron area. Pada terminal area dimana para petugas dituntut untuk melayani penumpang dan bagasi yang dibawa sebaik mungkin sampai penumpang  naik ke dalam pesawat, seperti : mulai dari penumpang check-in dengan membawa tiket dan bagasi, lalu bagasi ditimbang sesuai dengan berat yang telah ditentukan dan petugas memberikan boarding pass kepada penumpang dan penumpang diwajibkan membayar airpotex. Setelah itu penumpang diberitahu  untuk menuju boarding gate untuk menunggu keberangkatan. Kemudian penumpang menuju ke pesawat melalui garbarata atau bus apron dan petugas memotong baggage claim tag penumpang sebelum masuk ke pesawat. Setelah sampai tujuan, penumpang turun dari pesawat dan menunggu proses pengambilan bagasi, penumpang harus menyerahkan nomor dari lebel bagasi yang dibawa.

Pada cargo area dimana petugas harus meneliti dengan sebaik mungkin pada cargo tersebut. Petugas harus mengetahui identitas cargo tersebut terlebih dahulu sebelum cargo di angkut ke dalam  pesawat dan petugas harus menimbang ulang cargo tersebut apakah sesuai atau tidak dengan identitas asal cargo tersebut. Secara umum proses yang dilakukan dalam pemeriksaan cargo secara fisik yaitu mulai dari pemeriksaan dokumen secara lengkap, menimbang cargo dengan jelas dan teliti, mengeluarkan BTB, dan memastikan apakah cargo tersebut layak diangkut atau tidak dari pihak bea dan cukai.

Pada apron area dimana jenis kegiatan ini seperti: pesawat parkir dimana roda pesawat diganjal (block-on)  pada saat setelah landing dan roda pesawat dilepas (block-off)  pada saat melakukan take-off, menaikkan dan menurunkan penumpang serta bagasi dan cargo, proses catering ke dalam pesawat, supply bahan bakar pesawat sebelum pesawat take-off, adanya bus apron untuk membawa penumpang dari boarding gate ke pesawat apabila tidak ada garbarata, memberikan apa yang dibutuhkan pilot, supply AC kedalam pesawat, memeriksa mesin pesawat sebelum take-off,  dll.

PROSEDUR DALAM PELAYANAN PENUMPANG TRANSIT/TRANSFER


NAMA            : Novi Puji Rahayu

KELAS           : DIII-MTU A

NIM                : 223109038

TUGAS           : GROUND HANDLING II ( Tugas-2)

Di dalam perusahaan operasi darat perusahaan penerbangan ( Ground Handling ), terdapat berbagai macam pelayanan-pelayanan yang diberikan kepada penumpang beserta bagasi yang di bawa oleh penumpang. Salah satu pelayanan yang diberikan oleh perusahaan ground handling tersebut kepada penumpang yaitu pelayanan penumpang pada saat transit atau transfer di suatu Bandar udara.

Prosedur dalam pelayanan ini yaitu mulai dari petugas dimana harus siap ditempat transfer desk 10 menit sebelum estimate time arrival, petugas pelayanan transit harus menyiapkan kartu transfer/transit, petugas harus memberikan kualitas pelayanan yang cepat, akurat, dan empati, sarana dan prasarana kerja harus dalam kondisi lengkap,terawatt, dan siap pakai serta lingkungan kerja harus dalam kondisi rapi dan bersih demi menjaga penampilan/performance dari setiap masing-masing petugas yang diberikan kepada penumpang secara maksimal.

Aktivitas yang harus dikerjakan petugas dalam melayani penumpang transit harus dilakukan sebaik mungkin demi terciptanya keamanan dan keselamatan penumpang. Aktivitas ini meliputi : dimana petugas harus siap di pintu kedatangan atau pintu gate 20 menit sebelum start time arrival (STA), lalu petugas security mengarahkan penumpang menuju counter transit, lalu petugas transit menyambut penumpang dan meminta  tiket serta boarding pass, selanjutnya petugas transit memeriksa nomor seat penumpang yang tertera pada boarding pass kemudian member kartu transit dan mencatat nomor kartu transit pada seat editing for transit kemudian penumpang diarhkan ke ruang tunggu. Seat editing for transit hanya digunakan oleh maskapai penerbangan express air dan trigana air dengan rute transit. Selanjutnya petugas gate  harus siap di depan pintu gate dan mempersilahkan penumpang naik ke pesawat sambil meminta kartu transit dari penumpang dan yang terakhir yaitu petugas transit dan petugas gate harus melakukan final check penumpang transit dengan data load departure message, boarding lounge dan load control, setelah itu baru penumpang dipersilahkan menuju ke pesawat untuk melanjutkan perjalanan kembali.

Dalam prosedur pelayanan transit ini, terdapat 2 pelayanan yaitu pelayanan pada saat penumpang transit tidak ganti pesawat dan penumpang transit ganti pesawat. Dalam pelayanan penumpang transit tidak ganti pesawat, dimana petugas harus mengarahkan penumpang untuk menuju ke ruang tunggu atau penumpang dapat menunggu di dalam pesawat. Sedangkan dalam pelayanan penumpang transit untuk ganti pesawat, dimana petugas harus mengrahkan penumpang ke ruang tunggu, lalu petugas harus aktif dalam memeriksa pesawat untuk mengecek barang penumpang yang tertinggal di pesawat, apabila ada barang yang tertinggal petugas harus menanyakan jenis barang dan nomor tempat duduk kepada penumpang yang transit tersebut atau petugas transit harus berkoordinasi dengan cabin crew pesawat agar dapat segera diketahui identitas dari barang penumpang yang tertinggal tersebut.