Ruangan Relaksasi dan Perawatan di dalam Pesawat


 

EFRA UMARA 224111089

NOVRI HANGORO 224111090

PUTRA ADIPRATAMA 224111268

BAB 1
Pendahuluan

Didalamduniapenerbangansangatlahdituntutakankeselamatandanjugakenyamananbagiparapelangganmaskapaipenerbangan, baiksaat pre­­-Flight maupun post flight. Bagiparapenumpang yang menggunakanjasapenerbanganbiasanyamembutuhkanwaktu yang cukup lama.

Untukmembuatpenumpangsemakinnyamandidalampesawat, banyakpenumpang yang membutuhkanrelaksasi, agar perjalanantidakmelelahkandanmenjenuhkan, dikarenakanjugamayoritaspenumpangjasaangkutanudaraadalahseorangpebisnis yang membutuhkankenyamanandanrelaksasi.

Khususnyauntukpenerbanganjarakjauhsepertipenerbanganinternasionaldanbagiparawanita yang tidaksempatdenganwaktuuntukpergiketempatperawatandanrelaksasi, makapihakair line menyediakanruangrelaksasidengan yang ahlidalamrelaksasidanperawatan.

Makadenganinikelompok kami mengangkagtjudultentang “RuanganRelaksasidanPerawatandidalamPesawat.

Bab II

LandasanTeori

 

Pembahasanpadababinitujuannyalebihkepadapenyajianfasilitasdan service lebihuntukparapenumpangpesawat yang inginmerelaksasikantubuhpadasaatperjalananmenujutempattujuankhususnyaparapenumpangdengantempuhjarakjauh. Disini kami menyajikanfasilitasberupareleksasidanperawatanuntukkenyamananlebihbagiparapenumpangpesawat.

Untukrelaksasinya kami menyediakan service berupa :

–          Pijat

–          Aroma terapi

–          Totok aura danlainnya

 

Untukperawatannya kami menyediakanberupa :

–          Spa

–          Pedicure danmedicure

–          Earcandle

–          Creambathdanlainnya

Demikianpelayanan yang kami sediakandari “refleksidanperawatan” di dalampesawat

Bab III

MetodologiPenelitian

            DalamMetodologiPenelitiansangatlahpentinguntukmelengkapiinformasidan data-data yang akurat, untukmemecahkanmasalahdaripembahasankaryailmiahini, darijudul “RuanganRelaksasidanPerawatandidalamPesawat”.

MetodologiPenelitian yang kami gunakandalamtulisaniniadalahmetodeobservasiyaitumelaluipengamatanlangsungdankuisionerkepadapelanggan-pelanggandanpemilik salon.Denganmelekukanpenelitianini kami mendapatkaninformasidangambaran yang harusdilakukandalammembuat “RuanganRelaksasidanPerawatandidalamPesawat”.

Target responden kami adalahpelanggan-pelanggandanpemilik salon khususnyawanita, kuisioner yang kami buatberisipertanyaan-pertanyaan yang menyangkutrelaksasidanperawatan, sehinggarespondenmengertidanmudahmengisikuisioner yang dibuat.

Penambahan Fasilitas Spa dan Sauna Didalam Pesawat Udara


 

Nama Anggota            :           

Irfan Handi Prabowo              ( 2241.10.041 

David Prihanto                        ( 2241.10.090 )

Mhamdhani                             ( 2241.10.043 )

 BAB I

1.1 Latar belakang masalah

 

Penambahan Fasilitas Spa dan Sauna Didalam Pesawat Udara

 

Saat ini transportasi merupakan salah satu aspek ekonomi yang sangat dinamis. Dalam perkembangannya ekonomi membutuhkan jasa transportasi yang cukup memadai terutama transportasi udara yang dikarenakan seiring pesatnya pembangunan dan pekembangan ekonomi yang di capai bangsa bangsa di dunia, peran transportasi udara semakin di butuhkan, karena beberapa keunggulan yang dimiliki, diantaranya kecepatan, kemampuannya untuk mencapai lokasi yang memiliki jangkauan strategis dan bernilai ekonomi tinggi dalam waktu yang relative singkat.

Dalam kasus ini  membahas tentang Penambahan fasilitas  In-Flight service. In-Flight Service merupakan kegiatan penting dalam kegiatan penerbangan. Kegiatan pelayanan In-Flight merupakan unit pelayanan yang langsung berhubungan dengan penumpang. Adapun peranan dari In-Flight itu sendiri adalah memberikan kenyamanan dan pengalaman penumpang selama berada didalam pesawat udara.

Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk membahas masalah penambahan Fasilitas Spa dan Sauna didalam pesawat udara.

 

1.2  Identifikasi masalah

 

Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi  permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :

                                                                                                                              

  • Kapasitas pengguna fasilitas spa dan sauna di dalam pesawat
  • Siapa saja yang berhak menggunakan fasilitas spa dan sauna didalam pesawat

 

1.3 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut yang menjadi perumusan masalah yang akan di teliti adalah penambahan fasilitas spa dan sauna di dalam pesawat udara.

 

1.4 Tujuan penelitian

Tujuan diadakan penelitian ini adalah:

  • Untuk mengetahui jumlah Kapasitas pengguna fasilitas spa dan sauna di dalam pesawat
  • Untuk mengetahui Siapa saja yang berhak menggunakan fasilitas spa dan sauna didalam pesawat

 

1.5 Manfaat penelitian

  1. a.       Bagi Penulis

Bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan tentang fasilitas spa dan sauna didalam pesawat

 

  1. b.      Bagi Lembaga STMT TRISAKTI

Bermanfaat sebagai bahan penambah referensi untuk dosen dan mahasiswa STMT TRISAKTI jurusan Manajemen Transportasi Udara.

 

 

 

 

 

 

BAB II

2.1 Landasan teori

2.2 Spa dan Sauna

            SPA adalah bahasa modern dari pijat. SPA pada dasarnya pijat dengan siat su ala jepang atau pijat tradisional yang dilakukan para terapis sangat profesional sehingga para pengunjung merasa dimanjakan dan juga dikerjakan sesuai dengan permintaan pengunjung.

http://cewe-spa.blogspot.com/2007/09/definisi-spa.html

 

Ritual spa seperti yang kita kenal sekarang sudah dikenal bangsa Romawi lebih dari 2000 tahun yang lalu. Tahun 25 SM, Raja Agrippa membangun Roman Thermae pertama yang merupakan sebuah spa skala besar pertama yang dikenal peradaban manusia. Thermae dilengkapi dengan pusat hiburan seperti pusat olahraga, restaurant dan berbagai

macam bentuk perawatan tubuh. Pengunjung thermae menjalani rutinitas seperti apa yang kita lakukan saat ini di spa-spa modern, berolahraga, sauna, berendam, pijat dengan minyak rempah, scrubing kemudian diakhiri dengan relaksasi di perpustakaan atau ruang duduk.

 

Sejarah dan Perkembangan Spa, spa adalah perawatan tradisional yang menggunakan air sebagai medianya. Spa berasal Bahasa Latin ‘salus per aquam’ yang artinya sehat melalui air. Ada juga yang menyebutkan bahwa Spa merupakan nama sebuah kota di Belgia yang memiliki pemandian air panas, tempat ini kerap digunakan bangsawan Romawi ketika ingin terapi relaksasi menggunakan air, biasanya dilakukan untuk memanjakan diri setelah perjalanan jauh. Nama spa kemudian berkembang ke seluruh Eropa, dan kini dipakai di seluruh dunia untuk tempat terapi air.

Gaya hidup orang yang tinggal di kota besar biasanya dipadati dengan aktivitas sehingga lebih rentan stres. Stress menjadi persoalan kesehatan yang sering menyerang masyarakat perkotaan. Untuk menghilangkannya dapat dilakukan dengan cara relaksasi. Disinilah spa menjadi salah satu alternatif untuk rileksasi agar pikiran kembali segar. Selain itu, spa juga bermaanfaat untuk mengencangkan, menghaluskan dan memberi nutrisi pada kulit serta melancarkan peredaran darah. Berbagai manfaat yang sesuai dengan gaya hidup metropolitan itu menyebabkan spa semakin tumbuh dan berkembang di kota-kota besar.

Spa seringkali dianggap sebagai tempat perawatan tubuh berupa pijat atau massage. Padahal pengertian spa sebenarnya adalah tempat dimana orang dapat memperoleh perawatan badan, dari ujung rambut sampai ujung kaki sekaligus mengembalikan kesegaran tubuh setelah berada di posisi yang menegangkan. Perawatan spa terdiri dari creambath, facial, manicure-pedicure, lulur, scrub, foot spa, dan body treatment.

Aromatherapy massage merupakan elemen penting dalam memberikan relaksasi. Dengan menggunakan campuran minyak khusus yang juga bermanfaat untuk refreshing, penghangatan, melegakan pernafasan dan penenangan diri. Kini spa merupakan paket lengkap dari aroma dan suasana yang menenangkan, pelayanan ramah serta pemandangan yang menyejukan jiwa.

Tawarkan Konsep Spa Sesungguhnya, Konsep spa telah berkembang menjadi tempat pelayanan perawatan seluruh tubuh yang menawarkan berbagai macam program antara lain perawatan sehabis melahirkan, penurunan berat badan, perawatan pra nikah dan lainnya.

Saunas telah ada selama ribuan tahun dan kini sedang menemukan kembali di seluruh dunia untuk kesehatan dan manfaat sosial. Sauna menggila telah dikalahkan Utara dan Amerika Selatan, Eropa, Asia, dan Afrika. Sauna, mandi uap, dan Turki mandi kadang-kadang digunakan secara bergantian untuk menggambarkan santai dan menguntungkan ini bentuk mandi. Apakah ada perbedaan? Artikel ini akan mendefinisikan dan menggambarkan masing-masing disebutkan di atas bak mandi dan panas.

Sauna adalahbagian integral dari budaya Finlandia dan Swedia. Mereka menghasilkan panas kering antara 70 dan 100 derajat Celcius. Dari waktu ke waktu air dipanaskan dilemparkan pada batu, menghasilkan uap awan tebal dan membuat ruangan terasa panas. Setelah di sauna antara sepuluh dan tiga puluh menit, sebagian besar orang berenang atau mandi air dingin. Pada musim dingin bulan, beberapa orang bahkan berguling di salju.

Kebanyakan rumah di Finlandia dan Swedia memiliki ruang sauna. Di negara-negara itu adalah peristiwa sosial dan dapat mencakupanggota keluarga, teman atau rekan bisnis. Mereka selalu diambil dalam telanjang. Apakah laki-laki dan perempuan mengambil satu bersama-sama tergantung pada usia dan hubungan mereka. Sauna publik biasanya satu-seks.

Swedia sauna telah menjadi populer di Amerika Utara dan sering merupakan bagian dari fasilitas kolam umum. Setiap renang kebijakan menetapkan sendiri pada ketelanjangan. Beberapa renang memiliki periode tertentu untuk single-seks digunakan saat berenang dan telanjang nude sauna diperbolehkan. Di lain waktu mungkin pakaian renangdiperlukan.

Mandi uap

Mandi uap memiliki tingkat kelembaban yang konstan sekitar 100%. Mereka ditahan di sekitar 40 derajat Celsius, suhu yang jauh lebih rendah daripada tradisi Swedia, dan banyak orang lebih suka mandi uap. Kelembaban yang tinggi membuat bernapas lebih mudah dan memiliki efek menguntungkan pada sistem pernapasan.

Turkish Bath

Turki mandi ini juga dikenal sebagai hamam. Hal ini sangat mirip dengan mandi uap. Turki tradisional mandi adalah bangunan besar dan berfungsi sebagai sosialtempat pertemuan serta tempat-tempat untuk mendapatkan bersih. Ada kamar terpisah untuk pria dan wanita, dan bangunan mandi dibagi menjadi panas, hangat, dan sejuk daerah.

Hot Tub

Panas bak merujuk pada bak besar air panas di mana orang mandi terendam. Hot tubs tidak seperti sauna, uap-dan Turki mandi, yang hanya uap. Ketiga jenis wadah yang digunakan untuk bak mandi panas adalah tong kayu, fiberglass pusaran air, atau bak mandi besar.

Tipe pertama dibuat daribilah kayu dan memiliki pompa air dan sistem penyaringan untuk mengedarkan dan air bersih. Biasanya dipasang di luar ruangan dengan bangku-bangku di sekitarnya sehingga orang dapat nyaman dengan hanya rendam kepala mereka di atas permukaan air.

Fiberglass pusaran tekanan tinggi ‘jet’ yang membuat efek pusaran air. Jet air berguna untuk pijat atau hidroterapi. Kolam renang umum atau klub kesehatan sering memiliki pusaran air fiberglass. Ini juga dikenal sebagai ‘Jacuzzi’ setelah perusahaan yangmempopulerkan mereka.

Jenis bak mandi air panas kadang-kadang disebut jacuzzi tub. Mereka sering dipasang di rumah-rumah sebagai pengganti bak mandi biasa. Mereka sedikit lebih besar daripada bak mandi tradisional dan memiliki fitur mirip dengan fiberglass pusaran air.

Saunas, uap-dan Turki mandi, dan bak air panas semua kadang-kadang disebut sebagai spa atau perawatan spa. Sebuah spa juga bisa menjadi resor yang menawarkan perawatan tubuh seperti pijat dan hidroterapi. Banyak yang mempunyai fasilitas spa dengan mandi uap dan panas bak mandi.

 

BAB III

3.1 Metodologi Penelitian

Jenis penelitian

            Penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu menurut Krisyatono (2006:69) penelitian yang berusaha menggambarkan atau melukiskan objek yang di teliti berdasarkan fakta yang ada dilapangan sedangkan data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

            Seperti yang dijelaskan sebelummnya, pengambilan data dalam penelitian ini di peroleh dengan cara melakukan pengumpulan secara tertulis yang di tuangkan dalm pertanyaan yang di tunjukan kepada responden yang dijadikan sampel dan( informan biasa) konsumen yang berjumlah 10 orang. Dalam menentukan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap 10 responden

NO Nama Responden Setuju / Tidak setuju Alasan Responden
1 Taufan Setuju Menikmati fasilitas di dalam pesawat
2 Prama Setuju Memiliki kesan yang berbeda
3 Hakiki Setuju Memanfaatkan waktu  untuk kesehatan di dalam pesawat
4 Bimantara Tidak Setuju Sangat aneh menurut saya keberadaan spa dan sauna di dalam pesawat
5 Bony Setuju Memberikan pengalaman yang berbeda
6 Agung Setuju Meningkatkan kualitas transportasi udara
7 Ichsan Setuju Pelayanan nomer satu yang diberikan
8 Ajis Setuju Baik untuk kesehatan di perjalanan
9 Fajar Setuju Kenyamanan berlebih selama di perjalanan
10 Risky Setuju Meningkatkan kenyamanan penumpang

Sumber : Hasil Penelitian

Membina Hubungan Yang Harmonis Dengan  Konsumen    

Dalam penelitian ini, penulis akan menjelaskan indikator strategi penerapan spa dan sauna didalam pesawat udara.

Berdasarkan tabel diatas, suatu kegiatan penerapan spa dan sauna yang diadakan didalam pesawat berguna untuk mencapai pemasaran yang menghasilkan kepuasan dan keharmonisan dalam peningkatan kualitas transportasi udara.

Flight in Culture


Nama :
Fitri Anggara Adi 2241.11.116
Nadia Angie Erika 2241.11.058

Flight in Culture

BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini, Seiring dengan berkembangnya zaman yang begitu pesat Globalisasi memberikan dampak negatif yang tidak bisa dianggap remeh. Salah satu dampak dari globalisasi sangat berpengaruh terhadap kelestarian kebudayaan Indonesia. Norma-norma asas-asas yang terkandung dalam kebudayaan Indonesia yang perlahan-lahan makin terlupakan dan tak diperhatikan oleh masyarakat.
Sebuah inovasi sangatlah penting dilakukan dengan barbagai cara apapun agar kita tidaklah melupakan budaya dan memberikan inovasi lebih pada maskapai penerbangan guna memberikan keuntungan serta memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada customer.
Sebagai main Brand perusahaan penerbangan Indonesia, Garuda Indonesia telah mempersiapkan sebuah maskapai yang berbau Cultural yaitu “Flight in Culture”. Tidak mau kalah dengan perusahaan tetangga yaitu Lion Air yang sebagaimana menjadi induk perusahaan dari Batik Air yang telah beroperasi sejak Maret 2013 dengan menggunakan pesawat Boeing 737-900ER.
Garuda Indonesia memberikan sebuah ide mengenai interior maskapai penerbangan yang sekaligus memperkenalkan kepada customers mengenai budaya dan kultur yang ada di Indonesia. Ketika customers berada didalam maskapai yang ia naiki, customer merasakan kenyamanan dan mengetahui serta dapat mengenal tempat yang akan dia tuju dengan memberikan segala bentuk informasi yang disediakan didalam maskapai tersebut. Hal ini dapat berupa, lukisan, Film ringan mengenai tempat tujuan, kebudayaan yang terdapat di tempat tujuan serta tempat-tempat wisata yang terdapat pada tempat tujuan tersebut.
Dan di dukung pula dengan Eksterior yang berhubungan dengan kultural Indonesia. Dengan cara ini tidak hanya dapat melestarikan budaya Indonesia senidiri namun dapat dijadikan sebagai identitas negara Indonesia di kancah dunia Airline karena bersifat unik dan cultural pastinya.
Selain itu menu makanan yang disajikan bukan makanan yang umum melainkan menyerupai resto khusus indonesia yang menyajikan makanan khas indonesia dari berbagai daerah. Dan di layaini oleh pramugara/i yang menggunakan pakaian adat yg simple, tetapi edgy dan memiliki unsur cultural pastinya.
Ditambah lagi dengan menyelipkan bahasa-bahasa daerah Indonesia. Pramugari/a tidak hanya dituntut untuk bisa dan menguasai bahasa inggris dan bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa daerah di Indonesia. Dengan begini image yang terkenal mengenai pramugara/i akan lebih baik karena tidak hanya di tuntut kecantikan luar melainkan kreativitas dan kecerdasan yangmenjadi nilai tambahnya.
Selain itu tidak hanya memberikan informasi kepada customer namun melainkan Garuda Indonesia memperikan experience baru dan dapat menarik minat customer untuk berlibur ke daerah-daerah yang diperkenalkan yang belum pernah disinggahi bahkan di ketahui oleh customer, karena pada dasarnya Indonesa kaya sekali akan kebudayaan.with
Garuda Indonesia Flight in Culture tidak hanya memberikan service berupa kenyaman namun memberikan real experience dengan slogan khususnya “Coloring your trip through Garuda Indonesia in Culture”.

1.2 Rumusan Masalah

A. Globalisasi yang memudarkan kebudayaan, norma dan asas bangsa Indonesia.
B. Kebudayaan yang diakui oleh negara lain
C. Melahirkan Inovasi dalam memberikan kenyamanan dan experience bagi penumpang

1.3 Tujuan.

A. Memperkenalkan kebudayaan Indonesia dalam memeberikan kenyamanan saat perjalanan menggunakan maskapai penerbangan.
B. Memberikan inovasi baru dan menjadikannya usaha untuk menarik minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi udara.
C. Dengan besarnya rasa keingintahuan customer maka diharapkan memberikan benefit baik secara financial maupun non financial.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Globalisasi
Secara umum, Globalisasi merupakan proses pesat atau progress dari perkembangan zaman dilihat dari perkembangan pergaulan, teknologi, gaya hidup dll. Yang dampaknya negatif atau positif tergantun individu, kelompok atau bahkan antar negara yang saling berinteraksi memperkenalkan dan saling mempengaruhi satu sama lain.

2.2 Kebudayaan Indonesia
Secara umum, Kebudayaan adalah nilai-nilai atau asas-asas yang dianut oleh masyarakatterhadap berbagai hal. Baik nilai persepsi mengenai psikologis, kejiwaan, kebiasaan dalam kegiatan sehari-hari.
Menurut Salah satu Ahli yaitu Edward B. Taylor, Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain yang di dapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.

2.3 Globalisasi dan Kebudayaan Indonesia
Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek, khususnya aspek budaya. Perkembangan globalisasi kebudayaanterjadi sejak awal 20-an dimana terjadinya perkembangan teknologi dan komunikasi.
Dengan mudahnya manusia dapat berkomunikasi dengan orang lain dari lingkungan, daerah, bahkan negara lain. Dari kegiatan inilah tidak heran kebudayaan asing mudah masuk dan dapat saling mempengaruhi.
Dapat dilihat dari aspek yang paling kecil yaitu cara berbicara, cara berpakaian, gaya hidup dll. Sehingga kebudayaan asli Indonesia dapat di katakan terancam keaslianya. Contoh kecilnya pula, Masyarakat Indonesia lebih mencintai produk dalam negeri. Konsumen lebih memilih membeli produk dari luar negeri hal ini terjadi karena salah satu dampak dari berkembangnya globalisasi.

2.3 Moda Transportasi Udara
Moda Transportasi terbagi menjadi 4 golongan yaitu Transportasi Udara, Transportasi Laut, Transportasi Darat dan Transportasi Pipa. Disini kami akan memberikan perhatian penuh terhadap Moda Transportasi Udara.
Menurut UU No. 1 Tahun 2009 Pasal 1 ayat 3 mengenai Pesawat Udara adalah setiap mesin atau alat yang dapat terbang di atmosfer karena gaya angkat dari reaksi udara, tetapi bukan reaksi udara terhadap oermukaan bumi yang digunakan untuk penerbangan.
Dan ayat 4 mengenai Pesawat Terbang adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap tetap, dan dapat terbang dengan tenaga sendiri.

Kerangka Pemikiran

BAB III
Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian merupakan analisis teoritis mengenai suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.

Kami selaku penulis menggunakan metodologi penelitian untuk mendapatkan data yang konkrit dan valid yang dapat di jadikan sebagai panduan dan tolak ukur dalam pencapaian tujuan dan penyelesaian suatu masalah.

Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian kualitatif & SWOT. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dari inovasi yang akan di berikan yaitu pelayanan dalam dunia transportasi udara tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.
Pendahuluan bermanfaat sebagai Dasar untuk mengembangkan Kerangka pikiran dan dapat di ketahuinya seluk beluk untuk membangun, menyesuaikan dan mengembangkan inovasi dalam perealisasiaannya.
Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.
Selain Metode Kualitatif yang di gunakan, kami melakukan analisis SWOT untuk mematangkan konsep dan pengembangan inovasi ini. Di lihat dari Perkembangan zaman yaitu seberapa pesat perkembangan Globalisasi dalam bidang budaya dan teknologi serta dilihat dari faktor internal dan eksternal yang dapat saling mempengaruhi.

Dari metode dan analisis inilah yang dapat menghasilkan hasil atau jawaban untuk perealisasian. Dengan menentukan bagaimana dalam penanganan seperti apa yang paling tepat dalam bidang Manajemen, Promosi, dll. Hasil dari penelitian akan di pilih sesuai dengan kualitas dan kuantitas dengan adanya penyesuaiaan dengan kondisi globalisasi dan sosial budaya yang ada. Dengan di dukung dengan perencanaan interior dan eksterior yang sangat cultural dan khas indonesia.

Tugas 4 Ruangan Merokok Di dalam Pesawat


Tugas 4

Nama:

– Yudhi Kevin 2241.11.202
– Purwo Bagaskara 2241.11.186
– M. Patriot A. JMP 2241.11.177
– Nursasia Anda Marisa 2241.11.289

Ruangan Merokok Di dalam Pesawat

METODOLOGI PENELITIAN

Bab 3

Untuk menunjang tugas yang sedang kami kerjakan maka kami memerlukan data yang akurat serta dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya, dengan itu kami ingin mendapatkan data tersebut dengan mengadakan metodologi penelitian untuk dapat memecahkan masalah yang sesuai dengan judul yang telah kami pilih dan juga untuk menginformasikan kepada halayak banyak tentang fasilitas yang di butuhkan para perokok yang berada di dalam pesawat agar tidak menggangu para penumpang lain yang tidak merokok.
Metodologi penelitian yang ingin kami gunakan adalah metode kuisioner yaitu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut judul yang kami angkat. Dengan metode seperti ini kami bisa mendapatkan data yang kami butuhkan yaitu data orang-orang yg ingin dan membutuhkan ruangan merokok di dalam pesawat.
Target sasaran kuisioner kami adalah orang-orang yang merokok dan juga orang-orang yang tidak merokok namun orang-orang tersebut pernah menjadi penumpang pesawat terbang. Pertanyaan yang kami ajukan di dalam kuisioner adalah sesuai dengan fakta yang ada di pesawat, sesuai dengan kebutuhan, tidak berpihak pada satu sisi saja dan mudah di pahami oleh masayarakat luas. Sehingga orang / masyarakat dapat menjawab kuisioner yang kami ajukan.

FASILITAS PENUNJANG DAN AKSESBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS TUNANETRA DI BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA (PART 4)


Nama :

Amanda Nurul Alifah 224111097

Anisa Sholihah 224111281

Ferdy Tri Whardana 224111259 (Ketua kelompok)

Trianto Lintang 224111017

S1 MTU D 2011
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Dalam sebuah karya ilmiah,metodologi penelitian sangatlah penting untuk memenuhi salah satu cara untuk memperoleh data dan informasi yang akurat dari berbagai sumber guna memecahkan masalah dari apa yang di bahas dalam karya ilmiah ini.
Dari judul yang kami bahas dalam karya ilmiah ini,yaitu ”fasilitas penunjang dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas tunanetra di Bandar udara soekarna-hatta” penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dari masyarakat umum serta penyandang disabilitas tuna netra itu sendiri serta mengetahui sejauh mana kesadaran dari masyarakat umum untuk tahu dan peduli akan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas tunanetra yang menggunakan fasilitas umum di Bandar udara soekarno-hatta Jakarta.
Maka dari itu untuk menunjang penelitian ini kami akan menggunakan metode deskriptif yang menurut kami dapat lebih akurat untuk mendapat data dan informasi yang kami butuhkan seperti tujuan yang telah kami sampaikan di atas tadi,sedangkan untuk metode pengumpulan data akan kami lalukan dengan cara menyebarkan questioner yang terdiri dari beberapa pertanyaan yang menyangkut judul yang kami kemukakan tadi,dan akan kami sebarkan questioner tersebut secara langsung kepada masyarakat.
Target responden kami adalah orang dengan kebutuhan khusus atau masyarakat difabel tuna netra seperti tujuan dari judul kami di atas,serta masyarakat umum yang menurut kami dibutuhkan data serta informasinya untuk mengetahui sejauhmana kepedulian mereka terhadasp kaum difabel yang membutuhkan perlakuan khusus serta fasilitas yang khusus pula untuk menunjang kehidupan mereka dalam melakukan aktivitas sehari-harinya yang pastinya akan selalu menggunakan fasilitas umum,khususnya saat mereka akan menggunakan sarana transportasi udara,yang secara langsung akan menggunakan pula faslitas umum di dalam gedung Bandar udara itu sendiri.

DRIVE THRU AIRLINES CARGO


Nama Anggota :
Hernanda Hannanto 224111270
Randy Aditama 224112203
Kun Dwi Sundari 224111195
Fiska Karina H 224111213
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Berdasarkan pemilihan judul yang di tulis “DRIVE THRU AIRLINES CARGO” kami menginginkan inovasi yang dapat membantu dan mempermudah konsumen dalam mengirim barang ke suatu tujuan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, kami menggunakan metode survei ke masyarakat umum yang menurut kami efektif untuk merealisasikan kegiatan tersebut.
Adapun yang dimaksud metode penelitian survei yaitu suatu bentuk penelitian dimana informasi dikumpulkan dari sejumlah tanggapan beberapa masyarakat melalui pertanyaan-pertanyaan menarik menggunakan kuesioner agar dapat terlaksana kegiatan DRIVE THRU AIRLINES CARGO ini di bandara.
Metode penelitian ini menggunakan beberapa pertanyaan yang disebar ke surat kabar atau internet. Setelah itu di ambil beberapa tanggapan dari masyarakat sehingga dapat diambil keputusan secara akurat dan efektif.

RUANG MEROKOK MEWAH DAN MUDAH DIJANGKAU UNTUK MEMINIMALISIR PEROKOK MEROKOK DI RUANG PUBLIK DI BANDARA SOEKARNO HATTA (BAB III)


Kelompok:

  1. Muktarom                  (NIM: 2341.13. 006)
  2. Hari Setyanto            (NIM: 2341.13. 003)
  3. Raiza Pricilia              (NIM: 2241.10. 244)
  4. Gustiana triyani        (NIM: 2241.10. 300)

Kelas: S1 MTU D (11)

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Dalam penelitian ilmiah faktor metodologi memegang peranan penting guna mendapatkan data yang obyektif, valid dan selanjutnya digunakan untuk memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan. Berdasarkan rumusan masalah yang telah kami kemukakan, maksud dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai seberapa pentingnya ruang publik yang bersih, sehat dan bebas dari asap rokok di Bandara Soekarno-Hatta.

Metodologi penelitian yang kami gunakan dalam tulisan ini adalah metode observasi yaitu melalui pengamatan langsung dan kuesioner kepada khalayak umum. Dengan menggunakan metodologi penelitian ini kami akan mendapatkan gambaran dan data yang akurat, terpercaya mengenai keinginan khalayak tentang kebersihan udara di Bandara Soekarno Hatta.

Target responden kami adalah khalayak umum baik perokok maupun yang bukan perokok yang pernah berada dan menggunakan fasilitas umum di Bandara Soekarno-Hatta. Kuesioner yang kami buat berupa pertanyaan-pertanyaan yang relevan, logis dan mudah dimengerti masyarakat luas. sehinggga  responden mudah untuk mengisi kuesioner yang kami berikan.

Flight in Culture


Ragil sindy restyandhari
224111244
Nadia angie erika
224111058
Fitri anggara
224111116
Dimas
224109197

BAB I
Pendahuluan
 1.1 Latar Belakang
   Dewasa ini, Seiring dengan berkembangnya zaman yang begitu pesat Globalisasi memberikan dampak negatif yang tidak bisa dianggap remeh. Salah satu dampak dari globalisasi sangat berpengaruh terhadap kelestarian kebudayaan Indonesia. Norma-norma asas-asas yang terkandung dalam kebudayaan Indonesia yang perlahan-lahan makin terlupakan dan tak diperhatikan oleh masyarakat.  Sebuah inovasi sangatlah penting dilakukan dengan barbagai cara apapun agar kita tidaklah melupakan budaya dan memberikan inovasi lebih pada maskapai penerbangan guna memberikan keuntungan serta memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada customer.  Sebagai main Brand perusahaan penerbangan Indonesia, Garuda Indonesia telah mempersiapkan sebuah maskapai yang berbau Cultural yaitu “Flight in Culture”. Tidak mau kalah dengan perusahaan tetangga yaitu Lion Air yang sebagaimana menjadi induk perusahaan dari Batik Air yang telah beroperasi sejak Maret 2013 dengan menggunakan pesawat Boeing 737-900ER.  Garuda Indonesia memberikan sebuah ide mengenai interior maskapai penerbangan yang sekaligus memperkenalkan kepada customers mengenai budaya dan kultur yang ada di Indonesia. Ketika customers berada didalam maskapai yang ia naiki, customer merasakan kenyamanan dan mengetahui serta dapat mengenal tempat yang akan dia tuju dengan memberikan segala bentuk informasi yang disediakan didalam maskapai tersebut. Hal ini dapat berupa, lukisan, Film ringan mengenai tempat tujuan, kebudayaan yang terdapat di tempat tujuan serta tempat-tempat wisata yang terdapat pada tempat tujuan tersebut.  Dan di dukung pula dengan Eksterior yang berhubungan dengan kultural Indonesia. Dengan cara ini tidak hanya dapat melestarikan budaya Indonesia senidiri namun dapat dijadikan sebagai identitas negara Indonesia di kancah dunia Airline karena bersifat unik dan  cultural pastinya.  Selain itu menu makanan yang disajikan bukan makanan yang umum melainkan menyerupai resto khusus indonesia yang menyajikan makanan khas indonesia dari berbagai daerah. Dan di layaini oleh pramugara/i yang menggunakan pakaian adat yg simple, tetapi edgy dan memiliki unsur cultural pastinya.  Ditambah lagi dengan menyelipkan bahasa-bahasa daerah Indonesia. Pramugari/a tidak hanya dituntut untuk bisa dan menguasai bahasa inggris dan bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa daerah di Indonesia. Dengan begini image yang terkenal mengenai pramugara/i akan lebih baik karena tidak hanya di tuntut kecantikan luar melainkan kreativitas dan kecerdasan yangmenjadi nilai tambahnya.  Selain itu tidak hanya memberikan informasi kepada customer namun melainkan Garuda Indonesia memperikan experience baru dan dapat menarik minat customer untuk berlibur ke daerah-daerah yang diperkenalkan yang belum pernah disinggahi bahkan di ketahui oleh customer, karena pada dasarnya Indonesa kaya sekali akan kebudayaan.with  Garuda Indonesia Flight in Culture tidak hanya memberikan service berupa kenyaman namun memberikan real experience dengan slogan khususnya “Coloring your trip through Garuda Indonesia in Culture”.  
1.2 Rumusan Masalah
  A. Globalisasiyang memudarkan kebudayaan, norma dan asas bangsa Indonesia.
B. Kebudayaan yang diakui oleh negara lain
C. Melahirkan Inovasi dalam memberikan kenyamanan dan experience bagi penumpang     1.3 Tujuan.
A. Memperkenalkan kebudayaan Indonesia dalam memeberikan kenyamanan saat perjalanan menggunakan maskapai penerbangan. B. Memberikan inovasi baru dan menjadikannya usaha untuk menarik minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi udara.
C. Dengan besarnya rasa keingintahuan customer maka diharapkan memberikan benefit baik secara financial maupun non financial.  

Ruangan Relaksasi dan Perawatan didalam Pesawat


Efra Umara (2241.11.089)

Novri Hanggoro (2241.11.090)

Putra Adi Pratama (2241.11.264)

Aditya Wisnu W (2241.12.203)

Bab I

Pendahuluan

Didalam dunia penerbangan sangat dituntut akan keselamatan dan kenyamanan bagi para penumpang maskapai penerbangan, baik pada saat pre-flight, in-flight maupun post flight. Bagi para penumpang yang menggunakan jasa penerbangan biasanya membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama.

Untuk mambuat penumpang semakin nyaman didalam pesawat, banyak penumpang yang membutuhkan relaksasi, agar perjalanan terasa tidak melelahkan dan menjenuhkan, ini dikhususkan untuk penerbangan internasional, yang membutuhkan penerbangan yg sangat lama dengan jarak yang sangat jauh, dikarenakan juga mayoritas penumpang jasa angkutan udara adalah seorang pebisnis yang membutuhkan relaksasi dan kenyamanan.

Khususnya bagi para wanita yang tidak sempat dengan waktu untuk pergi ketempat perawatan dan relaksasi, maka pihak air line menyediakan ruangan relaksasi dengan orang yang ahli dalam relaksasi dan perawatan tubuh.

Maka dengan ini kelompok kami mengangkat judul tentang “Ruangan Relaksasi dan Perawatan didalam Pesawat”

Ruangan Relaksasi dan Perawatan didalam Pesawat


Efra Umara (2241.11.089)

Novri Hanggoro (2241.11.090)

Putra Adi Pratama (2241.11.264)

Aditya Wisnu W (2241.12.203)

BAB I

Pendahuluan

  Didalam dunia penerbangan sangat dituntut akan keselamatan dan kenyamanan bagi para penumpang maskapai penerbangan, baik pada saat pre-flight, in-flight maupun post flight. Bagi para penumpang yang menggunakan jasa penerbangan biasanya membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama.

  Untuk mambuat penumpang semakin nyaman didalam pesawat, banyak penumpang yang membutuhkan relaksasi, agar perjalanan terasa tidak melelahkan dan menjenuhkan, dikarenakan juga mayoritas penumpang jasa angkutan udara adalah seorang pebisnis yang membutuhkan relaksasi dan kenyamanan.

  Khususnya bagi para wanita yang tidak sempat dengan waktu untuk pergi ketempat perawatan dan relaksasi, maka pihak air line menyediakan ruang relaksasi dengan orang yang ahli dalam relaksasi dan perawatan.

  Maka dengan ini kelompok kami mengangkat judul tentang “Ruangan Relaksasi dan Perawatan didalam Pesawat”.

E-Immigration di Bandara Soekarno-Hatta


Ketua Kelompok:
Agmi Pradini Arifani (2241.11.135)

Anggota Kelompok:
Novi Amelia Sari (2241.11.056)
Iwan Syukuri (2241.11.112)
Nur Hazhiyah Dirayati (2241.11.145)
Yulia Endang Tri Wahyuni (2241.11.146)
Ammy Diah Kusuma Wardhani (2241.11.188)

Bab IV

Analisis Data

Pada bab IV kelompok kami akan menganalisis hasil survey yang telah dilakukan melalui sistem online yang kami sebar melalui media social dengan survey yang diberi judul “Penggunaan E-Immigration pada Bandara International Soekarno Hatta” dengan metode analisis data deskriptif dan kualitatif menggunakan data primer. Baca lebih lanjut

PESAWAT UDARA MULTIFUNGSI


NAMA : Zoelfiqriyadie F. S (2241.11.101)
Titi Suwarti (2241.11.191)
Syahrul Rohmadona (2241.11.216)
Prabhanita Ariprasti (2241.11.223)
Asep Gojali Musadad N (2241.11.236)
Nila Fatmah Sari (2241.11.239)
Hannyfah Feby Vantina (2241.11.264)

BAB IV
ANALISIS DATA

Berdasarkan kuesioner yang berjumlah 14 pertanyaan yang telah kami sebar sejak tanggal 16 Oktober 2013 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2013, didapatkan 100 responden. Oleh sebab itu, dapat kami analisis hasil dari kuesioner tersebut, yaitu :

ANALISIS HASIL SURVEY

– Bahwa jumlah responden pria lebih bnyak dari responden wanita yaitu sebanyak 51% pria dan wanita adalah 49%

– Jumlah responden yang menggunakan pesawat udara dalam setahun sebanyak 63 orang atau 71% yang melakukan perjalanan sebanyak 1-3 kali, sebanyak 11 orang atau 12% yang melakukan perjalanan sebanyak 4-6 kali, dan sebanyak 15 orang atau 17% yang melakukan perjalanan lebih dari 6 kali.

– Sebagian besar usia responden yang mengisi kuesioner adalah berusia 16-25 tahun berjumlah sebanyak 88 orang atau 88% nya.

– Didapatkan hasil bahwa 88 orang atau 88% nya pernah naik pesawat udara lebih banyak dari yang belum pernah yaitu 12 orang atau 12% nya belum pernah naik pesawat.

– Sebanyak 74 orang atau 80% nya lebih memilih rute domestik sebagai tujuan perjalanannya dan 17 orang atau 19% nya memilih rute internasional sebagai tujuan perjalanannya.

– Sebagian besar responden melakukan perjalanannya untuk tujuan liburan atau wisata sebanyak 47 orang atau 51% lebih besar dari tujuan lainnya yaitu bisnis sebesar 12% dan keluarga 35%

– Sebanyak 68 orang atau 73% nya melakukan perjalanan dengan lama waktu penerbangan adalah 1-3 jam.

– 70% responden beranggapan bahwa pelayanan dan fasilitas yang diberikan dalan penerbangan sangat penting, hal ini berarti tingkat kepuasan terhadap penumpang dari pelayanan.dalam penerbangan harus lebih diperhatikan.

– Sebanyak 66 orang atau 66% nya belum puas dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tingkat fasilitas dan pelayanan yang diberikan dalam dunia penerbangan pada saat ini masih kurang baik.

– Didapatkan hasil tertinggi bahwa 35 orang atau 35% responden berharap adanya peningkatan fasilitas atau pelayanan dari segi hiburan (entertainment).

– 98% dari responden setuju dengan adanya pembuatan Pesawat Udara Multifungsi.

– Frekuensi responden yang serinng menikmati pemandangan di luar jendela adalah 42%. Sedangkan jumlah responden yang terkadang menikmati pemandangan di luar jendela ada 50% responden. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden jarang menikmati pemandangan di luar jendela ketika dalam perjalanan.

– 92% menyatakan setuju apabila pesawat didisain agar penumpang dapat lebih menikmati pemandangan diluar pesawat.

– 22% dari responden lebih memilih fasilitas musik untuk ditambahkan di dalam Pesawat Udara Multifungsi.

Kritik dan saran dari responden
Kritik yang diperoleh dari responden adalah sebagai berikut :
• Pertanyaan yang diberikan kurang bervariatif
• Masih kurangnya ketepatan waktu dalam dunia penerbangan saat ini yang mana ketepatan waktu adalah hal yang sangat penting

Saran yang diperoleh dari responden adalah sebagai berikut :
• Terpenuhinya kebutuhan penumpang akan hiburan atau entertainment di dalam pesawat
• Harga tiket yang diberikan diharapkan lebih terjangkau
• Lebih menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang

Kesimpulan yang didapat dari hasil survey yang kami lakukan, 98% responden menyatakan setuju dengan adanya rancangan Pesawat Udara Multifungsi. Dengan meningkatkan keselamatan dan keamanan, juga pelayanan yang diberikan oleh maskapai penerbangan yang bersangkutan yang dapat memberikan kepuasan kepada penumpang dengan tetap mempertimbangkan harga jual yang sesuai dengan pelayanan yang diberikan.

Ruangan Relaksasi dan Perawatan didalam Pesawat


Efra Umara                 224111089

Novri Hanggoro       224111090

Putra Adi Pratama   224111264

Aditya Wisnu W        224112203

 

BAB I

Pendahuluan

Didalam dunia penerbangan sangat dituntut akan keselamatan dan kenyamanan bagi para penumpang maskapai penerbangan, baik pada saat pre-flight, in-flight maupun post flight. Bagi para penumpang yang menggunakan jasa penerbangan biasanya membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama.

Untuk mambuat penumpang semakin nyaman didalam pesawat, banyak penumpang yang membutuhkan relaksasi, agar perjalanan terasa tidak melelahkan dan menjenuhkan, dikarenakan juga mayoritas penumpang jasa angkutan udara adalah seorang pebisnis yang membutuhkan relaksasi dan kenyamanan.

Khususnya bagi para wanita yang tidak sempat dengan waktu untuk pergi ketempat perawatan dan relaksasi, maka pihak air line menyediakan ruang relaksasi dengan orang yang ahli dalam relaksasi dan perawatan.

Maka dengan ini kelompok kami mengangkat judul tentang “Ruangan Relaksasi dan Perawatan didalam Pesawat”.

DRIVE THRU AIRLINES CARGO PART 2


DRIVE THRU AIRLINES CARGO

Nama Anggota        :

Hernanda Hannanto           224111270  (Ketua Kelompok)

Randy Aditama                 224112203

Kun Dwi Sundari               224111195

Fiska Karina H                 224111213

 

Kelas S1 MTU D 2011

Berikut ini adalah hasil dari kerangka pemikiran kelompok kami http://imageshack.com/scaled/800×600/812/h8ti.png

Pesawat Udara Multifungsi (BAB III)


Ketua:

Zoelfiqriyadie Firdaus S (2241.11.101)

Anggota:

  1. Titi Suwarti (2241.11.191)
  2. Syahrul Rohmadona (2241.11.216)
  3. Prabhanita Ariprasti(2241.11.223)
  4. Asep Gojali Musadad Nur (2241.11.236)
  5. Nila Fatmah Sari (2241.11.239)
  6. Hannyfah Feby Vantina (2241.11.264)

BAB III

Metode Penelitian

Berdasarkan judul penulisan yang kami buat yaitu “Pesawat Udara Multifungsi ” dengan tujuan memenuhi kebutuhan penumpang untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain sekaligus sebagai sarana dan prasarana pariwisata modern di mana penumpang dapat merasakan wisata dari fasilitas yang ada di dalam pesawat dan juga menikmati keindahan lingkungan  di sekitar pesawat, maka dari itu kami melakukan penelitian menggunakan metode deskriptif untuk mendapatkan data yang akurat mengenai respon masyarakat terhadap rencana penerapan inovasi pesawat udara menjadi multifungsi. Baca lebih lanjut

Ruangan Merokok Didalam Pesawat


Tugas 2 ( Alur Pemikiran)

Nama:

–          Yudhi Kevin                            2241.11.202

–          Purwo Bagaskara                   2241.11.186

–          M.patriot A. JMP                   2241.11.177

–          Nursasia Anda Marisa           2241.11.289

 

Ruangan Merokok Didalam Pesawat


Tugas ke 3 (BAB II)
Nama:
– Yudhi Kevin 2241.11.202
– Purwo Bagaskara 2241.11.186
– M.patriot A. JMP 2241.11.177
– Nursasia Anda Marisa 2241.11.289
Ruangan Merokok Di dalam Pesawat
Landasan teori
2.1 Pengertian Merokok

Merokok adalah menghisap asap tembakau yang dibakar ke dalam tubuh kemudian menghembuskan kembali keluar (Armstrong, 2000).
Menurut pendapat kami merokok adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang menggunakan tembakau sebagai medianya yang di bakar untuk di nikmati asapnya. Perokok biasanya di dominasi oleh kaum pria namun banyak pula kaum wanita yang menikmatinya. Rokok memang memiliki banyak dampak negatifnya di banding dampak positifnya, namun pandangan dari para penikmat rokok merokok adalah sebuah alat atau media yang bisa mengurangi tingkat kejenuhan dan juga membuka pemikiran untuk mendapatkan sebuah inspirasi.

2.2 Ruangan Merokok

Ruangan Merokok adalah sebuah ruangan yang dibuat untuk para perokok yang memang di ijinkan dan di perbolehkan di buat agar asap yang di timbulkan dari para perokok tidak menganggu orang lain yang tidak merokok.

2.3 Ruangan di dalam Pesawat

Ruangan di dalam pesawat adalah bagian-bagian yang terdapat di dalam pesawat yang di gunakan untuk oprasional serta kegiatan yang menunjang kegiatan penebangan. Di dalam pesawat terdapat ruangan yang bisa di pergunakan untuk merokok yaitu bagian ruangan cockpit. Walaupun tidak di perijinkan untuk merokok di ruangan tersebut namun terdapat kipas penghisap (hexsaus fan) yang memang biasa di pergunakan di dalam ruangan merokok. ( http://www.indoflyer.net/forum/tm.asp?m=200438&mpage=1&key=&#200438 )

Dengan teori serta pendapat yang bisa di pertanggung jawabkan diatas, maka kami mendefinisikannya sesuai dengan judul yang kami ingin sampaikan. Di karenakan para perokok juga membutuhkan ruangan khusus untuk merokok agar tidak mengganggu penumpang lain yang tidak merokok, serta tidak melanggar peraturan yang berlaku didalam pesawat.

E-Immigration Bandara Soekarno-Hatta (Bab-3)


Ketua Kelompok:
Agmi Pradini Arifani (2241.11.135)

Anggota Kelompok:
Novi Amelia Sari (2241.11.056)
Iwan Syukuri (2241.11.112)
Nur Hazhiyah Dirayati (2241.11.145)
Yulia Endang Tri Wahyuni (2241.11.146)
Ammy Diah Kusuma Wardhani (2241.11.188)

Bab III

Metodologi Penilitian

Berdasarkan masalah-masalah yang telah kami rumuskan sebelumnya, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu informasi seberapa efektif dan dibutuhkannya  E-Immigration  untuk masyarakat saat melewati pemeriksaan  imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta.  Baca lebih lanjut

Gondola sebagai Pengurai Kepadatan Passenger Movement di Bandara Soekarno-Hatta (Part 4)


Ketua Kelompok :

Imam Reza Darmawan (2241.11.184)

Anggota :

  1. Lia Alvianita (2241.11.092)
  2. Amalia Fitria (2241.11.152)
  3. Arum Anggorowati (2241.11.178)
  4. Friesty Agustin (2241.11.229)
  5. Suci Maghfirah (2241.11.257)

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

            Pada judul  “Gondola sebagai Pengurai Passenger Movement di Bandara Soekarno – Hatta” dalam penelitiannya menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendalamannya berupa  survei. Baca lebih lanjut

RUANG MEROKOK MEWAH DAN MUDAH DIJANGKAU UNTUK MEMINIMALISIR PEROKOK MEROKOK DI RUANG PUBLIK DI BANDARA SOEKARNO HATTA (BAB II – REVISI)


Kelompok:

  1. Muktarom                  (NIM: 2341.13. 006)
  2. Hari Setyanto            (NIM: 2341.13. 003)
  3. Raiza Pricilia              (NIM: 2241.10. 244)
  4. Gustiana triyani        (NIM: 2241.10. 300)

Kelas: S1 MTU D (11)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1       Pengertian merokok

Menurut Sitepoe (2000) dokter di bpbsk, merokok adalah membakar tembakau yang kemudian diisap isinya, baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa. Temperatur pada sebatang rokok yang tengah dibakar adalah 900ºC untuk ujung rokok yang dibakar dan 30ºC untuk ujung rokok yang terselip di antara bibir perokok.

Definisi perokok sekarang menurut WHO dalam Depkes (2004) adalah

mereka yang merokok setiap hari untuk jangka waktu minimal 6 bulan selama hidupnya masih merokok saat survey dilakukan. Menurut Harrisons (1987) dalam Sitepoe (2000), asap rokok yang diisap atau asap rokok yang dihirup melalui dua komponen: komponen yang lekas menguap membentuk gas dan komponen yang bersama gas terkondensasi menjadi komponen partikulat. Dengan demikian, asap rokok yang diisap dapat berupa gas sejumlah 85% dan sisanya berupa partikel. Asap rokok yang diisap melalui mulut disebut mainstream smoke, sedangkan asap rokok yang terbentuk pada ujung rokok yang dihembuskan ke udara oleh perokok disebut sidestream smoke

2.2         Pengertian ruang merokok

A Smoking room (or smoking lounge) is a room which is specifically provided and furnished for smoking, generally in buildings where smoking is otherwise prohibited (wikipedia, February 2009).

Jadi menurut wikipedia di atas, ruang merokok adalah ruangan yang disediakan dan dilengkapi khusus untuk merokok, yang umumnya dibangun pada gedung yang tidak diperbolehkan merokok di dalamnya.

2.3         Pengertian ruang publik

Ruang publik yang dimaksud secara umum pada sebuah kota, menurut Project for Public Spaces in New York tahun 1984, adalah bentuk ruang yang digunakan manusia secara bersama-sama berupa jalan, pedestrian, taman-taman, plaza, fasilitas transportasi umum (halte) dan museum.

Jadi mengacu pada definisi tersebut menurut kelompok kami, ruang publik merupakan ruang yang dipergunakan secara bersama untuk berbagai macam kepentingan, sehingga harus mengindahkan berbagai peraturan dan tata krama untuk terciptanya suatu keharmonisan.

PESAWAT UDARA MULTIFUNGSI BAB II


Ketua:

Zoelfiqriyadie Firdaus S (2241.11.101)

Anggota:

  1. Titi Suwarti (2241.11.191)
  2. Syahrul Rohmadona (2241.11.216)
  3. Prabhanita Ariprasti(2241.11.223)
  4. Asep Gojali Musadad Nur (2241.11.236)
  5. Nila Fatmah Sari (2241.11.239)
  6. Hannyfah Feby Vantina (2241.11.264)

BAB  II

LANDASAN TEORI

       Transportasi menggunakan jalur udara di masa modern ini dinilai menjadi sarana yang paling efektif. Dilihat dari segi keamanan dan juga ketepatan waktu serta jarak tempuh yang singkat menjadikan modal untuk kepercayaan para pengguna jasa pesawat terbang mulai dari jasa angkut penumpang hingga jasa kargo.

Pengertian Pesawat Udara

Menurut UU No. 1 tahun 2009 tentang penerbangan pesawat udara adalah setiap mesin atau alat yang dapat terbang di atmosfer karena gaya angkat dari reaksi udara, tetapi buka karena reaksi udara terhadap permukaan bumi yang digunakan  untuk penerbangan.

Jenis Pesawat Berdasarkan Penggunaan              :

  1. Pesawat Eksperimental

Pesawat ini merupakan pesawat yang sedang mengalami proses pengujian. Pesawat jenis ini pada umumnya mempunyai bentuk sedikit berbeda dan istimewa. Konsep dan desainnya baru. Selain itu, pesawat ini belum dipakai secara massal.

2.    Pesawat Penumpang Sipil

Pesawat jenis ini merupakan pesawat udara yang berfungsi mengangkut penumpang. Pesawat penumpang sipil ini mempunyai kapasitas yang berbeda-beda, mulai kapasitas 1 orang untuk pesawat pribadi sampai dengan Airbus 380 yang bisa mengangkut sekitar 500 orang penumpang.

3.    Pesawat Angkut

Pesawat ini berfungsi untuk mengangkut barang dan mengangkut berbagai jenis komoditi. Pesawat ini sering juga disebut pesawat kargo. Pada umumnya pesawat kargo adalah pesawat penumpang yang dimodifiksai.

4.    Pesawat Militer

Pesawat militer merupakan pesawat yang berfungsi untuk berbagai keperluan militer.

5. Pesawat Udara Multifungsi

Pesawat udara multifungsi adalah pesawat udara masa depan yang dapat digunakan untuk dua fungsi atau lebih. Dalam hal ini, pesawat udara dibuat agar dapat memenuhi kebutuhan penumpang untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain yang merupakan suatu fungsi dasar sebuah moda transportasi, dan tambahannya adalah sebagai sarana dan prasarana pariwisata modern di mana penumpang dapat merasakan wisata dari fasilitas yang ada di dalam pesawat dan juga menikmati keindahan lingkungan  di sekitar pesawat seperti ketika menggunakan kapal terbuka ataupun masuk ke dunia bawah air dengan terowongan yang dilapisi dinding kaca. Pesawat udara ini memadukan berbagai macam modifikasi baik dari segi interior maupun eksterior pesawat. Untuk memenuhi kebutuhan pariwisata tersebut, sebuah inovasi baru dimunculkan yaitu dengan membuat dinding pesawat dari bahan khusus yang tembus pandang namun  tetap kuat serta dilapisi teknologi khusus yang dapat merubah panorama yang terlihat dari luar maupun dalam pesawat. Desain seperti ini akan membuat penumpang dapat menikmati keindahan di luar pesawat secara lebih memuaskan dan juga tetap menjalankan aktivitasnya untuk berpergian dari suatu tempat ke tempat lain. Baca lebih lanjut

Pengunaan RFID dalam E-Baggage


Kelompok GH ZU11

Ketua : Muhammad Fausan (2241.11.120)

Anggota :
Silvia Yuniarti (2241.11.008)
Andriyani Puspita Dewi (2241.11.033)
Meinur Adha (2241.11.037)
Astria Herera Gultom (2241.11.061)
Dwiyantie RH (2241.11.110)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1.        Bagasi

Pengertian tentang bagasi penumpang yaitu barang yang dibawa pada saat mereka melakukan perjalanan dan menggunakan jasa penerbangan. Baca lebih lanjut

SkyBridge Bandara Soekarno-Hatta (Bab II-Revisi)


Kelompok :

  1. Sarah Evani B.         (224111003)
  2. Deri Sully A.              (224111022)
  3. Puput M.                    (224111034)
  4. Novita Rosy              (224111046)
  5. Rizkita Putri              (224111067)
  6. Nur Hasanah            (224111203)

 

BAB II

Landasan Teori

 

Berdasarkan undang-undang penerbangan no. 1 tahun 2009 pasal 1 menyatakan bahwa “Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan bandar udara dan kegiatan lainnya dalam melaksanakan fungsi keselamatan, keamanan, kelancaran, dan ketertiban arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargo dan/atau pos, tempat perpindahan intra dan/atau antarmoda serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.” Selain itu masih di dalam pasal tersebut dinyatakan pula bahwa “Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.”

Baca lebih lanjut

Gondola sebagai Pengurai Kepadatan Passenger Movement di Bandara Soekarno-Hatta (Part 3-Revisi)


Ketua Kelompok :

Imam Reza Darmawan (2241.11.184)

Anggota :

  1. Lia Alvianita (2241.11.092)
  2. Amalia Fitria (2241.11.152)
  3. Arum Anggorowati (2241.11.178)
  4. Friesty Agustin (2241.11.229)
  5. Suci Maghfirah (2241.11.257)

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

            Transportasi merupakan perpindahan barang atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lain, di mana produk dipindahkan ke tempat tujuan dibutuhkan. Dan secara umum transportasi adalah suatu kegiatan memindahkan sesuatu (barang atau penumpang) dari suatu tempat ke tempat lain, baik dengan atau tanpa sarana (Bowersox, 1981). Baca lebih lanjut

E-Immigration Soekarno-Hatta (Bab II)


Ketua Kelompok:
Agmi Pradini Arifani (2241.11.135)

Anggota Kelompok:
Novi Amelia Sari (2241.11.056)
Iwan Syukuri (2241.11.112)
Nur Hazhiyah Dirayati (2241.11.145)
Yulia Endang Tri Wahyuni (2241.11.146)
Ammy Diah Kusuma Wardhani (2241.11.188)

BAB II

Landasan Teori

2.1  Imigrasi

Imigrasi memiliki beberapa beberapa pengertian. Istilah Imgrasi berasal dari kata “Migration” yang artinya perpindahan orang dari suatu tempat atau Negara menuju suatu tempat atau Negara lain. Menurut Undang-Undang No.6 Thn 2011,1.1  tentang  Keimigrasian, menjelaskan bahwa keimigrasian adalah hal ihwal lalu lintas orang yang masuk atau keluar wilayah Indonesia serta pengawasannya dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan negara. Baca lebih lanjut

Sky Bridge Bandara Soekarno Hatta (BAB II)


BAB II

Landasan Teori

 

Berdasarkan undang-undang penerbangan no. 1 tahun 2009 pasal 1 menyatakan bahwa “Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan bandar udara dan kegiatan lainnya dalam melaksanakan fungsi keselamatan, keamanan, kelancaran, dan ketertiban arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargo dan/atau pos, tempat perpindahan intra dan/atau antarmoda serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.” Selain itu masih di dalam pasal tersebut dinyatakan pula bahwa “Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.”

Baca lebih lanjut

RUANG MEROKOK MEWAH DAN MUDAH DIJANGKAU UNTUK MEMINIMALISIR PEROKOK MEROKOK DI RUANG PUBLIK DI BANDARA SOEKARNO HATTA (Part II)


Kelompok:
1. Muktarom (NIM: 2341.13. 006)
2. Hari Setyanto (NIM: 2341.13. 003)
3. Raiza Pricilia (NIM: 2241.10. 244)
4. Gustiana triyani (NIM: 2241.10. 300)
Kelas: S1 MTU D (11)
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Sebagai bandara internasional, Bandara Soekarno-Hatta merupakan salah satu pintu gerbang negara Indonesia. Terkait dengan hal tersebut di atas, maka selayaknya Bandara Soekarno-Hatta harus mempunyai fasilitas yang memadai sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi siapapun yang berada di dalamnya, baik itu bagi warga negara Indonesia maupun bagi warga negara Asing. Namun seringkali kondisi Bandara Soekarno-Hatta memberikan fasilitas yang kurang layak, yaitu banyaknya perokok yang merokok di ruang publik yang disebabkan oleh kurang layaknya ruang merokok dan jauhnya ruang untuk merokok. Untuk itu dibutuhkan ruangan untuk merokok yang bagus, mewah dan mudah dijangkau untuk menarik para perokok datang ketempatnya sehingga tidak ada lagi para perokok yang merokok di ruang publik di bandara. Dari uraian diatas penulis merasa tertarik untuk membuat tulisan karya ilmiah dengan judul “Ruang Merokok Mewah dan Mudah dijangkau Untuk Meminimalisir Perokok Merokok di Ruang Publik di Bandara Soekarno Hatta”.
II. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasi masalah yang terjadi
a. Tidak layaknya ruang merokok di Badara Soekarno Hatta
b. Tidak disiplinnya para perokok untuk merokok di ruang merokok yang telah disediakan
c. Terganggunya khalayak di Bandara Soekarno-Hatta karena asap rokok
III. Batasan Masalah
Agar pembahasan tidak meluas maka penulis hanya membatasi masalah pada ketidakdisiplinan para perokok di Bandara Soekarno-Hatta.
IV. Pokok Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
a. Apa yang menyebabkan ketidakdisiplinan para perokok di Bandara Soekarno-Hatta?
b. Bagaimanakah ruang merokok yang mewah dan mudah dijangkau itu?
V. Tujuan dan Manfaat Tulisan
Tujuan Tulisan Karya Ilmiah
Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui tulisan karya ilmiah ini adalah:
a. Untuk megedukasi masyarakat tentang kedisiplinan merokok ditempat yang telah disediakan
b. Mencipatakan ruang publik di Bandara Soekarno-Hatta yang bersih dan bebas asap rokok.
Manfaat Tulisan Karya Ilmiah
1. Bagi Penulis
a. Untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Ground Handling
b. Untuk mengasah kemampuan kelompok kami dalam mengevaluasi permasalahan yang terjadi di masyarakat dan mencari solusi yang sesuai
2. Bagi Pembaca
Pembaca dapat memahami dan mengerti tentang ruang publik dan memanfaatkan fasilitas di ruang publik dalam hal ini ruang merokok dengan lebih bijakasana.

BAB II
LANDASAN TEORI
Ruang publik yang dimaksud secara umum pada sebuah kota, menurut Project for Public Spaces in New York tahun 1984, adalah bentuk ruang yang digunakan manusia secara bersama-sama berupa jalan, pedestrian, taman-taman, plaza, fasilitas transportasi umum (halte) dan museum.
Jadi mengacu pada definisi tersebut menurut kelompok kami, ruang publik merupakan ruang yang dipergunakan secara bersama untuk berbagai macam kepentingan, sehingga harus mengindahkan berbagai peraturan dan tata krama untuk terciptanya suatu keharmonisan.

Penggunaan RFID dalam E-Baggage (Revisi 2)


Kelompok GH ZU11

Ketua : Muhammad Fausan (2241.11.120)

Anggota :
Silvia Yuniarti (2241.11.008)
Andriyani Puspita Dewi (2241.11.033)
Meinur Adha (2241.11.037)
Astria Herera Gultom (2241.11.061)
Dwiyantie RH (2241.11.110)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dari tahun ke tahun kepadatan suatu bandar udara akan terus bertambah. Hal ini kurang diimbangi dengan fasilitas dan sarana yang ada di dalam suatu bandara. Salah satu masalah yang ada di bandar udara dunia saat ini adalah pada saat proses pengambilan bagasi yang kurang teratur. Biasanya terjadi kesemerawutan di tempat pengambilan bagasi karena belum tersedianya fasilitas pendukung. Seperti teknologi yang memudahkan pengambilan bagasi tanpa harus menunggu lama.

Baca lebih lanjut

Pesawat Udara Multifungsi BAB I (Revisi)


ketua:
Zoelfiqriyadie Firdaus S (2241.11.101)

Anggota:

  1. Titi Suwarti (2241.11.191)
  2. Syahrul Rohmadona (2241.11.216)
  3. Prabhanita Ariprasti(2241.11.223)
  4. Asep Gojali Musadad Nur (2241.11.236)
  5. Nila Fatmah Sari (2241.11.239)
  6. Hannyfah Feby Vantina (2241.11.264)

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini, kebutuhan akan transportasi semakin meningkat. Begitu juga pada dunia transportasi udara, masyarakat yang ingin menggunakan transportasi jalur udara terus bertambah, penggunaan pesawat terbang  pun bukan lagi hanya sebuah keinginan tetapi sudah menjadi sebuah kebutuhan. Oleh karena itu, pengembangan transportasi udara dari berbagai segi mutlak untuk dilakukan. Baca lebih lanjut

Pesawat Udara Multifungsi BAB 1


KELOMPOK 5
ketua:
Zoelfiqriyadie Firdaus S (2241.11.101)

Anggota:

  1. Prabhanita Ariprasti(2241.11.223)
  2. Titi Suwarti (2241.11.191)
  3. Asep Gojali Musadad Nur (2241.11.236)
  4. Nila Fatmah Sari (2241.11.239)
  5. Hannyfah Feby Vantina (2241.11.264)
  6. Syahrul Rohmadona (2241.11.216)

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Di era globalisasi seperti saat ini, kebutuhan akan transportasi semakin meningkat. Begitu juga pada dunia transportasi udara, masyarakat yang ingin menggunakan transportasi jalur udara terus bertambah, penggunaan pesawat terbang  pun bukan lagi hanya sebuah keinginan tetapi sudah menjadi sebuah kebutuhan. Oleh karena itu, pengembangan transportasi udara dari berbagai segi mutlak untuk dilakukan.

Di sisi lain, masyarakat dunia saat ini juga semakin sibuk dengan berbagai aktivitas. Pekerjaan atau aktivitas yang harus dilakukan membuat mereka sangat sulit mencari waktu untuk berekreasi bahkan untuk sekedar mengistirahatkan tubuh mereka secara wajar. Selain dari masalah sedikitnya waktu yang dimiliki oleh masyarakat dunia, sarana dan prasarana wisata pun semakin sedikit dan perkembangannya terasa lambat. Wisata alam yang tidak berubah atau pun taman hiburan yang masih lambat perkembangannya membuat masyarakat membutuhkan alternatif lain untuk dapat menikmati hiburan atau berwisata tanpa mengganggu aktivitas dan pekerjaan lainnya. Baca lebih lanjut

E-Immigration Soekarno-Hatta (BAB-1)


Ketua Kelompok:
Agmi Pradini Arifani (2241.11.135)

Anggota Kelompok:
Novi Amelia Sari (2241.11.056)
Iwan Syukuri (2241.11.112)
Nur Hazhiyah Dirayati (2241.11.145)
Yulia Endang Tri Wahyuni (2241.11.146)
Ammy Diah Kusuma Wardhani (2241.11.188)

BAB I

PENDAHULUAN

 

I. I      Latar Belakang

Dewasa ini bepergian dengan menggunakan pesawat udara bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat Indonesia, baik yang sekedar jalan-jalan, urusan bisnis, dan lain sebagainya. Mereka memilih moda transportasi udara karena moda transportasi ini mengutamakan keefisienan waktu, apalagi ketika penumpang ingin melakukan perjalanan ke Luar Negeri.

Ketika penumpang atau pelancong ingin melakukan perjalanan ke Luar Negeri maka pelancong membutuhkan passport sebagai dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang yang memuat identitas pemegangnya yang berlaku untuk melakukan perjalanan  antar negara. Passport yang dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi tersebut kini tidak hanya passport biasa, namun adapula E-passport atau elektronik passport yang saat ini baru sebagian masyarakat Indonesia saja yang menggunakannya. Dalam passport tersebut tertanam sebuah chip yang berisikan biodata pemegang beserta data biometriknya, data biometric ini disimpan dengan maksud untuk lebih meyakinkan bahwa orang yang memegang passport adalah benar orang yang benar memiliki passport tersebut. Baca lebih lanjut

Gondola sebagai Pengurai Kepadatan Passenger Movement di Bandara Soekarno-Hatta (Part 2-Revisi)


Ketua Kelompok :

Imam Reza Darmawan (2241.11.184)

Anggota :

1. Lia Alvianita (2241.11.092)
2. Amalia Fitria (2241.11.152)
3. Arum Anggorowati (2241.11.178)
4. Friesty Agustin (2241.11.229)
5. Suci Maghfirah (2241.11.257)

BAB I

PENDAHULUAN

 

1. 1      Latar Belakang

            Seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia akan penggunaan transportasi udara dalam menunjang kegiatannya sehingga mempengaruhi pertambahan jumlah penumpang di bandara. Dengan bertambahnya jumlah penumpang maka akan berimplikasi kepada kepadatan penumpang yang kini menjadi problema di bandara internasional Soekarno-Hatta.

Baca lebih lanjut

DRIVE THRU AIRLINES CARGO (PART 2)


DRIVE THRU AIRLINES CARGO
Nama Anggota : Hernanda Hannanto 224111270
Randy Aditama 224112203
Kun Dwi Sundari 224111195
Fiska Karina H 224111213
Bab I
1.1 Latar Belakang
Angkutan barang (cargo) sebagian besar adalah kebutuhan utama setiap penumpang, kenyataannya menunjukkan bahwa jasa angkutan cargo udara menjadi kebutuhan manusia sampai seterusnya.

Dalam menjalankan bisnis cargo udara ini yang sangat di perhatikan adalah informasi dari barang yang akan di kirim sampai dengan ketepatan waktu pengiriman.

1.2 Rumusan masalah

Permasalahan yang ada dari latar belakang di atas yang akan kita bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

– Bagaimana sarana dan prasarana cargo dalam bandara Soekarno Hatta pada saat ini.
– Bagaimana inovasi yang akan kami usulkan dalam cargo bandara Soekarno Hatta.
– Keuntungan yang bisa di peroleh dengan adanya pengiriman cargo udara ini.

1.3 Tujuan

Tujuan di buat cargo udara ini yaitu:

1. Waktu pengiriman lebih terjangkau.
2. Biaya lebih terjangkau.
3. Keamanan barang terjamin sampai ke tujuan.

1.4 Kesimpulan & saran

Drive thru airlines cargo sebagai jasa pengiriman barang secara efektif dan efisien sebagaimana yang diharapkan oleh jasa pengguna cargo udara, dan menggantikan proses pengiriman cargo sebelumnya.

RUANG MEROKOK MEWAH DAN MUDAH DIJANGKAU UNTUK MEMINIMALISIR PEROKOK MEROKOK DI RUANG PUBLIK DI BANDARA SOEKARNO HATTA


Kelompok:

  1. Muktarom                  (NIM: 2341.13. 006)
  2. Hari Setyanto            (NIM: 2341.13. 003)
  3. Raiza Pricilia                        (NIM: 2241.10. 244)
  4. Gustiana triyani        (NIM: 2241.10. 300)

Kelas: S1 MTU D (11)

I.        Latar Belakang

Sebagai bandara internasional, Bandara Soekarno-Hatta merupakan salah satu pintu gerbang negara Indonesia. Terkait dengan hal tersebut di atas, maka selayaknya Bandara Soekarno-Hatta harus mempunyai fasilitas yang memadai sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi siapapun yang berada di dalamnya, baik itu bagi warga negara Indonesia maupun bagi warga negara Asing. Namun seringkali kondisi Bandara Soekarno-Hatta memberikan fasilitas yang kurang layak, yaitu banyaknya perokok yang merokok di ruang publik yang disebabkan oleh kurang layaknya ruang merokok dan jauhnya ruang untuk merokok. Untuk itu dibutuhkan ruangan untuk merokok yang bagus, mewah dan mudah dijangkau untuk menarik para perokok datang ketempatnya sehingga tidak ada lagi para perokok yang merokok di ruang publik di bandara. Dari uraian diatas penulis merasa tertarik untuk membuat tulisan karya ilmiah dengan judul “Ruang Merokok Mewah dan Mudah dijangkau Untuk Meminimalisir Perokok Merokok di Ruang Publik di Bandara Soekarno Hatta”.

II.        Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka dapat diidentifikasi masalah yang terjadi

  1. Tidak layaknya ruang merokok di Badara Soekarno Hatta
  2. Tidak disiplinnya para perokok untuk merokok di ruang merokok yang telah disediakan
  3. Terganggunya khalayak di Bandara Soekarno-Hatta karena asap rokok

III.        Batasan Masalah

Agar pembahasan tidak meluas maka penulis hanya membatasi masalah pada ketidakdisiplinan para perokok di Bandara Soekarno-Hatta.

IV.        Pokok Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apa yang menyebabkan ketidakdisiplinan para perokok di Bandara Soekarno-Hatta?
  2. Bagaimanakah ruang merokok yang mewah dan mudah dijangkau itu?

V.        Tujuan dan Manfaat Tulisan

Tujuan Tulisan Karya Ilmiah

Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui tulisan karya ilmiah ini adalah:

  1. Untuk megedukasi masyarakat tentang kedisiplinan merokok ditempat yang telah disediakan
  2. Mencipatakan ruang publik di Bandara Soekarno-Hatta yang bersih dan bebas asap rokok.

Manfaat Tulisan Karya Ilmiah

  1. Bagi Penulis
    1. Untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Ground Handling
    2. Untuk mengasah kemampuan kelompok kami dalam mengevaluasi permasalahan yang terjadi di masyarakat dan mencari solusi yang sesuai
  2. Bagi Pembaca

Pembaca dapat memahami  dan mengerti tentang ruang publik dan memanfaatkan fasilitas di ruang publik dalam hal ini ruang merokok dengan lebih bijakasana.

Penggunaan RFID dan E-Baggage


Kelompok GH ZU11

Ketua : Muhammad Fausan (2241.11.120)

Anggota :
Silvia Yuniarti (2241.11.008)
Andriyani Puspita Dewi (2241.11.033)
Meinur Adha (2241.11.037)
Astria Herera Gultom (2241.11.061)
Dwiyantie RH (2241.11.110)

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Seiring dengan berkembangnya transportasi udara maka kebutuhan akan  pelayanan jasa pada industri transportasi udara juga semakin meningkat dari tahun ke tahun.  Hal ini terlihat dari semakin padatnya jumlah penumpang di bandara setiap  hari. Transportasi udara memiliki keunggulan dibandingkan dengan transportasi lainnya dalam hal jangkauan jarak yang lebih luas maupun penghematan waktu dalam perjalanannya. Sehingga pada saat ini transportasi udara sudah menjadi pilihan utama. Baca lebih lanjut

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA TINGKAT PENGAWASAN PETUGAS PADA PT. ANGKASA PURA I DI BANDARA KUALA NAMU


Nama :

Irfan Handi Prabowo           224110041

M. Hamdhani M.S                 224110043

Miranti Pratiwi Lantah         224110056

David Prihanto                       224110090

Kelompok :    6

S1 MTU D (11)

Baca lebih lanjut

Sky Bridge Bandara Soekarno Hatta (BAB I)


Kelompok :

1. Sarah Evani (2241.11.003)

2. Deri Sully Arthalina (2241.11.022)

3. Puput Muslimah (2241.11.034)

4. Novita Rosy (2241.11.046)

5. Rizkita Putri (2241.11.067)

6. Nur Hasanah (2241.11.203)

Kelas : ZU 11

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.   Latar Belakang

Di era globalisasi saat ini perjalanan menggunakan jasa transportasi udara semakin meningkat, tidak hanya dinikmati oleh kalangan menengah atas , tetapi kini telah menyentuh semua kalangan. Pada dasarnya terdapat dua tujuan umum seseorang atau lebih melakukan perjalanan, yaitu Perjalanan Bisnis, Mengunjungi Relasi/Keluarga maupun melakukan kegiatan wisata yang ditambah lagi dengan peningkatan ekonomi yang terjadi saat ini di Indonesia.

Baca lebih lanjut

ANALISIS KONSTRUKSI SPIDER WEB UNTUK APRON


ANALISIS KONSTRUKSI SPIDER WEB UNTUK APRON

Kelompok      :

  1. Muktarom                  (NIM 2341. 13. 006)
  2. Hari Setyanto            (NIM 2341. 13. 003)
  3. Raiza Pricilia               (NIM 2241.10.244)
  4. Gustiana triyani        (NIM 2241.10.300)

Kelas  :

      I.        Latar Belakang

Fasilitas bandar udara terdiri dari fasilitas sisi darat dan fasilitas sisi udara. Fasilitas sisi darat terdiri dari terminal, tempat parkir kendaraan penumpang dan curb. sedangkan fasilitas sisi udara terdiri dari runway, taxiway dan apron. Apron merupakan bagian dari bandar udara yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang. Selain untuk parkir, apron juga digunakan untuk kegiatan ground handling. Konstruksi apron umumnya menggunakan kontruksi flexible (asphalt) dan kontruksi beton bertulang, karena memikul beban yang sangat besar maka diperlukan suatu konstruksi bangunan yang kuat dan tahan lama.

Dari uraian diatas maka penulis tertarik untuk membuat tulisan dengan judul “ ANALISIS KONSTRUKSI SPIDER WEB UNTUK APRON”.

    II.        Rumusan Masalah

Sering rusaknya apron dalam jangka waktu pendek, tidak cukup hanya menggunakan kontruksi flexible (asphalt) dan kontruksi beton bertulang terlebih jika apron dibangun pada lahan dengan jenis lahan gambut atau tanah yang tidak stabil (mudah bergerak) ,maka dari itu diperlukan suatu cara untuk bisa menyelasaikan atau mengatasi kondisi tersebut,untuk itu kami mencoba untuk membuat atau menganalisis pembuatan apron dengan system Spider Web.

   III.        Batasan Masalah

Agar pembahasan tidak meluas maka penulis hanya membatasi masalah mengenai konstruksi apron pada lahan yang berjenis lahan gambut atau tanah yang tidak stabil (mudah bergerak).

  IV.        Tujuan dan Manfaat

  1. Tujuan

Adapun tujuan yang hendak dicapai melalui tulisan ini adalah Agar kedepannya konstruksi spider web bisa diterapkan pada bandara-bandara dengan kondisi tersebut.

  1. Manfaat
    1. Bagi Penulis

Untuk menambah pengetahuan tentang konstruksi apron.

  1. Bagi Pembaca

Agar pembaca mengerti tentang seluk beluk konstruksi spider web untuk apron.

Gondola sebagai Pengurai Kepadatan Passenger Movement di Bandara Soekarno-Hatta (Part-2)


Ketua Kelompok :

Imam Reza Darmawan (2241.11.184)

Anggota :

1. Lia Alvianita (2241.11.092)
2. Amalia Fitria (2241.11.152)
3. Arum Anggorowati (2241.11.178)
4. Friesty Agustin (2241.11.229)
5. Suci Maghfirah (2241.11.257)

BAB I

PENDAHULUAN

 

1. 1      Latar Belakang

            Seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia akan penggunaan transportasi udara dalam menunjang kegiatannya sehingga mempengaruhi pertambahan jumlah penumpang di bandara. Dengan bertambahnya jumlah penumpang maka akan berimplikasi kepada kepadatan penumpang yang kini menjadi problema di bandara internasional Soekarno-Hatta. Baca lebih lanjut

Pesawat Udara Multifungsi


KELOMPOK 5
ketua:
Zoelfiqriyadie Firdaus S (2241.11.101)

Anggota:

  1. prabhanita ariprasti(2241.11.223)
  2. Titi Suwarti (2241.11.191)
  3. Asep Gojali Musadad Nur (2241.11.236)
  4. Nila Fatmah Sari (2241.11.239)
  5. Hannyfah Feby Vantina (2241.11.264)
  6. Syahrul Rohmadona (2241.11.216)

Judul dan kerangka pemikiran mengenai pesawat udara multifungsi yang nantinya akan dikembangkan untuk memenuhi tugas Ground Handling

Baca lebih lanjut

Tiket Pesawat Murah Citilink yang Menjebak Konsumen


Tiket Pesawat Murah Citilink yang Menjebak Konsumen

Kelompok:

1. Naufal Ali Hamdi  224111254

2. Efra Umara  224111089

3. Novri Hanggoro  224111090

4. Aditya Wisnu W  224112047

GH Kelas D

BAB I PENDAHULUAN

Jumlah penumpang transportasi udara di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012 jumlah penumpang domestik mencapai 60 juta penumpang meningkat 20% dari tahun sebelumnya. Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas, membentang dari Sabang sampai Merauke. Hal ini membuat kebutuhan akan transportasi yang cepat dan murah sangat tinggi seiring dengan tingkat pendapatan masyarakat yang meningkat.

Tidak seperti beberapa dekade yang lalu, sekarang ini jasa transportasi udara sudah bisa dinikmati oleh masyarakat tingkat menengah maupun rendah. Seiring dengan masuknya konsep bisnis LCC di Indonesia, membuat maskapai yang berbasis LCC bersaing menjual harga tiket serendah-rendahnya untuk mendapatkan hati di masyarakat. Tidak sedikit juga maskapai yang sudah menutup usahanya dikarenakan tidak mampu lagi bersaing harga.

Meskipun begitu, banyak masyarakat yang merasa ditipu atau dirugikan karena telah membeli tiket murah, namun pihak maskapai boleh seenak-enaknya mengganti jadwal penerbangan yang sangat merugikan calon penumpang. Bahkan ada calon penumpang yang tidak diberitahu akan penggantian jadwal tersebut. Calon penumpang tidak diberitahu bahwa untuk menikmati fasilitas maskapai lainnya harus membayar lagi dan lain sebagainya. Salah satu dari sekian banyak maskapai yang menjual tiket murah adalah Citilink.

Banyak calon penumpang yang merasa dirugikan karena telah merasa tertipu oleh maskapai Citilink yang menjual tiket murah. Berapa banyak calon penumpang yang pernah mengalami hal serupa? Apakah dilain waktu mereka akan menggunakan jasa maskapai yang telah menipunya lagi? Atau mereka justru pindah ke maskapai lain dengan pelayanan lebih baik? Jadi seberapa efektifkah penerapan penjualan harga tiket murah Citilink dalam menarik hati para konsumen?

Dengan tujuan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dan mencarikan solusi terbaik untuk calon penumpang maupun pihak Citilink agar tetap mendapatkan kesetiaan para konsumennya, kami memilih judul Tiket Pesawat Murah Citilink yang Menjebak Konsumen.

DRIVE THRU AIRLINES CARGO DI BANDARA SOEKARNO HATTA


DRIVE THRU AIRLINES CARGO DI BANDARA SOEKARNO HATTA

Nama Anggota         : Hernanda Hannanto         224111270

Randy Aditama                    224112203

Kun Dwi Sundari                224111195

Fiska Karina H                     224111213

1.1  Pendahuluan

Pada era globalisasi saat ini masyarakat membutuhkan sarana transportasi serba efektif dan efisien. Dalam dunia penerbangan ada kalanya  masyarakat memiliki kebutuhan yang berbeda seperti pax, bag, cargo dan mail. Oleh sebab itu kami sebagai insan transportasi ingin memberikan inovasi di bidang jasa pelayanan udara khususnya dalam bidang kargo.

Adapun fungsi transportasi adalah untuk mengangkut penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat tujuan lain atau dari suatu wilayah ke wilayah lainnya. Kebutuhan akan angkutan penumpang tergantung fungsi yang dibutuhkan  semua orang dapat melakukan perjalanan untuk kebutuhan pribadi atau keperluan bisnis.

Angkutan barang (Cargo) sebagian besar adalah kebutuhan utama setiap penumpang. Kenyataan menunjukkan bahwa jasa angkut kargo penerbangan menjadi kebutuhan manusia sampai seterusnya.

Dalam tulisan ini kami menginovasikan pengiriman barang dengan DRIVE THRU AIRLINES CARGO DI BANDARA SOEKARNO HATTA. Salah satu faktor yang membuat inovasi ini adalah untuk mempermudah pengirim dalam mengirim barangnya ke tempat tujuan.

 

 

 

FASILITAS PENUNJANG DAN AKSESBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS TUNANETRA DI BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA


 

Nama : Amanda Nurul Alifah 224111097

Anisa Sholihah         224111281

 

 

           Ferdy Tri Whardana  224111259

           Trianto Lintang         224111017

S1 MTU D 2011

 

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Bandar udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya. Dari definisi tersebut, dapat dilihat pada zaman sekarang ini di Indonesia, keberadaan bandar udara menjadi sangat berarti oleh pengguna jasa angkutan udara yang terus tumbuh dan berkembang.

Namun hal yang perlu disadari disini adalah di Indonesia terjadi sedikit keterlambatan dalam merespon kelajuan pertumbuhan pengguna jasa angkutan udara dengan upaya pembangunan dan pengembangan sarana – prasarana bandar udara itu sendiri. Tentu pada akhirnya, hal ini berpengaruh pada tingkat pelayanan penumpang yang memakai jasa transportasi udara.

Dari segi global, kita melihat para pengelola bandar udara di dunia berlomba – lomba memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung kegiatan operasionalnya, segala aspek diperhatikan, mulai dari fasilitas keselamatan dan keamanan, fasilitas pokok, serta fasilitas penunjang, semua itu untuk meningkatkan kepuasan pengguna jasa angkutan udara – yang memiliki latar belakang yang bermacam – macam atau berbeda. Dari hal tersebut, kami coba menarik pembahasan lebih spesifik mengenai pengguna jasa angkutan udara dan bagaimana bentuk dari pelayanannya, yaitu kami bahas para pengguna jasa angkutan udara penyandang cacat (disabilitas) yang kami konsentrasikan pada penyandang tunanetra.

Seperti yang bisa dicermati bahwa untuk wilayah Indonesia, bentuk pelayanan kepada para penyandang disabilitas di bandar udara perlu diperhatikan secara khusus, mereka perlu diberikan akses sendiri berupa fasilitas – fasilitas pembantu agar mereka dapat beraktivitas atau berkegiatan di dalam bandar udara secara fleksibel dan mandiri, serta memberikan kenyamanan pada seluruh pengguna jasa angkutan udara di bandar udara tanpa terkecuali, karena, menyikapi kenyataan yang ada, para penyandang disabilitas mengalami kesulitan untuk bergerak leluasa disebabkan ruang gerak mereka yang tidak memadai, tidak hanya di bandar udara saja, namun di tempat – tempat umum juga. Mencermati apa yang sudah dilakukan di bandar udara – bandar udara internasional dunia, kita perlu mencontoh. Persaingan untuk menjadi bandar udara kelas dunia dengan cita rasa humanis sepatutnya menjadi perbaikan dan penerapan pada bandar udara di Indonesia, dengan menjadikan Bandar Udara Soekarno-Hatta sebagai proyek percontohan pertama.

Dari hal ini, kami mencoba untuk mengkaji letak – letak permasalahan yang ada secara kritis, dan mengurainya untuk dianalisa secara ilmiah dalam bentuk karya tulis untuk mencari serta menemukan solusi yang baik. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang, karya tulis ilmiah ini berjudul “KONSEP PEMBUATAN FASILITAS PENUNJANG DAN AKSESBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS TUNANETRA DI BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA”.

Perlukah Sekolah Pramugari ?


Ragam sekolah atau lembaga pendidikan non akademis semakin marak di lingkungan kita, salah satunya adalah sekolah Flight Attendant atau biasa dikenal dengan Awak Kabin.

 

Istilah Flight Attendant (FA), Awak Cabin, Stewardess bisa pria atau wanita namun istilah itu masih kalah populer dibandingkan dengan kata pramugari, oleh karenanya saya akan gunakan saja kata “Pramugari” walau maksudnya bisa pria atau wanita.

 

Flight Attendant

Flight Attendant

 

Kembali ke sekolah pramugari … sempat saya terheran-heran dan kagum melihat sekolah dengan jurusan khusus … Pramugari … bahkan beberapa teman di lingkungan pekerjaan saya beranggapan bahwa nantinya setelah lulus mereka akan langsung jadi pramugari … hmmmmm

 

Lingkungan kerja di airport adalah tujuan PKL yang sering disambangi siswa siswi dari berbagai macam jenis sekolah, salah satunya adalah sekolah pramugari, tentunya sebagai pengajar saya selalu ingin tahu lebih dalam mengenai materi yang mereka dapat di bangku sekolahnya.

 

Masa pendidikan yang mereka lalui beragam, ada yang 3 bulan, 4 bulan, bahkan sampai 8 bulan. Setelah melalui sebagian besar kurikulum yang ditetapkan mereka diwajibkan menjalani PKL (Praktek Kerja Lapangan) …. nahhhh ini yang mulai aneh…

 

Di sela-sela kegiatan PKL mereka banyak bertukar pendapat dengan saya tentang dunia pramugari,  banyak cerita terpapar dari siswa siswi PKL itu, juga harapan untuk menjadi pramugari. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah Baca lebih lanjut

Contoh Laporan PKL D3, IPB – Bogor (Part 6, End)


V.  ANALISIS USAHA

5.1 Pemasaran

Pemasaran merupakan rantai akhir dalam usaha pembenihan ikan khusunya pembenihan ikan maanvis. Sebelum melakukan usaha pembenihan ikan maanvis, terlebih dahulu diketahui informasi harga dan pasar yang sedang berjalan pada periode saat dilaksanakannya proses produksi. Taufan’s Fish Farm menjual benih ikannya ke daerah Cibinong seperti para eksportir dan para hobiis. Harga benih ikan maanvis ukuran S Rp.250,- per ekor.

5.2 Pengadaan Sarana dan Prasarana Produksi

5.2.1 Induk dan Benih

Induk yang digunakan di Taufan’s Fish Farm berasal dari petani-petani yang berasal didaerah Ciseeng, Bogor dengan harga Rp. 30.000,- / pasang. Sedangkan benih ikan maanvis juga ada yang berasal dari petani maupun berasal dari hasil pijahan sendiri.

 

5.2.2 Pakan dan Obat-Obatan

Pakan, diperoleh dari beberapa produsen yaitu :

  1. Bloodworm berasal dari pengusaha ikan hias yang berasal dari Bandung dengan harga Rp. 20.000,- / kg yang diantarkan langsung oleh Baca lebih lanjut

Contoh Laporan D3, IPB – Bogor (Part 5)


IV. KEGIATAN PEMBENIHAN

 

4.1 Pemeliharaan Induk

4.1.1 Persiapan Wadah Pemeliharaan

Persiapan wadah merupakan langkah awal yang turut menentukan keberhasilan suatu usaha pembenihan. Perusahaan Taufan’s Fish Farm akuarium pemijahan maupun pemeliharaan induk dibedakan wadahnya. Adapun proses pembersihan akuarium pemijahan ikan maanvis dilakukan dengan cara menggosok pada bagian dinding akuarium menggunakan amplas. Lakukan penggosokan hingga bersih, dan lakukan berulang-ulang. Disinfeksi wadah dilakukan dengan cara pengeringan akuarium langsung di bawah sinar matahari, dengan tujuan agar patogen-patogen yang berada didalam akuarium menjadi hilang dan tidak meninggalkan bekas. Proses pengisian air akuarium pemeliharaan induk dilakukan dengan cara pengisian air langsung ke dalam akuarium pemijahan maupun pemeliharaan induk. Kapasitas maksimal untuk akuarium pemijahan ukuran 50 x 20 x 40 cm dengan kapasitas 40 liter air.

                           A                                                    B

Gambar 7. Akuarium pemeliharaan (A) dan akuarium pemijahan (B)

4.1.2 Induk

Induk ikan maanvis Pterophyllum scalare yang dimiliki oleh Baca lebih lanjut

Contoh Laporan PKL D3, IPB – Bogor (Part 4)


III. FASILITAS PEMBENIHAN

 

3.1 Fasilitas Utama

Fasilitas utama merupakan fasilitas pokok seluruh kegiatan budidaya khususnya kegiatan pembenihan di Taufan’s Fish Farm. Fasilitas pembenihan utama yang terdapat di Taufan’s Fish Farm diantaranya adalah wadah, energi, sistem tata air dan sistem aerasi.

 

3.1.1 Wadah

Wadah merupakan faktor utama yang mendukung kegiatan pembenihan sehingga perlu diperhatikan bentuk dan posisinya. Taufan’s Fish Farm memiliki fasilitas wadah yang meliputi tandon air tawar, pemeliharaan, pemijahan induk, penetasan telur, pemeliharaan larva dan wadah kultur pakan alami. Akuarium yang digunakan untuk pemeliharaan induk, pemijahan dan inkubasi telur berukuran 50 x 40 x 30 cm (Gambar 2 A), sedangkan akuarium untuk Baca lebih lanjut

Contoh Laporan PKL D3, IPB – Bogor (Part 3)


II. KEADAN UMUM LOKASI

2.1 Lokasi dan Tata Letak

Perusahaan Taufan’s Fish Farm memiliki tiga lokasi unit kegiatan produksi budidaya ikan hias yaitu di Ciluer Kecamatan Kedung Halang, Komplek Baranangsiang Indah Blok G1 dan Maseng Kecamatan Caringin. Lokasi kegiatan PKL ini adalah Desa Tanah Baru, Ciluer, Kecamatan Kedung Halang, Kota Bogor. Lokasi ini merupakan kantor pusat perusahaan Taufan’s Fish Farm. Unit ini terbagi atas dua lokasi yang berada di tepi jalan Tanah Baru. Luas lokasi pertama sekitar 800 m2 dan lokasi kedua sekitar 400 m2. Kedua lokasi ini berdekatan dengan sungai. Jarak lokasi perusahaan peternakan ikan hias unit Ciluer kurang lebih 100 m dari jalan raya Bogor-Cibinong dan 52 km dari Jakarta. Di lingkungan sekitar bangunan perusahaan ini terdapat perumahan penduduk, pabrik aquarius fiberglass dan pabrik tapioka.

Unit produksi Maseng-Carigin terletak di desa Warung Menteng, Kecamatan Caringin, Kota Bogor, dengan luas sekitar 13.000 m2. Unit produksi Baranangsiang Indah terletak di Komplek Baranangsiang Indah Blok G1, Kota madya Bogor, dengan luas sekitar 400 m2.

Adanya lokasi kegiatan yang berbeda dari segi Baca lebih lanjut

Contoh Laporan PKL D3, IPB – Bogor (Part 2)


I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ikan hias air tawar merupakan komoditas yang banyak menghasilkan devisa. Nilai ekspornya sangat tinggi dan cendrung meningkat dari tahun ke tahun. Setiap bulannya ada puluhan juta ekor ikan hias air tawar diekspor ke mancanegara. Saat ini ada ratusan jenis ikan air tawar dari berbagai pelosok dunia, hampir 90% merupakan ikan tropis jenis ikan hias yang dapat dibudidaya (Daelami, 2006). Jumlah spesies atau jenis ikan hias air tawar yang beredar saat ini beredar di pasaran dunia memang sangat banyak, sekitar 240 jenisnya diproduksi di Indonesia, baik ikan hias tangkap alam maupun hasil budidaya. Di BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional) sampai tahun 1998 tidak kurang dari 30-40 juta ekor ikan hias per tahun yang berhasil diekspor (Lesmana dan Dermawan, 2006).

Ikan maanvis Pterophyllum scalare merupakan ikan hias air tawar yang memiliki bentuk tubuh yang indah seperti anak panah. Ikan maanvis Pterophyllum scalare memiliki sifat yang tenang dan sangat digemari sebagai ikan hias akuarium, sehingga sering dijuluki “The Queen of Aquarium”. Ikan maanvis dikenal juga sebagai ikan Baca lebih lanjut

Contoh Laporan PKL D3 IPB Bogor (Part 1)


PEMBENIHAN IKAN MAANVIS Pterophyllum scalare

DI
TAUFAN’S FISH FARM, CILUER, BOGOR

JAWA BARAT

 

 

 

 

BIMA VICKY PUJA PRIHASTONO

 

 

 

PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI PRODUKSI DAN MANAJEMEN PERIKANAN BUDIDAYA

DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2010

PEMBENIHAN IKAN MAANVIS Pterophyllum scalare

DI TAUFAN’S FISH FARM, CILUER, BOGOR

JAWA BARAT

 

  

 

BIMA VICKY PUJA PRIHASTONO

 

 

 

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Baca lebih lanjut

GROUND HANDLING on RAMP HANDLING


KELOMPOK                         : 1

KELAS                                    : D3 MTU-GH 11

DOSEN                                  : EKO PROBO D WARPANI

NAMA                                  : HETRO HANDITRO                                         2431 11 003

RARA RESTI REGATA                                     2431 11 014

NELA RIZKY FEBRIYANTI                              2431 11 023

ZAHIR

Bandar Udara merupakan suatu unsur terpenting dalam penerbangan, bandar udara juga mempengaruhi terlaksana atau tidaknya suatu penerbangan. Bandar udara merupakan tempat terlaksananya berbagai aktivitas opersional penerbangan, seperti :check-in, boarding, penanganan pelayanan terhadap pesawat dan lain-lain. Dalam melaksanakan operasional penerbangan tersebut terdapat suatu unit yang fokus dalam pelayanan opersional penerbangan, yaitu Ground Handling.  Ground Handling adalah satu unit yang menangani pelayanan Baca lebih lanjut

The Importance of Balancing Facilities and Infrastructures of Soekarno-Hatta Airport


Group 7

Leader    :

Putra Randa Bentar Sitompul 224110266

Members :

Muhammad Arif 224110213

Marezha Herlin Stefanie 224110040

Class :ZU-10

Task : 1-5

 

CHAPTER I

INTRODUCTION

 

           It’s a very common thing in the eyes of the world that the airport is home to a country as a economic gateway of the country concerned and become a transport activities both domestic and foreign that makes the airport is also a symbol of the country, if transport activities done properly then all other activities related to the activity will run effectively and efficiently.

In support of these activities are many things that need to be taken to ensure that everything is done from the initial place of delivery or departure to the destination can be done well and requires perfection in an optimal and maximum implementation.

This should be considered, because in the future, surging of demand from passengers and companies who want to enlist the services rather than the airport itself will be increased in accordance with the current good economic certain times where passenger transportation activities through the day more.

In essence, the state of the current airport facilities and infrastructure it is still far from what it should be, it is said to be due to the passenger capacity for its own mode of transportation is still not sufficient, and if it is not fixed soon, it can be ascertained losses for airlines and airports themselves will occurred, whereas according to the Research Bureau of Statistics (BPS) Indonesia domestic passenger growth rate rose to 3.31% until July 2012.

Our aim chose the theme of this paper is to measure the readiness of the airport rather than in terms of improving the facilities and infrastructure of the airport in order to still be able to meet demand in the future.

CHAPTER II

THEORETICAL

 

Facilities and infrastructure is a key element in an aviation activity of the country. Facilities used are aircrafts while infrastructure means are the airports that where aircraft take off and landing. Facilities and infrastructure are inter-related and support each other according to their respective functions.

According to the Minister of Communications Decree Number KM 7 of 2008 on Organization and Administration of Airport Technical Unit consider that with the increasing growth of the national economy and the development of air transport policy led to improved services in airport operations that must be supported by facilities and airport infrastructure.

Improved facilities and infrastructure an airport must be balanced by growth in demand for air transport and aviation industrial development. Angkasa Pura as airport management entity responsible for fulfilling airport facilities pursuant to Law of the Republic of Indonesia Number 1 Year 2009 of Article 219 paragraph (1), each entities airports or airport operator unit shall provide airports facilities that meet aviation safety and security requirements, as well as airport services in accordance with established service standards.

Response and feedback from user services and the community in general is needed in order to know flaws and what needed improvement. To obtain accurate data, the method used is the method of Crawford (1928) which is classified into:

1. Experiment                                   7. Interview

2. Psychological                               8. Questionnaire

3. Case study                                    9. Observation

4. Survey                                           10. Measurement

5. Make curriculum                          11. Statistical

6. Job analysis                                 12. Tables and graphs

While the number of samples taken by the respondent refers to calculations by using the calculation formula of Slovin, namely:

n =              N          

(1+ne)

Where:

n = Sample size

N = Population size

ne = the percentage of allowances inaccuracy can be tolerated

CHAPTER III

RESEARCH METHODS

Based on the purpose of writing we chose the theme “The Importance of Balancing Facilities and Infrastructures of Soekarno-Hatta Airport” is to identify and quantify the level of readiness of the airport in terms of improving facilities and infrastructure in order to remain able to meet the growing demand from year to year.

Therefore, to obtain accurate data we used the descriptive research method to know the public image about the extent to which quality facilities and infrastructure of Soekarno Hatta airport, while for the data collection method we use Crawford (1928) is a questionnaire consisting of 25 questions. We make this questionnaire online, using foreign websites are: freesurveyonline.com.

Our questionnaire contains about image or perception of the respondents towards facilities and infrastructure of Soekarno-Hatta airport today and what development of should be done for the future. And because the scope of the discussion that is widespread, the variable rate for the required sampling should be is quite varied.

In distribution we use social networks like facebook, twitter, but some respondents informed through direct contact via private message. Respondents target that we should be a minimum of 40 people. Where are all those respondents who had used the services of Soekarno-Hatta airport, so the opinions and responses of the respondents can be processed into expected information.

Due research method used is descriptive method, to minimize the confusion level (bias) of people on the question presented, we use a simple question, so communication between us as interviewers with the respondents being communicative communication.

CHAPTER IV

DATA ANALYSIS

Based on the writing of “The Importance of Balancing Facilities and Infrastructures of Soekarno-Hatta Airport” we did a survey on the topic using the system closed the interview with a question that is descriptive, amounting to 25 questions, and get respondents as many as 78 people with questions dissemination system using electronic media and the Internet.

This question is more directed to the level of service, improvements to be made, and the effects of the facilities and infrastructure. This question is presented for the purpose of seeking optimization and maximization of the airport itself. And according to our estimates, more people will realize how important this is, and how necessary repairs are carried out to support the existing transportation. Data about the respondents that may include:

– Respondents of 78 people.

– 84.5% were male.

– 52.7% aged 20-30 years.

– 97.1% had felt the services and facilities of the Soekarno-Hatta airport.

While the survey results are obtained more leads about how expected communities to repair the airport to be done, it is useful to improve the welfare of society and the creation of a smooth operation of the State economy.

As many as 78% respondents stated that the government should intervene to deal with this, because the organization itself is less than optimal. In accordance with the statement that there are respondents, 87.2% said that the organization would have to undergo a change in the airport, it can be concluded that the importance the role and intervention of government and the cooperation between the government and the airport affairs that the creation of the airport environment and productive.

CHAPTER V

CONCLUSIONS AND RECOMMENDATIONS

Based on the analysis we have made regarding the facilities and infrastructure in Soekarno Hatta airport we conclude:

  1. Lack of attention to the improvement of facilities and infrastructure located at Soekarno-Hatta.
  2. Lack of cooperation between the parties of airport management with the government to achieve the optimal and maximal from the airport operational activities.
  3. Efforts to improve the capacity of the airport to be fixed to accommodate the number of passengers not quickly enough in the implementation.
  4. Based on the distribution of questionnaires, the service is quite satisfactory, but there should be special treatment of the parties concerned, the public response has been positive can be expressed.

Based on the data obtained, we as researchers suggest that:

  1. To reform the management of the airport so that more good again in the future.
  2. Doing development of Soekarno-Hatta airport so its capacity can be adjusted by increasing the number of passengers from year to year.
  3. Government and Soekarno Hatta airport management must work together for the betterment of Soekarno Hatta airport.

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (5)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin Stefanie 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 5

BAB V

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil analisa yang telah kami buat mengenai sarana dan prasarana di Soekarno Hatta maka kami menyimpulkan:

  1. Kurangnya perhatian akan perbaikan dari sarana dan prasarana yang terdapat di Bandara Soekarno-Hatta.
  2. Kurangnya kerja sama antara pihak pengelolah bandar udara dengan pemerintah untuk mencapai kemaksimalan dan keoptimalan dari kegiatan oprasional bandara.
  3. Usaha untuk memperbaiki daya tampung bandara agar dapat tetap menampung jumlah penumpang kurang cepat dalam pelaksanaannya.
  4. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, pelayanan dan layanan sudah cukup memuaskan, akan tetapi harus ada penanganan khusus dari pihak-pihak yang berkepentingan tersebut, respon masyarakat sudah dapat dinyatakan positif.

Berdasarkan data yang diperoleh, maka kami sebagai peneliti menyarankan agar :

  1. Melakukan pembenahan manajemen bandara agar semakin baik lagi kedepan.
  2. Melakukan pengembangan Bandar udara Soekarno-Hatta agar daya tampungnya dapat disesuaikan oleh peningkatan jumlah penumpang dari tahun ke tahun.
  3. Pemerintah dan pengelola bandara Soekarno hatta harus bekerjasama untuk kemajuan bandara Soekarno hatta.

 

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (1)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin Stefanie 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 1

BAB I

Pendahuluan

            Sudah menjadi hal yang sangat umum dimata dunia bahwa Bandar Udara merupakan tempat bagi suatu Negara sebagai pintu gerbang perekonomian dari Negara yang bersangkutan serta menjadi tempat kegiatan transportasi baik dalam dan luar negeri yang membuat bandara juga menjadi simbol dari Negara tersebut, apabila kegiatan transportasi dilakukan dengan baik maka segala kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan itu akan berjalan secara efektif dan efisien.

Dalam menunjang kegiatan tersebut banyak hal yang perlu diperhatikan agar segala hal yang dilakukan dari awal tempat pengiriman ataupun keberangkatan hingga ke tempat tujuan dapat terlaksana dengan baik dan membutuhkan kesempurnaan dalam pelaksanaannya secara optimal dan maksimal.

Hal ini harus dipertimbangkan, karena dalam waktu yang akan datang, lonjakan permintaan dari penumpang ataupun perusahaan yang ingin meminta jasa daripada bandara sendiri akan meningkat sesuai dengan arus perekonomian baik waktu-waktu tertentu dimana penumpang melakukan kegiatan melalui transportasi ini semakin hari semakin banyak.

Pada hakikatnya keadaan sarana dan prasarana bandara saat ini masihlah jauh dari yang semestinya, hal ini dikatakan karena daya tampung untuk penumpang baik untuk moda transportasinya sendiri masih belum mencukupi, dan apabila hal ini tidak segera diperbaiki maka dapat dipastikan kerugian untuk airlines dan Bandar udara sendiri akan terjadi, padahal menurut Badan Penelitian Statistik (BPS) tingkat pertumbuhan penumpang domestic Indonesia naik hingga 3,31 % sampai juli 2012.

Tujuan kami memilih tema penulisan ini adalah untuk mengukur kesiapan daripada bandara dalam hal meningkatkan sarana dan prasarana dari Bandar udara agar tetap dapat memenuhi permintaan di masa datang.

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (4)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin Stefanie 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 4

BAB IV

ANALISIS DATA

Berdasarkan penulisan “Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta” kami melakukan survey atas topik tersebut menggunakan sistem wawancara tertutup dengan pertanyaan yang bersifat deskriptif yang berjumlah 25 pertanyaan, serta mendapatkan responden sebanyak 78 orang dengan sistem penyebaran pertanyaan menggunakan media elektronik dan internet.

Pertanyaan ini lebih mengarah kepada tingkat pelayanan, perbaikan yang harus dilakukan, dan efek dari pada sarana maupun prasarana tersebut. Pertanyaan ini dipaparkan dengan tujuan untuk mengupayakan optimalisasi dan maksimalisasi dari bandara itu sendiri. Dan sesuai dengan perkiraan kami, banyak masyarakat sadar akan betapa pentingnya hal ini, maupun betapa perlunya perbaikan dilakukan untuk mendukung transportasi yang ada. Data mengenai para responden yang di dapat diantaranya adalah :

–       Responden sebanyak 78 orang.

–       84.5% merupakan laki-laki.

–       52.7% berumur 20-30 tahun.

–       97.1% pernah merasakan pelayanan dan fasilitas dari Bandar udara Soekarno-Hatta.

Sedangkan hasil survey yang didapat lebih mengarah tentang betapa berharapnya masyarakat terhadap perbaikan atas bandara untuk  segera dilakukan, hal ini berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun terciptanya kelancaran kegiatan ekonomi Negara.

Sebanyak 78% responden menyatakan, bahwa seharusnya pemerintah turut campur tangan untuk menangani hal ini, dikarenakan organisasi itu sendiri yang kurang optimal. Sesuai dengan pernyataan responden yang ada, 87.2% menyatakan bahwa organisasi dalam bandara haruslah mengalami perubahan, hal ini dapat disimpulkan bahwa pentingnya peran dan campur tangan pemerintah maupun adanya kerjasama antara pemerintah dengan pihak kebandarudaraan agar terciptanya lingkungan bandar udara yang baik dan produktif.

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (3)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin Stefanie 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 3

BAB III

METODE PENELITIAN

Berdasarkan tujuan kami memilih tema penulisan “Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta”  yaitu untuk mengetahui dan mengukur tingkat kesiapan bandara dalam hal meningkatkan sarana dan prasarananya agar tetap dapat memenuhi permintaan yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang akurat kami menggunakan metode penelitian deskriptif untuk mengetahui mengetahui gambaran masyarakat tentang sejauh mana kualitas sarana dan prasarana  bandara soekarno Hatta, sedangkan untuk metode pengumpulan datanya kami menggunakan Crawford (1928) yaitu dengan kuesioner yang terdiri dari 25 pertanyaan. Kami membuat kuesioner  ini secara online, menggunakan website asing yaitu: freesurveyonline.com.

Kuesioner kami berisikan tentang gambaran atau persepsi responden terhadap sarana dan prasarana Soekarno-Hatta saat ini dan pengembangan pengembangan apa yang sebaiknya dilakukan untuk masa yang akan datang. Dan dikarenakan ruang lingkup pembahasan yang cukup luas, maka tingkat variabel untuk pengambilan sampel yang dibutuhkan harus lah cukup bervariasi.

Dalam penyebarannya kami menggunakan jejaring sosial seperti facebook, twitter, akan tetapi beberapa responden diinformasikan melalui kontak langsung via private message. Target responden yang harus kami dapat minimal 40 orang. Dimana para responden ialah semua orang yang pernah menggunakan jasa Bandara Soekarno-Hatta, sehingga pendapat maupun tanggapan dari para responden dapat diolah menjadi informasi yang diharapkan.

Dikarenakan metode pernelitian yang dipakai merupakan metode deskriptif, maka untuk meminimalisir tingkat kebingungan (bias) masyarakat atas pertanyaan yang dipaparkan, kami menggunakan  pertanyaan yang sederhana, sehingga komunikasi antara kami selaku pewawancara dengan para responden menjadi komunikasi yang kamunikatif.

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (2)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin Stefanie 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 2

BAB II

LANDASAN TEORI

Sarana dan prasarana merupakan kunci utama dalam kegiatan penerbangan suatu negara.Sarana yang digunakan adalah pesawat udara sedangkan prasarana yang berarti bandar udara yaitu tempat pesawat terbang lepas landas dan mendarat.Sarana dan prasarana ini saling berkaitan dan mendukung satu sama lain sesuai fungsi masing-masing.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bandar Udara menimbang bahwa dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional dan adanya perkembangan kebijakan transportasi udara menyebabkan peningkatan pelayanan kegiatan operasional di bandar udara yang harus didukung oleh sarana dan prasarana bandar udara.

Peningkatan sarana dan prasarana suatu bandara harus seimbang dengan pertumbuhan permintaan akan angkutan udara dan perkembangan industri penerbangan.Angkasa Pura sebagai badan usaha pengelola bandar udara bertanggung jawab memenuhi fasilitas bandara berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Pasal 219 ayat (1),setiap badan usaha bandar udara atau unit penyelenggara bandar udara wajib menyediakan fasilitas bandar udara yang memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan,serta pelayanan jasa bandar udara sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan.

Respon dan tanggapan dari penggguna jasa maupun masyarakat pada umumnya sangat diperlukan agar dapat diketahui kekurangan dan perbaikan apa saja yang perlukan. Untuk mendapatkan data yang akurat maka metode yang digunakan adalah metode Crawford (1928) yang di bagi kedalam :

1. ekperimen                                    7. interview

2. psikologis                                     8. questionnair

3. case study                                    9. observasi

4. survey                                           10. pengukuran

5. membuat korikulum                11. statistik

6. analisis pekerjaan                     12. tabel dan grafik

Sedangkan banyaknya sampel responden yang diambil mengacu kepada perhitungan dengan rumus Slovin yaitu menggunakan perhitungan:

n =              N          

(1+ne)

Dimana :

n = ukuran sampel

N = ukuran populasi

ne = persentase kelonggaran ketidaktelitian yang masih dapat ditolerir

The Importance of Balancing Facilities and Infrastructures of Soekarno-Hatta Airport


Group 7

Leader :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Members:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Class : ZU-10

Task : 1-5

 

CHAPTER I

INTRODUCTION

 

           It’s a very common thing in the eyes of the world that the airport is home to a country as a economic gateway of the country concerned and become a transport activities both domestic and foreign that makes the airport is also a symbol of the country, if transport activities done properly then all other activities related to the activity will run effectively and efficiently.

In support of these activities are many things that need to be taken to ensure that everything is done from the initial place of delivery or departure to the destination can be done well and requires perfection in an optimal and maximum implementation.

This should be considered, because in the future, surging of demand from passengers and companies who want to enlist the services rather than the airport itself will be increased in accordance with the current good economic certain times where passenger transportation activities through the day more. Baca lebih lanjut

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (V)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 5

BAB V

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil analisa yang telah kami buat mengenai sarana dan prasarana di Soekarno Hatta maka kami menyimpulkan:

  1. Kurangnya perhatian akan perbaikan dari sarana dan prasarana yang terdapat di Bandara Soekarno-Hatta.
  2. Kurangnya kerja sama antara pihak pengelolah bandar udara dengan pemerintah untuk mencapai kemaksimalan dan keoptimalan dari kegiatan oprasional bandara.
  3. Usaha untuk memperbaiki daya tampung bandara agar dapat tetap menampung jumlah penumpang kurang cepat dalam pelaksanaannya.
  4. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, pelayanan dan layanan sudah cukup memuaskan, akan tetapi harus ada penanganan khusus dari pihak-pihak yang berkepentingan tersebut, respon masyarakat sudah dapat dinyatakan positif.

Berdasarkan data yang diperoleh, maka kami sebagai peneliti menyarankan agar :

  1. Melakukan pembenahan manajemen bandara agar semakin baik lagi kedepan.
  2. Melakukan pengembangan Bandar udara Soekarno-Hatta agar daya tampungnya dapat disesuaikan oleh peningkatan jumlah penumpang dari tahun ke tahun.
  3. Pemerintah dan pengelola bandara Soekarno hatta harus bekerjasama untuk kemajuan bandara Soekarno hatta.

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (IV)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 4

BAB IV

ANALISIS DATA

 

Berdasarkan penulisan “Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta” kami melakukan survey atas topik tersebut menggunakan sistem wawancara tertutup dengan pertanyaan yang bersifat deskriptif yang berjumlah 25 pertanyaan, serta mendapatkan responden sebanyak 78 orang dengan sistem penyebaran pertanyaan menggunakan media elektronik dan internet.

Pertanyaan ini lebih mengarah kepada tingkat pelayanan, perbaikan yang harus dilakukan, dan efek dari pada sarana maupun prasarana tersebut. Pertanyaan ini dipaparkan dengan tujuan untuk mengupayakan optimalisasi dan maksimalisasi dari bandara itu sendiri. Dan sesuai dengan perkiraan kami, banyak masyarakat sadar akan betapa pentingnya hal ini, maupun betapa perlunya perbaikan dilakukan untuk mendukung transportasi yang ada. Data mengenai para responden yang di dapat diantaranya adalah :

–       Responden sebanyak 78 orang.

–       84.5% merupakan laki-laki.

–       52.7% berumur 20-30 tahun.

–       97.1% pernah merasakan pelayanan dan fasilitas dari Bandar udara Soekarno-Hatta.

Sedangkan hasil survey yang didapat lebih mengarah tentang betapa berharapnya masyarakat terhadap perbaikan atas bandara untuk  segera dilakukan, hal ini berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun terciptanya kelancaran kegiatan ekonomi Negara.

Sebanyak 78% responden menyatakan, bahwa seharusnya pemerintah turut campur tangan untuk menangani hal ini, dikarenakan organisasi itu sendiri yang kurang optimal. Sesuai dengan pernyataan responden yang ada, 87.2% menyatakan bahwa organisasi dalam bandara haruslah mengalami perubahan, hal ini dapat disimpulkan bahwa pentingnya peran dan campur tangan pemerintah maupun adanya kerjasama antara pemerintah dengan pihak kebandarudaraan agar terciptanya lingkungan bandar udara yang baik dan produktif.

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (III)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 3

BAB III

METODE PENELITIAN

Berdasarkan tujuan kami memilih tema penulisan “Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta”  yaitu untuk mengetahui dan mengukur tingkat kesiapan bandara dalam hal meningkatkan sarana dan prasarananya agar tetap dapat memenuhi permintaan yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang akurat kami menggunakan metode penelitian deskriptif untuk mengetahui mengetahui gambaran masyarakat tentang sejauh mana kualitas sarana dan prasarana  bandara soekarno Hatta, sedangkan untuk metode pengumpulan datanya kami menggunakan Crawford (1928) yaitu dengan kuesioner yang terdiri dari 25 pertanyaan. Kami membuat kuesioner  ini secara online, menggunakan website asing yaitu: freesurveyonline.com.

Kuesioner kami berisikan tentang gambaran atau persepsi responden terhadap sarana dan prasarana Soekarno-Hatta saat ini dan pengembangan pengembangan apa yang sebaiknya dilakukan untuk masa yang akan datang. Dan dikarenakan ruang lingkup pembahasan yang cukup luas, maka tingkat variabel untuk pengambilan sampel yang dibutuhkan harus lah cukup bervariasi.

Dalam penyebarannya kami menggunakan jejaring sosial seperti facebook, twitter, akan tetapi beberapa responden diinformasikan melalui kontak langsung via private message. Target responden yang harus kami dapat minimal 40 orang. Dimana para responden ialah semua orang yang pernah menggunakan jasa Bandara Soekarno-Hatta, sehingga pendapat maupun tanggapan dari para responden dapat diolah menjadi informasi yang diharapkan.

Dikarenakan metode pernelitian yang dipakai merupakan metode deskriptif, maka untuk meminimalisir tingkat kebingungan (bias) masyarakat atas pertanyaan yang dipaparkan, kami menggunakan  pertanyaan yang sederhana, sehingga komunikasi antara kami selaku pewawancara dengan para responden menjadi komunikasi yang kamunikatif.

 

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (II)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 2

BAB II

LANDASAN TEORI

Sarana dan prasarana merupakan kunci utama dalam kegiatan penerbangan suatu negara.Sarana yang digunakan adalah pesawat udara sedangkan prasarana yang berarti bandar udara yaitu tempat pesawat terbang lepas landas dan mendarat.Sarana dan prasarana ini saling berkaitan dan mendukung satu sama lain sesuai fungsi masing-masing.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bandar Udara menimbang bahwa dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional dan adanya perkembangan kebijakan transportasi udara menyebabkan peningkatan pelayanan kegiatan operasional di bandar udara yang harus didukung oleh sarana dan prasarana bandar udara.

Peningkatan sarana dan prasarana suatu bandara harus seimbang dengan pertumbuhan permintaan akan angkutan udara dan perkembangan industri penerbangan.Angkasa Pura sebagai badan usaha pengelola bandar udara bertanggung jawab memenuhi fasilitas bandara berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Pasal 219 ayat (1),setiap badan usaha bandar udara atau unit penyelenggara bandar udara wajib menyediakan fasilitas bandar udara yang memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan,serta pelayanan jasa bandar udara sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan.

Respon dan tanggapan dari penggguna jasa maupun masyarakat pada umumnya sangat diperlukan agar dapat diketahui kekurangan dan perbaikan apa saja yang perlukan. Untuk mendapatkan data yang akurat maka metode yang digunakan adalah metode Crawford (1928) yang di bagi kedalam :

1. ekperimen                                    7. interview

2. psikologis                                     8. questionnair

3. case study                                    9. observasi

4. survey                                           10. pengukuran

5. membuat korikulum                11. statistik

6. analisis pekerjaan                     12. tabel dan grafik

Sedangkan banyaknya sampel responden yang diambil mengacu kepada perhitungan dengan rumus Slovin yaitu menggunakan perhitungan:

n =              N          

(1+ne)

Dimana :

n = ukuran sampel

N = ukuran populasi

ne = persentase kelonggaran ketidaktelitian yang masih dapat ditolerir

Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (I)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 1

BAB I

Pendahuluan

            Sudah menjadi hal yang sangat umum dimata dunia bahwa Bandar Udara merupakan tempat bagi suatu Negara sebagai pintu gerbang perekonomian dari Negara yang bersangkutan serta menjadi tempat kegiatan transportasi baik dalam dan luar negeri yang membuat bandara juga menjadi simbol dari Negara tersebut, apabila kegiatan transportasi dilakukan dengan baik maka segala kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan itu akan berjalan secara efektif dan efisien.

Dalam menunjang kegiatan tersebut banyak hal yang perlu diperhatikan agar segala hal yang dilakukan dari awal tempat pengiriman ataupun keberangkatan hingga ke tempat tujuan dapat terlaksana dengan baik dan membutuhkan kesempurnaan dalam pelaksanaannya secara optimal dan maksimal.

Hal ini harus dipertimbangkan, karena dalam waktu yang akan datang, lonjakan permintaan dari penumpang ataupun perusahaan yang ingin meminta jasa daripada bandara sendiri akan meningkat sesuai dengan arus perekonomian baik waktu-waktu tertentu dimana penumpang melakukan kegiatan melalui transportasi ini semakin hari semakin banyak.

Pada hakikatnya keadaan sarana dan prasarana bandara saat ini masihlah jauh dari yang semestinya, hal ini dikatakan karena daya tampung untuk penumpang baik untuk moda transportasinya sendiri masih belum mencukupi, dan apabila hal ini tidak segera diperbaiki maka dapat dipastikan kerugian untuk airlines dan Bandar udara sendiri akan terjadi, padahal menurut Badan Penelitian Statistik (BPS) tingkat pertumbuhan penumpang domestic Indonesia naik hingga 3,31 % sampai juli 2012.

Tujuan kami memilih tema penulisan ini adalah untuk mengukur kesiapan daripada bandara dalam hal meningkatkan sarana dan prasarana dari Bandar udara agar tetap dapat memenuhi permintaan di masa datang.

Pengertian dan Kegiatan Ground Handling


Kelompok 6

D3 GH 2011

Ketua     :     Yurike Nalurita         (243111024)

Anggota  :     Briyan Albar            (243111008)

Chika Adyanti          (243111017)

Nurhammah            (243111029)

 

Pengertian dan Kegiatan Ground Handling

            Pada mata kuliah “Basic Cargo”, kami mendapatkan tugas tambahan yaitu membuat tulisan mengenai ground handling. Tugas ini sebagai pengganti kuliah lapangan ke bandara yang dihitung sebanyak sembilan sks (tiga kali pertemuan). Berikut adalah penjelasan mengenai ground handling dan kegiatannya.

Menurut buku “Ground Handling” karya Suharto Abdul Majid dan Eko Probo D. Warpani pada halaman 6, menjelaskan bahwa ground handling adalah suatu aktifitas perusahaan penerbangan yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para penumpang berikut bagasinya, kargo, pos, peralatan pergerakan pesawat di darat dan pesawat terbang itu sendiri selama berada di bandar udara, baik keberangkatan (departure) maupun untuk kedatangan (arrival). Baca lebih lanjut

Ground Handling – Passage and Baggage Handling


kelompok:

Riris Budi Asmiarti 243111021 (ketua)

Vega Welingutami 243111004

Rahmina Lestari 243111007

Hervika Okky Caroline 243111025

Passage and Baggage Handling

            Kali ini kelompok kami akan membahas mengenai Passage and Baggage Handling yang merupakan bagian dari Ground Handling. Ground Handling sendiri berasal dari kata Ground dan Handling. Ground artinya darat, (dalam hal ini di Bandara). Handling berarti penanganan atau pelayanan (service) sehingga sering kita jumpai istilah ground service.

Passage Handling adalah pelayanan penumpang di bandara baik pada saat sebelum penerbangan maupun setelah tiba ditempat tujuan. Adapun pengertian mengenai penumpang adalah seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan jasa penerbangan untuk ke tempat tujuannya pada waktu tertentu.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang termasuk dalam Passage Baggage Handling :

PROSES CHECK-IN

Penumpang melaporkan perihal keberangkatannya di check-in counter untuk penerbangan yang sudah ditentukan sesuai dengan reservasinya. Data reservasi berupa booking code, nama penumpang, data penerbangan, nomer tiket, dan data penumpang. Baca lebih lanjut

Ground Handling


Kelompok 7

Ketua             : Reyfilda Welman (2431.11.005)
Anggota         : Bayu Wahyudin (2431.11.009)
Hanna Oktaviani (2431.11.010)
Irmalia Fitriani (2431.11.018)

Kelas              : Ground Handling 2011

GROUND HANDLING

Dikarenakan beberapa maskapai penerbangan tidak mampu bekerja sendiri dalam menangani pelayanan terhadap penumpang seperti pada Baca lebih lanjut

Memaksimalkan Safety di Ramp Area Bandar Udara


Kelompok 5

Ketua              : Erick Firdianto                      (243111013)

Anggota          : Aditya Marga Setiawan        (243111012)

Erna Setiawati                       (243111022)

Novia Nur Fitriani                 (243111011)

Kelas               : DIII Ground Handling 2011

Dosen              : Eko Probo

Tema               : Ground Handling

Ground handling adalah suatu kegiatan airlines yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para passenger berikut bagasinya, cargo, pos, peralatan pembantu pergerakan pesawat didarat dan pesawat terbang itu sendiri selama berada di airport, baik untuk departure maupun arrival. Baca lebih lanjut

ANY ACTIVITY, ROLE AND PROBLEM IN ACCEPTANCE IMPORT (ENGLISH VERSION)


English Version

GROUP 5

LEADER        :  Erick Firdianto Soekarli (2431.11.013)

Member        :  Aditya Marga Setiawan (2431.11.012)

Erna Setiawati (2431.11.022)

Novia Nur Fitriani (2431.11.011)

Class              : D3 GH 2011

Lecturer           : Eko Probo D.Warpani

Chapter 1

 

Introduction

We, from group 5, choose theme about any activity, role, and problem in acceptance import, because acceptance import is one of essential things for importing cargoes activity. We are doing this research base from our field lecture experience held in PT Gapura Angkasa. Baca lebih lanjut

Ground Handling


Nama Kelompok              :

Abraham julius pangau                (243111020)

Intan Hayati                                (243111026)

Trounne Vionadea                      (243111027)

Dwika Kurniawan                         (243111028)

“Ground Handling”

Berdasarkan dari suku katanya “Ground” berarti “Darat” dan “Handling” yang berarti “Penanganan”, dapat diartikan bahwa ground handling adalah sebuah penanganan terhadap pesawat disaat melakukan pergerakan di darat atau pesawat tersebut sudah terdapat di area bandara, yang meliputi penanganan terhadap penumpang dan bagasinya, kargo,pos, serta alat-alat penunjang operasional pergerakan pesawat selama melakukan pergerakan di darat.

                Ruang lingkup dari Ground handling meliputi 2 aspek yaitu pre flight  (sebelum pesawat lepas landas dari bandara asal) dan pos flight (setelah pesawat mendarat dan melakukan taxi di bandara tujuan)

Kegiatan ground handling  yang meliputi kegiatan pre flight (sebelum lepas landas), meliputi banyak hal, dari mulai penumpang melakukan check in, penumpang masuk keboarding area, proses marshalling pesawat menuju parking stand, menyiapkan peralatan unutuk penumpang masuk ke pesawat seperti : Avio Bridge (Garbarata), atau PBS (Passenger Boarding Stairs),serta menyiapkan juga fasilitas penunjang atau alat-alat yang akan dipakai untuk proses loading cargo ke dalam pesawatseperti:

1 High lift loader (HLL) >> untuk pesawat wide body

2 Main Deck loader (MDL) >> untuk pesawat cargo wide body

3 Bagage Conveyor Loader (BCL) >> naik turun barang cargo dengan system bulk (curah)

4 Conveyor dollies dan Pallet dollies

5 Fork lift ,dst

Proses loading cargo juga di barengi dengan proses pengisian bahan bakar pesawat, loading catering oleh petugas catering, pengisian air bersih, pembersiahan limbah pesawat udara dsb.

Kegiatan ground handling terbagi dalam 3 bagian besar :

1 Pasasi               

                2 Apron

                3 Cargo

1 Pasasi

Segala bentuk kegiatan penanganan penumpang berupa pelayanan dari keberangkatan penumpang sampai dengan kedatangannya. Yang di fokuskan disini adalah penangan terhadap penumpang dan barang. Petugas pada bagian pasasi melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan seperti tiket, pasport, visa, dokumen kesehatan,dll.

Berikut merupakan proses perjalanan penumpang :

1 Pre journey >> booking dan reservatoin

2 Pre flight service >> proses Check-in

3 In Flight service >>pelayanan saat penerbangan di udara

4 Post flight service >>pengambilan bagasi dan pengecekan bagasi

5 Post journey

2 Apron = Ramp

Merupakan area dalam suatu bandar udara tempat pergerakan pesawat yang digunakan sebagai tempat dimana terjadi aktivitas ramp yang meliputi naik-turun penumpang, barang dan pos pengisian bahan bakar dan maintanance pesawat dsb.

Ramp merupakan sebuah unit yang mengatur seluruh aktivitas di wilayah ramp (ramp area) dan berkoordinasi dengan seluruh unit  terkait agar seluruh aktivitas berjalan sesuai procedur dan sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan supaya pesawat dapat on time dan lebih safety. Dalam aktivitasnya ramp handling dipimpin oleh seorang ramp coordinataor atau ramp dispatcher yang bertanggung jawab atas aktivitas handling suatu penerbanagan.

Standar Ramp procedur diatur dalam : Standard Ground Handling Agreement (SGHA) Annex A

Dan section yang mengatur tentang ramp >> section 6 yang berisi :

1 Marsahling >>Mengacu pada peraturan international (International Marshaling Procedure)

2 Parking >>Harus mengetahui dimana pesawat akan diparkir dan harus sesuai tipe pesawatnya

3 Ramp to Flight Deck Communication >>Pengambilan tindakan harus sesuai instruksi dari PIC

4 Loading /Embarking and unloading /Disembarking >>Mengontrol Proses naik trun barang

5 Starting >>Harus mengetahui engine starting procedur

6 Safety measure >>Harus selalu menjalankan prosedur  keselamatan dan keamanan setempat

7 Moving of aircraft >>Pergerakan pesawat saat pushback ataupun towing

3 Cargo

Cargo merupakan suatu area pada bandar udara tempat pengiriman dan penyimpanan barang cargo baik domestik maupun international (ekspor-impor).

Yang harus diperhatikan dalam pengiriman barang cargo ialah semua barang yang akan dikirim atau disimpan di dalam gudang harus memiliki dokumen yang lengkap (Surat Muatan Udara untuk domestik dan Airway Bill untuk International) dan diserahkan terlebih dahulu sebelum barang cargo melewati tahapan cargo. Berikut proses pada :

Inbound :Barang yang diturunkan dari pesawat dibawa menggunakan mobil kargo menuju ke gudang – sampai di gudang di adakan proses breakdown (barang di chek oleh cheker sesuai manifest yang telah diterima – barang diperiksa sesuai dokumen SMU (Surat Muatan Udara) – jika ada kerusakan barang difoto dan dibuatkan dokumennya untuk dikirimkan ke shiper untuk segera diketahui – setelah barang selesai di check dan semuanya lengkap barang di tempatkan di gudang inbond – lalu baru diambil oleh agent atau pihak yang terkait dengan barang tersebut.

Outbound : Barang yang akan dikirim dibawa oleh agent untuk proses di gudang – Lalu barang ditimbang dan diperiksa melaluiproses X-ray (Bukti Timbang Barang dan mendapat form X-ray) – barang dipindahkan ke gudang melalui area kade (bongkar muat barang) – lalu dilakukan pengecekan dokumen yang diolah oleh bagian acceptance – Dilakukan proses built up  dan proses built Up check list berpatokan pada Air Waybill – lau barang di bawa ke pesawat untuk dilakukan proses loading.

TRADISI DAN TRANSPORTASI (part 5)


TRADISI DAN TRANSPORTASI

Kelompok                  : 4

Ketua                         : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Anggota                     :

Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/ 224110184

Kelas                          : S1 ZU-2010

Tugas                         : 5 ( Lima )

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil survey yang telah kami lakukan baik secara online atau manual kami dapat menyimpulkan bahwa masyarakat yang melakukan tradisi mudik setiap tahunnya memerlukan transportasi yang memadai, dimana kebutuhan akan transportasi masih sangat tinggi khususnya pada saat musim mudik.

 

Beberapa pertanyaan yang kami buat dalam survey, antara lain :

– Moda Transportasi apa yang Anda gunakan pada saat mudik?

51,8 % atau 44 responden kami memilih menggunakan moda transportasi darat untuk melakukan mudik.

– Apa alasan Anda memilih moda transportasi tersebut?

42,4% atau 36 responden kami memilih cepat.

– Kemana tujuan mudik Anda?

62,7% atau 52 responden kami memilih Kota-kota di Pulau Jawa untuk melakukan perjalanan mudik.

Kami dapat menarik kesimpulan bahwa transportasi darat lebih banyak dipilih oleh pemudik karena tujuan pemudik dari Jakarta adalah kota-kota di Pulau Jawa yang masih dapat dijangkau dengan menggunakan transportasi darat. Transportasi darat dinilai lebih cepat mengantarkan para pemudik ke tempat tujuan sesuai dengan hasil dari survey yang kami lakukan.

Saran:

  1. Pemerintah bisa memperbaiki fasilitas transportasi darat yang ada. Misalnya memperbaiki jalan yang rusak, memperbaiki dan menjaga fasilitas rest area yang ada di jalan tol agar tetap nyaman bagi pemudik yang akan istirahat di rest area, memperbanyak armada bis dan menguji emisi armada yang ada. Memberikan pelatihan khusus bagi supir bis antar kota yang akan melakukan perjalanan jauh. Agar emosinya bisa dikontrol, tidak kebut-kebutan dan tetap bekendara dengan aman.
  2. Penyedia transportasi darat seperti perusahaan bus antar kota bisa memperbaiki pelayanan transportasinya dan mengatur strategi pemasaran untuk menarik konsumen serta bersaing dengan penyedia transportasi lainnya.

TRADISI DAN TRANSPORTASI (part 4)


TRADISI DAN TRANSPORTASI

Kelompok                  : 4

Ketua                          : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Anggota                     :

Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/ 224110184

Kelas                          : S1 ZU-2010

Tugas                         : 4 ( Empat )

 

ANALISIS SURVEY

Dari survey yang kami buat secara online dengan menggunakan surveymonkey.com yang kami sebar di media sosial seperti twitter,facebook, dan media komunikasi Blackberry Messenger dan survey manual yang kami sebar di lingkungan kampus STMT Trisakti.

Kami mendapatkan 98 responden dari survey yang kami lakukan secara online dan manual. 41 responden kami adalah pria dan 57 responden sisanya adalah wanita. Sebanyak 73,2% responden melakukan mudik. Dari 73,2% responden yang melakukan mudik, sebanyak 44 responden memilih transportasi darat. Sedangkan sebanyak 39 responden memilih untuk menggunakan transportasi udara. Transportasi darat nampaknya sedang menjadi primadona di kalangan pemudik sesuai dengan data yang kami peroleh dariBisnis.com.

Membaiknya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah merupakan alasan utama para pemudik menggunakan transportasi darat. Hal ini juga terlihat dari survey yang telah kami lakukan, sebanyak 37 responden mengatakan bahwa fasilitas penunjang trasportasi yang ada sudah baik.

Sebanyak 52 responden mengatakan bahwa tujuan mudik mereka adalah ke kota-kota di Pulau Jawa. Kami menganalisis, mungkin hal ini yang mendasari masyarakat memilih moda transportasi darat. Karena tujuan mudik mereka masih bisa dijangkau dengan transportasi darat. Kami mengambil responden dari sekitar Jakarta. Jadi kami menyimpulkan bahwa mereka melakukan mudik dari daerah Jakarta.

TRADISI DAN TRANSPORTASI


TRADISI DAN TRANSPORTASI

Kelompok                  : 4

Ketua                         : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Anggota                     :

Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/ 224110184

Kelas                          : S1 ZU-2010

Tugas                         : 2 ( Dua )

 

LANDASAN TEORI

Tradisi mudik yang dilakukan setiap tahun menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk memaksimumkan perbaikan dan ketersediaan sarana transportasi yang akan digunakan oleh pemudik.

Sebagai rutinitas tahunan, sudah sepantasnya penyedia dan pengelola moda transportasi memberikan perhatian lebih terhadap fasilitas pendukung moda transportasi tersebut. Tentunya hal ini harus dilakukan dengan tepat, sehingga pengguna jasa transportasi bisa secara langsung merasakan manfaatnya.  Untuk memaksimalkan pelayanan, tentu para penyedia dan pengelola moda transportasi perlu mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pengguna jasa transportasi tersebut khususnya saat musim mudik tiba.

Menurut Nasution (1996), transportasi adalah pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Dalam kegiatan tersebut terdapat tiga hal yaitu adanya muatan yang diangkut, tersedianya kendaraan sebagai alat angkut dan terdapatnya jalan yang dapat dilalui. Hal-hal tersebut harus dikelola dengan baik agar kegiatan transportasi dalam musim mudik dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan para pemudik.

Pentingnya peran sektor transportasi bagi kegiatan ekonomi mengharuskan adanya sebuah sistem transportasi yang handal, efisien, dan efektif. Transportasi yang efektif memiliki arti bahwa sistem transportasi yang memenuhi kapasitas angkut antar moda transportasi dengan tertib, lancar, teratur, cepat dan tepat, selamat, aman, nyaman dan terjangkau secara ekonomi. (Agus Imam Rifusua, 2010).

System transportasi yang terintegrasi akan tercapai jika adanya kerjasama dari pemerintah dengan pengelola transportasi serta pengguna moda transportasi. Dengan demikian tradisi mudik yang dilakukan setiap tahunnya akan berjalan lancar dengan tersedianya transportasi yang lancar, cepat, nyaman dan ekonomis.

TRADISI DAN TRANSPORTASI


TRADISI DAN TRANSPORTASI

Kelompok                  : 4

Ketua                         : Putri Indra Gandhi/ 224110296

Anggota                     : Ratu Anggun Kusuma Wijaya/ 224110314

Mega Silvia Sihombing/ 224110303

Imelda Anastasia/224110184

Kelas                          : S1 ZU2010

Tugas                         : 1 ( satu )

PENDAHULUAN

Mudik adalah sebuah tradisi unik yang dilakukan setiap tahun menjelang hari raya Idul Fitri oleh sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia. Mudik adalah kegiatan perantau atau pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya (Wikipedia, 2012). Tradisi ini seperti tidak bisa lepas dari perayaan Lebaran di Indonesia.

Setiap tahunnya, jumlah pemudik meningkat seiring dengan meningkatnya urbanisasi ke beberapa kota besar di Indonesia. Seperti yang dilansir oleh Bisnis.com, jumlah pengguna moda transportasi udara saat musim mudik, naik 19,46%. Kenaikan ini juga terjadi pada moda transportasi lainnya.

Karena fenomena kenaikan jumlah pengguna berbagai moda transportasi saat lebaran inilah, kami mengadakan penelitian untuk mengetahui alasan-alasan para pengguna jasa transportasi atas moda transportasi yang mereka pilih untuk  digunakan pada saat mudik lebaran. Sehingga para pengelola moda transportasi dapat semakin meningkatkan pelayanan dan memaksimalkan fasilitas yang dibutuhkan oleh pemudik untuk menunjang kelancaran kegiatan tahunan ini di tahun-tahun yang akan datang.

Sumber tulisan:

http://id.wikipedia.org/wiki/Mudik

http://www.bisnis.com/articles/angkutan-lebaran-pemudik

BANDARA PERINTIS KUNCI PEMBANGUAN DAERAH (rev.01)


Kelompok 2

Ketua              : Melinda Priskila                 (224110129)

Anggota         :

Dira Puspita                        (224110011)

Redita Andriyani               (224110028)

Novembriani Irenita.S      ( 224110132)

 

Kelas              : S1 MTU-ZU 2010

TUGAS 1 (REV.01)

BANDARA PERINTIS KUNCI PEMBANGUAN DAERAH

BAB 1

PENDAHULUAN

Pada masa awal penerbangan, bandar udara hanyalah sebuah tanah lapang berumput yang bisa didarati pesawat dari arah mana saja tergantung arah angin. Tetapi bandar udara menurut UURI No.1 tahun 2009 adalah kawasan didaratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan/atau lepas landas,naik dan/atau turun penumpang, bongkar dan/atau muat barang dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi yang dilengkapi fasilitas keselamatan, keamanan penerbangan serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya. Sedangkan pengertian Bandar udara perintis adalah bandara yang melayani jejaring dan rute penerbangan untuk menghubungkan daerah terpencil dan tertinggal atau daerah yang belum terlayani oleh moda transportasi lain dan yang secara komersial belum menguntungkan.

Bandara perintis dapat membangun perekonomian, dapat merangsang pertumbuhan pembangunan dan pariwisata didaerah yang terisolasi. Bandara perintis memang dilaksanakan untuk memberi pelayanan kepada publik tetapi pernahkah anda membayangkan jika runway (landas pacu) bandara perintis tersebut dilalui oleh hewan ternak, dijadikan area bermain sepakbola oleh warga sekitar, sebagai jalan pintas oleh warga sekitar serta dijadikan tempat anak-anak bermain layang-layang  dan hal ini dapat mengganggu keselamatan penerbangan di bandara perintis. Banyak masyarakat yang masih menganggap bandara perintis hanya bandara kecil biasa yang dilalui oleh pesawat kecil, mereka tidak mengetahui sepenuhnya tentang peran bandara perintis ini. Oleh karena itu, mereka dengan leluasa menggunakan area bandara untuk kegiatan mereka sehari-hari.

Walaupun bandara perintis tidak memenuhi prosedur keamanan bandara seperti Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Fasilitas bandara perintis juga tidak memenuhi standar,  misalnya: runway yang tidak beraspal dibeberapa bandara perintis, terminal, ruang tunggu, gudang, kantor, peralatan pemadam kebakaran, alat komunikasi dan juga tenaga ahli yang belum disiapkan. Namun, Pemerintah Daerah tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk publik.

Tujuan kami membahas bandara perintis ini karena kami ingin membuat survey tentang pendapat masyarakat mengenai fasilitas di bandara perintis dan seberapa besarkah masyarakat mengetahui tentang peran, keselamatan dan keamanan bandara perintis yang ada di Indonesia.

Bandara Perintis Kunci Pembangunan Daerah ( part 2 )


Bandara Perintis Kunci Pembangunan Daerah
Tugas 2

Kelompok 2

Ketua : Melinda Priskila  (224110129)
Anggota :
Dyra Puspita                         (224110011)
Redita Andriyani                (224110028)
Novembriani Irenita         (224110132)

KELAS                                      : S1   MTU   ZU 2010

BAB II
LANDASAN TEORI

Bandara perintis merupakan suatu upaya pemerintah untuk memperluas pembangunan suatu daerah. Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization). Bandar udara ialah area tertentu didaratan atau perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat (http://id.wikipedia.org/bandar-udara.htm).
Di Indonesia terdapat 17.504 Pulau yang sebagian pulau sulit dijangkau bahkan tidak dapat dijangkau oleh moda transportasi darat maupun moda transportasi laut dan daerah tersebut hanya dapat di lalui oleh moda transportasi udara. Oleh karena itu, dibutuhkan bandara sederhana atau bandara kecil untuk pesawat terbang lepas landas di daerah terpencil atau terisolasi yaitu bandara perintis yang memiliki landas pacu yang dapat dilandasi oleh pesawat kecil dengan fasilitas penerbangan yang seadanya. Walaupun hanya bandara yang sederhana tetapi bandara perintis ini dapat mendukung kegiatan masyarakat di daerah tersebut.
(1) Angkutan udara perintis wajib diselenggarakan oleh Pemerintah, dan pelaksanaannya dilakukan oleh badan usaha angkutan udara niaga nasional berdasarkan perjanjian dengan Pemerintah”. (2)Dalam penyelenggaraan angkutan udara perintis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya lahan, prasarana angkutan udara, keselamatan dan keamanan penerbangan, serta kompensasi lainnya. (Pasal 104, ayat 1 & 2, UU No.1 tahun 2009) dan kebijakan keperintisan menyebutkan,bahwa rute keperintisan menurut Departemen Perhubungan mempunyai kriteria sebagai berikut :
1. Menghubungkan daerah terpencil, dimana daerah tersebut tidak ada moda transportasi lain, dan/ atau kapasitas kurang memadai.
2. Mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah terpencil, dimana daerah tersebut berpotensi untuk dikembangkan, menunjang program pengembangan dan pembangunan daerah, serta mendorong perkembangan sektor lainnya.
3. Mewujudkan stabilitas pertahanan, dimana daerah tersebut berdekatan dengan wilayah perbatasan negara lain.
Mengacu pada pembahasan peraturan dan kebijakan diatas, dijelaskan bahwa pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya lahan, prasarana angkutan udara, keselamatan dan keamanan penerbangan, serta kompensasi lainnya untuk mendukung daerah yang terisolasi supaya daerah tersebut menjadi daerah yang memiliki potensi besar untuk pembangunan ekonomi dan kemajuan daerah
“Pengawasan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan pengawasan berkelanjutan untuk melihat pemenuhan peraturan keselamatan penerbangan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa penerbangan dan pemangku kepentingan lainnya yang meliputi:
a. audit;
b. inspeksi;
c. pengamatan (surveillance); dan
d. pemantauan (monitoring)”. (Pasal 312, ayat 2, UU No.1 tahun 2009)
UU No. 1 tahun 2009 pasal 312, ayat 2 mengatakan bahwa Pengawasan keselamatan di dalam penerbangan dan pengawasan itu perlu diperhatikan karena bandara perintis jarang di landasi oleh pesawat terbang memiliki kemungkinan fasilitas keamanan serta keselamatannya kurang memadai.
Kesimpulannya, Bandara perintis masih memerlukan banyak perhatian dari pemerintah daerah untuk mengembangkan keamanan serta keselamatan penerbangan dalam rangka membuka isolasi suatu daerah untuk meningkatkan pembangunan suatu daerah dan kemajuan ekonomi , pariwisata dan keamanan suatu daerah .

SOCIAL MEDIA AS AN AIRLINE’S TOOL FOR INTERACTION (ENGLISH VERSION)


Kelompok      : 10

Ketua             : Rahmadya Karisma Haris (224110327)

Anggota        :

Veronica (224110019)

Meyta Rezky S. (224110101)

Sherly Septirani (224110224)

Kelas              : S1-ZU-10

INTRODUCTION

Information Technology is growing rapidly and has become a part of daily life. Almost all informations can be easily accessed by public. Not only the public but the company also has used information technology to make approach with its customers, because there is no doubt that information technology creates new spaces that allow users to expand the network and operations can help companies in achieving wider market share .

The role of technology is much needed in every field of transport, such as transport by land, sea and air. Social media is also being the attention of the airline because they found it easier to get closer to customer by providing an easy access to all the information. For example, Indonesia Air Asia using the other social media beside their own website, such as facebook and twitter.

Is using the social media can really create loyalty from customers to the airlines? Then do they feel helped by the presence of companies who use social media such as a forum to get the information they want quickly and easily?

In essence, people would prefer something that allows him to perform daily activities and easily accessible than a complicated thing. This tendency will form a habit of costumers that in their  daily life was already struggling with a lot of social media. Then the airline’s presence in social media is increasingly making customer feel easier and more comfortable when they want to access schedules, routes, promotions, and other things around on the airline through social media. Moreover, customer more freely express their comments and suggestions to the airline. The objective is obvious, that the airline wants a two-way communication and good interaction between them and their costumers. Refers to the phenomenon, we do the research that is intended to determine how much influence of SCRM implementation to the consumer loyalty level.

 

THE THEORETICAL BASIS

The company surely wants their costumers have a high level of loyalty to the company, it can be represented by repeat purchases undertaken by the customer to the company’s products, for which CRM is required. According to Storbacka and Lehtinen (2001:3) CRM is to build relationship strategies that refine relationship and thus increase their value. Companies in developing customer-oriented business culture-centric intended to win the hearts of consumers. Implementation of CRM also includes the company’s operational activities such as marketing, sales, and services, as well as for analysis of the exploitation of customer data to improve the performance of the company such as customer financial data, marketing data, and other data services.

Three phases of CRM by Kalakota and Robinson (2004:121) to be performed by the company are as follows:

1)    Acquire: acquire new customers by providing easy access to information, new innovations and exciting services.

2)    Enhance: Improve relationships with existing customers by providing good services to the customers (Customer Service). Application of cross selling or up selling the second phase could increase the company’s revenue and reduce the cost to acquire customers (Reduce Cost).

3)    Retain: retaining customers is the company’s efforts to gain customer loyalty by listening to our customers and strive to meet customer needs.

As the development of technology grows and so does the ability of communities to interact on social media, the traditional CRM had evolved into SCRM (Social Costumer Relationship Management). Social CRM is the approach taken by the company and supported by technology to help companies solve business problems in dealing and interacting with customers. Social CRM can be regarded as a major change in business approach to solving customer problems involving social media such as: twitter, facebook, or other social platform.

Social CRM is a philosophy and a business strategy, supported by a technology platform, business rules, workflow, processes and social characteristics, designed to engage the customer in a collaborative conversation in order to provide mutually beneficial value in a trusted and transparent business environment. It’s the company’s response to the customer’s ownership of the conversation.-Greenberg (2010:34 ),

Hence, by using the concept of Social CRM, there is a correlation between people (the public), process (how automation and CRM application), and technology (software and social media) that can affect customer loyalty.

 

RESEARCH METHOD

We use research methods: spreading questionnaires and doing interviews. Questionnaires and structured interviews conducted in this study created and developed based on variables that have been defined as people, process and technology. This research questionnaire contains many questions that will also identify the significance of these variables on the dependent variable we are customer loyalty characterized by repeat purchases.

Our target/respondents are all the internet users and the people who are not Internet users but use the other people to use the Internet for their interests. This online questionnaire then spreaded through twitter and facebook to respondents and structured interviews will be conducted with experts.

Our research type is descriptive research. Descriptive research is a type of researh that is undertaken in order to describe the characteristics of the variables of interest in a situation (Sekaran, 2006:158). The variables people are the man behind the account or social media page which is representative of the airlines the airlines or we can say administrator. Variable process is a form of interaction in the form of discussion and provision of information between the administrator and users. Variable technology is a media technology that bridges the interaction, in this case: social media Social-CRM activities undertaken by the airlines. Meanwhile, the dependent variable is customer loyalty, the indicators are repeat searches for information until repeat purchases ​​by costumer.

 

ANALYSIS

Respondent Characteristics by Sex

Based on the results of the questionnaire, the data obtained characteristics of respondents by sex. As many as 38% of respondents are men, while 62% are women. Although  most of our respondents are women, but the percentage gap is not too far.

jenis kelamin
Characteristics of Respondents by Age

Based on the results of the questionnaire, the data obtained characteristics of respondents by age. As many as 80% of respondents aged between 18-25 years. This means, most respondents considered a young age. As many as 13% of respondents aged 26-35. A total of 4% of respondents are under age 18. 3% of respondents are aged over 35 years.

usia

Characteristics of Respondents by Jobs

Based on the results of the questionnaire, respondents characteristic data obtained by the job. Most of the respondents are students with percentage 71%. It means that the population we research are users who accessed the internet and social media are mostly the students. 25% of respondents have jobs as private sector employees. Respondents who have a job as a civil servant at 3% and the remaining 1% have other jobs.

pekerjaan

From the data we got that the intensity of Internet usage by 55% of our respondents stated they use it very often, followed by 35% of respondents stated frequently use the internet. Respondents who rarely use the internet are only 9%, and no respondents who have never used the internet. Other data we got from the questionnaire that we shared declared activities to access and find information about the airlines over the internet shows a relatively big difference that 88% of respondents claimed that they have accessed or found information about the airlines, while 12% have never accessed or searched for information about the airline. The data is consistent with our study that the use of the internet to search for information about the airlines are very often.

Analyzing variable ‘technology’ for the question items 1, 2 and 3, we obtained data that respondents frequently access the Internet and they ever used the internet to search for information about airlines, and social media accounts used by respondents to access information about the airlines: The airline website is the most selected media and used by respondents with a percentage of 80%. Twitter is used as a social media where respondents are using this to access information about the airlines showed as a percentage of 17%, whereas facebook is used by 3% of respondents.

media yang digunakan

Searching information through social media is easy to do, this is because social media has become part of people’s lifestyles, especially among the young who can easily access through the gadgets they own.

Analyzing variable ‘people’ for question number 4 about the latest information by admin of airline’s social media, question number 5 about admin responses, and question 8 about  admin’s language and words that are used in responsing to the customers, we found that respondents agree social media admins always provide the latest information and able to respond to costumer’s problems, suggestions, and complaints and also use polite language with each percentage exceeds 50%. This number of percentage is good. But from the question number 6 and 7 about variable people found that 58% of respondents said that the admin does not always respond and reply to questions from the customer, also by 68% of respondents stated that the admin is not quick in replying to a question from the customer. This means that the admin responds the customer although not all suggestions, questions, or complaints responded quickly.

Analyzing variable ‘process’ for the questions number 9, 10, and 11 are about the assessment of social media usage, the information that is searched about the airlines, and costumer’s opinions about information that is provided. Respondents showed that social media is an effective media for airlines to provide information. The information that is searched by respondents are : promo for 51%, followed by information about the flight fare with a percentage of 35%, schedules and routes by 14%. Respondents considered that the information provided through social media is helpful, it is indicated by the percentage of 90%.

informasi yang dicari

 

Correlation between the variables people, process and technology

From the results we have collected, it appears that there is a relationship between people, process and technology. It was seen from the good response from the admin via social media can influence customers to make a purchase decision and make airlines as a customer preferences. Usage of technology; internet and social media are easily accessible from their gadget makes it easier to customer to search information about the airlines. Although the data by 59% of respondents do not conduct periodic information retrieval, but by 61% of respondents make a purchase and 67% of respondents make it as a preference to make airlines.

The decision to purchase

keputusan pembelian

Decision making airline as a preference

menjadikan preferensi
So it can be seen that the three variables are related one another and give effects to consumers in making purchasing decisions that also affect customer loyalty.

 

CONCLUSION

From the survey results we got, we  conclude that people make it as a preference. It is because the routine provision of information through social media that make most of the customers who can easily access social media feel that the provision of this information is very helpful to them in knowing the latest information about the promo or flight schedules. Even though people do not always seek information regularly but the general public still make the purchase.

Although admin’s responds are not quick in responsing to their problems and do not always replying the input provided by the customer, the information from airlines through social media will influence customer decisions in making a purchase then make them buy the airline’s products, either normal flight fare or promotion of ticket. By making that airlines to be such a maket preference, indicating that the formation of customer loyalty.

 

ADVICE
Airlines: recommended for aviation enterprise to have an employee to serve as the permanent administrator in managing and responsible to social media that is owned by the airlines. The goal is if the customers need information about the airlines, admin can reply and respond quickly so that the customers can quickly get the informations that they need.

Society: recommended for the public who use air transport as a derived demand for the needs, using social media is helpful to obtain information about promotion or other informations from the airlines, because nowadays the airlines have been using social media to be able to close the gap and to approach the community and expect two-way conversation that can enhance CRM’s airlines. Moreover, this is done so that the public not being close-minded from the development of information technology to access all the information needed.