Cara Penanganan Membawa Senjata Api !!


Nama : Muhamad Revan Pratama Putra
Nim : 2241.08.009
Tugas : 6

Mungkin dalam tugas kali ini saya akan coba mengangkat tentang penanganan membawa senjata api. Jika ada seseorang yang membawa senjata api, senjata tajam berukuran lebih dari 5 cm atau benda lain yang dapat dipergunakan sebagai senjata harus diserahkan kepada pengangkut . Di dalam Pasal 6 bahwa senjata tajam serta benda lain yang dapat dipakai sebagai alat untuk mengancam atau memaksakan kehendak dilarang dimasuk kan atau ditempatkan di dalam kabin pesawat udara. senjata tersebut jika ingin di bawa dengan kondisi disimpan ditempat yang tidak terjangkau oleh awak pesawat udara dan penumpang peawat, senjata tersebut harus di masukan sebagai SECURITY BOX dan PELURU yang ada di dalam senjatanya Max 12 butir/ perpenumpang dan Max dengan caliber 9 mm batas jumlah perflight Max 100 butir/aircraft STANDARD ‘DG’ :
1. Packing
2. Labeling
3. Marking
4. Dan document yang telah di sediakan oleh pihak operator
Senjata api dan peluru di dalam senjata tidak boleh di bawa ke dalam cabin, mungkin ini sebagai tata cara bagaimana senjata itu bisa di bawa ke destination yang akan di tuju.
1. Senjata api + Peluru harus dilaporkan ke Airport Security,
Surat ijin kepemilikan/penguasaan senjata api +peluru dan peluru harus dikosongkan dari senjata api oleh pemiliknya.
2. Penumpang didampingi petugas keamanan bandara menyerahkan senjata api + peluru ke petugas check in dengan tanda bukti.
3. Senjata api diperlakukan sebagai Security Item
4. Peluru diperlakukan sebagai Dangerous Goods (Barang Berbahaya). Senjata api + peluru diserahkan ke penumpang di pintu keluar ruang kedatangan dengan tanda bukti security act andsecurity item.
pemilik senjata api/security item wajib menyerahkan senjata api/security item kepada perusahaan airlines,
1. Hal yang pertama senjata di periksa oleh petugas bandara dan petugas mencatat identitas atau surat ijin pemilik security item
2. langkah ke dua yaitu memeriksa dan mencatat ticket dan bording pass pemilik security item yang di periksa itu adalah nama penumpang kemudian tujuan penumpang, dan no tempat duduk penumpang. security item dapat dirilis apabila pemilik/penumpang telah memiliki tanda/bukti flight (bording pas) sebagai penumpang pesawat.
3. memeriksa dan mencatat jumlah security item dengan benar
contoh:
a. pistol
b. magazen
c. peluru
mengecek dan memeriksa packing security item (yang disediakan pengankut) dalam keadaan aman dengan standar DG
4. pemilik senjata api/security item diberikan tanda bukti security item oleh perusahan pengangkut.
5. Security wajib memastikan dan mengawasi senjata api/security item berada dalam box security item dalam keadaan aman dan terkunci dengan baik

Iklan

2 thoughts on “Cara Penanganan Membawa Senjata Api !!

  1. Menanggapi artikel diatas ada pertanyaan yang ingin saya tanyakan :

    1. Bagaimana penanganan senjata api dan amunisinya bila pesawat sipil digunakan/ dicharter oleh pasukan untuk mobilisasi operasi keamanan militer didaerah konflik , dimana senjata dan amunisi yang dibawa melebihi ketentuan pada peraturan penerbangan sipil ? ( misal 50 pasukan , 50 senjata laras panjang , 50 pistol, 4000 butir peluru , 100 granat )

    2. Bagaimana dengan masalah asuransinya bila terjadi accidence atau incidence dikarenakan amunisi nya meledak misalnya ? atau terjadi di sesuatu ditempat tujuan yg diketahui sdg ada konflik ?

    3. Apakah pengangkutan / penerbangan seperti ini menjadi kewajiban perusahaan penerbangan sipil yang berkaitan dengan bela negara ?

    4. Apakah penerbangan ini harus mendapatkan ijin khusus / tertulis dari perhub udara atau Dephan ? Bagaimana kalau permintaan pengangkutanya mendadak ( sabtu atau minggu ) ?

    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s