Apakah Fungsi “Regulated Agent” yang Dijalankan di Indonesia Merupakan Hal yang Efektif dan Efisien Bagi Berbagai Pihak?


Nama : Mutiara Dwi Novira

NIM : 224109202

Kelas : ZU’09

Narasumber : Siska Amonalisa Silalahi, SE (Dosen Basic Cargo,STMT Trisakti)

“Pertama saya dengar Regulated Agent ini, saya langsung berfikir ini sangat tidak menguntungkan, karena dari segi keefektifan, ini malah semakin mempersulit para agen. Karena dengan adanya Regulated Agent ini para agen harus datang ke dua tempat , yaitu pertama agen harus datang ke perusahaan regulasi tersebut dan selanjutnya ke bandara. Padahal jika tanpa regulated agent ini akan jauh lebih efisien karena agen cukup datang ke bandara, mengantri, dan mengirimkan barang. Ada kemungkinan juga pemerintah membuat regulated agent ini untuk mengurangi penumpukan barang di bandara. Biasanya jika tanpa regulated agent, para agen harus mengantri dari pagi di bandara dan barang-barang tersebut berserakan di jalanan menunggu untuk ditimbang dan X-Ray. Karena jika tidak mengantri dari pagi, para agen akan mengalami keterlambatan dalam pengiriman barang, karena barang tersebut harus sudah siap 2 atau 3 jam sebelum pesawat take off. Walaupun ini berguna agar tidak mengalami penumpukan barang di bandara, tapi regulated agent ini jauh lebih tidak menguntungkan, karena dari segi biaya pun ini 10 kali lipat lebih mahal dari biaya di bandara, seharusnya Rp 60/kg jadi Rp 600 – Rp 700/kg. Waktu pun akan tetap habis terbuang hanya karena agen harus datang ke perusahaan regulasi itu dulu baru ke bandara. Pada dasaranya saya pun tidak tau latar belakang pemerintah mengeluarkan regulated agent ini jika tidak efektif dan efisien, mungkin pemerintah punya “kepentingan tertentu”!”

Pendapat saya :

Ketika aturan Regulated Agent ini di implementasikan, pengirim barang atau shipper, baik perorangan, industri maupun yang diwakilkan oleh freight forwarder seharusnya mengalami kemudahan dimana pemeriksaan keamanan tidak lagi dilakukan di bandar udara yang akan memakan waktu dan biaya, tetapi bisa dilakukan di perusahaan regulated agent atau perusahaan forwarder dan airlines, yang akan mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pengiriman barang. Namun apakah benar jika barang yang sudah ditimbang di perusahaan regulasi itu tidak harus ditimbang lagi di bandara?

Mengingat semakin dekatnya ASEAN free trade 2015, sepertinya pemerintah Indonesia membentuk regulated agent hanya untuk pemeriksaan keamanan barang yang akan dikirim, dan itu berarti barang tersebut harus ditimbang ulang di bandara. Itulah yang menyebabkan mengapa regulasi ini menjadi tidak efisien, seperti apa yang dikatakan Bu Siska.

Belum lagi masih terdapat masalah berupa apakah perusahaan swasta Indonesia yang terdaftar sebagai regulated agent telah memenuhi standar pemeriksaan keamanan yang ditetapkan oleh ICAO dan IATA. Hingga saat ini, baru terdapat 3 perusahaan swasta yang terdaftar sebagai regulated agent resmi di Indonesia. Hal ini menimbulkan persoalan baru dari segi ekonomi karena sedikitnya jumlah pelaku usaha regulated agent di Indonesia menyebabkan besar kemungkinan terjadi monopoli harga yg dapat dilakukan oleh ke-3 perusahaan tersebut.

Jika harga pengiriman barang saja mengalami kenaikan, secara otomatis harga barang tersebut akan mengalami kenaikan, dan itu akan berdampak pada produk barang-barang Indonesia nanti, karena jika harganya naik maka akan sulit untuk bersaing di pasar global yang tersebar diseluruh dunia.

Iklan

14 thoughts on “Apakah Fungsi “Regulated Agent” yang Dijalankan di Indonesia Merupakan Hal yang Efektif dan Efisien Bagi Berbagai Pihak?

  1. Bagus bgt nih pembahasan’ny.. Emg perlu bgt tau lebih jelas’ny drpd regulated agent itu sendiri.. Apakah fungsi sbenar’ny RA itu? Apa pula latar belakang pemerintah mengeluarkan RA itu?

  2. just info :
    – sebagian besar Regulated Agent berlokasi di airport dan ada di cargo area
    – cargo dari Regulated Agent tidak harus ditimbang lagi, tapi langsung masuk storage di Lini 1

  3. kalo kita liat pihak ADBANDARA mengeluarkan surat edaran yg berisi bahwa barang2 seperti :
    1. jenasah
    2.organ tubuh
    3. vaksin
    4. koran
    5. barang2 yg mudah rusak seperti sayur,ikan,dll
    6. animal live

    dari beberapa contoh barang diatas ada kemungkinan untuk meloloskan barang2 berbahaya,sebab tidak dilakukan lagi pemeriksaan…uhhh aneh padahal klo dulu barang2 tersebut masih diperiksa secara x-ray dan manual

    • quote :
      “…..uhhh aneh padahal klo dulu barang2 tersebut masih diperiksa secara x-ray dan manual……”

      sejak dulu HUM, LHO, AVI memang tidak pernah diperiksa mesin X-Ray

      • apabila teman teman benar2 mengetahui bagaimana pemeriksaan barang sebelum adanya regulated agent mungkin temen2 akan mengerti bagaimana kebijakan dibuatnya regulated agent merupkan langkah tepat karena banyak sekali penumpuan barang digudang untuk pemeriksaan barang. akan tetapi syang banyak sekali instansi atau lembaga dari RA sendiri maupun oknum2 yang masih mencari rupiah disana

  4. Ping-balik: Regulated Agent, Aduh Apa Sih Itu? « Kumpulan Karya Mahasiswa

  5. Ping-balik: Regulated Agent, Aduh Apa Sih Itu? « Coretan Siswa Udara

  6. sedikit pencerah tentang regulated agent: Program keaman penerbangan yang bertanggung jawab untuk memastikan cargo/barang yang diangkut aman.

    menurut saya RA dibutuhkan, karena selama ini kita tidak tahu apa yang terbang bersama2 (khususnya domestik). krgnya pemeriksaan. sebagai penumpang pesawat udara kita berhak atas keamanan penerbangan, masa deg2an berharap ga ada petasan / DG dibawah kita. saya setuju adanya RA.

    “RA ga ada aman2 aja ko.”, Guys, ingat kasus mandala di medan ?? Overweight karena manipulasi menifest. ingat adam air ??…

    RA butuh proses yang berbelit2?? ok bagaimana kalau terbang ke USA?? hanya 1 alasan mengapa sampai begitu. same like RA, semua ada proses.

    • quote :
      “……sedikit pencerah tentang regulated agent: Program keaman penerbangan yang bertanggung jawab untuk memastikan cargo/barang yang diangkut aman…..”

      comment :
      bukan hanya RA yang bertanggung jawab terhadap keamanan, tugas RA hanya sampai gudang lini 1 dan selesai. Setelah itu masih banyak lapisan screening yang dilakukan ground handling dan airlines, RA hanya bagian kecil saja dari keamanan cargo yang diangkut

      quote :
      “………karena selama ini kita tidak tahu apa yang terbang bersama2 (khususnya domestik). krgnya pemeriksaan………”

      comment :
      sebaiknya anda kunjungan ke gudang domestik dan lihat bagaimana pemeriksaan cargo dilakukan, X-Ray, check fisik, dokumen, bahkan beberapa cargo dibuka untuk melihat isinya

      quote :
      “……Guys, ingat kasus mandala di medan ?? Overweight karena manipulasi menifest. ingat adam air ??…..”

      comment :
      RA tidak ada hubungan dengan manifest, manifest dibuat oleh airlines dan atau ground handling. RA tidak mampu mencegah overweight, kenapa? karena RA hanya mengantar cargo sampai gudang lini 1. Pemuatan cargo dan bagasi ke pesawat dilakukan oleh loading master berdasarkan loading instruction yang dibuat oleh load control

      ingin membuktikan kebenaran yang saya tulis? silakan datang ke gudang domestik dan temui saya,

  7. quote :
    “…..uhhh aneh padahal klo dulu barang2
    tersebut masih diperiksa secara x-ray dan
    manual……”

    dari dulu emang tidak diperiksa pake x-ray bos, tapi dilakukan pemeriksaan secara manual.
    lihat KP 152 tahun 2012….

  8. Pencetus RA ini pada dasarnya adalah oknum-oknum yang hendak memperkaya diri dengan alasan “keamanan”. Bayangkan sebuah perusahaan cargo udara yang harus melewati 2x X-ray di bandara, selain tambahan harga yang tidak masuk akal, juga memperlambat semua proses pengiriman via udara.

    Sebenarnya pihak pemerintah cukup memposisikan orang-orang yang cukup kompeten dalam mengkawal proses X-ray dari setiap maskapai. Jauh lebih sederhana, both cost and time effective.

    Yang terjadi sekarang adalah, RA dijadikan lahan bisnis, malah jadi kekonyolan untuk ekspedisi udara. Jadi kalau ditanya kenapa pengiriman via udara lesu, faktor utamanya ya ini. REGULATED NON-SENSE AGENT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s