Apa benar pernyataan yang menyebutkan bahwa singapura menguasai/mengatur langit Indonesia (penerbangan di Indonesia ) ?


YUZAR ACHMAD RIVAI

2241 09 291

 MTU E

Tugas : 4

 

Apa benar pernyataan yang menyebutkan bahwa singapura menguasai/mengatur langit Indonesia (penerbangan di Indonesia ) ?

Saya rasa pernyataan itu tidak seluruhnya benar dan berlebihan, benar memang Soal pelanyanan navigasi udara yang masuk ke FIR 1.tidak semuanya bisa di handel sehingga secara aturan hukumnya bisa didelegasikan kepada negara lain yang mempunyai kemampuan untuk itu dan yng dekat dengan negara kita (negara tetangga )yaitu negara singapore dan telah mempunyai kemampuan itu negara indonesia mendelegasikan itu, jadi konteksnya kesana dan itu hanya FIR barat saja .

Jika nanti singapore yang mengatur, kalau kita ingin mengambil alih dan kita memang punya hak untuk itu dan kita punya kemampuan, boleh gak kita .karna bicara soal itu bicara soal daerah wilayah kita ,karna akan melihat batas geografis dan pulau terluar dan ditarik keatas (ruang udara nasional ) seperti itu karna disana ada pengdelegasian , tidak melanggar kedaultan . Kecuali singapore tidak didelegasikan tetapi jalan sendiri dan itu jelas tidak boleh , sekarg pertanyaannya adalah ini negara kita kalau kita mampu kelola sendiri , kembali kekita kitanya mampu tidak atau kitanya mau tidak ?apalagi dikaitkan dengan kedaulatan negara artinya pasti yang masuk area FIR itu diawasi dan ditanya oleh yang mengelola dan bagaimana dari segi pendapatannya pasti dong jika pesawat itu lewat dsb dan disana ada layanan navigasi pemanduan dan ada biaya dan itu masuk kesiapa siapa yng mengumpulkan . Bagaimana itu dan untuk apa ?

Narasumber : Suharto Abdul Majid

Komentar :

Waktu kuliah ada dosen yang bilang pernyataan seperti itu bahwa langit Indonesia dikuasai oleh singapura ( Negara lain ), itu merupakan tanda ketidak mampuan Negara dalam mengatur langit/penerbangan Indonesia dan ini merupakan terganggunya kedaulatan Negara, ini yang menyebabkan saya ingin mengulasnya lebih lanjut .

Pernyataan narasumber sepenuhnya tidak menapik hal tersebut dan juga tidak sepenuhnya membenarkan pernyataan tersebut, dalam pernyataan narasumber tersebut disebutkan bahwa memang pengelolaan pelayan navigasi udara khususnya di FIR barat Indonesia belum sepenuhnya bias dihandle, dan pengelolaannya bias didelegasikan ke Negara lain .

What ?? itu yang ada didalam pikiran saya, apa ini kan Negara saya yang mengatur wilayah udaranya sendiri belum bisa menghandle nya sehingga perlu bantuan Negara lain .

Banyak SDM yang pintar di Negara ini dan begitu banyak potensi kenapa itu tidak dimanfaatkan ? ini yang menjadi pertanyaan bagi kita semua termasuk Negara APA KITA MAU ? pasti jawabanya MAU dan itu harus diikuti oleh oleh perbuatan yang mengimplementasikan hal itu .

Sekian .. CMIIW

“Ini komentar pribadi seorang mahasiswa yang masih belajar dan belum bnyak tau tentang masalah – masalah dunia penerbangan Indonesia “

Iklan

3 thoughts on “Apa benar pernyataan yang menyebutkan bahwa singapura menguasai/mengatur langit Indonesia (penerbangan di Indonesia ) ?

  1. Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri, bahwa kawasan di selat Malaka adalah kawasan perbatasan kritis yang bernilai sangat strategis (Critical Border) bagi Indonesia dalam penyelenggaraan system Pertahanan Negara. Kiranya perlu diingat kembali bahwa lebih dari 60% dispute atau perang yang terjadi, penyebab utamanya adalah “border dispute” atau Sengketa Perbatasan. Jadi, sangatlah menyesatkan apabila ada “pejabat” yang memberikan pernyataan bahwa pengontrolan ruang udara di wilayah udara kedaulatan NKRI oleh Negara tetangga (Singapura) hanyalah soal biasa dan jga mengatakan bahwa hal itu hanyalah persoalan “aviation safety” belaka.

  2. Kemudian juga muncul pendapat yang mengatakan bahwa dalam mengurus kawasan udara di Soekarno-Hatta saja pihak Perhubungan Udara tidak kunjung beres, mengapa kita malah repot-repot mau mengambil alih FIR Singapura?. Dalam hal ini ada satu analogi yang mungkin bisa membantu, yaitu apakah kita sebagai pemilik rumah yang sedang menghadapi berbagai kesulitan dalam mengelola rumah kita sendiri, kemudian dengan rela hati membiarkan beranda atau ruang tamu kita dipakai duduk-duduk dan juga dipakai tempat untuk melihat-lihat kegiatan yang kita lakukan sehari-hari. Dan hal ini dilakukan oleh tetangga yang rumah dan pekarangannya jauh lebih kecil dari rumah dan pekarangan kita. Saya yakin, jangankan “duduk-duduk di beranda rumah, berdiri-diri saja di pekarangan belakang rumah, kita tidak dapat mengijinkan”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s