Penerapan Strategi Budaya Dengan Pemberian “ Souvenir Free “ terhadap Penumpang Internasional (Bagian III)


Nama : Irelda Verazty

NIM     : 224109031

ZU’09

BAB II

Nara sumber  :  Bapak Toto Hardiyanto Subagyo, S.Pd, MM, PhD. ( Dosen   Manajemen Strategi)

 

Menurut beliau bahwa dengan adanya penerapan strategi budaya tersebut, merupakan ide yang perlu di coba oleh maskapai khususnya oleh flag carrier yaitu Garuda airlines.Dengan pemberian souvenir kepada penumpang internasioal, itu merupakan salah satu strategi maskapai sekaligus promosi terhadap airlines itu sendiri maupun promosi budaya melalui penumpang internasional. Selain itu juga dapat bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasar.

Dalam penerapan baru tentu tidaklah tanpa hambatan, faktor biaya atau adanya penambahan cost tersebut lah yang menjadi kendala utama, sebetulnya tidak hanya dalam penerapan strategi budaya seperti ini saja yang memerlukan penambahan cost, semua penerapan baru dan strategi baru tentu saja akan memerlukan biaya.Ini lah yang menjadi tolak ukur perusahaan , untuk itu pihak maskapai perlu juga memikirkan bagaimana agar perusahaan tidak mengeluarkan biaya yang terlalu besar , melainkan  mengeluarkan biaya seminim mungkin, tetapi tetap dapat mencapai tujuan utama dari penerapan ini.Contoh, maskapai dapat melakukan pembatasan frequensi pada penerapan tersebut, misalnya memberikan souvenir free pada saat weekend ( sabtu dan minggu ).Hal ini merupakan minimalisasi biaya sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya extra apabila penerapan dilakukan full dalam seminggu.

Dalam hal ini beliau juga memberi pendapat, dalam pemberian souvenir free tersebut, jangan hanya memberikan satu jenis souvenir atau yang saya katakan yaitu gantungan kunci saja, tetapi dapat memberikan 3 jenis souvenir, seperti gantungan kunci, kipas corak batik, keramik bali yang dijadikan satu dan di bungkus oleh tas cantik semenarik mungkin, dan tas tersebut dapat di beri logo maskapai, sehingga tidak hanya menunjukkan khas budaya tetapi juga symbol dari maskapai.Dan juga pemberian souvenir tersebut jangan selalu sama tetapi di bedakan dan di kombinasikan tiap minggunya.

pihak maskapai tidak perlu takut dalam melakukan penerapan strategi baru, itu hal biasa yang di hadapi perusahaan dan merupakan risiko yang memang di alami oleh setiap perusahaan.Jadi masalah biaya tidak perlu dijadikan hambatan besar, tidak apa-apa mengeluarkan biaya asal tujuan utama tercapai, yaitu meningkatkan pelayanan, meningkatkan pangsa pasar ( kosumen ) yang secara otomatis akan meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkenalkan budaya, dan juga yang harus di fikirkan yaitu bgaimana maskapai dapat fokus dengan apa tujuan utama dari penerapan strategi tersebut dan pelaksanaan yang baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s