ANALISIS PENGARUH MAINTENANCE PESAWAT TERHADAP BIAYA OPERASIONAL DAN KECELAKAAN PENERBANGAN (Bagian 4)


Nama : FIFI SHOFIYAH

NIM     : 224109005

Kelas : ZU 09

BAB III

Maintenance sebuah pesawat udara sangat penting karena menyangkut pada keselamatan penerbangan. Setiap komponen pada pesawat udara harus mendapatkan perhatian utama dan harus mendapatkan maintenance secara rutin. Kurangnya perhatian pada komponen-komponen pesawat udara pada saat maintenance dapat berakibat fatal, yaitu kecelakaan penerbangan.

Berdasarkan hasil survei Badan Pelatihan Udara International di Amerika Serikat (Flight Safety International), menyatakan sekitar 56% kecelakaan udara disebabkan awak pesawat atau pilot. Sedangkan penyebab lainnya memegang persentase kecil, seperti 17% dikarenakan kesalahan pesawat, 4% akibat kurangnya perawatan pesawat, 13% cuaca buruk, kombinasi antara kelalaian manajemen bandara dan navigasi sebesar empat persen, penyebab lainnya sekitar 6%.

Walaupun kurangnya perawatan pesawat hanya memiliki persentase kecil terhadap kecelakaan penerbangan, ini bukan berarti maintenance pesawat udara dapat diremehkan.

Seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya oleh narasumber bapak Iqbal Abdul Aziz (Material Preparation GMF) bahwa ada beberapa jenis pengecekan pesawat udara yang harus dilakukan secara rutin yaitu A-check, B-check, C-check, dan D-check. Dalam artikel yang dimuat oleh www.politikana.com menyatakan bahwa  rata-rata pesawat yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan domestik, usianya telah berumur sekitar 20 tahun, atau lebih. Usia itu setara dengan 30 ribu hingga 50 ribu kali terbang dan sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan. Pesawat yang sudah melampaui 50 ribu kali penerbangan, harus menjalani modifikasi khusus dan perawatan setiap dua hingga empat ribu kali penerbangan. Semuanya harus dicek dan tentu membutuhkan biaya yang cukup besar. Cek yang ideal biasanya menggunakan “block system”, yakni perawatan seluruh armada pesawat.

Usia pesawat udara dapat mempengaruhi biaya operasional maintenance pesawat. Semakin tua usia pesawat maka semakin besar biaya operasional maintenance pesawat tersebut. Tingginya biaya ini disebabkan oleh komponen-komponen usia pesawat yang sudah tua yang memerlukan maintenance khusus. Tribunnews.com menyebutkan bahwa pasar perawatan pesawat global terus tumbuh setiap tahun. Pada tahun 2009, nilai pasar perawatan pesawat mencapai US$ 49,3 miliar dan diprediksi tumbuh menjadi US$ 56,7 miliar pada tahun 2014. Pertumbuhan serupa juga terjadi di Indonesia dengan total nilai US$ 700 juta pada tahun 2009 dan diperkirakan tumbuh menjadi US$ 2 miliar pada tahun 2014. Dengan adanya ketentuan tentang kenaikan biaya perawatan pesawat ini pemerintah diharapkan dapat lebih memperhatikan maintenance baik pesawat domestik, pesawat swasta, maupun pesawat milik Negara. Selain itu diharapkan pemerintah dapat menemukan jalan keluar atas kebutuhan modal bengkel pesawat.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s