EFEKTIFITAS PENERAPAN REGULATED AGENT PADA EKSPOR UDARA DI PERUSAHAAN FREIGHT FORWARDER (Part 4)


Nama  : Essy Rosa Wirabuana

Nim     : 224109282

Kelas   : ZU09

BAB III

            Menurut pendapat narasumber tentang efektifitas penerapan regulated agent pada ekspor udara di perusahaan freight  forwarder kurang efektif karena proses pengiriman barang yang berliku sehingga menimbulkan charge tambahan dan tambahan waktu dalam proses pengiriman ekspor barang. Belum lagi lokasi dari RA itu sendiri yang cukup jauh dari bandara dan peralatan yang dimiliki RA masih sangat minim. Tetapi dari sumber yang saya baca penyebab kurangnya efektifitas penerapan RA pada ekspor udara di perusahaan freight forwarder tidak hanya itu, kurangnya sosialisasi kepada komunitas kargo bandara juga menjadi masalah dalam penerapan kebijakan RA itu sendiri. Proses dan alur yang masih sangat berantakan, loading dock yang hanya bisa menampung kurang lebih 3 truck barang dan X-ray yang menggunakan x-ray bagasi penumpang sehingga menyebabkan ada cargo yang tidak muat untuk dilakukan X-ray. Tambahan charge itu sendiri juga relatif besar, menurut sumber yang saya baca untuk perusahaan freight  forwarder yang jasa pengirimannya menggunakan lion, mereka dikenakan charge Rp.700/kg. kalau saja dalam satu hari pengiriman sebesar 10 ton maka Rp.700 X 10.000kg = Rp. 7.000.000/hari dan dalam satu bulan perusahaan forwarder harus mengeluarkan extra charge sebesar Rp. 7.000.000 X 25 hari = Rp. 175.000.000.  Seharusnya  kalau ada extra cost, maka ada komponen yang seharusnya hilang karena sudah diambil alih prosesnya oleh RA. Sewa gudang Rp. 100 hilang tetapi harus membayar RA sebesar Rp. 700 maka tetap saja mengeluarkan biaya sebesar Rp. 600. Tidak hanya itu, setelah melalui proses RA pun, cargo belum tentu dijamin berangkat karena itu merupakan wewenag airlines dan infonya lagi setelah melalui proses RA, cargo tetap diangkut  lagi oleh Truck dari Perusahaan Pengiriman kalau menggunakan Shuttle Truck dari RA di kenakan biaya lagi Rp. 300/Kg. Berdasarkan hal-hal diatas kebijakan pemberlakuan RA sebaiknya ditinjau ulang lagi oleh pemerintah agar kebijakan yang baru ini bisa saling menguntungkan antara pihak freight forwarder, gapura angkasa, pemerintah dan pihak-pihak lain yang terkait didalamnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s