Penentuan Jumlah Pesawat Terbang Berdasarkan Rute Penerbangan (Part IV)


Nama                  : Nadya Sartika

NIM                    : 224109183

Kelas                  : ZU 09

BAB III

Menurut nara sumber, penentuan jumlah pesawat dalam suatu maskapai penerbangan dapat dilakukan dengan cara menyesuaikan jumlah pesawat dengan rute yang akan dibuka, dan juga menyesuaikan jumlah pesawat yang akan digunakan berdasarkan anggaran perusahaan. Tentunya pemilihan cara dalam menentukan jumlah pesawat disesuaikan dengan kebijakan perusahaan maskapai spenerbangan, dengan tujuan agar perusahaan maskapai penerbangan tidak mengalami kerugian di masa yang akan datang. Dan juga penggunaan pesawat menjadi lebih efektif dan efisien.

Berdasarkan pada mata kuliah  Perencanaan Produksi Perusahaan Penerbangan pada semester 4 kemarin, langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan jumlah pesawat terbang berdasarkan rute antara lain adalah :

  1. Menentukan rute yang akan dibuka oleh perusahaan maskapai penerbangan. Sebelum menentukan rute mana yang akan dibuka, pihak maskapai telah melakukan survey ke daerah-daerah yang paling banyak dikunjungi namun belum banyak pesaing dari maskapai penerbangan tersebut.
  2. Setelah penetapan rute maka ditentukan days operation dari rute tersebut dan juga jadwal jam penerbangan dari masing-masing rute penerbangan.
  3. Kemudian menentukan jarak antar daerah dari rute yang telah dibuat, block time, seat available dan payload dari tipe pesawat yang nantinya akan digunakan dan juga seat-Kms dan Ton-Kms.
  4. Menentukan number of frequency, number of landing dan block hours production perbulan selama satu tahun.
  5. Kemudian membuat rotation diagram, pada rotation diagram inilah kita dapat melihat berapa banyak jumlah pesawat yang akan digunakan sesuai dengan rute yang akan dibuka.

Jika kita melanjutkan perhitungan tersebut melalui beberapa tahapan, maka kita dapat mengetahui utilisasi pesawat tersebut dengan cara membagi total block hours dengan jumlah pesawat/365 hari.

Saya lebih setuju jika penentuan jumlah pesawat terbang dilakukan dengan cara menentukan rute terlebih dahulu. Karena dalam tahap penetuannya lebih terperinci  dan memperhitungkan banyak hal. Dan juga sekaligus dapat menentukan utilisasi dari pesawat udara tersebut. Jika penentuan jumlah pesawat sesuai dengan rute yang ada dan utilisasi pesawat tersebut maksimal, maka pihak maskapai akan memperoleh lebih banyak keuntungan.

Selain hal tersebut di atas pihak maskapai harus mengajukan permohonan jika ingin membeli pesawat terbang kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.  Pertimbangan pemberian izin pengadaan pesawat terbang apabila telah dipenuhinya persyaratkan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan  nomor KM 82 tahun 2004 dan Keputusan Menteri Perhubungan  nomor KM 5 tahun 2006. Disamping pertimbangan sesuai rencana operasi dan ekonomis, pengadaan pesawat yang akan dioperasikan di Indonesia memperhatikan pemenuhan standar kelaikan dan keselamatan penerbangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s