Penerapan manajemen risiko pada bandara internasional soekarno hatta (part 4)


NAMA                        : Diky Leo Zayanurrizal

NIM                            : 2241 09 041

CLASS                       : ZU-09

BAB III

Sesuai dengan wawancara penulis dengan mewawancarai bapak dadan sunandar selaku chief supervisor keamanan bandara internasional Soekarno hatta, penulis dapat berpendapat bahwa, semua tindakan bandara untuk mengantisipasi semua risiko yang akan terjadi sudah begitu mumpuni meskipun tidak ada bagian khusus untuk mengatasi risiko ini semua semisalkan ada bagian khusus mengenai manajemen risiko, tetapi jika kita lihat antisipasi yang dilakukan perangkat bandara sudah bisa mengantisipasi semua risiko, seperti semua petugas harus melalui pndidikan terlebih dahulu, memilik SKP dan menambah jumlah personil apabila terjadi lonjakan penumpang, tidak hanya di dalam bandara saja, lampu runway pun tidak luput dalam pemeriksaan guna memberikan kenyamanan bagi penerbangan dan semua pengguna jasa bandara soekarno hatta ini.

Penanganan khusus untuk carago dan barang bawaan penumpang juga di lakukan pihak bandara dengan menggunakan x-ray, guna mencegah penyelundupan barang-barang terlarang seperti halnya narkoba maupun mencegah tindak terorisme yaitu berusaha menyelundupkan bom yang sangat berbahaya.

Menurut data yang penulis dapat dari media elektronik, bandara soekarno hatta sudah mencegah berbagai upaya penyelundupan barang terlarang, seperti data yang penulis dapat dari www.lampungpost.com petugas berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba, sebanyak 1219 butir ekstasi dan sabu seberat 104 gram, barang terlarang tersebut akan di selundupkan ke bali, lalu ada penyelundupan 40 ular sanca yang berhasil di gagalkan, dan serangkaian ancaman bom, membuat pahak pengamanan bandara memperketat sistem pengamanan bandara, di kutip dari indopos direktur operasi dan teknik PT AP II salahudin  rafi menegaskan bahwa beliau tidak ingin masyarakat dalam hal ini khususnya pengguna jasa bandara terganggu kenyamanannya oleh aksi teror bom yang cukup meresahkan baru-baru ini.

Lalu peristiwa peledakan bom di terminal F bandara internasional soekarno hatta pada tanggal 27 April 2003, merupakan bentuk nyata dari aksi terorisme dan merusak fasilitas bandara, yang menimbulkan kerugian finansial dan korban luka-luka, apa jadinya apabila hal tersebut kembali terjadi, mungkin banyak pengguna jasa yang tidak ingin meggunakan bandara soekarno hatta sebagai bandara tujuannya lagi dan mencoreng nama indonesia di mata internasional, oleh karena itu, petugas pengamanan bandara harus ekstra dalam memeriksa setiap barang dan manusia yang memasuki wilayah bandara guna menciptakan bandara yang nyaman dan aman yang membaggakan bagi Indonesia, dan menyadarkan kita betapa pentingnya penerapan manajemen risiko untuk mencegah dan mengurangi kemungkinan risiko yang akan terjadi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s