PERAN STRATEGIS ASURANSI PENERBANGAN TERHADAP KECELAKAAN PESAWAT UDARA DALAM DUNIA PENERBANGAN (Part 4)


NAMA            : FITRI NISA UTAMI

NIM                 : 2 2 4 1 0 9 2 9 7

KELAS           : ZU-09

BAB III

Komentar :

Asuransi penerbangan memang telah diatur dalam UUR1 No.1 tahun 2009 dan asuransi memang sudah menjadi bagian penting dalam perusahaan penerbangan. Karena melihat dari banyaknya risiko yang mungkin dialami oleh pesawat terbang seperti pembajakan udara, ledakan nuklir, kasus peledakan bom plastik yang pernah dialami oleh Pam Am 103 di Lokerbie Tahun 1998, mesin pesawat udara mati, mesin pesawat udara kemasukan burung, serangan teroris, kerusakan pesawat udara pada saat taxing, tinggal landas, senggolan dengan pesawat udara lain dan yang paling beresiko adalah terhadap awak pesawat perusahaan penerbangan. Awak pesawat merupakan asset perusahaan penerbangan yang sangat mahal karena awak pesawat membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pelatihan dan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi.

Memang sudah seharusnya asuransi penerbangan menjadi mitra untuk membagi resiko kerugian yang akan dialami oleh perusahaan penerbangan. Dari resiko diatas maka kerugian yang harus ditanggung oleh perusahaan penerbangan sebagai berikut :

  • penumpang yang mengalami luka-luka atau meninggal dunia. Maka pihak perusahaan penerbangan harus memberikan dana ganti rugi kepada penumpang yang mengalami cacat atau hanya luka ataupun meninggal dunia
  • penggantian pesawat yang mengalami kerusakan namun sesuai perjanjian dan kesepakatan yang telah dibuat oleh kedua belah pihak tentang besaran asuransi tersebut
  • asuransi untuk biaya evakuasi korban dan kerangka pesawat. Perusahaan penerbangan membutuhkan biaya untuk mencari para korban dan pengevakuasian terhadap bangkai pesawat dan ini membutuhkan biaya yang sangat besar

seperti kasus kecelakaan yang pernah dialami oleh Garuda Indonesia 421 yang terjadi di Desa serenan, Klaten pada tanggal 16 januari 2002. Asuransi penerbangan menyediakan dana sebesar 10 milyar yang digunakan untuk biaya evakuasi penumpang, pesawat, barang serta pencemaran lingkungan yang terjadi ditempat kecelakaan tersebut.

Pada hakikatnya, angkutan udara adalah merupakan suatu perjanjian timbal balik secara lisan maupun tertulis yang dilakukan antara penumpang dengan perusahaan penerbangan. Penumpang yang menggunakan jasa maskapai penerbangan maka akan membayar biaya atau ongkos untuk melakukan perjalanan tersebut untuk dirinya dan barang bawaan yang mereka bawa serta membayarkan asuransi dalam perjalanan tersebut. Apabila penumpang tidak sampai ditempat tujuan, maka perusahaan penerbangan harus mengeluarkan biaya ganti rugi yang dialami penumpang dan juga apabila terjadinya kecelakaan harus membayarkan kerugian- kerugian yang dialami karena memang sudah merupakan suatu kewajiban dari perusahaan penerbangan. Dan perusahaan asuransi pun juga harus mengeluarkan ganti rugi sesuai dengan kesepakatan dan perjanjian kerjasama yang telah dilakukan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s