OPTIMALISASI PARIWISATA KULINER DALAM “IN FLIGHT SERVICES (Part 5)


Nama  : Dea Rivai P

Nim     : 2241 09 324

Kelas   : ZU09

BAB IV

OPTIMALISASI PARIWISATA KULINER DALAM “IN FLIGHT SERVICES (Part 5)

4.1. Kesimpulan

Berawal dari kegelisahan penulis tentang makanan, mengantar penulis sampai pada tulisan yang anda baca sekarang ini.

Kondisi Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya membuat kita harus pintar mengelolanya. Dan memanfaatkannya.

Bicara tentang pemanfaatan, masih belum semua kekayaan alam kita dimanfaatkan dengan bijak. Seperti contohnya makanan. Kurangnya promosi akan makanan khas Indonesia membuat makanan khas Indonesia kurang terkenal bahkan dinegaranya sendiri.

Untuk itu tulisan saya dari bab 1 sampai bab 3 mengacu untuk secara total memanfaatkan pemasaran makanan khas Indonesia di dalam penerbangan.

Strategi ini penuh resiko. Berbahaya jika tidak tahu dampak buruknya. Maka sebelum menerapkan strategi ini, ada baiknya dilihat dulu pangsa pasar. Dan lihat juga tipe makanan nya. Kalau ingin menyajikan soto Betawi, tentu akan sangat kurang efisien, karena makanan berkuah akan kurang nyaman dimakan di perjalanan. Maka coba dimulai dari makanan kecil terlebih dahulu.

Menurut catatan, sudah ada beberapa maskapai yang menerapkan strategi ini guna memvariasikan menu makanan dan juga sebagai ajang promosi. Dimulai dari makanan ringan khas Kalimantan Timur, dan beberapa daerah lainnya seperti Medan dan Samarinda dengan beberapa makanan khas daerahnya masing masing yang sudah diterapkan di beberapa penerbangan.

Jadi, siapa lagi yang mau menyusul?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s