Pemasangan Iklan Di Boarding Pass Pada Maskapai Penerbangan Di Indonesia (Bagian 5)


Nama : Herny Puspitasari

NIM     : 224109277

Kelas  : ZU 09

BAB IV

Penggunaan Logo Suatu Produk Untuk pemasangan Iklan Di Boarding Pass

4.1. Kesimpulan

Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa bisnis pemasangan iklan pada suatu boarding pass merupakan bisnis yang cukup menjanjikan, dimana kedua belah pihak yang terikat kerjasama sama-sama memperoleh keuntungan yang diharapkan. Bisnis yang termasuk dalam kategori non-aeronautical ini sebenarnya terinspirasi dari airline-airline asing yang memanfaatkan bagian belakang boarding pass yang kosong untuk menempatkan satu atau beberapa iklan disitu, yang tujuan utamanya pasti untuk menambah keuntungan perusahaan. Airlines diIndonesiapun sempat mengikuti cara yang dinilai bermanfaat bagi perusahaannya itu. Namun, karena beberapa alasan akhirnya bisnis pemasangan iklan di boarding pass tidak lagi diteruskan hingga sekarang.

Salah satu alasan yang menarik perhatian saya adalah ketika seorang narasumber memberitahukan bahwa kertas boarding pass yang kecil dan tipislah yang menjadi sebab utama bisnis tersebut tidak dijalankan kembali. Kertas boarding pass yang kecil dan tipis dianggap tidak menarik perhatian apabila digunakan sebagai media pemasangan iklan suatu produk. Padahal kenyataannya masih ada airline asing yang menggunakan boarding pass dengan kertas kecil dan tipis tetapi masih dijadikan sebagai media pemasangan iklan suatu produk.

Jika dipikirkan kembali bagaimana memanfaatkan kertas boarding pass yang kecil dan tipis untuk memasang iklan, pihak airline sebaiknya menyampaikan pesan kepada perusahaan yang tertarik untuk memasang iklan di boarding pass agar mereka hanya memberikan logo dengan sedikit kata-kata dari produk yang akan dipromosikan tersebut, tidak perlu untuk menggunakan kata-kata yang terlalu panjang mengingat keterbatasan tempat yang disediakan oleh airline yaiu hanya berupa sebuah boarding pass. Logo dari suatu produk pun biasanya cenderung mudah diingat oleh orang yang pernah melihatnya. Orang pun kebanyakan lebih tertarik untuk melihat iklan di media cetak yang hanya berupa logo dan terdiri dari sedikit tulisan. Begitu pun pada boarding pass, tempat yang terbatas harus dimanfaatkan sebaik-baiknya jika ingin digunakan kembali sebagai media pemasangan iklan agar produk yang dipasarkan di boarding pass tersebut tetap menarik untuk dilihat para penumpang pesawat, meskipun boarding pass-nya hanya menggunakan kertas yang kecil dan tipis. Masalah yang sebenarnya dapat diatasi bukan? Oleh karena salah satu masalah sudah ditemukan jalan keluarnya, sebaiknya pihak airline kembali mempertimbangkan untuk kembali melanjutkan bisnis non-aeronautical ini karena manfaat yang didapatkan juga cukup berarti dalam kelangsungan perusahaan baik sekarang maupun pada masa yang akan datang.

2 thoughts on “Pemasangan Iklan Di Boarding Pass Pada Maskapai Penerbangan Di Indonesia (Bagian 5)

  1. Nice,,pemasangan Iklan Di Boarding Pass memang masih dibutuhkn kepada para customer,dan gak ada salahnya pemasangan Iklan Di Boarding Pass digunakan kembali sperti dulu,karena customer pasti akan slalu mlihat dan mencari tahu tentang iklan tsb..

  2. Terimakasih komentarnya. Memang bisnis pemasangan iklan di boarding pass sayang kalau tidak dilanjutkan, karena sebenarnya kedua belah pihak yang terkait sama-sama mendapat keuntungan yang mereka harapkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s