Penerapan Ruang UGD dan medical Link pada Saat Inflight untuk Penerbangan diatas 4 jam (bagian 5)


NAMA       : Andita Pratiwi

NIM            : 224109118

Kelas                    : ZU09

BAB IV

Penerapan Ruang UGD dan medical Link pada Saat Inflight untuk Penerbangan diatas 4 jam

4.1. Kesimpulan

Pada zaman sekarang sebagian besar masyarakat lebih memilih penerbangan jauh dengan menggunakan pesawat terbang. Penumpang yang naik terdapat berbagai kalangan anak kecil dewasa dan orangtua. Dan karena banyaknya penumpang yang naik pesawat maka kemungkinan terjadinya inflight injuries semakin besar, tidak hanya orangtua dan dewasa bahkan anak kecil[un dapat terkena penyakit yang kronis secara tiba-tiba didalam pesawat pada saat melakukan penerbangan. Hal yang pertama dilakukan oleh para awak kabin jika flight injuries terjadi adalah awak pesawat akan mengumumkan apakah ada dokter didalam pesawat tersebut atau tidak. Jika tidak ada maka sang pilot sebagai alasan kemanusiaan akan melakukan divert atau pendaratan darurat. Namun sulitnya prosedur dan biaya pendaratan darurat yang sangat mahal yaitu sekitar $ 100.000 untuk pesawat wide body dan belum ditambah dengan kerugian non material para penumpang atas keterlambatan di bandara tujuan. Maka solusi yang cukup efektif adalah membuat ruang UGD dengan standar ruang ugd yang telah ditentukan dan membuat medical link yaitu sebuah komunikasi antara awak dengan para medis yang berada disebuah emergency room di rumah sakit. Jadi teknisnya adalah para medis mengarahkan awak kabin untuk menggunakan peralatan didalam ruang ugd untuk membantu si korban flight injuries. Penerapan ini bisa dilakukan untuk pesawat wide body karena akan memakan space yang cukup besar didalam pesawat sehingga jika menggunakan pesawat wide body tidak akan mengganggu dan mengurangi volume penjualan airlines. Dan fasilitas ini akan membutuhkan biaya pengadaan alat yang sangat besar karena peralatan di ruang ugd sangat mahal harga nya belum lagi biaya perawatan alat setiap tahunnya yang menghabiskan biaya sekitar 60.000 USD termasuk untuk biaya pelatihan menggunakan peralatan tersebut. Namun biaya yang dikeluarkan akan sebanding dengan manfaat yang didapatkan dalam penerapan ini yang dapat dijadiakan sebagai tambahan bisnis pula bagi airlines. Maksudnya adalah kalo dilaut dikenal dengan floating hospital maka fasilitas ini akan menjadi air hospital bagi pesawat yang membutuhkannya dan sedang berjarak dekat dengan pesawat yang mempunyai fasilitas ini. Pesawat yang membutuhkan akan membayar kepada airlines dan akan menambah penghasilan bagi si airlines yang mempunyai fasilitas ini. Selain itu menjadi satu point lebih dimasyarakat jika airlines mempunyai fasilitas ini dan menjadi faktor yang dapat dipertimbangkan oleh penumpang untuk memilih airlines. Namun secanggih apapun peralatan Captain tetap mempunyai hak untuk melakukan pendaratan darurat di bandara terdekat apabila terjadi inflight medical emergency.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s