Analisis Masalah dan Dampak yang Timbul dari Implementasi Regulated Agent (Part VI)


Nama                  : Rusnah Indah Cahyati

Nim                     : 224109310

Kelas                  : ZU 09

BAB IV

Perlunya Revisi regulasi, SOP, serta tarif dalam pemberlakuan Regulated Agent

4.2      Saran

Menurut pendapat penulis, solusi yang dapat dilaksanakan dalam penerapan  Regulated Agent atau RA ini adalah sebagai berikut :

  1. Revisi Regulasi ;
    1. Dalam pembentukan operator RA harus merupakan badan usaha baru yang dijelaskan dalam SKEP/255/IV/2011 yang bertentangan dengan ICAO Annex 17. Didalam ICAO Annex 17 menyatakan perusahaan forwarder, courir, warehouse operator boleh mengajukan sebagai operator RA. Seharusnya SKEP/255/IV/2011 tersebut mengikuti aturan internasional yang ada dan juga dengan membolehkan forwarder, courir, serta warehouse operator menjadi operator RA, biaya yang dikeluarkan tidak terlalu tinggi. Jumlah operator RA pun dengan mudah dapat diperbanyak.
    2. SKEP/255/IV/2011 tumpang tindih dengan UU kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006 mengenai segel bea cukai. Didalam UU kepabeanan segel bea cukai tersebut tidak boleh dibuka oleh agen inspeksi, akan tetapi didalam SKEP tersebut, segel bea cukai boleh dibuka oleh agen inspeksi. Tidak hanya itu, kargo yang telah disegel oleh bea cukai, akan diperiksa ulang oleh operator RA dengan membuka segel tersebut, sehingga hal ini sangat tidak efektif. Seharusnya SKEP/255/IV/2011 tersebut dapat mengikuti aturan yang telah diterapkan oleh UU kepabeanan yaitu wewenang untuk membuka segel tersebut adalah pihak bea cukai.

 2 Revisi SOP

  • Operator RA dalam melakukan pemeriksaan kargo diharuskan dilakukan diluar lini 1. Hal ini menyebabkan proses yang panjang dan memakan waktu lama dalam proses pemeriksaan barang. Seharusnya pemeriksaan dapat dilakukan di lini 1 dan lini 2. Misalkan pemeriksaan yang dilakukan di lini 2 yaitu daerah cakung, kargo yang melakukan pemeriksaan didaerah ini adalah kargo dimana pabriknya ada didaerah cakung tersebut, sehingga kargo bisa langsung dikirim ke operator RA kemudian RA langsung mengirimkan kargo tersebut ke bandara. Kemudian di bandara, kargo tidak perlu di periksa lagi, jadi sudah ready to build up. Pemeriksaan di lini 1 dilakukan untuk kargo yang pabriknya ada disekitar bandara sehingga kargo bisa langsung dikirim ke bandara untuk diperiksa. Jadi, waktu dapat diminimalisir.

 3. Revisi Tarif

Tarif yang ditetapkan oleh operator RA meningkat sekitar 1000 % dari tarif sebelumnya sehingga mengakibatkan biaya yang tinggi dalam pengiriman kargo menggunakan transportasi udara. Tarif ini pun langsung ditetapkan oleh operator RA. Seharusnya tarif ini ditetapkan atas kesepakatan antara penyedia jasa dan pengguna jasa, hal ini sesuai dengan UU No 1 Tahun 2009 pasal 245 mengenai tarif jasa kebandarudaraan. Tarif yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan ini agar tarif yang ditawarkan tidak memihak salah satu pihak saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s