KESELAMATAN PENERBANGAN, TANGGUNG JAWAB BERBAGAI PIHAK


KESELAMATAN PENERBANGAN, TANGGUNG JAWAB BERBAGAI PIHAK

Nama : Cristo Beruat

Nim : 224108233

Kelas : E

Tugas : 11

BAB  III  ISI

 

Dalam membahas Keselamatan penerbangan, sebelumnya alangkah baiknya kita mengetahui lebih jelas tentang batasan pengertian dari keselamatan penerbangan itu. Menurut pasal 1(1) UU  RI No 1Tahun 2009, Penerbangan diartikan sebagai “satu kesatuan sistem yang terdiriatas pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara, angkutan udara,navigasi penerbangan, keselamatan dan keamanan, lingkungan hidup, sertafasilitas penunjuang dan fasilitas umm lainnya”. pesawat udara atau aircraft  menurut Konvensi Paris 1919, diartikan sebagai “anymachine that can derive support in the atmosphere from the reaction of the air”. Sedangkan menurut Konvensi Chicago 1944 dalam Annex , pengertian tersebut ditambahkan menjadi: “any machine that can derive support in the atmosphere from the reaction of the air other than the reactions of the air against the earth’s surface”.  Keselamatan Penerbangan menurut Pasal 1 (48) UU RI No 1 Tahun 2009 mengartikan keselamatan penerbangan sebagai “suatu keadaan terpenuhinya persyaratankeselamatan dalam pemanfaatan wilayah udara, pesawat udara, bandar udara,angkutan udara, navigasi, penerbangan serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum  lainnya. Dapat disimpulkan bahwa Keselamatan penerbangan adalah hal-hal yang berhubungan dengan keamanan dan keselamatan penerbangan, pengawasan, kecelakaan penerbangan dan pencegahan terjadinya kecelakaan penerbangan melalui regulasi, edukasi dan training pada penerbangan militer maupun sipil, yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Ada tiga hal yang saling berkaitan yaitu keamanan, keselamatan dan kecelakaan atau bencana penerbangan. Menurunnya tingkat keamanan dan keselamatan dapat mengakibatkan terjadinya bencana penerbangan.  Faktor-faktor yang yang menentukan ada atau tidaknya keselamatan penerbangan, yaitu: pesawat udara, personel, sarana penerbangan, operasi penerbangan dan badan-badan pemerintah yang bertugas mengatur penerbangan.

hal-hal yang sesuai dengan keselamatan pesawat udara yaitu desain dan konstruksi yang memenuhi kriteria crashworthiness yaitu  sifat-sifat pesawat yang sedemikian rupa dirancang sehingga saat terjadikecelakaan yang survivable  tidak didapati penumpang yang terluka parah, juga ada sifat kelaikudaraan yang berkenaan pada saat pengoperasian pesawat, dan yang ketiga adalah perawatan pesawat. Selain pesawat udara para personel atau awak pesawat juga memerlukan pendidikan dan latihan, lisensi, kesehatan serta batas waktu terbang.

Prasarana yang di maksud berupa bandar udara dengan segala alat penunjangnya, dari mulai navigasi dengan menggunakanteknologi terupdate sampai  ruang tunggu yang nyaman bagi calon penumpang. Kriteria alat dan fasilitas dari bandar udara akan menentukanklasifikasi baik buruknya atas badar udara.

Selain faktor tersebut, masih ada faktor yang tidak kalah pentingnya yaitu lingkungan atau alam yang juga  merupakan faktor yang kuat dalam terjadinya kecelakaan penerbangan.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s