Kelompok 10 : NYAMAN GAK SIH ADA TUKANG OJEK DAN TAKSI GELAP DI BANDARA SOEKARNO HATTA?


Nama :

Giriani Ajeng Saputri (2241.09.221) – KETUA, Membuat Kuesioner

Retno Wulan (2241.09.060) – Membuat Latar Belakang

Marcie Setyawati (2241.09.063) – Membuat Latar Belakang

Fitri Nisa Utami (2241.09.297) – Membuat Kuesioner

 

Kelas : ZU 09

 

I. LATAR BELAKANG

Bandara  Internasional Soekarno Hatta merupakan gerbang utama bagi negara Indonesia. Sudah selayaknya bandara ini menjadi contoh bagi bandara  lainnya dalam memanajemen bandara agar dapat bertaraf internasional. Tapi kenyataannya, bandara Soekarno Hatta saat ini belum dapat mencukupi kepuasan penumpang. Padahal tingkat perekonomian masyarakat Indonesia saat ini tumbuh luar biasa, kapasitas bandara Soekarno Hatta yang hanya untuk 22 juta penumpang telah digunakan lebih dari 42 juta penumpang, atau hampir dua kali lipat kapasitas. Namun pertumbuhan yang luar biasa itu tidak dibarengi dengan peningkatan layanan dan kapasitas oleh pengelola bandara yang mengelola bandara layaknya terminal bis. Lihat saja suasana di bandara Soekarno Hatta yang semerawut.

Seperti penumpang yang membludak, saling dorong, calo tiket berkeliaran, tukang ojek motor mencari penumpang, anak anak tukang semir sepatu menawarkan jasa secara sembunyi-sembunyi. Sopir mobil plat hitam merayu penumpang,  penjual asongan kopi dan nasi berkeliling di seputar tempat parkir. Tukang jual pulpen dan parfum kw 3 berlomba mendekati penumpang yang sedang makan atau duduk istirahat. Mobil antar jemput pribadi berebutan parkir dengan taksi, petugas keamanan bandara berteriak-teriak melalui pengeras suara dari atas mobil patroli untuk mengusir mobil yang parkir terlalu lama. Semua itu menjadi pemandangan sehari-hari yang dapat ditemui di bandara Soekarno Hatta. Hal tersebut merupakan cermin kurang siapnya PT Angkasa Pura II, selaku pengelola dalam memanajemen bandara.

Itulah sebabnya, bukan lagi suatu pemandangan yang langka apabila setiap musim libur atau menjelang hari raya, bandara Soekarno Hatta tidak berbeda dengan stasiun kereta api atau terminal bus.

Ada banyak persoalan di bandara Soekarno Hatta, namun kebutuhan sebagai bandara internasional juga tidak boleh diabaikan. Sudah saatnya bandara Soekarno-Hatta membenah diri.  Adalah tidak fair apabila membandingkan bandara kebanggaan kita dengan bandara negara maju lain.

Oleh karena itu, kami tertarik untuk membahas masalah ini sebagai bahan penelitian untuk tugas Ground Handling kami dengan judul “NYAMAN GAK SIH ADA TUKANG OJEK DAN TAKSI GELAP DI BANDARA?”

 

II. TUJUAN

  1. Menertibkan lokasi bandara dari produk jasa ilegal seperti tukang ojek, taksi gelap.
  2. Meningkatkan kenyamanan penumpang dari penawaran produk jasa ilegal tersebut.
  3. Mewujudkan bandara soekarno hatta yang berkelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s