Hak Penumpang Maskapai Penerbangan


Nama : Riza Febrianti

NIM     : 224109263

Kelas  : C

Tugas GH II ke : 1

Hak Penumpang Maskapai Penerbangan

Rendahnya kualitas layanan maskapai nasional merupakan fenomena keseharian. contoh, keterlambatan jadwal penerbangan (delay), kehilangan bagasi, ketidak jelasan informasi penerbangan, buruknya pelayanan informasi, dan ketiadaan kepastian keberangkatan yang kerap menimpa para penumpang dalam negeri. selain tidak ada sanksi yang tegas untuk perusahaan maskapai, kompensasi yang diberikan kepada penumpang sangat tidak setimpal.Sebagai contoh, jika penumpang terlambat check-in, maka tiket dinyatakan hangus. Konsumen kerap menjadi pihak yang lemah bila berurusan dengan perusahaan, terutama maskapai penerbangan. Belum lagi soal pemberian kompensasi kepada penumpang pesawat udara jika terjadi keterlambatan keberangkatan, ini terlalu ringan. Pemberian kompensasi kepada penumpang jika ada keterlambatan berangkat terlalu ringan dan tak sebanding dengan sanksi yang mereka terapkan selama ini pada penumpang yang terlambat check-in.

Padahal, jika penumpang terlambat check-in sekitar lima menit dari batas waktu yang ditentukan maka tiket dianggap tidak berlaku atau si penumpang menambah sejumlah uang untuk bisa diberangkatkan pada penerbangan berikutnya. Tetapi jika maskapai penerbangan melakukan keterlambatan keberangkatan puluhan menit hingga satu jam maka hanya mendapatkan kompensasi pemberian makanan ringan. Inikan namanya tidak adil, kalau hanya makanan ringan atau makanan berat kiranya penumpang masih mampu untuk membelinya di bandara.
Pemberian kompensasi itu berlaku jika keterlambatan terjadi akibat faktor internal seperti masalah gangguan teknis, namun jika disebabkan faktor eksternal seperti cuaca buruk maka pemberian kompensasi tidak berlaku. Kompensasi yang akan diterapkan pada revisi peraturan menteri itu antara lain pemberian makanan ringan dengan keterlambatan di atas 30 menit, kemudian makanan berat dengan keterlambatan 90 menit lebih, dan pemberian akomodasi jika keterlambatan terjadi 180 menit lebih dengan catatan tidak ada penerbangan berikutnya. Itupun sampai sekarang belum terlaksana secara efektif. Sebenarnya, tanpa harus ada peraturan menteri sebenarnya kompensasi tersebut dalam konteks kompetisi pelayanan mutlak harus dilakukan.

Konsumen Selalu Disalahkan

Seringkali dalam praktek layanan di maskapai penerbangan, ketika muncul persoalan pihak yang senantiasa disalahkan adalah konsumen. Dalam hal kehilangan barang misalnya, operator selalu berpatokan segenap kerugian atau kehilangan barang bagasi akan dikonversi dengan penggantian senilai Rp20 ribu perkilogram dengan melalui prosedur yang cukup lama. Padahal tidak sedikit barang milik konsumen yang tidak bisa dinilai dengan materi karena terkait dengan nilai historis.

Menyangkut kecelakan pesawat terbang bisa terjadi di mana dan kapan saja, baik di negara maju maupun di negara miskin. Selain karena faktor teknis, kondisi pesawat dan alam, faktor non teknis (human error) dan tata kelola juga turut andil besar terjadinya kecelakan itu. Tetapi dalam beberapa cuplikan kasus itu, yang ingin dikemukakan, itulah situasi objektif pada dunia penerbangan Indonesia saat ini. Situasi yang dalam banyak hal bertentangan dengan tuntutan keselamatan dan standar penerbangan sesuai kesepakatan internasional.

Permenhub 77 Tahun 2011

Kini muncul Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 77 Tahun 2011 tentang Asuransi, Delay, Kehilangan Bagasi dan Kecelakaan baru diteken 8 Agustus 2011 lalu. Peraturan ini melengkapi peraturan sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara.Memang aturan ini tidak menggugurkan dengan serta aturan KM 25 Tahun 2008 tentang pemberian kompensasi bila pesawat mengalami keterlambatan atau delay.Kalau telat di bawah 4 jam ada KM 25 (vide KM 25 Tahun 2008), maka itu merupakan kompensasi, harus menyediakan snack, makan, penginapan. Peraturan menteri ini tidak menghilangkan kewajiban itu, mengganti kerugian berupa mengalihkan penerbangan dan memberikan konsumsi akomodasi apabila tidak ada penerbangan ke tempat tujuan.

Bila pesawat delay lebih dari 4 jam, selain kompensasi, dalam Permenhub ini, penumpang juga berhak diberikan ganti rugi Rp300 ribu. Permenhub ini memakai ukuran delay selama 4 jam, karena memang dasar itu adalah 4 jam, pemikiran dan hasil analisis bahwa untuk 4 jam itu sebagai batas keterlambatan, dengan jarak tempuh pesawat ada yang 1 jam, ada yang 2 jam.

Kalau delay di bawah 4 jam ada KM 25, harus menyediakan snack, makan, penginapan. Peraturan menteri ini tidak menghilangkan kewajiban itu, mengganti kerugian berupa mengalihkan penerbangan dan memberikan konsumsi akomodasi apabila tidak ada penerbangan ke tempat tujuan.Karena ada ketentuan tidak terangkutnya itu, KM sebelumnya maskapai wajib mengalihkan ke penerbangan lain tanpa membayar biaya tambahan, memberikan konsumsi, akomodasi apabila tidak ada penerbangan lain ke tempat tujuan. Keterlambatan ditolerir kalau lebih dari 4 jam dia tetap harus mengganti Rp 300 ribu.

Untuk penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang berhubungan dengan pengangkutan udara, maskapai wajib memberikan kompensasi sebesar Rp1,25 miliar. Bagi penumpang yang cacat total dalam jangka waktu paling lambat 60 hari kerja sejak terjadinya kecelakaan juga diberi ganti rugi sebesar Rp1,25 miliar. Apabila ditelusuri ternyata kompensasi delay untuk penumpang pesawat secara tidak langsung dibiayai penumpang sendiri.

Selain itu untuk penumpang yang bagasinya hilang diberikan ganti rugi sebesar Rp200 ribu per kilogram dan paling banyak sebesar Rp 4 juta per penumpang.
Sedangkan untuk kargo yang hilang, pengangkut wajib memberikan ganti rugi sebesar Rp100.000 per kilogram. Adapun untuk kargo yang rusak wajib diberikan ganti rugi sebesar Rp50.000 per kilogram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s