Fenomena LCC


Nama : Fitra Suciandra

NIM:  224109048

Kelas : C

Fenomena LCC

Perkembangan LCC atau Low Cost Carrier di Indonesia merupakan cerita tersendiri dalam perkembangan penerbangan yang ada. Low cost carrier merupakan, teknik baru penerbangan yang awalnya dirintis oleh Maskapai Southwest pada tahun 1967. Seperti yang telah saya baca dalam beberapa artikel mengenai sepak terjang LCC sebelumnya.

Hal ini langsung menarik perhatian beberapa Universitas seperti Harvard untuk membahasnya. Pasalnya, LCC merupakan teknik efisiensi bagi pola penerbangan dalam hal teknologi, struktur biaya, rute, harga (murah), hingga berbagai peralatan operasional yang digunakan didalamnya. Di Indonesia, teknik LCC berkembang sangat pesat. Beberapa maskapai mulai menggelar produknya dengan kelebihan masing-masing, namun tetap berkiblat kepada prinsip LCC tersebut. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya maskapai Lion Air dan anak perusahaannya seperti Wings Air. Sementara maskapai asli yang berasal dari Malaysia, Air Asia juga mulai membuat peruntungannya di Indonesia sebagai pewarna maskapai berprinsip LCC, yang kini namanya cukup dapat di perhitungkan dalam kancah perkembangan penerbangan di Indonesia. Maskapai asli Indonesia lainnya yang juga turut ambil andil dalam mewarnai penerbangan LCC yaitu, Batavia Air, Sriwijaya Air dan yang terbaru yang hadir dibawah naungan Garuda Indonesia adalah, Citilink.

Fenomena LCC di Indonesia sangat mudah diterima masyarakat pada umumnya, hal ini dapat dipastikan karna konsumen dihadapkan dengan adanya transportasi yang nyaman, cepat, dan murah. Contoh yang dapat diambil adalah pada saat, konsumen memilih untuk melakukan perjalanan dengan Bus dari Jakarta-Denpasar dengan harga Rp 350.000 dan memakan waktu 24 jam. Sedangkan disatu sisi ada pesawat yang  menawarkan harga dari  Rp 269.000 dengan hanya menghabiskan waktu 1,5 jam. Bahkan pada saat-saat tertentu maskapai LCC seperti Air Asia mampu memberikan promo perjalanan ke beberapa daerah atau Negara Asia, mulai dengan harga Rp 99.000. Dengan hanya membayar biaya administrasi, konsumen sudah mampu melakukan perjalanan yang cepat, nyaman dan murah sesuai slogan dari Lion Air “Make People Can Fly”. Perkembangan prinsip maskapai LCC di Indonesia kedepannya perlulah perhatian yang lebih, tantangan yang akan datang seperti terus menaiknya harga bahan bakar pesawat (avtur) yang merupakan biaya terbesar dalam operating cost selain maintenance pesawat itu sendiri tepatnya. Hal ini harus menjadi perhatian penting bagi maskapai-maskapai yang bermain dalam prinsip LCC, pasalnya konsumen Indonesia sangatlah peka terhadapa harga. Ketidak hati-hatian yang membuat harga LCC melonjak dapat membuat konsumen pergi, dan tidak akan meliriknya kembali. Maka dari itu, pemilihan pesawat baru yang baik dapat menjadi salah satu pilihan bagi perusahaan maskapai agar dapat menghemat pengeluaran untuk avtur pesawat. Sehingga nantinya konsumen akan dapat tetap memercayakan perjalananan pada maskapai LCC dibanding dengan maskapai komersial lainnya yang memiliki kenyamanan yang hampir sama, walaupun berbeda pada service perkelasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s