Pokok Permasalahan Dengan Tax Planning di Perusahaan Air Charter


Pokok Permasalahan dengan Tax Planning Di Perusahaan Air Charter

NAMA        : NINDY ELMA

NIM            : 224108255

KELAS       : C

TUGAS KE : 3

 

Pokok – pokok permasalah yang timbul dan dalam Tax Planning atas perusahaan charter (private jet) adalah sebagai berikut :

  • Klausul Pajak yang tidak dicantumkan di dalam kontrak atas Perjanjian Aircraft Management antara pihak pemilik AOC (Pemberi Jasa Manajemen) dengan pihak pemilik pesawat (customer).

 

  • Manajemen arus kas, pemilahan antara arus kas dari peghasilan dan manajemen arus kas dari reimbursement (deposit customer).

 

  • Belum adanya kesepakatan kontrak aircraft management sementara operasional pesawat telah berjalan.

 

Dari pokok – pokok permasalahan diatas akan kita uraikan dan bahas selanjutnya satu persatu dengan lebih detail berkaitan dengan permasalahan Tax Planning nya.

 

  1. Klausul Pajak yang tidak dicantumkan di dalam kontrak atas Perjanjian Aircraft Management antara pihak pemilik AOC (Pemberi Jasa Manajemen) dengan pihak pemilik pesawat.

Di dalam divisi manajemen pesawat (aircraft management) hampir selalu terjadi permasalahan tersebut, sering sekali PPh Pasal 23 atas manajemen pesawat tidak dibahas didalam perjanjian kopntrak, yang dicantumkan dalam perjanjian tersebut biasanya hanya besarnya nilai upah atas perjanjian tersebut dan pada akhirnya terjadi konflik. Dari pihak AOC (Pemberi Jasa) menginginkan pendapatan atas jasa manajemen diterima bersih tanpa di potong PPh Pasal 23 dalam kata lain PPh Pasal 23 ditanggung oleh pemilik pesawat (gorss up), sedangkan pemilik pesawat menginginkan agar PPh Pasal 23 di tanggung oleh pemberi jasa sehingga pemilik pesawat melakukan pemotongan atas pembayaran jasa manajemen pesawat tersebut.

 

Disisi lain setelah adanya kesepakatan antara kedua belah pihak mengenai pembebanan PPh Pasal 23 telah disetujui secara gross up (ditanggung oleh pemilik pesawat) maka berhubung invoice sudah dikeluarkan oleh departemen akunting dengan sistem normal tanpa gross up akibat permasalahan yang muncul adalah perlunya menarik ulang invoice yang telah dikeluarkan kemudian merevisi kembali invoice dan faktur pajaknya. Dan akan lebih rumit lagi jika keadaannya PPN atas transaksi tersebut sudah dilaporkan dalam SPT Masa PPN karena akan diperlukan pembetulan SPT Masa PPN akibat dari traksaksi tersebut. Dan sejauh ini hal tersebut sering terjadi dimana invoice atas jasa manajemen telah dikeluarkan beberapa bulan dan barulah masalah PPh Pasal 23 dimunculkan oleh pihak departemen marketing setelah terlibat perundingan yang sangat lama dengan pihak pemilik pesawat, sehingga diperlukan beberapa bulan ke belakang untuk melakukan pembetulan SPT Masa PPN dan PPh 23.

 

  1. Manajemen Arus Kas, pemilahan antara arus kas dari penghasilan dan manajemen dari arus kas dari reimbursemen (Deposit Customer)

 

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa di departemen manajemen pesawat atas operasional pesawat pribadi, pemilik pesawat akan memberikan dana dimuka (deposit) untuk operasional pesawat selama satu bulan kedepan dimana pengisian dana tersebut menggunakan sistim dana tetap (impress fund). Dan pihak pemberi jasa manajemen akan menggunakan dana tersebut untuk biaya operasional pesawat seperti biaya fuel, biaya ground handling, biaya licency penerbangan, biaya crew pesawat dan lain – lain. Pada periode bulan berikutnya biaya operasional itu akan direimburse ke pihak pemilik pesawat untuk dapat dilakukan pengisian kembali deposit sebanyak biaya yang telah dikeluarkan.

 

Dikarenakan semua pesawat di private jet (perusahaan charter) ini adalah pesawat kelas executive dengan interior dan jaminan mesin pesawat yang berkualitas tinggi maka diperlukan biaya operasional yang sangat besar. Biasanya dana deposit yang diberikan biasanya sangatlah besar yaitu berkisar antara satu sampai dengan dua miliyar rupiah per bulannya dan pemilik pesawat mentransfer dana tersebut dalam beberapa tahap tidak ditransfer sekaligus. Sebagai bagian dari tax planning maka rekening bank yang untuk penyimpanan deposit ini disediakan tersendiri dan terpisah dari rekening bank atas penghasilan charter. Disamping untuk memudahkan proses rekonsiliasi dengan pemilik pesawat juga dimaksudkan untuk pemisahan antara arus kas penghasilan charter dan arus kas dana deposit. Jika dana ini tidak dipisahkan akan sangat berbahaya saat terjadi pemeriksaan pajak, karena biasanya pihak fiskus saat melakukan pemeriksaan pajak cenderung lebih sering menggunakan metode persamaan arus kas dibandingkan dengan menggunakan metode persamaan arus piutang.

 

Di perusahaan charter peasawat jet (Private Jet) ini sering sekali terjadi pencampur adukan rekening bank atas dana masuk. Berkali kali terjadi dana masuk dari pemilik pesawat masuk ke rekening yang disediakan untuk menampung dana atas penghasilan charter. Lebih rumitnya lagi di dalam rekening atas penghasilan carter juga terdapat beberapa deposit dari customer yang melakukan pembatalan charter dengan alas an tertentu dimana customer meminta agar dananya tetap disimpan sampai customer tersebut melakukan charter di periode yang akan datang. Umunya kesalahan atas masuknya dana deposit operasional pesawat kedalam rekening penghasilan charter terjadi karena pihak marketing yang salah memberikan info kepada pemilik pesawat. Padahal tidak jarang dari departemen akunting mengingatkan untuk pengalokasian yang benar atas dana yang akan masuk.

 

  1. Belum adanya kesepakatan atas kontrak Aircraft Management (jasa manajemen pesawat) sementara operasional pesawat telah berjalan.

 

Beberapa pemilik pesawat adalah orang –orang besar di Negara ini sehingga mereka sangat sibuk dan kadang – kadang mereka tidak memiliki waktu luang untuk membahas kontrak kerjasama atas menejemen pesawat. Dalam arti kata lain mereka cenderung menggampangkan dan mengesampingkan padahal operasional pesawat yang dititipkan untuk di jalankan di perusahaan jasa operasional pesawat sudah berjalan. Tanpa adanya perjanjian yang jelas dan nilai yang jelas di dalam perjanjian atas manajemen pesawat depertemen akunting tidak bisa menerbitkan invoice penagihan sehingga pendapatan atas jasa manajemen pesawat yang perjanjiannya belum diselesaikan hanya bisa diakui sebagai akrual pendapatan.

 

Permasalahan yang muncul adalah ketika perjanjian kerja sama manajemen pesawat itu disetujui atau ditanda tangani oleh kedua belah pihak setelah lima atau enam bulan operasional pesawat telah berjalan. Pihak marketing meminta agar pendapatan atas menejemen pesawat tersebut diakui dan meminta depertemen akunting untuk menerbitkan invoice dengan cara back dated (mundur ke belakang untuk pendapatan enam bulan sebelumnya). Untuk melakukan pembukuan penghasilan dengan back dated mungkin masih bisa selama masih dalam tahun periode yang sama dan lagi tiap bulan sudah akrualkan atas penghasilan tersebut, yang jadi masalah adalah pihak akunting tidak mencadangkan faktur pajak dalam enam bulan lalu untuk transaksi tersebut sehingga tidak mungkin dimunculkan invoice mundur ke enam bulan kebelakang. Selain itu laporan SPT Masa PPN sudah dilaporkan setiap bulannya jika terjadi back dated maka akan diperlukan pembetulan selama enam bulan kebelakang. Akan tetapi dengan tidak adanya pencadangan faktur pajak atas transaksi tersebut maka sudah jelas tidak bisa dilakukan pembukuan back dated atas transaksi tersebut. Meskipun demikian tetap saja pelanggaran secara perpajakan ada jika dibukukan sekaligus pada saat perjanjian ditanda tangani karena faktur pajak yang dikeluarkan pada saat perjanjian ditanda tangani adalah faktur pajak untuk enam bulan sebelumnya.

 

Jadi dengan cara apapun karena tax planning nya tidak terencana dengan baik maka langkah apapun yang diambil tetap saja akan terjadi pelanggaran perpajakan atas transaksi jasa manajemen pesawat pribadi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s