JetBlue Inspirasi Untuk Low Cost Carrier Dari Negeri Paman Sam


JetBlue Inspirasi Untuk Low Cost Carrier Dari Negeri Paman Sam

Nama : Selyka Janita

Nim : 224109210

Kelas GH : S1 MTU C (09)

Tugas GH II yang ke 4

Kebanyakan orang-orang di Indonesia jika di tanya tentang maskapai Low Cost Carrier (LCC) maka orang-orang di Indonesia akan menyebut Air Asia, meskipun Air Asia sendiri berasal dari Malaysia. Namun yang saya ingin bahas bukanlah Air Asia, tetapi salah satu maskapai yang menggunakan konsep LCC yang berasal dari negeri paman sam yaitu JetBlue Airways.

JetBlue Airways berdiri pada tahun 1998, ya menurut saya memang tergolong maskapai baru di Amerika jika di bandingkan para pesaingnya yang menggunakan LCC juga, tetapi JetBlue ini kalau bisa saya bilang,  konsep LCC yang dijalankannya tidak mengabaikan pelayanan yang di berikan, kenyamanan para penumpangnya dan ketepatan waktu. Banyak para pesaing di Amerika yang menggunakan konsep LCC tetapi selalu mengabaikan yang namanya pelayanan yang di berikan dan kenyamanan penumpang.

JetBlue memberikan beberapa fasilitas yang menurut saya bisa mengubah pandangan orang-orang yang selama ini menganggap LCC itu “tidak ada fasilitas tambahan di dalam pesawat yang bisa menambah kenyamanan penumpang ketika di perjalanan karena harga tiket nya murah, pelayanannya kurang baik dan sering delay”. JetBlue sendiri memberikan pelayanan seperti tontonan TV di setiap kursinya, radio satelit, menawarkan ruang untuk sandaran kaki di setiap kursinya atau bisa di bilang jarak antar tempat duduknya sedikit lega dan semuanya pelayanan tersebut gratis, serta sangat jarang sekali delay.

Untuk armadanya, JetBlue sendiri kebanyakan memakai pesawat Airbus A320 dari seluruh total armada yang dimiliki oleh JetBlue. A320 milik JetBlue sendiri hanya memuat 150 seat, normalnya A320 itu memuat 180 seat, saya kira JetBlue sengaja membuat 150 seat agar jarak tempat duduk sedikit lega untuk kenyamanan penumpang. Saya kaget ketika maskapai yang berasal dari Amerika yang menggunakan konsep LCC tersebut kebanyakan memakai pesawat Airbus A320 yang menurut saya memiliki mesin lebih besar dan tentunya pengeluaran bahan bakar sedikit lebih boros di bandingkan dengan Boeing 737 atau biasa di sebut pesawat sejuta umat, di tambah lagi Boeing berasal dari Amerika dan JetBlue memilih untuk tidak menggunakan pesawat Boeing tersebut bahkan JetBlue tidak memiliki pesawat yang berasal dari Boeing. Mungkin menurut saya JetBlue memilih Airbus A320 karena kapasitas penumpang yang dapat di angkut A320 lebih banyak di banding Boeing 737 dan juga jarak yang bisa di tempuh oleh A320 lebih jauh di bandingkan Boeing 737.

Saya sendiri sangat tertarik menulis tentang JetBlue Airways ini ketika saya tahu ada sebuah maskapai di Amerika yang menggunakan konsep LCC tetapi memberikan fasilitas seperti yang di atas. Mungkin beberapai maskapai di Indonesia yang menggunakan konsep LCC bisa mencontoh JetBlue yang berani tampil beda mulai dari memberikan fasilitas untuk menambah kenyamanan penumpang secara gratis, pelayanan sangat baik, sangat jarang delay dan tentunya biayanya tetap murah. Jika di Indonesia bisa mencontoh konsep LCC yang di pakai JetBlue mungkin maskapai yang memakai konsep LCC di Indonesia dapat lebih bersaing dengan maskapai-maskapai yang sudah memiliki nama besar .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s