Kelompok 4 : Penambahan In-Flight Entertainment ? KenapaTidak?! (Part 3)


Kelompok 4

Dea Rivai Putra ( 224109324 )

Annisa Nindya Kusuma( 224109343 )

Ummi Ade Rocheni( 224109265 )

Irelda Verazty( 224109031 )

 

Memasuki minggu ketiga mengenai laporan mingguan Tugas Ground Handling II, masih disibukkan dengan penyebaran kuisioner untuk mencapai target responden yang telah ditentukan. Responden yang didapat oleh kelompok kami hingga Jumat minggu ketiga sebanyak 230 responden. Tugas dalam minggu ini selain penyebaran kuisioner,  dilanjutkan dengan penambahan teori – teori yang relevan dengan pengambilan judul Tugas Ground Handling II. Dalam hal ini kami mengambil Judul mengenai Penambahan In-Flight Entertainment yang dihadapkan kepada pelayanan penumpang dan strategi Airlines dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Teori pertama yang digunakan, kami dapatkan dari Perpustakaan STMT Trisakti dengan judul buku Customer Care oleh Timothy R V Foster 1999, Bab 1, Hal 7.

Telewest communications

“Di pasar kami para pelanggan memiliki banyak pilihan pemasok. Tentu gampang bagi mereka untuk memilih. Layanan yang sempurna jadi hal paling penting bagi para pelanggan dan calon pelanggan kami. Ini juga yang paling kami tekankan demi keuntungan jangka panjang dan dengan demikian, mengambil tempat utama dalam strategi kami.”

Michael cooper, firektur grup, customer operations.

Pendahuluan.Hal xii.

Untuk menjaga kelangsungan bisnis, yang paling penting adalah memperhatikan pelanggan (customer care) dengan baik.

Richard f gerson: mengukur kepuasaan pelanggan 2001

Rebecca l morgan: melayani pelanggan kecewa 2001

Menurut  A. B Susanto dalam artikelnya pada Majalah Eksekutif dengan Judul “Menyongsong Dinamika Persaingan” untuk menghadapi dinamika persaingan, harus dilakukan perubahan landasan pola pikir yang bertumpu pada tiga kata kunci : Moving, Caring, dan Inovating. Moving adalah tumpuan untuk menjawab gelora persaingan dan dinamika permintaan yang selalu bergolak karena ekspektasi penumpang yang beranjak semakin tinggi. Dalam proses implementasinya, moving harus disertai kepedulian kepada pelanggan/penumpang (caring) melalui inovasi di bidang strategi, manajerial maupun produk/jasa. Inovasi di bidang strategi dan manajerial merupakan proses untuk menghantarkan nilai tambah bagi pelanggan, dan hasil inovasi berupa produk dan jasa yang inovatif adalah keluaran yang diberikan kepada pelanggan, untuk meningkatkan kepuasan.

Sesuai dengan hasil survey kami, sebanyak 31% dari jumlah responden kami mengharapkan adanya hiburan berupa musik dengan berbagai pilihan lagu sebagai penambahan in-flight entertainment. In-Flight Entertainment adalah salah satu elemen yang menjadi perhatian konsumen yang dapat menjadikan nilai tambah pada maskapai penerbangan. Elemen hiburan ini juga mencakup pre-during-after flight musik yang diperdengarkan saat pesawat sedang boarding dan taxi. Pelayanan ini dapat dianalisa untuk dikembangkan melalui beragam testimoni yang kami dapatkan pada hasil kuisioner yang telah kami sebarkan. Pada masa boarding time, suasana kabin pesawat selalu riuh atas aktifitas penumpang menempati tempat duduk  dan menyimpan barang bawaan pada overhead.

Selain bahasa tubuh para awak pesawat yang baik,  alunan musik juga berperan sebagai mood booster bagi penumpang pesawat sekaligus berkontribusi untuk atmosfir kabin pada suasana akan terbang. Namun, aspek musik masih belum disentuh, diamati dan dikembangkan oleh maskapai penerbangan. Menurut Aldo Sianturi seseorang yang bekerja dibidang Music Business dalam blog pribadinya menuliskan bahwa “Musik adalah elemen yang baik yang mampu mempertemukan titik temu kepuasan konsumen.”

Sebaiknya sesegera mungkin perusahaan penerbangan  mengeksekusi pelayanan inovatif yang mampu menciptakan sebuah brand equity yang baik pada perusahaan penerbangan. Inovasi seperti ini terlihat sepele namun di sisi lain dapat menjadi sebuah diferensiasi.

Diferensiasi tersebut tentu saja akan berdampak baik dan memberi nilai positif bagi airlines.Karena dengan adanya pelayanan In-flight Entertainment, merupakan salah satu gambaran  airlines quality, jadi tidak hanya pelayanan yang diberikan oleh para cabin crew, tetapi juga pelayanan yang diberikan langsung dari fasilitas pesawat.Hal ini akan menjadi suatu keunggulan bagi airlines, yang sudah pasti akan berkontribusi kepada peningkatan volume penjualan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s