NYAMAN GAK SIH ADA TUKANG OJEK DAN TAKSI GELAP DI BANDARA SOEKARNO HATTA?


Nama             : Giriani Ajeng Saputri – 224109221

Fitri Nisa Utami – 224109297

Marcie Setyawati – 224109063

Retno Wulan – 224109060

Kelas              : ZU 09

 

LANDASAN TEORI

 

1. Manajemen Sumber Daya Manusia Birokrasi Publik, 2003, Drs. Hasel nogi S, Tangkilisan, M.Si, halaman 65, Bab 6

 

Metode-metode kepegawaian : apakah sudah efektif?

Kriteria terpenting dalam masalah metode kepegawaian adalah validitas. Validitas merupakan sebuah metode kepegawaian yang memprediksi satu atau lebih dari kriteria yang terpenting, seperti kemampuan terhadap pekerjaan, pergantian karyawan, kecelakaan pada saat bekerja dan pencurian pencurian yang terjadi pada saat bekerja.

Jadi, karyawan bandara harus mampu bertanggung jawab atas pekerjaannya. Melakukan penertiban terhadap belasan taksi gelap dan sepeda motor yang sengaja di parkir di sekitar Bandar Udara. Seharusnya, Ini adalah agenda rutin  karyawan, jadi tetap karyawan bandara melakukan patroli dan pengawasan. Operasi penertiban juga harus dibantu pihak Security Bandara dan anggota Satpol PP yang ditugaskan di Posko Pelayanan Bandara. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat,  khususnya pegawai di area Bandara tidak lagi memarkir kendarannya di luar bandara. Agar tetap masuk ke dalam area dan memarkir di lokasi yang lebih aman.

2. Mengukur Kepuasan Pelanggan, 2001, Richard F Gerson, Ph.D, halaman 5, Bab 1

Kepuasan pelanggan :

Seorang pelanggan merasa puas jika kebutuhannya, secara nyata atau hanya  anggapan, terpenuhi atau melebihi harapannya.

Kepuasan pelanggan : Bila sebuah produk atau jasa memenuhi atau melampaui harapan pelanggan, biasanya pelanggan merasa puas.

Dilihat dari teori yang kami dapat dan hubungannya dalam masalah yang kami bahas, pelanggan khususnya penumpang tidak merasakan kepuasan, karena penumpang merasa tidak nyaman ketika berada dibandara. Sehingga apa yang mereka harapkan ketika berada dibandara tidak sesuai dengan apa yang mereka dapatkan pada kenyataannya.

 

3. Mengukur Kepuasan Pelanggan, 2001, Richard F Gerson, Ph.D, halaman 5, Bab 1

Mutu :

Mutu didefinisikan sebagai apapun yang oleh pelanggan dianggap sebagai mutu.

Mutu merupakan suatu penilaian yang diberikan oleh pelanggan setelah jasa atau produk yang dijual telah dinikmati oleh pelanggan. Maka pihak penjual jasa atau produk harus bisa meramalkan bagaimana keinginan dari pelanggan sehingga adanya loyalitas dan kesetiaan terhadap produk dan jasa yang diberikan.

 

4. Mengukur Kepuasan Pelanggan, 2001, Richard F Gerson, Ph.D, halaman 11, Bab 1

Hubungan antara mutu, pelayanan dan kepuasan :

Terdapat hubungan yang berbeda diantara mutu, pelayanan pelanggan dan kepuasan pelanggan. Perbedaan tersebut semakin nyata bila mempertimbangkan bahwa mutu dan pelayanan ditentukan oleh persepsi pelanggan, bukan pandangan sendiri. Dan kepuasan adalah persepsi pelanggan bahwa harapannya telah terpenuhi.

Oleh karena itu, jika memberikan mutu dan pelayanan yang baik sesuai definisi diatas, maka kepuasan pelanggan akan mengikutinya.

Dalam suatu pemasaran baik produk maupun jasa, mutu merupakan faktor penting dalam memasarkan produk. Karena  mutu dari produk dan jasa yang diberikan itu tergantung terhadap penilaian dari pelanggan yang menikmati jasanya. Pelanggan akan merasa puas apabila mutu dan pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan si pelanggan. Seperti halnya dengan pelayanan di bandara yang mencakup dengan fasilitas fasilitas umum yang ada, seperti halnya parkir kendaraan yang aman dan nyaman, fasilitas angkutan umum seperti taksi bandara yang disediakan oleh pihak bandara dan bus damri yang menjadi akses untuk mencapai ke kawasan bandara. Namun terkadang adanya taksi gelap di kawasan bandara membuat penumpang menjadi tidak merasa nyaman, karena biasanya taksi gelap akan mematok harga kepada penumpang dan pelayanan yang diberikan pun tidak sesuai dengan harga yang harus kita bayar. Belum lagi dengan keselamatan, karena yang namanya taksi gelap pasti bukan merupakan taksi resmi yang dikelola oleh bandara. Maka dari itu untuk mencapai kenyaman dan kepuasan pelanggan, maka pihak bandara harus lebih memperhatikan mutu dari fasilitas fasilitas umum yang ada dengan memperbanyak jumlah taksi bandara sehingga penumpang tidak perlu menggunakan taksi gelap yang lebih banyak kerugiannya. Sehingga jika itu terpenuhi kenyaman dan kepuasan pelanggan pun pastinya akan tercapai sebagai pengguna fasilitas bandara.

 

5. Mengukur Kepuasan Pelanggan, 2001, Richard F Gerson, Ph.D, halaman 13, Bab 1

Mengembangkan sistem pelayanan pelanggan:

Terdapat 7 langkah pendekatan untuk meningkatkan sistem pelayanan pelanggan, antara lain :

Langkah 1 : Program Manajemen Puncak

Langkah 2 : Kenali Pelanggan ( secara dekat )

Langkah 3 : Mengembangkan Standar Kinerja Pelayanan Pelanggan

Langkah 4 : Angkat, Latih dan Beri Imbalan Staf yang Baik

Langkah 5 : Berikan Imbalan pada Prestasi Mutu Pelayanan

Langkah 6 : Tetaplah Dekat dengan Pelanggan.

Langkah 7 : Menciptakan Perbaikan Berkesinambungan

Dengan adanya ketujuh langkah tersebut, maka akan terbentuk suatu pelayanan yang sistematis untuk mencapai tujuan. Peningkatan pelayanan dan mutu pelanggan akan tercapai dengan adanya komitmen yang berasal dari puncak. Berusaha memahami apa yang dibutuhkan oleh pelanggan dengan mencari tahu apa sebenarnya yang mereka lakukan, apa yang mereka butuhkan, dan apa yang mereka inginkan dari pelayanan yang diberikan oleh perusahaan, lalu mengaplikasikan terhadap pelayanan kepada mereka. Pelayanan yang baik menjadi key indicator bagi suatu perusahaan, oleh karena itu perusahaan harus mampu mengayomi para karyawannya dengan mamahami standar kinerja mutu pelayanan dan harapan pelanggan terhadap mutu pelayanan. Latih mereka untuk bidang pekerjaan mereka sendiri dan juga bidang pekerjaan yang lain. Setelah terlatih beri mereka kompensasi yang baik. Dengan adanya pemberian reward akan mendorong prestasi mutu pelayan yang prima. Apabila sudah terjalin hubungan yang baik dengan pelanggan, pertahankan image perusahaan di mata mereka. Perusahaan harus terus menerus melakukan perbaikan kearah yang lebih baik lagi agar tercapai pelanggan yang merasa puas, karyawan yang lebih gembira, dan laba yang lebih besar.

One thought on “NYAMAN GAK SIH ADA TUKANG OJEK DAN TAKSI GELAP DI BANDARA SOEKARNO HATTA?

  1. bisa tolong dijelaskan relevansi antara teori kepuasan pelanggan dengan adanya tukang ojek dan taksi gelap di bandara?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s