Landasan Teori Delay


Kelompok 5

D3 GH 2011

Ketua       :  Yurike Nalurita             (243111024)

Anggota  :  Irmalia F                         (243111018)

Erick Firdianto S          (243111013)

Aditya Marga S            (243111012)

 

“Keterlambatan Pesawat (Delay)”

Dari tema yang kami pilih, kami mengambil landasan teori tentang delay dari beberapa sumber yang kami dapat dari internet dan Undang-undang. Dalam UU RI No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Bab 1 pasal 1 yang berisi bahwa “Keterlambatan adalah terjadinya perbedaan waktu antara waktu keberangkatan atau kedatangan yang dijadwalkan dengan realisasi waktu keberangkatan atau kedatangan”.

Berdasarkan dari hasil survey yang telah kami buat bahwa penerbangan di Indonesia masih sering  terjadi keterlambatan pesawat, dalam faktanya banyak para pengguna jasa penerbangan yang merasa dirugikan dengan terjadinya keterlambatan tersebut dan mereka tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang asuransi keterlambatan, bagasi hilang serta kecelakaan, yang berisi: “Maskapai penerbangan yang delay lebih dari 4 jam wajib memberikan ganti rugi Rp 300 ribu bagi tiap penumpang”. Oleh karena itu, penumpang yang mengalami delay lebih dari 4 jam berhak meminta ganti rugi kepada pihak maskapai sebesar Rp 300.000,-.

Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya delay yang kami dapat dari http://hero-bussiness.blogspot.com/2010/02/penyebab-keterlambatan-pesawat-delay.html, yaitu antara lain:

1.       Force Majeure

Force Majeure yaitu suatu kejadian yang tidak dapat diperkirakan oleh manusia atau diluar kekuasaan manusia. Contohnya : cuaca buruk, banjir, gempa bumi, dll

2.       Technical Reason

Technical Reason yaitu terjadi keterlambatan yang diakibatkan oleh kerusakaan yang terjadi pada pesawat. Contohnya: mesin, baling-baling rusak,dll

3.       Commersial Reason

Commersial Reason yaitu terjadi keterlambatan yang diakibatkan oleh alasan komersial. Contohnya: pesawat kecil diganti oleh pesawat besar sehingga butuh waktu lama untuk check-in, atau sebaliknya adanya penumpang yang belum check-in

4.       Security Reason

Security Reason dilakukan oleh tindakan demi keamanan pesawat dan keselamatan penumpang. Contohnya: adanya penumpang VIP movement

Selain itu, kami juga menemukan sumber dari UU RI No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Bab X mengenai Angkutan Udara pada Bagian Kedelapan yaitu Tanggung jawab pengangkut paragraf 2 Pasal 146 yang berisi: “Pengangkut bertanggung jawab atas kerugian yang diderita karena keterlambatan pada angkutan penumpang, bagasi, atau kargo, kecuali apabila pengangkut dapat membuktikan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca dan teknis operasional”. Dari pasal tersebut menjelaskan bahwa pengangkut atau perusahaan penerbangan yang bersangkutan harus bertanggung jawab atas kerugian karena keterlambatan kecuali jika pihak pengangkut bisa membuktikan bahwa penyebab keterlambatan itu karena factor cuaca dan teknis operasional.

Dari sumber yang kami dapat dari: http://travel.okezone.com/read/2012/02/09/407/572798/menunggu-delay-pesawat-kini-tak-lagi-menyebalkan, bahwa di beberapa bandara dan maskapai luar negeri, penumpang yang mengalami delay mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang memuaskan dari pihak maskapai.

Demikian sumber-sumber landasan teori tentang delay yang kami peroleh. Semoga bermanfaat untuk para pembaca. Terima kasih.

One thought on “Landasan Teori Delay

  1. Trims artikelnya bermanfaat sekali
    Miris sekali dengan banyaknya delay di indonesia..mungkin pihak pegangkut yaitu airlines belum memahami betul perundang-undangan tsb ya….kewajiban mereka diantaranya :
    a. keterlambatan lebih dari 4 (empat) jam diberikan ganti rugi sebesar
    Rp. 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) per penumpang;
    b. diberikan ganti kerugian sebesar 50% (lima puluh persen) dari ketentuan
    huruf a apabila pengangkut menawarkan tempat tujuan lain yang
    terdekat dengan tujuan penerbangan akhir penumpang (re-routing), dan
    pengangkut wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan atau
    menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan apabila tidak
    ada moda transportasi selain angkutan udara;
    c. dalam hal dialihkan kepada penerbangan berikutnya atau penerbangan
    milik Badan Usaha Niaga Berjadwal lain, penumpang dibebaskan dari
    biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan (up grading
    class) atau apabila terjadi penurunan kelas atau sub kelas pelayanan,
    maka terhadap penumpang wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket
    yang dibeli.
    lebih jelas nya ada di PM 77 tahun 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s