Landasan Teori mengenai Pilot Memakai Narkotika


Kelompok 6:
  1. Chika Adyanti
  2. Hetro Handitro
  3. Annisa Adetyasari
  4. Bayu Wahyudin
kelas : DIII- Ground Handling
Dosen : Pak Eko Probo
 
Landasan Teori mengenai Pilot Memakai Narkotika
 
I.                    Pendahuluan
  1. Tujuan Penelitian
untuk membuktikan opini dan pandangan masyarakat terhadap kasus ini dengan fakta yang sebenarnya terjadi.
  1. Metode Penelitian
Metode yang akan kami gunakan adalah metode perbandingan. Kami akan membandingkan Opini masyarakat dengan fakta yang sebenarnya terjadi, berdasarkan sumber fakta yang sesungguhnya terjadi di lapangan.
 
II.                  Rangkaian Sumber
Pilot adalah sebutan untuk orang yang mengemudikan pesawat terbang. Sebagai sebuah profesi yang menuntut keahlian atau skill dalam mengemudikan sebuah pesawat, seorang pilot harus menempuh ujian resmi yang diadakan oleh sekolah penerbangan. Keahlian seorang pilot dalam menerbangkan pesawat komersial merupakan dasar utama yang menentukan kualitas seorang pilot. Faktor-faktor pendukung keahlian seorang pilot selain surat sertifikasi adalah jumlah jam terbang yang telah dimiliki. Keselamatan pesawat dalam suatu penerbangan adalah tanggung jawab seorang pilot.
Menurut Undang – Undang RI Nomor 1 tentang Penerbangan BAB VIII “Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara” bagian keempat mengenai keselamatan dan keamanan dalam pesawat udara selama penerbangan dalam pasal 55 yang menyatakan bahwa selama terbang, kapten penerbang pesawat uadara yang bersangkutan mempunyai wewenang mengambil tindakan untuk menjamin keselamatan, ketertiban, dan keamanan penerbangan.
Menurut Undang-Undang No. 22 tahun 1997 Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Jenis Narkotika meliputi tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
            Narkotika pasti berdampak negatif bagi yang mengkonsumsinya. Lalu mengapa ada pilot yang memakai narkotika dengan alasan bahwa narkotika dapat membantu fisik agar selalu kuat. Pilot termasuk yang berperan terpenting dalam suatu penerbangan yaitu bertanggung jawab atas keselamatan pesawat. Dampak negatif dari mengkonsumsi narkotika dapat membahayakan penerbangan tersebut.
Bahkan pilot tersebut menggunakan narkotika beberapa jam sebelum keberangkatan seperti yang ada pada sumber berita pada link http://kabarserasan.com/component/content/article/51-berita-utama/225-pilot-pakai-narkoba-sangat-membahayakan.html , yang menyebutkan bahwa Pada sabtu (4/2/12) seorang pilot dari maskapai Lion Air bernama Syaiful Salam, 44 tahun itu, ditangkap petugas Badan Narkoba Nasional (BNN) di Hotel Garden Palace Surabaya pukul 03.30 WIB, tiga jam sebelum ia menerbangkan pesawat. saat sedang bersama tiga orang koleganya sesama pilot. Tetapi hanya darinya ditemukan sabu sebanyak 0,4 gram dan bong (alat penghisap sabu-sabu). Padahal jadwalnya, pada pukul 06.00 WIB, dia harus menerbangkan pesawat Lion Air dengan tujuan Surabaya-Makassar-Balikpapan-Surabaya. Bisa dibayangkan betapa berbahayanya keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat jika dibawa pilot Syaiful yang sedang on karena pengaruh narkoba.
Selain Syaiful Salam ,pilot Lion Air lain yang memakai narkoba adalah Hanum Adhyaksa, yang ditangkap di Makassar pada 10 Januari 2012. Dari mulut Hanum Adhyaksa ini diketahui bahwa ada beberapa rekannya sesama pilot juga pengguna narkoba. Salah satunya adalah Syaiful Salam ini. Hanum ditangkap BNN di sebuah kamar karaoke Grand Clarion, Makassar, bersama dengan seorang kontraktor dan tiga teman perempuannya. Sebelumnya,pada 6 April 2011, awak kabin Lion Air bernama Winnie Raditya juga ditangkap karena kedapatan menyimpan sabu-sabu di pakaian dalamnya. Winnie ditangkap Polres Jakarta Pusat di tempat kosnya di Karet, Tanah Abang.Tidak lama kemudian, di pertengahan 2011, kembali pilot Lion Air lagi, Muhammad Nasri tertangkap tangan saat berpesta sabu dan ekstasi bersama temannya Husni Thamrin (ko-pilot), dan Imron di Apartemen The Colour, Moderland, Tangerang (Tribunnews.com, 04/02/2012).

Menurut sumber dari http://www.hariansumutpos.com/2012/02/25929/tes-narkoba-pilot-pakai-rambut.htm (Selasa, 07 Februari 2012) menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan tes narkoba secara acak kepada pilot sebelum terbang. Bahkan disiapkan uji narkoba baru melalui rambut. Tes narkoba melalui urine sudah usang dan dianggap kurang maksimal karena metode seperti itu hanya bisa untuk mengecek pemakaian narkoba sebelum 12 jam sejak pemakaian. Apalagi, metode seperti itu rawan dimanipulasi oleh pelaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s