Landasan Teori Rencana Renovasi Bandara Soekarno Hatta


KELOMPOK 1 : Novia Nur Fitriani 243111011 Riris Asmiarti 243111021 Erna Setiawati 243111022 Nela Rizky Febriyanti 24311102

DIII-GROUNDHANDLING Judul : Rencana Renovasi Bandara Soekarno Hatta

Dosen : Eko Probo

Di minggu ke 5 ini kami akan memberikan landasan teori berdasarkan survey yang kami buat. Dalam hal ini kami akan membahas mengenai teori kebandarudaraan. Kami memilih teori ini, karena menurut kami teori ini sangat berhubungan dengan judul kelompok kami yaitu rencana renovasi bandara Soekarno Hatta.

LANDASAN TEORI

Berikut adalah landasan teori yang membahas mengenai kebandarudaraan dalam buku Tatanan Kebandarudaraan Nasional yaitu pada UU no. 1 tahun 2009 pasal 193 ayat 1 yang berbunyi : “Tatanan kebandarudaraan nasional diwujudkan dalam rangka penyelenggaraan Bandar udara yang andal, terpadu, efisien, serta mempunyai daya saing global untuk menunjang pembangunan nasional dan daerah yang ber-Wawasan Nusantara.” Pasal ini menjelaskan bahwa pembangunan sebuah Bandar udara harus menciptakan sebuah Bandar udara yang :

ANDAL

a. Tertib. Dalam artian penyelenggaraan angkutan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan norma yang berlaku di masyarakat.

b. Tepat dan Teratur. Berarti dapat diandalkan, tangguh, sesuai dengan jadwal dan ada kepastian.

c. Aman dan Nyaman. Dalam artian selamat terhindar dari kecelakaan, bebas dari gangguan baik eksternal maupun internal, terwujud ketenangan dan kenikmatan dalam perjalanan. (penjelasan andal ini bersumber dari : http://lisaherdiana.blogspot.com/2012/04/bandara.html )

TERPADU

– ( terpadu dalam hal informasi, jadi sebuah bandara harus memiliki informasi yang update setiap saat, contohnya mengenai informasi cuaca ).

EFISIEN

– Efisien ini dalam pengelolaan bandara dalam diterjemahkan dalam usaha berikut ini

a. Biaya terjangkau. Dalam artian penyediaan layanan angkutan sesuai dengan tingkat daya beli masyarakat pada umumnya dengan tetap memperhatikan kelangsungan hidup usaha layanan jasa angkutan.

b. Beban publik rendah. Artinya pengorbanan yang harus ditanggung oleh masyarakat sebagai konsekuensi dari pengoperasian sistem perangkutan harus minimum, misalnya: tingkat pencemaran lingkungan.

c. Memiliki kemanfaatan yang tinggi. Dalam artian tingkat penggunaan prasarana dan sarana optimum, misalnya: tingkat muatan penumpang dan/atau barang maksimum. (untuk penjelasan efisien ini bersumber : http://lisaherdiana.blogspot.com/2012/04/bandara.html )

DAYA SAING GLOBAL

Daya saing global ini diharapkan setelah diselesaikannya renovasi Bandar udara ini dapat atau mampu bersaing dengan Bandar udara di seluruh negara di dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s