Landasan Teori Pesawat Udara


nama kelompok : Reyfilda welman ( 243111005 )
Bima mahendra ( 243111016 )
Dwika kurniawan ( 243111028 )



KUALITAS PESAWAT UDARA
Dengan berkembangnya zaman dan bergulirnya waktu kualitas pesawat terbang juga harus mengalami peningkatan kualitas untuk memenuhi kebutuhan waktu dari customer.
Berdasarkan UU pasal 1 ayat 15 tahun 1992 yang berbunyi:
“Kelaikan udara adalah terpenuhinya persyaratan  minimum kondisi pesawat udara dan/atau komponen-komponennya untuk menjamin keselamatan penerbangan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.”
Juga dalam UU pasal 3 tahun 1992 :
“Tujuan penerbangan adalah untuk mewujudkan penyelenggaraan penerbangan yang selamat, aman,cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan berdayaguna, dengan biaya yang terjangkau oleh daya beli masyarakat, dengan mengutamakan dan melindungi penerbangan nasional, menunjang pemerataan,pertumbuhan dan stabilitas, sebagai pendorong, penggerak, dan penunjang pembangunan nasional serta mempererat hubungan antar bangsa”
Dari undang undang diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan penerbangan adalah mewujudkan penerbangan yang aman,nyaman,cepat,lancar,tertib,dan teratur. Tentu semua itu akan tercapai jika diiringi dengan kualitas pesawat yang baik. berikut faktor yang mengurangi kualitas pesawat udara dalam pengoperasianya.
Usia pesawat udara
Usia pesawat udara dapat sangat mempengaruhi kualitas terbang sebuah pesawat udara, seperti yang dilangsir pada situs website berikut ini
Nama maskapai
Rata-rata umur pesawat
Garuda Indonesia
10,00 tahun
Lion Air
17,3 tahun
Sriwijaya Air
23,5 tahun
Mandala Air
23,9 tahun
Batavia Air
23,4 tahun
Merpati
21,6 tahun
Bouraq
25,1 tahun
Dalam situs http://miftahrahman.wordpress.com/2011/05/15/kecelakaan-pesawat-bukan-takdir/ , kami menemukan bahwa usia 20 tahun atau lebih setara dengan 30 ribu sampai 50 ribu kali penerbangan, biasanya setelah pesawat mencapai 50 ribu kali penerbangan setiap 4 ribu kali harus dilakukan pengecekan secara keseluruhan dengan metode “block system” yaitu pengecekan seluruh armada pesawat yang tentunya memakan biaya yang besar, banyak maskapai yang akhirnya mengabaikan pengecekan ini.
Menurut kami dari data data diatas rata rata usia pesawat di indonesia harus segera dilakukan metode block system atau pengecekan seluruh armada pesawat,agar dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan pesawat dari segi teknis.
CUACA
Faktor selanjutnya yang juga mempengaruhi kualitas pesawat terbang adalah faktor cuaca. Berikut merupakan cuaca cuaca yang mempengaruhi kualitas pesawat terbang berdasar situs
Hujan Deras
Dalam kondisi cuaca yang seperti ini dapat mempengaruhi jarak pandang pilot dalam pengoperasian pesawat terbang.
Awan
Ada satu awan yang sangat di hindari oleh pesawat udara ketika beroperasi,yaitu awan Cumulonimbus (Cb). Dimana awan ini terbentuk dari partikel-partikel es yang mengendap selama bertahun tahun sehingga menciptakan gumpalan awan yang padat. Apabila pesawat melewati awan tersebut,harus memutar melewati dinding awan tersebut karena apabila pesawat masuk ke dalam awan tersebut,maka dapat terjadi benturan keras yang menyebabkan pesawat hancur.
Kabut
Kabut ini disebabkan oleh polusi asap pabrik dan kendaraan juga dapat disebabkan oleh kebakaran hutan. Kabut dapat menyebabkan berkurangnya jarak pandang.
Faktor Manajemen dan operasional
Faktor ini juga dapat mengakibatkan berkurangnya kualitas pesawat. Dikarenakan faktor ini menjadi faktor yang sangat sentral, karena tanpa manajemen dan operasional yang bagus, pesawat pun menjadi kurng maksimal dalam pengoperasiannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s