Analisa Pembelian Tiket Pesawat Melalui Calo di Terminal 1 Bandara International Soekarno Hatta Jakarta (6)


Kelompok 8

Nama Ketua              : Rusnah Indah Cahyati,    (224109310)

Nama Anggota         : Devi Kusuma Wardani     (224109098)

Rina Nur Wijayanti                        (224109099)

Fitrio Apriliando                  (224109018)

 

Analisa dan Pembahasan

Kelompok kami menggunakan metode analisis kuantitatif yang berdasarkan dari hasil survey yang telah kami lakukan selama 3 minggu dengan menggunakan kuesioner melalui gmail dan surveyonics. Dari hasil kuesioner yang telah kami sebarkan melalui online sampai batas akhir pada tanggal 13 April 2012, responden yang kami peroleh berjumlah 250 responden. Jumlah pertanyaan yang ada didalam kuesioner kami melalui gmail berjumlah  24 pertanyaan, sedangkan jumlah pertanyaan yang ada di dalam kuesioner melalui surveyonics berjumlah 19 pertanyaan. Kedua kuesioner tersebut hasilnya kami gabungkan dengan menggunakan analisis metode kuantitatif.

Data responden yang kami peroleh berdasarkan hasil survey online yaitu dibuat dalam bentuk diagram-diagram sebagai berikut:

 

Berdasarkan ketiga grafik diatas dapat dilihat kelompok responden yang banyak mengisi kuesioner ini adalah kelompok usia 17 – 25 tahun, perempuan, dan berprofesi sebagai mahasiswa. Hal ini dikarenakan kami lebih banyak menyebarkan kuesioner  pada mahasiswa dan mahasiswi. Tingkat kesediaan mengisi kuesioner ini lebih tinggi kelompok perempuan dibandingkan kelompok laki – laki.  Kelompok usia lebih dari 25 tahun mayoritas merupakan responden yang telah memiliki pekerjaan sehingga kesediaan untuk mengisi kuesioner ini lebih tinggi dikarenakan waktu yang dimiliki juga terbatas.

Hasil dari survey yang dilakukan membuktikan bahwa dari 250 responden yang menyatakan tidak pernah membeli tiket melalui calo sebesar 86%, sisanya adalah pernah. Oleh karena itu, tingkat kesadaran akan masyarakat untuk membeli tiket melalui Airline langsung sangat tinggi. Masyarakat lebih memilih membeli tiket langsung melalui Airline disebabkan mereka sudah mempunyai pengetahuan akan kerugian membeli tiket melalui calo. Sesuai hasil survey, menurut masyarakat jasa calo yang diberikan sangat merugikan dilihat dari jumlah responden yang menyatakan bahwa tidak setuju sebesar 220 reponden (84%) atas pernyataan jasa calo menguntungkan.

Alasan tersebut juga didukung karena adanya harga yang ditawarkan oleh calo lebih mahal dibanding jika membeli langsung melalui Airline. Dapat dilihat dari persentase diagram batang dibawah ini, responden setuju akan pernyataan mengenai mahalnya tiket yang dijual oleh calo sebesar 80,8 %.

Calo juga menjual tiket dengan data penumpang yang berbeda dengan fisiknya. Hal ini dikarenakan banyak tiket yang telah confirm serta telah dibayar tetapi tidak jadi terbang. Jika tiket tersebut di refund, penumpang yang tidak jadi terbang tersebut hanya mendapat 50% dari harga tiket. Ini mengakibatkan kesempatan bagi calo untuk menjual kembali tiket yang tidak jadi terbang tersebut. Tentunya akan lebih menguntungkan dibandingkan tiket di refund.  Akan tetapi hal tersebut tidak dapat dilakukan lagi saat ini, sebab peraturan yang berlaku sudah semakin ketat sehingga dari analisa yang kami lakukan calo sudah sangat sulit untuk dapat menjual tiket dengan data yang berbeda sehingga berdasarkan garfik diatas menunjukkan bahwa responden tidak pernah membeli tiket dengan data yang berbeda sebesar 85%.

Jumlah calo saat ini semakin banyak di bandara Soekarno Hatta terminal 1. Hal tersebut disebabkan adanya pengangguran yang tinggi akibat dari lapangan kerja yang sedikit dan persyaratan yang diminta oleh perusahaan yang semakin tinggi dan berkualitas. Sulitnya memperoleh pekerjaan membuat sebagian masyarakat mengambil alternatif pekerjaan yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Peraturan yang tidak ketat juga menjadi andil dalam meningkatnya jumlah calo ini.

Menurut analisa yang kami lakukan keberadaan calo ini sangat menggangu kenyamanan penumpang yang ada di bandara. Sebesar 196 responden menyatakan keberadaan calo sangat mengganggu penumpang.

Dari hasil survey yang kami lakukan ternyata ada korelasi antara pernyataan diatas dengan pernyataan dibawah. Survey menunjukkan calo mempunyai kerja sama dengan Security dan Airline yang dilihat dari sudut pandangan penumpang. Menurut kelompok kami hal tersebut dikarenakan tidak adanya peraturan yang jelas mengenai penertiban bagi para calo ini yang masih saja beroperasi di terminal 1 bandara Soekarno Hatta. Tidak adanya kejelasan serta adanya kerja sama tersebut juga membuat para calo dengan mudah mendapatkan pas bandara untuk mendukung operasi mereka. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya responden yang setuju dengan pernyataan adanya kerjasama dengan unit kerja di bandara seperti Security bandara serta airline dengan calo dan pernyataan calo di bandara mempunyai pas masuk untuk keluar masuk terminal 1 Bandara Intl. Soekarno Hatta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s