Kelompok 8 : Analisa Pembelian Tiket Pesawat Melalui Calo di Terminal 1 Bandara International Soekarno Hatta Jakarta (Part 7)


Nama Ketua              : Rusnah Indah Cahyati,    (224109310)

Nama Anggota         :

Devi Kusuma Wardani     (224109098)

Rina Nur Wijayanti           (224109099)

Fitrio Apriliando                (224109018)

Analisa dan Pembahasan

Minggu ini kelompok kami menganalisa dan membahas tema pembelian tiket melalui calo di terminal 1 Soekarno-Hatta dari sudut pandang calo. Kami telah melakukan wawancara langsung terhadap 3 anggota calo yang ada di terminal 1 bandara Soekarno-Hatta pada hari minggu tanggal 1 April 2012 pukul 10.00 wib.Wawancara kami lakukan di kantor aviation security terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini kami lakukan agar kami dapat mengetahui kebenaran yang terjadi langsung di lapangan, selain dari hasil survey online yang telah kami lakukan selama 3 minggu yaitu mengetahui dari sudut pandang penumpang.

Sebelum wawancara, kami melakukan investigasi dengan menyusuri terminal 1A sampai dengan terminal 1C untuk mengetahui keberadaan para calo yang ada di terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta. Dari penelusuran yang telah kami lakukan, kesimpulan kami menyatakan bahwa para calo tersebut tidak melakukan operasi secara terang-terangan. Sebab kami pun mengalami kesulitan untuk mengetahui calo yang berada disana. Namun pada akhirnya, saat kami berada di terminal kedatangan 1B, kami menemukan 1 anggota calo yang menawarkan tiket dengan tujuan tertentu untuk dapat melakukan keberangkatan pada hari itu juga.

Kami mencoba berpura-pura untuk membeli tiket melalui calo tersebut. Pada saat itu pula terjadi tawar menawar antara kami dengan calo mengenai harga yang ditawarkan oleh calo tersebut. Pada awalnya, harga yang ditawarkan oleh calo tersebut dua kali lipat dari harga normal. Setelah kami melakukan tawar menawar harga, kemudian calo tersebut menyetujui harga tiket yang kami inginkan. Setelah itu si calo langsung meminta kartu tanda penduduk (KTP) kami sebagai data administrasi yang akan dilakukan di check-in counter oleh calo tersebut pada saat itu juga. Dari hal tersebut kami menyimpulkan bahwa prosedur untuk dapat melakukan pembelian tiket melalui calo saat ini harus menggunakan data asli penumpang yang akan melakukan keberangkatan. Sehingga sudah tidak ada lagi pembelian tiket melalui calo dengan menggunakan data yang bukan merupakan data penumpang sebenarnya.

Pada kenyataannya kami tidak jadi membeli tiket melalui calo tersebut dikarenakan kami ingin mendapatkan calo yang menjual tiket dengan data yang bukan data penumpang sebenarnya. Pada saat ini calo sudah sangat sulit untuk menjual tiket yang datanya berbeda dengan data penumpang sebenarnya yang akan melakukan keberangkatan, hal ini disebabkan calo harus mengeluarkan biaya yang besar untuk modal membeli tiket selain itu resiko tiket tidak terjual sangat besar.

Setelah melakukan investigasi, kami melakukan wawancara dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada 3 calo. Pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan dibawah ini:

  1. Sudah berapa lama menjadi calo?
  2. Apakah ada pekerjaan lain selain menjadi calo?
  3. Apakah pernah ditangkap oleh Aviation Security?
  4. Dari mana Anda mendapatkan tiket?
  5. Bagaimana perhitungan bayaran untuk Anda dari Travel Agent atau Airlines?
  6. Bagaimana cara Anda menanggapi penumpang yang menawar harga tiket?
  7. Bagaimana jika ada masalah yang disebabkan tidak sesuainya data dengan calon penumpang?
  8. Bagaimana cara Anda menawarkan tiket?
  9. Apakah Anda pernah membeli tiket pesawat dengan jumlah banyak?
  10. Apakah Anda menjual tiket untuk semua rute domestik?
  11. Bagaimana dengan penjualan tiket untuk rute international?
  12. Apakah ada`calo di terminal international?
  13. Berapa penghasilan Anda sebagai calo?
  14. Apakah disetiap terminal 1A sampai 1C ada calonya disetiap terminal?
  15. Apakah harapan Anda sebagai calo?
  16. Apakah Anda sebagai calo pernah atau tidak mengetahui prosedur menggunakan jasa transportasi udara ? Bagaimana pendekatan bapak untuk menawarkan tiket kepada mereka?
  17. Apakah anda menjual tiklet semua kelas yang ada?
  18. Apakah profesi anda merugikan pihak airlines?
  19. Airlines mana saja yang bisa ditawarkan kepada calon penumpang?
  20. Apakah anda bekerja sama dengan karyawan airlines?
  21. Seberapa besar dampak yang ditimbulkan dari transformasi dari manual ke e-tiket?
  22. Suka duka menjadi calo?
  23. Pendapatan calo? Diatas UMR atau dibawah UMR?
  24. Sumber modal yang anda miliki?

Hasil kesimpulan dari wawancara yang kami lakukan terhadap 3 calo yang berada di terminal 1 bandara Soekarno-Hatta bahwa kebanyakan dari mereka telah bekerja sebagai calo sekitar 8 bulan sampai dengan 10 tahun. Mereka memilih pekerjaan ini dikarenakan sulitnya mendapatkan pekerjaan, faktor keterbatasan umur, persyaratan-persyaratan yang sulit dipenuhi mereka. Informasi yang kami dapatkan dari calo tersebut bahwa mereka pun bekerja sama dengan travel agent untuk mendapatkan tiket tersebut. Perhitungan pendapatan yang didapat calo dengan penjualan 1 tiket adalah 7% dari harga tiket. Pendapatan mereka pun tidak dapat diprediksi apakah untung atau rugi, hal ini dikarenakan dari tinggi rendahnya permintaan penumpang dan juga waktu-waktu tertentu.

Cara para calo menjual tiket dibandara yaitu dengan melihat bahasa tubuh dari calon penumpang yang terlihat bingung belum mendapatkan tiket, mengetahui calon penumpang yang sering melakukan perjalanan dengan calon penumpang yang pertama kali melakukan perjalanan, dan terkadang ada juga penumpang yang meminta bantuan melalui calo. Mereka yang sering meminta bantuan melalui calo yaitu mereka yang sering melakukan perjalanan seperti para pengusaha dan lain sebagainya. Mereka pun tidak menjual semua rute penerbangan domestik hanya beberapa rute saja yang mereka jual disebabkan keterbatasan modal dan faktor kerugian yang didapat. Mereka tidak menjual tiket rute penerbangan internasional dikarenakan sistem reservasinya yang sangat ketat seperti menunjukkan paspor (data diri asli penumpang yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri).

Biasanya di setiap terminal akan ada calo yang standby di masing – masing tempat. Kira-kira jumlah para calo kurang lebih sekitar 20 orang berada di setiap terminal domestik.

Mereka sudah sering sekali tertangkap oleh para anggota aviation security, namun hal tersebut tidak dapat memberikan rasa jera kepada para calo untuk menjual tiket kembali. Mereka hanya mendapatkan surat keterangan peringatan untuk tidak melakukan percaloan kembali, selain itu mereka diinterogasi oleh aviation security dan ditahan selama 4 jam di pos bandara yang letaknya jauh dari terminal. Setelah itu mereka dibebaskan tanpa dikenakan sanksi apapun.

Pekerjaan menjadi seorang calo sebenarnya tidaklah diinginkan oleh para calo tersebut. Tetapi dikarenakan kondisi perekonomian kehidupan mereka yang menuntut mereka melakukan pekerjaan menjadi seorang calo. Mereka juga berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi. Sebagai seorang calo, mereka pun berharap pekerjaan mereka dapat dilegalkan dan diberikan tempat untuk dapat beroperasi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s