NYAMAN GAK SIH ADA TUKANG OJEK DAN TAKSI GELAP DI BANDARA SOEKARNO HATTA?


Nama             :

Giriani Ajeng Saputri (2241.09.221)

Retno Wulan (2241.09.060)

Marcie Setyawati (2241.09.063)

Fitri Nisa Utami (2241.09.297)

Kelas              : ZU 09

 

I. KESIMPULAN

Para responden merasa tingkat keamanan dan kenyamanan penumpang berkurang dengan adanya tukang ojek dan taksi gelap di Bandara Soekarno Hatta, peranan tukang ojek dan taksi gelap di bandara soekarno hatta dianggap tidak penting, dan diadakan dengan adanya penambahan angkutan umum antar terminal di bandara Soekarno Hatta, itu sangat diharapkan oleh para responden agar mereka lebih mudah untuk berpindah – pindah dari terminal satu ke terminal yang lain di bandara Soekarno Hatta. Dari data yang kami dapatkan lebih banyak yang tidak suka menggunakan jasa tukang ojek maupun taksi gelap dan beralih dengan menggunakan angkutan umum. Angkutan umum yang dimaksud disini adalah DAMRI. Mereka yang menggunakan DAMRI, mungkin jarang menggunakan jasa tukang ojek atau taksi gelap karena alasan DAMRI lebih nyaman dan harganya masih tergolong murah dibanding dengan menggunakan taksi. Tapi apabila dibandingkan dengan menggunakan ojek, tidak senyaman dengan menggunakan DAMRI. Dari keseluruhan hasil analisis menunjukkan bahwa kepedulian yang dilakukan manajemen bandara dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial eksternal mereka, ternyata belum mampu memenuhi harapan etik masyarakat sekitar. Sebab pokok yang mendasarinya adalah tidak ada kebijakan operasional yang memadai yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial. Hal menyebabkan tidak adanya perencanaan yang baik, tidak ada keterpaduan antar berbagai program, struktur organisasi yang kurang mendukung serta SDM yang tidak memadai. Disini mereka menginginkan pihak pengelola bandara membuat peraturan yang lebih tegas lagi agar taksi gelap dan tukang ojek di bandara tidak semakin banyak. Demi meningkatkan kenyamanan penumpang dari penawaran produk jasa ilegal tersebut dan mewujudkan bandara soekarno hatta yang berkelas.

II. SARAN

Standar teknis Fasilitas Sisi Darat selain terkait dengan aspek keselamatan dan keamanan juga terkait dengan aspek kenyamanan sebagai salah satu aspek penting dalam pelayanan penumpang. Acuan utama standar ini adalah SKEP 347/XII/1999 tentang standar rancang bangun dan / atau rekayasa fasilitas dan peralatan bandar udara yang meliputi bangunan dan peralatan terminal penumpang, bangunan terminal kargo, bangunan operasi serta fasilitas penunjang bandar udara. Menanggapi dari masalah yang kami angkat dalam tugas Ground Handling ini, kami mengaitkan dari semua peraturan yang mengatur tentang Bandar udara pasti ada hubungannya dengan pelayanan kepada penumpang di bandara. Karena pelayanan yang diberikan dapat membuat penumpang merasa nyaman ketika di bandara. Penumpang seharusnya mendapatkan fasilitas ruang tunggu yang nyaman ketika di bandara, tidak merasa terusik oleh pihak lain yang memang tidak diharapkan oleh para pihak penumpang. Oleh karena itu, saran yang dapat kami berikan adalah bahwa pihak pengelola Bandar udara harus lebih memperketat peraturan di Bandar udara agar tidak ada pihak luar yang datang ke Bandar udara yang dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman. Selain memperketat peraturan, pengelola Bandar udara pun harus meningkatkan fasilitas yang di butuhkan oleh banyak penumpang ketika berada di Bandar udara atau akses menuju Bandar udara. Taksi gelap dan tukang ojek liar merupakan salah satu pihak yang dapat membuat penumpang merasa tidak nyaman, Tetapi dalam keadaan tertentu, tukang ojek menjadi satu-satunya transportasi yang dibutuhkan oleh penumpang. Seperti kejadian beberapa waktu lalu saat jalanan menuju Bandara Soekarno Hatta diblokir oleh massa, penumpang tidak mau mereka tertinggal pesawat karena tidak dapat melalui jalanan yang diblokir tersebut sehingga alternatifnya adalah dengan menggunakan jasa ojek. Memang ada sisi positif dan negatif dengan adanya tukang ojek di bandara, oleh karena itu pihak pengelola bandara harus ‘pintar’ dalam memanajemen lingkungan bandara. Saran dari kami, tukang ojek di Bandara Soekarno Hatta harus dibina dan ada jaminan dari perwakilan yang merupakan pengurus tukang ojek Bandara. Sehingga mereka memiliki etika dalam menawarkan jasanya kepada penumpang dan keberadaan tukang ojek tidak perlu dihapuskan. Setiap tukang ojek harus memiliki identitas dari bandara bahwa mereka memang diizinkan untuk beroperasi dengan menggunakan kendaraan yang layak yang telah diuji oleh pihak bandara dan keberadaan mereka menjadi legal.

Pihak pengelola bandara juga harus memperbanyak kendaraan umum yang dapat mengakses masyarakat banyak untuk bisa sampai ke Bandar udara tanpa merasa terganggu oleh adanya pihak – pihak lain yang illegal. Memberikan pelayanan dengan harga yang murah kepada penumpang juga salah satu pelayanan yang dapat diberikan oleh pihak pengelola Bandar udara, misalnya harga tiket bus Damri yang bisa lebih murah lagi agar orang mau menggunakan jasa bis tersebut. Armada jumlah bis Damri pun harus ditambah agar penumpang tidak terlalu lama menunggu ketika berada di Bandar udara.

Oleh karena itu, regulator harus mendukung pengelola bandara untuk melakukan pengembangan bandara guna peningkatan pelayanan bagi masyarakat. Nilai utilitas batas kenyamanan harus diperhatikan pengelola bandara.

Iklan

2 thoughts on “NYAMAN GAK SIH ADA TUKANG OJEK DAN TAKSI GELAP DI BANDARA SOEKARNO HATTA?

  1. good article..setuju, untuk ojeg di bandara harus di atur bukan di hilangkan , saya punya pengalaman mau berangkat ke manado menggunakan terminal 2, kondisi jalan di badara macet total karena ada pelebaran jalan dan kebetulan itu libur panjang (high sesion), akhirnya saya memilih menggunakan jasa ojeq untuk mengantar saya keterminal 2, setelah tawar-menawar yg cukup alot akhirnya ada kesepakat tarif 25rb dari penawaran 50rb.
    sekalipun tarif tersebud tergolong mahal untuk jarak yg dekat, buat saya tidak menjadi persoalan dibandingkan saya harus kehilangan 1 tiket penerbangan ke manado.. 🙂

  2. terimakasih telah membaca tulisan kami 🙂 wah pengalamannya pas banget sm masalah yg kami angkat. memang seharusnya ada regulasi yg tepat untuk menangani adanya tukang ojek tersebut, agar dapat dijadikan salah satu fasilitas alternatif yg terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. terimakasih jg sudah sharing pengalamannya dan komen utk tulisan kami 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s