Analisa Pembelian Tiket Pesawat Melalui Calo di Terminal 1 Bandara International Soekarno Hatta Jakarta (9)


Kelompok 8

Nama Ketua              : Rusnah Indah Cahyati,    (224109310)

Nama Anggota         : Devi Kusuma Wardani     (224109098)

Rina Nur Wijayanti                        (224109099)

Fitrio Apriliando                  (224109018)

Dilema Praktik Percaloan Tiket Pesawat yang Tak Kunjung Usai

Hampir di seluruh bandara di Indonesia dapat dijumpai yang namanya calo tiket. Bahkan tidak hanya di bandara, di stasiun, terminal bus, sampai pada event – event seperti konser musik, calo tiket selalu dapat dijumpai. Peraturan yang lemah dalam mengatur calo tiket ini yang menyebabkan calo dapat dengan mudah menjamur. Hal ini juga tentunya didukung dengan kondisi perekonomian suatu negara. Semakin meningkatnya tingkat inflasi di suatu negara membuat semakin banyak pengangguran di negara tersebut. Minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia memaksa orang untuk memutar otak agar dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka.

Calo tiket merupakan permasalahan yang sulit diatasi oleh negeri ini. Tidak adanya dasar hukum yang mengatur tentang percaloan membuat sulitnya membasmi para calo – calo. Kesadaran masyarakat agar tidak menggunakan jasa calo juga menjadi salah satu penyebab sulitnya mengatasi permasalahan ini.

Calo merupakan perantara baik antara airline dengan penumpang, maupun travel agent atau biro perjalanan dengan penumpang. Setelah kelompok kami melakukan investigasi ke lapangan dan wawancara langsung dengan para calo, sebenarnya calo mempunyai sisi yang positif dan juga sisi yang negatif. Jika dilihat dari jasa yang ditawarkan oleh para calo, jasa yang diberikan adalah pelayanan yang positif. Mereka membantu para calon penumpang yang memiliki waktu yang minim untuk mengatur rencana perjalanan mereka sampai mengurus prosedur sebelum keberangkatan seperti check in. Mereka juga membantu untuk mengarahkan para calon penumpang yang baru pertama kali menggunakan transportasi udara dan mereka yang belum mengerti mengenai prosedur sebelum keberangkatan. Jasa pelayanan yang ditawarkan para calo ini sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan. Jika para calo ini mengikuti prosedur yang ada, keberadaan mereka tentu sangat positif.

Akan tetapi, banyak dari mereka yang merupakan calo – calo nakal yang memanfaatkan keterbatasan dari penumpang. Mereka melakukan hal – hal yang illegal hanya untuk meraup keuntungan. Mulai dari memborong tiket sekaligus dan menjualnya kembali dengan harga 2x lipat dari harga normal sampai dengan menjual tiket dengan data penumpang yang berbeda dengan data fisiknya. Terkadang para calo dalam menawarkan tiket menggunakan unsur pemaksaan sehingga sangat meresahkan para penumpang seperti yang diberitakan oleh Tribunnews.com. Tentunya, pihak yang paling dirugikan adalah para penumpang.

Banyak faktor yang membuat sulitnya memberantas calo – calo yang telah menjamur ini. Yang pertama adalah peraturan yang mengatur tentang percaloan sangat lemah. Hanya ada peraturan pelarangan praktik percaloan, tetapi tidak mengatur tentang sangsi yang tegas baik bagi calo maupun penumpang yang menggunakan jasanya. Ketika para calo terkena razia dari security aviation, mereka hanya ditahan selama 4 jam dan kemudian tidak dikenakan sangsi apapun. Penyebabnya adalah tidak adanya peraturan yang jelas untuk dapat mengenakan sangsi bagi para calo ini. Pernyataan tersebut sesuai dengan yang dikatakan doleh salah satu security aviation di terminal 1 dalam wawancara mengenai masalah calo tersebut.

Faktor yang kedua adalah para calo ini mempunyai kerjasama yang khusus dengan pihak dalam baik pihak airline itu sendiri hingga pihak bandara. Hal ini membuat keberadaan calo di bandara tetap bertahan dan semakin berkembang. Faktor ketiga adalah dari sisi penumpang itu sendiri. Selama para calon penumpang masih ada yang memanfaatkan jasa mereka, tentunya calo akan tetap ada. Dan yang terakhir adalah minimnya lapangan pekerjaan. Lapangan kerja yang terbatas serta tingginya persyaratan yang diajukan perusahaan mulai dari tingkat pendidikan hingga persyaratan fisik membuat tingginya tingkat pengangguran. Ditambah bahan pokok yang semakin mahal menuntut masyarakat untuk memutar otak agar dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka.

Jika pemerintah mau serius mencari jalan keluar untuk mengatasi permasalahan ini. Tentunya tingkat berkembangnya calo dapat diminimalisir dan dihapuskan. Menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai dan membuat peraturan yang jelas mengenai percaloan ini merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Jasa yang mereka tawarkan sebenarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat, buktinya adalah masih banyak calon penumpang yang menggunakan jasa mereka. Apabila kita jeli melihat ini, kita dapat mengembangkan pelayanan kepada penumpang seperti yang ditawarkan oleh para calo. Tentunya harus sesuai dengan prosedur dan tidak menaikkan harga tiket yang terlalu tinggi.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s