Apakah Perlu Bandara Baru Sebagai Pengganti Bandara Adi Sucipto?


Kelompok 5

Ketua :        Boby Agus Putranto        224110261

Anggota :  Adi Nugroho                       224110111

                      Diah Viatsri Destiani       224110003

                     Imam Amirullah               224110276

 Kelas : ZU10

Tugas : ke-2

Landasan Teori

Pembangunan serta pengembangan Bandar Udara penting adanya demi meningkatkan pelayanan serta standar keamanan dan keselamatan yang ada pada Bandara tersebut. Pembangunan dan pengembangan Bandara sudah semestinya disesuaikan dengan kepadatan dan kapasitas Bandara.

Menurut UU No.1 tahun 2009 Bab 1 Pasal 1 Ayat 33 tentang Penerbangan, ”Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya”.

Penting adanya kejelasan antara penggunaan Bandar Udara dan Pangkalan Udara militer di dalam suatu Bandar Udara. Hal ini dijelaskan dalam Undang-Undang No.1 tahun 2009 pasal 257 bahwa ”Dalam keadaan tertentu bandar udara dan pangkalan udara dapat digunakan bersama”. Penggunaan bersama tersebut tentunya dilakukan dengan memperhatikan :

a. Kebutuhan pelayanan jasa transportasi udara;

b. Keselamatan, keamanan, dan kelancaran penerbangan;

c. Keamanan dan pertahanan negara; serta

d. Peraturan perundang-undangan.

Selain itu Undang-Undang No.1 tahun 2009 pasal 258 mengatakan bahwa “Dalam keadaan damai, pangkalan udara yang digunakan bersama berlaku ketentuan penerbangan sipil. Pengawasan dan pengendalian penggunaan kawasan keselamatan operasi penerbangan pada Pangkalan Udara yang digunakan bersama dilaksanakan oleh otoritas bandar udara setelah mendapat persetujuan dari instansi terkait. Adanya Undang-undang tersebut membuktikan bahwa Bandar Udara Adi Sucipto diperbolehkan digunakan bersama sebagai pangkalan udara”.

Peraturan Pemerintah N0.70 tahun 2001 Pasal 52 ayat 2 tentang Kebandarudaraan mengatakan : Dalam penetapan penggunaan bersama Bandar Udara atau Pangkalan Udara sekurang-kurangnya memuat :

a. Hak, kewajiban, tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing pihak

b. Status kepemilikan/penguasaan aset pada bandar udara atau pangkalan udara yang digunakan bersama;

Jadi sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.70 Tahun 2001 pasal Pasal 53 Dalam hal suatu Bandar Udara atau Pangkalan Udara tidak lagi digunakan bersama untuk penerbangan sipil dan penerbangan militer, maka status Bandar Udara atau Pangkalan Udara yang digunakan bersama kembali kepada status sebelum digunakan secara bersama yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden. Sehingga Bandara Adi Sucipto seharusnya tidak lagi digunakan secara bersama sebagai Bandar Udara Umum dan Pangkalan Udara militer. Apalagi kondisi kepadatan penumpang di Bandara Di Sucipto semakin meningkat, sehingga dibutuhkan Bandara Baru untuk menggantikan Bandara Adi Sucipto.

One thought on “Apakah Perlu Bandara Baru Sebagai Pengganti Bandara Adi Sucipto?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s