Bandara Perintis Kunci Pembangunan Daerah ( part 2 )


Bandara Perintis Kunci Pembangunan Daerah
Tugas 2

Kelompok 2

Ketua : Melinda Priskila (224110 129)
Anggota :
Dyra Puspita                           (224110 011)
Redita Andriyani                 (224110 028)
Novembriani Irenita        (224110 132)

Program                                         : S1 ZU 2010

BAB II
LANDASAN TEORI

Bandara perintis merupakan suatu upaya pemerintah untuk memperluas pembangunan suatu daerah. Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization). Bandar udara ialah area tertentu didaratan atau perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat (http://id.wikipedia.org/bandar-udara.htm).
Di Indonesia terdapat 17.504 Pulau yang sebagian pulau sulit dijangkau bahkan tidak dapat dijangkau oleh moda transportasi darat maupun moda transportasi laut dan daerah tersebut hanya dapat di lalui oleh moda transportasi udara. Oleh karena itu, dibutuhkan bandara sederhana atau bandara kecil untuk pesawat terbang lepas landas di daerah terpencil atau terisolasi yaitu bandara perintis yang memiliki landas pacu yang dapat dilandasi oleh pesawat kecil dengan fasilitas penerbangan yang seadanya. Walaupun hanya bandara yang sederhana tetapi bandara perintis ini dapat mendukung kegiatan masyarakat di daerah tersebut.
(1) Angkutan udara perintis wajib diselenggarakan oleh Pemerintah, dan pelaksanaannya dilakukan oleh badan usaha angkutan udara niaga nasional berdasarkan perjanjian dengan Pemerintah”. (2)Dalam penyelenggaraan angkutan udara perintis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya lahan, prasarana angkutan udara, keselamatan dan keamanan penerbangan, serta kompensasi lainnya. (Pasal 104, ayat 1 & 2, UU No.1 tahun 2009) dan kebijakan keperintisan menyebutkan,bahwa rute keperintisan menurut Departemen Perhubungan mempunyai kriteria sebagai berikut :
1. Menghubungkan daerah terpencil, dimana daerah tersebut tidak ada moda transportasi lain, dan/ atau kapasitas kurang memadai.
2. Mendorong pertumbuhan dan pengembangan wilayah terpencil, dimana daerah tersebut berpotensi untuk dikembangkan, menunjang program pengembangan dan pembangunan daerah, serta mendorong perkembangan sektor lainnya.
3. Mewujudkan stabilitas pertahanan, dimana daerah tersebut berdekatan dengan wilayah perbatasan negara lain.
Mengacu pada pembahasan peraturan dan kebijakan diatas, dijelaskan bahwa pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya lahan, prasarana angkutan udara, keselamatan dan keamanan penerbangan, serta kompensasi lainnya untuk mendukung daerah yang terisolasi supaya daerah tersebut menjadi daerah yang memiliki potensi besar untuk pembangunan ekonomi dan kemajuan daerah
“Pengawasan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan pengawasan berkelanjutan untuk melihat pemenuhan peraturan keselamatan penerbangan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa penerbangan dan pemangku kepentingan lainnya yang meliputi:
a. audit;
b. inspeksi;
c. pengamatan (surveillance); dan
d. pemantauan (monitoring)”. (Pasal 312, ayat 2, UU No.1 tahun 2009)
UU No. 1 tahun 2009 pasal 312, ayat 2 mengatakan bahwa Pengawasan keselamatan di dalam penerbangan dan pengawasan itu perlu diperhatikan karena bandara perintis jarang di landasi oleh pesawat terbang memiliki kemungkinan fasilitas keamanan serta keselamatannya kurang memadai.
Kesimpulannya, Bandara perintis masih memerlukan banyak perhatian dari pemerintah daerah untuk mengembangkan keamanan serta keselamatan penerbangan dalam rangka membuka isolasi suatu daerah untuk meningkatkan pembangunan suatu daerah dan kemajuan ekonomi , pariwisata dan keamanan suatu daerah .

One thought on “Bandara Perintis Kunci Pembangunan Daerah ( part 2 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s