Perbandingan Antara Bandara Internasional Sokerano Hatta Dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur


Kelompok 9

Ketua : Yuyun Muhammad Rizki  (224110289)

Anggota : Bagja Adi Komara (224110062)

Asnitya Haspuri Puteri (224110317)

Putri Latifa Anindra (224110297)

 

Tugas 2 ( Rev 01 )

BAB 2

Landasan Teori

Kebutuhan fasilitas penunjang operasional Bandar udara sangat penting, jika kebutuhan fasilitas tidak memenuhi kriteria yang sudah ditentukan dapat mengganggu operasional dan menghambat operasional operasi  penerbangan.
( Sumber : Manajemen Perencanaan Bandar Udara , Dr. Hadi Suharno, S.E., M.M., 2009)
Bukan hanya luasnya suatu bandara yang dapat menjadikan suatu bandara menjadi nyaman atau dikategorikan menjadi bandara berbintang lima. Tetapi banyak aspek- aspek yang perlu juga diperhatikan secara infrastruktur, sarana dan prasana, serta keamanan dan kenyamanan baik bagi konsumen maupun terhadap pihak perusahaan penerbangan. Adapun untuk pengembangan suatu bandara di suatu negara tentunya memiliki beberapa pertimbangan serta kebijakan tertentu yang tidak dengan mudah dilakukan oleh pihak pengelola bandara.
Dan seperti yang kami ketahui keadaan bandara Soekarno Hatta pada saat ini dari segi infrastruktur masih sangat kurang, misalnya pada musim mudik penumpang tidak mendapatkan space yang cukup sehingga terjadilah pemandangan yang kurang enak yaitu para penumpang menumpuk di terminal keberangkatan domestik dan kurangnya tata pencahayaan pada terminal tersebut. Dari segi sarana dan prasarana contoh kecilnya lounge yang kurang nyaman untuk para penumpang yang menggunakan pesawat yang berbiaya rendah, toilet yang kurang bersih di terminal domestik dan banyaknya taksi gelap serta dari segi keamanan bagi para penumpang yang menginap di lounge dan membiarkan koper mereka berada disampingnya masih rawan untuk hilang, tentunya hal ini menjadi suatu kendala dalam membuat konsumen merasa aman dan nyaman saat harus menghabiskan waktu yang banyak di bandara tersebut.
Hal ini berbeda jauh dengan kondisi infrastruktur di bandara Kuala Lumpur, di lihat dari segi bangunan jelas bandara ini sangat besar, luas dan kekar serta konsep hutan yang dibawa ke dalam bandara menjadikannya salah satu bandara terbaik di dunia dengan tiang pemancar tertinggi nomer 2 di dunia setelah Bangkok. Dari segi sarana dan prasarana bandara Kuala Lumpur sangat memanjakan para konsumen dengan menyediakan lounge yang nyaman dan monorel untuk konsumen yang akan berpidah dari terminal satu ke terminal lainnya yang biasanya disebut intermoda. Manajemen pengaturan penumpang dalam bandara juga sangat baik sehingga tidak terjadi penumpukan dalam bandara, “Pada tahun 2011 bandara Internasional Kuala Lumpur telah mencatat sebanyak 25.915.723 penumpang, menjadikannya bandara ke-14 tersibuk di dunia menurut lalu lintas penumpang internasional” (dikutip dari http://www.wikipedia.com)
Setelah kami membaca dari kutipan buku dan berbagai sumber serta melihat secara langsung keadaan bandara Soekarno Hatta. Di buku tersebut disebutkan standar-standar yang seharusnya dibutuhkan bila akan dibangun sebuah bandara . Dalam hal ini bandara Soekarno Hatta belum sepenuhnya memiliki fasilitas penunjang operasional seperti yang telah ditentukan. Dilihat dari hal kecilnya terlebih dahulu yaitu fasilitas pendingin udara yang tidak dingin, kebersihan toilet, dan penerangan yang masih kurang. Menurut kami, seharusnya tidak hanya lounge eksekutif milik salah satu maskapai penerbangan pemerintah saja yang menjanjikan keamanan dan kenyamanan, setiap konsumen berhak mendapatkan lounge yang nyaman dan aman tetapi sejauh ini bandara Soekarno Hatta masih belum berhasil mewujudkan hal tersebut. Masih banyak yang perlu dibenahi dari segi gedung, fasilitas, keamanan serta service yang ramah baik dari pihak bandara ( ex : penjaga check in counter) maupun pihak maskapai penerbangan. Mungkin dari segi kenyamanan untuk pihak perusahaan penerbangan seharusnya bandara bisa memberikan space yang lebih luas untuk apron, dan juga sebaiknya pihak manajemen pengelola bandara bisa mengatur lalu lintas penumpang agar tidak terjadi penumpukan pada waktu waktu tertentu. Berdasarkan penglihatan kami sepertinya pihak pengelola bandara Soekarno Hatta hanya mengistimewakan terminal 2 yang biasanya digunakan untuk keberangkatan maupun kepulangan internasional. Hal ini berbanding jauh dengan konsep bangunan, pelayanan dan sarana prasarana yang diberikan oleh bandara internasional Kuala Lumpur, yang sepertinya kita bisa sedikit berkaca dan termotivasi dari bandara negara tetangga dan mencoba membenahi bandara yang ada di negara kita.

5 thoughts on “Perbandingan Antara Bandara Internasional Sokerano Hatta Dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s