Tanggapan Masyarakat Mengenai Low Cost Carriers (LCCs) (analisis)


Nama Kelompok :

Ketua :           Dimas Satrio Putra Gunawan (224108210)
Anggota :       1. Mentari Noor (224110251)

Kelas :            S1 MTU-A

Tugas :           4 (analisis)

Dari hasil data survey yang sudah kami buat dapat diketahui bahwa masih sebagian besar masyarakat Indonesia merasa tidak nyaman dengan pelayanan dari airlines yang menggunakan konsep low cost carrier, dan menurut masyarakat pesawat yang menggunakan konsep low cost carrier masih belum bisa dikatakan aman. Hal ini menjadi PR besar bagi perusahaan penerbangan tersebut untuk membuat pelanggan menjadi nyaman, aman dan loyal

ANALISIS

Sebagian besar masyarakat di Indonesia mengatakan pesawat terbang yg menggunakan konsep LCCs tingkat keselamatannya masih dibawah standar. Hal ini dikarenakan hampir sebagian besar pesawat yang mengalami kecelakaan adalah pesawat terbang yang menggunakan konsep LCCs, tetapi dalam hal ini kita tidak bisa mengatakan bahwa pesawat yang menggunakan LCCs tidak memenuhi standar keselamatan. Karena tidak sedikit juga yang non LCCs mengalami kecelakaan. Faktor terjadinya kecelakaan ada 2 (dua) hal, yaitu :

  1. Faktor internal
  2. Faktor eksternal

Yang dimaksud faktor internal yaitu usia pesawat dan mesin pesawat yang sudah tua, gangguan pada sistem elektronik dan transmisi, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor cuaca seperti hujan, angin kencang, petir dan gunung atau bukit juga kerap memicu kecelakaan pesawat.

Selain faktor yang sudah disebutkan diatas penyebab terjadinya kecelakaan juga disebabkan oleh manusia itu sendiri atau disebut dengan human error. Biasanya terjadi karena jam terbang yang melebihi batas dan istirahat yang kurang memadai, sehingga membuat awak pesawat lelah dan kurang konsentrasi dalam melakukan pekerjaan.

Selain kurang aman, kenyamanan Airlines yang menggunakan konsep LCCs juga dikeluhkan oleh banyak masyarakat. Kenyamanan tersebut dapat kami nilai dari ketidaktepatan keberangkatan pesawat atau disebut “Delay”. Delay adalah keterlambatan keberangkatan atau kedatangan suatu pesawat penerbangan dari jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya. Maskapai penerbangan yang sering mengalami delay adalah Lion Air dengan rata-rata OTP (ketepatan jadwal penerbangan) sebesar 75,14%. Hal ini berbeda dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang memiliki rata-rata OTP (ketepatan jadwal penerbangan sebesar 85,46%.

Penyebab pesawat mengalami delay karena :

  1. Alesan teknis, adanya kerusakan pada pesawat sehingga perlu diperbaiki.
  2. Faktor alam yang buruk seperti gempa bumi, cuaca buruk, banjir dan lain-lain.
  3. Adanya penumpang yang terlambat check-in.
  4. Pilot yang kurang sehat sehingga pihak penerbangan berupaya untuk mencari pilot pengganti.

Selain penyebab yang sudah ditulis diatas, penyebab yang membuat sering terjadinya delay karena bertambahnya jumlah penumpang dan pesawat dengan seiringnya harga tiket yang murah tetapi tidak diiringi oleh infrastruktur yang memadai seperti landas pacu (runway), kapasitas lahan parkir pesawat dan fasilitas seperti kondisi terminal yang kurang baik. Oleh karena itu masyarakat jangan tergoda dengan harga tiket pesawat yang murah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s