Berbagai Kegiatan, Peran dan Permasalahan di Acceptance Impor (part IV)


Kelompok 5

Ketua             : Erick Firdianto                    (243111013)

Anggota         : Aditya Marga Setiawan     (243111012)

Erna Setiawati                    (243111022)

Novia Nur Fitriani              (243111011)

Kelas              : DIII Ground Handling 2011

Dosen                        : Eko Probo

BAB IV

Permasalahan dan Pembahasan

            Di minggu ini kami akan membahas permasalahan-permasalahan di acceptance impor yang telah kami singgung pada bab 1 beberapa minggu sebelumnya, yaitu seperti saat menerima barang-barang yang sudah rusak, barang hilang, dokumen yang tidak lengkap, Warehouse Management System yang tiba-tiba down, dan consignee yang tak kunjung datang mengambil barang.

Yang pertama kami bahas adalah ketika acceptance impor mendapati kecacatan pada saat menerima barang, hal yang dilakukan adalah mengambil gambar/memfoto barang tersebut sebagai bukti bahwa kesalahan bukan pada pihak perusahaan namun pada pihak pengimpor mungkin karena pengemasan yang tidak semestinya, pengangkutan yang tidak sesuai peraturan di pihak ground handling pengirim, lalu mengisi CIR (cargo irregularity report) yang berisi tentang darimana barang berasal dan destinasinya, ULD number, flight number, information about packaging, type of damaged to packaging, damaged discovered, dll.

Barang hilang karena penempatan serta peyusunan yang salah sering kali terjadi pada acceptance import dan untuk mencegah hal itu pengisian/ informasi di dokumen harus benar-benar sesuai dengan informasi data kargo yang datang.

AWB sangatlah penting karena jika tidak ada AWB maka tidak ada pengiriman barang dari daerah pabean yang berbeda melalui jalur udara, pencocokan data AWB dengan kargo terkait juga sangat penting dilakukan.

Apabila Warehouse Management System tiba-tiba down, beberapa kegiatan akan terhenti sementara dan permasalahan ini sangat vital serta belum ditemukan solusinya, hal yang bisa dilakukan hanya dikerjakan secara manual, tetapi pada acceptance import terdapat bagian EDI, jika WMS down maka EDI tidak dapat berjalan karena tidak bisa dikerjakan dengan cara manual.

Consignee yang tak kunjung datang mengambil barang (unclaim cargo) biasanya akan ditangani oleh operator warehouse dengan membuat laporan ke petugas custom dan disimpan di gudang overflow, jika  lebih dari 30 hari kargo tersebut tidak diambil juga maka akan dikuasai negara dan boleh dilelang oleh pihak bea cukai.

Cara pengambilan barang oleh consignee, consignee harus memiliki surat kuasa, membuat DO kemudian proses PPJK, PIB, bayar pajak, masuk dokumen analisis respon dan membayar sewa gudang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s