“PENINGKATAN KINERJA PENGAWASAN MELALUI PEMANFAATAN MONITOR CCTV PADA DINAS APRON MOVEMENT CONTROL BANDAR UDARA NGURAH RAI BALI”


KELOMPOK: 13

NAMA: ANDRIAN PRIDANA (223109039)

KELAS: S1 MTU-A

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. A.  Latar Belakang

 

Transportasi udara memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, ketepatan waktu dan keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Pesatnya pertumbuhan industri penerbangan pada tahun-tahun terakhir ini khususnya low cost carier berdampak positif terhadap peningkatan jumlah penumpang dan barang yang menggunakan pesawat udara. Peningkatan jumlah frekuensi penerbangan pada Bandar Udara terjadi cukup signifikan sehingga pihak pengelola Bandar Udara harus benar-benar memperhatikan kondisi kepadatan penumpang dan barang, khususnya yang terkait dengan sistem pelayanan di Bandar Udara dan segala fasilitas penunjangnya, sebagai bagian dari mata rantai sistem angkutan udara.

PT Angkasa Pura I (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dibidang Pengelolaan Jasa Kebandarudaraan.  PT Angkasa Pura I (Persero) mengelola 13 Bandar Udara yang tersebar di kawasan Tengah dan Timur Indonesia, yang berupaya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa Bandar Udara. Ketiga belas Bandar Udara tersebut  adalah Cabang Utama Bandar Udara Ngurah Rai (Denpasar Bali), Bandar Udara Juanda (Surabaya), Bandar Udara Hasanudin (Ujung Pandang), Bandar Udara Sepingan (Balikpapan), Bandar Udara Frans Kaisiepo (Biak), Bandar Udara Sam Ratulangi (Manado), Bandar Udara Syamsudin Noor (Banjarmasin), Bandar Udara Ahmad Yani (Semarang), Bandar Udara Adisutjipto (Yogyakarta), Bandar Udara Adisumarmo (Surakarta), Bandar Udara Selaparang (Mataram), Bandar Udara Pattimura (Ambon) dan Bandar Udara El Tari (Kupang). PT Angkasa Pura I (Persero) menyelenggarakan pengelolaan (pengusahaan, pengembangan, dan pemanfaatan) Bandar Udara dan sekitarnya secara baik dan inovatif, sehingga tercapai pemanfaatan yang optimal dan memperoleh hasil yang dapat digunakan untuk menumbuh kembangkan perusahaan yang akhirnya memberi konstribusi berupa keuntungan bagi Negara dan Pembangunan Nasional. Oleh karena itu seluruh jajaran manajemen memiliki satu kesatuan pola pikir dan pola tindak yang sama dalam menyikapi pentingnya  pelayanan terbaik yang berorientasi pada keselamatan penerbangan dan kenyamanan pelanggan, maka PT Angkasa Pura I (Persero) itu telah menetapkan Visi dan Misi, yaitu:

     VISI dari PT Angkasa Pura I (Persero)

               ‘’ Menjadi perusahaan pelayanan jasa navigasi penerbangan dan pengelola Bandar Udara kelas dunia yang memberikan nilai tambah kepada stakeholder ‘’

     MISI nya adalah

  1. 1.    Memberikan keselamatan, keamanan, kenyamanan dan pengalaman yang menyenangkan melalui jasa kebandarudaraan dan navigasi penerbangan
  2. 2.    Mendukung peningkatan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat

Bandar Udara Ngurah Rai merupakan salah satu Bandar Udara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero), sehingga Bandar Udara Ngurah Rai menjadi Pintu Gerbang utama menuju Wilayah Tengah dan Timur Indonesia. Dengan luas sebesar 295,6 Ha, Bandar Udara Ngurah Rai menyediakan fasilitas penunjang yang dapat membantu aktivitas penerbangan serta melayani kebutuhan penumpang pesawat. Saat ini Bandar Udara Ngurah Rai mampu melayani sebanyak ± 10 juta penumpang per tahun dengan rata-rata pergerakan 5000 pesawat per bulan.

Untuk itu PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai penyelenggara Bandar Udara dituntut untuk dapat berperan aktif, demi terselenggaranya kelancaran kegiatan operasional penerbangan di Bandar Udara, khususnya di wilayah Sisi Udara.

Adapun salah satu Dinas yang sangat berperan dalam pengelolaan apron adalah Dinas Sisi Udara(Apron Movement Control) yang selanjutnya disebut AMC. Unit ini mempunyai fungsi dan tugas sebagai salah satu unit pelayanan operasi Bandar Udara dan pengawasan Sisi Udara.

Bandar Udara Ngurah Rai Bali memiliki Dinas Sisi Udara (AMC) guna menunjang proses dari fungsi pengawasan dari AMC yang harus dilaksanakan dalam setiap penugasannya. Adanya AMC bertujuan agar para pegawai dapat mengawasi kondisi sesungguhnya dilapangan.

Adapun pada AMC Bandar Udara Ngurah Rai terdapat 2 tempat, pertama di atas tower di bawah Air Traffic Control yang digunakan untuk ploting dan observer, dan memasukkan data ke komputer FIDS, dan yang kedua berada di bawah menara tower, karena untuk memasukkan data pergerakan pesawat dilakukan di atas tower maka parking stand 1,2 dan 3 tidak dapat terlihat karena terhalang oleh bangunan terminal Bandar Udara, sehingga dalam pelaksanaannya seringkali para pegawai melaksanakan tugas kerja dengan permasalahan yang sama, yaitu kurang tepatnya pencatatan waktu block on dan block off pada pesawat yang akan datang dan berangkat pada parking stand 1,2 dan 3 padahal ketepatan waktu block on dan block off pesawat dapat berpengaruh terhadap akurasi berapa biaya parking fee yang seharusnya di keluarkan oleh masing-masing Airline atau ground handling, hal ini terkait dengan Surat keputusan Direksi PT (Persero) Angkasa Pura I nomor: KEP. 121 / KU. 06. 01 / 2008 pasal 5 tentang tarif pelayanan jasa pendaratan, penempatan dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U) untuk penerbangan luar negeri pada bandar udara yang diusahakan PT Angkasa pura I (Persero) karena selama ini bandar udara Ngurah Rai hanya mengandalkan laporan dari  setiap Airline atau ground handling tanpa diakurkan dari pencatatan dari unit AMC sehingga terlihat kurang profesional. Hal ini juga menimbulkan kurang maksimalnya pengawasan atas semua pergerakan lalu lintas di area apron yang terdiri atas lalu lintas pesawat udara, kendaraan dan personil di Bandar Udara karena jumlah personil yang minim dan beban kerja yang lebih banyak mengarah pada sektor pelayanan.

Berdasarkan Standard Operation Procedure Dinas Operasi Sisi Udara Bandar Udara ngurah Rai, bahwa Apron Movement Control harus melaksanakan fungsi pengawasan di Sisi Udara. Maka dari itu seorang Apron Movement Control harus mengaplikasikannya Seperti mencegah rintangan (airside obstruction), gangguan binatang dan kebersihan serta ketertiban di Sisi Udara.

Seorang Apron Movement Control harus bekerja secara “team work” agar safety tercapai, akan tetapi berbeda dengan yang terjadi pada AMC yang ada di Bandar Udara Ngurah Rai Bali, Unit ini mempunyai fungsi pengawasan di Sisi Udara. Akan tetapi Unit Apron Movement Control pada saat sekarang ini dalam kondisi kekurangan personil dan dengan beban kerja yang bisa dibilang banyak. Dan dengan jumlah petugas yang ada maka pelaksanaan tugas lebih dititikberatkan pada sektor pelayanan saja.

Mengingat keadaan fasilitas Dinas Sisi Udara (AMC) Bandar Udara Ngurah Rai, terdapat kendala – kendala yang non teknis antara lain, masalah belum terpenuhinya tugas pelayanan dan pengawasan yang sesuai dengan standar SOP yang ada di dalam pasal 217 ayat (1) UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, dan kurangnya fasilitas sebagai penunjang para pegawai dalam melaksanakan tugas.Fasilitas yang tersedia bagi para pegawai Apron Movement Controlseyogyanya lebih menunjang dalam proses kerja. Hal ini juga disebabkan beberapa kendala – kendala yang telah disebutkan, hal demikian tentu akan menghambat proses kerja para pegawai.

Pada Bandar Udara Ngurah Rai Bali terdapat sistem dan prosedur pengoperasian CCTV bertujuan untuk melindungi Keamanan dan Keselamatan Bandar Udara serta penerbangan dengan sistem pengawasan atau monitoring secara dini terhadap pesawat, awak pesawat, penumpang, pegawai Bandar Udara, barang dan pos serta fasilitas bandar udara dari berbagai macam ancaman tindakan melawan hukum, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas yang dapat membantu dinas AMC untuk melaksanakan fungsi pengawasan pada parking stand 1,2, dan 3 dan dapat memberikan data yang akurat karena tepat dalam pencatan waktu block on dan block off sehingga menghasilkan data yang akurat, dan ini tentunya bisa meningkatkan profesionalisme kerja Kantor Cabang Utama Bandar Udara Ngurah Rai Bali.

Dari uraian diatas penulis melaksanakan penelitian yang dituangkan dalam penulisan tugas dengan judul.

     “PENINGKATAN KINERJA  PENGAWASAN MELALUI PEMANFAATAN MONITOR CCTV PADA DINAS APRON MOVEMENT CONTROL BANDAR UDARA NGURAH RAI BALI”

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s