APAKAH FSC (FULL SERVICE CARRIER) KURANG DIMINATI DENGAN HADIRNYA LCC (LOW COST CARRIER)? (PART V)


Kelompok : 1

Ketua :

Netty Yuliarti 224110176

Anggota :

Elparida Arni Basayanthy 224110133

Claudia Kartika Cahyati 224110163

Kelas : S1 ZU10

Tugas : 5

 

 

KESIMPULAN

Setelah kami melakukan serangkaian survey baik secara online maupun offline, dari pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan dalam angket, kami dapat mengukur tingkat preferensi penumpang pesawat udara berdasarkan jawaban-jawaban yang mereka berikan, diantaranya :

 

1.  Memilih menggunakan Full Service Carrier sebanyak 25 orang = 48%

Terdiri dari :

–          Pebisnis = 5 orang

–          Pekerja kantor = 15 orang

–          Dosen = 3 orang

–          Lainnya = 2 orang

Dengan alasan perjalanan sebagai berikut :

–          Perjalanan bisnis = 5 orang

–          Lainnya ( dinas ) = 15 orang

–          Alasan keluarga = 5 orang

 

2. Memilih menggunakan Low Cost Carrier sebanyak 27 orang = 52%

Terdiri dari :

–          Mahasiswa = 22 orang

–          Lainnya = 5 orang

Dengan alasan perjalanan sebagai berikut :

–          Berlibur = 20 orang

–          Alasan keluarga = 7 orang

 

Kami dapat menarik kesimpulan bahwa penumpang yang menggunakan layanan Low Cost Carrier memang lebih banyak dibandingkan penumpang yang menggunakan layanan Full Service Carrier, namun hal ini bukan berarti minat masyarakat berkurang terhadap layanan Full Service ini. Tetapi akibat munculnya sistem layanan Low Cost Carrier, maskapai – maskapai yang bergerak di layanan Full Service memetakan sendiri segmen pasarnya, yang kemudian teridentifikasi paling banyak berasal dari golongan masyarakat pebisnis dan pekerja kantor. Ini menunjukkan bahwa Full Service Carrier memang memiliki pasarnya tersendiri. Mereka cenderung menjual produknya kepada penumpang – penumpang yang dengan sendirinya memilih untuk menggunakan kelas penerbangan bisnis dengan berbagai alasan seperti prestise, ragam layanan, kenyamanan terbang, keselamatan yang lebih terjamin dan lain sebagainya.

 

SARAN

  • Bagi Masyarakat Pengguna Transportasi Udara.

Sebaiknya masyarakat melakukan pemilihan layanan terbang yang akan digunakan tidak berdasarkan harga tiket yang mahal ataupun murah, tetapi harus mengutamakan kebutuhan akan keselamatan penerbangan. Karena keselamatan penerbangan merupakan hal yang paling utama. Selain itu, sebelum menggunakan jasa dari suatu maskapai, baik itu maskapai penerbangan full service maupun maskapai berbiaya rendah, konsumen harus mencari informasi sebanyak-banyaknya apakah maskapai yang bersangkutan memiliki reputasi yang baik di mata para konsumennya atau sebaliknya. karena tinggi rendahnya harga tiket belum menjamin kepuasan yang didapat oleh konsumen.

  • Bagi Maskapai Penerbangan Full Service.

Perusahaan harus mempertahankan kualitas pelayanan yang diberikan. Karena kualitas pelayanan merupakan prioritas penerbangan full service, terutama masing-masing pelayanan di touch point harus diperhatikan secara detail karena maskapai penerbangan Full Fare berkomunikasi langsung dengan konsumennya. Karena jika dilihat dari hasil angket yang telah terisi, masyarakat telah setuju bahwa kualitas pelayanan penerbangan full fare baik. Ini merupakan peluang bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s