PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDAR UDARA? (ANALISIS DATA)


Kelompok     :                                               8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                            224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI             224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Kelas                         :                                               S1 ZU10

ANALISIS

Pada bab 4 ini, kami membahas hasil penilitian dari survei tentang “Pentingkah Commercial area yang Mewah Bagi Bandar Udara”. Hasil penilitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu melakukan survei kepada para responden yang sering menggunakan area komersial di bandar udara. Dan juga dengan menggunakan metode penarikan sampel yang terdiri dari kuesioner dan dokumentasi.

Dari data yang diperoleh, kami merumuskan dan menafsirkan data dengan menggunakan tabel dan grafik untuk menunjukkan hasil penilitian ini. Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, data yang dihasilkan adalah sebagai berikut :

Profil Responden

Usia

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui usia responden adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut:

Tabel 4.1

Kriteria Usia Frekuensi Persentase
Remaja (13 – 17 Tahun) 8 8%
Dewasa> 17 Tahun 90 92%
TOTAL 98 97%

Gambar 4.1 Diagram Usia

Kewarganegaraan

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui kewarganegaraan responden adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.2

Kriteria Kewarganegaraan Frekuensi Persentase
Warga Negara Indonesia 96 98%
Warga Negara Asing 2 2%
TOTAL 96 100%

Gambar 4.2 Kewarganegaraan

JenisKelamin

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui jumlah responden berdasarkan jenis kelamin adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.3

Kriteria Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Pria 34 35%
Wanita 64 65%
TOTAL 98 100%

Gambar 4.3 Diagram Berdasarkan Jenis Kelamin

Frekuensi

Berdasarkan hasil pengolahan data primer, dapat diketahui frekuensi responden dalam mengunjungi bandara adalah seperti tampak pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.4

Frekuensi Jumlah Persentase
Baru Sekali 7 7%
Jarang 68 69%
Sering 23 23%
TOTAL 98 100%

Gambar 4.4 Diagram Berdasarkan Frekuensi

Hasil Data Survei “Pentingkah Commercial area yang Mewah bagi suatu Bandara

Hasil jawaban kuesioner menunjukan persentase terhadap 17 buah kuisioner baik itu pertanyaan maupun pernyataan yang diajukan kepada responden, berikut adalah penjelasan hasil data dari masing-masing pertanyaan maupun pernyataan.

Kuesioner pertama adalah tentang pengalaman responden pernah mengunjungi bandara dengan persentase 98% responden menyatakan “Pernah” artinya sebagian besar responden sudah pernah mengunjungi bandara.

Kuesioner ke-2 adalah tentang pengalaman responden yang pernah mengalami keterlambatan penerbangan. 53% responden menyatakan “Tidak pernah” artinya sebagian besar responden belum pernah mengalami keterlambatan penerbangan.

Kuesioner ke-3 adalah tentang pengalaman responden saat menghabiskan waktu sambil menunggu karena keterlambatan pesawat, dengan persentase 70% responden menyatakan “Bermain dengan gadget pribadi” artinya sebagian besar responden melakukan kegiatan bermain gadget karena dianggap mudah dan tidak menghabiskan banyak uang.

Kuesioner ke-4 adalah tentang pendapat responden dalam menilai fasilitas di commercial area saat ini dengan persentase 56% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden merasa tidak begitu memperhatikan fasilitas commercial area saat ini karena tujuan utama mereka pergi ke bandara adalah untuk naik pesawat.


Kuesioner ke-5 adalah tentang pernyataan responden dalam menilai commercial area bisa menjadi ikon (pencitraan) bandara itu sendiri dengan persentase 76% responden menyatakan “Setuju” artinya sebagian besar responden menilai jika commercial area bisa menjadi ikon (pencitraan) bandara tersebut.

Kuesioner ke-6 adalah tentang kenyamanan responden ketika berada di commercial area dengan persentase 64% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden tidak terlalu peduli ketika berada di area tersebut.

Kuesioner ke-7 adalah tentang pendapat responden dalam menilai perlunya ditambah fasilitas/ tempat hiburan di commercial area dengan persentase 72% responden menyatakan “Perlu”, artinya sebagian besar responden merasa fasilitas/ tempat hiburan di commercial area harus dikembangkan.

Kuesioner ke-8 adalah tentang pendapat responden dalam menilai fasilitas apa yang perlu ditambah di commercial area saat ini dengan persentase 30% responden menyatakan “Tidak perlu” artinya sebagian besar responden menginginkan fasilitas di area komersial ditambah dengan beberapa fasilitas lain yang belum ada di dalam area tersebut.

Kuesioner ke-9 adalah pernyataan responden dalam menilai semakin banyak tempat hiburan di commercial area, bandar udara akan semakin baik dengan persentase 60% responden menyatakan “Setuju”. Artinya sebagian besar responden merasa tempat hiburan di dalam area komersial merupakan nilai tambah bagi suatu bandara karena dapat meningkatkan pendapatan bandara tersebut.

Kuesioner ke-10 adalah tentang pendapat responden dalam mengembangkan commercial area akan meningkatkan pergerakan penumpang di bandara dengan persentase 69% responden menyatakan “Ya” artinya sebagian besar responden menganggap bahwa pengembangan area komersial dapat menambah tingkat kenyamanan konsumen sehingga mereka terus menggunakan bandara tersebut dan meningkatkan pergerakan penumpang di bandara.

Kuesioner ke-11 adalah tentang pendapat responden dalam kepuasan fasilitas yang ada di commercial area saat ini dengan persentase 85% responden menyatakan “Biasa saja” artinya sebagian besar responden merasa kurang puas dengan fasilitas commercial area saat ini.

Hasil Analisa

Dalam penilitian ini, berdasarkan data secara keseluruhan yang didapat dari 98 responden, menyatakan bahwa commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya. Hal tersebut disebabkan karena sebagian penumpang pernah mengalami keterlambatan sehingga mereka membutuhkan commercial area sebagai salah satu tempat yang digunakan mereka pada saat menunggu waktu jika pesawat mengalami keterlambatan.

Selain itu, banyaknya responden yang menyatakan fasilitas commersial area di bandar udara biasa saja dan kurangnya kenyamanan serta kepuasan di area tersebut juga menjadi salah satu penyebab suatu bandara perlu mengembangkan area komersilnya. Bahkan, commercial area dapat menjadi icon suatu bandara.

Beberapa penyebab tersebut memberikan dampak terhadap suatu bandara untuk mengembangkan area komersilnya. Salah satunya adalah meningkatkan pergerakan penumpang. Dengan adanya commercial area yang menarik, maka akan meningkatkan konsumen yang datang. Contohnya adalah seperti kejadian di Bandar Udara Changi, Singapura, banyak konsumen yang datang ke bandara tersebut hanya untuk berbelanja di area komersilnya sehingga selain menambah pergerakan penumpang, namun juga menambah penghasilan bandara karena pendapatan yang diperoleh bandar udara terdiri dari pendapatan aeronautical dan non-aeronautical, seperti pendapatan yang diperoleh dari commercial area. Selain itu dampak lainnya adalah dapat memberikan nilai tambah bagi bandara.

Dan dengan mengembangkan area komersil di suatu bandara, juga dapat meningkatkan citra bandara di mata penumpang. Pengelolaan suatu fasilitas di bandar udara yang baik menggambarkan bandar udara tersebut terkelola secara baik pula, sehingga dapat memberikan dan meningkatkan citra serta nama baik bandar udara.

Dilihat dari sektor perekonomian, pengembangan commercial area juga dapat berpengaruh baik. Hal ini disebabkan karena semakin banyak usaha yang didirikan di suatu tempat seperti di bandar udara, akan menambah jumlah pengusaha. Banyaknya jumlah pengusaha tersebut mendorong Pemerintah untuk meningkatkan pajak sehingga secara tidak langsung akan menguntungkan Pemerintah pula.

Commercial area di bandar udara perlu dikembangkan serta ditambah fasilitas-fasilitasnya, namun pengembangan commercial area yang dilakukan secara mewah tidak diperlukan, karena akan menambah biaya yang lebih besar bagi bandar udara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s