PENTINGKAH COMMERCIAL AREA YANG “MEWAH” BAGI SUATU BANDAR UDARA? (LANDASAN TEORI)


Kelompok     :                                               8

Ketua             :

RIZKY INAYAH                                            224110220

Anggota        :

NURSERY ALFARIDI S. NASUTION     224110046

SEKAR WIDYASTUTI PRATIWI             224110045

NOVIA CAHYA SYAFITRI                         224110225

Kelas                         :                                               S1 ZU10

LandasanTeori

Pengertian Jasa menurut Valarie A. Zeithamldan Mary Jo Bitner (2003:3) “Include all economic activities whose output is not a physical product or construction, is generally consumed at the time it is produced, and provides added value in from (such as convenience, amusement, timeliness, comfort, or health) that are essentially intangible concerns of its frist purchaser.”

Artinya jasa adalah suatu kegiatan ekonomi yang outputnya bukan produk yang dikonsumsi bersamaaan dengan waktu dan produksi serta memberikan nilai tambah (kenikamatan, hiburan, santai, sehat) bersifat tidak berwujud.

Salah satu tempat yang memberikan jasa pelayanan dalam transportasi udara adalah bandar udara. Bandar Udara (Airport) merupakan bagian dari satu sistem pelayanan transportasi udara baik nasional maupun internasional. Untuk menunjang sistem pelayanan tersebut, terdapat area komersial di dalam bandar udara yang menyediakan berbagai fasilitas yang dicantumkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor : Skep/ 47/ III/ 2007 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Usaha Kegiatan Penunjang Bandar Udara Pasal 2 Ayat 1 dan 2 (b) yang menjelaskan kegiatan penunjang bandar udara, meliputi hal-hal sebagai berikut:

– Jasa penyediaan hotel dan hotel reservation services di bandara

– Jasa penyewaan space untuk pertokoan di bandara

– Jasa penyewaan space untuk restoran, bank, money changer di bandara

Menurut PP Nomor 70 Tahun 2001 pelayanan jasa penunjang kegiatan bandar udara dilakukan oleh suatu pihak yaitu Badan Hukum Indonesia atau perorangan untuk dapat melakukan kegiatan penunjang bandar udara harus mengadakan perjanjian/kesepakatan bersama dengan penyelenggara bandar udara berdasarkan prinsip saling menguntungkan dengan mempertimbangkan kelancaran operasional bandar udara dan kelancaran penerbangan. Dalam era globalisasi ini, banyak ditemukan area komersial di beberapa bandara baik itu bandara nasional maupun bandara internasional dibangun secara berlebihan. Selain bertujuan untuk memberikan nilai tambah terhadap bandara udara, memenuhi kepuasan para konsumen, pengembangan tersebut juga bertujuan untuk kepentingan bisnis.

Konsep para pebisnis yang mulai mengembangkan jasa agar memiliki keunikan pada produk dan pelayanannya menjadi patokan para pebisnis dan penyelenggara bandar udara untuk menjadikan area komersial seunik dan semewah mungkin untuk menarik konsumen. Apalagi area komersial dalam bandar udara merupakan area yang paling menarik untuk dikunjungi oleh para pengunjung bandar udara. Namun seberapa pentingkah area komersial dibangun semewah mungkin sedangkan kita mengetahui pembangunan atau pengembangan area komersial yang mewah membutuhkan dana yang sangat besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s