Ground Handling


Nama Kelompok              :

Abraham julius pangau                (243111020)

Intan Hayati                                (243111026)

Trounne Vionadea                      (243111027)

Dwika Kurniawan                         (243111028)

“Ground Handling”

Berdasarkan dari suku katanya “Ground” berarti “Darat” dan “Handling” yang berarti “Penanganan”, dapat diartikan bahwa ground handling adalah sebuah penanganan terhadap pesawat disaat melakukan pergerakan di darat atau pesawat tersebut sudah terdapat di area bandara, yang meliputi penanganan terhadap penumpang dan bagasinya, kargo,pos, serta alat-alat penunjang operasional pergerakan pesawat selama melakukan pergerakan di darat.

                Ruang lingkup dari Ground handling meliputi 2 aspek yaitu pre flight  (sebelum pesawat lepas landas dari bandara asal) dan pos flight (setelah pesawat mendarat dan melakukan taxi di bandara tujuan)

Kegiatan ground handling  yang meliputi kegiatan pre flight (sebelum lepas landas), meliputi banyak hal, dari mulai penumpang melakukan check in, penumpang masuk keboarding area, proses marshalling pesawat menuju parking stand, menyiapkan peralatan unutuk penumpang masuk ke pesawat seperti : Avio Bridge (Garbarata), atau PBS (Passenger Boarding Stairs),serta menyiapkan juga fasilitas penunjang atau alat-alat yang akan dipakai untuk proses loading cargo ke dalam pesawatseperti:

1 High lift loader (HLL) >> untuk pesawat wide body

2 Main Deck loader (MDL) >> untuk pesawat cargo wide body

3 Bagage Conveyor Loader (BCL) >> naik turun barang cargo dengan system bulk (curah)

4 Conveyor dollies dan Pallet dollies

5 Fork lift ,dst

Proses loading cargo juga di barengi dengan proses pengisian bahan bakar pesawat, loading catering oleh petugas catering, pengisian air bersih, pembersiahan limbah pesawat udara dsb.

Kegiatan ground handling terbagi dalam 3 bagian besar :

1 Pasasi               

                2 Apron

                3 Cargo

1 Pasasi

Segala bentuk kegiatan penanganan penumpang berupa pelayanan dari keberangkatan penumpang sampai dengan kedatangannya. Yang di fokuskan disini adalah penangan terhadap penumpang dan barang. Petugas pada bagian pasasi melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan seperti tiket, pasport, visa, dokumen kesehatan,dll.

Berikut merupakan proses perjalanan penumpang :

1 Pre journey >> booking dan reservatoin

2 Pre flight service >> proses Check-in

3 In Flight service >>pelayanan saat penerbangan di udara

4 Post flight service >>pengambilan bagasi dan pengecekan bagasi

5 Post journey

2 Apron = Ramp

Merupakan area dalam suatu bandar udara tempat pergerakan pesawat yang digunakan sebagai tempat dimana terjadi aktivitas ramp yang meliputi naik-turun penumpang, barang dan pos pengisian bahan bakar dan maintanance pesawat dsb.

Ramp merupakan sebuah unit yang mengatur seluruh aktivitas di wilayah ramp (ramp area) dan berkoordinasi dengan seluruh unit  terkait agar seluruh aktivitas berjalan sesuai procedur dan sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan supaya pesawat dapat on time dan lebih safety. Dalam aktivitasnya ramp handling dipimpin oleh seorang ramp coordinataor atau ramp dispatcher yang bertanggung jawab atas aktivitas handling suatu penerbanagan.

Standar Ramp procedur diatur dalam : Standard Ground Handling Agreement (SGHA) Annex A

Dan section yang mengatur tentang ramp >> section 6 yang berisi :

1 Marsahling >>Mengacu pada peraturan international (International Marshaling Procedure)

2 Parking >>Harus mengetahui dimana pesawat akan diparkir dan harus sesuai tipe pesawatnya

3 Ramp to Flight Deck Communication >>Pengambilan tindakan harus sesuai instruksi dari PIC

4 Loading /Embarking and unloading /Disembarking >>Mengontrol Proses naik trun barang

5 Starting >>Harus mengetahui engine starting procedur

6 Safety measure >>Harus selalu menjalankan prosedur  keselamatan dan keamanan setempat

7 Moving of aircraft >>Pergerakan pesawat saat pushback ataupun towing

3 Cargo

Cargo merupakan suatu area pada bandar udara tempat pengiriman dan penyimpanan barang cargo baik domestik maupun international (ekspor-impor).

Yang harus diperhatikan dalam pengiriman barang cargo ialah semua barang yang akan dikirim atau disimpan di dalam gudang harus memiliki dokumen yang lengkap (Surat Muatan Udara untuk domestik dan Airway Bill untuk International) dan diserahkan terlebih dahulu sebelum barang cargo melewati tahapan cargo. Berikut proses pada :

Inbound :Barang yang diturunkan dari pesawat dibawa menggunakan mobil kargo menuju ke gudang – sampai di gudang di adakan proses breakdown (barang di chek oleh cheker sesuai manifest yang telah diterima – barang diperiksa sesuai dokumen SMU (Surat Muatan Udara) – jika ada kerusakan barang difoto dan dibuatkan dokumennya untuk dikirimkan ke shiper untuk segera diketahui – setelah barang selesai di check dan semuanya lengkap barang di tempatkan di gudang inbond – lalu baru diambil oleh agent atau pihak yang terkait dengan barang tersebut.

Outbound : Barang yang akan dikirim dibawa oleh agent untuk proses di gudang – Lalu barang ditimbang dan diperiksa melaluiproses X-ray (Bukti Timbang Barang dan mendapat form X-ray) – barang dipindahkan ke gudang melalui area kade (bongkar muat barang) – lalu dilakukan pengecekan dokumen yang diolah oleh bagian acceptance – Dilakukan proses built up  dan proses built Up check list berpatokan pada Air Waybill – lau barang di bawa ke pesawat untuk dilakukan proses loading.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s