Pentingnya Menyeimbangkan Sarana dan Prasarana Bandara Soekarno-Hatta (II)


Kelompok 7

Ketua :

Putra Randa Bentar Sitompul  224110266

Anggota:

Muhammad Arif  224110213

Marezha Herlin S 224110040

Kelas : ZU-10

TUGAS : 2

BAB II

LANDASAN TEORI

Sarana dan prasarana merupakan kunci utama dalam kegiatan penerbangan suatu negara.Sarana yang digunakan adalah pesawat udara sedangkan prasarana yang berarti bandar udara yaitu tempat pesawat terbang lepas landas dan mendarat.Sarana dan prasarana ini saling berkaitan dan mendukung satu sama lain sesuai fungsi masing-masing.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bandar Udara menimbang bahwa dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional dan adanya perkembangan kebijakan transportasi udara menyebabkan peningkatan pelayanan kegiatan operasional di bandar udara yang harus didukung oleh sarana dan prasarana bandar udara.

Peningkatan sarana dan prasarana suatu bandara harus seimbang dengan pertumbuhan permintaan akan angkutan udara dan perkembangan industri penerbangan.Angkasa Pura sebagai badan usaha pengelola bandar udara bertanggung jawab memenuhi fasilitas bandara berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Pasal 219 ayat (1),setiap badan usaha bandar udara atau unit penyelenggara bandar udara wajib menyediakan fasilitas bandar udara yang memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan,serta pelayanan jasa bandar udara sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan.

Respon dan tanggapan dari penggguna jasa maupun masyarakat pada umumnya sangat diperlukan agar dapat diketahui kekurangan dan perbaikan apa saja yang perlukan. Untuk mendapatkan data yang akurat maka metode yang digunakan adalah metode Crawford (1928) yang di bagi kedalam :

1. ekperimen                                    7. interview

2. psikologis                                     8. questionnair

3. case study                                    9. observasi

4. survey                                           10. pengukuran

5. membuat korikulum                11. statistik

6. analisis pekerjaan                     12. tabel dan grafik

Sedangkan banyaknya sampel responden yang diambil mengacu kepada perhitungan dengan rumus Slovin yaitu menggunakan perhitungan:

n =              N          

(1+ne)

Dimana :

n = ukuran sampel

N = ukuran populasi

ne = persentase kelonggaran ketidaktelitian yang masih dapat ditolerir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s