Contoh Laporan PKL D3, IPB – Bogor (Part 6, End)


V.  ANALISIS USAHA

5.1 Pemasaran

Pemasaran merupakan rantai akhir dalam usaha pembenihan ikan khusunya pembenihan ikan maanvis. Sebelum melakukan usaha pembenihan ikan maanvis, terlebih dahulu diketahui informasi harga dan pasar yang sedang berjalan pada periode saat dilaksanakannya proses produksi. Taufan’s Fish Farm menjual benih ikannya ke daerah Cibinong seperti para eksportir dan para hobiis. Harga benih ikan maanvis ukuran S Rp.250,- per ekor.

5.2 Pengadaan Sarana dan Prasarana Produksi

5.2.1 Induk dan Benih

Induk yang digunakan di Taufan’s Fish Farm berasal dari petani-petani yang berasal didaerah Ciseeng, Bogor dengan harga Rp. 30.000,- / pasang. Sedangkan benih ikan maanvis juga ada yang berasal dari petani maupun berasal dari hasil pijahan sendiri.

 

5.2.2 Pakan dan Obat-Obatan

Pakan, diperoleh dari beberapa produsen yaitu :

  1. Bloodworm berasal dari pengusaha ikan hias yang berasal dari Bandung dengan harga Rp. 20.000,- / kg yang diantarkan langsung oleh produsen.
  2. Artemia dibeli langsung dari produsen.
  3. Cacing sutera Tubifex berasal dari pengumpul yang berada di kawasan Bogor dan diantarkan langsung oleh produsen.

Penyediaan obat-obatan yang digunakan oleh Taufan’s Fish Farm diperoleh dari produsen yang menjual langsung. Adapun jenis obat-obatan yang digunakan adalah acriflavin, chlorampenicol, tetracycline, blitz-icht, methylene blue dan garam.

5.2.3 Peralatan dan Perlengkapan

Peralatan dan perlengkapan diperoleh dari produsen di daerah Cibinong, sedangkan bahan bakar minyak dan oli diperoleh dari SPBU yang berada di kawasan Bogor dan sekitarnya.

5.3  Analisa Usaha Pembenihan Ikan Maanvis Skala Rumah Tangga

5.3.1 Investasi

Invetasi merupakan modal utama yang diperlukan untuk menyediakan perlengkapan dan peralatan yang diperlukan untuk suatu usaha yang bersifat tidak habis dipakai dalam satu kali proses produksi dan dalam jangka waktu yang lama. Rincian biaya investasi dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Investasi Pembenihan Ikan Maanvis Skala Rumah Tangga

No

Uraian

Jumlah

Ukuran

Harga Satuan (Rp)

Jumlah

(Rp)

1.

Lahan

200 m2

R

2.

Bangunan Hatchery

150 m2

3.

Bak tandon

1

4.

Akuarium Pemijahan

6

50x40x40cm

Rp.60.000

5.

Akuarium Pemeliharaan

35

80x40x46cm

Rp.80.000

6.

Genset 5000watt

1

Rp.2.500.000

7.

Blower

1

Rp.1.000.000

8.

Freezer

Max 200kg

1

Rp.1.000.000

0.000

10.

Instalasi Listrik

Rp.150.000

11.

Instalasi aerasi

Rp.150.000

12.

Pompa air

sumur

1

Rp.1.000.000

Rp.

13.

Pompa air tandon

1

Rp.1.000.000

Rp.

Jumlah

Rp

Tabel 10. Biaya Penyusutan

No

Uraian

Harga beli

Umur teknis (tahun)

Nilai sisa

(10%)

Penyusutan

(Rp)

1.

Lahan

Rp.

2.

Bangunan hatchery

Rp.

10

Rp

Rp.

3.

Bak tandon

Rp.

10

Rp

Rp.

4.

Akuarium pemijahan

Rp.

5

Rp.

Rp.

5.

Akuarium pemeliharaan

Rp.

5

Rp

Rp.

6.

Genset

Rp

5

Rp.

Rp.

7.

Blower

Rp.

5

Rp.

Rp.

8.

Freezer

Rp.

5

Rp.

Rp.

9.

Tabung oksigen

Rp.

10

Rp.

Rp.

10.

Instalasi listrik

Rp.

5

Rp.

Rp.

11.

Instalasi aerasi

Rp.

5

Rp.

Rp.

12.

Pompa sumur

Rp.

5

Rp.

Rp.

13.

Pompa tandon

Rp.1.000.000

5

Rp.100.000

Rp.180.000

Total                                                                                                     Rp.3.277.800

 

5.3.2 Biaya Operasional

Biaya operasional yang terdiri dari biaya tetap (FC) dan biaya variabel (VC). Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan tiap bulan namun tidak dipengaruhi kegiatan produksi. Biaya variabel adalah biaya yang berubah pengeluarannya dalam satu siklus. Rincian biaya tetap dan variabel untuk usaha pembenihan ikan maanvis dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Biaya Tetap (FC)

No

Uraian

Jumlah

Harga Satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

I.

Biaya Tetap

1.

Penyusutan

    Rp.

2.

Gaji karyawan

1

@Rp.

Rp.

3.

Rekening listrik

Rp.

4.

Pajak

Rp.

5.

Pulsa Handphone

Rp

Total Biaya Tetap                                                                                            Rp.

Tabel 12. Biaya Variabel (VC)

No Uraian Jumlah Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp)1 siklus 2 bulan Jumlah (Rp)1 tahun 6 siklus
II. Biaya Variabel        
1. Induk ikan maanvis 6 pasang Rp. Rp. Rp.
2. Pakan induk-    Bloodwoarm

–    Cacing sutera

4 papan

1 takar

Rp.

Rp.

Rp.

Rp.

Rp.

Rp.

3. Pakan larva-   Artemia 30gram Rp. Rp Rp
4. Obat-obatan-   Chlorampenicol

–   Tetracycline

–   Furazolidone

–   Metylene blue

4 gram

4 gram

4 gram

1 botol

Rp

Rp.

Rp.

Rp.-

Rp.

Rp.

Rp

Rp.

Rp.

Rp.

Rp

Rp.

5. Peralatan packing-    Plastik

–   Karet gelang

1 kg

0,5kg

Rp.21.000,-

Rp.25.000,-

Rp.

Rp.-

Rp.

Rp.

6. BBM 20 liter Rp.4.500,- Rp. Rp.
Total Biaya Variabel                                                                                                                        Rp.

 

            Dari data diatas dapat dihitung jumlah biaya operasional atau biaya total (Total cost) dalam 1 tahun yaitu :

Biaya total (TC)          = Biaya tetap (FC) + Biaya variabel (VC)

= Rp.0,-  +  Rp

= Rp.

5.3.3 Penerimaan (TR)

Penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari hasil penjualan benih dan indukan. Rincian penerimaan yang diperoleh dari usaha pembenihan ikan maanvis di Taufan’s Fish Farm sebagai berikut; indukan yang digunakan sebanyak 6 (enam) pasang dengan fekunditas 500 butir/ekor indukan betina. Derajat pembuahan yang diperoleh 80% dari fekunditas yang didapat kemudian derajat penetasan 80% yang diperoleh dari telur yang berhasil dibuahi. Kelangsungan hidup benih ikan maanvis hingga panen mencapai 90%, contoh perhitungan dapat dilihat pada (Lampiran 3). Berdasarkan hasil tersebut, didapatkan benih yang dipanen sebanyak 288 ekor/ indukan. Sepasang indukan dalam waktu sebulan dapat melakukan pemijahan sebanyak 3 kali dan dalam satu tahun siklus produksi dapat berjalan sebanyak 6 kali. Indukan yang telah digunakan dapat dijual kembali setelah digunakan selama satu tahun. Hasil penjualan induk dalam 1 tahun dapat diperoleh sebesar Rp. 1.080.000,- dengan demikian penerimaan dalam 1 tahun dapat diperoleh dirincikan sebagai berikut :

  1. Jumlah benih yang hidup hingga pemanenan yaitu sebanyak 288 ekor/indukan/pemijahan dari 320 ekor larva yang berhasil menetas. Jadi nilai kelangsungan hidup (SR) yang didapatkan adalah sebagai berikut :

SR (%)   =

  1. Penerimaan (TR)

TR       =  (Hasil produksi × Harga per ekor) + Hasil penjualan induk

= (   × Rp  + Rp.

= Rp.,- + Rp.

= Rp.

5.3.4 Keuntungan (µ)

Keuntungan merupakan selisih antara pendapatan dengan total biaya produksi (biaya operasional). Keuntungan diperoleh jika selisih antara pendapatan dengan total biaya adalah positif. Keuntungan yang diperoleh yaitu sebagai berikut :

Keuntungan (µ) = Penerimaan (total revanue) – Biaya Total (total cost)

= Rp.,–

= Rp.

Jadi, keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp.

5.3.5 R/C Ratio

Analisis R/C Ratio merupakan parameter analisis yang digunakan untuk melihat pendapatan relatif suatu usaha dalam 1 tahun terhadap biaya yang dipakai dalam kegiatan tersebut. Suatu usaha dikatakan layak jika nilai R/C ratio lebih dari 1 (R/C > 1). Semakin tinggi nilai R/C ratio, tingkat keuntungan suatu usaha akan semakin tinggi. Nilai R/C ratio untuk pembenihan ikan maanvis dapat dilihat pada perhitungan sebagai berikut :

R/C ratio            =

 

5.3.6 Break Event Point  (BEP)

BEP Break Event Point merupakan parameter analisis yang digunakan untuk mengetahui batas nilai produksi atau volume produksi suatu usaha mencapai titik impas, yaitu tidak untung atau rugi. Usaha dinyatakan layak apabila nilai BEP produksi lebih besar dari jumlah unit yang sedang diproduksi saat ini. Sementara itu, nilai BEP harga lebih rendah dari pada harga yang berlaku saat ini. Nilai BEP (unit) dan BEP (Rp) pada usaha pembenihan ikan maanvis dapat dilihat pada perhitungan berikut ini :

BEP (Unit)      =

BEP (Rp)        =

Jadi, dalam kegiatan pembenihan ikan maanvis akan mengalami titik impas bila telah memperoleh pendapatan sebesar Rp.13.346,-  atau dengan kata lain telah menghasilkan produk sebanyak 54,5 ekor benih.

5.3.7 Payback Periode (PP)

Analisis Payback Periode (PP) bertujuan untuk mengetahui waktu tingkat pengembalian investasi yang telah ditanamkan pada suatu usaha, seperti usaha pembenihan ikan maanvis. Nilai PP pada usaha pembenihan ikan maanvis dapat dilihat pada perhitungan berikut ini :

PP          =

Jadi, biaya investasi yang dikeluarkan untuk usaha pembenihan ikan maanvis akan kembali dalam jangka waktu 17,5 tahun.

 

5.3.8 Harga Pokok Produksi (HPP)

HPP adalah dimana jumlah harga penjualan produksi berada pada titik minimum dan tidak akan mengalami kerugian. Nilai HPP untuk usaha pembenihan ikan maanvis dapat dilihat pada perhitungan berikut ini :

HPP       =

Jadi, harga ikan maanvis yang harus dijual tidak boleh kurang dari Rp. 224,9. Karena jika penjualannya di bawah nilai HPP maka akan rugi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s